cover
Contact Name
Jimmy Rungkat
Contact Email
jimmyrungkat@gmail.com
Phone
+6282165508216
Journal Mail Official
redaksi.amata@gmail.com
Editorial Address
Jl. C. Heatubun Kel. Kwamki Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika - Provinsi Papua Tengah (99910)
Location
Kab. mimika,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal PAKEM AMATA
Published by Politeknik Amamapare
ISSN : 28100190     EISSN : 28099907     DOI : https://doi.org/10.55334/pakem_amata
Jurnal PAKEM AMATA merupakan wadah bagi dosen dan mahasiswa dalam mempublikasikan hasil Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) terkini, yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan disebarluaskan secara nasional maupun internasional. Jurnal PAKEM AMATA diterbitkan dua kali per tahun, bulan Juni dan Desember, oleh Politeknik Amamapare Timika.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 40 Documents
Pemetaan Sebaran Pemukiman di Kampung Wakia Distrik Mimika Barat Tengah Kabupaten Mimika Provinsi Papua Tengah Abd Rahim; Nilam Sry Putri; Advenska; Aprianto; Kelvin; Natan Dell; Abimelekh
Jurnal PAKEM AMATA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Amamapare Timika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/93cbqc18

Abstract

ABSTRAK Kampung Wakia, merupakan salah satu Kampung dari beberapa Kampung di Distrik Mimika Barat Tengah Kabupaten Mimika. Secara umum keadaan topografi kampung wakia termasuk pegunungan menegah yang dikelilingi oleh hamparan hutan dengan ketinggian rata-rata mencapai 50 meer di atas dari permkaan laut. Kampung wakia  memiliki iklim tropis dan dua musim yautu musim hujan dan musim kemarau.. Tempat dan Waktu. Kegiatan pengabdian di Kampung Wakia Distrik Mimika Barat Tengah selama satu bulan, yaitu pada tanggal 20 Mei 2025 sampai dengan 29 Mei 2025. Khalayak Sasaran. Khalayak sasaran dalam pengabdian ini, adalah Sekretaris Desa dan dua orang karyawan kantor desa di Kampung Wakia Distrik Mimika Barat Tengah. Metode Pengabdian. Kegiatan pengabdian di desa ini adalah pemetaan potensi desa berupa pembuatan peta batas desa, peta fasilitas umum dan sosial desa dengan menggunakan metode pendampingan kepada sekretaris dan dua karyawan kantor desa. Peninjuan lokasi, menggunakan metode observasi untuk mengumpulkan data tentang batas-batas desa, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, dan fasilitas umum dan sosial lainnya. Secara geografis pemerintahan mawokau jaya terletak pada posisi 605780.36 m E dan 9510481.75 m S. Topografi ketinggian desa ini adalah berupa daratan sedang yaitu sekitar 40 sampai 50 m  di atas permukaan air laut.
Optimalisasi Pemanfaatan Air Tanah Melalui Perencanaan Jaringan Irigasi Berbasis PKM di Kampung Yamua, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom Irianto; Mamik W; Ardi A Sila; Milla D Astari; Moh. Fauzi; Sigit Riswanto; Asep Huddiankuwera; Franky E.P.; Didik S. S. Mabui; Riefalla B
Jurnal PAKEM AMATA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Amamapare Timika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/qz3krg36

Abstract

Ketersediaan air tanah memiliki peran strategis dalam mendukung keberlanjutan pertanian di wilayah pedesaan, terutama pada daerah yang belum memiliki infrastruktur irigasi memadai. Kampung Yamua di Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom, merupakan salah satu kawasan dengan potensi air tanah yang cukup tinggi namun belum dimanfaatkan secara optimal. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi sumber daya air tanah, menganalisis kebutuhan irigasi, serta merancang jaringan irigasi air tanah yang sesuai dengan kondisi teknis dan kebutuhan masyarakat. Metode pelaksanaan mencakup survei lapangan, analisis hidrologi dan geoteknik, Focus Group Discussion (FGD), serta pelatihan bagi masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa debit air tanah sebesar 0,8–1,5 liter/detik dapat mendukung irigasi skala kecil hingga menengah. Desain jaringan irigasi yang dihasilkan meliputi penggunaan pompa submersible, jaringan pipa distribusi, dan reservoir kecil yang dapat dibangun secara bertahap oleh masyarakat. Kegiatan ini meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya air dan memberikan dasar teknis bagi pemerintah desa dalam pengembangan infrastruktur irigasi. Dengan demikian, pemanfaatan air tanah yang terencana dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di Kampung Yamua.
Perencanaan Lanjutan Pembangunan Rumah Dinas Dan Utilitas Kantor UPP Kelas II Pomako, Mimika-Papua Tengah Frederik Irsan Delu; Oktavianty Batto'; Benny Passambuna
Jurnal PAKEM AMATA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Amamapare Timika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/zxavsr52

