cover
Contact Name
Monica Widyaswari
Contact Email
monicawidyaswari@unesa.ac.id
Phone
+6282231135605
Journal Mail Official
jplus@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Lidah Wetan: Terletak di Jl. Lidah Wetan, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
J+Plus: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah
  • jurnal-pendidikan-luar-sekolah
  • Website
ISSN : 23379286     EISSN : -     DOI : -
Strategi, metode, dan model pembelajaran dalam Pendidikan Nonformal Teknologi dan media pembelajaran untuk Pendidikan Nonformal Pelatihan berbasis komunitas dan pengembangan keterampilan Inovasi dalam pendidikan masyarakat dan pendidikan seumur hidup Pendidikan vokasional dan pelatihan kerja Program pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan Kebijakan dan manajemen Pendidikan Nonformal Studi kasus implementasi Pendidikan Nonformal di berbagai wilayah Kolaborasi antar lembaga dalam mendukung Pendidikan Nonformal Evaluasi program dan dampak Pendidikan Nonformal
Articles 660 Documents
HUBUNGAN ANTARA PELAKSANAAN PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP DENGAN AKTIVITAS LEARNING SOCIETY DI DESA MARGOPATUT SAWAHAN NGANJUK WAHYU SETYORINI
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 2 (2017): vol 9 tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

hidup dilatarbelakangi tingkat pendidikan warga desa Margopatut yang rata-rata lulusan pendidikan dasar dan ada yang tidak sekolah sehingga warga desa belum memiliki keahlian dan keterampilan. Pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup berguna bagi warga belajar untuk mendapatkan bekal dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari dan aktivas learning society. Learning society merupakan istilah untuk warga masyarakat yang secara aktif menggali pengalaman belajar di dalam setiap segi kehidupannya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup dengan aktivitas learning society di Desa Margopatut Sawahan Nganjuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Jumlah responden 34 orang yang merupakan warga belajar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan rumus product moment. Hasil penelitian menunjukkan nilai r hitung lebih besar dari r tabel (0,868 ≥ 0,339) artinya terdapat hubungan yang positif antara pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup dengan aktivitas learning society di Desa Margopatut Sawahan Nganjuk. Hubungan antara kedua variabel termasuk dalam kategori sangat kuat karena berada pada interval koefisien 0,80-0,100. Kontribusi pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup dengan aktivitas learning society yaitu 75,34%. Hasil penelitian menjawab hipotesis pada penelitian ini bahwa semakin pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup ditingkatkan maka aktivitas learning society semakin intens di Desa Margopatut Sawahan Nganjuk. Kata Kunci : Pelaksanaan Pendidikan Kecakapan Hidup dan Aktivitas Learning Society
Pemberdayaan Pemuda Melalui Pelatihan Magang Pembuatan Tas Dalam Meningkatkan Keterampilan Di Karang Taruna Tunas Harapan Tanggulangin Sidoarjo moch. farid apriliyanto
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 2 (2017): vol 9 tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemuda sangat berperan untuk membantu perkembangan dunia usaha.Harapan dan keinginan bangsa ini terhadap para pemuda memang cukup besar. Namun pada kenyataannya, banyak pemuda yang kurang menyadari tanggung jawabnya terhadap masa depan bangsa. Mereka justru masih harus didorong agar mampu mengembangkan diri menjadi sumberdaya manusia yang unggul agar memiliki peran signifikan begi kemajuan bangsa. Oleh karena itupara pemuda wajib menyadari sejumlah permasalahan mendasar yang dihadapi oleh bangsa dan negara terutama di bidang perekonomian. Pada akhirnya, pelatihan akan membantu pemuda ini agar lebih mampu memanfaatkan sumber daya yang dimiliki agar mampu mendapatka produk yang unggul, terutama dalam bidang Usaha Kecil Menengah. Sehingga dalam penelitian ini lebih mengfokuskan penelitian tentang pemberdayaan pemuda ini, peneliti mengambil sumber dari remaja pengganguran yang dibina dalam suatu organisasi Karang Taruna. