cover
Contact Name
Heti Triwahyuni
Contact Email
triwahyuniheti@umkuningan.ac.id
Phone
+6285222239351
Journal Mail Official
triwahyuniheti@umkuningan.ac.id
Editorial Address
Jln. R.A Moertasiah Soepomo No 28B Kabupaten Kuningan
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda
ISSN : 2443194X     EISSN : 25482106     DOI : https://doi.org/10.33222/jaladri
Jaladri adalah jurnal yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Universitas Muhammadiyah Kuningan pada tahun 2015, dengan ISSN 2443-194X (print) dan ISSN: 2548-2106 (online). Untuk menjawab tantangan zaman Jaladri hadir juga dalam bentuk jurnal digital elektronik pada tahun 2016, di awali dengan mengajukan ISSN online yang bersetatus on progres, dan meningkatkan kualitas tulisan yang akan diterbitkan dengan menggandeng mitra bestari internal dan eksternal sehingga tulisan yang terpublish merupakan tulisan yang layak dan terukur dengan bidang keilmuan dan sesuai dengan etika publikasi. Pada Jaladri online juga menampung hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian, aplikasi, teori, kritik, dibidang bahasa dan sastra yang belum dipublikasikan di jurnal lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 161 Documents
BENTUK RELASI MAKNA PADA KUMPULAN CERITA PENDEK KISAH-KISAH PERDAGANGAN PALING GEMILANG Khoerunnisa, Shela; Wahdah Humaira, Hera
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 8 No 2 (2022): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v8i2.2016

Abstract

Dalam kumpulan cerita pendek, acapkali ditemukan ragam bentuk relasi makna yang mendukung kepaduan alur cerita dan variasi kata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai bentuk relasi makna yang terdapat dalam kumpulan cerita pendek Kisah-kisah Perdagangan Paling Gemilang karya Ben Sohib. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian analisis teks. Berdasarkan hasil dari analisis data, diperoleh 6 bentuk relasi makna yang terdapat dalam kumpulan cerita pendek Kisah-kisah Perdagangan Paling Gemilang karya Ben Sohib di antaranya: 1) sinonim; 2) antonim; 3) hipernimi; 4) hiponimi; 5) polisemi; dan 6) redudansi. Pada data hasil analisis, tidak terdapat bentuk relasi makna homonimi dan ambiguitas. Adapun penelitian ini dapat digunakan untuk mengetahui aspek-aspek kebahasaan dalam kumpulan cerita pendek Kisah-kisah Perdagangan Paling Gemilang karya Ben Sohib. Selain itu, penelitian ini juga dapat digunakan sebagai referensi bagi penelitian-penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan semantik maupun relasi makna.
Analisis Struktur dan Nilai Moral dalam Novel Randa Béngsrat Karya Yus Rusamsi Purnama Indah, Rika; Ratnawati
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 9 No 2 (2023): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/.v9i2.2075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur dan nilai moral dalam novel Randa Béngsrat karya Yus Rusamsi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis dengan menggunakan teknik pengumpulan data telaah pustaka dan analisis Kata Kunci: data. Berdasarkan hasil analisis struktur cerita. Pertama, tema dari novel ini adalah tentang cinta, iman dan perjuangan perempuan; alur yang digunakan dalam novel ini adalah alur mundur; karakter dalam novel ini terdapat 45 karakter. Dari 45 karakter tersebut, satu karakter utama yaitu Ésih. 13 pelaku yang mendampingi pelaku utama (pelaku kedua), dan 31 pelaku tambahan;latar yang terdapat dalam novel ini adalah 68 latar tempat; judul Randa Béngsrat mengacu pada tokoh utama yaitu Ésih, yang memiliki tiga tingkatan makna, yaitu: 1) Randa, 2) Béngsrat, 3) Randa Béngsrat; Sudut pandang yang digunakan dalam novel ini adalah orang ketiga tak terbatas; gaya basa yang digunakan dalam novel ini yaitu 7; tone dalam novel ditemukan ada 10 tone: simbolisme dalam novel ini ditemukan 41 simbol; ironi dalam novel ini ditemukan ironi Struktur Nilai Moral Novel dramatis. Kedua, terdapat 27 nilai moral yang terdapat dalam novel tersebut, yaitu hubungan manusia dengan dirinya sendiri, hubungan manusia dengan manusia lain, dan hubungan manusia dengan Tuhan.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw terhadap Kemampuan Membaca Dongeng di Kelas VII MTs Terpadu Riyadul Badiah Regina, Mayang; Fajar Sukma Nur Alam
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 9 No 2 (2023): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/.v9i2.2163

