cover
Contact Name
Monica Widyaswari
Contact Email
monicawidyaswari@unesa.ac.id
Phone
+6282231135605
Journal Mail Official
jplus@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Lidah Wetan: Terletak di Jl. Lidah Wetan, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
J+Plus: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah
  • jurnal-pendidikan-luar-sekolah
  • Website
ISSN : 23379286     EISSN : -     DOI : -
Strategi, metode, dan model pembelajaran dalam Pendidikan Nonformal Teknologi dan media pembelajaran untuk Pendidikan Nonformal Pelatihan berbasis komunitas dan pengembangan keterampilan Inovasi dalam pendidikan masyarakat dan pendidikan seumur hidup Pendidikan vokasional dan pelatihan kerja Program pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan Kebijakan dan manajemen Pendidikan Nonformal Studi kasus implementasi Pendidikan Nonformal di berbagai wilayah Kolaborasi antar lembaga dalam mendukung Pendidikan Nonformal Evaluasi program dan dampak Pendidikan Nonformal
Articles 660 Documents
Pelaksanaan Manajemen Kelas dalam Efektivitas Pembelajaran pada Mata Pelajaran Seni Kelas 10 Kesetaraan Kejar Paket C di SKB Negeri Surabaya Gauri Ajeng Fadia Wardani; Riyanto, Yatim
J+PLUS UNESA Vol. 14 No. 2 (2025): J+PLUS, Desember 2025 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan manajemen kelas pada mata pelajaran seni kelas 10 di SKB Negeri Surabaya merupakan upaya untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif dan partisipatif. Memiliki peserta didik dengan latar belakang yang berbeda membuat tutor perlu menerapkan strategi khusus agar pembelajaran tetap efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan manajemen kelas meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Subjek penelitan sebanyak 14 orang, 10 orang peserta didik, dan 4 orang tutor. Metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan untuk dapat menggali lebih dalam hal kompleks yang terjadi di kelas pada saat pelaksanaan manajemen kelas dan melalui sudut pandang yang beragam. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa tutor memanfaatkan modul Kurikulum Merdeka, metode demonstrasi disertai praktik langsung, serta media belajar fisik untuk mendorong aktivitas belajar dan komunikasi interaktif. Faktor pendukung meliputi peran tutor sebagai fasilitator dan ketersediaan fasilitas pendukung, sementara faktor penghambat berupa kurangnya kesadaran peserta didik akan hak dan kewajibannya sebagai pelajar. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan pengembangan strategi manajemen kelas pada pendidikan nonformal pada mata pelajaran seni serta memberikan wawasan baru tentang praktik pembelajaran yang lebih efektif.
Implementasi Program Activity of Daily Living (ADL) untuk Meningkatkan Kemandirian Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dalam Kehidupan Sosial di Balai PMKS Sidoarjo Dea Ayu Nafisaturrohmah; Mardliyah, Sjafiatul
J+PLUS UNESA Vol. 14 No. 2 (2025): J+PLUS, Desember 2025 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) sering kali mengalami hambatan dalam menjalani aktivitas sehari-hari, baik secara fisik maupun sosial, yang berdampak pada menurunnya kemandirian mereka. Balai PMKS Sidoarjo menyelenggarakan program Activity Daily Living (ADL) sebagai upaya rehabilitasi sosial untuk membantu ODGJ agar dapat hidup lebih mandiri dalam lingkungan sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan implementasi program ADL dalam meningkatkan kemandirian sosial ODGJ di Balai PMKS Sidoarjo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Proses analisis data mencakup tiga tahapan, yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program ADL berjalan secara sistematis dengan pendekatan komunikasi, penyediaan sumber daya, sikap pelaksana, dan struktur birokrasi yang mendukung. Program ini terbukti dapat meningkatkan kemandirian ODGJ, baik dalam aspek emosional, perilaku, maupun nilai. Aspek emosional tercermin dari kemampuan ODGJ dalam mengendalikan emosi, menjadi lebih tenang, serta menunjukkan kestabilan psikologis. Aspek perilaku terlihat dari peningkatan keterampilan hidup sehari-hari seperti makan, mandi, berpakaian, dan melakukan kegiatan ibadah secara mandiri. Sedangkan aspek nilai terlihat dari kemampuan ODGJ dalam memahami dan menerapkan norma sosial yang berlaku, seperti sopan santun, kerja sama, serta membedakan perilaku yang baik dan buruk.