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh deskripsi tentang (1) proses pemberdayaan pemuda melalui pembuatan tas diKarang Taruna Tunas Harapan Desa keteganKecamatan Tanggulangin Sidoarjo, dan (2) peningkatan penghasilan pemuda melalui pelatihan dan magang pembuatan tas di Karang Taruna Tunas Harapan Desa ketegan Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan metode yang digunakan yaitu metode observasi, metode wawancara, dan metode dokumentasi. Peneliti menggunakan obyek penelitian dengan jumlah anggota 38 orang. Peneliti juga memperoleh sumber data dari tutor 4 orang, dan juga dari anggota Karang Taruna lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, sebelum pelaksanaan pelatihan peserta pelatihan ada yang belum memiliki keterampilan di bidang kerajinan kulit, namun sekarang dengan mengikuti pelatihan produk kulit/tas ini mereka mendapat kemampuan atau keterampilan baru tentang cara membuat tas dengan berbagai jenis tas. Tidak hanya hasil saja yang didapat namun juga manfaat setelah pelatihan yaitu peserta memiliki bekal potensi diri yang nantinya dijadikan modal dalam dunia kerja. Kata kunci : Pemberdayaan, Pemuda, Keterampulan, pelatihan dan magang
PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN ANAK PADA PAUD USIA 4-6 TAHUN DI UPTD SKB PACITAN FANY RYAN D.L
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 2 (2017): vol 9 tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa penerapan pendidikan karakter di PAUD Putra Agung Pacitan. Yakni, untuk mengetahui strategi penerapan pendidikan karakter dalam membentuk kepribadian anak pada PAUD usia 4-6 tahun di UPTD SKB Pacitan , Kemudian untuk mendeskripsikan kepribadian anak PAUD usia 4- 6 tahun terhadap pendidikan karakter di UPTD SKB Pacitan, Untuk menguraikan faktor penghambat dalam penerapan pendidikan karakter guna membentuk kepribadian anak di UPTD SKB Pacitan. Serta untuk menjabarkan faktor pendudukung dalam penerapan pendidikan karakter untuk membentuk kepribadian anak di UPTD SKB Pacitan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala SKB, tutor dan peserta didik di PAUD Putra Agung Pacitan. Data dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan model analisis interaktif. . Kredibilitas dengan kriteria ini data dan informasi yang dikumpulkan harus mengandung nilai kebenaran, yang berarti bahwa hasil penelitian kualitatif harus dapat di percaya. Dependabilitas adalah kriteria untuk penelitian kualitatif apakah proses penelitian bermutu atau tidak. Konfimabilitas ada kemiripan dengan kriteria dendibilitas, hanya saja kriteria yang menilai kualitas hasil penelitian dengan penulusuaran dan pelacakan catatan/rekaman data lapangan dan koherensinya dalam interpretasi dan simpulan. Transferabilitas hasil penelitian dapat ditransfer atau tidak merupakan pernyataan empiris yang tidak dapat dijawab oleh peneliti kualitatif itu sendiri. Pendidikan karakter di PAUD Putra Agung sudah berjalan dengan baik dimana proses penerapananya dilaksanakan melalui proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Kepribadian anak sehubungan dengan hasil penerapan pendidikan karakter di PAUD Putra Agung memperlihatkan bahwa kepribadian serta perilaku peserta didik telah mencerminkan kepribadian yang berkarakter. Faktor penghambat yaitu karakteristik dari masing-masing peserta didik yang berbeda-beda, pendanaan masih dibebankan pada pihak sekolah, serta minimnya evaluasi. Faktor pendukung yaitu adanya muatan pendidikan karakter dalam kurikulum sekolah, kemudian ada motivasi dari sekolah, dan sarana beserta prasarana yang menunjang untuk penerapan pendidikan karakter sudah memadai. Kata Kunci: Pendidikan Anak Usia Dini, Pedidikan Karakter, Kepribadian
