cover
Contact Name
Monica Widyaswari
Contact Email
monicawidyaswari@unesa.ac.id
Phone
+6282231135605
Journal Mail Official
jplus@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Lidah Wetan: Terletak di Jl. Lidah Wetan, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
J+Plus: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah
  • jurnal-pendidikan-luar-sekolah
  • Website
ISSN : 23379286     EISSN : -     DOI : -
Strategi, metode, dan model pembelajaran dalam Pendidikan Nonformal Teknologi dan media pembelajaran untuk Pendidikan Nonformal Pelatihan berbasis komunitas dan pengembangan keterampilan Inovasi dalam pendidikan masyarakat dan pendidikan seumur hidup Pendidikan vokasional dan pelatihan kerja Program pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan Kebijakan dan manajemen Pendidikan Nonformal Studi kasus implementasi Pendidikan Nonformal di berbagai wilayah Kolaborasi antar lembaga dalam mendukung Pendidikan Nonformal Evaluasi program dan dampak Pendidikan Nonformal
Articles 675 Documents
Implementasi Program ROSELA dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia di Kabupaten Lamongan Sigit Putra Agung Winata; Sjafiatul Mardliyah
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increase in the elderly population as a consequence of demographic transition necessitates the development of social policies that can ensure sustainable welfare. The ROSELA Program in Lamongan Regency serves as an intervention that integrates social protection with family economic empowerment. This study aims to examine the implementation of the ROSELA Program in improving the quality of life of the elderly in Lamongan Regency, as well as to analyze the supporting and inhibiting factors in its implementation. This study employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation involving various stakeholders, including elderly beneficiaries, program implementers, local government officials, and beneficiaries’ families. The collected data were analyzed descriptively through stages of data reduction, data presentation, and systematic conclusion drawing to obtain a comprehensive understanding of the program implementation in the field. The findings indicate that the implementation of the ROSELA Program is carried out through a combination of direct social assistance to the elderly and efforts to strengthen the economic capacity of families as the primary support system for their welfare. Supporting factors of the program include cross-sector collaboration, active involvement of local government at the village level, and the participation of neighborhood units (RT/RW) in the data collection and beneficiary selection processes. Meanwhile, inhibiting factors include limited regional budget capacity, dynamic changes in beneficiary data, and technical challenges in field monitoring activities. Keywords: policy implementation, social development, social welfare, elderly.
Implementasi Pembiasaan Literasi Membaca Sebagai Upaya Mengembangkan Kemampuan Public Speaking Warga Belajar Paket C di PKBM Insan Cerdas Indonesia Verlita Azizah Alkholifi; Wiwin Yulianingsih
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan public speaking warga belajar Paket C, yang ditandai dengan kesulitan mengungkapkan ide serta kurangnya kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembiasaan literasi membaca sebagai upaya mengembangkan kemampuan public speaking di PKBM Insan Cerdas Indonesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi pengelola PKBM, tutor, dan warga belajar. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan literasi membaca dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan mencakup pengenalan kegiatan, penjadwalan, dan membaca mandiri. Pelaksanaan meliputi kegiatan pembukaan, penyampaian hasil bacaan, diskusi, serta tanya jawab. Evaluasi dilakukan secara formatif melalui pengamatan selama kegiatan berlangsung. Program ini didukung oleh peran tutor, penjadwalan yang terstruktur, pemanfaatan teknologi, serta pemberian apresiasi. Meskipun demikian, terdapat hambatan berupa rendahnya motivasi, kondisi psikologis, dan keterbatasan intelektual. Secara umum, pembiasaan ini mampu mengembangkan kemampuan komunikasi warga belajar, meskipun sebagian masih mengalami kesulitan yang disebabkan oleh hambatan intelektual. Kata Kunci: literasi membaca, public speaking, PKBM Insan Cerdas indonesia
Analisis Program Kelas Komputer dalam Meningkatkan Keterampilan Digital Peserta Didik Paket B SKB Gresik Desvita Endin Kardhana; Yatim Riyanto
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis secara mendalam pelaksanaan program kelas komputer dan untuk mengidentifikasi sejauh mana peningkatan keterampilan digital yang diperoleh setelah mengikuti proses pembelajaran, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya penguasaan keterampilan digital, baik karena minimnya pengalaman awal, kurangnya akses terhadap perangkat teknologi, maupun perbedaan kemampuan individu. Kondisi ini dapat menjadi hambatan dalam menghadapi tuntutan era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi kepada kepala SKB Gresik, pengelola program, tutor. Teknik analisis data yang digunakan meliputi pengumpulan data, reduksi data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perkembangan keterampilan yang terarah. Peningkatan ini terlihat dalam penguasaan keterampilan digital dasar, khususnya dalam kemampuan mengoperasikan komputer, menggunakan aplikasi perkantoran, serta memahami fungsi teknologi dalam mendukung kegiatan pembelajaran. Perubahan yang terjadi tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mencerminkan peningkatan rasa percaya diri dan kemandirian dalam menggunakan perangkat digital. Kata kunci: Kelas komputer, Keterampilan digital, Pendidikan non formal, Peserta didik, Paket B Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis secara mendalam pelaksanaan program kelas komputer dan untuk mengidentifikasi sejauh mana peningkatan keterampilan digital yang diperoleh setelah mengikuti proses pembelajaran, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya penguasaan keterampilan digital, baik karena minimnya pengalaman awal, kurangnya