cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6282211345348
Journal Mail Official
journalekoma@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28285298     DOI : 10.56799
Core Subject : Economy, Social,
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi merupakan jurnal yang diterbitkan oleh CV ULIL ALBAB CORP. EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi menerbitkan artikel hasil penelitian dan kajian literatur dari bidang ekonomi, manajemen, akuntansi baik dari perspektif konvensional dan/atau Islam namun juga tidak terbatas pada bidang ilmu-ilmu sosial. EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi terbit setahun 6 kali tiap tahun. Jurnal ini merupakan wadah bagi para akademisi, praktisi, mahasiswa, maupun lapisan masyarakat lain untuk mempublikasikan hasil penelitian dan pemikirannya. Jurnal ini menerima artikel dengan seleksi secara ketat dan berkomitmen menjaga kualitas artikel.
Articles 2,288 Documents
“Perang Sarung” dalam Dinamika Sub Kultur dan Kekerasan Kelompok di Bulan Ramadhan Antonius Faebuadodo Gea; Rona Buha Tua Tambunan; M. Agung Permana; Mustijat Priyambodo; Mugia Yarry Junanda; Mars Suryo Kartiko
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 3 No. 3: Maret 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v3i3.3041

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi peristiwa perang sarung yang terjadi antara kelompok-kelompok selama bulan Ramadhan dalam konteks budaya tertentu. Perang sarung merupakan sebuah tradisi yang dilakukan sebagai bagian dari penghormatan dan perayaan dalam bulan suci Ramadhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang melibatkan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perang sarung tidak hanya dianggap sebagai hiburan semata, tetapi juga berfungsi sebagai alat untuk mempererat ikatan sosial antar kelompok, mengembangkan keterampilan bertahan hidup, serta memperkuat nilai-nilai solidaritas dan persaudaraan. Walaupun demikian, perang sarung juga membawa dampak negatif seperti cedera fisik dan konflik antar kelompok. Implikasi dari temuan ini menegaskan pentingnya memahami konteks budaya serta nilai-nilai yang mendasari tradisi seperti perang sarung, agar dapat mengelolanya dengan bijaksana guna menjaga harmoni sosial dan keselamatan masyarakat.
Tinjauan Kriminologis Eksploitasi Seksual Terhadap Anak di Bawah Umur: Studi Kasus “Chimoy” Si Germo Cilik Birgitta Atvina Wijayanti; Muhammad Saleh; Andyka Aer; Haryo Bimo Sugianto; Muhammad Ali Yusuf; Indra Luthfi Wibisono
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 3 No. 3: Maret 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v3i3.3042

Abstract

Dalam konteks kemajuan zaman dan perkembangan teknologi yang semakin canggih, terjadi peningkatan signifikan dalam tuntutan hidup. Fenomena ini mengakibatkan anak-anak menjadi lebih rentan terhadap pengaruh lingkungan sosial, yang mendorong mereka untuk mengikuti tren kepemilikan barang-barang mewah, eksperimen dengan hal-hal baru, serta dorongan untuk menonjol di antara sejawat mereka. Dalam upaya memenuhi aspirasi ini, banyak dari mereka terjebak dalam praktik-praktik ilegal, termasuk di antaranya menjadi muncikari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deksriptif dengan menggunakan studi pustaka. Berdasarkan dari adanya kasus Chimoy yang dihubungkan dengan teori kontrol sosial ini membuktikan bahwa adanya kegagalan dalam kelompok sosial konvensional untuk mengikuti individu agar tetap conform, seperti dari keluarga, sekolah atau institusi pendidikan dan kelompok dominan lainnya. Ada tiga faktor yang menyebabkan adanya muncikari dibawah umur yaitu faktor ekonomi, faktor keluarga dan faktor pertemanan. Harus ada upaya penanggulangan dari lembaga pemerintahan dalam menanggulangi serta memberantas pekerjaan muncikari terhadap anak bisa dilakukan dengan upaya preventif dan upaya represif.
Pengaruh Pemberdayaan Psikologis, Berbagi Pengetahuan dan Kepribadian Proaktif Terhadap Kinerja Karyawan PT. BPRS Mitra Mentari Sejahtera Ponorogo Tasya Melania Nasution; Adi Santoso
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 3 No. 3: Maret 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v3i3.3043

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh pemberdayaan psikologis, berbagi pengetahuan, dan kepribadian proaktif terhadap kinerja karyawan PT. BPRS Mitra Mentari Sejahtera Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah karyawan PT. BPRS Mitra Mentari Sejahtera Ponorogo sebanyak 65 orang. Penelitian menggunakan sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner. Dan metode yang digunakan untuk menganalisi data penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pemberdayaan psikologis berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, (2) berbagi pengetahuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, (3) kepribadian proaktif berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, (4) pemberdayaan psikologis, berbagi pengetahuan, dan kepribadian proaktif berpengaruh secara simultan terhadap kinerja karyawan
Pengaruh Promosi Terhadap Brand Wisata Medis Cimande Jawa Barat-Indonesia Dhian Tyas Untari
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 3 No. 2: Januari 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v3i2.3044

