cover
Contact Name
Monica Widyaswari
Contact Email
monicawidyaswari@unesa.ac.id
Phone
+6282231135605
Journal Mail Official
jplus@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Lidah Wetan: Terletak di Jl. Lidah Wetan, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
J+Plus: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah
  • jurnal-pendidikan-luar-sekolah
  • Website
ISSN : 23379286     EISSN : -     DOI : -
Strategi, metode, dan model pembelajaran dalam Pendidikan Nonformal Teknologi dan media pembelajaran untuk Pendidikan Nonformal Pelatihan berbasis komunitas dan pengembangan keterampilan Inovasi dalam pendidikan masyarakat dan pendidikan seumur hidup Pendidikan vokasional dan pelatihan kerja Program pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan Kebijakan dan manajemen Pendidikan Nonformal Studi kasus implementasi Pendidikan Nonformal di berbagai wilayah Kolaborasi antar lembaga dalam mendukung Pendidikan Nonformal Evaluasi program dan dampak Pendidikan Nonformal
Articles 660 Documents
HUBUNGAN PELATIHAN HANDYCRAFT DENGAN KEMANDIRIAN KLIEN DI LINGKUNGAN PONDOK SOSIAL SURABAYA SANTI GUSTIANA NUGROHO
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 1 (2017): vol 8 tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pelatihan Handycraft merupakan suatu upaya pemberian materi mengenai keterampilan khususnya dalam bidang kerajinan tangan. Sehingga peserta pelatihan dapat mendapatkan ilmu baru mengenai cara pembuatan suatu barang. Bahan baku dari pelatihan handycraft ini berasal dari berbagai macam limbah, mulai dari limbah kain perca, limbah dapur, dan barang-barang lain yang bernilai jual rendah. Kemandirian merupakan salah satu sifat yang dimiliki manusia secara bertahap selama masa perkembangannya, di mana manusia tersebut selalu berusaha bersikap mandiri untuk menghadapi berbagai situasi yang terjadi di lingkungan sekitar, sehingga mereka dapat berpikir dan bertindak sendiri tanpa bergantung pada orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pelatihan handycraft, kemandirian klien, dan hubungan antara pelatihan handycraft dengan kemandirian klien di Lingkungan Pondok Sosial Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Jumlah responden dalam penelit ian ini adalah 30 klien. Teknik pengumpulan data yang digunakanadalah angket, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan rumus product moment untuk menganalisis hasil angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa r hitung lebih besar dari r tabel (0,547>0,361). Hubungan antara kedua variabel termasuk dalam kategori sedang karena berada pada interval koefisien 0,40 – 0,599. Hasil uji signifikansi juga menunjukkan bahwa harga t hitung lebih besar dari t tabel (3,457>2,048) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pelatihan handycraft dengan kemandirian klien. Kata Kunci: Pelatihan Handycraft dan Kemandirian.
PELAKSANAAN MODEL RUMAH USAHA SERUMPUN (RUS) MELALUI KURSUS GARMEN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PESERTA DIDIK DI SATUAN PENDIDIKAN NONFORMAL KOTA KEDIRI NURBASKARA
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 1 (2017): vol 8 tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Rumah Usaha Serumpun (RUS) melalui kursus garmen adalah rumah usaha yang beranggotakan alumni Pendidikan Kecakapan Hidup bidang keterampilan menjahit dasar dan terampil yang telah merintis usaha bidang jasa menjahit guna memberikan fasilitas layanan pendidikan dalam meningkatkan kinerja usaha sehingga mampu mengorganisir, bersaing dan melaksanakan usaha lebih baik. RUS melalui kursus garmen menjadikan peserta didik untuk lebih mengembangkan pengetahuan dan keterampilan melalui kursus garmen yang diikuti, sehingga pendapatan peserta didik meningkat. Tujuan diadakan penelitian ini adalah mengetahui pelaksanaan model RUS melalui kursus garmen, mengetahui peningkatan pendapatan peserta didik setelah mengikuti kursus garmen, mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat RUS melalui kursus garmen. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penggunaan pendekatan ini, peneliti memperhatikan fenomena-fenomena yang terjadi dilapangan yang kemudian dapat dideskripsikan dan dianalisis yang disesuaikan dengan tujuan penelitian. Subyek penelitian ini terdiri dari; (a) penyelenggara (b) pengelola (c) instruktur (d) pendamping (e) peserta didik. Metode yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah koleksi data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Kemudian untuk memeriksa keabsahan data, teknik yang digunakan adalah tranferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian pelaksanaan RUS memberikan peserta didik hard skill (keterampilan dan kreatifitas dalam usaha garmen) dan soft skill (sikap dan mental dalam usaha garmen). Peningkatan pendapatan peserta didik; (a) penghasilan yang diperoleh lebih besar dari pada sebelum mengikuti RUS (b) mampu mencukupi kebutuhan konsumsi dan non konsumsi keluarganya (c) mampu mengelola biaya pengeluaran agar tidak lebih tinggi dari pada pendapatan yang diperoleh dari usaha garmen (d) meningkatnya ketahan dalam aspek ekonomi karena pendapatan yang meningkat dari hasil usaha garmen. Adapun faktor penghambat dan pendukung yaitu; (a) peserta didik memerlukan waktu yang cukup lama untuk memperlajari berbagai jenis mesin jahit yang digunakan dalam usaha garmen (b) RUS “SKB Collection” terletak pada lokasi yang strategis yaitu diantara berbagai macam usaha, baik usaha rumahan makanan oleh-oleh khas Kota Kediri yaitu tahu dan getuk pisang, usaha besar yaitu salah satu perusahaan rokok yang terbesar di Indonesia, lembaga pemerintah maupun swasta. Kata Kunci: Model Rumah Usaha Serumpun, Kursus Garmen, Peningkatan Pendapatan
ANALISIS PENYELENGGARAAN RUMAH USAHA SERUMPUN (RUS) TERNAK ENTOK (MUSCOVY DUCK) SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN PERILAKU WIRAUSAHA WARGA BINAAN SKB MOJOAGUNG JOMBANG Ike Amalia Rusydiana
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 1 (2017): vol 8 tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pelatihan kewirausahaan seharusnya memberikan hard skill dan soft skill, sehingga alumni warga belajar menjadi terampil dan mampu membuka usaha sendiri. Salah satu program yang dapat memberikan hard skill tetapi juga soft skill adalah model RUS karena RUS merupakan sebuah program yang membina dan mendampingi pelaku usaha dari yang benar-benar belum memahami sepenuhnya tentang tata kelola usaha, strategi pemasaran, administrasi keuangan dan strategi pengelolaan usaha sampai menjadi mahir. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana penyelenggaraan RUS ternak entok sebagai upaya pembentukan perilaku wirausaha warga binaan UPTD SKB Mojoagung Jombang, serta menemukan faktor penghambat dan pendukung penyelenggaraannya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek data berasal dari penyelenggara RUS, warga belajar RUS, dan narasumber. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, display data dan verifikasi data. Sedangkan dalam uji keabsahan data menggunakan kredibilitas, dependabilitas dan konfirmabilitas. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan Rumah Usaha Serumpun berjalan baik ditandai dengan adanya perubahan pada perilaku wirausaha warga belajar, yaitu perilaku percaya diri, disiplin dan berani mengambil resiko. Faktor pendukung penyelenggaraan RUS sebagai upaya menumbuhkan perilaku wirausaha meliputi, pelaksanaan yang sesuai dengan kebutuhan warga belajar yang belum ada pada program sebelumnya, adanya mitra-mitra yang mendukung, dilaksanakannya pengendalian mutu/pengawasan, pendampingan dan pertemuan rutin, motivasi belajar warga. Faktor penghambatnya meliputi, apabila terjangkit wabah penyakit, maka tidak dapat tertanggulangi dengan cepat karena petugas dari dinas terkait terbatas, proses administrasi setiap perkembangan dan administrasi sering tidak dilakukan warga belajar, pakan ternak yang langka dapat menghambat pemberian pakan ternak. Kata kunci: RUS, Pembentukan Perilaku, Wirausaha
Pemberdayaan Perempuan Samijali Untuk Meningkatkan Pendapatan Keluarga Di Eks Lokalisasi Warga Jarak Dolly Surabaya NUNGKI SITI AMINAH
