cover
Contact Name
Satria Chandra
Contact Email
eduhistoris.usi@gmail.com
Phone
+6281361746713
Journal Mail Official
eduhistoris.usi@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Simalungun Jl. Sisingamangaraja Pematangsiantar
Location
Kota pematangsiantar,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Nagur
Published by Universitas Simalungun
ISSN : -     EISSN : 26204878     DOI : https://doi.org/10.36985
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Nagur adalah Jurnal yang diterbitkan secara online (e-ISSN: 2620-4878) oleh Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Simalungun. Jurnal Nagur terbit 2 (dua) kali dalam setahun pada bulan Mei dan November. Jurnal Nagur merupakan media untuk mendesiminasikan hasil-hasil penelitian, pengembangan dan penerapannya di bidang Pendidikan dan penelitian sejarah serta ilmu yang relevan. Penerbitan artikel mengalami proses reviewer
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 62 Documents
PARTUANON AMBOROKAN KERAJAAN RAYA 1800 -1946 DAN POTENSI SEBAGAI MATERI SEJARAH LOKAL DI SIMALUNGUN Tomi Nugrahta Sitopu; Hisarma; Andres M. Ginting
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 3 No 1 (2025): Vol 3 NO. 1 Mei 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/23dcq292

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Partuanon Amborokan Kerajaan Raya tahun 1800-1946 dan potensi sebagai materi sejarah lokal di Simalungun. Kerajaan Raya memiliki wilayah kekuasaan yang dibawahinya (partuanon) diantaranya adalah Amborokan. Peninggalan Amborokan ini menyimpan sejarah lokal yang belum ditulis dan diketahui hanya dari mulut ke mulut (lisan), yang dapat ditulis dan diajarkan kepada siswa mulai dari Sekolah Dasar, Sekolah Menengah, dan Perguruan Tinggi. Banyak filosofi kehidupan yang dimiliki yang sangat cocok diwariskan guna mendukung pendidikan karakter masyarakat di kabupaten Simalungun. Sebagai permasalahan adalah baagaimana sejarah partuanon Amborokan kerajaan Raya di Simalungun pada masa 1800-1946 dan bagaimana potensi kesejarahannya sebagai materi sejarah lokal di kabupaten Simalungun ? Metode penelitian yang digunakan menuntaskan ini menggunakan metode sejarah yang dimulai dari heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Sumber yang digunakan berupa, lisan, tulisan dan monumen yang ada di lokasi wilayah kekuasaan partuanon Amborokan. Penduduk nagori Amborokan adalah keturunan Tuan Amborokan dan kerabatnya, dan kerabatnya ini merupakan masih ada pertalian darah dengan marga Saragih Garingging sebagai Tuan, dan marga Sitopu, sebagai keturunan dari garis permaisuri atau isteri utama. Runtuhnya Kerajaan Raya 1946 membuat partuanon Amborokan mengalami keruntuhan. Makna sejarah lokal ini adalah Tuan Amborokan adalah orang yang sangat bersahaja dan tidak suka hidup mewah, dan sederhana. Walaupun dia memiliki harta yang banyak dan potensi untuk itu, semua hartanya diberikan kepada keturunannya laki dan perempuan sekaligus sebagai ahli waris.
INTEGRASI WILAYAH DAN SUMBER DAYA MAJAPAHIT DALAM PERSPEKTIF GEOGRAFI HISTORIS Safira Oktaviani; Sani Safitri; Rani Oktapiani
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 3 No 1 (2025): Vol 3 NO. 1 Mei 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/tyqtvz73

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi geografis Kerajaan Majapahit serta peran strategisnya dalam mendukung perkembangan politik, ekonomi, dan kekuasaan wilayah kerajaan. Geografi Majapahit yang terletak di wilayah Jawa Timur memberikan keuntungan dalam akses jalur perdagangan, pengelolaan sumber daya alam, serta pertahanan wilayah. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi pustaka dengan pendekatan historis-geografis yang menganalisis sumber primer dan sekunder mengenai lokasi, topografi, iklim, serta jaringan transportasi Majapahit pada masa kejayaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Majapahit memiliki kondisi geografis yang mendukung dominasi maritim dan agraris, memungkinkan kerajaan ini mengembangkan pusat-pusat perdagangan dan pelabuhan strategis di sepanjang pesisir. Sungai Brantas berperan penting sebagai jalur distribusi utama dari pedalaman ke pesisir. Selain itu, lokasi yang berada di dataran subur memungkinkan pertanian berkembang pesat dan menopang kehidupan masyarakat. Kesimpulan dari kajian ini menyatakan bahwa faktor geografis memiliki kontribusi signifikan terhadap kemajuan dan kekuasaan Kerajaan Majapahit di kawasan Asia Tenggara pada abad ke-13 hingga ke-15. Geografi bukan hanya menjadi latar fisik, tetapi juga faktor penentu kekuatan politik dan ekonomi Majapahit dalam membentuk imperium regional.
STRATEGIS AUSTRALIA DALAM KERJA SAMA REGIONAL ASIA PASIFIK Safira Oktaviani; Dedi Irwanto; Alif Bahtiar Pamulaan
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 3 No 1 (2025): Vol 3 NO. 1 Mei 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/8txzfg69

