cover
Contact Name
Ferly Oktriyedi
Contact Email
ferlyoktriyedi@q2lii.id
Phone
+6285819822797
Journal Mail Official
ferlyoktriyedi@q2lii.id
Editorial Address
Komp OPI Cempaka Blok E No. 05 Kel. Lima Belas Ulu Kec. Jakabaring, Palembang, Indonesia
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 30643309     DOI : https://doi.org/10.52120/jliper.
Core Subject : Health,
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan adalah publikasi akademik yang berfokus pada penyebaran hasil penelitian, kajian, dan inovasi di bidang keperawatan. Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan platform yang kredibel bagi peneliti, praktisi, dan akademisi untuk berbagi pengetahuan dan perkembangan terbaru dalam praktik keperawatan serta ilmu terkait.
Articles 30 Documents
Perawatan Ibu Hamil: Strategi Edukasi, Pemantauan, dan Penanganan Risiko Bahaya Kehamilan Sudarmini , Heni; Kurniati, Ayu
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jliper.v3i1.115

Abstract

Kehamilan merupakan fase penting yang membutuhkan perhatian khusus terhadap kesehatan ibu dan janin. Berbagai komplikasi seperti preeklamsia, perdarahan, diabetes gestasional, dan infeksi dapat mengancam keselamatan ibu maupun bayi. Oleh karena itu, identifikasi bahaya kehamilan serta strategi perawatannya menjadi aspek penting dalam upaya pencegahan komplikasi dan penurunan angka kesakitan serta kematian maternal. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review dengan menelaah artikel ilmiah, jurnal, dan laporan penelitian yang dipublikasikan antara tahun 2018–2024 melalui database PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect. Kriteria inklusi mencakup publikasi berbahasa Indonesia dan Inggris yang membahas bahaya kehamilan serta strategi perawatan. Analisis dilakukan dengan mengekstraksi informasi terkait jenis bahaya kehamilan, faktor risiko, dan intervensi perawatan yang efektif. Hasil telaah menunjukkan bahwa bahaya kehamilan paling sering meliputi preeklamsia, perdarahan antepartum, anemia, diabetes gestasional, dan infeksi. Faktor risiko utama antara lain usia ibu, riwayat obstetri, status gizi, dan penyakit penyerta. Strategi perawatan efektif meliputi deteksi dini melalui ANC (antenatal care), edukasi gizi, pengendalian penyakit penyerta, manajemen medis sesuai kondisi, serta pendampingan psikososial. Literature review ini menegaskan pentingnya perawatan terintegrasi yang melibatkan tenaga kesehatan, keluarga, dan lingkungan. Implementasi perawatan berbasis bukti dapat mengurangi risiko komplikasi kehamilan, meningkatkan kesehatan ibu, serta mendukung keberhasilan persalinan yang aman.
Perawatan Pasangan Infertil dalam Meningkatkan Keberhasilan Kehamilan: Studi Literatur Pustaka Riyanti , Farika; Latifah, Khoirotul Umul
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jliper.v3i1.116

Abstract

Infertilitas merupakan masalah kesehatan reproduksi yang berdampak pada aspek fisik, psikologis, dan sosial pasangan suami istri. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perawatan infertilitas memerlukan pendekatan multidimensi yang melibatkan intervensi medis, psikologis, perubahan gaya hidup, serta dukungan tenaga kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan literatur review dengan menelaah berbagai sumber ilmiah terkait perawatan infertilitas, termasuk terapi medis, intervensi psikologis, modifikasi gaya hidup, dan peran perawat dalam mendukung keberhasilan terapi. Artikel yang dianalisis berasal dari publikasi internasional dan nasional dengan tahun terbit relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa intervensi medis, seperti terapi hormonal, pembedahan, dan teknologi reproduksi berbantu (ART), efektif meningkatkan peluang kehamilan. Intervensi psikologis, terutama konseling dan terapi kelompok, terbukti mengurangi stres serta meningkatkan kualitas hidup pasangan infertil. Perubahan gaya hidup, termasuk pengendalian berat badan, olahraga, diet sehat, dan manajemen stres, berperan dalam memperbaiki fungsi reproduksi. Selain itu, perawat berperan penting sebagai edukator, pendamping emosional, dan koordinator tim multidisipliner. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan tunggal tidak cukup dalam perawatan infertilitas. Sinergi antara aspek medis, psikologis, gaya hidup, dan dukungan keperawatan meningkatkan motivasi pasien serta memperbesar keberhasilan terapi. Perawatan infertilitas harus dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi, sehingga pasangan memiliki peluang lebih besar untuk mencapai kehamilan yang berhasil.
Perawatan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR): Tinjauan Literatur tentang Strategi Medis, Nutrisi, dan Dukungan Psikososial Kurniati, Ayu; Riyanti, Farika
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jliper.v3i1.17

