cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kimia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Pendidikan Kimia (JPK) ISSN 2337-9995 merupakan jurnal resmi yang dikelola dan diterbitkan secara online oleh Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Jurnal ini terbit 4 kali dalam setahun, berisi artikel-artikel ilmiah dari hasil penelitian dan pembelajaran kimia mahasiswa.
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2015)" : 18 Documents clear
STUDI KOMPARASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DAN THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP PRESTASI BELAJAR PADA MATERI KOLOID DITINJAU DARI KEMAMPUAN MEMORI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 3 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Setyaningsih, Anis; Ariani, Sri Retno Dwi; Saputro, Sulistyo
Jurnal Pendidikan Kimia Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.881 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT) dan Think Pair Share (TPS), pengaruh kemampuan memori, serta interaksinya terhadap prestasi belajar siswa pada materi pokok Koloid. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 3 dan kelas XI IPA 4 SMA Negeri 3 Sukoharjo tahun pelajaran 2013/ 2014 yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Analisis data penelitian ini menggunakan uji Anava Dua Jalan dengan sel tak sama. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara metode pembelajaran kooperatif NHT dan TPS terhadap prestasi belajar siswa materi koloid pada aspek kognitif, dan tidak ada pengaruh pada aspek afektif dan aspek psikomotor. Dari rerata prestasi belajar, untuk aspek kognitif siswa kelas mengunakan metode NHT (87,33) lebih baik dari siswa dengan metode TPS (82,69). Terdapat pengaruh antara kemampuan memori siswa pada kategori tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa materi koloid pada aspek kognitif, dan tidak ada pengaruh antara pada aspek afektif dan psikomotor. Dari rerata prestasi belajar kognitif, siswa dengan kemampuan memori tinggi (88,31) lebih baik dari siswa dengan kemampuan memori rendah (81,06). Tidak ada interaksi antara metode pembelajaran kooperatif NHT dan TPS dengan kemampuan memori siswa baik terhadap prestasi belajar kognitif.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEAMS ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) UNTUK MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI HIDROLISIS KELAS XI IPA SEMESTER GENAP SMA NEGERI 2 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Setiawan, Arif; Martini, Kus Sri; Mulyani, Bakti
Jurnal Pendidikan Kimia Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.143 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan interaksi sosial dan prestasi belajar siswa pada materi hidrolisis garam melalui penerapan model pembelajaran Teams Assisted Individualization (TAI). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 2 SMA Negeri 2 Sukoharjo tahun pelajaran 2013/2014. Sumber data berasal dari guru, siswa dan dokumen. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi, wawancara, tes, angket, dan kajian dokumen atau arsip. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif.  Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran  Teams Assisted Individualization(TAI) dapat meningkatkan interaksi sosial dan prestasi belajar siswa pada materi hidrolisis. Ketercapaian keberhasilan aspek interaksi sosial pada siklus I adalah 77,64%, sedangkan pada siklus II adalah 79,15%. Peningkatan prestasi belajar dapat dilihat pada aspek kognitif dan afektif. Pada aspek kognitif, ketuntasan belajar siswa sebesar 75% pada siklus I, dan pada siklus II mencapai 88,89%. Untuk aspek afektif, pada siklus I ketercapaian indikator mencapai 81,25%, dan pada siklus II mencapai 83,45%.   
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DAN PROBLEM POSING PADA POKOK BAHASAN KONSEP MOL TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X SEMESTER GENAP SMA NEGERI 6 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Koeswardhani, Yuniarti; Mulyani, Bakti; Masykuri, Mohammad
Jurnal Pendidikan Kimia Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.702 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan model pembelajaran Problem Posing dapat menghasilkan prestasi belajar lebih tinggi dibandingkan model pembelajaran Problem Solving pada materi konsep mol siswa kelas X SMA Negeri 6 Surakarta semester genap tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu, sampel terdiri dari dua kelas yaitu kelas X MIA 1 dan kelas X MIA 3. Teknik pengambilan data dengan tes untuk aspek kognitif dan angket untuk aspek afektif. Teknik analisis data menggunakan uji t-pihak kanan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan penggunaan model pembelajaran Problem Posing menghasilkan prestasi belajar lebih tinggi daripada model pembelajaran Problem Solving, terbukti dari nilai rata-rata aspek kognitif dan afektif siswa serta dari hasil uji t-pihak kanan. Nilai rata-rata aspek kognitif siswa kelas Problem Posing yaitu 84,79, sedangkan untuk kelas Problem Solving yaitu 79,50. Nilai rata-rata aspek afektif siswa kelas Problem Posing yaitu 102,82, sedangkan untuk kelas Problem Solving yaitu 98,97. Dari hasil uji t-pihak kanan untuk prestasi belajar aspek kognitif dan afektif diperoleh nilai thitung lebih besar dari ttabel­. Untuk prestasi belajar aspek kognitif nilai thitung (2,220) lebih besar daripada nilai ttabel (1,668) dan untuk prestasi belajar aspek afeektif nilai thitung (2,134) lebih besar daripada nilai ttabel (1,668). 
