cover
Contact Name
Khamsil Laili
Contact Email
khamsillaili@gmail.com
Phone
+6287866203050
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
Articles 215 Documents
Studi Komparasi Pendidikan Gender di Pesantren (Studi Kasus Pondok Pesantren Salaf Baitul Atiq Karduluk dan Pondok Pesantren Modern Nurul Huda Pakandangan) Jauharotul Makniyah; Laily Erliyanti
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 5 No. 2 (2021): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the forms of gender education in salaf and modern Islamic boarding schools, as well as the differences and similarities between the two. In this study, researchers used a qualitative approach with a multi-site case study type, namely the Salaf Islamic Boarding School (BaitulAtiq) and the Modern Islamic Boarding School (Nurulhuda).Sources of data from this study are two sources of data, namely primary / direct sources and secondary data sources / indirect sources. Data collection techniques through in-depth interviews, direct observation, and documentation. The validity test of the result data was done by using triangulation techniques.The gender education system at the Salaf Islamic Boarding School (BaitulAtiq) Karduluk is applied in several activities of Istighosahhirzih / morning study, chanting Al-quran, entering class, Diniyah / sifir school, yellow book study and night study. The gender education system at the Modern Islamic Boarding School (Nurulhuda) Pakandangan is implemented in the following activities: Tahajjud prayer, qira'atulqur'an, daily mufradhat, tandhifulbie'ah, going to class, muhadharah, and night study. The differences between gender education in the Salaf Islamic boarding school (BaitulAtiq) Karduluk with the modern Islamic boarding school (Nurulhuda) Pakandangan are: teaching materials system, boarding school educators / administrators and the education system. The similarity between gender education at the Salaf Islamic boarding school (BaitulAtiq) Karduluk and the Pakandangan modern Islamic boarding school (Nurulhuda) is only found in the rules of teaching teachers at formal schools. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pendidikan gender di Pesantren salaf dan modern, serta perbedaan dan persamaan antara keduanya. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus multi situs yaitu pertama di Pondok Pesantren Salaf (Baitul Atiq) dan Pondok Pesantren Modern (Nurulhuda).Sumber data dari penelitian ini dengan dua sumber data, yaitu primer/sumber langsung dan sumber data sekunder/sumber tidak langsung.Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi.Uji keabsahan data hasil dilakukan dengan triangulasi teknik. Sistem pendidikan gender di Pondok Pesantren Salaf (Baitul Atiq) Karduluk teraplikasi dalam beberapa kegiatan Istighosah hirzih/kajian pagi, Ngaji Al-qur’an, Masuk kelas, Sekolah Diniyah/sifir, kajian kitab kuning dan belajar malam. Sistem pendidikan gender di pondok Pesantren Pesantren Modern (Nurulhuda) Pakandangan adalah telaksana pada beberapa kegiatan berikut : Shalat tahajjud, qira’atul qur’an, mufradhat harian, tandhiful bie’ah, masuk kelas, muhadharah, dan belajar malam.Perbedaan antara pendidikan gender di pondok pesantren salaf (Baitul Atiq) Karduluk dengan pondok pesantren modern (Nurulhuda) Pakandangan adalah :sistem bahan ajar, tenaga pendidik/pengurus pondok dan sistem pendidikan. Persamaan antara pendidikan gender di pondok pesantren salaf (Baitul Atiq) Karduluk dengan pondok pesantren modern (Nurulhuda) Pakandangan hanya terdapat pada aturan guru pengajar pada sekolah formal.
