cover
Contact Name
Monica Widyaswari
Contact Email
monicawidyaswari@unesa.ac.id
Phone
+6282231135605
Journal Mail Official
jplus@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Lidah Wetan: Terletak di Jl. Lidah Wetan, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
J+Plus: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah
  • jurnal-pendidikan-luar-sekolah
  • Website
ISSN : 23379286     EISSN : -     DOI : -
Strategi, metode, dan model pembelajaran dalam Pendidikan Nonformal Teknologi dan media pembelajaran untuk Pendidikan Nonformal Pelatihan berbasis komunitas dan pengembangan keterampilan Inovasi dalam pendidikan masyarakat dan pendidikan seumur hidup Pendidikan vokasional dan pelatihan kerja Program pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan Kebijakan dan manajemen Pendidikan Nonformal Studi kasus implementasi Pendidikan Nonformal di berbagai wilayah Kolaborasi antar lembaga dalam mendukung Pendidikan Nonformal Evaluasi program dan dampak Pendidikan Nonformal
Articles 660 Documents
Pengelolan Program Pelatihan Kerajinan Batik Bagi Ibu-ibu PKK di Desa Betoyo Guci Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik Ulumil Istifaiyah
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 2 (2017): vol 9 tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah mendiskripsikan pengelolaan program pelatihan kerajinan batik bagi ibi-ibu PKK, menggunakan lima fungsi manajemen yaitu Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, Pengawasan, dan Evaluasi. Pelatihan bertujuan untuk mengembangkan keahlian, pengetahuan, dan sikap tertentu dalam proses peningkatan potensi diri sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerah. Salah satu pelatihan yang berguna untuk mengembangkan potensi daerah adalah pelatihan pembuatan batik tulis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang di gunakan melalui wawancara mendalam, obeservasi partisipan dan non partisipan, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 25 orang peserta dan infroman terdiri dari 1 orang tutor, 5 pengelola, dan 1 orang tokoh masyarakat. Teknik keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan teori , teknik analisis data yang di gunakan dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan program pelatihan kerajinan batik bagi ibu-ibu PKK di Desa Betoyo Guci Manyar-Gresik sudah cukup baik. Di buktikan dengan adanya peserta belajar yang belum bisa membatik dengan baik dan benar sehingga bisa membatik, dengan tujuan awal juga untuk mengembangkan potensi pada peserta belajar dan menjadikan desa Betoyo Guci sebagai desa sentra batik. Kata kunci: pengelolaan program, pelatihan kerajinan batik.
PELATIHAN MENJAHIT DASAR UNTUK MEMBENTUK SIKAP WIRAUSAHA PESERTA DIDIK KEJAR PAKET B DI UPT SKB CERME GRESIK ASFINDA YENIS FIRISKA
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 2 (2017): vol 9 tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pelatihan ini bertujuan untuk membentuk sikap wirausaha peserta didik melalui pelatihan menjahit dasar di UPT SKB Cerme Gresik. Adapun rumusan masalahnya: Bagaimana pembentukan sikap wirausaha melalui pelatihan menjahit dasar bagi peserta didik? Dan apa saja faktor pendukung dan faktor penghambatnya? Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara terstruktur dan dokumentasi serta teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Dalam uji keabsahan data, peneliti menggunakan kredibilitas, dependabilitas dan konfirmabilitas.Hasil penelitian menunjukkan adanya keberhasilan pelatihan menjahit dasar kepada peserta didik Kejar Paket B dengan diperolehnya sikap wirausaha diantaranya: kemauan dan rasa percaya diri, disiplin, motivasi tinggi, berani mengambil resiko, kreatif dan inovasi. Adapun faktor pendukungnya yaitu minat dan semangat yang tinggi yang ada pada peserta didik dalam menjalani pelatihan menjahit sehingga pelatihan tersebut dapat berjalan dengan baik. Sedangkan faktor penghambat dari pelatihan tersebut yakni kurangnya bimbingan terhadap peserta didik dikarenakan minimnya jumlah Tutor yang mampu mendampingi dan pemberian bantuan modal bagi peserta. Dan diharapkan Penyelenggara turut membantu pengembangan keahlian peserta didik. Kata Kunci: Pelatihan menjahit dasar, Sikap wirausaha
PENGARUH PELAKSANAAN DIKLAT PENINGKATAN KOMPETENSI PENGELOLA PAUD TERHADAP KESIAPAN AKREDITASI LEMBAGA DI WILAYAH GERBANGKERTASUSILA NUR ENDAH ROMADHINA