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 1 (2017): vol 8 tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penutupan Lokalisasi Jarak Dolly pada 18 Juni 2014 di Islamic Center Surabaya yang berdampak pada penurunan pendapatan masyarakat sekitar atau bahkan hilangnya mata pencaharian sebagian masyarakat khususnya pekerjaan yang berhubungan dengan prostitusi. Adapun upaya yang dilakukan untuk menanggulangi dampak negatif dari penutupan lokalisasi tersebut baik oleh pemerintah setempat maupun oleh Lembaga Swadaya Masyarakat, seperti yayasan Gerakan Melukis Harapan (GMH). Samijali merupakan kelompok binaan GMH yang pertama berdiri sejak April 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis (1) pelaksanaan pelatihan memasak Oleh-Oleh Putat Jaya (OOP); (2) pemantapan sikap berwirausaha; (3) pendampingan usaha; serta (4) peningkatan pendapatan perempuan Samijali. Peneliti memilih jenis penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini antara lain: pertama, materi pelatihan yang diberikan adalah peyek mercon dan menggoreng samiler, dipilih usaha samiler karena proses produksinya lebih mudah. Kedua, pemantapan sikap kewirausahaan oleh GMH dilakukan melalui sharing, diikutkan pameran dan pelatihan kewirausahaan. Ketiga, pendampingan GMH kepada Samijali dimulai sejak April 2015 sampai Desember 2016 namun sampai saat ini Samijali masih dalam pengawasan GMH. Serta keempat, peningkatan pendapatan yang berasal dari Samijali sifatnya masih sebagai tambahan untuk pendapatan keluarga. Kata kunci: Pemberdayaan Perempuan, Samijali, GMH, Pendapatan
DAMPAK PELATIHAN PEMBUATAN OLAHAN BUAH BELIMBING BAGI MASYARAKAT DI AGRO WISATA DESA NGERINGINREJO KECAMATAN KALITIDU KABUPATEN BOJONEGORO ARDHIAN WICAKSONO
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 1 (2017): vol 8 tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pelatihan olahan buah belimbing di Desa Ngeriginrejo Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro, sebuah pelatihan yang mana untuk memberikan sebuah pelatihan bagi warga di desa Ngeriginrejo yang kebanyakan ibu-ibu rumah tangga untuk memanfaatkan lingkungan yang ada dengan adanya sebuah agro wisata buah belimbing. Dengan adanya potensi alam tersebut dapat meningkatkan inovasi serta kreativitas sehinga dapat meningkatkan aspek ekonomi, sosial serta mentalitas mereka untuk meningkatkan taraf hidup bagi mereka .Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besarkah dampak pelatihan olahan buah belimbing bagi ibu-ibu rumah tangga dalam pengimplementasian sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehinga kebutuhan mereka tercukupi.Jenis pelatihan yang digunakan mengenai dampak pelatihan olahan buah belimbing ini ibu-ibu PKK di agro wisata Desa Ngeringinrejo Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro peneliti menggunakan pendekatan kualitatif yaitu penelitian yang dilaksanakan dalam setting yang bersifat alami atau natural dan berupa deskripsi umum dari permasalahan yang diteliti. Penilitian ini dibutuhkan data-data yang lengkap sampai pada titik jenuh yang didapat dari informan.Hasil penelitian mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dilihat dari banyaknya peserta pelatihan yang mampu menambah uang perbelanjaan serta menambah pendapatan mereka untuk kebutuhan mereka sehari-hari, dengan banyaknya warga yang berwirausaha mengelolah olahan buah belimbing. mempengaruhu kehidupan individu tersebut di tempat lingkugan tempat tinggalnya,seperti status sosial dalam keluarga maupun masyarakat. Kata kunci : Dampak pelatihan, meningkatkan taraf hidup
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) LOGAM JAYA LARAS UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI KELUARGA DI DESA PAJU KECAMATAN PONOROGO KABUPATEN PONOROGO Anisa Cyntia Devi
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 2 (2017): vol 9 tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu program pendidikan luar sekolah yang memberikan ketrampilan kepada masyarakat dalam upaya pemanfaatan sumber daya alam dan pengembangan kualitas sumber daya manusia. Tujuan penelitian ini berdasarkan fokus penelitian adalah mengetahui pelaksanaan program, pemasaran hasil produksi dan dampak program pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian yakni pemilik dan pengelola usaha kecil dan menengah Logam Jaya Laras, pekerja atau karyawan serta aparatur desa setempat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan langkah reduksi data, display data, dan verifikasi data. Setelah itu data diuji nilai kebenarannya dengan kredibilitas, dependability dan konfirmability. Hasil penelitian program pemberdayaan masyarakat telah menggunakan pendekekatan Pendidikan Luar Sekolah melalui ketrampilan dalam pembuatan kerajinan gamelan yang digunakan sebagai aktifitas produksi sekaligus alternatif lapangan pekerjaan baru. Kedua pemasaran hasil produksi kerajinan gamelan telah mencapai tingkat nasional dan internasional. Ketiga, telah diketahui dampak dari adanya program pemberdayaan masyarakat melalui UKM kerajinan gamelan Logam Jaya Laras yaitu adanya peningkatan ekonomi keluaga dapat dilihat melalui peningkatan pendapatan, peningkatan daya beli dan peningkatan tabungan sekaligus sebagai upaya pelestarian kesenian daerah. Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Usaha Kecil dan Menengah, Ekonomi Keluarga