Konsep Sihir dalam Perspektif Buya Hamka dan M. Quraish Shihab Faisol Rahman; Ghozi Mubarok
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 5 No. 2 (2021): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In The Al-Qur’an, there are less than 30 thirty verses to magic. among them are in the letter Al-Baqarah verse 102, Al-A’ra>f verse 116, Tha>ha verse 66, Al-Falaq verse 3-4, dan surat Yu>nus verse 81-82. in Indonesia, the practice of magic is believed to have taken place in various places with all its variations. How ever, scholars differed on the concepts and the laws of studying magic. On that basis, the author intends to examine the views of Buya Hamka and M. Quraish Shihab in the work Tafsi>r Al-Azha>r and Tafsi>r Al-Misba>h which concerns verses about magic in the holy Al-Qur'an. the theary used thematic. By colleting an understanding verses about magic in thr holy Al-Qur’an, then constructing it into a complete and systematic concept. The essence of magic does exist. However, Buya Hamka and M. Quraish do not explain significantly the nature of magic in the holy Al-Qur'an. Buya Hamka and M. Quraish Shihab said that magic is just an illusion which according to their allegations the origin is from two angels, namely Ha> rut and Ma> rut. While regarding working of magic, Buya Hamka and M. Quraish Shihab mentioned how magic works by reciting spells with the aim of harming others, and from the women blowing the knots. Buya Hamka explains in more detail how magic works and contains more of the elements archipelago that which looks very thick in Minangkabau. As Buya Hamka mentioned items commonly used by witches, as; needles totaling 7 pieces, shredded the shroud, burial ground that is still new and some are using tombstones. Meanwhile, M. Quraish Shihab only explains how magic works in general. Di dalam Al-Qur'an, Terdapat kurang dari 30 ayat yang berkenaan dengan sihir. Diantaranya terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 102, Al-A’ra>f ayat 116, Tha>ha ayat 66, Al-Falaq ayat 3-4, dan surat Yu>nus ayat 81-82. Di Indonesia praktik sihir diyakini telah berlangsung di berbagai tempat dengan segala variasinya. Meski demikian, para ulama berbeda pendapat tentang konsep dan hukum mempelajari sihir. Atas dasar itu, penulis bermaksud mengkaji pandangan Buya Hamka dan M. Quraish Shihab dalam karya Tafsi>r Al-Azha>r dan Tafsi>r Al-Misba>h yang menyangkut ayat-ayat tentang sihir dalam Al-Qur’an. Adapun teori yang digunakan adalah tematik konseptual dengan cara mengumpulkan dan memahami ayat-ayat tentang sihir dalam Al-Qur’an, lantas dikonstruksikan menjadi sebuah konsep yang utuh dan sistematis. Hakikat sihir memang ada. Akan tetapi, Buya Hamka dan M. Quraish tidak menjelaskan secara signifikan mengenai hakikat sihir dalam Al-Qur’an. Buya Hamka dan M. Quraish Shihab mengatakan bahwa sihir hanyalah sebuah khayal yang menurut dugaan mereka asal usulnya dari dua Malaikat yaitu Ha>rut dan Ma>rut. Sementara mengenai cara kerja sihir, Buya Hamka dan M. Quraish Shihab menyebutkan cara kerja sihir dengan membaca mantra yang tujuannya untuk mencelakakan orang lain, dan dari wanita-wanita peniup pada buhul-buhul. Buya Hamka lebih rinci menjelaskan cara kerja sihir dan lebih banyak mengandung unsur nusantaranya yang nampak sangat kental yang ada di Minangkabau. Sebagaimana Buya Hamka menyebutkan barang-barang yang biasa digunakan oleh tukang sihir, seperti; jarum yang berjumlah 7 buah, cabikan kain kafan, tanah perkuburan yang masih baru dan ada juga yang menggunakan batu nisan. Sedangkan M. Quraish Shihab hanya menjelaskan cara kerja sihir secara umum.