Abstract

This research aims to analyze Australia's strategic role in establishing and strengthening regional cooperation in the Asia Pacific region. As a developed country geographically located close to Asian countries, Australia has significant political, economic and security interests in the region. This research uses a qualitative approach with a literature study method, analyzing various foreign policy documents, international organization reports, and scientific articles related to Australia's relations with Asia Pacific countries. The results show that Australia plays an active role in various regional forums such as the ASEAN Regional Forum (ARF), East Asia Summit (EAS), and APEC. This strategic role includes supporting regional security stability, enhancing economic cooperation, and inclusive multilateral diplomacy. Australia also balances relations with major powers such as the United States and China, in order to maintain its influence and interests in the region. The main conclusion of this study is that Australia plays an important role as a link between the Western and Asian worlds, and its contribution to Asia Pacific regional cooperation is crucial to the stability and progress of the region. 
PERAN KONDISI GEOGRAFIS TERHADAP PERKEMBANGAN DAN KERUNTUHAN KERAJAAN TARUMANEGARA fitri, sunita; Safitri, Wulan; Sani Safitri; Rani Oktapiani
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 3 No 1 (2025): Vol 3 NO. 1 Mei 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/c6rzbx43

Abstract

Artikel ini membahas tentang peran strategis kondisi geografis dalam perkembangan dan keruntuhan Kerajaan Tarumanegara, salah satu kerajaan Hindu tertua di Indonesia yang terletak di wilayah barat Pulau Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan mengkaji data sekunder berupa prasasti, catatan sejarah, dan literatur ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa letak kerajaan yang berada di sepanjang Sungai Citarum, Cisadane, dan Ciliwung memberikan keuntungan dalam sektor pertanian, perdagangan, dan pengembangan budaya Hindu-Buddha. Geomorfologi dataran rendah yang subur dan sistem irigasi yang baik juga mendukung stabilitas ekonomi kerajaan. Namun, keruntuhan Tarumanegara dipengaruhi oleh berbagai faktor internal seperti melemahnya kekuasaan pusat, konflik elit, dan kerusakan sistem irigasi, serta faktor eksternal berupa bangkitnya kerajaan lain seperti Sriwijaya dan Medang, perubahan jalur perdagangan, dan bencana alam. Artikel ini menegaskan bahwa faktor geografis tidak hanya mendukung kemajuan, tetapi juga berperan dalam dinamika kemunduran suatu kerajaan.  
PERAN SUNGAI MUSI DAN EKOSISTEM LAHAN BASAH DALAM MENDUKUNG PERDAGANGAN, TRANSPORTASI, SERTA PERKEMBANGAN EKONOMI KERAJAAN SRIWIJAYA Anggraini, Afifah; Safitri, Sani; Oktapiani, Rani
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 3 No 1 (2025): Vol 3 NO. 1 Mei 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/1k1edk26

Abstract

Selama abad ke-7 dan ke-9 Masehi, perdagangan, transportasi, dan pertumbuhan ekonomi Kerajaan Sriwijaya semuanya dibantu oleh Sungai Musi dan ekologi lahan basah yang berdekatan. Sungai Musi berfungsi sebagai jalur transportasi utama antara pedalaman Sumatera dan pesisir, serta jalur perdagangan internasional melintasi Selat Malaka. Hal ini memungkinkan barang dagangan seperti rempah-rempah, hasil hutan, dan hasil pertanian bergerak bebas. Banyak sumber daya alam, termasuk ikan, hasil pertanian, dan kayu, melimpah di ekosistem lahan basah dan merupakan komoditas berharga dalam perdagangan. Lahan basah juga menyediakan ketahanan pangan dan sistem irigasi, dan merupakan lokasi pemukiman penting yang dapat beradaptasi dengan perubahan kondisi lingkungan. Peran penting Sungai Musi dan lahan basah dalam mendukung pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya Sriwijaya serta memperkuat posisinya sebagai kerajaan maritim penting di Asia Tenggara diperiksa dalam makalah ini menggunakan metodologi studi literatur.
Habonaron do Bona sebagai Pedoman Hidup Bersosial Masyarakat Simalungun: Kajian Teori Bahasa-Pierre Bourdieu Saragih, Riahta; Yusak
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 3 No 1 (2025): Vol 3 NO. 1 Mei 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/zm82zk06