Abstract

Penelitian ini memiliki latar belakang kurangnya kemampuan siswa dalam membaca dongeng di MTs Terpadu Riyadul Badiah. Oleh karena itu penelitian ini memiliki tujuan antara lain untuk: satu, kemampuan membaca dongeng siswa sebelum menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. dua, mengetahui kemampuan membaca dongeng siswa setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. tiga, mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap kemampuan membaca dongeng siswa di MTs kelas VII. Metode penelitian yang dipakai adalah metode eksperimen dan jenis penelitiannya adalah kuantitatif. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas VII A selaku kelas eksperimen dan siswa kelas VII B selaku kelas kontrol. Teknik mengumpulkan data melalui observasi, wawancara dan the prites postes control group design. Hasil penelitian menghasilkan model kooperatif tipe jigsaw berpengaruh terhadap hasil membaca dongeng siswa, jika sebelum menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw kelas eksperimen mempunyai nilai rata-rata (mean) jauh dari nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)begitu pun dengan kelas kontrol jauh dari nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw nilai rata-rata (mean) kelas eksperiman yang sama dengan nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) meningkat. Dan dilihat dari uji-t nilai sig.lebih kecil. Maka dari itu model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berpengaruh terhadap kemampuan membaca dongeng siswa di kelas VII MTs Terpadu Riyadul Badiah.
MENGENAL SPEECH DELAY SEBAGAI GANGGUAN KETERLAMBATAN BERBICARA PADA ANAK (KAJIAN PSIKOLINGUISTIK) Siti Aminah; Ratnawati
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 8 No 2 (2022): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v8i2.2260

Abstract

Speech delay atau keterlambatan dalam berbicara merupakan masalah yang cukup serius yang harus segera ditangani karena merupakan salah satu penyebab gangguan perkembangan yang paling sering ditemukan pada anak. (Saputra & Kuntarto, 2020). Dalam penelitian ini, penulis menjabarkan tentang permasalahan terlambat bicara, yang Leung & Kao (1999) ungkapkan bahwa keterlambatan bicara mungkin memiliki dampak yang signifikan pada kehidupan pribadi, sosial, akademik, dan di kemudian hari. Identifikasi dini dan intervensi yang tepat dapat mengurangi defisit emosional, sosial dan kognitif dari kecacatan ini dan dapat meningkatkan hasilnya.
UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN PESERTA DIDIK PADA MATERI CARITA PONDOK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING Yuanita, Tika; Nurhayati Lestari, Tika
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 8 No 2 (2022): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v8i2.2400

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya meningkatkan pemahaman peserta didik pada materi carita pondok melalui model pembelajaran problem based learning. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Metode ini dilakukan melalui 4 tahapan, yakni perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi peserta didik, instrumen tes, dan catatan lapangan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil tes pemahaman peserta didik diakhir siklus I adalah 62, kemudian meningkat menjadi 74 di akhir siklus II. Sedangkan persentase aktivitas peserta didik mengalami peningkatan, yakni dari siklus I 63,35% dan di siklus II menjadi 82,13%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan pemahaman peserta didik pada materi
Upacara Seren Taun Dalam Perspektif Etnopedagogi Rohaedi, Edi; Nurjanah, Nunuy
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 9 No 1 (2023): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v9i1.2489