Peran Bajingan dalam Masyarakat (Kajian Peran Bajingan dalam Komunikasi Interpersonal Masyarakat Untuk Menumbuhkan Kesadaran Sosial di Desa Pragaan Daya) Triswanto
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 5 No. 2 (2021): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research on ruffians in the community in Praga Daya village is very interesting to study. One of the habits of the Praga Daya community that has survived to this day is carok. The definition of Carok is seen as a way so that the person is not underestimated and to gain superiority. The formulations of the problems of this research include, the first is how the existence of ruffians in the Praga Daya community, the second, what are the steps to fostering social awareness in interpersonal communication about bastards, because the aim of the researcher is to change people's perceptions of bastards. So the research method that I use is descriptive qualitative research, the data collected comes from the results of interviews, observations, and documentation. After the data has been collected, the next step is to analyze the data with an interpersonal approach, with the analysis stage, namely data reduction, data presentation, then it can draw conclusions from the research results. Penelitian tentang bajingan yang ada didalam masyarakat di desa Pragaan Daya sangat menarik untuk dikaji. Salah satu kebiasaan masyarakat Pragaan Daya yang tetap bertahan hingga saat ini adalah carok. Pengertian Carok dipandang sebagai suatu cara agar orang tersebuat tidak dianggap sebelah mata dan untu memperoleh kedigdayaan. Rumusan masalah dari penelitian ini diantaranya, yang pertama bagaimana eksistensi bajingan dalam masyarakat Pragaan Daya, yang kedua apa saja langkah-langkah menumbuhkan kesadaran sosial masyarakat dalam komunikasi interpersonal tentang bajingan, karena tujuan peneliti untuk mengubah persepsi masyarakat tentang bajinagan. Maka metode penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif, data yang dikumpulkan berasal dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, langkah selanjutnya adalah menganalisis data dengan pendekatan interpersonal, dengan tahapan analisis yaitu reduksi data, penyajian data barulah bisa menarik kesimpulan dari hasil penelitian.
Strategi Kyai dalam Pembinaan dan Pembentukan Moral Santri di Ma’had Tahfidz Al-Qur’an Zainul Ibad Prenduan Firdausi; Abdul Azis
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 5 No. 2 (2021): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Scholar is a symbol of continuity for the rabbani’s mission. It must not be polluted by the importance of the individual, racial group, and temporary. Moreover they carry the utilization and be responsible for the continuity of the values of morality to the realization of a society. Prosperous under the protection of god. Moral issues were happened in various regions and have received a response from various lines, either by education experts or scientists, even a scholar who has part in leading and establish for student’s moral. The aim of this study is to know how the scholar’s forming of strategy moral’s student which formed in early time. The formed of this research was a qualitative or case approach, which used constant comparative method. According to the result of this research, that the strategy which was used by the scholar in forming and shaping the moral of students was used reinforcement strategies and tajribah strategies or habituation for action of kindness (mustahsin al-'adab), because of these both strategies could made the students had a good and admirable moral (al-akhlaqul karimah wal mahmudah). Kyai merupakan simbol kesinambungan dakwah dalam mengemban misi Rabbani yang tidak boleh di kotori dengan kepentingan yang bersifat individual, sektarial, dan temporer. Bahkan mereka mengemban kemaslahatan dan bertanggung jawab terhadap kesinambungan nilai-nilai moralitas demi terwujudnya masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera di bawah naungan Ridha Ilahi. Permasalahan moral yang sering marak terjadi diberbagai daerah mendapat tanggapan dari berbagai lini, baik oleh pakar pendidikan atau ilmuwan, bahkan seorang kyai yang sangat andil dalam meluruskan dan membina moral seorang anak didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi kyai dalam membina moral seorang anak didik yang dibentuk sejak dini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif/pendekatan kasus, yang menggunakan metode perbandingan tetap (Constant Comparative Method). Dari hasil penelitiannya bahwa, strategi yang digunakan oleh kiai dalam membina dan membentuk moral santri adalah penggunaan strategi reinforcement dan strategi tajribah atau pembiasaan diri dalam berbuat kebaikan (mustahsin al-‘adab). Karena kedua strategi ini dapat menjadikan santri memiliki akhlak yang karimah dan mahmudah.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IXa dan IXb Pada Mata Pelajaran IPS Model Pembelajaran NHT di SMP Negeri 1 Lenteng Sumenep Semester Genap Tahun Pelajaran 2019/2020 Sri Mastuti