Abstract

Cimande merupakan salah satu Wisata Medis di Jawa Barat - Indonesia. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka tujuan dari hal ini penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh promosi terhadap peningkatan Brand Wisata Medis di Cimande. Penelitian melibatkan 100 responden dengan pengambilan sampel insidental. Penelitian yang tidak disengaja dengan menyebarkan penelitian instrumen melalui Google Formulir. Responden kriterianya adalah masyarakat yang pernah berobat Cimande, Jawa Barat. Metode analisis yang digunakan adalah regresi berganda, menguji keeratan hubungan antar variabel dengan analisis korelasi dan menguji hipotesis dengan uji t. Berdasarkan Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara umum promosi dapat meningkatkan merek Cimande sebagai tujuan wisata medis. Wisata medis dapat menyediakan manfaat ekonomi bagi masyarakat baik sebagai terapis dan manfaat multiplier effect dari pariwisata pembangunan itu sendiri.
Dilema Anak dalam Sistem Peradilan Pidana: Studi Kasus Pembunuhan Terhadap Karyawati di Denpasar Robby Ansyari; Adirawa Permana Anggawisastra; Banu Maulidina Isya; Andhiek Budy Kurniawan; Andriyanto Eko Wibowo; Rivan Bagus Widhitta
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 3 No. 3: Maret 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v3i3.3046

Abstract

Anak dianggap sebagai aset penting yang menjadi investasi masa depan bagi orang tua, dengan setiap orang tua menginginkan yang terbaik bagi perkembangan anak, baik dalam konteks kehidupan dunia maupun aspek spiritual di akhirat. Oleh karena itu, peran sebagai orang tua membawa tanggung jawab utama untuk memastikan kesejahteraan dan pembinaan yang baik bagi anak-anak. Meskipun demikian, dalam situasi tertentu, anak dapat mengalami permasalahan yang menyimpang dari standar moral dan bahkan melanggar hukum yang telah ditetapkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan studi pustaka. Penyelesaian perkara tindak pidana di Indonesia kerap mengalami kecenderungan untuk diproses melalui jalur pengadilan (penal), bahkan dalam kasus yang dianggap sederhana atau ringan, sering kali diselesaikan dalam konteks formal hukum. Namun demikian, perlu diperhatikan bahwa hukum positif Indonesia juga menyajikan alternatif non-penal sebagai solusi untuk menangani beragam permasalahan hukum. Fenomena ini menjadi sangat relevan terutama dalam konteks pelaku yang masih berusia di bawah ambang batas dewasa, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak. Pentingnya memastikan bahwa pelaku yang masih berusia di bawah umur tidak langsung dirampas kemerdekaannya dengan pidana penjara, dan bahwa penjatuhan hukuman pidana seharusnya menjadi langkah terakhir atau ultimum remedium yang dipertimbangkan.
Tinjauan Kritis Eksploitasi Anak Sebagai Kurir dalam Peredaran Narkoba Ahmad Mega Rahmawan; Yanto Mulyanto; Firdaus Yudhatama; Olma Fridoki; Ferry Anuraga; Susilawati Susilawati
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 3 No. 3: Maret 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v3i3.3047

Abstract

Masalah penyalahgunaan narkotika di Indonesia sekarang ini dirasakan pada keadaan yang mengkhawatirkan. Namun, kemampuan anak yang masih terbatas dan tidak sesempurna orang dewasa harus diperhatikan oleh aparat penegak hukum dalam menerapkan pemidanaan bagi anak pelaku tindak pidana narkotika Dalam kasus ini seharusnya anak tidak di posisikan sebagai pelaku, melainkan sebagai korban. Oleh karena itu, hal perlu mendapatkan perhatian yang serius. Penegak hukum dalam memproses dan memutuskan harus yakin benar bahwa keputusan yang diambil akan menjadi satu dasar yang kuat untuk mengembalikan dan mengatur anak menuju masa depan yang baik untuk mengembangkan dirinya sebagai warga masyarakat yang bertanggung jawab bagi kehidupan bangsa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan studi pustaka. Partisipasi anak dalam sistem peradilan pidana, terutama dalam kasus narkoba, telah mengalami perubahan signifikan sejak diberlakukannya Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA). Di sisi lain, pemerintah juga menerapkan pendekatan represif dalam menangani pengedar dan bandar narkoba dengan penerapan hukum acara pidana khusus. Tindakan tegas dan terukur, termasuk operasi penggerebekan, diharapkan dapat memutus mata rantai peredaran narkoba, terutama yang memanfaatkan anak-anak sebagai kurir.
Analisis Aksi Geng Motor “Akatsuki 2018” Ditinjau Dari Sub-Culture Theory Marwan Fajrin; Riyana Purwasari; Jerico Lavian Chandra; Maradona Armin Mappaseng; Astoto Budi; Jingga Novriyanto Putra
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 3 No. 3: Maret 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v3i3.3048