PELAKSANAAN BIMBINGAN SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL REMAJA TERLANTAR DI UNIT PELAKSANA TEKNIS PELAYANAN SOSIAL BINA REMAJA (UPT PSBR) JOMBANG DESY ANJANI PRIASTIKA
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 2 (2017): vol 9 tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Remaja merupakan masa yang identik dengan permasalahan yang kompleks jika dikaitkan dengan sisi kehidupan para remaja terlantar baik secara fisik, psikis, dan sosial. Remaja terlantar erat kaitannya dengan masalah faktor ekonomi, faktor pendidikan, faktor keluarga, faktor lingkungan, maupun faktor internal dari anak itu sendiri. Hal tersebut menjadikan mereka tidak percaya diri, kesulitan berkomunikasi dan berinteraksi, menjadi pribadi yang tertutup. Hal tersebut yang kemudian memancing masalah ke arah hubungan sosial di dalam lingkungan sosialnya. Untuk itu perlu adanya kegiatan bimbingan sosial untuk membantu mereka mengembangkan dan meningkatkan keterampilan sosial mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai (1) Pelaksanaan Bimbingan Sosial, (2) Keterampilan Sosial pada Remaja Terlantar, (3) Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Pelaksanaan Bimbingan Sosial. Pendekatan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Pendekatan Kualitatif. Tempat penelitian ini berada di UPT Pelayanan Sosial Bina Remaja Jombang (PSBR) Jombang. Informan kunci dari penelitian ini adalah: (1) Kepala Seksi Pembinaan dan Binjut, (2) Pekerja Sosial, (3) Klien. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis melalui reduksi data, display data, serta verifikasi dan simpulan. Setelah itu diuji nilai kebenarannya dengan kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas dan konfirmabilitas. Hasil penelitian ini antara lain: Pertama, kegiatan bimbingan sosial yang ada di UPT PSBR Jombang menjadikan klien lebih percaya diri, disiplin, mampu berkomunikasi dan berinteraksi dengan baik, mampu bekerja sama dengan orang lain, serta mampu mentaati peraturan yang ada. Kedua, meningkatnya keterampilan sosial pada diri klien remaja terlantar membuat mereka mampu mengembalikan fungsi sosialnya dan menyesuaikan diri dengan masyarakat. Ketiga, faktor pendukung dan penghambat dari pelaksanaan kegiatan bimbingan sosial adalah antusias klien pada saat bimbingan, pekerja sosial yang menguasai materi, serta sarana prasarana yang memadai sebagai faktor pendukung, sedangkan penghambatnya yaitu perbedaan tingkat pendidikan dan latar budaya klien. Maka hendaknya pekerja sosial memberikan materi secara umum yang mampu diterima oleh klien. Kata Kunci : Bimbingan Sosial, Keterampilan Sosial, Remaja Terlantar
PELAKSANAAN PENDAMPINGAN PEKERJA MEUBEL DALAM MENCAPAI KEMANDIRIAN EKONOMI KELUARGA DI DESA WARUJAYENG KECAMATAN TANJUNGANOM KABUPATEN NGANJUK RINDA ROSIDAH
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 2 (2017): vol 9 tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kemandirian ekonomi keluarga merupakan kondisi kehidupan atau keadaan sejahtera, yakni terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan jasmaniah, rohaniah, dan sosial. Kemandirian adalah refleksi dari kondisi masyarakat yang berdaya dan sejahtera. Keberdayaan masyarakat dapat diwujudkan melalui partisipasi aktif masyarakat yang difasilitasi dengan adanya pelaku pemberdayaan. Pendidikan luar sekolah turut berperan dalam menumbuhkan kemandirian dan memunculkan kesadaran melalui pendampingan yang dilakukan oleh tokoh masyarakat melalui proses belajar-bekerja di bengkel kerja. Pendampingan dilakukan untuk menumbuhkan sikap mandiri individu yang akan berdampak pada peningkatan perekonomian keluarga dan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dalm penelitian ini adalah memperoleh deskripsi tentang (1) pelaksanaan pendampingan yang terjadi di Meubel Sinar Jepara sehingga dapat mencapai kemandirian ekonomi keluarga di Desa Warujayeng Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk, dan (2) upaya untuk mencapai kemandirian ekonomi keluarga yang terjadi pada masyarakat di Desa Warujayeng Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk.Metode penelitian ini adalah kualitatif studi kasus. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Teknik wawancara mendalam digunakan untuk memperoleh data kualitatif tentang pelaksanaan pendampingan dari pendamping masyarakat dan pekerja meubel. Sedangkan teknik observasi partisipan dan dokumentasi digunakan untuk memperoleh data lain yang mendukung dan melengkapi hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan pekerja meubel dilakukan secara tidak terstruktur, dilaksanakan bersama dengan kegiatan bekerja yang dilakukan oleh karyawan meubel. Peran yang dilakukan oleh pendamping adalah (1) peran fasilitatif (2) peran pembelajaran (3) peran representasional dan (4) peran teknis. Dari pelaksanaan pendampingan tersebut berdampak pada peningkatan keterampilan, dan menumbuhkan softskill pekerja meubel. Keterampilan dan softskill yang dimiliki oleh pekerja meubel dapat menjadi modal untuk mendirikan usaha meubel sendiri. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pendampingan di Meubel Sinar Jepara dapat meningkatkan keterampilan, dan softskill pekerjanya yang berdampak pada kemandirian ekonomi keluarga. Kata Kunci : Pendampingan, kemandirian, pemberdayaan, pendidikan luar sekolah
PELATIHAN KETERAMPILAN HANTARAN DALAM MENUMBUHKAN MOTIVASI DAN MEMBENTUK WIRAUSAHA PADA KEAKSARAAN USAHA DI PKBM PERMATA HARAPAN DESA KADEMANGAN KECAMATAN MOJOAGUNG KABUPATEN JOMBANG SRI WAHYUNI
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 2 (2017): vol 9 tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keterampilan hantaran merupakan segala sesuatu berupa benda yang dibentuk, ditata, dikemas, dihias, dalam bentuk bingkisan atau kado yang akan diberikan pada orang lain. ketrampilan hantaran dapat ditingkatkan dalam kegiatan pelatihan. Pelatihan saat ini sering digunakan sebagai cara melatih masyarakat atau sekelompok masyarakat untuk mengurangi kemiskinan karena output dari pelatihan adalah peserta pelatihan yang sudah mendapatkan skill tersebut diharapkan dapat membuka usaha mandiri atau dapat bekerja di suatu instansi yang sesuai. Peserta pelatihan yang ada di PKBM Permata Harapan merupakan ibu-ibu yang mengalami buta aksara dan telah menyelesaikan pembelajaran keaksaraan dasar. Mereka memiliki motivasi dari dalam maupun motivasi dari luar yang sangat rendah untuk dapat membentuk wirausaha. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh deskripsi tentang (1) hasil pelatihan keterampilan hantaran dalam menumbuhkan motivasi pada keaksaraan usaha mandiri (2) dampak pelatihan keterampilan hantaran dalam membentuk wirausaha pada keaksaraan usaha mandiri (3) faktor penghambat pelatihan keterampilan hantaran dalam menumbuhkan motivasi dan membentuk wirausaha pada keaksaraan usaha mandiri dan (4) faktor pendukung pelatihan keterampilan hantaran dalam menumbuhkan motivasi dan membentuk wirausaha pada keaksaraan usaha mandiri. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian berasal dari lima peserta pelatihan, dua tutor pelatihan dan penyelenggara sekaligus pengelolah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif melalui tahapan yakni reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pelatihan keterampilan hantaran kurang mampu meningkatkan motivasi berwirausaha namun belum dapat membentuk wirausaha warga belajar di PKBM Permata Harapan. Hasil analisis data semua warga belajar mempunyai keinginan untuk berwirausaha sedangkan hanya 2 dari 5 warga belajar yang telah membentuk wirausaha. Kata kunci : Pelatihan, Motivasi, Membentuk Wirausaha.