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 5 No. 2 (2021): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This classroom action research report aims to find the most effective way in teaching and learning activities so that students can achieve maximum learning objectives. This class action report uses a cyclical system in finding the best way of learning, this process does not necessarily become a report but through complete data collection, so that the results achieved are real according to actual conditions. : Exploration, Explanation, Expantion, and Evaluation. This learning cycle learning model can effectively be applied to students at all levels. The learning cycle applied in this research consists of four phases, namely exploration, explanation, expansion and evaluation. With these phases, it is hoped that through learning this learning cycle model students will learn more meaningfully, that learning is a process of obtaining goals, and knowledge is obtained by constructing their own meanings from their own experiences. It is hoped that students' process skills will increase so that their learning outcomes will also increase. Laporan penelitian tindakan kelas (PTK) ini bertujuan untuk mencari cara yang paling efektif dalam kegiatan belajar mengajar agar siswa dapat tercapai tujuan pembelajaran secara maksimal. Laporan tindakan kelas ini menggunakan sistem siklus dalam mencari cara belajar yang terbaik, proses ini tidak serta merta menjadi sebuah laporan tapi melalui pengumpulan data yang lengkap, agar hasil yang dicapai riil sesuai kondisi yang sebenarnya. :Exploration (Eksplorasi), Explanation (Penjelasan), Expantion(Penerapan Konsep), dan Evaluation (Evaluasi). model pembelajaran siklus belajar ini secara efektif dapat diterapkan untuk siswa pada semua tingkat. Siklus belajar yang diterapkan pada penelitian ini terdiri dari empat fase, yaitu eksplorasi, eksplanasi, ekspansi dan evaluasi. Dengan adanya fase-fase tersebut diharapkan melalui pembelajaran model siklus belajar ini siswa akan belajar lebih bermakna, bahwa belajar merupakan proses memperoleh tujuan, serta pengetahuan diperoleh dengan mengkonstruksi sendiri pengertian-pengertian dari pengalaman yang dialami sendiri. Dengan begitu diharapkan keterampilan proses siswa akan meningkat sehingga hasil belajarnya juga akan meningkat.
Studi Tentang Konsep Hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia Ulum, Miftahul; Nasiri; Bunga Maulinda Dwi Damayanti; Agung Kuswandono
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 5 No. 2 (2021): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The controversial concept of the rule of law with the state of power (the state of absolute government), is basically the result of continuous debate about the rule of law by scholars and philosophers for centuries. The state ruled by law is called Recht Staat. And a State governed by law is a State which aims to maintain public order, namely order which is generally based on law. Through the democratic system, the process of its development can be seen clearly the relationship between the rule of law based on the sovereignty of the people and the constitution. With a different language, the state must have an ideology and philosophy based on a democratic system. This is because democracy is a way to maintain and control the rule of law. The state can be interpreted as a group of people who wish to unite in a region, with a sovereign government. With a form of state that can be distinguished into democracy, monarchy and oligarchy. The Indonesian constitutional system that has ever existed in Indonesia, among others: 1) the pre-amendment of the 1945 Constitution. 2) RIS Constitution. 3) 1950 Constitution. 4) Post-amendment 1945 Constitution. The government system is divided into 2 types, namely the presidential system and the parliamentary system. The meaning of the Archipelagic State is rooted in the notion of Nusantara. Nusantara comes from the word “nusa” which means a group of islands, and “between” which can be interpreted as a place flanked by other places. So the meaning of the word “archipelago” is a collection of islands located / flanked between 2 continents and 2 oceans. Konsep Negara hukum yang kontroversial dengan Negara kekuasaan (the state of absolute govemment), pada dasarnya merupakan hasil perdebatan terus menerus tentang Negara hukum oleh para sarjana dan filsuf selama berabad abad.Negara yang diperintah oleh hukum disebut Recht Staat. Dan Negara yang diatur oleh hukum adalah Negara yang bertujuan untuk memelihara ketertiban umum, yaitu ketertiban yang umunya berdasarkan hukum. Melalui sistem demokrasi, proses perkembangannya terlihat jelas keterkaitan antara negara hukum yang bertumpu terhadap kedaulatan rakyat dan konstitusi. Dengan bahasa yang berbeda, negara harus berideologi dan berasaskan falsafah sistem demokrasi. Hal ini karena demokrasi merupakan cara untuk mempertahankan serta kontrol atas supremasi hukum. Negara dapat diartikan sebagai suatu kelompok masyarakat yang berkeinginan untuk bersatu di dalam suatu wilayah, dengan pemerintahannya yang berdaulat Dengan bentuk Negara yang dapat dibedakan menjadai demokrasi, monarki, dan oligarki. Sistem ketatanegaraan Indonesia yang pernah ada di Indonesia, antara lain: 1) UUD 1945 pra-amandemen. 2) Konstitusi RIS. 3) UUDS 1950. 4) UUD 1945 pasca amandemen. Sistem pemerintahan dibedakan menjadi 2 macam, yakni sistem presidensial dan sistem parlementer.Makna dari Negara Kepulauan berakar dari pengertian Nusantara. Nusantara berasal dari kata “nusa” yang artinya gugusan (kumpulan) pulau, dan “antara” yang dapat diartikan sebagai suatu tempat yang diapit oleh tempat yang lain. Jadi arti kata “nusantara” adalah kumpulan pulau yang terletak/diapit antara 2 benua dan 2 samudera.
