cover
Contact Name
Lilis Sulistiya
Contact Email
healthcaremedia0@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
healthcaremedia0@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sidotopo No. 11 Kepanjen KAbupaten Malang
Location
Kab. malang,
Jawa timur
INDONESIA
Health Care Media
ISSN : -     EISSN : 27216993     DOI : 10.70633/2721-6993
Core Subject : Health,
Health Care Media merupakan wadah untuk para penulis jurnal kesehatan. Health Care Media berisi tentang kesehatan, baik keperawatan, kebidanan, radiologi, gizi, rekammedis, kesehatan masyarakat, Kesehatan Keselamatan Kerja dan Kedokteran.
Articles 121 Documents
SURVIVAL PENDERITA JANTUNG KORONER DI RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR Salki Sasmita
Health Care Media Vol 3 No 2 (2017): JURNAL HEALTH CARE MEDIA
Publisher : ITKM WIDYA CIPTA HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70633/2721-6993.20

Abstract

Mobilisasi dan gaya hidup yang semakin modern menyebabkan faktor risiko penyakit jantung koroner semakin susah untuk dihindari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi survival penderita jantung koroner di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo ditinjau dari perbedaan probabilitas survival. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan kohort retrospektif. Sebanyak 138 sampel diperoleh secara nonrandom melalui penelusuran data rekam medis penderita jantung koroner untuk memperoleh informasi mengenai variabel-variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi survival ditinjau dari probabilitas survival Kapplan Meier penderita jantung koroner adalah kepemilikan penyakit penyerta dan hipertensi, dengan nilai (p = 0.000) secara berturut-turut. Analisis multivariat menggunakan Cox Regression, Hazard ratio (HR) kepemilikan penyakit penyerta = 10.005 dan HR hipertensi = 4.703. Menghindari risiko penyakit penyerta dan hipertensi akan memperbaiki survival penderita jantung koroner terhadap kejadian gagal jantung kongestif
ANALISA TINGKAT PAPARAN RADIASI PESAWAT SINAR- X KONVENSIONAL TERHADAP BESAR DOSIS YANG DITERIMA PEKERJA DI LABORATORIUM DAN KLINIK RADIOLOGI ( STIKes Widya Cipta Husada Malang ) Yeni Cahyati; Roni Prisyanto
Health Care Media Vol 3 No 1 (2017): JURNAL HEALTH CARE MEDIA
Publisher : ITKM WIDYA CIPTA HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70633/2721-6993.23

Abstract

Sinar-X yang ditemukan Wilhelm Rontgen pada tahun 1895, merupakan foton-foton berenergi tinggi (1-100 keV) dengan panjang gelombang dalam orde 1Ao. Sinar-X dapat diproduksi dengan cara menembaki target logam dengan elektron cepat dalam suatu tabung vakum sinar katoda. Sinar-X selain memiliki manfaat yang luar biasa dalam dunia medis juga memiliki efek negatif. Efek negatif tersebut disebabkan karena sifat radiasi sinar-X yang dapat merusak sel-sel hidup [1]. Proses dalam meminimalisir efek radiasi biasa disebut dengan proteksi radiasi. Terdapat tiga prinsip proteksi radiasi yang harus dilaksanakan yaitu, justifikasi, limitasi dan optimasi [2]. Penelitian ini dilakukan di lingkungan STIKes Widya Cipta Husada Malang. Cara ukur dalam penelitian ini dilakukan dengan mengukur besar dosis di Laboratorium dan Klinik Radilogi dan lingkungan STIKes berdasar tiga prinsip proteksi radiasi. Adapun titik pengukuran sebanyak 16 titik baik di dalam maupun diluar klinik. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa tingkat proteksi radiasi di Laboratorium dan Klinik Radiologi sudah cukup baik, hal tersebut terlihat dari penggunaan timbale pada dinding serta besar dosis yang masih jauh di bawah batas yang telah ditetapkan oleh BAPETEN. Besar dosis yang diterima pekerja di Laboratorium dan Klinik Radiologi sebesar 0.009 mSv/tahun dan masih berada pada batas aman dan sesuai dengan ketetapan BAPETEN.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN PREEKLAMPSIA DI RSIA PERTIWI MAKASSAR Nurhaedar Jafar; Rahmawati Lestari
Health Care Media Vol 3 No 1 (2017): JURNAL HEALTH CARE MEDIA
Publisher : ITKM WIDYA CIPTA HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70633/2721-6993.24