Penyelenggaraan Program Sekolah Perempuan pada LSM KPS2K (Kelompok Perempuan dan Sumber-Sumber Kehidupan) dalam Meningkatkan Kemandirian Ibu Muda di Desa Kesamben Kulon Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik Peppy Forestry Anggraeni
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 2 (2017): vol 9 tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penyelenggaraan program sekolah perempuan atau pemberdayaan perempuan membantu masyarakat, khususnya pada perempuan untuk mendapatkan hak-haknya dalam mengakses pendidikan dalam menambah pengetahuan dan pengalaman. Hal ini menandakan bahwa proses pembekalan ilmu menentukan kemajuan seorang perempuan atau ibu rumah tangga yang tergolong muda untuk menjadi mandiri dalam keluarga dan lingkunganya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis (1) penyelenggaraan program Sekolah Perempuan pada LSM KPS2K, (2) kemandirian ibu muda dalam mengikuti program sekolah perempuan, (3) keterkaitan antara penyelenggaraan program sekolah perempuan dalam meningkatkan kemandirian ibu. Pendekatan penelitian yang digunakan peneliti adalah deskriptif kualitatif. Tempat penelitian di Desa Kesamben Kulon Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi dan simpulan. Setelah tahapan tersebut data diuji keabsahannya dengan kredibilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) penyelenggaraan program sekolah perempuan mencakup sepuluh patokan pendidikan masyarakat dan sudah bekerja sesuai dengan fungsi serta perannya masing-masing menurut indikator pemberdayaan perempuan, di mana dapat dilihat dari penyelenggara yang memfasilitasi kebutuhan warga belajar, membantu warga belajar untuk mengakses kegiatan di Desa maupun diluar kegiatan Desa dan mengarahkan warga belajar dalam mencari haknya sebagai warga masyarakat miskin, (2) kemandirian ibu muda dalam mengikuti sekolah perempuan mampu meningkatkan kemampuannya yang sudah dimiliki yang ditandai dengan cara mendidik anak dan keluarga dengan baik dan benar serta keikut sertaan dalam kegiatan-kegiatan sekolah perempuan, kegiatan di Desa dan diluar kegiatan Desa. (3) keterkaitan penyelenggaraan sekolah perempuan dalam kemandirian ibu muda yaitu adanya penambahan wawasan dan pengalaman sehingga tebentuknya kepercayaan diri yang menjadikan ibu-ibu memiliki peningkatan kemandirian dalam keluarga dan lingkunganya. Kata Kunci : Penyelenggaraan Sekolah Perempuan, Kemandirian Ibu Muda, Pemberdayaan Perempuan
PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN ANAK JALANAN MELALUI PELATIHAN MELUKIS DI UPTD KAMPUNG ANAK NEGERI WONOREJO SURABAYA Moh. Abdul Purnomo
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 2 (2017): vol 9 tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Anak jalanan merupakan anak yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk melakukan kegiatan hidup sehari-hari di jalanan, baik untuk mencari nafkah atau berkeliaran di jalan dan tempat-tempat umum lainnya. Anak jalanan umumnya berasal dari keluarga yang pekerjaanya berat dan ekonominya lemah, akibat berbagai keterbatasan sarana dan prasarana yang ada, baik di rumah dan di lingkungan sekitarnya untuk dapat bermain dan berkembang sesuai dengan masa pertumbuhannya. Menanggani masalah anak jalanan tidak terlepas dari seorang pekerja sosial untuk melakukan pembinaan agar anak jalanan tidak terjun kejalan dan mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Peran Pekerja Sosial dalam Meningkatkan Kemandirian Anak Jalanan melalui Pelatihan Melukis di UPTD Kampung Anak Negeri Wonorejo Surabaya. Metode penelitian ini adalah kualitatif dan rancangan yang digunakan adalah studi kasus. Tempat penelitian di UPTD Kampung Anak Negeri Wonorejo Surabaya. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dengan koleksi data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Setelah tahapan tersebut data diuji keabsahannya dengan kredibilitas, dependabilitas dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan peran pekerja sosial dapat meningkatkan kemandirian anak jalanan dengan dilakukannya beberapa peranan penting dalam memberikan pelayanan sosial kepada anak jalanan melalui pelatihan melukis, yakni peran sebagai pendamping, peran sebagai pembimbing, peran sebagai pengasuh, peran sebagai promotor, peran sebagai pelatih. Adanya pelatihan melukis dapat memberikan bekal pengetahuan, keterampilan melukis, dan dapat menjadikan sikap mereka lebih mandiri. Kemandirian tersebut ditandai dengan adanya kemampuan untuk berinisiatif, memiliki rasa percaya diri, mampu mengambil keputusan, bertanggung jawab, dan mampu mengendalikan diri. Kata Kunci : Peran Pekerja Sosial, Kemandirian
