cover
Contact Name
Heti Triwahyuni
Contact Email
triwahyuniheti@umkuningan.ac.id
Phone
+6285222239351
Journal Mail Official
triwahyuniheti@umkuningan.ac.id
Editorial Address
Jln. R.A Moertasiah Soepomo No 28B Kabupaten Kuningan
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda
ISSN : 2443194X     EISSN : 25482106     DOI : https://doi.org/10.33222/jaladri
Jaladri adalah jurnal yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Universitas Muhammadiyah Kuningan pada tahun 2015, dengan ISSN 2443-194X (print) dan ISSN: 2548-2106 (online). Untuk menjawab tantangan zaman Jaladri hadir juga dalam bentuk jurnal digital elektronik pada tahun 2016, di awali dengan mengajukan ISSN online yang bersetatus on progres, dan meningkatkan kualitas tulisan yang akan diterbitkan dengan menggandeng mitra bestari internal dan eksternal sehingga tulisan yang terpublish merupakan tulisan yang layak dan terukur dengan bidang keilmuan dan sesuai dengan etika publikasi. Pada Jaladri online juga menampung hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian, aplikasi, teori, kritik, dibidang bahasa dan sastra yang belum dipublikasikan di jurnal lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 168 Documents
- Struktur Pupujian di Desa Sukaresmi, Megamendung, Bogor untuk Bahan Pembelajaran Menyimak di Kelas VII SMP Kusnadi, Muhamad
Jaladri : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 11 No 2 (2025): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v11i2.5254

Abstract

Penelitian ini membahas tentang struktur pupujian, mengetahui respon masyarakat sekitar terhadap keberadaan pupujian, serta penerapan hasil penelitian untuk bahan pembelajaran menyimak di kelas VII SMP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-analitik, teknik dalam mengumpulkan data yaitu teknik studi Pustaka, observasi, wawancara, angket, dokumentasi, dan trasnliterasi naskah. Pupujian yang berhasil ditemukan yaitu 58 judul pupujian, kemudian diambil 12 judul untuk dianalisis. Dalam struktur lahir terdapat jumlah bait yang paling sedikit yaitu 6 bait dan paling banyak 65 bait dalam satu judul, jumlah barisnya 2 hingga 5 baris, jumlah suku kata umumnya berjumlah 8. Diksi didominasi oleh kata-kata berirama, imaji penglihatan dan imaji perasaan yang dibuktikan dengan kata konkret. Gaya bahasa didominasi oleh gaya bahasa perbandingan dan pertautan. Rima didominasi oleh rima mindoan wekas. Berdasarkan struktur batin, tema didominasi oleh pengagungan kepada Allah Swt., peringatan dan pembelajaran agama. Rasa didominasi oleh rasa sedih dan Bahagia. Nada oleh sikap mendidik dan memberi nasihat. Amanat umumnya untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya. Respon masyarakat sekitar mengenai adanya pupujian merasa diperingati dan setuju jika pupujian dipelajari lagi. Penerapannya hasil penelitian untuk bahan pembelajaran sudah sesuai dengan kriteria dalam memilih bahan ajar. Kesimpulannya, pupujian di Desa Sukaresmi mempunyai struktur lahir dan struktur batin, masyarakat merasa diperingati karena banyak nilai-nilai yang bisa dijadikan bahan pembelajaran di sekolah.
Analisis Struktur dan Nilai Moral pada Kumpulan Dongeng Di Sukabumi Heni Asmiati; Ratnawati
Jaladri : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 12 No 1 (2026): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v12i1.5084

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur naratif dan nilai moral yang terkandung dalam tiga dongeng Sukabumi, yaitu Sasakala Situ Sukarame, Sasakala Pelabuhan Ratu, dan Sasakala Sukabumi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi melalui studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga dongeng memiliki struktur naratif yang jelas mencakup tema, tokoh, alur, latar, dan amanat. Tema utama yang muncul adalah keserakahan dan akibatnya, keyakinan masyarakat terhadap kekuatan gaib, serta perjuangan dalam membangun permukiman baru. Nilai moral yang ditemukan meliputi nilai religius (iman, syukur, taqwa), nilai individu (jujur, sabar, mandiri, rajin), nilai sosial (gotong royong, saling menghormati), dan nilai lingkungan (menjaga alam, menghormati aturan adat, tidak serakah). Penelitian ini menyimpulkan bahwa dongeng Sukabumi tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sarana pendidikan karakter dan pelestarian budaya lokal.
AFIKSASI DALAM KUMPULAN CARPON PARAWAN JEUNG DEDEMIT KARYA YUS RUSAMSI Haidar Ali; Popon; Afkar Mirza Farid; Siti Aghnia Nurunnisa; Khansa Zahra Aqilah; Nisa Tri Ayu; Danan Darajat
Jaladri : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 12 No 1 (2026): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v12i1.5744