PERAN FASILITATOR KARANG TARUNA DALAM MENGEMBANGKAN DESTINASI WISATA GUNUNG BERUK Rupiyana Sari
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 2 (2017): vol 9 tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakFasilitator merupakan suatu tanggungjawab untuk membantu masyarakat menjadi mampu menangani tekanan situasional dan tradisional. Hal ini bearti seorang fasilitator adalah seseorang yang menyediakan fasilitas. Dalam penelitian ini peran fasilitator yang dibahas adalah peran sebagai inspirator, informator, motivator, pembimbing dan mediator dalam pengembangan destinasi wisata. Pemberdayaan masyarakat merupakan sebuah proses untuk memperkuat kekuasaan atau keberdayaan masyarakat terkait dengan pemberdayaan ekonomi dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskribsikan dan menganalisis (1) peran fasilitator dalam pengembangan destinasi wisata, (2) kontribusi destinasi wisata dalam pemberdayaan masyarakat, (3) kendala fasilitator karang taruna dalam mengembangkan destinasi wisata Gunung Beruk.Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan rancangan yang digunakan adalah studi kasus. Tempat penelitian di Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, observsi dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Setelah tahapan tesebut data diuji keabsahannya dengan kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas.Hasil penelitian menunjukkan (1) peran fasilitator sebagai inspirator, informator, motivator, pembimbing dan sebagai mediator dijalankan dalam proses pengembangan destinasi wisata Gunung Beruk terkait pengembangan wahana, fasilitas dan keamanan, (2) peran fasilitator dalam pemberdayaan masyarakat terkait dengan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan kegiatan, terciptanya usaha, tersedianya lapangan pekerjaan dan meningkatnya peningkatan pendapatan masyarakat, (3) kendala fasilitator dalam mengembangkan destinasi wisata adalah kurangnya kemamuan dan kemampuan masyarakat dalam menggunakan berbagai sumber dana.Kata Kunci : Peran Fasilitator, Pengembangan Destinasi Wisata, Pemberdayaan Masyarakat
PENERAPAN PEMBELAJARAN DARING KOMBINASI DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PAKET C VOKASI DI PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) PIONEER KARANGANYAR Rimbun Rimbarizki
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 2 (2017): vol 9 tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian yang dilakukan berkaitan dengan penerapan model baru yang dikembangan oleh PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah. Pembelajaran Daring Kombinasi adalah model pembelajaran yang memadukan pembelajaran konvensional dengan pembelajaran e-learning sehingga peserta didik dapat mendiri melakukan pembelajaran tanpa terbatasi ruang dan waktu. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran daring kombinasi paket c di PKBM Pioneer, dan motivasi belajar peserta didik paket c melalui penerapan pembelajaran daring kombinasi, Serta faktor pendukung dan penghambat penerapan pembelajaran daring kombinasi paket c di PKBM Pioneer. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan pendekatan yang berfokus pada fenomena dari objek yang diteliti (fenomenologis). Pengambilan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil analisis data dilakukan mulai dari reduksi data, display data hinggan verifikasi data. Sedangkan keabsahan data menggunakan Kredibilitas, Dependabilitas, Konfirmabilitas, dan Transferabilitas. Dengan demikian, hasil penelitian ini mendapatkan bahwa pertama, penerapan pembelajaran daring kombinasi PKBM Pioneer meliputi tahapan persiapan, pelaksanaan, dan penilaian. Kedua, dari penerapan pembelajaran daring kombinasi berdampak pada peningkatan motivasi belajar peserta didik walaupun belum maksimal. Ketiga, faktor pendukung penerapan pembelajaran daring kombinasi di PKBM Pioneer meliputi metode pembelajaran, media pembelajaran, dan penataan lingkungan tempat belajar, sehingga tercipta situasi pembelajaran yang memungkinkan tercapainya tujuan yang telah direncanakan sebelumnya. Sedangkan untuk faktor penghambat, kurangnya fasilitas di luar lembaga sehingga hasil belajar belum maksimal. Kata Kunci: Model Pembelajaran, Daring kombinasi, e-learning, motivasi belajar, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