Implementasi Habitual Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris di Mahesa Risma Ayu Dea Safitri; Nugroho, Rivo
J+PLUS UNESA Vol. 14 No. 2 (2025): J+PLUS, Desember 2025 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan konsep habitual learning dalam meningkatkan kompetensi berbahasa Inggris, khususnya pada aspek grammar dan keterampilan speaking, di Lembaga Kursus Mahesa Kampung Inggris Pare. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas dua orang tutor yang terdiri dari satu orang tutor grammar dan satu orang tutor speaking serta delapan siswa yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan tingkat partisipasi aktif dalam kegiatan kelas dan “English camp”. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi aktivitas pembelajaran harian. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi kesimpulan. Validitas temuan diuji melalui teknik triangulasi sumber dan metode, serta prosedur audit trail untuk memastikan kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dan transferabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi habitual learning secara sistematis memfasilitasi terbentuknya kebiasaan praktis yang konsisten di kalangan siswa. Tutor grammar menerapkan latihan rutin berupa pengerjaan soal terstruktur, diskusi aturan tata bahasa, dan pemberian umpan balik langsung, sedangkan tutor speaking mengorganisasi sesi latihan percakapan intensif meliputi storytelling, role play, dan presentasi singkat setiap hari. Selain itu, suasana “English camp” di luar jam formal menciptakan ekosistem pembelajaran informal di mana siswa terdorong untuk menggunakan bahasa Inggris dalam interaksi sehari-hari tanpa rasa takut melakukan kesalahan. Secara keseluruhan, kombinasi strategi pembelajaran terencana dan dukungan lingkungan sosial-bahasa menghasilkan peningkatan signifikan pada akurasi tata bahasa dan kelancaran berbicara siswa. Temuan ini menegaskan bahwa habitual learning tidak hanya efektif dalam membangun otomatisasi pengetahuan linguistik, tetapi juga memupuk rasa percaya diri dan kemandirian belajar. Rekomendasi penelitian mencakup pengintegrasian modul habit formation yang lebih terstruktur dan pelatihan berkelanjutan bagi tutor guna mengoptimalkan implementasi habitual learning di lembaga kursus bahasa lainnya.
Peran Budayawan Terhadap Pelestarian Tradisi Upacara Bersih Desa dalam Perspektif Pendidikan Informal di Desa Simbatan Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Magetan Yuda Kurniawan, Alfian; Nusantara, Widya
J+PLUS UNESA Vol. 14 No. 2 (2025): J+PLUS, Desember 2025 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran budayawan dalam pelestarian tradisi upacara bersih desa di Desa Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan serta kontribusinya dalam konteks pendidikan informal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budayawan memegang peran sentral dalam menjaga kelestarian tradisi, baik sebagai narasumber, fasilitator kegiatan, maupun teladan nilai-nilai budaya. Dalam perspektif pendidikan informal, peran budayawan menjadi sumber belajar efektif bagi masyarakat, terutama generasi muda, dalam memahami dan menginternalisasi kearifan lokal sebagai bagian dari identitas budaya. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi pendidikan informal berbasis budaya dalam memperkuat pelestarian tradisi lokal.
Peran Orang Tua Asuh dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Anak Asuh di Panti Asuhan Yakarim Surabaya Noviana Ramadhani; Mardliyah, Sjafiatul
J+PLUS UNESA Vol. 14 No. 2 (2025): J+PLUS, Desember 2025 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang yang mendasari penelitian ini adalah adanya fakta di lapangan bahwa tidak semua anak memiliki kondisi yang beruntung seperti memiliki anggota keluarga yang lengkap dan menjalankan fungsinya dengan baik. Banyak anak yang hidup dalam kondisi rentan karena kehilangan orang tua kandung, baik karena yatim, piatu, maupun penelantaran. Kondisi ini membuat mereka kehilangan figur yang seharusnya mendampingi tumbuh kembang, termasuk dalam hal pendidikan. Nihilnya peran orang tua berdampak langsung pada rendahnya motivasi belajar anak ditengah transformasi sistem pendidikan yang menuntut peran aktif keluarga dalam proses belajar. Rendahnya motivasi belajar berdampak pada semangat belajar yang luntur, prestasi yang menurun, dan potensi putus sekolah. Penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis peran orang tua asuh dalam meningkatkan motivasi belajar anak asuh di Panti Asuhan Yakarim Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian pengurus, pengasuh, dan anak asuh yang berada di panti. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Teknik keabsahan data diuji menggunakan kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dan transferbilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) orang tua asuh dalam meningkatkan motivasi belajar anak asuh adalah dengan menjalankan peran orang tua (a) sebagai pendorong yang berwenang dalam memberikan perhatian secara aktif, (b) sebagai fasilitator, atau yang berwenang dalam memfasilitasi anak asuh dalam menunjang proses belajar, dan (c) sebagai pembimbing atau pihak yang berwenang dalam memberikan edukasi dan arahan. (2) faktor pendukung yang memengaruhi motivasi belajar anak asuh adalah dengan adanya kesadaran diri dan fasilitas belajar yang mendukung. (3) faktor penghambat yang memengaruhi motivasi belajar anak asuh adalah kelelahan fisik pada anak dan pengaruh negatif teman sebaya.  