Abstract

This Community Service Program aims to support the advanced planning of official housing and office utility development at the Port Authority Unit (UPP) Class II Pomako, Mimika Regency, Central Papua. The activity is motivated by the need for adequate housing for employees and reliable office utility systems to support port services. The implementation method includes field surveys, collection of technical and non-technical data, analysis of space and utility requirements, and formulation of planning recommendations adapted to the coastal conditions of Mimika. The results indicate that advanced planning should consider sustainability aspects, resilience to coastal environmental conditions, clean water availability, sanitation systems, electricity networks, and occupant comfort and safety. This program is expected to provide UPP Class II Pomako with practical planning recommendations as a basis for future development decisions.
Pelatihan  Pengelasan SMAW Bagi 20 Pemuda Putus Sekolah Kampung Hiripau, Distrik Mimika Timur, Kota Timika, Papua Tengah Alexander Emanuel Rettob; Herman Dumatubun
Jurnal PAKEM AMATA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Amamapare Timika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/tf61rp07

Abstract

Perkembangan teknologi, serta kebutuhan akan tenagan teknik Pengelasan banyak di butuhkan industri di kabupaten Mimika  wilayah di Papua tengah, memiliki salah satu perusahan tambang emas terbesar di dunia PT. Friport Indonesia. Kampung Hiripau suku asli di tanah Mimika (Suku Kamoro) dengan penduduk 1.850 memiliki pemuda/pemudi yang putus sekolah. Untuk mengembangkan kompetensi teknik pengelasan, seperti meningkatkan keterampilan mereka, perlu pelatihan dan pembinaan bagi mereka bisa memiliki kompetensi. Pelatihan pengelasan selama 1 minggu untuk teori 20 % dan praktek 70 %. dengan tingakatan dasar 1G, 2G (plat) teori maupun praktek serta pelatihan pembelajaran pembuatan prodak pengelasan meliputi pembuatan meja, Mesin las jenis SMAW merupakan jenis mesin las untuk skala perorangan maupun untuk skala industri. Pengelasan bertujuan menambah kompetensi  ketrampilan maupun pengetahuan dengan kompetensi praktek pengelasan yaitu, pemotongan benda kerja, pengerindaan benda kerja, pengelasan benda kerja, perbaikan hasil pengelasan, analisis penilayan pengerjaan benda kerja lasan. diharapkan bisa memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang teknik pengelasan dan bisa menjadi bekal mereka berwirausaha.
Membangun Safety Culture Di Lingkungan Kampus Melalui Sosialisasi K3L Universitas Yapis Papua Irianto; Didik S. S. Mabui; Franky E.P. Lapian; A. Adhipuspa Pranata; Riefaella Barends
Jurnal PAKEM AMATA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Amamapare Timika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/ngr6xj41

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya penerapan Keamanan, Keselamatan, dan Kesehatan Lingkungan (K3L) dalam membangun safety culture di lingkungan Universitas Yapis Papua. Lingkungan perguruan tinggi memiliki berbagai aktivitas akademik dan nonakademik yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan dan kesehatan apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi melalui kegiatan sosialisasi K3L sebagai langkah preventif dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan sehat. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahap persiapan, penyampaian materi, diskusi interaktif, demonstrasi penggunaan alat pelindung diri (APD), serta evaluasi kegiatan. Materi yang diberikan meliputi konsep dasar K3L, identifikasi potensi bahaya di lingkungan kampus, prosedur keselamatan kerja, dan langkah pencegahan kecelakaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Sosialisasi ini mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya penerapan K3L serta membangun kesadaran bersama terhadap budaya keselamatan di lingkungan kampus. Peserta mulai memahami bahwa keselamatan kerja tidak hanya diterapkan di sektor industri, tetapi juga penting dalam aktivitas akademik sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya keselamatan (safety culture) yang berkelanjutan di Universitas Yapis Papua guna mendukung terciptanya lingkungan kampus yang aman, nyaman, sehat, dan produktif.
Perbaikan Dan Penataan Instalasi Rumah Tinggal Di Kampung Kaugapu, Mapurujaya, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah Nursahar Buang; Aryani Rombekila; Raya Pasangkunan; Jefri; Muh. Fajar Harapan
Jurnal PAKEM AMATA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Amamapare Timika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/6cba9c29