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 2 (2017): vol 9 tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pelaksanaan diklat peningkatan kompetensi pengelola PAUD, (2) mengetahui pengaruh pelaksanaan diklat peningkatan kompetensi pengelola PAUD terhadap keasiapan akreditasi lembaga PAUD di Wilayah Gerbangkertasusila. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan pendekatan non parametris karena sampel yang digunakan merupakan seluruh populasi yang dijadikan responden. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 21 orang peserta diklat yang tersebar di wilayah gerbangkertasusila. Langkah awal sebelum penelitian adalah melakukan uji validitas dan uji reliabilitas pada 15 peserta diklat dari daerah lain di Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan diklat peningkatan kompetensi pengelola PAUD terhadap kesiapan akreditasi lembaga dapat dilihat berdasarkan perhitungan tabel correlations menggunakan rumus Kendall Tau dapat diketahui bahwa nilai koofesien korelasi hitung sebesar 0,616 dengan taraf signifikansi masing-masing sebesar 0,000. Dan untuk N= 21 dengan taraf signifikasi 5% maka harga r-tabel diketahui sama dengan 0,433. Jadi dapat disimpukan bahwa adanya pengaruh yang positif antara pelaksanaan diklat peningkatan kompetensi pengelola PAUD terhadap kesiapan akreditasi lembaga di Wilayah Gerbangkertasusila. Kata Kunci : Pelaksanaan Diklat, Kesiapan Akreditasi.
PELATIHAN TATA RIAS PENGANTIN PROGRAM REGULER DALAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN PESERTA DIDIK DI LKP SALON FADHILLAH KABUPATEN GRESIK Ika Elviana
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 2 (2017): vol 9 tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pelatihan merupakan salah satu program pendidikan pendidikan luar sekolah yang di selenggarakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan seseorag sehingga akan berkembang kompetensi yang dimilikinya. Penilitian ini bertujuan untuk mengananlisis dan mendiskripsikan pelaksanaan dan dampak pelatihan tata rias pengantin program reguler dalam pengembangan kewirausahaan peserta didik di LKP Salon Fadhillah Kabupaten Gresik.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini meliputi pengelola, isntruktur dan peserta didik pelatihan tata rias pengantin program reguler yang sudah memiliki usaha dalam bidang tata rias.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. kemudian data akan direduksi , display dan disimpulkan. Setelah itu di uji keabsahan datanya dengan uji kredibility, uji depandibility dan uji konfirmability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pelatihan tata rias pengantin program reguler sudah terlaksana dengan baik dengan di laksanakannya aspek-aspek pelatihan meliputi pengorganisasian peserta didik, pengorganisasian tujuan dan bahan ajar, metode pembelajaran, alokasi waktu, tempat belajar dan sarana pendukung, alat dan media pembelajaran, sumber belajar dan evaluasi. Dampak pelatihan tata rias pengantin program reguler adalah peserta didik dapat menambah pengetahuan, keterampilan dan pengalaman dalam bidang tata rias pengantin sehingga kompetesi peserta didik dapat meningkat dan hal tersebut dapat di jadikan modal untuk peserta didik dalam mengembangkan kewirausahannya dalam bidang tata rias. Kata kunci : pelatihan tata rias pengantin, pengembangan kewirausahaan
DAMPAK PROGRAM PELATIHAN MERAJUT TERHADAP PENINGKATAN KEMANDIRIAN USAHA DAN EKONOMI KELUARGA DI PKBM SUROMENGGOLO KABUPATEN PONOROGO Kiky Eka Cahyati
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 2 (2017): vol 9 tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pelatihan merajut yang dilaksanakan oleh PKBM dilatarbelakangi dari masih banyaknya kemiskinan di Ponorogo mencapai 102.600 jiwa. Pada pelatihan merajut ini sasarannya adalah perempuan miskin pedesaan yang tidak mempunyai pekerjaan sebanyak 30 orang. Pelatihan merajut bertujuan agar peserta didik dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta sikap dalam membuka usaha mandiri, sehingga dapat berdampak pada peningkatkan produktifitas dan ekonomi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis mengenai (1) hasil program pelatihan merajut di PKBM Suromenggolo Kabupaten Ponorogo, (2) dampak program pelatihan merajut terhadap peningkatan kemandirian usaha, serta (3) dampak program pelatihan merajut terhadap peningkatan ekonomi keluarga. Peneliti menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Informan penelitian ini adalah: (1) Kepala PKBM Suromenggolo, (2) Instruktur, (3) Peserta didik. Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan langkah reduksi data, display data, serta verifikasi dan simpulan. Setelah itu diuji nilai kebenarannya dengan kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dan transferabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) pengembangan pengetahuan, keterampilan dalam pembuatan rajutan dan sikap ulet dalam bekerja dan berwirausaha, 2) mampu memiliki usaha sendiri, mengelola usahanya dengan baik dan tanpa tergantung dengan pihak lain, 3) mampu mempunyai pendapatan sehingga dapat mengubah kondisi kearah yang lebih baik, mampu memenuhi kebutuhan pokok dan menyisihkan sebagian hasil penjualan untuk cadangan uang (ditabung). Kata Kunci: Pelatihan Merajut, Kemandirian Usaha, Ekonomi Keluarga
PERAN TUTOR MELALUI METODE BERNYANYI DALAM MEMUDAHKAN PEMAHAMAN GRAMMAR BAHASA INGGRIS PESERTA DIDIK LEVEL ELEMENTARY DI LEMBAGA KURSUS REC-BHA DESA WARU BARAT KECAMATAN WARU KABUPATEN PAMEKASAN ACHMAD NAUVALUL IKBAR
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 2 (2017): vol 9 tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tutor merupakan seorang pendidik yang berinteraksi langsung dengan peserta didik didalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. Dalam penelitian ini peran tutor yang dibahas adalah peran sebagai pembimbing, motivator, dan evaluator melalui metode bernyanyi dalam memudahkan pemahaman grammar bahasa inggris peserta level elementary di Lembaga Kursus Radiant English Course Boarding House of Al-Tarwiyah (REC-BHA). Metode bernyanyi merupakan suatu metode pembelajaran yang digunakan untuk mempermudah peserta didik memahami tenses bahasa inggris. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan (1) peran tutor melalui metode bernyanyi di Lembaga Kursus REC-BHA Desa Waru Barat Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan, (2) metode bernyanyi dalam memudahkan pemahaman grammar bahasa inggris peserta didik di Lembaga Kursus REC-BHA Desa Waru Barat Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dengan kolekasi data, reduksi data, display data, dan verifikasi data. Setelah itu data diuji keabsahannya dengan kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) peran tutor sebagai pembimbing, motivator, dan evaluator dijalankan untuk meningkatkan semangat, memaksimalkan hasil belajar, serta mengetahui pemahaman peserta didik terhadap materi yang diajarkan. Ketiga peran tutor tersebut didalam metode bernyanyi untuk memberikan pemahaman terhadap syair dan lirik lagu yang dinyanyikan dan menumbuhkan semangat bernyanyi melalui penggunaan alat musik dari barang bekas, (2) metode bernyanyi digunakan untuk memudahkan pemahaman grammar bahasa inggris peserta didik level elementary, pemahaman grammar (tenses) peserta didik dalam hal ini: (a) mampu membuat kalimat bahasa inggris sederhana menggunakan 3 rumus Tenses (Present tense, Past tense, dan Past perfect tense), (b) mampu mempraktekkan 3 rumus tenses (Present tense, Past tense, dan Past perfect tense) melalui ungkapan (speaking). Kata kunci: Peran Tutor, Metode Bernyanyi, Level Elementary
DAMPAK PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TEKNIS DALAM UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI PENGELOLA LKP WILAYAH KOTA SURABAYA LAILATUSY SYAKIROH
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 3 (2017): Yudisium 3
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan dan pelatihan (diklat) teknis pengelola LKP yang diselenggarakan BP-PAUD dan Dikmas Jawa Timur pada tahun 2016 memiliki fungsi untuk mencapai persyaratan kompetensi teknis yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas pengelola LKP terkait kesiapan lembaga untuk dinilai kinerjanya (akreditasi). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis mengenai (1) hasil pendidikan dan pelatihan teknis dalam upaya meningkatkan kompetensi pengelola LKP wilayah Kota Surabaya; (2) dampak pendidikan dan pelatihan teknis dalam upaya meningkatkan kompetensi pengelola LKP wilayah Kota Surabaya. Peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Tempat penelitian ini berada di 5 LKP wilayah Kota Surabaya. Subjek penelitian ini adalah: (1) Pengelola LKP; (2) Karyawan LKP. Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan langkah koleksi data, reduksi data, display data, serta verifikasi dan simpulan. Setelah itu diuji nilai kebenarannya dengan kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dan transferabilitas. Hasil penelitian ini antara lain: (1) hasil pendidikan dan pelatihan teknis pengelola LKP meliputi, (a) kompetensi kepribadian berupa 5 pengelola LKP yang semakin berminat dengan jabatan sebagai pengelola lembaga melalui keikutsertaan pada tes uji kompetensi pengelola LKP; (b) kompetensi manajerial berupa perolehan gelar juara dari 2 pengelola LKP pada event perlombaan LKP terbaik se-Surabaya pada awal tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya dengan meraih juara kedua oleh pengelola LKP Lasalle dan juara ketiga oleh pengelola LP3I; (c) kompetensi kewirausahaan berupa 5 pengelola LKP memanfaatkan peluang yang menguntungkan bagi lembaga masing-masing, seperti inovasi program kursus TOEFL yang ada di LKP Lia, penerapan pembelajaran sistem online di LKP MTI, aksi sosial LP3I ke panti jompo, pemberian CSR dalam bentuk open house dan pembelajaran gratis pada masyarakat oleh LKP Lasalle, serta adanya aksi donor darah yang digelar oleh LKP Andy Institute; (d) kompetensi sosial berupa kemampuan 5 pengelola LKP dalam menjalin kerja sama dengan lembaga lain melalui adanya nota kesepahaman (MoU), baik dengan lembaga dari dunia pendidikan maupun lembaga dari bidang nonpendidikan. (2) dampak pendidikan dan pelatihan teknis pengelola LKP meliputi terwujudnya kemandirian sistem pengelolaan lembaga yang berujung pada kesiapan 4 pengelola LKP dalam pengajuan akreditasi pada tahun 2017 yaitu LKP Lia, LP3I, LKP Lasalle, LKP Andy Institute, serta penerapan budaya kerja organisasi yang bersifat positif pada lembaga masing-masing. Kata Kunci: Pendidikan dan Pelatihan Teknis, Kompetensi Pengelola LKP
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK KEJAR PAKET C DI PKBM AL-FUTUH KECAMATAN TIKUNG KBUPATEN LAMONGAN Amirul Mushalihul Ibad
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 3 (2017): Yudisium 3
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pentingnya kecerdasan emosional dikembangkan pada diri siswa (peserta didik), Karena betapa banyak kita jumpai siswa (peserta didik), dimana mereka begitu cerdas di sekolah, begitu cemerlang prestasi akademiknya, namun bila tidak dapat mengelola emosinya, seperti mudah marah, mudah putus asa atau angkuh dan sombong, maka prestasi tidak akan membawa manfaat bagi dirinya. Ternya kecerdasan emosional perlu lebih dihargai dan dikembangkan pada siswa (peserta didik) sedini mungkin dari tingkat pendidikan usia dini sampai perguruan tinggi. Karena hal inilah yang mendasari keterampilan seseorang ditengah masyarakat kelak, sehingga akan membuat seluruh potensinya dapat berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui koefisien hubungan korelasi antara kecerdasan emosional dengan motivasi belajar peserta didik Paket C di PKBM Al-Futuh Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan sampel jenuh yaitu seluruh populasi dijadikan responden, dengan jumlah populasi 20 peserta didik. Pengambilan data pertama kali ialah dengan mengajukan uji validitas data terhadap 15 responden ditempat yang berbeda, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis Kendal tao dengan bantuan SPSS 21.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara kecerdasan emosional dan motivasi belajar peserta didik di PKBM Al-Futuh Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan, hal ini dibuktikan dari analisis Kendal tao nilai koefisien korelasi hitung sebesar 0,305. Ketentuannya apabila sig (2-tailed) diatas 0,05 maka dinyatakan ada hubungan antara kinerja tutor dengan motivasi belajar dan apabila sig (2-tailed) dibawah 0,05 maka dinyatakan tidak ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan motivasi belajar. Jadi data yang dihasilkan dalam hitung 0,305 adalah lebih besar dari 0,05 maka dinyatakan adanya hubungan antara kecerdasan emosional dengan motivasi belajar
HUBUNGAN ANTARA PELATIHAN MENJAHIT TINGKAT TERAMPIL DENGAN PEMBENTUKAN SIKAP WIRAUSAHA BAGI ANGGOTA KOPWAN (KOPERASI WANITA) DI DESA TRITUNGGAL BABAT LAMONGAN GHIFAR ZAKATUS SUAIDAH