PELATIHAN PHP (PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN) DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI WIRAUSAHA PESERTA DIDIK DI UPT PELATIHAN KERJA BOJONEGORO NORMA NURJANNAH
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 2 (2017): vol 9 tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pelatihan merupakan proses pendidikan jangka pendek yang tersusun sistematis, terperinci, dan terorganisasi yang mempelajari pengetahuan dan keterampilan yang spesifik untuk lebih mudah dipahami oleh peserta didik secara praktis dan dapat secara langsung diterapkan dikehidupan sehari-hari. Pelatihan PHP dalam penelitian ini adalah pelatihan pengolahan hasil pertanian pada umumnya, yaitu menjadikan gandum sebagai bahan dasar pembuatan bakery. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeksripsikan pelatihan PHP (Pengolahan Hasil Pertanian) dalam meningkatkan motivasi wirausaha peserta didik, (2) faktor pendukung, dan (3) penghambat pelatihan PHP dalam meningkatkan motivasi wirausaha pesert didik di UPT Pelatihan Kerja Bojonegoro. Metode penelitian ini adalah deskripsi kualitatif dan rancangan yang digunakan adalah studi kasus. Tempat penelitian di UPT Pelatihan Kerja Bojonegoro. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Setelah tahapan tersebut data diuji keabsahannya dengan kredibilitas, dependabilitas dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan (1) pelatihan PHP (Pengolahan Hasil Pertanian) yang terdiri dari analisis kebutuhan pelatihan, perencanaan program pelatihan, penyusunan bahan pelatihan, pelaksanaan pelatihan, evaluasi pelatihan, hasil pelatihan dan tindak lanjut pelatihan terbukti dapat meningkatkan motivasi wirausaha peserta didik (2) Faktor pendukung dalam penelitian ini adalah sarana prasarana dan anggaran dana yang mendukung keterlaksanya pelatihan PHP, dan (3) faktor penghambat pelatihan PHP yaitu ketidakmampuan peserta didik dalam memanajemen waktu. Kata Kunci : Pelatihan PHP,Motivasi Wirausaha
Hubungan Antara Pelatihan Menjahit Level III Dengan Motivasi Berwirausaha Warga Belajar Di Lembaga Kursus dan Pelatihan Modes Al-Amin Tanjungsari Kota Blitar OKTA AINUN TIYANINGSIH
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 2 (2017): vol 9 tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pelatihan menjahit level III merupakan salah satu dari program pendidikan non formal. Dalam proses pembelajaran menjahit lebih di tingkatkan tentang materi kewirausahaan agar warga belajar termotivasi untuk mendirikan usaha. Motivasi berwirausaha ini merupakan aspek yang utama yang harus di berikan kepada warga belajar melalui pendidikan pelatihan. Motivasi berwirausaha ini sebagai dorongan yang kuat seseorang untuk menjadi wirausahawan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui korelasi antara pelatihan menjahit level III dengan motivasi berwirausaha warga belajar di Lembaga Kursus dan Pelatihan Modes Al-Amin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 30 orang warga belajar pelatihan menjahit level III. Teknik pengumpulan data yang digunakan angket, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan rumus product moment untuk menganalisis hasil angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa r hitung lebih besar dari r tabel (0,771≥ 0,361) yang artinya terdapat korelasi yang positif antara pelatihan menjahit level III dengan motivasi berwirausaha, sehingga Ha di terima dan Ho di Tolak. Hubungan antara kedua variabel termasuk dalam kategori kuat karena berada pada interval 0,60 – 0,799. Hasil uji signifikansi juga menunjukkan bahwa harga t hitung lebih besar dari t tabel (6,404 ≥ 2,048) sehingga dapat di simpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara program pelatihan dengan motivasi berwirausaha. Kata Kunci: isi, format, artikel.