cover
Contact Name
LAILATUL BADRIYAH
Contact Email
lailatulbadriyah0409@gmail.com
Phone
+6281215411992
Journal Mail Official
istisyfa@mail.uinfasbengkulu.ac.id
Editorial Address
Jl. Raden Fatah Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Journal of Islamic Guidance and Counseling
ISSN : -     EISSN : 30472717     DOI : http://dx.doi.org/10.29300/istisyfa
Jurnal Istisyfa spesialisasi dalam Bimbingan dan Konseling Islam, dimaksudkan untuk memberikan sarana diskusi dan mengkomunikasikan penelitian orisinal dan isu-isu relevan. Jurnal ini menerbitkan artikel penelitian yang mencakup seluruh aspek konseling, Psikologi, Bimbingan, Kesehatan Mental, Psikoterapi yang masuk dalam konteks Islam.
Articles 103 Documents
strategi Pengembangan Harapan pada Anak Usia Dini muniroh, siti
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 2: September 2024
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v3i2.6287

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk menggambarkan proses  Pengembangan harapan pada anak usia dini. Menurut Humaidah masa usia dini dikenal sebagai masa priode emas, yaitu fase  penting untuk menanamkan harapan yang dapat mendukung perkembangan fisik, kognitif, emosional, dan sosial anak. Dalam hal ini peran Orang tua, guru, dan lingkungan sekitar merupakan satu kesatuan yang yang tidak dapat dipisahkan karena mereka berkontribusi besar dalam memberikan dorongan serta ransangan untuk membangun rasa percaya diri pada anak. Menurut Ahmad Maulana dan Eva Eminia Elisa menyatakan bahwa perkembangan anak usia dini merupakan fase penting yang ditandai dengan perubahann signifikan pada fisik, kognitif, dan sosio-emosi. Dalam penelitian ini Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan   menganalisis 20 jurnal sebagai  sumber data primer. Analisis data dengan beberapa tahapan, tahap pertama menentukan tema. Tahap kedua menyeleksi artikel jurnal yang relevan dengan tema dan sesuai dengan tenggat waktu artikel (5 tahun terakhir), tahap ketiga proses review artikel jurnal sebanyak 10 artikel, tahap keempat pengkategorisasian dan tahap kelima penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan harapan dapat dilakukan melalui stimulasi lingkungan positif, penguatan interaksi sosial, dan pembiasaan pola pikir optimis. Penelitian diharapkan mampu meneliti hal yang lebih mendalam terkait tema pendekatan interaksi keluarga dengan membacakan dongeng pada anak.
Menemukan ketenangan jiwa dalam tantangan hidup permatasari, rizkia aulia; riftiani, nadya aulia; hindriani, dita; maji, fuad
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 3: Desember 2024
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v3i3.6360

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan ketenangan jiwa dalam tantangan hidup. Menurut Dzakiah Drajat menyatakan bahwa ketenangan jiwa adalah kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri dengan orang lain sehingga dapat mengendalikan faktor-faktor dalam kehidupannya dan menghindari perasaan tertekan yang berujung pada frustasi. Orang yang tidak memiliki ketenangan jiwa cenderung mengalami guncangan emosi atau menunjukkan prilaku yang tidak stabil. Kemampuan untuk menyesuaikan diri untuk lingkungan, orang lain dan masyarakat juga disebut ketenangan jiwa. Metode penelitian mengunakan studi literatur, dengan menganalisis 24 jurnal sebagai data primer. Analisis data dengan beberapa tahapan, tahap pertama menentukan tema, tahap kedua menyeleksi artikel jurnal yang relevan dengan tema dan sesuai dengan tenggat waktu 6 tahun terakhir, tahap ketiga proses review sebanyak 7 artikel jurnal, tahap keempat pengkategorisasian dan tahap kelima penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketenangan jiwa juga dipengaruhi oleh lingkungan sosial yang mendukung, melalui komunikasi positif dan bimbingan rohani Islam yang berfungsi preventif. Zikir dan silaturahmi menjadi cara efektif untuk menciptakan ketenangan dan kedamaian, serta mempererat hubungan antar individu dengan cinta, saling menghormati, dan toleransi.
Terapi Islam dalam Sudut Pandang Psikologi Klinis Hotimah, Husnul
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 2: September 2024
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v3i2.6350

