cover
Contact Name
LAILATUL BADRIYAH
Contact Email
lailatulbadriyah0409@gmail.com
Phone
+6281215411992
Journal Mail Official
istisyfa@mail.uinfasbengkulu.ac.id
Editorial Address
Jl. Raden Fatah Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Journal of Islamic Guidance and Counseling
ISSN : -     EISSN : 30472717     DOI : http://dx.doi.org/10.29300/istisyfa
Jurnal Istisyfa spesialisasi dalam Bimbingan dan Konseling Islam, dimaksudkan untuk memberikan sarana diskusi dan mengkomunikasikan penelitian orisinal dan isu-isu relevan. Jurnal ini menerbitkan artikel penelitian yang mencakup seluruh aspek konseling, Psikologi, Bimbingan, Kesehatan Mental, Psikoterapi yang masuk dalam konteks Islam.
Articles 73 Documents
PSIKOLOGI ABNORMAL DALAM KACAMATA DAKWAH Putri, Syafni
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 3: Desember 2024
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v3i3.6352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana psikologi abnormal dalam pandangan abnormal. Menurut Carrel, psikologi abnormal atau dikenal sebagai psikopatologi merupakan suatu bidang dalam psikologi yang focus pada studi mengenai berbagai kelainan atau gangguan yang dapat memengaruhi kepribadian individu yang dimana masalah ini harus ditangani dengan serius. Oleh karena itu, dalam jurnal ini membahas bagaimana peran dakwah dapat menjadi intervensi yang efektif dalam menangani masalah gangguan abnormal ini. Metode penelitian mengunakan studi literatur, dengan menganalisis 22 jurnal sebagai data primer. Analisis data dengan beberapa tahapan, tahap pertama menentukan tema, tahap kedua menyeleksi artikel jurnal yang relevan dengan tema dan sesuai dengan tenggat waktu 17 tahun terakhir, tahap ketiga proses review sebanyak 7 artikel jurnal, tahap keempat pengkategorisasian dan tahap kelima penarikan kesimpulan. Hasil penelitian media dakwah yang menggabungkan ajaran Islam dan psikologi sangat bermanfaat karena dapat membantu memahami dinamika kejiwaan manusia dengan lebih baik, dan menjadi intervensi yang efektif untuk meningkatkan kesehatan jiwa.  
Pola Asuh dalam Pembentukan Emosi Remaja Awal Fatimah, Nur Iliyin
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 2: September 2024
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v3i2.6230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pola asuh dalam membentuk perkembangan afeksi remaja awal. Gaya pengasuhan menurut Santrock merupakan  teknik orang tua mengajari anak yang membentuk suatu karakter. Metode penelitian menggunakan studi literature dengan menganalisi 21 jurnal sebagai data primer. Analisis data dengan beberapa tahapan, tahap pertama menentukan tema, tahap kedua menyeleksi artikel jurnal yang relevan dengan tema dan sesuai dengan tenggat waktu artikel (13 tahun terakhir), tahap ketiga proses review artikel jurnal, tahap keempat pengkategorisasian dan tahap kelima penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya pendekatan pengasuhan orang tua berperan dalam pembentukan emosi dan perilaku remaja, pola asuh demokratis mendukung remaja dalam mengelola emosi, disiplin, dan hubungan sosial secara positif, sementara pola asuh otoriter dan permisif cenderung berdampak negatif pada pengendalian diri serta kestabilan emosi remaja, pada keluarga TKI  minimnya interaksi dan komunikasi akibat jarak dapat mengganggu keseimbangan emosi remaja, yang sering merasa diabaikan. Pola asuh yang seimbang dan komunikatif menjadi kunci dalam mendukung perkembangan remaja secara optimal. Orang tua diharapkan untuk mengembangkan pola aasuh yang mendukung pembentukan emosi yang positif pada remaja awal. Penelitian ini diharapkan mampu meneliti hal yang lebih mendalam terkait tema pola asuh dalam pembentukan remaja awal.