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 3 (2017): Yudisium 3
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pelatihan menjahit tingkat terampil merupakan salah satu dari pendidikan non formal yang diselenggarakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, dalam hal ini masyarakat kurang percaya diri untuk menjadi seorang wirausahawan. Soedijarto (1997) menjelaskan bahwa peranan pendidikan nonformal dalam menyelenggarakan layanan pendidikan adalah memberikan pendidikan dasar kepada warga negara yang karena usia, waktu dan faktor sosial ekonomi tidak mungkin memperoleh pendidikan dasar melalui pendidikan sekolah. Selain itu pendidikan nonformal memiliki keluwesan dalam menyelenggarakan pendidikan bagi warga masyarakat yang telah menyelesaikan tingkat pendidikan tertentu namun masih ingin menambah pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan berkelanjutan (continuing education) dalam bentuk kursus-kursus atau magang. Proses pembelajaran lebih ditkankan tentang pembentukan sikap wirausaha karena merupakan aspek utama yang harus diberikan kepada peserta pelatihan melalui pendidikan dan pelatihan, pembentukan sikap merupakan dorongan agar seseorang mampu untuk menjadi wirausahawan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui korelasi antara pelatihan menjahit tingkat terampil dengan pembentukan sikap wirausaha, penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 30 orang peserta. Teknik pengumpulan data yang digunakan angket, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan rumus product moment untuk menganalisis hasil angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa r hitung lebih besar dari r tabel yang artinya ada korelasi yang positif antara pelatihan menjahit tingkat terampil dengan pembentukan sikap wirausaha, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Hubungan kedua variabel termasuk dalam katagori kuat, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang positif antara pelatihan menjahit tingkat terampil dengan pembentukan sikap wirausaha.
Peran Instruktur dalam Menumbuhkan Motivasi Belajar Klien Gelandangan dan Pengemis Pada Program Keterampilan Pertanian di Balai Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial PMKS Sidoarjo MOH. FAHMI FUADI
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 3 (2017): Yudisium 3
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Moh. Fahmi Fuadi Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya Fahmifuadi16@gmail.com Abstrak Alternatif untuk mengurangi adanya gelandangan dan pengemis dilakukan dengan diusahakannya kesejahteraan sosial bagi gelandangan dan pengemis. Maka dari itu, Balai Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial PMKS Sidoarjo melalui program keterampilan pertanian yang ada di Balai, para klien khususnya gelandangan dan pengemis yang memiliki keinginan dan kemauan dalam meningkatkan pengembangan dirinya melalui program keterampilan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai: (1) peran instruktur dalam menumbuhkan motivasi belajar klien gelandangan dan pengemis pada program keterampilan pertanian; (2) motivasi belajar klien gelandangan dan pengemis melalui program keterampilan pertanian di Balai Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial PMKS Sidoarjo. informan penelitian ini adalah: (1) Instruktur program keterampilan pertanian; (2) Klien Gelandangan dan Pengemis; (3) Pegawai Balai. Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini antara lain: pertama, peran instruktur pada program keterampilan pertanian di Balai Pelayanan Sosial PMKS Sidoarjo terimplementasikan pada beberapa upaya instruktur dalam menumbuhkan motivasi belajar klien, antara lain: (1) Pembentukan ego; (2) Menumbuhkan minat untuk belajar; (3) Pengakuan tujuan; (4) Pemberian hadiah; (5) Mengetahui hasil; (6) Memberi pujian. Kedua, motivasi belajar klien Gepeng meningkat, yang terlihat dari adanya hasrat dan keinginan berhasil, dorongan dan kebutuhan dalam belajar, kegiatan yang menarik dalam proses belajar yang sengaja dibuat oleh instruktur, serta lingkungan belajar kondusif yang kemudian berdampak pada hasil belajar klien gelandangan dan pengemis dalam program keterampilan pertanian. Kata Kunci: Peran instruktur, Keterampilan Pertanian, Gelandangan dan pengemis, Motivasi Belajar