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan terapi islam dalam sudut pandang psikologi klinis. Terapi menurut Aji ini adalah proses korektif, kuartif atau penyembuhan, yang sangat lazim dipakai dalam bidang medikal. Metode penelitian menggunakan studi literature dengan menganalisis 20 jurnal sebagai data primer. Analisis data dengan beberapa tahapan, tahap pertama menentukan tema, tahap kedua menyeleksi artikel jurnal yang relevan dengan tema dan sesuai dengan tanggal waktu artikel (10 tahun terakhir), tahap ketiga proses review artikel jurnal, tahap keempat pengkategorisasian dan tahap kelima penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terapi Islam dalam Psikologi Klinis menerapkan prinsip-prinsip seperti sholat, zikir, puasa, dan tawakal untuk mengatasi kecemasan, depresi, dan stres. Penelitian ini diharapkan mampu meneliti hal yang lebih mendalam terkait tema terapi islam dalam sudut pandang psikologi klinis. 
Strategi Pembelajaran dan Dukungan Lingkungan dalam Perkembangan Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Bengkulu Aisyah Bila Sapitri; Dara Siska; Suci Alima Sundari; Mendo Fikrian Anugrah
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v4i3.9786

Abstract

This study aims to identify the learning strategies and environmental support applied to children with special needs at SLB N 5 Bengkulu. This research employed a descriptive qualitative approach with the subjects consisting of a teacher and a parent of a speech-impaired student selected through purposive sampling. Data were collected through interviews, observations, and documentation and analyzed using the Miles and Huberman model. The findings reveal that the learning process implements an adaptive curriculum according to the abilities of each type of disability. Visual methods, demonstrations, and sign language are used to facilitate communication and students’ conceptual understanding. The study also found differences in communication patterns between home and school, indicating the need for consistent strategies to optimize language development. Family support and collaboration with teachers play an important role in developing students’ adaptive abilities and independence. In addition, an inclusive school environment, learning facilities, and social interactions among students contribute to the success of education for children with special needs. This study emphasizes that the effectiveness of learning in special schools is influenced by a combination of appropriate learning strategies and support from both the family and school environment. The findings may serve as a reference for developing learning strategies and educational policies for students with special needs in special education schools.
Perasaan Mahasantri Dalam Menjalankan Shalat Berjamaah Tepat Waktu Diasrama Putri Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu Yulanda Yulanda
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v4i2.9913

Abstract

This study aims to describe the emotional experiences of mahasantri in performing congregational prayers on time at the Female Dormitory of UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. This phenomenon is important to examine because congregational prayer in a dormitory setting is not only a form of ritual obedience but also an emotional experience influenced by institutional rules, religious motivation, and social dynamics among the students. This research employs a descriptive qualitative approach, using in-depth interviews and transcript analysis as the primary data collection techniques. The analytical procedures consist of open coding, axial coding, and selective coding to identify relevant categories and thematic patterns. The findings indicate that mahasantri experience a variety of emotions when performing congregational prayers on time. Dominant positive feelings include calmness, relief, happiness, and pride. Wulan stated that she felt “calm and not pressured during the Sunday evaluation,” while Maya expressed that she felt “more proud of myself” after consistently praying on time. Furthermore, Sella described her congregational prayer experience as “happy… the atmosphere feels different, it really feels like being at the pesantren.” However, the study also found negative emotions such as anxiety and fear of punishment when students were late or failed to join the congregational prayer, as expressed by Sella who felt “anxious… afraid of being punished.” Another finding shows that some students experienced an emotional shift from feeling forced to becoming sincere, as reflected in Wulan’s statement: “At first it felt forced… over time I got used to it… eventually I became sincere.” Overall, this study concludes that the emotional experiences of mahasantri in performing congregational prayers on time span a wide emotional spectrum and are influenced by a combination of internal and external factors. Congregational prayer functions not only as a ritual activity but also as a medium for building discipline, spiritual comfort, and emotional development within the dormitory environment. 
Keutamaan Waktu dalam Islam sebagai Sumber Motivasi Mahasiswa Perantau dalam Menjalani Kehidupan Akademik Dwi Rahmadani
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 4, No 1 (2025): April
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v4i1.9928