Abstract

Instalasi listrik rumah tinggal yang tidak memenuhi standar keselamatan berpotensi menimbulkan gangguan kelistrikan, kerusakan peralatan, hingga kebakaran. Permasalahan tersebut masih ditemukan pada beberapa rumah tinggal di Kampung Kaugapu, Distrik Mapurujaya, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, seperti penataan kabel yang kurang rapi, sambungan penghantar yang tidak aman, serta penggunaan komponen instalasi yang telah rusak. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan keselamatan dan keandalan instalasi listrik rumah tinggal melalui perbaikan instalasi, penataan jalur kabel, serta edukasi mengenai keselamatan ketenagalistrikan. Metode pelaksanaan meliputi survei dan identifikasi kondisi instalasi, perbaikan dan penataan instalasi listrik, penyuluhan kepada masyarakat, serta evaluasi hasil kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa instalasi listrik rumah tinggal menjadi lebih rapi, aman, dan berfungsi dengan baik setelah dilakukan perbaikan. Selain itu, masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai penggunaan listrik yang aman, pentingnya pemeliharaan instalasi secara berkala, serta penerapan instalasi listrik sesuai standar keselamatan. Kegiatan ini memberikan manfaat nyata dalam mengurangi potensi bahaya kelistrikan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan instalasi listrik di lingkungan rumah tinggal. Program serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan pada wilayah lain untuk mendukung terciptanya instalasi listrik rumah tinggal yang aman, andal, dan sesuai standar.
Pelatihan Instalasi Operating System Windows Menggunakan Windows Development Services Pada SMKS Yosua Teknologi Dan Rekayasa Mimika Adhe Ronny Julians
Jurnal PAKEM AMATA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Amamapare Timika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/83b4p060

Abstract

ABSTRAK Laboratorium komputer di SMKS Yosua Teknologi dan Rekayasa Mimika memiliki peran krusial dalam mendukung pembelajaran vokasi. Namun, pengelolaan infrastruktur IT saat ini masih menghadapi kendala inefisiensi waktu dan kerentanan human error akibat proses instalasi sistem operasi (OS) Windows yang dilakukan secara manual dari satu komputer ke komputer lain menggunakan media fisik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan solusi melalui penerapan dan pelatihan teknologi Windows Deployment Services (WDS) guna mengotomatisasi instalasi OS secara massal berbasis jaringan (Network Deployment). Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan workshop yang mencakup pemaparan teori, demonstrasi, praktik terbimbing, dan evaluasi berkelanjutan terhadap guru produktif, teknisi laboratorium, dan siswa jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT). Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan implementasi WDS yang mampu memangkas waktu instalasi secara signifikan, dari 45–60 menit per unit secara manual menjadi hanya 20 menit untuk instalasi massal (5 unit simultan), menghasilkan efisiensi waktu operasional hingga lebih dari 60%. Selain itu, analisis evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman dan kompetensi peserta sebesar 45%, dari rata-rata pre-test 38,3% menjadi 83,3% pada post-test. Kegiatan ini disimpulkan berhasil meningkatkan efisiensi pengelolaan laboratorium sekaligus memperkuat kemandirian teknologi sumber daya manusia di sekolah mitra.
Peran Administrasi Dalam Penyelenggaraan Pemberian Kompetensi Tambahan (PKT) Dan Uji Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi Bagi Lulusan/Calon Lulusan Program Vokasi Di SMKS Amamapare  Energi Dan Pertambangan Mimika, Papua Tengah Nilam Sry Putri
Jurnal PAKEM AMATA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Amamapare Timika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/qpbd0c38