Membangun Sikap Hormat Melalui Dakwah Puspita, Melisa
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 3: Desember 2024
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v3i3.6385

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membangun sikap hemat melalui dakwah. Menurut Licona, rasa hormat berarti menunjukkan penghargaan kepada orang lain. Ada tiga aspek utama yang perlu diperhatikan, yaitu menghormati diri sendiri, menghormati orang lain, dan menghormati segala bentuk kehidupan serta lingkungan yang saling menjaga. Metode penelitian mengunakan studi literatur, dengan menganalisis 20 jurnal sebagai data primer. Analisis data dengan beberapa tahapan, tahap pertama menentukan tema, tahap kedua menyeleksi artikel jurnal yang relevan dengan tema dan sesuai dengan tenggat waktu 7 tahun terakhir, tahap ketiga proses review sebanyak 7 artikel jurnal, tahap keempat pengkategorisasian dan tahap kelima penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengembangkan rasa hormat terhadap diri sendiri dapat membantu membangun karakter positif yang diperlukan untuk menjadi seseorang  yang dapat di percaya dan selalu mengikuti aturan. Rasa hormat kepada guru juga berperan penting dalam membentuk karakter siswa serta mengembangkan akhlak yang baik. Menghargai orang lain dan menerapkan nilai-nilai agama adalah faktor kunci dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan penuh dengan rasa hormat.
Pentingnya Kesehatan Mental dalam Perkembangan Remaja Lestari, Novia Ayu
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 2: September 2024
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v3i2.6203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya kesehatan mental dalam perkembangan remaja. Kesehatan mental menurut WHO adalah keadaaan dimana seseorang dapat mengenali dirinya sendiri, dapat mengatasi tekanan hidup yang normal. Metode penelitian menggunakan Study literature dengan menganalisis 20 jurnal sebagai data primer. Analisis data dengan beberapa data dengan beberapa tahapan, tahap pertama menentukan tema,tahap kedua menyeleksi artikel jurnal yang relevan dengan tema dan sesuai dengan tenggat waktu artikel(4 tahun terakhir),tahap ketiga proses review sebanyak 7 artikel jurnal,tahap keempat pengkategorisasian dan tahap kelima penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor seperti tekanan lingkungan, perubahan fisik, pengalaman traumatis, dan gaya hidup berperan besar terhadap kondisi mental remaja. Dukungan keluarga, pendidikan kesehatan mental di sekolah, dan kegiatan berbasis agama seperti sholat dan dzikir terbukti efektif dalam meningkatkan kesehatan mental remaja. Kesadaran masyarakat dan intervensi dini juga sangat diperlukan untuk mencegah dampak negatif yang lebih besar. Dengan kesehatan mental yang baik, remaja dapat tumbuh menjadi individu yang produktif, juga tangguh, siap menghadapi tantangan di masa depan dan berkontribusi dengan baik bagi masyarakat. Penelitian ini diharapkan mampu meneliti hal yang lebih mendalam terkait dengan kesehatan mental dalam menghadapi karir di masa yang akan datang.
Pembentukan kepercayaan Diri Remaja Aprilian, Meliani
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 3: Desember 2024
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v3i3.6328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pembentukan kepercayaan diri remaja. Menurut emrizal kepercayaan diri adalah suatu sikap atau perasaan yakin atas kemampuan pada sendiri. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur dengan menganalisis 20 Jurnal sebagai data primer. Analisis data dengan beberapa tahapan. Tahapan pertama menentukan tema. Tahapan kedua, menyeleksi artikel jurnal yang relevan dengan tema dan sesuai dengan tenggat waktu 24 tahun terakhir. Tahap ketiga, proses review artikel jurnal. Tahap keempat pengkategorisasian. Tahap ke Lima, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan diri berhubungan dengan aspek sosial antara lain teknologi, dukungan sosial, lingkungan keluarga, body image, adaptasi sosial dan peran orang tua. Adapun dampaknya ketidakpercayaan diri ialah munculnya kecemasan pada diri individu. Penelitian diharapkan mampu meneliti hal yang lebih mendalam terkait tema kepercayaan diri pada aspek psikologis. This research aims to explain the formation of adolescent self-confidence. According to Emrizal, self-confidence is an attitude or feeling of confidence in one's own abilities. This research method uses literature study by analyzing 20 journals as primary data. Data analysis with several stages. The first stage is determining the theme. The second stage, selecting journal articles that are relevant to the theme and in accordance with the deadline of the last 24 years. The third stage, the journal article review process. The fourth stage of categorization. Fifth stage, drawing conclusions. The research results show that self-confidence is related to social aspects, including technology, social support, family environment, body image, social adaptation and the role of parents. The impact of self-distrust is the emergence of anxiety in the individual. It is hoped that the research will be able to examine things in more depth regarding the theme of self-confidence in psychological aspects.
