cover
Contact Name
Ferly Oktriyedi
Contact Email
ferlyoktriyedi@q2lii.id
Phone
+6285819822797
Journal Mail Official
ferlyoktriyedi@q2lii.id
Editorial Address
Komp OPI Cempaka Blok E No. 05 Kel. Lima Belas Ulu Kec. Jakabaring, Palembang, Indonesia
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 30643309     DOI : https://doi.org/10.52120/jliper.
Core Subject : Health,
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan adalah publikasi akademik yang berfokus pada penyebaran hasil penelitian, kajian, dan inovasi di bidang keperawatan. Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan platform yang kredibel bagi peneliti, praktisi, dan akademisi untuk berbagi pengetahuan dan perkembangan terbaru dalam praktik keperawatan serta ilmu terkait.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2024): NOVEMBER" : 5 Documents clear
Karakteristik Ibu Hamil dengan Preeklamsia Berat Latifah, Khoirotul Umul; Sudarmini, Heni
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 2 No. 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan ibu merupakan indikator penting dalam menilai derajat kesehatan masyarakat suatu negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preeklampsia berat terjadi pada 6,6% ibu hamil, dengan beberapa faktor risiko utama. Ibu dengan usia <20 tahun atau >35 tahun lebih rentan mengalami preeklampsia karena perubahan fisiologis yang mempengaruhi tekanan darah dan plasenta. Pendidikan rendah juga berkontribusi, karena keterbatasan akses informasi kesehatan dan keterlambatan deteksi dini. Sebagian besar ibu dengan preeklampsia tidak bekerja, yang dapat memengaruhi akses layanan kesehatan. Kehamilan yang tidak aterm (<37 atau >40 minggu) meningkatkan risiko preeklampsia akibat gangguan perkembangan plasenta. Dari segi paritas, ibu yang belum pernah melahirkan (nulipara) dan yang telah melahirkan ≥4 kali (grandemultipara) lebih berisiko karena faktor adaptasi imunologi dan elastisitas pembuluh darah. Selain itu, kehamilan ganda (gemeli) meningkatkan risiko akibat beban kardiovaskular yang lebih tinggi.
Fakto-faktor yang berhubungan dengan Pengetahuan Tentang Perawatan Luka Perineum pada Ibu Hamil Kurniati, Ayu; Latifah, Khoirotul Umul
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 2 No. 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kematian dan kesakitan ibu merupakan permasalahan kesehatan yang serius di negara berkembang, termasuk Indonesia. Faktor-faktor seperti tingkat pengetahuan ibu, usia, dan kebiasaan dalam menjaga kebersihan luka perineum sangat berpengaruh terhadap proses penyembuhan. Tingkat pendidikan memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang perawatan luka perineum. Ibu hamil dengan pendidikan tinggi memiliki tingkat pengetahuan yang baik (66,6%), sedangkan ibu dengan pendidikan rendah memiliki tingkat pengetahuan yang kurang (50%). Ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin baik pemahamannya terhadap informasi kesehatan, termasuk dalam perawatan luka perineum.
Karakteristik Ibu yang Mengalami Postpartum Blues Sudarmini, Heni; Riyanti, Farika
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 2 No. 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menjadi seorang ibu merupakan pengalaman yang penuh tantangan dan tanggung jawab yang tidak selalu menyenangkan bagi setiap wanita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian postpartum blues di Klinik Amanah Bunda Medika cukup tinggi, yaitu sebesar 67,6% dari total ibu yang melahirkan. Postpartum blues lebih banyak dialami oleh ibu primipara (52,2%), menunjukkan bahwa pengalaman melahirkan pertama kali dapat menjadi faktor yang berkontribusi terhadap kondisi ini. Selain itu, usia ibu juga berpengaruh, di mana ibu yang berada dalam kategori usia berisiko (<20 tahun atau >35 tahun) lebih banyak mengalami postpartum blues (52,2%). Faktor pendidikan juga memiliki hubungan dengan kejadian postpartum blues, di mana ibu dengan tingkat pendidikan rendah lebih dominan mengalami kondisi ini (73,9%). Dari segi jenis persalinan, mayoritas ibu yang mengalami postpartum blues melahirkan secara normal (78,3%), dan sebagian besar dari mereka memiliki kehamilan yang direncanakan (60,9%).
Faktor-faktor yang berhubungan dengan Inisiasi Menyusui Dini pada Ibu Hamil Riyanti, Farika; Kurniati, Ayu
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 2 No. 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan proses penting dalam pemberian ASI yang dimulai dalam satu jam pertama setelah bayi lahir. IMD dilakukan dengan membiarkan bayi secara alami mencari payudara ibu dan mulai menyusu sendiri (The Breast Crawl). Berdasarkan penelitian, tingkat pengetahuan ibu hamil tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di BPM Ani Wahyu Wijayanti menunjukkan bahwa 32,9% memiliki pengetahuan baik, 31,4% cukup, dan 35,7% kurang. Faktor pendidikan berpengaruh signifikan, di mana ibu dengan pendidikan tinggi lebih banyak memiliki pengetahuan baik (35%). Namun, ibu hamil yang belum berpengalaman dalam melahirkan justru memiliki pengetahuan lebih baik (39,2%) dibandingkan yang berpengalaman (15,8%), bertentangan dengan teori bahwa pengalaman meningkatkan pengetahuan. Sebagian besar ibu hamil memperoleh informasi tentang IMD dari tenaga kesehatan (55,7%), tetapi ibu yang mendapatkan informasi dari non-tenaga kesehatan memiliki tingkat pengetahuan lebih baik (41,9%). Hal ini menunjukkan bahwa akses informasi dari berbagai sumber, termasuk media dan program pemerintah, berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang IMD.
Karakteristik Ibu Hamil yang Mengalami Blighted Ovum Oktriyedi, Ferly; Handayani, Lela
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 2 No. 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan merupakan proses fisiologis yang terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi berhasil terimplantasi di dalam rahim dan berkembang menjadi janin yang sehat. Namun, dalam beberapa kondisi, kehamilan dapat mengalami gangguan yang menyebabkan kegagalan perkembangan janin. Salah satu bentuk kehamilan patologis yang sering terjadi adalah blighted ovum atau kehamilan anembrionik. Penelitian ini menunjukkan bahwa blighted ovum paling banyak terjadi pada ibu hamil berusia 20-35 tahun (80,52%), dengan usia kehamilan 1-12 minggu (94,81%), serta lebih sering dialami oleh ibu nulipara (42,85%) dan ibu dengan riwayat penyakit berisiko tinggi (68,83%). Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor usia, paritas, dan kondisi kesehatan ibu berperan dalam kejadian blighted ovum. Oleh karena itu, pemeriksaan kehamilan yang lebih intensif pada kelompok berisiko tinggi diperlukan untuk mendeteksi dan mencegah komplikasi sejak dini.

Page 1 of 1 | Total Record : 5