cover
Contact Name
Monica Widyaswari
Contact Email
monicawidyaswari@unesa.ac.id
Phone
+6282231135605
Journal Mail Official
jplus@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Lidah Wetan: Terletak di Jl. Lidah Wetan, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
J+Plus: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah
  • jurnal-pendidikan-luar-sekolah
  • Website
ISSN : 23379286     EISSN : -     DOI : -
Strategi, metode, dan model pembelajaran dalam Pendidikan Nonformal Teknologi dan media pembelajaran untuk Pendidikan Nonformal Pelatihan berbasis komunitas dan pengembangan keterampilan Inovasi dalam pendidikan masyarakat dan pendidikan seumur hidup Pendidikan vokasional dan pelatihan kerja Program pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan Kebijakan dan manajemen Pendidikan Nonformal Studi kasus implementasi Pendidikan Nonformal di berbagai wilayah Kolaborasi antar lembaga dalam mendukung Pendidikan Nonformal Evaluasi program dan dampak Pendidikan Nonformal
Articles 755 Documents
Implementasi Program ROSELA dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia di Kabupaten Lamongan Sigit Putra Agung Winata; Sjafiatul Mardliyah
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increase in the elderly population as a consequence of demographic transition necessitates the development of social policies that can ensure sustainable welfare. The ROSELA Program in Lamongan Regency serves as an intervention that integrates social protection with family economic empowerment. This study aims to examine the implementation of the ROSELA Program in improving the quality of life of the elderly in Lamongan Regency, as well as to analyze the supporting and inhibiting factors in its implementation. This study employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation involving various stakeholders, including elderly beneficiaries, program implementers, local government officials, and beneficiaries’ families. The collected data were analyzed descriptively through stages of data reduction, data presentation, and systematic conclusion drawing to obtain a comprehensive understanding of the program implementation in the field. The findings indicate that the implementation of the ROSELA Program is carried out through a combination of direct social assistance to the elderly and efforts to strengthen the economic capacity of families as the primary support system for their welfare. Supporting factors of the program include cross-sector collaboration, active involvement of local government at the village level, and the participation of neighborhood units (RT/RW) in the data collection and beneficiary selection processes. Meanwhile, inhibiting factors include limited regional budget capacity, dynamic changes in beneficiary data, and technical challenges in field monitoring activities. Keywords: policy implementation, social development, social welfare, elderly.
Implementasi Pembiasaan Literasi Membaca Sebagai Upaya Mengembangkan Kemampuan Public Speaking Warga Belajar Paket C di PKBM Insan Cerdas Indonesia Verlita Azizah Alkholifi; Wiwin Yulianingsih
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan public speaking warga belajar Paket C, yang ditandai dengan kesulitan mengungkapkan ide serta kurangnya kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembiasaan literasi membaca sebagai upaya mengembangkan kemampuan public speaking di PKBM Insan Cerdas Indonesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi pengelola PKBM, tutor, dan warga belajar. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan literasi membaca dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan mencakup pengenalan kegiatan, penjadwalan, dan membaca mandiri. Pelaksanaan meliputi kegiatan pembukaan, penyampaian hasil bacaan, diskusi, serta tanya jawab. Evaluasi dilakukan secara formatif melalui pengamatan selama kegiatan berlangsung. Program ini didukung oleh peran tutor, penjadwalan yang terstruktur, pemanfaatan teknologi, serta pemberian apresiasi. Meskipun demikian, terdapat hambatan berupa rendahnya motivasi, kondisi psikologis, dan keterbatasan intelektual. Secara umum, pembiasaan ini mampu mengembangkan kemampuan komunikasi warga belajar, meskipun sebagian masih mengalami kesulitan yang disebabkan oleh hambatan intelektual. Kata Kunci: literasi membaca, public speaking, PKBM Insan Cerdas indonesia
Analisis Program Kelas Komputer dalam Meningkatkan Keterampilan Digital Peserta Didik Paket B SKB Gresik Desvita Endin Kardhana; Yatim Riyanto
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis secara mendalam pelaksanaan program kelas komputer dan untuk mengidentifikasi sejauh mana peningkatan keterampilan digital yang diperoleh setelah mengikuti proses pembelajaran, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya penguasaan keterampilan digital, baik karena minimnya pengalaman awal, kurangnya akses terhadap perangkat teknologi, maupun perbedaan kemampuan individu. Kondisi ini dapat menjadi hambatan dalam menghadapi tuntutan era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi kepada kepala SKB Gresik, pengelola program, tutor. Teknik analisis data yang digunakan meliputi pengumpulan data, reduksi data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perkembangan keterampilan yang terarah. Peningkatan ini terlihat dalam penguasaan keterampilan digital dasar, khususnya dalam kemampuan mengoperasikan komputer, menggunakan aplikasi perkantoran, serta memahami fungsi teknologi dalam mendukung kegiatan