PENERAPAN PENDEKATAN JOYFUL LEARNING DENGAN METODE GUIDED DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN RASA INGIN TAHU DAN PRESTASI BELAJAR PADA MATERI HIDROKARBON SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 NGEMPLAK BOYOLALI TAHUN AJARAN 2013/2014 Pramesthi, Hilda Nita; Saputro, Agung Nugroho Catur; Van Hayus, Elfi Susanti
Jurnal Pendidikan Kimia Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.901 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan rasa ingin tahu dan prestasi belajar siswa kelas X-5 SMA N 1 Ngemplak Boyolali tahun ajaran 2013/2014 pada materi pokok hidrokarbon dengan menggunakan pendekatan joyful learning dan metode guided discovery. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdapat empat tahapan yang terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan,  observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X-5 SMA N 1 Ngemplak tahun ajaran 2013/2014. Objek pada penelitian ini adalah rasa ingin tahu dan prestasi belajar. Sumber data berasal dari guru dan siswa. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, tes, dan angket. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan joyful learning dan metode guided discovery dapat meningkatkan rasa ingin tahu dan prestasi belajar siswa kelas X-5 SMA N 1 Ngemplak tahun ajaran 2013/2014. Persentase ketuntasan rasa ingin tahu siswa pada siklus I sebesar 72,03% yang meningkat menjadi 78,51%  pada siklus II. Ketercapaian aspek kognitif pada siklus I meningkat dari 46,43% menjadi 78,57%, sedangkan persentase ketercapaian aspek afektif pada siklus I  sebesar 67,86% dan  meningkat menjadi 82,15% pada siklus II.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) DILENGKAPI DENGAN LKS UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR PADA MATERI REAKSI KIMIA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 19 SURAKARTA Dhewani, Margaretha Amy; Yamtinah, Sri; Martini, Kus Sri
Jurnal Pendidikan Kimia Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.942 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas VIIB semester genap SMP Negeri 19 Surakarta tahun pelajaran 2013/2014 pada materi pokok Reaksi Kimia dengan penerapan pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) dilengkapi dengan LKS. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan  Kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIB SMP Negeri 19  Surakarta Tahun Pelajaran  2013/2014 yang berjumlah 32 siswa. Sumber data berasal dari guru dan siswa. Teknik pengumpulan data adalah dengan tes dan nontes (observasi, kajian dokumen dan angket). Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran STAD dilengkapi dengan LKS dapat: (1) meningkatkan motivasi belajar siswa materi Reaksi Kimia siswa kelas VIIB SMP N 19 Surakarta. Pada siklus I siswa dengan kriteria motivasi belajar sangat tinggi dan tinggi sebesar  78% yang kemudian meningkat pada siklus II menjadi 97%,(2) meningkatkan prestasi belajar  kognitif maupun afektif pada  materi Reaksi Kimia siswa kelas VIIB SMPN 19 Surakarta. Prestasi belajar kognitif siswa mencapai 62,5% pada siklus I dan 87,5 % pada siklus II. Untuk prestasi belajar afektif, didapatkan siswa dengan kriteria afektif sangat baik dan baik pada siklus I sebesar 84,38% dan siklus II sebesar 96,88%.   
PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR KIMIA PADA MATERI POKOK KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN SISWA KELAS XI IPA 4 SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Hasanah, Uswatun; Martini, Kus Sri; Catur Saputro, Agung Nugroho
Jurnal Pendidikan Kimia Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.89 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar dan prestasi belajar melalui penerapan metode problem solving  terbimbing pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan siswa kelas XI IPA 4 SMA Al Islam 1 Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Masing-masing siklus meliputi 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 4 SMA Al Islam 1 Surakarta tahun pelajaran 2013/2014. Objek pada penelitian ini adalah aktivitas belajar dan prestasi belajar. Sumber data berasal dari guru dan siswa. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, tes, dan angket. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode problem solving terbimbing dapat meningkatkan aktivitas belajar (dari 70,27 % pada siklus I menjadi 89,19 % pada siklus II) dan prestasi belajar pada aspek kognitif (dari 56,75 % pada siklus I menjadi 86,49 % pada siklus II) serta aspek afektif (dari 72,97 % menjadi 86,48 %) pada materi pokok kelarutan dan hasil kali kelarutan siswa kelas XI IPA 4  SMA Al Islam 1 Surakarta tahun pelajaran 2013/2014.
