cover
Contact Name
Satria Chandra
Contact Email
eduhistoris.usi@gmail.com
Phone
+6281361746713
Journal Mail Official
eduhistoris.usi@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Simalungun Jl. Sisingamangaraja Pematangsiantar
Location
Kota pematangsiantar,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Nagur
Published by Universitas Simalungun
ISSN : -     EISSN : 26204878     DOI : https://doi.org/10.36985
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Nagur adalah Jurnal yang diterbitkan secara online (e-ISSN: 2620-4878) oleh Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Simalungun. Jurnal Nagur terbit 2 (dua) kali dalam setahun pada bulan Mei dan November. Jurnal Nagur merupakan media untuk mendesiminasikan hasil-hasil penelitian, pengembangan dan penerapannya di bidang Pendidikan dan penelitian sejarah serta ilmu yang relevan. Penerbitan artikel mengalami proses reviewer
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 62 Documents
PUTUSNYA PEWARISAN PENGETAHUAN PUSTAHA LAKLAK BATAK: ANALISIS HISTORIS DAN SOSIO-KULTURAL Jurnal, Admin; Jalatua Habungaran Hasugian; Ulung Napitu
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 3 No 2 (2025): VOL 3 NO. 2 NOVEMBER 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/fx6h2e09

Abstract

 Pustaha Laklak merupakan naskah kuno khas masyarakat Batak yang ditulis di atas kulit kayu dan berfungsi sebagai media penyimpanan pengetahuan tradisional, khususnya dalam bidang pengobatan, ramalan, dan kosmologi. Namun pada masa kini, jumlah ahli yang mampu membaca dan memahami pustaha sudah sangat langka. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab terputusnya rantai pewarisan pengetahuan Pustaha Laklak. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan historis dan sosio-kultural melalui studi pustaka dan analisis sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setidaknya terdapat empat faktor utama yang menyebabkan tidak berlanjutnya pewarisan pustaha, yakni: (1) sifat esoteris pustaha yang hanya diwariskan secara terbatas kepada datu tertentu, (2) masuknya misionaris Jerman (zending) yang menolak tradisi pustaha sebagai praktik kekafiran, (3) pergeseran sistem pendidikan dari aksara Batak ke alfabet Latin yang melemahkan tradisi literasi lokal, serta (4) perubahan sosial akibat modernisasi dan diaspora pustaha ke luar negeri. Penelitian ini menegaskan urgensi pelestarian pustaha sebagai warisan budaya tak benda, sekaligus mendorong perlunya digitalisasi, transliterasi, dan revitalisasi literasi Batak sebagai upaya menjaga kesinambungan pengetahuan lokal. 
KESADARAN DIRI DAN LINGKUNGAN SOSIAL SEBAGAI FONDASI KEWIRAUSAHAAN BAGI MAHASISWA Balqis Edenia; Afilah Margareta Dewi; M. Agung Kurniawan; Syarifuddin; Tyas Fernanda; Jurnal, Admin
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 3 No 2 (2025): VOL 3 NO. 2 NOVEMBER 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/xze44t39

Abstract

ABSTRAK Dalam era ekonomi global yang kompetitif, dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kreativitas tinggi, mampu beradaptasi, serta berjiwa mandiri. Kewirausahaan menjadi faktor penting dalam pembangunan ekonomi karena berperan dalam menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan produktivitas, dan menumbuhkan inovasi. Namun, minat mahasiswa Indonesia terhadap dunia wirausaha masih rendah. Kondisi ini dipengaruhi oleh kurangnya kesadaran akan potensi diri serta lingkungan sosial yang belum sepenuhnya mendukung aktivitas kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh kesadaran diri dan lingkungan sosial terhadap pembentukan karakter kewirausahaan mahasiswa. Pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan digunakan untuk meninjau teori dan hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesadaran diri membantu mahasiswa memahami kekuatan, kelemahan, serta peluang yang dimiliki dalam menentukan langkah berwirausaha secara tepat. Sementara itu, lingkungan sosial seperti keluarga, teman, dan kampus memberikan dukungan moral, emosional, dan material yang memperkuat motivasi serta kesiapan berwirausaha. Sinergi antara faktor internal dan eksternal menjadi dasar pembentukan jiwa kewirausahaan yang tangguh dan inovatif. Perguruan tinggi dan pemerintah diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang kondusif untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan mahasiswa, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan daya saing ekonomi nasional