Abstract

Faktor Risiko Kejadian Preeklampsia Di RSIA Pertiwi Makassar (dibimbing oleh Nurhaedar Jafar, dan Multazam).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya faktor risiko: paritas, riwayat preeklampsia ,riwayat keluarga, kehamilan ganda, jarak antar kehamilan, sosio-demografi (usia, pendidikan dan pekerjaan ibu hamil) terhadap kejadian preeklampsia di RSIA Pertiwi Makassar.Jenis penelitian adalah analitik dengan pendekatan case control study secara restrospektif. Penelitian ini menggunakan data sekunder melalui rekam medik RSIA Pertiwi Makassar bulan Januari 2014- Desember 2015, sebanyak 187 ibu hamil pada kelompok kasus dan 187 ibu hamil pada kelompok kontrol, penelitian dilakukan pada bulan April – Mei 2016. Data dianalisis dengan menggunakan Crosstabulation.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : Paritas (p=0.022; OR=1.613; CI= 1.070-2.431); Riwayat preeklampsia (p=0.000; OR=45.880; CI=6.222-338.294); Riwayat keluarga preeklampsia (p= 0.000; OR=45.880;CI=6.222-338.294); Jarak antar kehamilan (p= 0.024; OR=1.627; CI=1.064-2.487); Usia ibu hamil (p = 0.000; OR=3.011; CI=1.852-4.895); Kehamilan ganda (p=0.609; OR=1.300; CI=0.474-3.567); dan Pekerjaan ibu hamil (p = 0.069; OR=1.513; CI=0.966-2.370) merupakan faktor risiko terjadinya preeklampsia. Sementara Pendidikan (p=0.013; OR=0.536; CI=0.326-0.881) merupakan faktor protektif terjadinya preeklampsia. Simpulan: pendidikan ibu hamil merupakan faktor protektif terjadinya preeklampsia. Sementara paritas, riwayat preeklampsia, riwayat keluarga preeklampsia, jarak antar kehamilan, kehamilan ganda, usia, dan pekerjaan ibu hamil merupakan faktor risiko terjadinya preeklampsia.
PENGARUH PEMERIKSAAN LUMBOSACRAL DENGAN PROYEKSI LATERAL TERHADAP HASIL RADIOGRAF VERTEBRA PADA KASUS LOW BACK PAIN Agus Wiyantono; Sri Wagiarti
Health Care Media Vol 3 No 1 (2017): JURNAL HEALTH CARE MEDIA
Publisher : ITKM WIDYA CIPTA HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70633/2721-6993.25

Abstract

Low back pain merupakan suatu penyakit atau kelainan yang ditandai dengan gejala utama rasa nyeri di daerah tulang punggung bawah dan sekitarnya. Dalam menunjang diagnosis low back pain diperlukan pemeriksaan radiologi lumbosacral. Umumnya pemeriksaan vertebra lumbosacral dengan kasus low back pain menggunakan proyeksi Antero Posterior (AP) dan lateral tanpa menggunakan wedge. Padahal hal ini sangat mempengaruhi hasil radiograf. Desain penelitian menggunakan penelitian eksperimental. Variabel yang diukur dari penelitian ini adalah melihat gambaran vertebra. Perlakuan pada kasus low back pain pada penelitian ini adalah proyeksi lateral menggunakan wedge dan proyeksi lateral tanpa wedge. Pada penelitian ini, sampel yang digunakan adalah pasien dengan permintaan pemeriksaan lumbosacral dengan proyeksi lateral dengan kasus low back pain. Setiap sampel akan dilakukan dua kali ekspose, yaitu ekspose pertama, pemeriksaan lumbosacral lateral tanpa menggunakan wedge, dan ekspose kedua, menggunakan wedge. Dari radiograf yang dihasilkan maka dapat diketahui gambaran vertebra. Dengan melihat gambaran vertebra maka lebih mudah untuk mendiagnosis low back pain. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pada pemeriksaan lumbosacral dengan proyeksi lateral menggunakan wedge didapatkan besarnya prosentase hasil gambaran intervertebra joint sebanyak 60 % terbuka dan proyeksi lateral tanpa wedge pada kasus low back pain didapatkan besarnya prosentase hasil gambaran intervertebra joint sebanyak 20 % terbuka. Sehingga dalam pemeriksaan lumbosacral pada klinis low back pain sebaiknya menggunakan proyeksi lateral dengan wedge karena dapat memperlihatkan vertebra lebih terbuka. Pada pemeriksaan lumbosacral dengan proyeksi lateral pada kasus low back pain dapat menampakkan anatomi foramen intervertebralis L1-L4, corpus vertebra, space intervertebra, procesus spinosus, L5-S1.
ANALISIS KUANTITATIF DOKUMEN REKAM MEDIS PASIEN RAWAT INAP KASUS BEDAH DI RSUD KANJURUHAN KEPANJEN miftachul ulum
Health Care Media Vol 3 No 6 (2019): JURNAL HEALTH CARE MEDIA
Publisher : ITKM WIDYA CIPTA HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70633/2721-6993.41

