cover
Contact Name
Khamsil Laili
Contact Email
khamsillaili@gmail.com
Phone
+6287866203050
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
Articles 215 Documents
Komunikasi Interpersonal Mahasiswa di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Fenomenologi Terhadap Mahasiswa Reguler Komunikasi Dan Penyiaran Islam (KPI) IDIA Al-Amien Prenduan Sumenep) Mohammad Syifa
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 6 No. 1 (2022): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

I In this digital era, social media is becoming a new alternative for students to face pandemics, in conducting interpersonal relationships with each other. This study aims to explain the state of student interpersonal communication in detail during the Covid-19 pandemic, as well as to know the patterns of interpersonal communication of students in carrying out their daily lives. The formulation of this research problem is how the state of interpersonal communication of IDIA regular students in the pandemic, and how the interpersonal communication patterns of IDIA regular students face the pandemic. This study uses qualitative method with phenomenological study approach, data collection using interview, observation and documentation method. The checking of the validity of data using triangulation and addition of participation. The subject of this study was aimed at students of Regular Islamic Communication and Broadcasting (KPI) IDIA Al-Amien Sumenep, while data analysis there are three, namely: data reduction, data presentation, and verification/withdrawal of conclusions. The results of this study describe the interpersonal communication of students during the pandemic that is less effective with fellow student friends, lecturers and their families. And regular KPI student communication patterns can be categorized into 4 how: 1) primary communication patterns. 2) secondary communication patterns. 3) linear communication patterns. 4) particular communication patterns. Di era digital ini media sosial menjadi alternatif baru bagi para mahasiswa untuk menghadapi pandemic, dalam melakukan hubungan interpersonal satu sama lain. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan keadaan komunikasi interpersonal mahasiswa secara detail selama pandemi Covid-19, serta mengetahui pola-pola komunikasi interpersonal mahasiswa dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana keadaan komunikasi interpersonal mahasiswa reguler Komunikasi Dan Penyiaran Islam (KPI) IDIA di masa pandemi, dan bagaimana pola-pola komunikasi interpersonal mahasiswa reguler Komunikasi Dan Penyiaran Islam (KPI) IDIA menghadapi pandemi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi, pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi dan penambahan keikutsertaan. Subjek penelitian ini ditujukan pada mahasiswa Reguler Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IDIA Al-Amien Sumenep, sedangkan analisis data ada tiga, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan verifikasi/penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menggambarkan komunikasi interpersonal mahasiswa selama pandemi yang kurang efektif dengan sesama teman mahasiswa, dosen dan keluarganya. Dan pola komunikasi mahasiswa Reguler KPI dapat dikatagorikan menjadi 4 bagaian: 1) pola komunikasi primer. 2) pola komunikasi sekunder. 3) pola komunikasi linier. 4) pola komunikasi partikular.
Penerapan Metode Blended Learning pada Pembelajaran IPS ditengah Pandemi Covid-19 Jenjang di SMP Suhantoro
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 6 No. 1 (2022): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Social studies learning at the junior secondary education (SMP) level during the pandemic must continue to be carried out with various limitations but must not reduce the quality of teaching and learning activities such as face-to-face activities (KTM). Then the policy taken by the education office and implemented by the teacher through distance education (PJJ). There are many choices of how teachers conduct learning activities through distance learning methods, based on the results of the research that the authors carried out, the implementation of the learning turned out to be experiencing many obstacles in learning outcomes. Weaknesses that occur in learning either through google forms, WAG, zoom and social media methods via android are not optimal, due to common obstacles including; signal problems, limited android capacity, limited application mastery and most importantly not all students have android phones. So the most appropriate blended learning model is a combination of offline and online between those who have Android and cannot be balanced in participating in teaching and learning activities. Pembelajaran IPS ditingkat pendidikan menengah pertama (SMP) di masa pandemic harus tetap dilaksanakan dengan berbagai keterbatasan namun tidak boleh mengurangikualitas kegiatan belajar mengajar seperti kegiatan tatap muka (KTM). Maka kebijakan yang diambil oleh dinas pendidikan dan dilaksanakan oleh guru melaui pendidikan jarak jauh (PJJ). Banyak pilihan bagaiman guru mengadakan kegiatan belajar melalui metode pembelajaran jarak jauh, berdasarkan hasil penelitian yang penulis laksanakan, terhadap pelaksanaan pembelajran tersebut ternyata banyak mengalami kendala dalam hasil pembelajaran. Kelemahan yang terjadi pada pembelajaran baik melalui google form, WAG, zoom dan metode medsos melalui anderoid ternyata tidak maksimal, dikarenakan kendala umum diantaranya; masalah sinyal,kapsitas anderoid yang terbatas, keterbatasan pengusaan aplikasi dan yang paling utama ialah tidak semua siswa memiliki handphone anderoid. Maka pembelajaran model blanded yang paling tepat ialah perpaduan luring dan daring antara yang mempunyai anderoid dan tidan bisa seimbang dalamengikuti kegiatan belajar mengajar