Abstract

Dalam interaksi sosial yang meliputi kerangka masyarakat, terdapat relasi yang terjalin antara individu-individu yang membentuk komunitas. Dinamika interaksi ini sering kali memicu beragam peristiwa atau insiden yang berpotensi menimbulkan implikasi hukum. Salah satu bentuk interaksi manusia yang memunculkan dampak sosial yang signifikan adalah perilaku kriminal, yang merupakan fokus perhatian dalam konteks masalah sosial. Kejahatan, sebagai contoh utama dari fenomena ini, tidak hanya menjadi perhatian karena sifatnya yang merusak, tetapi juga karena melibatkan pelaku dan korban yang merupakan bagian integral dari struktur sosial yang lebih luas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deksriptif dengan menggunakan studi pustaka. Faktor-faktor seperti ketidakstabilan ekonomi, kurangnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan, serta ketidakcocokan sosial dapat mempengaruhi seseorang untuk bergabung dengan geng motor dan terlibat dalam perilaku kekerasan. Dengan demikian, kesimpulan dari jurnal ini menegaskan pentingnya memahami geng motor tidak hanya sebagai kelompok kriminal, tetapi juga sebagai subkultur yang memiliki dinamika internal dan eksternal yang kompleks. Melalui pemahaman ini, upaya pencegahan dan intervensi yang lebih efektif dapat dirancang untuk mengurangi kekerasan dan dampak negatif lainnya yang terkait dengan geng motor.
Transisi Kenakalan Remaja Menjadi Kriminalitas Dalam Komunitas Geng Motor: Studi Kasus Geng Motor di Tangerang Andi Amir Wahyudi; Happy Saputra; Parikhesit Parikhesit; Fandi Arisca; Muhammad Wafdan Muttaqin; Panji Pratista Wijaya
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 3 No. 3: Maret 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v3i3.3049

Abstract

Pembahasan mengenai kelompok kriminal sering kali menggambarkan stereotip individu sebagai perusuh jalanan yang bertujuan untuk menimbulkan kerusakan dan melanggar norma-norma lingkungan, tanpa mempertimbangkan hak dan keselamatan individu lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan metodologi kualitatif deskriptif dengan mengacu pada literatur yang relevan. Beberapa kelompok kriminal dapat diidentifikasi sebagai entitas yang cenderung terlibat dalam kekerasan, karena perilaku dan aktivitas kriminal mereka memiliki potensi untuk memunculkan tindakan kekerasan dan niat untuk melakukannya. Setiap tindakan yang dilakukan oleh anggota kelompok bertujuan untuk memperkuat dan menegaskan loyalitas mereka terhadap satu sama lain. Kenakalan remaja merupakan fenomena perilaku yang melanggar norma sosial dalam suatu komunitas tertentu. Dalam konteks ini, kenakalan remaja tidak hanya mencakup tindakan kriminal yang signifikan, tetapi juga perilaku yang melanggar aturan dan norma yang berlaku.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyerapan Tenaga Kerja di Indonesia Dame Ria Rananta Saragi; Halomoan Sihombing
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 3 No. 2: Januari 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v3i2.3050

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Variable yang digunakan dalam penelitian ini adalah tingkat upah, tingkat pendidikan, investasi, dan nilai produksi terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan data skunder yang didapatkan melalui situs Badan Pusat Statistik (BPS).. Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis regresi data panel. Uji dalam penelitian ini juga menggunakan analisis regresi data panel yaitu uji chow, uji hausman, dan uji hipotesis. Pengelolaan data menggunakan E-views. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variable tingkat upah (X1) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia, tingkat pendidikan (X2) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia, investasi (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia, dan nilai produksi (X4) berpengaruh negative dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia.
Analysis of the Implementation of Administrative Development Policy: Case Study in Dili Municipality Santino Barros; Samuel Carlos Ribeiro
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 3 No. 3: Maret 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v3i3.3051

Abstract

This research aims to find out the legal framework for the establishment of local power seen from human resources and the budget executed in the pilot administrative decentralization policy. The theory that local governance and administrative decentralization and the methods used in this research are qualitative descriptive. From the first constitutional to the present, the central government has started with several efforts through the referendum package, PDD I and PDD II and the other and ultimately the implementation of the administrative decentralization pilot policy which has been carried out gradually through the direct administration of indirect administration and the preparation of the institutional administrative decentralization and finally the decision-making of Law No.23/2021 on local power and public administrative decentralization has been intended or not to allow the law to be carried out in order to resolve the wishes of the municipal people. Therefore the maximum effort is needed to recruit the specialized people to help carry out the decentralization policy properly in order to calm the role of the central government by sharing the power and competence of the Municipal Authority which is concentrated as a process of administrative autonomy in more than nine hundred competencies consisting of development with a amount of less than five thousand dollars ($500.00), a minor capital of less than one hundred thousand US dollars ($150.00) is appropriate to the President of the Municipal Authority and the Municipal Administrator who sign up and ultimately increases the report to the Ministry of Finance. The central government has now also delegated competencies on operational services/key tasks such as: health, agriculture, infrastructure through (PNDS, UNP) sports and others. Part of the sport has almost completely handed over money and goods. The Ministry of State Administration has handed over the procurement directorate so that the municipality can handle it itself but when technical support is needed from the national level it only provides technical support. All of these processes can lead to a good life.

Page 25 of 229 | Total Record : 2288