Abstract

ABSTRACK In a complete medical record obtained information that can be used for various purposes among which is as a tool for analysis and evaluation of the quality of services provided by the hospital. In improving the quality of service required for control of the charging document medical records. Quantitative analysis is one of the programs maintain quality by comparing all the records that exist in the medical record with the established standards. This study aims to determine the completeness of the medical record documents inpatient surgical cases through quantitative analysis. This study used quantitative descriptive approach. From the results of this study demonstrated completeness review is based on the identification of the patients is 25% and the incompleteness review patient identification is 75%. Based on the completeness of reporting critical review is 45% and the incompleteness of the reviews reporting that matters is 55%. Based on the completeness review authentication is 79% and the incompleteness review authentication is 21%. Based on the completeness of the documentation review is 56% and the incompleteness review documentation is 44%. To reduce the number of incomplete charging high medical records, should the Kanjuruhan Kepanjen hospital create standards and procedures in more detail about the charging document in the medical record that can then be disseminated to the nursing unit, in addition to the medical record unit proposes to create and attach a sticker containing the appeal "Please fill in the medical record document completely ". Keywords: Document Medical Records, Quantitative Analysis, Surgical Cases
DETERMINAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU Elsa Budi Sihsilya Rahmawati; Poppy Farantia Saputri
Health Care Media Vol 3 No 3 (2018): JURNAL HEALTH CARE MEDIA
Publisher : ITKM WIDYA CIPTA HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70633/2721-6993.64

Abstract

Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan sangat penting bagi bayi. Jumlah ibu yang menyusui secara eksklusif bayinya hingga 6 bulan masih rendah. Banyak faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif yaitu faktor sosiodemografi, faktor pra/post persalinan, serta faktor psikososial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor determinan pemberian ASI eksklusif. Metode penelitian ini adalah systematic review, dengan melakukan analisis terhadap beberapa penelitian menganai pemberian ASI eksklusif berdasarkan 10 penelitian dari jurnal nasional dan internasional. Hasil yang didapat faktor yang paling dominan adalah pengetahuan (p value 0,009), keterpaparan informasi (p value 0,012) dan dukungan keluarga (p value 0,000). Sosialisasi dan dukungan dari orang terdekat, petugas kesehatan, semua pihak yang terkait sangat diperlukan agar pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dapat tercapai.
FAKTOR PROGNOSTIK KEJADIAN GAGAL JANTUNG KONGESTIF DI RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR Salki Sasmita Sasmita
Health Care Media Vol 3 No 3 (2018): JURNAL HEALTH CARE MEDIA
Publisher : ITKM WIDYA CIPTA HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70633/2721-6993.65

Abstract

Penyakit kardiovaskuler seperti penyakit jantung koroner dan stroke, terus menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi survival penderita jantung koroner di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo ditinjau dari perbedaan probabilitas survival. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan kohort retrospektif. Sebanyak 138 sampel diperoleh secara nonrandom melalui penelusuran data rekam medis penderita jantung koroner untuk memperoleh informasi mengenai variabel-variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi survival ditinjau dari probabilitas survival Kapplan Meier penderita jantung koroner adalah diabetes mellitu dan dislipidemia dengan nilai (p = 0.000) secara berturut-turut. Analisis multivariat menggunakan Cox Regression, Hazard ratio (HR) Diabetes Mellitus = 5.209, HR Dislipidemia = 2.832. Menghindari risiko penyakit diabetes mellitus dan dislipidemia akan memperbaiki survival penderita jantung koroner terhadap kejadian gagal jantung kongestif.
HUBUNGAN PEKERJAAN, SIKAP DAN AKSES DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR DI KABUPATEN GORONTALO Zul Adhayani Arda; Wahyuni Hafid; Zakir Pulu
Health Care Media Vol 3 No 3 (2018): JURNAL HEALTH CARE MEDIA
Publisher : ITKM WIDYA CIPTA HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70633/2721-6993.67

