cover
Contact Name
LAILATUL BADRIYAH
Contact Email
lailatulbadriyah0409@gmail.com
Phone
+6281215411992
Journal Mail Official
istisyfa@mail.uinfasbengkulu.ac.id
Editorial Address
Jl. Raden Fatah Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Journal of Islamic Guidance and Counseling
ISSN : -     EISSN : 30472717     DOI : http://dx.doi.org/10.29300/istisyfa
Jurnal Istisyfa spesialisasi dalam Bimbingan dan Konseling Islam, dimaksudkan untuk memberikan sarana diskusi dan mengkomunikasikan penelitian orisinal dan isu-isu relevan. Jurnal ini menerbitkan artikel penelitian yang mencakup seluruh aspek konseling, Psikologi, Bimbingan, Kesehatan Mental, Psikoterapi yang masuk dalam konteks Islam.
Articles 73 Documents
Keharmonisan Keluarga Ditinjau dari Perspektif Psikologi Dakwah Nurselly, Nurselly; Nabilla, Cindy Ainun; Sari, Intan Permata; Brhawijaya, Bayu
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 2, No 2: September 2023
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v2i2.2435

Abstract

Psikologi dakwah mengakui betapa pentingnya keharmonisan dalam keluarga sebagai landasan untuk membangun keluarga yang stabil secara emosional maupun spritualnya. Konteks psikologi dakwah disini memberikan nilai-nilai positif serta pemahaman mendalam antara anggota keluarga untuk menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis agar tidak terjadi kasus keluarga yang broken home. Penulisan artikel ini bertujuan untuk memahami bagaimana pandangan psikologi dakwah terhadap keharmonisan keluarga. Adapun Penulisan  ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan dan pengumpulan datanya yaitu literature review dimana peneliti mengumpulkan data dengan cara menelaah dan mempelajari jurnal-jurnal yang berkaitan dengan penulisan lalu diakhiri dengan penyimpulan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa keharmonisan keluarga bisa diciptakan apabila anggota keluarga bisa menjalankan perannya masing-masing. Namun apabila peran tersebut tidak berjalan sebagaimana semestinya maka akan menimbulkan ketidakharmonisan keluarga dan akan berdampak pada broken home. Broken home ini terjadi karena adanya pengaruh dari lingkungan keluarga. Akan tetapi kondisi broken home dapat dicegah dengan menerapkan ajaran psikologi dakwah melalui pendekatan edukatif, persuasive, motivatif dan sugestif supaya keharmonisan keluarga tetap terjaga dan akan mencegah terjadinya broken home.
Menemukan Identitas: Perjalanan Adaptasi Muallaf dalam Menjalani Kehidupan Baru Emelisa, Tiara; Anggesti, Nesca
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 1: April 2024
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v3i1.6361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan menemukan identitas perjalanan adaptasi muallaf dalam menjalani kehidupan baru. Menurut Zakiyah Daradjat, agama dalam kehidupan muallaf merupakan sistem yang terdiri dari kesadaran agama dan pengalaman beragama, didalam muallaf agama yang dianut mereka adalah sistem dan pengalaman dan kesadaran dalam beragama. Metode penelitian mengunakan studi literatur, dengan menganalisis 25 jurnal sebagai data primer. Analisis data dengan beberapa tahapan, tahap pertama menentukan tema, tahap kedua menyeleksi artikel jurnal yang relevan dengan tema dan sesuai dengan tenggat waktu 11 tahun terakhir, tahap ketiga proses review sebanyak 7 artikel jurnal, Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adaptasi bagi seorang muallaf dengan lingkungan setempat sangat penting agar terjalin hubungan yang harmonisan dengan masyarakat setempat.