Abstract

Masyarakat yang ada di Indonesia memiliki pelbagai suku dan nilai-nilai budayanya tersendiri. Nilai-nilai yang ada dalam suatu komunitas budaya menjadi tradisi yang diwariskan turun-temurun. Setiap budaya memiliki nilai-nilai yang bermakna sebagai pedoman hidup suatu masyarakat. Salah satu nilai yang bermakna dalam budaya adalah sebuah falsafah. Setiap budaya pasti mempunyai falsafahnya masing-masing, dan falsafah itu dimaknai sebagai cara berperilaku suatu komunitas. Dalam penulisan ini akan membahas falsafah dari salah satu budaya yang ada di Indonesia yaitu Simalungun. Falsafah orang Simalungun adalah Habonaron Do Bona yang adalah suatu hal yang dapat membentuk masyarakat Simalungun dalam menentukan dasar hidup dan pola perilaku. Setiap budaya harus menciptakan kenyamanan bagi masyarakat lain untuk menciptakan sosialisasi yang baik ditengah masyarakat Indonesia yang multikultural. Proses penulisan ini akan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi dan studi pustaka. Hasil dari penulisan ini akan mengupas makna Habonaron Do Bona yang dipakai orang Simalungun dalam berelasi atau bersosialisasi dengan masyarakat lain. Dalam tulisan ini juga akan dibahas mengenai bagaimana masyarakat menghidupi falsafah Habonaron Do Bona sebagai pedoman hidup mereka dalam bermasyarakat. Masyarakat Simalungun memaknai Habonaron Do Bona sebagai bahasa yang bermakna, maka teori Pierre Bourdieu mengenai bahasa akan dipakai untuk meneliti tulisan ini. Teori bahasa Pierre Bourdieu menjadi pisau bedah dalam penulisan ini untuk mengetahui sejauh mana permainan bahasa pada masyarakat Simalungun mengenai falsafah Habonaron Do Bona. Kata Kunci: Habonaron Do Bona, Simalungun, Teori Bahasa-Pierre
PEMANFAATAN APLIKASI KAHOOT! PADA PEMBELAJARAN KELAS X DI SMA KARTIKA I-4 PEMATANGSIANTAR T.A 2023-2024 Jurnal, Admin; Azura Putri; Corry; Ahmad Fakhri Hutauruk
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 3 No 2 (2025): VOL 3 NO. 2 NOVEMBER 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/6ty9wn84

Abstract

 Metode pengajaran yang monoton cenderung membuat peserta didikmudah bosan. Hal ini disebabkan karena proses belajar mengajar tidak menarik dan pemebelajaran sulit diserap peserta didik. Dengan berkembangnya teknologi, media pembelajaran menjadi semakin beragam. Salah satunya adalah dengan menggunakan kuis kahoot! berbasis online, sebagai media pengajaran pembelajaran sejarah agar pembelajaran menjadi menarik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagimana pemanfaatan aplikasi kahoot!,pada pembelajaran sejarah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik di SMA Swasta Kartika I-4 Pematangsiantar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik menggunakan aplikasi kahoot!, Lebih meningkat daripada yang tidak menggunakan aplikasi kahoot!. Hal ini dapat dilihat dari rata- rata nilai posttest pada kelas kontrol adalah 70,51. Sedangkan rata-rata nilai posttest pada kelas eskperimen adalah 78,85. Kemudian dari uji hipotesis menunjukkan hasil nilai nilai Sig.(2-tailed) adalah 0,00 artinya nilai Sig.(2-tailed) <0,05.Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar di kelas eksperimen dan kelas kontrol.Hal itu menunjukkan bahwa aplikasi kahoot!, memiliki manfaat terhadap hasil belajar siswa dengan hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa, “Penggunaan aplikasi Kahoot! Dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik di SMA Swasta Kartika I-4 Pematangsiantar” diterima. 
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN GAME BASED LEARNING (GBL) DI KELAS X SMA NEGERI 1 DOLOK PARDAMEAN PADA SEMESTER GENAP T.A 2023/2024 Jurnal, Admin; Sigiro, Elsa; Hisarma Saragih; Satria Chandra
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 3 No 2 (2025): VOL 3 NO. 2 NOVEMBER 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/r8qwf311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui apakah terdapat pengaruh penggunaan game based learning terhadap hasil belajar pada mata pelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan model penelitian kuantatif, dimana motede penelitian yang digunakan peneliti dalam metode eksperimen Model pembelajaran GBL merupakan salah satu faktor model pembelajaran yang layak di terapkan dalam sejarah sebagai ilmu, atau susunan pengetahuan tentang peristiwa yang terjadi di masyarakat, yang dimana perlu dilakukan penelitian kelas X SMA Negeri 1 Dolok Pardamean dengan jumlah sampel 40 peserta didik dan populasinya berjumlah 150 peserta didik, dengan Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Game Based Learning(GBL) Terhadap Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Sejarah Peserta Didik Di Kelas X SMA Negeri 1 Dolok Pardamean Pada Semester Genap T.A 2023/2024. Pada tahap analisis data, terdapat hasil dari uji normalitas, uji hipotesis, dan uji regresi sederhana. Dari uji hipotesis, terlihat bahwa model pembelajaran Game Based Learning (GBL) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar sejarah peserta didik di kelas X SMA Negeri 1 Dolok Pardamean pada semester genap T.A 2023/2024. Meskipun demikian, analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara post test dan pre test pada tingkat signifikansi yang telah ditetapkan.Analisis data merupakan tahap penting dalam sebuah penelitian yang memberikan pemahaman mendalam tentang hasil penelitian yang telah dilakukan. Dalam konteks penelitian ini, analisis data meliputi uji normalitas, uji hipotesis, dan uji regresi sederhana. Dari hasil uji hipotesis, terlihat bahwa model pembelajaran Game Based Learning (GBL) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar sejarah peserta didik di kelas X SMA Negeri 1 Dolok Pardamean pada semester genap T.A 2023/2024.  Kata Kunci: Game Based Learning, Hasil Belajar Posttest-Pretest 
FUNGSI MUSEUM SIMALUNGUN SEBAGAI SUMBER MEDIA PEMBELAJARAN IPS BAGI SISWA SISWI KELAS VIII A MTs MESRA KOTA PEMATANGSIANTAR T.A 2023/2024 Jurnal, Admin; Ahmad Abdillah Syahfitra; Andres M. Ginting; Asnewastri
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 3 No 2 (2025): VOL 3 NO. 2 NOVEMBER 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/9q99gg92