Abstract

Afiksasi menjadi kekayaan bahasa dalam Kumpulan carpon Sunda Parawan jeung Dedemit karya Yus Rusamsi, berperan tidak hanya gramatikal tetapi juga memperkaya ekspresi sastra dan menegaskan kreativitas pengarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis teks, melalui pengamatan carpon secara keseluruhan dan analisis kalimat demi kalimat, dengan tujuan untuk mengidentifikasi bentuk dan fungsi afiks serta memahami kontribusinya terhadap makna dan karakter naratif. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan berbagai bentuk afiksasi yang meliputi prefiks, infiks, sufiks, konfiks, dan ambifiks dengan tingkat penggunaan yang beragam. Keberagaman tersebut menunjukkan bahwa rarangkén dalam teks sastra Sunda memiliki produktivitas yang tinggi dalam pembentukan kata dan makna. Selain itu, penggunaan afiksasi dalam kumpulan carpon ini memperlihatkan bahwa proses morfologis tidak hanya berfungsi membentuk struktur kata, tetapi juga mendukung penggambaran suasana, tindakan, emosi, serta hubungan antartokoh dalam cerita. Dengan demikian, afiksasi dalam Parawan jeung Dedemit dapat dipahami sebagai unsur kebahasaan yang penting sekaligus sebagai perangkat stilistika yang memperkuat nilai estetis karya sastra Sunda.
NILAI PENDIDIKAN MORAL PADA KESENIAN AJÉNG SANGGAR SINAR PUSAKA DUSUN BUHER KELURAHAN KARANGPAWITAN KABUPATÉN KARAWANG Diana Karti
Jaladri : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 12 No 1 (2026): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v12i1.5745

Abstract

Penelitian ini fokus kepada nilai pendidikan moral yang ada di dalam kesenian Ajeng di dusun Buher kelurahan Karangpawitan kecamatan Karawang Barat kabupaten Karawang. Seiring. Sehingga penelitian ini lahir dari sebuah ide yang mengupayakan pendidikan berbasis kebudayaan, dimana penelitian seperti ini diharapkan mampu memberikan ide pembelajaran bahasa Sunda yang ada di Indonesia umumnya serta khususnya di jawa barat. Dalam penelitian ini penulis membatasi proses penelitian hanya terpusat pada nilai pendidikan moral, yang telah luntur seiring lahirnya generasi yang memiliki pengetahuan terbatas dalam hal perkembangan budaya. Dalam hal ini penulis melaksanakan observasi lapangan selama kurang lebih 3 bulan. Kebudayaan merupakan akar dari kemajuan sebuah bangsa sehingga judul ini diajukan menjadi sebuah tulisan yang konkrit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang dianggap mampu menjawab semua rumusan masalahnya. Sehingga hasil dari penelitian ini memiliki Kesimpulan yang layak sebagai penunjang pembelajaran bahasa Sunda, hasil yang didapatkan dalam penelitian yaitu tentang nilai pendidikan moral dalam kasenian Ajeng berhasil dideskripsikan diantaranya, yaitu: 1) bertanggungjawab, 2) tanginas atau semangat, 3) disiplin, 4) jujur, 5) amanah, 6) percaya diri (gedé wawanén), 7) memelihara lingkungan seni (miara lingkungan). Nilai-nilai ini diharapkan mampu merangsang rasa memiliki dan mengenali kesenian menjadi bertambah. Sehingga mampu menjawab bahwa kaesenian Sunda cerminan kehidupan masarakatnya.
Studi Fonetik-Fonologis Pelafalan Fonem /f/, /p/, dan /v/ pada Penutur Bahasa Sunda Dewasa dan Lansia Andriyana; Edi Rohaedi
Jaladri : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 12 No 1 (2026): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v12i1.5746

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi dan pola pelafalan fonem /f/, /p/, dan /v/ dalam bahasa Sunda pada penutur usia 43–80 tahun. Fokus kajian diarahkan pada fenomena substitusi bunyi, khususnya kecenderungan perubahan fonem /f/ dan /v/ menjadi /p/ dalam praktik berbahasa sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan analisis kuantitatif sederhana. Data diperoleh melalui teknik rekam, wawancara, dan elisitasi kata pada penutur bahasa Sunda di wilayah tertentu, kemudian dianalisis menggunakan metode padan fonetik artikulatoris dan distribusional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi signifikan dalam pelafalan fonem /f/, /p/, dan /v/, di mana sebagian besar penutur usia lanjut cenderung menggantikan fonem /f/ dan /v/ dengan /p/. Fenomena ini dipengaruhi oleh faktor kebiasaan fonologis bahasa Sunda, tingkat pendidikan, serta intensitas kontak dengan bahasa Indonesia. Selain itu, ditemukan adanya perbedaan pola antara kelompok usia 43–60 tahun dan 61–80 tahun dalam mempertahankan atau mengadaptasi bunyi asing. Temuan ini menunjukkan bahwa terjadi proses adaptasi fonologis sekaligus pergeseran bunyi dalam bahasa Sunda yang berkaitan dengan dinamika sosial dan linguistik penuturnya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam kajian fonologi dan sosiolinguistik, serta menjadi dasar dalam upaya pelestarian dan pengembangan pembelajaran bahasa daerah berbasis data empiris.
RAGAM BAHASA SUNDA DALAM KONTEN AKUN MEDIA SOSIAL TikTok @UNO PANANYAAN (Kajian Sosiolingustik) Siti Emirah Khodati; HERNAWAN HERNAWAN
Jaladri : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 12 No 1 (2026): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v12i1.5751