Kepribadian dan Gangguan yang Menyertainya Jannah, Afani Rhoudatul
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 1: April 2024
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v3i1.6353

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kepribadian dan gangguan yang menyertainya. Gangguan kepribadian menurut ichsan Gangguan-gangguan yang sering muncul dalam masyarakat ini ditandai oleh perilaku yang berdampak negatif atau dinilai buruk oleh masyarakat, sehingga dapat menyebabkan kerusakan serius dalam kehidupan individu yang mengalaminya. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan menganalisis 20 jurnal sebagai data primer. Analisis data dengan beberapa tahapan,tahap pertama menentukan tema, tahap kedua ,menyeleksi artikel jurnal yang relevan dengan tema dan sesuai dengan tenggat waktu artikel 10 tahun terakhir, tahap ketiga proses review artikel jurnal sebanyak 7 jurnal, tahap keempat pengkategorisasian dan tahap kelima penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gangguan kepribadian Terkait dengan pola pikir, perasaan, dan perilaku yang konsisten yang menyimpang dari norma atau harapan sosial dan menyebabkan gangguan dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau kehidupan sehari-hari seseorang. Gangguan ini dapat berhubungan dengan faktor-faktor seperti genetika, pengaruh lingkungan di masa kecil, trauma, atau ketidakseimbangan kimia di otak. Beberapa jenis gangguan kepribadian meliputi gangguan kepribadian antisocial, borderline, narsistik, dan lainnya. Setiap jenis gangguan memiliki pola perilaku yang khas, yang seringkali membuat individu sulit berinteraksi atau berfungsi secara optimal dalam kehidupan sosial.
Spiritualitas dalam Do'a NI'mah, Naylatun
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 1: April 2024
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v3i1.6196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan spiritualitas dalam do’a. Do’a menurut Syamsidar adalah bentuk penghormatan kita kepada Allah SWT, karena kita selalu bergantung kepada-Nya, Karena kita selalu membutuhkan segala sesuatu dari Allah. Berdo’a adalah cara kita menunjukkan kesopanan dan ketergaantungan kita sebagai hamba kepada Sang Pencipta. Spiritual menurut Yahya dan Novira merupakan konsep yang luas dan bersifat personal, yang melibatkan hubungan antara individu dengan sesuatu yang dianggap lebih besar dari dirinya sendiri, seperti Tuhan, alam semesta, atau makna hidup. Dalam do’a mengandung unsur spiritual yang kuat. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan menganalisis 28 jurnal sebagai data primer. Analisis data dengan beberapa tahapan, tahap pertama menentukan tema, tahap kedua menganalisis jurnal yang relevan dengan tema dan sesuai dengan tenggat waktu artikel (10 tahun terakhir), tahap ketiga proses review artikel jurnal, tahap keempat proses pengkategorisasian, dan tahap kelima penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas dalam doa memiliki hubungan yang sangat erat dalam kehidupan manusia, seperti ekspresi kepercayaan dan keyakinan, pencarian makna hidup, perkembangan diri dan ketenangan batin. Penelitian ini, diharapkan mampu meneliti hal yang lebih mendalam terkait tema spiritualitas pada aspek ibadah (shalat).   
Kebahagian sejati menurut perspektif psikologi dan ajaran dakwah islam Munica, Liony Tri
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 3: Desember 2024
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v3i3.6362

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang kebahagiaan sejati menurut perspekti psikologi dakwah islam. Menurut Rumi, kebahagiaan sejati bagi seorang Muslim tercapai ketika ia senantiasa mengingat Allah SWT dengan penuh cinta dan kasih sayang, sambil membersihkan dirinya dari segala bentuk kemusyrikan. Hanya cinta kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang menjadi fokus utama dalam hidupnya. Kebahagiaan ini datang dari cinta yang mendalam kepada Allah, yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Kebahagiaan ini bersifat psikis dan batin, yakni ketika jiwa melepaskan segala hal duniawi dan sepenuhnya kembali kepada Tuhan, itulah kebahagiaan sejati. Metode penelitian mengunakan studi literatur, dengan menganalisis 20 jurnal sebagai data primer. Analisis data dengan beberapa tahapan, tahap pertama menentukan tema, tahap kedua menyeleksi artikel jurnal yang relevan dengan tema dan sesuai dengan tenggat waktu 8 tahun terakhir, tahap ketiga proses review sebanyak 7 artikel jurnal, tahap keempat pengkategorisasian dan tahap kelima penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitihan ini menunjukan bahwa kebahagiaan sejati merupakan suatu kondisi yang melibatkan keselarasan antara aspek fisik, emosional, dan spiritual dalam kehidupan seseorang, Kebahagiaan tidak hanya diperoleh melalui kekayaan atau kesuksesan materi, tetapi juga melalui hubungan yang baik dengan Tuhan, pengendalian diri, dan menjalani hidup dengan kebajikan.