Abstract

Upacara seren taun memiliki fungsi dan tujuan untuk menjaga dan mewarisi nilai-nilai yang terkandung dalam budaya lokal sebagai identitas bangsa, serta ungkapan syukur dan do’a masyarakat Sunda atas suka duka yang mereka alami terutama di bidang pertanian selama ini. Etnopedagogi merupakan pendidikan berbasis budaya lokal yang memiliki fungsi dan tujuan sebagai pemertahanan dan pewarisan nilai-nilai yang terkandung dalam budaya lokal sebagai identitas jati diri bangsa. Etnopedagogi Sunda memiliki tujuan untuk menghasilkan manusia yang unggul atau jalma nu masagi. Kebudayaan Sunda memiliki nilai-nilai yang meliputi (1) Perilaku Nyunda Tri-silas; (2); Catur Jati Diri Insan; (3) Panca Rawayan (Gapura Panca Waluya); jeung (4) Moral Kemanusiaan. Berdasarkan hasil kajian terhadap setiap rangkaian upacara seren taun, setiap gerak yang dihadirkan dalam upacara seren taun itu memiliki makna yang mengandung nilai-nilai kehidupan. Nilai kehidupan itu tergambar jelas dengan apa yang disebut dengan etnopedagogi kesundaan (tri silas, gapura panca waluya, jati diri insan, gapura panca waluya, dan moral kemanusiaan. Dengan adanya nilai etnopedagogi Sunda dapat juga mengangkat citra Sunda itu sendiri tidak hanya di lingkup Jawa Barat namun di lingkup nasional dan juga internasional.
UPACARA SEREN TAUN DALAM PERSPEKTIF ETNOPEDAGOGI Rohaedi, Edi; Nurjanah, Nunuy
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 8 No 2 (2022): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v8i2.2493

Abstract

Upacara seren taun memiliki fungsi dan tujuan untuk menjaga dan mewarisi nilai-nilai yang terkandung dalam budaya lokal sebagai identitas bangsa, serta ungkapan syukur dan do’a masyarakat Sunda atas suka duka yang mereka alami terutama di bidang pertanian selama ini. Etnopedagogi merupakan pendidikan berbasis budaya lokal yang memiliki fungsi dan tujuan sebagai pemertahanan dan pewarisan nilai-nilai yang terkandung dalam budaya lokal sebagai identitas jati diri bangsa. Etnopedagogi Sunda memiliki tujuan untuk menghasilkan manusia yang unggul atau jalma nu masagi. Kebudayaan Sunda memiliki nilai-nilai yang meliputi (1) Perilaku Nyunda Tri-silas; (2); Catur Jati Diri Insan; (3) Panca Rawayan (Gapura Panca Waluya); jeung (4) Moral Kemanusiaan. Berdasarkan hasil kajian terhadap setiap rangkaian upacara seren taun, setiap gerak yang dihadirkan dalam upacara seren taun itu memiliki makna yang mengandung nilai-nilai kehidupan. Nilai kehidupan itu tergambar jelas dengan apa yang disebut dengan etnopedagogi kesundaan (tri silas, gapura panca waluya, jati diri insan, gapura panca waluya, dan moral kemanusiaan. Dengan adanya nilai etnopedagogi Sunda dapat juga mengangkat citra Sunda itu sendiri tidak hanya di lingkup Jawa Barat namun di lingkup nasional dan juga internasional.
Keseimbangan Relasi Vertikal dan Horizontal dalam Manuskrip Adab Ibadah Rodiah, Siti
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 9 No 1 (2023): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v9i1.2495