Memotret Masa Keemasan Peradaban dan Pendidikan Tiga Kerajaan Besar Islam ., Fathorrahman
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 5 No. 2 (2021): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The complete portrait of Islamic civilization in the world of education in the medieval period can be seen from the history of the three great dynasties, namely the Ottoman Turks, Safavids in Persia (Iran) and Moghuls in India. The three dynasties contributed significantly to the development of science in different portions. If at first in Ottoman Turkey only focused on military education and religious knowledge, then in the next leadership period general sciences were also used as study material in madrasas. It was different with the Safavid dynasty in Persia which tried to revive the passion of the century of scientific progress during the Abbasid period. During this Safavid period, quite a number of prominent scientists such as Baharuddin Syaerasi and others were born. Unlike the two previous dynasties, the achievement of scientific development in the Mughol Dynasty was represented by a historian during the Aurangzeb period, namely Abu Fadl with his work Aini Akhbari containing the history of the Mughal empire based on its leadership. Potret utuh peradaban Islam dalam dunia pendidikan pada periode pertengahan dapat dilihat dari sejarah tiga dinasti besar yakni Turki Usmani, Safawiyah di Persia (Iran) dan Mughal di India. Ketiga dinasti tersebut memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi perkembangan ilmu pengetahuan dengan porsi yang berbeda. Jika pada mulanya di Turki Usmani hanya memfokuskan pendidikan pada ranah militer dan ilmu agama saja, maka pada periode kepemimpinan selanjutnya ilmu-ilmu umum juga dijadikan bahan pengkajian di madrasah-madrasah. Lain halnya dengan dinasti Safawiyah di Persia yang berusaha membangkitkan kembali gairah abad kemajuan ilmu pengetahuan pada masa Abbasiyah. Pada masa safawiyah ini cukup banyak melahirkan ilmuwan-ilmuwan terkemuka seperti Baharuddin Syaerasi dan lainnya. Berbeda dengan dua dinasti sebelumnya, pencapaian perkembangan ilmu pengetahuan di Dinasti Mughal diwakili oleh seorang sejarawan pada masa Aurangzeb yakni Abu Fadl dengan karyanya Aini Akhbari berisi tentang sejarah kerajaan Mughal berdasarkan pimpinannya.