Abstract

Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama yang berkontribusi terhadap meningkatnya angka morbiditas dan mortalitas neonatal. Faktor penyebab BBLR cukup kompleks, mulai dari kondisi ibu selama kehamilan, usia kehamilan yang belum cukup bulan, hingga faktor lingkungan. Bayi dengan BBLR sangat rentan mengalami gangguan pernapasan, infeksi, hipotermia, dan kesulitan menyusu. Oleh karena itu, diperlukan perawatan yang tepat dan menyeluruh untuk meningkatkan kualitas hidup bayi. Penelitian ini menggunakan metode literatur review dengan menelaah berbagai artikel dan jurnal ilmiah dari database nasional maupun internasional, yang relevan dengan topik perawatan BBLR. Seleksi literatur dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dianalisis secara tematik untuk menemukan strategi perawatan yang efektif. Hasil kajian menunjukkan bahwa intervensi utama dalam perawatan bayi BBLR meliputi perawatan metode kanguru, pemberian ASI eksklusif, pencegahan hipotermia, pemantauan tumbuh kembang, serta dukungan keluarga. Perawatan kanguru terbukti efektif dalam menjaga suhu tubuh, meningkatkan ikatan emosional, serta mendukung keberhasilan pemberian ASI. Pemberian nutrisi yang adekuat serta pemantauan rutin juga penting untuk mencegah komplikasi dan memastikan tumbuh kembang optimal.
Intervensi Perawatan Ibu Hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK): Tinjauan Literatur Latifah , Khoirotul Umul; Sudarmini, Heni
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan masalah gizi yang berdampak serius pada kesehatan ibu dan janin, seperti risiko bayi lahir dengan berat rendah, prematuritas, serta peningkatan angka kesakitan dan kematian maternal maupun neonatal. Upaya penanganan diperlukan melalui pendekatan perawatan yang komprehensif berbasis bukti. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menelaah artikel ilmiah yang dipublikasikan antara tahun 2015–2023 dari database PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect. Kata kunci yang digunakan adalah “maternal chronic energy deficiency”, “pregnancy”, “nutrition intervention”, dan “pregnancy outcome”. Artikel yang dipilih adalah penelitian primer maupun telaah sistematis yang relevan dengan intervensi KEK pada ibu hamil. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa intervensi berupa pemberian makanan tambahan energi-protein, suplementasi zat besi-folat, edukasi gizi, pemantauan status gizi, serta dukungan keluarga terbukti efektif meningkatkan status gizi ibu, mencegah komplikasi, serta memperbaiki luaran kehamilan. Intervensi spesifik seperti balanced energy protein supplementation menunjukkan penurunan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah secara signifikan. Perawatan pada ibu hamil dengan KEK harus bersifat multidimensi, tidak hanya melalui suplementasi, tetapi juga edukasi gizi berkelanjutan, pemantauan rutin, serta penguatan dukungan sosial. Keberhasilan intervensi ditentukan oleh konsistensi penerapan dan keterlibatan tenaga kesehatan serta keluarga. Intervensi gizi komprehensif melalui suplementasi, edukasi, dan pemantauan terbukti efektif menurunkan risiko komplikasi KEK pada ibu hamil. Pendekatan ini perlu diintegrasikan ke dalam program kesehatan maternal untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan bayi.
Pola Ideal Ibu Menyusui Saat Ramadan Kurniati, Ayu; Riyanti, Farika
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/ycjh7130