Abstract

Kesenjangan antara kompetensi lulusan pendidikan vokasi dan kebutuhan riil dunia usaha dan dunia industri (DUDI), khususnya di sektor jasa konstruksi, masih menjadi persoalan mendasar dalam pengembangan sumber daya manusia di Indonesia, tidak terkecuali di wilayah Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Kegiatan pengabdian ini melaporkan pelaksanaan Pemberian Kompetensi Tambahan (PKT) dan Uji Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi bagi lulusan/calon lulusan program vokasi, yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Bina Konstruksi Nusantara bekerja sama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah 7 Jayapura dan SMK Amamapare Timika pada 29 Juni 2026. Uji kompetensi dilaksanakan untuk dua skema, yaitu Juru Gambar Pemula Konstruksi Jenjang 2 dengan 14 peserta dan Juru Ukur Konstruksi Jenjang 2 dengan 10 peserta, menggunakan metode observasi/praktik secara luring. Penulis berperan sebagai Administrasi Penunjang (onsite) yang bertugas mendukung kelancaran administrasi peserta, koordinasi dokumen asesmen, serta pendampingan teknis selama pelaksanaan uji di Tempat Uji Kompetensi (TUK). Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan administratif, pelaksanaan uji kompetensi berbasis observasi/praktik, dan pelaporan hasil kepada Direktur LSP. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dukungan administrasi yang tertata menjadi salah satu faktor penentu kelancaran proses asesmen, mempercepat alur dokumentasi peserta-asesor, dan memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan vokasi, lembaga sertifikasi profesi, dan pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja konstruksi yang kompeten dan bersertifikat di wilayah Papua Tengah
Penguatan Kelompok Tani Melalui Infrastruktur Pendukung Produksi Berbasis Koperasi Desa Di Kabupaten Maros Benny Pasambuna; Reinaldo Item
Jurnal PAKEM AMATA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Amamapare Timika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/s3656x15

Abstract

Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros memiliki potensi pertanian yang besar, terutama pada komoditas pisang Cavendish yang menjadi salah satu sumber pendapatan utama masyarakat karena nilai ekonomi dan permintaan pasarnya yang tinggi. Namun demikian, kegiatan penyiraman, pemupukan, dan penyemprotan masih dilakukan secara manual, pengolahan pisang menjadi keripik masih menggunakan peralatan sederhana, serta pemasaran produk masih terbatas pada jalur konvensional. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas kelompok tani dalam pemanfaatan teknologi tepat guna, memperkuat pemahaman mengenai pentingnya infrastruktur pendukung produksi, meningkatkan kemampuan pengurus koperasi dalam aspek hukum dan manajemen, mendorong digitalisasi administrasi koperasi, serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi empat tahapan, yaitu sosialisasi dan koordinasi, pendampingan teknologi tepat guna dan penataan infrastruktur produksi, literasi hukum dan manajemen koperasi, serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai pemanfaatan teknologi pada proses penyiraman, pemupukan, penyemprotan, dan pengolahan hasil panen, serta pentingnya penataan rumah produksi, gudang penyimpanan, dan ruang pengemasan. Pada aspek kelembagaan, pengurus koperasi memperoleh pemahaman mengenai legalitas koperasi, penyelenggaraan Rapat Anggota Tahunan (RAT), penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta pemanfaatan media digital untuk pemasaran produk. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kapasitas kelompok tani dan koperasi desa sebagai lembaga ekonomi masyarakat, dan diharapkan dapat ditindaklanjuti secara berkelanjutan agar produk unggulan desa memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar regional maupun nasional.
Pemasangan CCTV Di Cafe Pazto Sebagai Upaya Peningkatan Keamanan Dan Pengawasan Syawal Aprian
Jurnal PAKEM AMATA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Amamapare Timika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/wp03x383

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini berfokus pada pemasangan CCTV di Cafe Pazto, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan pengawasan di lingkungan cafe, yang diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi pengunjung maupun pengelola, serta mengatasi keterbatasan sistem keamanan yang sebelumnya kurang memadai. Metode pelaksanaan dilakukan secara bertahap meliputi persiapan dan koordinasi, pemasangan infrastruktur dasar, instalasi perangkat keras, pengujian dan kalibrasi sistem, pelatihan bagi staf pengelola, hingga tahap evaluasi dan penyerahan. Kegiatan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 29 hingga 31 Mei 2026. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa tujuh unit CCTV telah terpasang dan berfungsi dengan sangat baik di area strategis seperti pintu masuk, kasir, dan tempat parkir. Pemasangan ini tidak hanya meminimalisir potensi tindak kejahatan tetapi juga mempermudah pengelola dalam memantau aktivitas operasional secara real-time. Kesimpulannya, kolaborasi mandiri antara institusi pendidikan dan masyarakat ini terbukti memberikan dampak positif yang signifikan dalam meningkatkan fasilitas keamanan dan kenyamanan di lingkungan setempat.

Page 4 of 4 | Total Record : 40