Menanamkan Empati pada Remaja: Upaya Efektif Mencegah Bullying Fazkia, Diva; Lorenza, Diana
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 2: September 2024
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v3i2.6359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan empati pada remaja sebagai upaya efektif mengatasi bullying. Menurut Muhrima menyatakan bahwa Empati merupakan kondisi emosi yang dimana seseorang dapat merasakan terhadap apa yang dialami orang lain layaknya dia mengalami hal tersebut, dan apa yang dirasakannya setara dengan perasaan dan situasi orang yang bersangkutan. Orang yang tidak memiliki empati cenderung tidak dapat memposisikan diri sebagai orang lain.  Individu yang berempati merupakan orang yang bersifat toleran, mampu merasakan yang dirasakan orang lain, dan dapat mengendalikan diri. Metode penelitian mengunakan studi literatur, dengan menganalisis 23 jurnal sebagai data primer. Analisis data dengan beberapa tahapan, tahap pertama menentukan tema, tahap kedua menyeleksi artikel jurnal yang relevan dengan tema dan sesuai dengan tenggat waktu 10-21 tahun terakhir, tahap ketiga proses review sebanyak 7 artikel jurnal, tahap keempat pengkategorisasian dan tahap kelima penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empati sangat berpengaruh terhadap komunikasi interpersonal, membangun hubungan baik, meningkatkan perilaku prososial seperti altruisme, dengan media seperti film yang juga dapat membantu meningkatkan empati.
Leadership dalam Perspektif Dakwah Azizah, Siti Nur; Wirasusanto, Ari
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 3: Desember 2024
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v3i3.6366

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan leadership dalam perspektif dakwahMenurut Robert J. House Leadership merupakan keterampilan guna mendorong, memberikan motivasi serta membimbing perilaku orang lain atau umat dakam menggapai sasaran yang diinginkan. Sedangkan Menurut Syaikh Ali Mahfud, dakwah merupakan mengajak manusia berbuat baik dan mengikuti petunjuk Allah. Metode penelitian mengunakan studi literatur, dengan menganalisis 21 jurnal sebagai data primer. Analisis data dengan beberapa tahapan, tahap pertama menentukan tema, tahap kedua menyeleksi artikel jurnal yang relevan dengan tema dan sesuai dengan tenggat waktu 9 tahun terakhir, tahap ketiga proses review sebanyak 7 artikel jurnal, tahap keempat pengkategorisasian dan tahap kelima penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kepemimpinan dalam dakwah adalah kemampuan untuk memimpin umat dalam menegakkan nilai-nilai Islam dengan akhlak mulia, bertanggung jawab kepada Allah SWT, dan mengutamakan kepentingan umat. Nabi Muhammad SAW menjadi contoh utama sebagai pemimpin yang menegakkan keadilan, menyebarkan kebaikan, dan memotivasi umat.  