Implementasi Dakwah Terhadap Masyarakat Melalui Biro Dakwah di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Shodiq
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 6 No. 1 (2022): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of da'wah is an activity or activity that is planned to improve one's skills and facilitate the adjustment of activities carried out using various methods by individuals, groups of communities and communities. Da'wah at the Al-Amien Prenduan Islamic Boarding School has a major role in building Islamic character in the surrounding community. In order to facilitate preaching, it is usually carried out through a boarding school. The presence of the Al-Amien Prenduan Islamic boarding school has become a “tafaqquhfiddin” institution, namely a place to study Islam, and at the same time an educational institution for the surrounding community. The formulation of the problem of this research is how the implementation of da'wah to the community through the Da'wah Bureau at the Al-Amien Prenduan Islamic Boarding School. and what are the supporting and inhibiting factors in preaching to the public through the Da'wah Bureau at the Al-Amien Prenduan Islamic Boarding School. And the author also uses descriptive qualitative research methods. The data collected comes from the results of interviews, observations, and documentation. After the data is collected, the next step is to analyze the data with a dakwah management approach, with the analysis stages, namely data editing, data presentation (data display) and drawing conclusions. The data validity checking technique used in the study was to do trimulation. The results of this study indicate that: The implementation of da'wah to the community through the Da'wah Bureau at the Al-Amien Prenduan Islamic Boarding School includes: running a ta'lim assembly, social activities, cultivating Muslim clothing. The supporting factors for da'wah to the community through the Da'wah Bureau at the Al-Amien Prenduan Islamic Boarding School are among the administrators and the Da'wah Bureau at the Al-Amien Prenduan Islamic boarding school who are struggling to improve in planning and holding da'wah activities and teaching Islamic teachings to students and the local community. in order to achieve the desired goal, while the inhibiting factor for proselytizing to the community through the Da'wah Bureau at the Al-Amien Prenduan Islamic Boarding School is the lack of awareness and economy both inside and outside the Boarding School. Implementasi dakwah merupakan suatu kegiatan atau aktivitas yang terencana untuk meningkatkan ketrampilan seseorang dan memudahkan penyesuaian kegiatan yang dilaksanakan dengan menggunakan metode yang bermacam-macam oleh perorangan, sekelompok komunitas maupun masyarakat. Dakwah di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan memiliki peran besar dalam membangun karakter Islam di masyarakat sekitar. Untuk mempermudah dakwah biasanya dilakukan melalui sebuah pondok pesantren. Kehadiran Pondok pesantren Al-Amien Prenduan telah menjadi lembaga tafaqquhfiddin yaitu tempat mendalami agama Islam, dan sekaligus menjadi lembaga pendidikan masyarakat sekitar. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana implementasi dakwahterhadap masyarakat melalui Biro Dakwah di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Dan bagaimana faktor pendukung dan penghambat dalam dakwah terhadap masyarakat melalui Biro Dakwah di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan.Dan penulis juga menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data yang dikumpulkan berasal dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, langkah selanjutnya adalah menganalisis data tersebut dengan pendekatan manajemen dakwah, dengan tahapan analisis yaitu redaksi data, penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan. Adapun tehnik pengecekan keabsahan data yang dipakai dalam penelitian adalah melakukan trimulasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: Implementasi dakwah terhadap masyarakat melalui Biro Dakwah di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan meliputi: menjalankan majelis ta’lim, kegiatan sosial, membudayakan busana muslim. Adapun faktor pendukungdakwah terhadap masyarakat melalui Biro dakwah di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan adalah diantara pengurus dan Biro dakwah di pondok pesantren Al-Amien Prenduan sangat memperjuang tinggikan dalam merencanakan dan mengadakan kegiatan-kegiatan dakwah dan mengajarkan ajaran Islam terhadap para santri dan masyarakat setempat agar mencapai tujuan yang di kehendaki, sedangkan faktor penghambat dakwah terhadap masyarakat melalui Biro dakwah di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan adalah kurangnya kesadaran dan perekonomian baik di dalam Pondok maupun di luar Pondok.