Eksistensi Ta’awun Pada Serikat Tolong Menolong (STM) di Dusun II Desa Pematang Johar Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deli Serdang Suci Ramadhani; Sica Asyifa; Muhammad Iqbal Prayogi; Riski Adinda Pulungan; Rahmi Syahriza
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 6 No. 1 (2022): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ta’awun adalah kegiatan tolong menolong sesama manusia yang berdasarkan hati nurani dengan semata-mata mengharapkan ridho Allah Subhanallahu Wa Ta’ala, dimana kegiatan tolong menolong tersebut dianjurkan tanpa memandang suku, ras, bangsa, dan agama. Konsep ta’awun juga terdapat dalam Al-Qur’an surah Al-Maidah ayat 2, Al-Kahfi ayat 95, Al-Furqan ayat 4, Al-Ma’un ayat 7, dan surah lainnya. Eksistensi pada ta’awun pada serikat tolong menolong dipandang sangat perlu diuji karena memiliki hubungan erat dan kaitan yang berkesinambungan antara konsep ta’awun dengan serikat tolong menolong yang ada. Fokus penelitian, yaitu bagaimana eksistensi ta’awun pada serikat tolong menolong di Dusun II Desa Pematang Johar Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui eksistensi ta’awun pada serikat tolong menolong di Dusun II Desa Pematang Johar. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif analisis dengan menggali berbagai sumber yang berkaitan dengan serikat tolong menolong serta mewawancarai masyarakat di Dusun II Desa Pematang Johar. Mengenai hasil penelitian konsep ta’awun yang ada di Dusun II Desa Pematang Johar yaitu dimana sistem STM yang dijalankan itu berupa pengutipan uang kas serta uang kemalangan yang digunakan untuk kepentingan dan kebermanfaatan bersama. Bukan hanya itu, konsep ta’awun yang dijalankan oleh STM di Dusun II Desa Pematang Johar tersebut pun masih belum mendapat timbal balik yang baik dari masyarakat dan para anggota STM dikarenakan kurangnya kesadaran dari diri mereka masing-masing terkait dengan STM. Ta'awun is an activity of helping fellow human beings based on conscience with the sole expectation of the pleasure of Allah Subhanallahu Wa Ta'ala, where the activity of helping is recommended regardless of ethnicity, race, nation, and religion. The concept of ta'awun is also found in the Al-Qur'an surah Al-Maidah verse 2, Al-Kahf verse 95, Al-Furqan verse 4, Al-Ma'un verse 7, and other suras. The existence of ta'awun in the mutual help union is seen as very necessary to be tested because it has a close and continuous relationship between the concept of ta'awun and the existing mutual help union. The focus of the research, namely how the existence of ta'awun in the mutual help union in Hamlet II, Pematang Johar Village, Labuhan Deli District, Deli Serdang Regency. This research was conducted to find out how the existence of ta'awun in the mutual help union in Hamlet II, Pematang Johar Village. The method used is descriptive qualitative analysis by exploring various sources related to the help union and interviewing the community in Dusun II, Pematang Johar Village.Regarding the results of the research on the ta'awun concept in Hamlet II, Pematang Johar Village, namely where the STM system that is run is in the form of quoting cash and misfortune money that is used for mutual benefit and benefit. Not only that, the ta'awun concept implemented by STM in Hamlet II, Pematang Johar Village, has not received good feedback from the community and STM members due to the lack of awareness of each of them related to STM.
Fikih Kenotariatan: Studi Tentang Etika Profesi Notaris Ulum, Miftahul
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 6 No. 1 (2022): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Law and humans have a close relationship. The existence of law is very important in life, especially in human actions/deeds towards other living creatures. This is because the law is a norm in which there are sanctions. From this definition, it is implied that the existence of law is intended to create order in social life. Laws cannot be enforced without the help of the community and some legal entities. The legal entity in question is the legal profession. The legal profession has many kinds, including: advocates, arbitrators, judges, notaries, prosecutors, police, and legal. Each legal profession has a different purpose and function. They exist to complement the shortcomings of each legal profession. A notary who is one of the legal professions is required to have a good personality. As a public official, a notary must have personal ethics, one of which is the spirit of Pancasila, obeying the laws and regulations in force in the Republic of Indonesia. So crucial and noble is the notary profession, when carrying out his position, he must remain obedient to the applicable regulations, including using an office that has been determined by law, being aware of his obligations, not using mass media, and putting up a nameplate according to the provisions. Hukum dan manusia memiliki hubungan yang erat. Keberadaan hukum sangat penting dalam kehidupan terlebih dalam tindakan/perbuatan manusia terhadap makhluk hidup lain. Hal ini disebabkan hukum merupakan suatu norma yang di dalamnya terdapat sanksi. Dari definisi tersebut sudah tersirat bahwa adanya hukum ditujukan agar terciptanya keteraturan dalam kehidupan bermasyarakat. Hukum tidak dapat ditegakkan tanpa adanya bantuan masyarakat dan beberapa badan hukum. Badan hukum yang dimaksud ialah para profesi hukum. Profesi hukum memiliki banyak macamnya, antara lain: advokat, arbiter, hakim, notaris, jaksa, polisi, dan para legal. Setiap profesi hukum memiliki tujuan dan fungsi yang berbeda. Mereka ada untuk saling melengkapi kekurangan masing-masing profesi hukum.Seorang notaris yang merupakan salah satu profesi hukum dituntut untuk memiliki kepribadian yang baik. Sebagai pejabat umum, notaris wajib memiliki etika kepribadian salah satunya berjiwa Pancasila, taat kepada hukum dan undang-undang yang berlaku di NKRI. Begitu krusial dan mulianya profesi notaris maka ketika melaksanakan jabatannya maka harus tetap patuh pada peraturan yang berlaku diantaranya menggunakan kantor yang telah ditetapkan undang-undang, sadar akan kewajibannya, tidak memakai media massa, dan memasang papan nama sesuai ketentuan.