Abstract

Ramadan merupakan periode ibadah yang mendorong banyak ibu menyusui untuk tetap berpuasa, meskipun berada dalam fase laktasi yang memerlukan perhatian khusus terhadap kecukupan nutrisi dan hidrasi. Kekhawatiran utama yang sering muncul adalah potensi penurunan produksi dan kualitas ASI serta dampaknya terhadap kesehatan bayi. Artikel ini bertujuan menyusun pola ideal ibu menyusui saat Ramadan berdasarkan sintesis literatur ilmiah terkini agar puasa dapat dijalankan secara aman tanpa mengorbankan kesehatan ibu dan bayi. Penulisan menggunakan pendekatan narrative literature review dengan sumber data berupa artikel penelitian primer, systematic review, meta-analisis, serta pedoman organisasi kesehatan yang diperoleh melalui basis data internasional. Analisis dilakukan secara tematik mencakup aspek fisiologi laktasi, dampak puasa terhadap komposisi ASI, kebutuhan nutrisi dan cairan, indikator kecukupan asupan bayi, serta kondisi yang memerlukan penghentian puasa. Hasil sintesis menunjukkan bahwa pada ibu menyusui sehat, puasa jangka pendek umumnya tidak mengubah komposisi makronutrien ASI secara bermakna, selama kebutuhan nutrisi dan hidrasi terpenuhi dalam rentang waktu berbuka hingga sahur. Produksi ASI tetap terutama dipengaruhi oleh mekanisme supply–demand melalui frekuensi dan efektivitas pengosongan payudara. Pola ideal meliputi pengaturan makan tiga fase (sahur–berbuka–malam), konsumsi cairan bertahap, asupan gizi seimbang, serta pemantauan indikator kecukupan ASI seperti jumlah popok basah dan perilaku bayi setelah menyusu. Dapat disimpulkan bahwa puasa pada ibu menyusui dapat dilakukan secara aman dengan pendekatan individual, manajemen nutrisi yang tepat, serta monitoring kondisi bayi secara objektif. (El-Kurdy et al., 2025)
Pengaruh Olahraga terhadap Kesehatan Ibu Hamil Sudarmini , Heni; Kurniati, Ayu
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/0916v403

Abstract

Kehamilan merupakan periode fisiologis yang disertai perubahan sistem kardiovaskular, metabolik, hormonal, dan muskuloskeletal yang dapat meningkatkan risiko komplikasi apabila tidak diimbangi dengan gaya hidup sehat. Aktivitas fisik selama kehamilan direkomendasikan sebagai strategi promotif dan preventif untuk menjaga kesehatan maternal dan luaran kehamilan. Artikel ini bertujuan menganalisis pengaruh olahraga terhadap kesehatan ibu hamil berdasarkan sintesis literatur ilmiah terkini. Penulisan menggunakan pendekatan narrative literature review dengan sumber data berupa artikel penelitian primer, systematic review, meta-analisis, serta pedoman resmi dari organisasi kesehatan internasional yang diperoleh melalui basis data PubMed, Scopus, Web of Science, ScienceDirect, dan Google Scholar. Seleksi literatur dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang relevan dengan topik aktivitas fisik pada kehamilan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa aktivitas fisik intensitas sedang minimal 150 menit per minggu pada ibu tanpa kontraindikasi medis aman dan bermanfaat. Olahraga berkontribusi dalam meningkatkan fungsi kardiovaskular dan sensitivitas insulin, sehingga menurunkan risiko diabetes gestasional, hipertensi gestasional, dan preeklamsia. Selain itu, aktivitas fisik membantu mengontrol kenaikan berat badan, mengurangi keluhan nyeri punggung dan panggul, serta meningkatkan kesehatan mental dengan menurunkan risiko depresi perinatal. Dapat disimpulkan bahwa olahraga selama kehamilan merupakan intervensi berbasis bukti yang mendukung kesehatan ibu secara fisik dan psikologis, dengan catatan pelaksanaannya harus memperhatikan prinsip moderasi, individualisasi, dan kondisi medis masing-masing ibu.
Peran Asupan Antioksidan terhadap Kualitas Sperma Riyanti, Farika; Latifah, Khoirotul Umul
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/6pxry453