Peran Pendidik dalam Menumbuhkan Motivasi Belajar Santri melalui Aplikasi Quizizz di TPQ Darussalam Dayu Kabupaten Sidoarjo Dwi Ardha Dirgahayu, Nesya; Rosyanafi, Rofik
J+PLUS UNESA Vol. 14 No. 2 (2025): J+PLUS, Desember 2025 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran pendidik sangat penting dalam dunia pendidikan, tidak hanya untuk menyediakan bahan pengajaran, tetapi juga untuk merancang kegiatan belajar, menentukan strategi dan model pembelajaran, dan untuk membuat diri mereka terlalu nyaman untuk mendukung siswa.tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan peran pendidik dalam meningkatkan motivasi belajar siswa melalui aplikasi Quizizz di TPQ Darussalam Dayu Kabupaten Sidoarjo. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Untuk mengumpulkan data, teknik yang digunakan mencakup wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Dalam menganalisis data, langkah-langkah yang diambil meliputi pengumpulan data, pengurangan data, serta verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Quizizz, yang didukung oleh peran aktif pendidik mampu menumbuhkan minat dan motivasi santri untuk belajar secara lebih antusias, namun terdapat beberapa hambatan, seperti keterbatasan perangkat dan kendala jaringan internet. Pendidik mengatasi hambatan tersebut dengan peminjaman perangkat, penggunaan kuis secara bergantian, dan pemberian bimbingan bagi santri yang mengalami kesulitan. Secara keseluruhan, penerapan aplikasi Quizizz mampu meningkatkan motivasi belajar santri, terutama karena pendekatan pembelajaran berbasis permainan (game-based learning) yang interaktif dan menyenangkan. Penelitian ini direkomendasikan agar pendidik lebih memaksimalkan penggunaan Quizizz serta mengintegrasikan fitur evaluasi dengan pembelajaran tatap muka guna meningkatkan kualitas pembelajaran yang holistik.  
Inovasi Pengajaran Seni Hadrah Sebagai Upaya Meningkatkan Nodernisasi pada Komunitas Al-Banjari Mizanul Mahabbah di Desa Kalitengah Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo Hadina, Garini; Susilo, Heryanto
J+PLUS UNESA Vol. 14 No. 2 (2025): J+PLUS, Desember 2025 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana inovasi pengajaran seni hadrah yang dilakukan oleh Komunitas Al-Banjari Mizanul Mahabbah di Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo mampu mendorong proses modernisasi tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional dan keagamaan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dibawah metode fenomenologi dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan terhadap pembina komunitas dan anggota Al-Banjari. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa komunitas Al-Banjari Mizanul Mahabbah berhasil melakukan inovasi melalui pemanfaatan media sosial seperti Facebook, Instagram dan Youtube sebagai sarana syiar dan pelatihan, serta pengembangan pola latihan yang fleksibel dan responsive terhadap karakter anggota, dimana Latihan yang fleksibel dan responsif terhadap karakter anggota berarti kegiatan latihan tidak dijalankan secara kaku, melainkan disesuaikan dengan kondisi, jadwal, dan gaya belajar masing-masing individu. Dengan demikian, setiap anggota dapat mengikuti proses pengajaran hadrah sesuai kemampuan dan kenyamanannya, tanpa merasa ditekan atau tertinggal. Faktor pendukung kegiatan berasal dari dukungan masyarakat, struktur pembinaan yang konsisten, serta jejaring kolaboratif. Adapun hambatan utama adalah resistensi sebagai warga terhadap kebisingan saat latihan malam hari. Penelitian ini merekomendasikan perlunya strategi tinggi komunikasi yang lebih sistematis antara komunitas dan masyarakat sekitar, serta pengembangan platform digital yang lebih professional untuk memperkuat syiar budaya religi dalam skala yang lebih luas.