PENGARUH PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DILENGKAPI LAB RIIL DAN VIRTUIL TERHADAP AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SISTEM KOLOID KELAS XI IPA SEMESTER GENAP SMA NEGERI 1 PULOKULON TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Rahardiana, Galuh; Redjeki, Tri; Mulyani, Sri
Jurnal Pendidikan Kimia Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.26 KB)

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui terdapat perbedaan (1) pembelajaran CTL dilengkapi lab riil dan virtual pada materi pokok sistem koloid terhadap aktivitas belajar, (2) pembelajaran CTL dilengkapi lab riil dan virtual pada materi pokok sistem koloid terhadap prestasi belajar kognitif, (3) pembelajaran CTL dilengkapi lab riil dan virtual pada materi pokok sistem koloid terhadap prestasi belajar afektif, (4) pembelajaran CTL dilengkapi lab riil dan virtual pada materi pokok sistem koloid terhadap aktivitas belajar, prestasi belajar kognitif, dan afektif. Penelitian kuasi eksperimen, sampel dua kelas XI IPA dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dengan tes dan non tes (angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi). Teknik analisis data menggunakan MANOVA. Berdasarkan hasil penelitian kesimpulannya terdapat perbedaan (1)  pembelajaran CTL dilengkapi lab riil dan virtual pada materi pokok sistem koloid terhadap aktivitas belajar dengan sig.(0,000) < ?(0,05). (2) pembelajaran CTL dilengkapi lab riil dan virtual pada materi pokok sistem koloid terhadap prestasi belajar kognitif dengan sig.(0,033) < ?(0,05). (3) pembelajaran CTL dilengkapi lab riil dan virtual pada materi pokok sistem koloid terhadap prestasi belajar afektif dengan sig.(0,018) < ?(0,05). (4) pembelajaran CTL dilengkapi lab riil dan lab virtuil pada materi pokok sistem koloid terhadap aktivitas belajar, prestasi belajar kognitif, dan afektif dengan sig.(0,000) <  ?(0,05).   
STUDI KOMPARASI METODE PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DAN ROTATING TRIO EXCHANGE (RTE) DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR SISWA MATERI STRUKTUR ATOM DAN SPU SISWA KELAS X SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Malikhah, Isma; Catur Saputro, Agung Nugroho; Saputro, Sulistyo
Jurnal Pendidikan Kimia Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.572 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui: (1) pengaruh metode TGT (Teams Games Tournament) dan RTE (Rotating Trio Exchange) terhadap prestasi belajar siswa aspek kognitif materi struktur atom dan SPU, (2) pengaruh metode TGT dan RTE terhadap prestasi belajar aspek afektif materi struktur atom dan SPU, (3) pengaruh aktivitas belajar terhadap prestasi belajar kognitif materi struktur atom dan SPU, (4) pengaruh aktivitas belajar terhadap prestasi belajar afektif materi struktur atom dan SPU, (5) interaksi metode pembelajaran TGT dan RTE dengan aktivitas belajar terhadap prestasi belajar kognitif materi struktur atom dan SPU, (6) interaksi metode pembelajaran TGT dan RTE dengan aktivitas belajar terhadap prestasi belajar afektif materi struktur atom dan SPU. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Al Islam 1 Surakarta 2013/2014 yang terdiri dari 4 kelas dengan rata-rata tiap kelas 38 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan: (1) observasi untuk mendapatkan skor aktivitas belajar, (2) kuesioner untuk mendapatkan nilai prestasi belajar kognitif dan afektif, (3) tes untuk mengukur prestasi belajar kognitif. Analisis data menggunakan ANAVA dua jalan dan uji lanjut dengan metode Scheffe.. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, (1) pembelajaran metode TGT dan RTE berpengaruh terhadap prestasi belajar kognitif, rata rata metode TGT adalah 75,17 dan RTE 77,17, (2) pembelajaran menggunakan TGT dan RTE berpengaruh terhadap prestasi belajar afektif, rata-rata metode TGT adalah 77,94 dan RTE RTE is 77,67, (3) aktivitas belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar kognitif aktivitas belajar tinggi sebesar 78,12 dan rendah 71,47, (4) aktivitas belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar afektif aktivitas belajar tinggi sebesar 74,58 dan rendah 71,47, (5) interaksi metode pembelajaran TGT dan RTE terhadap prestasi belajar kognitif aktivitas belajar tinggi lebih baik sebesar 80,90>74,25, (6) interaksi metode pembelajaran TGT dan RTE dengan prestasi belajar afektif aktivitas belajar tinggi lebih baik sebesar 74,56>71,38.

Page 2 of 2 | Total Record : 18