Abstract

Penelitian ini merupakan analisis isi bab Adabu Maba’da Tulu’i Asyamsi ila Zawal dalam manuskrip Adab Ibadah. Tujuan utama dari penelitian ini adalah menguraikan bentuk keseimbangan relasi vertikal (habluminAllah) dan relasi horizontal (habluminannas) serta habluminanafs sebagai porosnya. Penelitian ini memanfaatkan metode kualitatif dengan pendekatan filologi. Dalam mengumpulkan data, penleiti menggunakan pendekatan filologi, yaitu berupa infentarisasi naskah, deskripsi teks, transliterasi dan terjemahan. Semantara dalam menganalisis data, peneliti memanfaatkan metode kualitatif, yaitu mendeskripsikan hasil temuan secara terperinci. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu, terdapat keseimbangan antara relasi vertikal dan relasi horizontal dalam salah satu bab manuskrip tersebut. Hal ini tercermin dalam seimbangnya adab yang berkaitan dengan habluminAllah, habluminannas, hingga habluminanafs. Dengan begitu menunjukkan bahwa Islam senantiasa memerhatikan segala aspek perilaku umat Islam dari hal yang terkecil hingga yang terbesar, termasuk dalam adab Adabu Maba’da Tulu’i Asyamsi ila Zawal yang berarti adab yang dilakukan sejak terbit sampai tergelincir matahari.
Penanaman Nilai Pendidikan pada Anak dalam Perspektif Kemendiknas RIZKI NURFAUZI; Heti Triwahyuni
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 9 No 1 (2023): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v9i1.2604

Abstract

Di zaman sekarang teknologi berkembang dengan sangat pesat, banyak sekali manfaatnya, utamanya bagi para pelajar.. Namun, tidak jarang perkembangan teknologi ini mendatangkan nilai negative, seperti munculnya berbagai perilaku menyimpang, seperti halnya tawuran antar pelajar, malas belajar, dan lain sebagainya. Dari timbulnya kasus-kasus tersebut, yang pertama kali disorot oleh masyarakat adalah sekolah. Mereka menganggap, sekolah tidak mampu membuat manusia memiliki karakter-karakter yang baik. Karena adanya anggapan itulah memotivasi pemerintah untuk membuat terobosan baru. Salah satunya dengan terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tahun 2010, tentang nilai-nilai pendidikan karakter yang harus dimiliki oleh anak, utamanya para pelajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi tentang nilai pendidikan karakter yang harus dimiliki anak, dalam perspektif kemendiknas. Kemendiknas mengidentifikasi nilai atau karakter bangsa yang perlu diwariskan kepada anak Indonesia yaitu : religious, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, cinta tanah air, semangat kebangsaan, menghargai prestasi, komunikatif / bersahabat, gemar membaca/belajar, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab, dan cinta damai.
Analisis Komparatif Sinkronis Bahasa Sunda dengan Bahasa Jawa Dialek Desa Panjalin Kidul Kabupaten Majalengka Rahmawati, Novia; Ratnawati
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 9 No 2 (2023): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v9i2.2724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekerabatan bahasa Sunda dengan bahasa Jawa dialek Desa Panjalin Kidul. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Penyediaan data yang dilakukan menggunakan metode cakap dan simak. Instrumen yang digunakan dalam proses pengumpulan data adalah daftar kosa kata bahasa Sunda. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode komparatif sinkronis. Penelitian ini dilakukan di Desa Panjalin Kidul, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa diperoleh 84 data yang berkerabat berdasarkan gejala variasi bunyi bahasa dari 160 kosa kata. Dengan 68 data variasi bunyi bahasa sinonim dan 16 data variasi bunyi bahasa homonim. Adapun tingkat kekerabatan bahasa Sunda dengan bahasa Jawa sebesar 80% dengan jangka kesalahan untuk menetapkan persentase kekerabatan yaitu 8,6. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa bahasa Sunda dengan bahasa Jawa dialek Desa Panjalin Kidul memiliki kekerabatan bahasa dengan persentase 80% dan memperlihatkan adanya daya tarik menarik antara kedua bahasa tersebut.

Page 10 of 17 | Total Record : 161