Pentingnya Kecerdasan Emosi Pada Remaja Haryani, Jernilan Beta
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 2: September 2024
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v3i2.6330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya kecerdasan emosi pada remaja. Kecerdasan emosi menurut Daniel Goleman yaitu kemampuan seseorang untuk mengatur kehidupan emosinya dengan menggunakan inteligensi. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur dengan menganalisis 20 jurnal sebagai data primer. Analisis data dengan beberapa tahapan. Tahap pertama menentukan tema. Tahapan kedua, menyeleksi artikel jurnal yang relevan dengan tema dan sesuai dengan tenggat waktu artikel 10 tahun terakhir. Tahap ketiga, proses review artikel jurnal sebanyak 12 artikel. Tahap keempat pengkategorisasian. Tahap kelima, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini  menunjukkan bahwa kecerdasan emosi berhubungan dengan  faktor pengaruh kecerdasan emosi (faktor lingkungan, keluraga, dan teman sebaya). Kecerdasan emosi juga  berpengaruh pada aspek sosial(kenakalan remaja, perilaku agresif). Penelitian ini diharapkan mampu meneliti hal yang lebih mendalam terkait tema kecerdasan emosi pada aspek pendidikan. This research aims to explain the importance of emotional intelligence in adolescents. Emotional intelligence according to Daniel Goleman is a person's ability to manage their emotional life using intelligence. This research method uses literature study by analyzing 20 journals as primary data. Data analysis with several stages. The first stage determines the theme. The second stage, selecting journal articles that are relevant to the theme and in accordance with the article deadlines of the last 10 years. The third stage, the process of reviewing 12 journal articles. The fourth stage of categorization. Fifth stage, drawing conclusions. The results of this study show that emotional intelligence is related to factors influencing emotional intelligence (environmental, family and peer factors). Emotional intelligence also influences social aspects (juvenile delinquency, aggressive behavior). It is hoped that this research will be able to examine things in more depth related to the theme of emotional intelligence in educational aspects
Meditasi Sebagai Healing Ways Cahyani, Rini; Mareta, Natasya Dwi
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 3: Desember 2024
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v3i3.6365

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran meditasi sebagai healing ways. Menurut Suacana meditasi adalah metode penyembuhan dan telah dimasukkan ke dalam berbagai tradisi spiritual dan filosofis di seluruh dunia sejak ribuan tahun lalu. Sebagai teknik penyembuhan, meditasi berfokus pada pengembangan fisik, mental, dan emosional serta mencapai kesadaran diri dan kasih sayang terhadap diri sendiri.Meditasi juga berfungsi sebagai komponen cara hidup seseorang untuk mencapai ketenangan, kebahagiaan, dan kedamaian hidup. Metode penelitian mengunakan studi literatur, dengan menganalisis 27 jurnal sebagai data primer. Analisis data dengan beberapa tahapan, tahap pertama menentukan tema, tahap kedua menyeleksi artikel jurnal yang relevan dengan tema dan sesuai dengan tenggat waktu 6 tahun terakhir, tahap ketiga proses review sebanyak 7 artikel jurnal, tahap keempat pengkategorisasian dan tahap kelima penarikan kesimpulan. Hasil penelitian Meditasi memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan emosional individu. Berbagai studi yang diulas menunjukkan bahwa praktik meditasi dapat berfungsi sebagai alat yang efektif dalam mengelola dan mengurangi masalah psikologis seperti kecemasan, depresi, dan stres.
