cover
Contact Name
-
Contact Email
p3h@unupasuruan.ac.id
Phone
+6282245549135
Journal Mail Official
p3h@unupasuruan.ac.id
Editorial Address
Jl. Warungdowo, Pohjentrek, Komplek PCNU, Pasuruan
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
Tarbawi: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 27214974     EISSN : 25984128     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami (p-ISSN: 2502-4353, e-ISSN: 2598-4128) published biannual, in April and October. This journal was published by Pusat Penelitian dan Pengembangan (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin (STAIS) Pasuruan, Indonesia. This journal is intended as a vehicle for critical thinking and opened to all circles (academics, religionists, intellectuals and students) with specifications of studies and research in the fields of Islam Education, Islamic Education, and even Management of Islamic Education. This journal is intended as a vehicle for critical thinking and is open to all circles (academics, religionists, intellectuals and students) with the specifications of studies and research in the fields of Islamic Education, and even Islamic Education Management.
Articles 73 Documents
Pembaruan Pendidikan Islam Kajian Filosofis atas Modernisasi Sistem Pendidikan Pesantren Mokhammad Ainul Yaqin; Khoirun Nasihin
Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami Vol. 14 No. 1 (2026): Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami (April)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam fenomena modernisasi pendidikan Islam di pesantren dari perspektif filosofis, serta menganalisis makna dan implikasinya terhadap sistem pendidikan pesantren. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan (library research) yang dilakukan dengan mengkaji berbagai sumber literatur yang relevan, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen resmi yang berkaitan dengan modernisasi pendidikan Islam dan pesantren. Data dianalisis menggunakan metode analisis isi (content analysis). Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren telah mampu mengintegrasikan sistem pendidikan tradisional dan formal melalui model madrasah, termasuk dengan memasukkan mata pelajaran umum. Tradisi khas seperti pengkajian kitab klasik tetap dipertahankan sebagai bagian penting dari karakter pesantren, dan masih banyak pesantren yang konsisten menjaga sistem salafiyah. Implikasi: Penelitian ini memberikan implikasi terhadap pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan pesantren, terutama dalam merumuskan strategi modernisasi yang tetap mempertahankan nilai-nilai fundamental keislaman dan kearifan lokal. Orisinalitas: Penelitian ini memberikan kontribusi dalam menggabungkan kajian filosofis yang mendalam dengan isu konkret modernisasi pesantren, sehingga tidak hanya menjelaskan perubahan, tetapi juga memberikan makna dan arah terhadap perubahan tersebut.   Abstract Purpose: This study aims to understand in depth the phenomenon of modernization of Islamic education in Islamic boarding schools (pesantren) from a philosophical perspective, and to analyze its meaning and implications for the pesantren education system. Methodology: This study employs a qualitative approach with a descriptive-analytical approach. This research is library research conducted by reviewing various relevant literature sources, such as books, scientific journals, articles, and official documents related to the modernization of Islamic education and pesantren. Data were analyzed using content analysis method. Findings: The results of the study indicate that pesantren have been able to integrate traditional and formal education systems through the madrasah model, including the inclusion of general subjects. Distinctive traditions such as the study of classical texts remain a vital part of the pesantren's character, and many still consistently maintain the Salafiyah system. Implications: This study provides implications for the development of pesantren education policies and practices, particularly in formulating modernization strategies that preserve fundamental Islamic values and local wisdom. Originality: This study contributes to combining in-depth philosophical studies with concrete issues of pesantren modernization, so as not only to explain changes, but also to provide meaning and direction to these changes.