Pembelajaran Kooperatif Stad IPS Terpadu di Kelas VIII SMP Negeri Lenteng Sumenep Tahun Pelajaran 2021/2022 Sri Mastuti
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 6 No. 1 (2022): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on the results of interviews most students interviewed about IPS lessons stated that it is difficult to understand the subject matter if students study individually, resulting in less active student activity results. To overcome these problems, it is necessary to research the application of learning that can increase student learning activities, namely by the application of cooperative learning STAD (Student Teams Achievement Divisions). The purpose of this study is to know the IPS learning activities of class VIII students at SMPN 1 Lenteng Sumenep. The subject of this study was a class VIII Sumenep student who numbered 38 students, consisting of 27 male students and 11 female students. The results of this study are that students' learning activities are measured based on an average increase in the percentage of student learning activities each cycle and the level of success of actions. The research instruments used in this study are tests, observation sheets of student and teacher activities, and field records. The results of the study are known that the application of cooperative learning STAD can increase the learning activities of students of class VIII SMPN 1 Lenteng Sumenep. The increase in student learning activity was shown by an average increase in the percentage of student learning activity and the degree of success of actions from 39.52% (less) in cycle I to 63.97% (sufficient) in cycle II, and increased to 79.96% (good) in cycle III. Berdasarkan hasil wawancara sebagian besar siswa yang diwawancarai tentang pelajaran IPS menyatakan bahwa merasa kesulitan untuk memahami materi pelajaran jika siswa belajar secara individu, sehingga hasil aktivitas siswa kurang aktif. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan penelitian tentang penerapan pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, yaitu dengan penerapan pembelajaran kooperatif STAD (Student Teams Achievement Divisions). Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui aktivitas belajar IPS siswa kelas VIII di SMPN 1 LentengSumenep. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas VIII Sumenep yang berjumlah 38 siswa, terdiri 27 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Hasil penelitian ini adalahaktivitas belajar siswa diukur berdasarkan peningkatan rata-rata persentase aktivitas belajar siswa setiap siklus dan taraf keberhasilan tindakan. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu soal tes, lembar observasi aktivitas siswa dan guru, dan catatan lapangan. Hasil penelitian diketahui bahwa penerapan pembelajaran kooperatif STAD dapat meningkatkan aktivitas belajar IPS siswa kelas VIIISMPN 1 LentengSumenep. Peningkatan aktivitas belajar siswa ditunjukkan dengan peningkatan rerata persentase aktivitas belajar siswa dan taraf keberhasilan tindakan dari 39,52% (kurang) pada siklus I menjadi 63,97% (cukup) pada siklus II, dan meningkat menjadi 79,96% (baik) pada siklus III.
Normatif dan Deskriptif dalam Studi Al-Qur’an Modern: Pertarungan Kepentingan Epistimologi Barat dan Islam dalam Perspektif Charles J. Adams Mahbub Ghozali
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 6 No. 1 (2022): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to find an objective framework in understanding the Qur’an using by the concept of Charles J. Adams. Adams divides religious studies approach into two main parts, namely normative and descriptive. This approach is then applied to a variety of modern studies of the Qur’an that have developed in such a way, whether studied by Westerners or Islamic scholars. To achieve this goal, this study uses a descriptive method with the type study of literature research. To deepen the data analysis, this study uses the Charles J. Adams’s religious studies approach. This study found that the types of research in the study of the Koran can be mapped according to the mapping conducted by Adams. From this mapping, it is found that the majority of the Qur'anic studies conducted by the West fall into the normative category with their respective religious tendencies. The same thing conducted by Islamic scholars who study to Islam with an apologistic approach as part of normative studies. Meanwhile, the efforts made to reconstruct the knowledge of the Qur’an fall into the descriptive category. Basically, its concepts can be used to understand the Qur’an meaning in a comprehensive manner. On the one hand it uses the meaning of the sacred text, and on the other hand, it uses the profane context. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kerangka objektif dalam memahami al-Qur’an dengan menggunakan konsep teori Charles J. Adams. Adams membagi pendekatan dalam studi agama menjadi dua bagian utama, yakni normatif dan deskriptif. Pendekatan ini kemudian diaplikasikan pada ragam studi al-Qur’an modern yang telah berkembang sedemikian rupa, baik yang dilakukan oleh kalangan Barat ataupun sarjana Islam. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jenis penelitian studi pustaka. Untuk memperdalam analisa data, penelitian ini menggunakan pendekatan studi Agama Charles J. Adams. Penelitian ini menemukan bahwa ragam penelitian dalam studi al-Qur’an dapat dipetakan sesuai dengan pemetaan yang dilakukan oleh Adams. Dari pemetaan ini ditemukan bahwa mayoritas studi al-Qur’an yang dilakukan Barat masuk dalam kategori normatif dengan tendensi keagamaan masing-masing. Hal yang sama juga dilakukan oleh sarjana Islam yang melakukan studi terhadap Islam dengan pendekatan apologistik sebagai bagian dari kajian normatif. Sedangkan upaya yang dilakukan untuk merekonstruksi pengetahuan al-Qur’an masuk dalam kategori deskriptif. Kedua konsep ini pada dasarnya dapat digunakan untuk memahami al-Qur’an secara konprehensif. Pada satu sisi menggunakan makna teksnya yang sakral, dan di sisi yang lain pada konteksnya yang profan.
Urgensi Kafaah dalam Pernikahan dan Implikasinya Terhadap Keutuhan Rumah Tangga Pakondang Rubaru Sumenep Kulsum, Ummi
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 6 No. 1 (2022): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper to describe the problems in finding a good partner or commonly called kafaah, se kufu’ 'between the bride and groom. One of the problems to find a good partner is the issue of kafaah or so called kufu' between the bride and groom. Kafaah can also be called a match or equal, similar, balanced or harmonious. That is, the harmony between the prospective husband and the prospective wife so that interested parties do not object to the continuity of the marriage. For example, men are equal to their future wives, equal in position, equal in social status, ethics and wealth. While the focus of this research, namely 1) about the urgency of kafaah in marriage and 2) the implications of kafaah on the integrity of the household. The type of research in this study is a qualitative research with a descriptive approach. The next process is transcribing, labeling the information obtained in observations and interviews. Then classify the data that has been coded according to their respective cognate themes. Furthermore, in qualitative data analysis is drawing conclusions and verification. While the results of this study, namely: 1) The Urgency of Kafaah in Marriage, including; Kafaah is the right for prospective wives and guardians, a factor that can encourage the creation of happiness in the household, guarantee the safety of women from failure or household shocks, and a balance in terms of education and the economy. 2) Implications of Kafaah on the Integrity of the Household, namely; Aspects of mutual understanding, Aspects of affection, Aspects of cooperation, and Aspects of communication. Penelitian ini untuk mendeskripsikan permasalahan dalam mencari pasangan yang baik atau biasa disebut kafaah, se kufu'' antara kedua mempelai. Salah satu masalah mencari pasangan yang baik adalah masalah kafaah atau disebut kufu' antara kedua mempelai. Kafaah juga bisa disebut serasi atau sederajat, serupa, seimbang atau serasi. Artinya, keharmonisan antara calon suami dan calon istri agar pihak yang berkepentingan tidak keberatan dengan kelangsungan pernikahan. Misalnya, laki-laki sederajat dengan calon istrinya, sederajat kedudukan, sederajat dalam status sosial, sederajat, dan sederajat. Sedangkan fokus penelitian ini yaitu 1) tentang urgensi kafaah dalam pernikahan dan 2) implikasi kafaah terhadap keutuhan rumah tangga. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Proses selanjutnya adalah menyalin, memberi label pada informasi yang diperoleh dalam observasi dan wawancara. Kemudian mengklasifikasikan data yang telah diberi kode sesuai tema serumpunnya masing-masing. Selanjutnya dalam analisis data kualitatif adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Sedangkan hasil penelitian ini yaitu: 1) Urgensi Kafaah dalam Nikah, meliputi; Kafaah adalah hak bagi calon istri dan wali, faktor yang dapat mendorong terciptanya kebahagiaan dalam rumah tangga, jaminan keselamatan perempuan dari kegagalan atau goncangan rumah tangga, dan keseimbangan dalam hal pendidikan dan ekonomi. 2) Implikasi Kafaah terhadap Keutuhan Rumah Tangga, yaitu; Aspek saling pengertian, Aspek kasih sayang, Aspek kerjasama, dan Aspek komunikasi.