pembelajaran. Perubahan yang terjadi tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mencerminkan peningkatan rasa percaya diri dan kemandirian dalam menggunakan perangkat digital. Kata kunci: Kelas komputer, Keterampilan digital, Pendidikan non formal, Peserta didik, Paket B Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis secara mendalam pelaksanaan program kelas komputer dan untuk mengidentifikasi sejauh mana peningkatan keterampilan digital yang diperoleh setelah mengikuti proses pembelajaran, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya penguasaan keterampilan digital, baik karena minimnya pengalaman awal, kurangnya akses terhadap perangkat teknologi, maupun perbedaan kemampuan individu. Kondisi ini dapat menjadi hambatan dalam menghadapi tuntutan era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi kepada kepala SKB Gresik, pengelola program, tutor. Teknik analisis data yang digunakan meliputi pengumpulan data, reduksi data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perkembangan keterampilan yang terarah. Peningkatan ini terlihat dalam penguasaan keterampilan digital dasar, khususnya dalam kemampuan mengoperasikan komputer, menggunakan aplikasi perkantoran, serta memahami fungsi teknologi dalam mendukung kegiatan pembelajaran. Perubahan yang terjadi tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mencerminkan peningkatan rasa percaya diri dan kemandirian dalam menggunakan perangkat digital. Kata kunci: Kelas komputer, Keterampilan digital, Pendidikan non formal, Peserta didik, Paket B Abstract  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis secara mendalam pelaksanaan program kelas komputer dan untuk mengidentifikasi sejauh mana peningkatan keterampilan digital yang diperoleh setelah mengikuti proses pembelajaran, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya penguasaan keterampilan digital, baik karena minimnya pengalaman awal, kurangnya akses terhadap perangkat teknologi, maupun perbedaan kemampuan individu. Kondisi ini dapat menjadi hambatan dalam menghadapi tuntutan era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi kepada kepala SKB Gresik, pengelola program, tutor. Teknik analisis data yang digunakan meliputi pengumpulan data, reduksi data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perkembangan keterampilan yang terarah. Peningkatan ini terlihat dalam penguasaan keterampilan digital dasar, khususnya dalam kemampuan mengoperasikan komputer, menggunakan aplikasi perkantoran, serta memahami fungsi teknologi dalam mendukung kegiatan pembelajaran. Perubahan yang terjadi tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mencerminkan peningkatan rasa percaya diri dan kemandirian dalam menggunakan perangkat digital. Kata kunci: Kelas komputer, Keterampilan digital, Pendidikan non formal, Peserta didik, Paket B Abstract This study aims to describe and analyze in depth the implementation of the computer class program and to identify the extent of digital skill improvement achieved after participating in the learning process, as well as the influencing factors. The background of the study is based on the low mastery of digital skills, either due to limited initial experience, limited access to technological devices, or differences in individual abilities. This condition can be a barrier to facing the demands of the digital era. This study used a descriptive qualitative approach with data collection methods through in-depth interviews, observation, and documentation with the head of SKB Gresik, program managers, and tutors. Data analysis techniques used included data collection, data reduction, and verification or drawing conclusions. The results indicate a directed development in skills. This improvement is evident in the mastery of basic digital skills, particularly in the ability to operate computers, use office applications, and understand the function of technology in supporting learning activities. The changes are not only technical but also reflect increased confidence and independence in using digital devices. Keywords: Computer class, Digital skills, Non-formal education, Package B students          
Pengaruh Komunikasi Digital Terhadap Keberdayaan Pelaku UMKM Pada Era Society 5.0 di Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo Tiara Riska Saputri; Rivo Nugroho
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi digital terhadap keberdayaan pelaku UMKM pada era Society 5.0 di Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linear sederhana. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada pelaku UMKM, kemudian data yang diperoleh dianalisis menggunakan bantuan program SPSS melalui uji statistik yaitu melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji lineritas, khususnya uji parsial (uji t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberdayaan pelaku UMKM, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga hipotesis alternatif diterima. Perkembangan teknologi digital pada era Society 5.0 menuntut pelaku UMKM untuk mampu memanfaatkan komunikasi digital dalam menjalankan usaha guna meningkatkan daya saing dan keberdayaan. Komunikasi digital berperan penting dalam memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan interaksi dengan konsumen, serta memberikan akses terhadap informasi pasar yang relevan. Oleh karena itu, semakin optimal pemanfaatan komunikasi digital, semakin tinggi pula tingkat keberdayaan pelaku UMKM dalam menghadapi tantangan ekonomi modern. Kata kunci: komunikasi digital, keberdayaan UMKM, Society 5.0.