Manajemen Pelatihan Snack Milenial untuk Pemberdayaan Warga Belajar: Studi Kasus di SKB Negeri Surabaya Ramadhani, Irfani; Nugroho, Rivo
J+PLUS UNESA Vol. 14 No. 2 (2025): J+PLUS, Desember 2025 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manajemen pelatihan tata boga melalui program “Snack Milenial” sebagai sarana pemberdayaan warga belajar di SKB Negeri Surabaya. Latar belakang penelitian ini adalah kebutuhan peningkatan keterampilan hidup di era pascapandemi, khususnya dalam bidang tata boga yang semakin diminati dan relevan dengan peluang usaha mandiri. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, agar memperoleh gambaran menyeluruh tentang proses manajemen pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pelatihan di SKB Negeri Surabaya telah dilaksanakan secara sistematis melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengawasan yang cukup efektif. Pelatihan ini berhasil meningkatkan keterampilan kuliner dasar, pemahaman tentang keamanan pangan, serta mendorong kreativitas peserta dalam menciptakan produk kuliner bernilai jual. Faktor pendukung keberhasilan program antara lain keterlibatan instruktur yang kompeten, fasilitas memadai, dan antusiasme peserta, sedangkan hambatan mencakup keterbatasan waktu pembelajaran dan anggaran operasional. Secara keseluruhan, program “Snack Milenial” mampu berkontribusi positif dalam pemberdayaan warga belajar, baik untuk kesiapan kerja maupun membuka usaha mandiri di bidang kuliner. Penelitian ini menyarankan agar pelatihan ke depan dapat menyesuaikan kurikulum dengan tren produk kuliner terbaru serta memperluas jejaring pemasaran berbasis digital agar manfaatnya semakin optimal.
Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Daya Tarik Peserta Didik di PKBM Budi Utama Surabaya Rahmawati, Intan; Nusantara, Widya
J+PLUS UNESA Vol. 14 No. 2 (2025): J+PLUS, Desember 2025 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya perluasan informasi terkait penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan menjadi alasan utama satuan pendidikan menggunakan strategi digital marketing. Informasi tersebut akan meningkatkan daya tarik peserta didik terhadap program pendidikan kesetaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan menganalisis strategi pemasaran yaitu digital marketing untuk meningkatkan daya tarik peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif membantu mendeskripsikan lebih lengkap dan mendalam terkait fenomena yang diperoleh peneliti di lapangan. Teknik pengumpulan daya menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan kondensasi data, penyajian data dan verifikasi data. Pemeriksaan data menggunakan kredibilitas, dependability, comfirmability, dan transfermabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan masyarakat dalam mengambil tindakan dipengaruhi oleh strategi pemasaran digital marketing sebagai upaya pemberdayaan individu dan komunitas untuk menciptakan masyarakat yang berwawasan luas. Strategi digital marketing meningkatkan daya tarik peserta didik di pendidikan kesetaraan. Kesimpulannya yakni strategi digital marketing efektif untuk meningkatkan daya tarik peserta didik terhadap program pendidikan kesetaraan. Saran yang dapat disampaikan yakni strategi digital marketing akan mendapatkan hasil maksimal apabila dikelola oleh tim khusus yang memilki kemampuan teknologi yang baik.  
Peran Program Proklim Lestari sebagai Community Empowerment di RW 01 Kelurahan Banjarsugihan Rahmasari, Amelia Nasywa; Nusantara, Widya
J+PLUS UNESA Vol. 14 No. 2 (2025): J+PLUS, Desember 2025 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana program tersebut mendorong keterlibatan warga dalam pengelolaan lingkungan berbasis komunitas. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari tujuh informan kunci, yaitu Ketua RW, Kader Proklim Lestari, Kader Surabaya Hebat, Kader Bank Sampah, dan Ketua Karang Taruna. Analisis data dilakukan dengan teknik triangulasi untuk memperoleh validitas informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Proklim Lestari berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan melalui edukasi berkelanjutan dan pelatihan teknis. Pendampingan yang konsisten dan pengkaderan yang melibatkan berbagai elemen warga turut memperkuat partisipasi kolektif. Keberhasilan program didukung oleh partisipasi aktif warga, kerja sama lintas elemen masyarakat, dan pembinaan yang berkelanjutan, meskipun masih terdapat hambatan seperti sikap apatis sebagian warga dan keterbatasan sarana pendukung. Secara keseluruhan, Program Proklim Lestari terbukti efektif dalam membentuk komunitas yang lebih sadar lingkungan, partisipatif, dan mandiri dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.