Islamisasi Nusantara (Studi tentang Asal Muasal, Aktor Pendakwah, dan Media/ Sarana Dakwah Islamisasi Nusantara) ., Fathorrahman
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 6 No. 1 (2022): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam Nusantara is something that remains relevant to be discussed, apart from its uniqueness as well as the process of entering and developing Islam itself into the Nusantara through a unique and different process from the spread of Islam in other parts of the world which is often colored by confrontation and disintegration. If summarized, the development of Islam in the Nusantara can be seen from three kinds of discussion points of view. First, a discussion of the theories on the origin of the entry of Islam into the Nusantara, secondly about the actors of preaching or carriers of Islam to the Nusantara, and third about the means or media/channels of da'wah used by the actors who spread Islam to the Nusantara. There are various theories that look at the origins of Islam that spread in the Nusantara, such as Gujarat theory, Bengali theory, Persian theory, and others, as well as discussing the Islamization of the Nusantara theory in a local historiographical perspective which may have often escaped serious discussion and study. . Discussing about the actors of Islamic preachers itself certainly cannot be separated from the vital role of the ulama in the Nusantara, especially the Wali Songo as early pioneers who at the same time played many roles, as traders, pioneers of educational institutions, and even an accomplished diplomat and negotiator. The success of their da'wah also cannot be separated from their skill in choosing means of da'wah that can be accepted by all levels of the population in the Nusantara, which at that time already had a solid religion, belief and local culture. Islam Nusantara merupakan sesuatu yang tetap relevan untuk diperbincangkan, selain karena keunikannya juga karena proses masuk dan perkembangan Islam itu sendiri ke bumi Nusantara melalui proses yang unik serta berbeda dengan penyebaran Islam di belahan bumi lain yang kerap kali diwarnai konfrontasi dan disintegrasi. Jika diringkaskan, perkembangan Islam di Nusantara dapat ditilik dari tiga macam sudut pandang pembahasan. Pertama, pembahasan tentang teori- teori asal muasal masuknya Islam ke wilayah Nusantara, kedua tentang aktor pendakwah atau pembawa Islam ke wilayah Nusantara, dan ketiga tentang sarana atau media/ kanal dakwah yang dipergunakan para aktor penyebar Islam tersebut ke bumi Nusantara. Ada berbagai teori yang menilik tentang asal- muasal Islam yang menyebar di Nusantara, seperti teori Gujarat, teori Bengali, teori Persia, lainnya, serta sebagai pembanding dibahas teori Islamisasi Nusantara dalam persepektif historiografi lokal yang mungkin selama ini seringkali luput dari bahasan dan pengkajian yang serius. Membahas tentang aktor- aktor pendakwah Islam itu sendiri tentunya tidak dapat dilepaskan dari peran vital para ulama di Nusantara, utamanya para Wali Songo sebagai perintis awal yang sekaligus memainkan banyak peran, sebagai pedagang, perintis lembaga pendidikan, dan bahkan seorang diplomat dan negosiator yang ulung. Keberhasilan dakwah mereka juga tak dapat dilepaskan dari kelihainnya dalam memilih sarana dakwah yang dapat diterima seluruh lapisan penduduk di Nusantara yang kala itu telah mempunyai agama, kepercayaan dan kebudayaan lokal yang kokoh.
Pendidikan Moral dalam Perspektif Surat Luqman Subhan Wahyudi Ibnu Surahwan
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 6 No. 1 (2022): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Qur'an has given concepts about moral education. One of the verses that explain about Moral Education is Q.S Luqman verses 12-24, Although there are many verses of the Qur'an that have relevance to moral education, but Q.S Luqman verses 12-14 because this verse represents a discussion of verses that have the most relevance in meaning. close to the concept of moral education. Al-Qur’an telah memberikan konsep-konsep tentang pendidikan moral. Salah satu ayat yang menerangkan tentang Pendidikan Moral adalah Q.S Luqman ayat 12-24, Walaupun terdapat banyak ayat Al-Qur’an yang memiliki keterkaitan dengan pendidikan moral, namun Q.S Luqman ayat 12-14 karena ayat ini mewakili pembahasan ayat yang memiliki keterkaitan makna paling dekat dengan konsep pendidikan moral.