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman mahasiswa perantau dalammenghadapi tantangan akademik dan kehidupan sehari-hari serta memahami bagaimanaproses adaptasi mereka membentuk kemandirian. Penelitian menggunakan pendekatankualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap tiga informan yang merupakanmahasiswa perantau.Data dianalisis melalui tahapan open coding, axial coding,dan selectivecoding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa perantau mengalami beberapatantangan utama, yaitu tekanan emosional berupa rasa rindu dan kesepian akibat jauh darikeluarga, yang tergambar dari pernyataan informan,seperti jauh dari keluarga membuatbanyak mahasiswa merasa rindu akan suasana rumah dan saat saya sedang sakit saya merasasangat sendirian karena harus mengurus semuanya sendiri.Selain itu,tantangan manajerialmuncul dalam bentuk pengelolaan keuangan yang menuntut kemampuan memilah prioritas,sebagaimana dinyatakan membedakan kebutuhan dan keinginan serta harus dicatat apa sajapengeluaran kita selama 1 bulan.Tantangan berikutnya berkaitan dengan adaptasi sosial,dimana informan mengungkapkan perlunya membangun relasi baru melalui mulai percakapankecil dengan teman di kampus dan kehati-hatian dalam memilih lingkungan pergaulan agartidak salah arah. Mahasiswa juga menghadapi tekanan akademik yang bertambah berat,misalnya sekali bikin laporan ada 5 laporan dalam sehari itu bikin capek,yangmenggambarkan bahwa intensitas tugas turut memengaruhi kondisi emosional dan fisikmereka. Meskipun demikian, seluruh pengalaman tersebut justru membentuk kemandirian,seperti terlihat pada pernyataan sejak merantau mulai mandiri sering masak,sertapeningkatan kemampuan mengelola diri, bertanggung jawab, dan menjaga motivasi untukmembanggakan orang tua. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa prosesmerantau tidak hanya menghadirkan tantangan, tetapi juga menjadi sarana pembentukankarakter, ketahanan pribadi, dan kemampuan manajemen diri yang sangat berpengaruhterhadap keberhasilan akademik dan perkembangan kedewasaan mahasiswa perantau.
Dinamika Emosional dan Sosial Siswa Remaja dengan Gangguan Pendengaran di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Bengkulu Citra Putria Resmi; Marla Tri Andini; Noven Novi Aharlan; Zekriwan Abarozy
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v4i3.9789

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami dinamika emosional dan sosial seorangremaja tunarungu melalui studi kasus mendalam terhadap NL, siswi SLBberusia 15 tahun di Kota Bengkulu. Pendekatan kualitatif dengan metodestudi kasus digunakan untuk menggali pengalaman personal, keluarga, danlingkungan sosial yang mempengaruhi proses perkembangan NL. Datadikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi,kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa NL mengalami keterlambatanperkembangan sejak kecil, hambatan komunikasi, serta berbagai bentukbullying dan stigma sosial yang berdampak pada kepercayaan diri danregulasi emosinya. NL sering merasakan kesedihan, kecemasan, danpertanyaan diri terkait kondisi pendengarannya. Namun, dukunganemosional ibu menjadi faktor protektif yang sangat menentukan dalammembantu NL membangun penerimaan diri, kestabilan emosi, danketerampilan sosial. Keluarga berperan besar melalui pendampinganspiritual, pemenuhan kebutuhan emosional, serta penguatan potensi kreatifNL, terutama dalam bidang seni dan fashion yang menjadi sumber harga diridan identitas positifnya. Temuan ini menegaskan bahwa remaja tunarungutidak hanya menghadapi hambatan psikososial, tetapi juga memiliki peluangberkembang ketika mendapatkan dukungan yang tepat. Penelitian inimemberikan kontribusi penting bagi layanan bimbingan dan konseling Islamdalam merancang intervensi yang lebih adaptif dan empatik terhadapkebutuhan remaja dengan gangguan pendengaran.
Membentuk Kepribadian Islami Remaja Melalui Wudhu Dini Mahfudzah Aulia
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v4i2.9924