Abstract

 Museum pada awalnya hanya menjadi tempat perkumpulan serta tidak jarang juga dijadikan tempat merenung, waktu-kewaktu mengalami perubahan menjadi tempat referensi, belajar dan edukasi. Seiring berkembangnya museum menjadi sumber belajar. Pembelajaran dapat didefinisikan sebagai bentuk kerja sama antara guru dan siswa dalam memanfaatkan sumber belajar. Dengan semakin berkembangnya zaman membuat segala apapun yang dapat memberikan ilmu merupakan suatu sumber belajar salah satunya adalah museum, yang pada penelitian ini, Museum simalungun lah yang menjadi objek dari penelitian ini. Museum Simalungun diharapkan menjadi sumber belajar yang menarik bagi siswa-siswi MTs Mesra Kota Pematangsiantar yang kemudian membuat kreatifitas, keaktifan dan cara berfikir siswa meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana cara memfungsikan museum sebagai media sumber belajar IPS Sejarah. Penelitian ini juga menunjukan bahwa hasil dari memfungsikan museum Simalungun sebagai sumber belajar ips sejarah adalah setuju. Hal ini dapat dilihat dari hasil angket yang dibagikan menunjukan angka 76,94%. Serta hasil wawancara menyatakan setuju bahwa memfungsikan Museum Simalungun Sebagai media sumber belajar IPS. Ini menunjukan bahwa Musuem Simalungun memeiliki fungsi yang baik dalam meningkatkan minat belajar siswa dalam mata pelajaran IPS 
PENGEMBANGAN KARAKTER SOSIAL DALAM KEWIRAUSAHAAN MELALUI PRAKTIK PENJUALAN MAKANAN DI LINGKUNGAN KAMPUS @okta, SANTA; Safira Oktaviani; Syahrul Hidayat; Zoraya Audry Erawan; Syarifuddin; Tyas Fernanda
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 3 No 2 (2025): VOL 3 NO. 2 NOVEMBER 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/dc1p9c12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran kewirausahaan secara praktis melalui kegiatan penjualan makanan di kampus sebagai sarana pembentukan kompetensi kewirausahaan mahasiswa. Kegiatan praktik berjualan dilakukan dengan menjual produk es ximilu dan siomay sebagai bentuk penerapan langsung teori bisnis yang telah dipelajari di kelas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui observasi terhadap kegiatan praktik berjualan serta penelaahan sumber pustaka relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan penjualan makanan di kampus memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam mengelola usaha kecil, mulai dari perencanaan, produksi, pemasaran, hingga evaluasi. Mahasiswa memperoleh keterampilan teknis seperti pengelolaan keuangan, promosi, dan pelayanan konsumen, serta keterampilan nonteknis berupa komunikasi, kerja sama, tanggung jawab, dan kreativitas. Tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan pasar dan waktu, mendorong mahasiswa untuk berpikir adaptif dan inovatif dalam mencari solusi. Kegiatan praktik ini terbukti efektif meningkatkan minat, kepercayaan diri, dan kesiapan mahasiswa untuk berwirausaha.