Abstract

Infertilitas pria merupakan salah satu penyebab utama gangguan kesuburan pasangan usia subur dan sering dikaitkan dengan penurunan kualitas sperma. Salah satu mekanisme patofisiologis yang banyak dikaji adalah stres oksidatif akibat kelebihan reactive oxygen species (ROS), yang dapat merusak membran sperma serta meningkatkan fragmentasi DNA. Dalam konteks ini, asupan antioksidan dipandang berpotensi menekan dampak stres oksidatif dan memperbaiki parameter kualitas sperma. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara komprehensif bukti ilmiah mengenai peran asupan antioksidan terhadap kualitas sperma berdasarkan kajian literatur naratif-terstruktur. Data dikumpulkan dari publikasi ilmiah bereputasi melalui basis data internasional seperti PubMed, Scopus, Web of Science, dan Cochrane Library, dengan kriteria inklusi berupa studi randomized controlled trial, systematic review, dan meta-analysis yang melaporkan parameter semen (konsentrasi, motilitas, morfologi), integritas DNA sperma, serta luaran klinis seperti kehamilan dan kelahiran hidup. Hasil kajian menunjukkan bahwa suplementasi antioksidan seperti vitamin C, vitamin E, coenzyme Q10, L-carnitine, selenium, zinc, dan N-acetylcysteine cenderung memberikan perbaikan terutama pada motilitas sperma dan sebagian pada konsentrasi serta morfologi. Namun, konsistensi hasil antar penelitian masih bervariasi. Bukti terhadap peningkatan luaran klinis seperti kehamilan dan kelahiran hidup juga menunjukkan hasil yang campuran. Secara keseluruhan, asupan antioksidan memiliki potensi dalam meningkatkan kualitas sperma melalui mekanisme penurunan stres oksidatif, tetapi efektivitas klinisnya belum sepenuhnya konklusif. Oleh karena itu, antioksidan lebih tepat dipertimbangkan sebagai terapi adjuvan pada pria dengan indikasi stres oksidatif, dengan evaluasi kualitas sperma mengikuti standar WHO.
Pola Ideal Untuk Ibu Hamil Saat Bulan Puasa (Ramadan) Latifah, Khoirotul Umul; Sudarmini, Heni
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/kpnhg637

Abstract

Puasa Ramadan merupakan ibadah yang memiliki makna spiritual penting bagi umat Islam, termasuk bagi ibu hamil yang mempertimbangkan untuk tetap menjalankannya. Namun, kehamilan merupakan periode dengan kebutuhan metabolik dan fisiologis yang meningkat, sehingga keputusan berpuasa perlu didasarkan pada bukti ilmiah yang memadai. Penelitian ini bertujuan merumuskan pola ideal puasa bagi ibu hamil berdasarkan sintesis bukti terkini mengenai dampak puasa Ramadan terhadap luaran maternal dan neonatal. Penelitian menggunakan desain literatur review, yaitu sintesis tingkat tinggi yang mengintegrasikan temuan dari berbagai systematic review dan meta-analisis terkait puasa Ramadan selama kehamilan. Pencarian literatur dilakukan secara sistematis pada basis data ilmiah utama dengan pendekatan transparan. Hasil menunjukkan bahwa pada kehamilan risiko rendah, puasa Ramadan umumnya tidak terbukti secara konsisten meningkatkan risiko kelahiran prematur maupun berat lahir rendah. Namun, variasi hasil antar studi tetap ditemukan, terutama dipengaruhi oleh trimester paparan, kondisi maternal, serta konteks gizi dan sosial. Dampak yang lebih sering dilaporkan berkaitan dengan gejala maternal seperti kelelahan, tanda dehidrasi, serta perubahan metabolisme glukosa. Bukti mengenai dampak jangka panjang terhadap keturunan masih terbatas dan memerlukan penelitian longitudinal yang lebih kuat. Disimpulkan bahwa pola ideal puasa bagi ibu hamil harus berbasis penilaian risiko individual sebelum Ramadan, disertai pengaturan sahur–iftar yang seimbang, hidrasi terdistribusi, pemantauan gejala harian, serta penghentian puasa apabila muncul tanda bahaya. Pendekatan adaptif dan kontekstual menjadi kunci untuk menjaga keselamatan ibu dan janin.
Peran Keluarga dan Sekolah dalam Pembentukan Perilaku Reproduksi Sehat Oktriyedi, Ferly; Zalila, Rifka; Handayani, Lela
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/p670bk66