Abstract

Abstract Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran wudhu dalam membentuk kebiasaan hidup bersih, akhlak baik, serta regulasi diri (self-regulation) pada remaja melalui pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tiga informan remaja, kemudian dianalisis menggunakan tahapan open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wudhu dipahami tidak hanya sebagai ritual ibadah, tetapi juga sebagai kebiasaan yang menumbuhkan disiplin, tanggung jawab, dan kontrol diri. Informan menjelaskan bahwa praktik wudhu yang dilakukan secara konsisten setiap hari membentuk kesadaran remaja untuk menjaga kesucian, berhati-hati dalam bertindak, serta menghindari perilaku yang berpotensi membatalkan wudhu. Selain itu, wudhu memberikan ketenangan emosional, membantu mengurangi pikiran negatif, menstabilkan emosi, serta meningkatkan ketenangan batin, sehingga berfungsi sebagai sarana regulasi emosi yang efektif. Wudhu juga berperan dalam menjaga kebersihan fisik, seperti mengurangi keringat dan membuat tubuh terasa segar, sehingga mendukung pembentukan gaya hidup sehat. Analisis tematik menunjukkan bahwa wudhu berfungsi sebagai mekanisme pembentukan self-regulation melalui integrasi aspek spiritual, psikologis, fisik, dan sosial, yang secara keseluruhan mendukung pembentukan karakter remaja. Temuan ini menegaskan bahwa wudhu memiliki kontribusi multidimensional dalam perkembangan remaja dan dapat dimanfaatkan sebagai strategi pendidikan karakter di sekolah maupun keluarga. Penelitian lanjutan disarankan untuk melibatkan jumlah informan yang lebih luas guna memperkuat generalisasi hasil penelitian.
Hubungan perilaku asertif dengan kesejahteraan psikologis siswa di SMK N 2 Bengkulu Utara Anggelia Desiska
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 4, No 1 (2025): April
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v4i1.8477

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku asertifdengan kesejahteraan psikologis siswa di SMK Negeri 2 Bengkulu Utara.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif denganpendekatan korelasional. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi ProductMoment dari Pearson. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 172 siswa yangdipilih melalui teknik sampling tertentu. Hasil analisis menunjukkan bahwanilai r hitung sebesar 0,377 lebih besar dari r tabel pada taraf signifikansi 5%sebesar 0,000. Dengan demikian, hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesisnol (Ho) ditolak. Artinya, terdapat hubungan positif yang signifikan antaraperilaku asertif dengan kesejahteraan psikologis siswa. Meskipun demikian,tingkat korelasi yang diperoleh tergolong rendah atau lemah. Hal inimenunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat perilaku asertif yang dimilikisiswa, maka semakin besar kecenderungan siswa tersebut memilikikesejahteraan psikologis yang baik.Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilakuasertif memiliki peran penting dalam mendukung kesejahteraan psikologissiswa, meskipun pengaruhnya tidak terlalu kuat. Oleh karena itu,pengembangan perilaku asertif di kalangan siswa perlu didukung sebagaibagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan psikologis mereka.
Perkembangan Sosial Kognitif Anak Tuna Grahita di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Bengkulu Mesal Sabilah; Yulia Puji Astuti; Aulia Sulistiyowati; Xsel Ramadhan Saputra
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v4i3.9832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai perkembangan sosial-kognitif seorang anak tuna grahita berinisial (S) dalam konteks pembelajaran di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Bengkulu. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kondisi awal perkembangan (S) yang menunjukkan hambatan intelektual sejak masa bayi dengan skor IQ 62, yang berdampak pada keterlambatan proses belajar dan kesulitan beradaptasi secara sosial. Ketika berada di sekolah reguler, (S) mengalami penolakan dari lingkungan sosial, menarik diri dari pergaulan, dan tidak mampu mengikuti pembelajaran secara efektif. Keadaan ini menyebabkan rendahnya kepercayaan diri serta keterbatasan kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk mengkaji perkembangan (S) secara komprehensif melalui wawancara mendalam, observasi perilaku sosial dan proses belajar, serta dokumentasi hasil asesmen kecerdasan dan catatan perkembangan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah berpindah ke SLB, perkembangan (S) meningkat secara signifikan dalam aspek kognitif dan sosial. (S) mulai mampu mengikuti instruksi, menunjukkan kemampuan berhitung sederhana, melakukan interaksi sosial yang lebih positif, serta memiliki motivasi belajar yang lebih stabil. Lingkungan sekolah yang suportif, penggunaan strategi pembelajaran yang fleksibel, kegiatan berbasis aktivitas, serta dukungan emosional dan finansial dari keluarga menjadi faktor utama yang mempengaruhi peningkatan perkembangan (S). Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa layanan pendidikan khusus yang tepat dan keterlibatan aktif keluarga menjadi kunci penting dalam mengoptimalkan perkembangan sosial-kognitif anak tuna grahita. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi perbaikan praktik pendidikan inklusif dan intervensi psikopedagogis yang lebih efektif di masa mendatang.

Page 8 of 11 | Total Record : 103