Fikih Kesalehan Sosial: Menelisik Etika Profesi Hukum di Era Disrupsi Ulum, Miftahul
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 6 No. 2 (2022): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Work and profession are two things that are related but cannot be equated. All professions are said to be a job, but it should be noted that in terms of work, not all jobs can be said to be a profession. In terms of qualifying a job, it is a profession by looking at expertise or skills in certain fields where there is specificity and a broad theoretical background in which there is a science that will form a special and deep expertise attached to a profession. The profession has a code of ethics. The profession is recognized by the community and gains the professional status obtained in society. Pekerjaan dan profesi adalah dua hal yang berkaitan namun tidak bisa disamakan. Semua profesi dikatakan sebagai suatu pekerjaan namun perlu diketahui bahwa dalam hal pekerjaan tidak semua pekerjaan dapat dikatakan suatu profesi. Dalam hal mengkualifikasikan suatu pekerjaan adalah profesi dengan melihat keahlian atau keterampilan di bidang tertentu dimana terdapat kekhususan serta adanya latar belakang teori yang luas yang di dalamnya terdapat suatu ilmu pengetahuan yang akan membentuk suatu keahlian yang khusus dan mendalam yang melekat pada suatu profesi. Profesi tersebut memiliki kode etik. Profesi tersebut diakui oleh masyarakat dan mendapatkan status profesional yang didapatkan dalam masyarakat.
Strategi Bertahan dan Bangkit Pada Masa Pandemi (Studi Pada Pelaku UMKM Desa Sarirogo-Sidoarjo) Noor, Triana Rosalina Noor; Mohammad Fadhaillah
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 6 No. 2 (2022): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

During the COVID-19 pandemic, Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) experienced disruptions in business stability. It is becaused there are several government policies related to controlling Covid 19 that limit community interaction and mobility. The impact is that many MSMEs have decreased income and even have to go out of business. MSMEs in order have to survive and bounce back. This research uses a qualitative approach as a case study type in Sarirogo Village, Sidoarjo. Data were collected by using in-depth interviews, observations and documents involving nine MSMEs owners who were affected by the Covid 19 pandemic. The selection was carried out by purposive sampling. The results of this study illustrate that there are MSMEs actors in Sarirogo Village who have experienced a decrease in sales turnover and even have to close their business for a while due to the pandemic. However, there are also MSMEs actors who are still able to maintain and bounce back in managing the business they are involved in. Some strategies to survive and rise are carried out through digital marketing, increasing sales promotions, maintaining product quality consistency, optimizing service systems and implementing customer relationship marketing. This strategy is implemented for increasing product demand for the rise of SMEs in Sarirogo Village from the slump after the Covid 19 pandemic that occurred. Selama pandemi Covid 19, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mengalami gangguan dalam stabilitas usaha oleh karena adanya beberapa kebijakan pemerintah terkait pengendalian Covid 19 untuk membatasi interaksi dan mobilitas masyarakat. Dampaknya adalah banyak UMKM mengalami penurunan pedapatan bahkan harus gulung tikar. Kondisi tersebut harus ditanggulangi oleh UMKM agar tetap bertahan dan bangkit kembali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus di Desa Sarirogo, Kabupaten Sidoarjo. Pengambilan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumen dengan melibatkan sembilan orang pemilik UMKM yang memiliki usaha bervariasi mulai krupuk, pakaian sampai dengan makanan dan terimbas pandemi Covid 19. Pemilihan tersebut dilakukan secara purposive sampling. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa terdapat pelaku UMKM di Desa Sarirogo ada yang mengalami penurunan omset penjualan dan bahkan harus menutup usahanya untuk sementara waktu akibat pandemi. Namun ada pula pelaku UMKM yang masih bisa mempertahankan dan bangkit kembali dalam mengelola usaha yang digeluti. Adapun beberapa strategi bertahan dan bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid 19 dilakukan melalui digital marketing, meningkatkan promosi penjualan, menjaga konsistensi kualitas produk, mengoptimalkan sistem pelayanan dan menerapkan customer relationship marketing. Strategi tersebut diterapkan untuk meningkatkan permintaan produk guna bangkitnya UMKM Desa Sarirogo dari keterpurukan pasca pandemi Covid 19 yang terjadi.

Page 10 of 22 | Total Record : 215