Abstract

Perilaku reproduksi sehat pada remaja merupakan isu krusial dalam pembangunan kesehatan masyarakat karena berkaitan dengan pencegahan kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual, serta pembentukan relasi yang sehat dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keluarga dan sekolah dalam pembentukan perilaku reproduksi sehat melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Proses penelusuran literatur dilakukan pada database Scopus, PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan kriteria inklusi artikel peer-reviewed yang terbit dalam 10–15 tahun terakhir dan berfokus pada remaja usia 10–19 tahun. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola temuan dominan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa keluarga berperan signifikan melalui komunikasi orang tua–remaja yang terbuka, suportif, dan konsisten, serta melalui pengawasan (parental monitoring) yang hangat dan responsif. Faktor-faktor tersebut terbukti berkorelasi dengan penundaan inisiasi seksual dan penurunan perilaku seksual berisiko. Di sisi lain, sekolah berkontribusi melalui implementasi Comprehensive Sexuality Education (CSE) yang meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap positif terhadap relasi sehat, serta memperkuat keterampilan pengambilan keputusan dan pencegahan risiko. Temuan paling konsisten menunjukkan bahwa sinergi antara keluarga dan sekolah menghasilkan dampak protektif yang lebih kuat dibandingkan intervensi tunggal. Dengan demikian, pembentukan perilaku reproduksi sehat pada remaja memerlukan pendekatan kolaboratif berbasis keluarga–sekolah yang terintegrasi, melalui peningkatan literasi orang tua, penguatan kompetensi pendidik, serta implementasi pendidikan seksualitas yang komprehensif dan ramah remaja.
Gambran Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja pada Proyek Konstruksi Sekolah Rakyat Sumatera Selatan Oktriyedi, Ferly; Piko, Sari Octarina; Handayani, Lela
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/24e9ck67

Abstract

Proyek konstruksi merupakan sektor kerja dengan tingkat risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang tinggi akibat kompleksitas aktivitas, penggunaan alat berat, serta paparan bahaya fisik dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil risiko K3 pada Proyek Konstruksi Sekolah Rakyat Sumsel. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, identifikasi bahaya, serta analisis risiko berdasarkan kemungkinan kejadian dan tingkat keparahan dampak. Observasi dilakukan pada berbagai tahapan pekerjaan, meliputi mobilisasi, pembersihan lahan, galian, pembesian, bekisting, pengecoran, pekerjaan baja, arsitektural, hingga finishing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko dominan meliputi jatuh dari ketinggian, tertabrak alat berat, tertimpa material, paparan debu, kebisingan, bahan kimia, serta gangguan ergonomi. Tahapan pekerjaan struktural seperti galian, pembesian, bekisting, dan pengecoran memiliki tingkat risiko tertinggi. Faktor penyebab utama risiko meliputi unsafe condition, unsafe act, kurangnya housekeeping, lemahnya pengendalian teknis, serta keterbatasan pengawasan K3. Upaya pengendalian risiko yang direkomendasikan mencakup penerapan hirarki pengendalian, peningkatan pengawasan, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), pelatihan tenaga kerja, serta optimalisasi Sistem Manajemen K3. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa identifikasi bahaya dan pengendalian risiko yang sistematis merupakan kunci dalam menurunkan potensi kecelakaan dan penyakit akibat kerja pada proyek konstruksi. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar evaluasi dan perbaikan praktik K3 pada proyek konstruksi sejenis.

Page 3 of 3 | Total Record : 30