Peran Tutor pada Ekstrakurikuler Tata Boga dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Santriwati di MA Islam Terpadu Darul Fikri Sidoarjo Mufidah Rohadatul Aisy; Gunarti Dwi Lestari
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran tutor dalam kegiatan ekstrakurikuler tata boga serta perubahan motivasi belajar santriwati setelah mengikuti kegiatan tersebut di MA Islam Terpadu Darul Fikri Sidoarjo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru penanggung jawab ekstrakurikuler, tutor tata boga, serta santriwati peserta kegiatan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutor berperan sebagai fasilitator, pemberi scaffolding, motivator, model, dan evaluator dalam proses pembelajaran. Peran fasilitator dan scaffolding menjadi peran dominan karena tutor memberikan bimbingan bertahap sehingga santriwati mampu melakukan praktik memasak secara mandiri. Kegiatan ekstrakurikuler tata boga juga menunjukkan peningkatan motivasi belajar santriwati yang ditandai dengan meningkatnya kepercayaan diri, ketekunan dalam menyelesaikan tugas, serta kemampuan mengatur proses belajar. Dengan demikian, kegiatan ekstrakurikuler tata boga dapat menjadi sarana pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan motivasi belajar santriwati.
Hubungan Motivasi Belajar dengan Kemandirian Belajar Pada Warga Belajar Program Kesetaraan Paket C di SPNF SKB Trenggalek Septian Sangga Buana Purnawarman; Sjafiatul Mardliyah
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi belajar dengan kemandirian belajar pada warga belajar Program Kesetaraan Paket C di SPNF SKB Trenggalek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan korelasional. Populasi penelitian berjumlah 95 warga belajar dan seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman Rho berbantuan SPSS. Hipotesis penelitian menyatakan terdapat hubungan positif antara motivasi belajar dengan kemandirian belajar warga belajar Paket C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar berada pada kategori sedang dan kemandirian belajar juga berada pada kategori sedang. Hasil uji hipotesis menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,367 dengan signifikansi 0,000, sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Kekuatan hubungan berada pada kategori lemah, sehingga peningkatan motivasi belajar cenderung diikuti peningkatan kemandirian belajar positif dan signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa motivasi belajar berkaitan signifikan dengan kemandirian belajar warga belajar Paket C di SPNF SKB Trenggalek.
Pengelolaan Kelas Pranotocoro Sebagai Upaya Mendukung Public Speaking Peserta Didik Di SKB Cerme Pradelia Pradelia Asmara Dewi; Rivo Nugroho
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan public speaking dalam meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan komunikasi peserta didik pada pendidikan nonformal. Kelas Pranotocoro di SKB Cerme merupakan program berbasis kearifan lokal yang dirancang untuk melatih keterampilan berbicara di depan umum melalui praktik pembawaan acara adat Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan kelas Pranotocoro sebagai upaya mendukung kemampuan public speaking peserta didik, meliputi aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian meliputi kepala SKB, pendidik, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dilakukan melalui analisis kebutuhan peserta didik, penyusunan materi secara bertahap, serta penentuan metode dan jadwal latihan yang terstruktur. Pengorganisasian dilakukan dengan pembagian tugas yang jelas serta pengelolaan sarana dan prasarana secara optimal guna mendukung proses pembelajaran yang efektif. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan melalui metode demonstrasi, praktik langsung, latihan rutin, dan simulasi pembawaan acara, disertai pemberian umpan balik secara berkelanjutan oleh pendidik. Pengawasan dilakukan melalui evaluasi langsung saat praktik dan pemantauan perkembangan peserta didik. Dengan demikian, pengelolaan kelas Pranotocoro yang menerapkan fungsi manajemen POAC terbukti mampu mendukung peningkatan kemampuan public speaking peserta didik secara bertahap dan berkelanjutan.