Peran Ayah dalam Pembentukan Karakter Anak Arifah, Muzai Yanatul
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 2: September 2024
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v3i2.6229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran ayah dalam pembentukan karakter anak. Peran Ayah menurut Harmaini ayah memiliki peran penting dalam keluarga berbeda dengan ibu ayah memiliki peran utama dalam memberikan perlindungan dan rasa aman bagi keluarga dan terutama anak. Metode penelitian menggunakan studi literature dengan menganalisis 20 jurnal sebagai data primer. Analisis data dengan beberapa tahapan, tahap pertama menentukan tema, tahap kedua menyeleksi artikel jurnal yang relevan dengan tema dan sesuai dengan tenggat waktu artikel (10 tahun terakhir), tahap ketiga proses  review artikel jurnal, tahap keempat pengkategorisasian dan tahap kelima penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Meskipun ibu sering kali lebih dominan dalam pengasuhan, keterlibatan ayah terbukti memiliki dampak yang signifikan dalam pembentukan identitas dan karakter anak. Ayah berperan sebagai teman yang memberi rasa aman, penyedia nafkah, pendidik, serta teladan dalam nilai moral dan perilaku sosial. Selain itu, peran ayah dalam memantau dan memberi arahan dalam interaksi sosial anak juga sangat penting. Penelitian ini mengidentifikasi perbedaan peran ayah dan ibu, dan bagaimana kedua peran tersebut saling melengkapi dalam mendukung perkembangan anak secara menyeluruh. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan dapat meningkatkan keterampilan sosial, kesejahteraan emosional, dan kognitif anak, yang berkontribusi pada pembentukan karakter yang kuat dan seimbang. Faktor-faktor seperti kondisi sosial ekonomi dan budaya juga memengaruhi cara ayah berperan dalam pengasuhan. Penelitian ini diharapkan mampu meneliti hal yang lebih mendalam terkait tema peran ayah pada aspek psikologi perkembangan.
Makna Kebahagiaan Aswandi, Lisya
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 3: Desember 2024
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v3i3.6231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang makna kebahagian. Kebahagiaan menurut Seligman adalah perasaan positif yang mendorong tindakan kebaikan, mencakup emosi positif dan aktivitas yang menyenangkan tanpa perasaan negatif, seperti saat terlibat dalam kegiatan yang sangat disukai. Metode penelitian menggunakan study literature dengan menganalisis 22 jurnal sebagai data primer. Analisis data dengan beberapa tahapan, tahap pertama menentukan tema, tahap kedua menyeleksi artikel jurnal yang relavan dengan tema dan sesuai dengan tenggat waktu artikel (10 tahun terakhir), tahap ketiga proses review sebanyak 7 artikel jurnal, tahap keempat pengkategorisasian,  tahap kelima penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebahagiaan berkaitan dengan tingkat kepuasan hidup yang tinggi dan kedamaian spiritual melalui hubungan dengan Tuhan. hasil Penelitian ini diharapkan mampu meneliti hal yang lebih mendalam terkait tema kebahagiaan pada aspek Keilahian.
Kondisi psikologis orang-orang dalam Berpuasa Anggara, Dwiza; Araaf, Dafit Al-furqan nur
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 2: September 2024
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v3i2.6357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan Kondisi psikologis orang-orang dalam berpuasa. Menurut Al-Ghazali Tujuan puasa adalah agar kita berakhlak dengan akhlak Allah SWT, dan meneladani perilaku malaikat dalam hal menahan diri dari hawa nafsu, sesungguhnya malaikat bersih dari hawa nafsu. Serta meninggikan derajat akal manusia atas ketakwaan kepada Allah SWT. Metode penelitian mengunakan studi literatur, dengan menganalisis 20 jurnal sebagai data primer. Analisis data dengan beberapa tahapan, tahap pertama menentukan tema, tahap kedua menyeleksi artikel jurnal yang relevan dengan tema dan sesuai dengan tenggat waktu 11 tahun terakhir, tahap ketiga proses review sebanyak 7 artikel jurnal, tahap keempat pengkategorisasian dan tahap kelima penarikan kesimpulan. hasil Penelitian menunjukkan bahwa puasa memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan mental. Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga membantu melatih pengendalian diri, meningkatkan ketenangan batin, serta mempromosikan kesabaran.