Abstract

Penurunan kasus PD3I akan bermakna secara epidemiologis apabila minimal ≥85% bayi di suatu wilayah Desa/Kelurahan telah mendapatkan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) sebelum usia 1 tahun secara merata dan berkesinambungan. Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi di Kabupaten Gorontalo. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah bayi (12 - 36 bulan) yang terpilih sebagai sampel di Kabupaten Gorontalo sebanyak 362 bayi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hinggan Mei 2018. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara sikap ibu (p value= 0,000) dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi di Kabupaten Gorontalo. Namun, tidak ada hubungan yang signifikan antara pekerjaan ibu (p value= 0,713) dan akses ke fasilitas kesehatan (p value= 0,627) dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi di Kabupaten Gorontalo. Diharapkan kepada ibu balita untuk memaksimalkan pemberian imunisasi pada anaknya.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU BALITA TERHADAP KUNJUNGAN BALITA DI DESA GONDANGLEGI Nurfitria Dara Latuconsina; Poppy Farantia Saputri; Herlia Rachma Yunita
Health Care Media Vol 3 No 3 (2018): JURNAL HEALTH CARE MEDIA
Publisher : ITKM WIDYA CIPTA HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70633/2721-6993.68

Abstract

Tahun 2015 masih banyak Balita yang belum mengikuti posyandu khususnya untuk wilayah Jawa Timutr. Jumlah Balita ditimbang di Jawa Timur sebesar (80,3%), artinya masih belum maksimal cakupan kunjungan posyandu di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu Balita terhadap kunjungan Balita di Posyandu. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Variabel independent penelitian adalah pengetahuan dan sikap ibu Balita, dan variabel dependent penelitian adalah kunjungan Balita di Posyandu. Populasi penelitian adalah semua ibu yang mempunyai Balita di Posyandu 17 Desa Gondanglegi Wetan yang berjumlah 57 orang. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik total sampling. Setelah data terkumpul dianalisa menggunakan uji chi-square test dengan angka keyakinan (ɑ = 0,05). Data disajikan dalam bentuk tabulasi silang dengan kriteria penilaian: Ha diterima jika signifikan ρ < 0,05, Ha ditolak jika signifikan ρ > 0,05. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu Balita dengan kunjungan Balita di Desa Gondanglegi dengan ρ value (0.539) dan ada hubungan antara sikap ibu Balita dengan kunjungan Balita Desa Gondanglegi dengan ρ value (0.011). Berdasarkan penelitian ini dapat disarankan bahwa ibu balita lebih mengerti tentang pentingnya kunjungan di Posyandu yang berguna untuk memantau perkembangan anaknya.
HUBUNGAN PERSEPSI KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERILAKU SEKSUAL MAHASISWI ANGKATAN 2012 DAN 2013 PRODI D-III KEBIDANAN DI POLTEKKES PERMATA INDONESIA Ni Komang Wijiani Yanti; Jati Untari; Dewi Setyaningsih
Health Care Media Vol 3 No 3 (2018): JURNAL HEALTH CARE MEDIA
Publisher : ITKM WIDYA CIPTA HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70633/2721-6993.69

Abstract

Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO), remaja (adolescence) adalah usia antara 10-19 tahun, sedangkan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyebut kaum muda (youth) untuk usia antara 15-24 tahun. Hasil penelitian Lembaga Studi Kemanusiaan serta Pusat Pelatihan Bisnis dan Humaniora sejak tahun 1999-2002 pada tempat kos mahasiswa di Daerah Istimewa Yogyakarta, menunjukan bahwa 1.560 mahasiswa (97,05%) dari 1.600 mahasiswi yang diteliti telah melakukan hubungan seksual saat kuliah. Hasil studi pendahuluan di Poltekkes Permata Indonesia pada 10 mahasiswi D-III Kebidanan Angkatan 2013 terdapat 60% mahasiswi mengatakan pegangan tangan, merangkul bahu, memeluk pinggang, cium kering, ciuman basah, meraba, berpelukan, dan petting itu merupakan hal yang wajar dalam berpacaran serta biasa untuk dilakukan pada anak-anak remaja sekarang. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan persepsi kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual pada mahasiswi angkatan 2012 dan 2013 Prodi D-III Kebidanan di Poltekkes Permata Indonesia. Metode penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi angkatan 2012 dan 2013 Prodi D-III Kebidanan di Poltekkes Permata Indonesia yang belum menikah dengan sampel sebanyak 59 responden menggunakan teknik total sampling. Uji hipotesis menggunakan uji Chi-Square. Mahasiswi angkatan 2012 dan 2013 Prodi D-III Kebidanan di Poltekkes Permata Indonesia memiliki persepsi positif tentang kesehatan reproduksi yaitu sebanyak 30 responden (50,8%) dan memiliki perilaku seksual positif yaitu sebanyak 33 responden (55,9%). Hasil analisis diperoleh nilai X2hitung > X2tabel (18.592 > 3.841). Contingency Coefficient diperoleh nilai 0.490. kesimpulannya ada hubungan antara persepsi kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual pada mahasiswi angkatan 2012 dan 2013 Prodi D-III Kebidanan di Poltekkes Permata Indonesia dengan tingkat keeratan sedang.

Page 2 of 13 | Total Record : 121