Abstract

Latar belakang penelitian ini berfokus pada ragam bahasa yang muncul dalam komunikasi digital, khususnya di akun media sosial TikTok @UNO PANANYAAN. Akun ini menampilkan komunikasi secara spontan dari penutur dengan latar belakang sosial yang beragam, sehingga menghasilkan kekayaan ragam bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan ragam bahasa serta situasi penggunaannya yang ditemukan di akun TikTok tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang dianalisis melalui analisis langsung. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi ragam bahasa berdasarkan tingkat sosial penutur, yang meliputi ragam bahasa akrolek, basilek, vulgar, slang, kolokial, jargon, argot, dan ken. Selain itu, penelitian juga menganalisis situasi penggunaan ragam bahasa yang terdiri dari tiga komponen utama: field, tenor, dan mode. Dari total 80 video yang dianalisis, tema yang diangkat mayoritas berkaitan dengan motivasi spiritual, yang memiliki karakteristik khusus dalam penyampaiannya. Hubungan antara penutur dan pemirsa mempengaruhi pemilihan ragam bahasa, di mana pembicara menyesuaikan komunikasinya dengan situasi lawan bicara agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan efektif. Saluran komunikasi yang digunakan dalam interaksi ini adalah bentuk lisan.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM NOVEL KEMBANG NU DIPITINEUNG KARYA TETY S NATAPRAWIRA: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Novia Rahmawati; Ratnawati
Jaladri : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 12 No 1 (2026): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v12i1.5752

Abstract

Adanya ragam budaya khususnya bahasa daerah bisa mempengaruhi terjadinya peristiwa kebahasaan. Salah satunya peristiwa alih kode dan campur kode yang bisa diperoleh dari media tulis contohnya novel. Novel Kembang nu Dipitineung karya Tety S Nataprawira belum pernah ada yang meneliti, novel ini juga banyak menggunakan alih kode dan campur kode dengan menggunakan 8 bahasa yaitu bahasa Sunda, Indonesia, Jawa, Betawi, Inggris, Latin, Spanyol dan Belanda. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan struktur novél, alih kode dan campur kode dalam novel Kembang nu Dipitineung karya Tety S Nataprawira. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif analisis, teknik pengumpulan data yaitu observasi non partisipan dan telaah pustaka atau studi pustaka. Instrumen yang digunakan yaitu kartu data serta luaran dari penelitian ini merupakan artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional. Hasil penelitian mengenai struktur novel mempunyai tema perjuangan, cinta dan harapan; alur yang digunakan yaitu alur mundur; karakter dalam novel terdapat 84 karakter; latar terdapat 143 latar; judul novel Kembang nu Dipitineung mengacu pada karakter utama yaitu Sekar Asih; sudut pandang yang digunakan yaitu orang ketiga tak terbatas; terdapat 7 gaya bahasa dan 114 nada; 98 simbolisme; serta novel ini termasuk ironi dramatis. Alih kode dalam novel terdapat 62 alih kode intern dan 7 alih kode ekstern. Sedangkan, campur kode dalam novel terdapat 29 campur kode intern dan 27 campur kode ekstern.
PERUBAHAN, PERGESERAN, DAN PEMERTAHANAN BAHASA SUNDA DALAM INTERAKSI PEMBELAJARAN: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Temmy Widyastuti; Dian Hendrayana
Jaladri : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 12 No 1 (2026): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v12i1.5753

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan, pergeseran, dan pemertahanan bahasa Sunda dalam interaksi pembelajaran di lingkungan pendidikan bilingual di Jawa Barat, Indonesia. Penelitian sebelumnya cenderung mengkaji fenomena tersebut secara terpisah, sedangkan penelitian ini menawarkan model terpadu yang mengintegrasikan perubahan, pergeseran, dan pemertahanan bahasa dalam wacana pembelajaran, yang menjadi kebaruan utama penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang didukung oleh pengodean dan kategorisasi data linguistik secara sistematis. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara, serta rekaman interaksi antara guru dan peserta didik di wilayah Bandung. Analisis data dilakukan dengan menggunakan kerangka sosiolinguistik, khususnya teori pergeseran dan pemertahanan bahasa dari Fishman serta pendekatan sosiolinguistik Holmes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan bahasa terjadi pada aspek fonologi, morfologi, sintaksis, leksikal, dan semantik, yang sebagian besar dipengaruhi oleh interferensi bahasa Indonesia. Pergeseran bahasa ditandai dengan dominasi penggunaan bahasa Indonesia dan praktik alih kode oleh peserta didik. Sementara itu, pemertahanan bahasa tampak melalui strategi pedagogis yang terstruktur oleh guru dalam pembelajaran. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa model pemertahanan bahasa berbasis kelas, yang menekankan peran institusi pendidikan dalam menyeimbangkan antara pelestarian bahasa daerah dan efektivitas komunikasi.