akses terhadap perangkat teknologi, maupun perbedaan kemampuan individu. Kondisi ini dapat menjadi hambatan dalam menghadapi tuntutan era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi kepada kepala SKB Gresik, pengelola program, tutor. Teknik analisis data yang digunakan meliputi pengumpulan data, reduksi data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perkembangan keterampilan yang terarah. Peningkatan ini terlihat dalam penguasaan keterampilan digital dasar, khususnya dalam kemampuan mengoperasikan komputer, menggunakan aplikasi perkantoran, serta memahami fungsi teknologi dalam mendukung kegiatan pembelajaran. Perubahan yang terjadi tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mencerminkan peningkatan rasa percaya diri dan kemandirian dalam menggunakan perangkat digital. Kata kunci: Kelas komputer, Keterampilan digital, Pendidikan non formal, Peserta didik, Paket B Abstract  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis secara mendalam pelaksanaan program kelas komputer dan untuk mengidentifikasi sejauh mana peningkatan keterampilan digital yang diperoleh setelah mengikuti proses pembelajaran, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya penguasaan keterampilan digital, baik karena minimnya pengalaman awal, kurangnya akses terhadap perangkat teknologi, maupun perbedaan kemampuan individu. Kondisi ini dapat menjadi hambatan dalam menghadapi tuntutan era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi kepada kepala SKB Gresik, pengelola program, tutor. Teknik analisis data yang digunakan meliputi pengumpulan data, reduksi data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perkembangan keterampilan yang terarah. Peningkatan ini terlihat dalam penguasaan keterampilan digital dasar, khususnya dalam kemampuan mengoperasikan komputer, menggunakan aplikasi perkantoran, serta memahami fungsi teknologi dalam mendukung kegiatan pembelajaran. Perubahan yang terjadi tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mencerminkan peningkatan rasa percaya diri dan kemandirian dalam menggunakan perangkat digital. Kata kunci: Kelas komputer, Keterampilan digital, Pendidikan non formal, Peserta didik, Paket B Abstract This study aims to describe and analyze in depth the implementation of the computer class program and to identify the extent of digital skill improvement achieved after participating in the learning process, as well as the influencing factors. The background of the study is based on the low mastery of digital skills, either due to limited initial experience, limited access to technological devices, or differences in individual abilities. This condition can be a barrier to facing the demands of the digital era. This study used a descriptive qualitative approach with data collection methods through in-depth interviews, observation, and documentation with the head of SKB Gresik, program managers, and tutors. Data analysis techniques used included data collection, data reduction, and verification or drawing conclusions. The results indicate a directed development in skills. This improvement is evident in the mastery of basic digital skills, particularly in the ability to operate computers, use office applications, and understand the function of technology in supporting learning activities. The changes are not only technical but also reflect increased confidence and independence in using digital devices. Keywords: Computer class, Digital skills, Non-formal education, Package B students          
Pengaruh Komunikasi Digital Terhadap Keberdayaan Pelaku UMKM Pada Era Society 5.0 di Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo Tiara Riska Saputri; Rivo Nugroho
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi digital terhadap keberdayaan pelaku UMKM pada era Society 5.0 di Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linear sederhana. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada pelaku UMKM, kemudian data yang diperoleh dianalisis menggunakan bantuan program SPSS melalui uji statistik yaitu melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji lineritas, khususnya uji parsial (uji t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberdayaan pelaku UMKM, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga hipotesis alternatif diterima. Perkembangan teknologi digital pada era Society 5.0 menuntut pelaku UMKM untuk mampu memanfaatkan komunikasi digital dalam menjalankan usaha guna meningkatkan daya saing dan keberdayaan. Komunikasi digital berperan penting dalam memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan interaksi dengan konsumen, serta memberikan akses terhadap informasi pasar yang relevan. Oleh karena itu, semakin optimal pemanfaatan komunikasi digital, semakin tinggi pula tingkat keberdayaan pelaku UMKM dalam menghadapi tantangan ekonomi modern. Kata kunci: komunikasi digital, keberdayaan UMKM, Society 5.0.
Peran Tutor pada Ekstrakurikuler Tata Boga dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Santriwati di MA Islam Terpadu Darul Fikri Sidoarjo Mufidah Rohadatul Aisy; Gunarti Dwi Lestari
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran tutor dalam kegiatan ekstrakurikuler tata boga serta perubahan motivasi belajar santriwati setelah mengikuti kegiatan tersebut di MA Islam Terpadu Darul Fikri Sidoarjo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru penanggung jawab ekstrakurikuler, tutor tata boga, serta santriwati peserta kegiatan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutor berperan sebagai fasilitator, pemberi scaffolding, motivator, model, dan evaluator dalam proses pembelajaran. Peran fasilitator dan scaffolding menjadi peran dominan karena tutor memberikan bimbingan bertahap sehingga santriwati mampu melakukan praktik memasak secara mandiri. Kegiatan ekstrakurikuler tata boga juga menunjukkan peningkatan motivasi belajar santriwati yang ditandai dengan meningkatnya kepercayaan diri, ketekunan dalam menyelesaikan tugas, serta kemampuan mengatur proses belajar. Dengan demikian, kegiatan ekstrakurikuler tata boga dapat menjadi sarana pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan motivasi belajar santriwati.