Penalaran Moral dalam Tindak Kecurangan Akademik Berbasis Artificial Intelligence : Penalaran Moral dalam Tindak Kecurangan Akademik Berbasis Artificial Intelligence Ainul Yaqin; M. Syarif
Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami Vol. 14 No. 1 (2026): Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami (April)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggali bentuk-bentuk kecurangan akademik berbantuan Artificial Intelligence (AI) sekaligus menemukan penalaran moral yang menjadi dasar tindakan tersebut di kalangan mahasiswa tingkat akhir. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan teknik probing terhadap mahasiswa tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi swasta di Mojokerto yang sedang menyusun tugas akhir. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua mahasiswa menggunakan AI sebagai asisten dalam menyusun tugas akhir, bukan menyerahkan seluruh pengerjaan kepada AI. Fungsi utama AI adalah merapikan, memparafrase, atau memperpanjang kalimat yang telah dibuat mahasiswa. Bagi mahasiswa, bantuan tersebut tidak tergolong kecurangan akademik. Penalaran moral yang dominan adalah kepatuhan pada norma institusional yang dapat dikategorikan sebagai level penalaran moral konvensional. Implikasi: Penelitian ini memberikan implikasi terhadap pengembangan kebijakan perguruan tinggi dalam menetapkan aturan etika penggunaan AI dan penyediaan perangkat deteksi kecurangan akademik berbasis digital guna menciptakan iklim akademik yang berintegritas. Orisinalitas: Penelitian ini memberikan kontribusi dalam mengkaji secara mendalam hubungan antara penalaran moral mahasiswa dan perilaku kecurangan akademik berbantuan AI, khususnya dalam konteks penyusunan tugas akhir di perguruan tinggi Indonesia.   Abstract Purpose: This study aims to explore the forms of academic dishonesty assisted by Artificial Intelligence (AI) and to identify the moral reasoning underlying such behavior among final-year students. Methodology: This study employs an interpretive qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews with probing techniques involving final-year students at a private university in Mojokerto who were completing their final theses. Data analysis followed the Miles, Huberman, and Saldaña model through data condensation, data display, and conclusion drawing. Findings: The results indicate that almost all students use AI as an assistant in completing their final theses, rather than surrendering the entire work to AI. The main functions of AI are to tidy up, paraphrase, or elaborate sentences that students have already written. For students, such assistance is not considered academic dishonesty. The dominant moral reasoning is adherence to institutional norms, which can be categorized as a conventional level of moral reasoning. Implications: This study provides implications for the development of university policies in establishing ethical guidelines for AI use and providing digital-based academic dishonesty detection tools to create an academic climate with integrity. Originality:This study contributes to an in-depth examination of the relationship between students' moral reasoning and AI-assisted academic dishonesty behavior, particularly in the context of thesis writing in Indonesian higher education.
A Analisis Peran Guru PAI Dalam Membentuk Akhlak Siswa Disekolah SMK 1 Grati: Analisis Peran Guru PAI Dalam Membentuk Akhlak Siswa Disekolah SMK 1 Grati Mita Debby Dwi Oktavia; Maudy Suebatul Aslamiyah; Ahmad Solehudin
Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami Vol. 14 No. 1 (2026): Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami (April)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk akhlak siswa di SMK Negeri 1 Grati. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru PAI dalam membentuk akhlak siswa dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan nilai-nilai Islami, pemberian nasihat, serta penerapan disiplin yang mendidik. Dukungan lingkungan sekolah dan kerja sama dengan orang tua turut memperkuat proses pembentukan akhlak siswa. Implikasi: Penelitian ini memberikan implikasi terhadap pengembangan praktik pendidikan, khususnya dalam penguatan peran guru PAI sebagai agen pembentukan karakter di lingkungan sekolah menengah kejuruan. Orisinalitas: Penelitian ini memberikan kontribusi dalam mengkaji secara mendalam peran strategis guru PAI di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi, dengan fokus pada konteks sekolah menengah kejuruan yang masih jarang diteliti.   Abstract Purpose: This study aims to analyze the role of Islamic Religious Education (PAI) teachers in shaping students' morals at SMK Negeri 1 Grati. Methodology: This study employs a qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Data were analyzed using descriptive qualitative analysis through data reduction, data display, and conclusion drawing. Findings: The results of the study indicate that the role of PAI teachers in shaping students' morals is carried out through role modeling, habituation of Islamic values, providing advice, and implementing educative discipline. The support from the school environment and collaboration with parents also strengthen the process of moral development among students. Implications: This study provides implications for the development of educational practice, particularly in strengthening the role of PAI teachers as agents of character formation in vocational high school settings. Originality: This study contributes to an in-depth examination of the strategic role of PAI teachers amidst the challenges of globalization and technological developments, with a focus on the vocational high school context, which has rarely been explored.