Moral Politik Elit Dalam Kontestasi Pilgub Jatim 2018 (Studi Kasus Komunikasi Elit Kiyai Melalui Pesan Hate Speech Dalam Mengubah Preferensi Politik Pemilih) Moh. Zuhdi
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 6 No. 1 (2022): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of democracy in Indonesia gives some opportunities for political practitioners to do campaign openly. In some cases sometimes elite politicians ignore the ethical aspect of the process of political communication, which tends to be excessive and without control. In 2017 the Police recorded there were as many as 5,061 cases of cybercrime or cybercrimes that handled by the Police. That number rose 3% compare with 2016, which amounted to 4,931 cases. Polri has also handled 3,325 cases of hate speech crime or hate speech. The figure rose 44.99% from a year earlier, which totaled 1,829 cases (https://news.detik.com). The East Java Pilgub 2018 was related to the issue of a political-sounding fatwa by a group of scholars aimed at bringing mass opinion into the governing of the 2018 election (https://pilkada.tempo.co). This research method using descriptive qualitative, so it can reveal the real reality. This research reveals the unethical behavior of politicians, on a certain side and then coupled with cooperation with the elite kiai. In a sociological context it is seen as an elite group that has a major influence on the formation of public opinion. Therefore, the presence of kyai elite in the political constellation of East Java pilgub can provide a broad public space of legimization through its cultural messages and lead to voters' political preferences on people who still regard the kyai elite as the dominant figure in decision making. Perkembangan demokrasi di Indonesia semakin membuka peluang praktisi politik untuk melakukan kampanye secara terbuka. Dalam beberapa kasus terkadang para elit politisi mengabaikan aspek etika dalam melakukan proses komunikasi politik, sehingga cenderung kebablasan dan tanpa kontrol. Pada tahun 2017 Polri mencatat ada sebanyak 5.061 kasus cybercrime atau kejahatan siber yang ditangani Polri. Angka itu naik 3% dibanding pada 2016, yang berjumlah 4.931 kasus. Polri juga telah menangani 3.325 kasus kejahatan hate speech atau ujaran kebencian. Angka tersebut naik 44,99% dari tahun sebelumnya, yang berjumlah 1.829 kasus (https://news.detik.com). Pada pilgub Jawa Timur 2018 terkait dengan dikeluarkannya fatwa berbau politik oleh sekelompok ulama yang bertujuan untuk menggiring opini massa dalam penyelenggaraan pilgub 2018 (https://pilkada.tempo.co). Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif, sehingga dapat mengungkap realitas yang sebenarnya. Penelitian ini mengungkapkan adanya perilaku tidak etis yang dilakukan para politisi, pada sisi tertentu kemudian ditambah dengan melakukan kerjasama dengan pihak elit kiyai. Dalam konteks sosiologis dipandang sebagai kelompok elit yang memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan opini masyarakat. Karena itu kehadiran elit kiyai dalam konstelasi politik pilgub Jawa Timur bisa memberikan ruang legimitasi public yang luas melalui pesan-pesan kulturalnya dan menggiring preferensi politik pemilih pada masyarakat yang masih menganggap elit kiyai sebagai figur dominan dalam pengambilan keputusan.

Page 9 of 22 | Total Record : 215