Implementasi Program Literasi Melalui Visca Alfalah (VIA) Untuk Meningkatkan Minat Belajar di Kampoeng Sinaoe Sidoarjo Faliha Riasah; I Ketut Atmaja Johny Artha
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya minat belajar pada peserta didik VIA di Kampoeng Sinaoe Sidoarjo menjadi salah satu masalah dalam keberhasilan pembelajaran. Literasi mencakup keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta mengkaji implementasi program literasi melalui Visca Alfalah (VIA) untuk meningkatkan minat belajar di Kampoeng Sinaoe Sidoarjo serta menganalisis faktor pendukung dan faktor penghambat dalam implementasi program literasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan kondensasi data, penyajian data, verifikasi dan kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah peserta didik VIA kelas 4 -6, guru VIA, dan pengelola program literasi di Kampoeng Sinaoe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program literasi dikembangkan dengan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Literasi program didukung oleh fasilitas yang memadai, penggunaan media pembelajaran, peran guru, dukungan pengelola, serta kolaborasi dengan guru lain. Faktor penghambatnya meliputi mood dan kondisi peserta didik, kurangnya minat terhadap bacaan panjang, gangguan lingkungan, serta kendala dalam koordinasi dengan guru. Simpulan penelitian ini menunjukkan implementasi program literasi di Kampoeng Sinaoe mampu meningkatkan minat belajar peserta, ditunjukkan melalui indikator perasaan senang, ketertarikan, keaktifan, kehadiran, serta ketekunan dan kedisiplinan. Meskipun peningkatan tersebut belum sepenuhnya optimal pada seluruh peserta didik.
Strategi Manajemen Kampoeng Sinaoe dalam Mewujudkan Keberlanjutan Program Kursus Bahasa Inggris di Sidoarjo Eddies Adellya Putri; I Ketut Atmaja Johny Artha
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan tidak berjalannya suatu lembaga nonformal dalam mengelola program menjadi permasalahan yang serius karena banyak lembaga yang terbangun namun tidak dapat berkelanjutan, Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi manajemen Kampoeng Sinaoe dalam mewujudkan keberlanjutan program Kursus Bahasa Inggris di Sidoarjo dan menganalisis fungsi-fungsi manajemen dalam mewujudkan keberlanjutan program. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan di Kampoeng Sinaoe Sidoarjo dengan subjek penelitian pengelola, tutor, peserta didik dan wali murid. Teknik pengumpulan data diantaranya wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, verifikasi dan kesimpulan. Uji keabsahan data melalui kredibilitas, uji dependabilitas, uji konfirmabilitas, dan uji transferabilitas. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen kampoeng sinaoe melalui penentuan strategi perencanaan menggunakan strategi berbasis nilai, strategi pengorganisasian yang menekankan kejelasan peran dan hubungan kerja yang efisien. Strategi pelaksanaan yang berorientasi pada peserta didik, strategi pengawasan yang langsung dan berlapis serta strategi evaluasi yang berkelanjutan dan terbuka. Disarankan menggunakan pemanfaatan teknoligi untuk media pembelajaran, penambahan fasilitas oleh instansi terkait, peneliti selanjutnya dapat meneliti strategi manajemen pendidikan nonformal secara dalam dan luas.
Pengelolaan Ekstrakurikuler Pramuka dalam Meningkatkan Percaya Diri dan Disiplin Anak di SMP Negeri 2 Dringu Ayu Wulandari; Widodo
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat percaya diri dan disiplin peserta didik di SMP Negeri 2 Dringu yang masih menunjukkan sikap pasif, kurang berani mengemukakan pendapat, serta belum optimal dalam mematuhi aturan sekolah. Kegiatan ekstrakurikuler pramuka sebagai bagian dari pendidikan nonformal dipandang memiliki potensi dalam membentuk karakter peserta didik, khususnya dalam meningkatkan percaya diri dan disiplin. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler pramuka serta dampaknya dalam meningkatkan percaya diri dan disiplin peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian ini meliputi kepala sekolah, pembina pramuka, pelatih pramuka, tenaga administrasi, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan ekstrakurikuler pramuka di SMP Negeri 2 Dringu telah dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi secara sistematis. Kegiatan pramuka yang dilaksanakan secara rutin, partisipatif, dan berbasis pengalaman mampu mendorong keterlibatan aktif peserta didik. Dampak dari pengelolaan tersebut terlihat dari peningkatan rasa percaya diri peserta didik, yang ditandai dengan keberanian tampil, berpendapat, serta kemampuan berinteraksi sosial. Selain itu, disiplin peserta didik juga mengalami peningkatan, yang ditunjukkan melalui kepatuhan terhadap aturan ketepatan waktu, dan tanggung jawab dalam mengikuti kegiatan.