Perkembangan moral judgment menurut piaget dan kohlberg Hunni'mah, Alia Mifta
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 2: September 2024
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v3i2.6329

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perkembangan penilaian moral menurut teori Jean Piaget dan Lawrence Kohlberg. Kedua tokoh ini memiliki kesamaan pandangan bahwa perkembangan moral merupakan proses bertahap yang berjalan seiring dengan pertambahan usia dan perkembangan kemampuan kognitif individu. Baik Piaget maupun Kohlberg sepakat bahwa pemahaman moral bersifat dinamis, berkembang melalui pengalaman serta interaksi sosial. Anak-anak pada awalnya memahami moral secara sederhana, berfokus pada aturan eksternal atau dampak langsung, namun seiring waktu mereka beralih ke pemahaman moral yang lebih kompleks, adil, dan didasarkan pada prinsip universal. Dengan demikian, perkembangan moral menurut kedua teori ini bergerak dari orientasi yang cenderung konformis, menuju pemahaman yang lebih mandiri dan berdasarkan nilai sosial yang lebih mendalam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menganalisis 20 jurnal sebagai data primer. Analisis data dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu tahap pertama, menentukan tema penelitian, tahap kedua, menyeleksi artikel jurnal yang relevan dan terbit dalam 10 tahun terakhir, tahap ketiga, meninjau 8 artikel yang telah dipilih, tahap keempat, mengkategorisasi temuan, dan tahap kelima, menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian moral berhubungan erat dengan tindakan manusia yang mencakup nilai-nilai moral, prinsip, agama spiritual, keadilan sosial, analisis kritis, penguatan moral, dan pendidikan karakter. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk kajian lebih mendalam terkait perkembangan penilaian moral dalam berbagai aspek kehidupan.This research aims to explain the development of moral judgment according to the theories of Jean Piaget and Lawrence Kohlberg. These two figures share the same view that moral development is a gradual process that goes along with increasing age and the development of an individual's cognitive abilities. Both Piaget and Kohlberg agree that moral understanding is dynamic, developing through experience and social interaction. Children initially understand morals in simple terms, focusing on external rules or immediate impact, but over time they move to a more complex, just, and based on universal principles. Thus, moral development according to these two theories moves from an orientation that tends to be conformist, towards an understanding that is more independent and based on deeper social values. The method used in this research is a literature study by analyzing 20 journals as primary data. Data analysis was carried out in several stages, namely the first stage, determining the research theme, the second stage, selecting relevant journal articles published in the last 10 years, the third stage, reviewing the 8 selected articles, the fourth stage, categorizing the findings, and the fifth stage, draw a conclusion. The research results show that moral judgment is closely related to human actions which include moral values, principles, spiritual religion, social justice, critical analysis, moral strengthening, and character education. It is hoped that this research can become a basis for more in-depth studies regarding the development of moral judgment in various aspects of life.
The Meaning of Islamic Mindfulness-Based Counseling Experience for Students with Anxiety Problems Syafii, Muhammad Hisyam
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 3: Desember 2024
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v3i3.7599

Abstract

This study aims to explore the meaning of the Islamic Mindfulness-Based Counseling (IMBC) experience for students with anxiety problems. Using a qualitative systematic literature review approach, this research analyzes relevant studies published between 2020 and 2024. The findings indicate that integrating mindfulness principles with Islamic values—such as muraqabah (self-monitoring), muhasabah (self-reflection), and khusyu' (spiritual focus)—offers a more holistic approach to anxiety management. Students undergoing IMBC report increased self-awareness, spiritual well-being, and cognitive reappraisal of anxiety as a test of faith rather than a mere psychological disorder. Moreover, techniques such as mindful prayer, dhikr, and Qur'anic reflection contribute significantly to emotional regulation and psychological resilience. These findings highlight the potential of IMBC as a culturally and religiously relevant intervention for Muslim students. Future research should employ experimental methods to measure IMBC's effectiveness quantitatively and explore its impact on broader psychological constructs.
BERPIKIR POSITIF DALAM PERSPEKTIF DAKWAH Restari, Destri; nurrohmah, silvia
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 3: Desember 2024
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v3i3.6374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan Ilusi positif dalam persepektif dakwah. Menurut Caprara & Steca menjelaskan bahwa berpikir positif merupakan cara untuk melihat kehidupan atau kejadian yang dialami secara positif. Pikiran positif suatu strategi yang dilakukan seorang individu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Metode penelitian menggunakan studi literatur, dengan menganalisis 24 jurnal sebagai data primer. Analisis data dengan beberapa tahapan, tahap pertama menentukan tema, tahap kedua menyeleksi artikel jurnal yang relevan dengan tema dan sesuai dengan tenggat waktu 7 tahun terakhir, tahap ketiga proses review sebanyak 7 artikel jurnal, tahap keempat pengkategorisasian dan tahap kelima penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan berpikir positif memiliki peran penting dalam meningkatkan kesehatan mental dan kualitas hidup. Dengan berpikir positif, seseorang cenderung lebih optimis, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan kepuasan hidup.