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI HOME INDUSTRY ARUMANIS DAN PENDAPATAN KELUARGA DI DESA KESAMBI KECAMATAN PUCUK KABUPATEN LAMONGA neiliatur fani reziana
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 2 (2017): vol 9 tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu program pendidikan luar sekolah yang memberikan keterampilan kepada masyarakat dalam upaya pemanfaatan sumber daya alam dan pengembangan kualitas sumber daya manusia. Tujuan penelitian ini berdasarkan fokus penelitian adalah mengetahui pelaksanaan program dan dampak program pemberdayaan masyarakat melalui home industry arumanis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian yakni pamong desa, pemilik, dan pelaku usaha di home industry arumanis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi terus terang dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan langkah reduksi data, display data, dan verifikasi data. Setelah itu data diuji nilai kebenaranya dengan kredibilitas, dependability dan konfirmability. Hasil penelitian di dapatkan empat kesimpulan. Pertama program pemberdayaan masyarakat telah menggunakan pendekatan Pendidikan Luar Sekolah melalui keterampilan dalam pembuatan arumanis yang digunakan sebagai aktifitas produksi sekaligus alternatif lapangan pekerjaan. Kedua telah diketahui dampak dari adanya program pemberdayaan masyarakat melalui home industry arumanis yaitu adanya pendapatan keluarga. Ketiga, faktor pendukung dan keempat faktor penghambat pemberdayaan masyarakat melalui home industry arumanis. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Home Industry Arumanis, Pendapatan Keluarga
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN PADA BAKUL PECEL SEMANGGI DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN USAHA DI KELURAHAN SEMEMI KECAMATAN BENOWO SURABAYA NOVISAL BAHAR
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 2 (2017): vol 9 tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan dilatarbelakangi dengan stereotip masyarakat terhadap makanan pecel semanggi dalam hal tampilan dan penyajiannya yang kurang menarik, jorok, dan tidak sehat sehingga masyarakat enggan mengkonsumsi makanan tersebut. Kurangnya pemahaman, keterampilan, dan sikap bakul pecel semanggi dalam menjalankan usaha secara professional akan mempengaruhi eksistensi atau kebertahanan pecel semanggi di mata masyarakat. Penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan harus dilakukan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang terencana, dan terorganisir untuk mencapai hasil pelatihan yang maksimal dalam meningkatkan kemandirian usaha bakul pecel semanggi. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data tersebut digunakan untuk mengumpulkan data penelitian tentang penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan dan kemandirian usaha pada bakul pecel semanggi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data, sedangkan kriteria keabsahan data meliputi kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dan transferabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan bakul pecel semanggi diselenggarakan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang baik, sehingga seluruh bakul pecel semanggi mampu menerapkan lima standar penjualan yang ditetapkan oleh penyelenggara pelatihan berdampak langsung meningkatnya kemandirian usaha bakul pecel semanggi yang dapat dibuktikan dengan kepercayaan diri meningkat, mampu menjalankan usaha tanpa bantuan orang lain, mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan mempunyai inisiatif ke masa depan. Kata Kunci: Pelatihan Kewirausahaan, dan Kemandirian Usaha