cover
Contact Name
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS
Contact Email
sosiolium@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sosiolium@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
First floor of C1 Building, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS
ISSN : -     EISSN : 26854929     DOI : https://doi.org/10.15294/sosiolium
Core Subject : Education,
This journal provides space for academic and critical thinking to explore social studies learning (Pendidikan IPS--Junior high school course). Subjects suitable for publication include but not limited to; - Social studies Education (Pendidikan IPS--Junior high school course) - Learning media issues in Social studies - Learning model issues in Social studies - Innovation in social studies learning.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober" : 10 Documents clear
ANALISIS PERSPEKTIF GURU ILMU PENGETAHUAN SOSIAL TERHADAP KURIKULUM MERDEKA DI SMP NEGERI 6 PEMALANG nazeemjordan; Salam, Rudi
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v6i2.689

Abstract

Perspektif guru merupakan salah satu hal yang penting untuk diketahui oleh pelaku pendidikan. Tujuan pembelajaran tidak tercapai dengan baik. Maka dinamikanya adalah dilakukan sebuah evaluasi. Tujuan pembelajaran tidak tercapai dengan baik di saat pandemi, kurikulum merdeka sebagai bentuk pemulihan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman, kendala dan solusi guru dalam penerapan kurikulum merdeka. Metode penelitian kualitatif mengetahui pemahaman, sikap dan rencana guru dalam penerapan kurikulum merdeka. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tempat penelitian dilakukan di SMP Negeri 6 Pemalang. Subjek penelitiannya yaitu guru IPS Kelas 7 di SMP Negeri 6 Pemalang. Akurasi data diperoleh dengan proses triangulasi sumber dan teknik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian (1) Guru menjelaskan bahwa kurikulum merdeka sebagai upaya menanggulangi learning loss; Guru mengatakan bahwa pembelajaran berbasis projek menjadi ciri khusus dalam kurikulum merdeka; Guru mendukung adanya kurikulum merdeka ini; Karakter Profil Pelajar Pancasila dinilai oleh guru baik untuk karakter siswa; (2) Guru berinisiatif mengetahui kebutuhan belajar anak; Guru membuat modul ajar pembelajaran berbasis projek dengan tema kearifan lokal; Modul ajar ini dibuat dengan berpedoman pada penguatan 6 karakter Profil pelajar Pancasila. The teacher's perspective is one of the important things for educational practitioners to know. Learning objectives are not achieved well. So the dynamic is that an evaluation is carried out. Learning objectives were not achieved well during the pandemic, the independent curriculum was a form of learning recovery. This research aims to determine teachers' understanding, obstacles and solutions in implementing the independent curriculum. Qualitative research methods determine teachers' understanding, attitudes and plans in implementing the independent curriculum. Data collection techniques use interviews, observation and documentation. The place of research was carried out at SMP Negeri 6 Pemalang. The research subject was the Class 7 social studies teacher at SMP Negeri 6 Pemalang. Data accuracy is obtained by triangulation of sources and techniques. This research use desciptive qualitative approach. From the research results, (1) the teacher explains that the independent curriculum is an effort to overcome learning loss; Teachers say that project-based learning is a special feature of the independent curriculum; Teachers support this independent curriculum; The Pancasila Student Profile Character is assessed by teachers as good for student character; (2) Teachers take the initiative to know children's learning needs; Teachers create project-based learning teaching modules with the theme of local wisdom; This teaching module was created based on strengthening the 6 characteristics of the Pancasila student profile.
PERAN TEMAN SEBAYA DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN SISWA MELALUI MATA PELAJARAN IPS DI MTS NEGERI 2 PURWOREJO Indira, Daniar Sekar; Lestari, Puji
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v6i2.995

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah mengetahui peran teman sebaya dalam membentuk kepribadian siswa melalui mata pelajaran IPS di MTs Negeri 2 Purworejo dan mengetahui upaya guru IPS mendukung peran teman sebaya dalam pembentukan kepribadian siswa di MTs Negeri 2 Purworejo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian ini adalah 1) Siswa berperan sebagai memberikan dukungan terhadap siswa, 2) Siswa berperan mengajarkan berbagai keterampilan sosial, 3) Siswa berperan sebagai informator kepada siswa, 4) Siswa berperan sebagai model berperilaku bagi siswa, 5) Guru telah mengupayakan untuk mendukung peran teman sebaya dengan menggunakan strategi tutor teman sebaya dalam pembelajaran IPS. Oleh sebab itu pendidikan diperlukan untuk mendukung dan mendorong peran tersebut agar lebih terarah dan bisa dijadikan ajang untuk interaksi sosial yang sehat terutama di lingkungan sekolah, salah satunya penggunaan strategi tutor teman sebaya pada pembelajaran IPS.  The purpose of this article is to know the role of peers in shaping the personality of students through social studies subjects at MTs Negeri 2 Purworejo and to know the efforts of social studies teachers to support the role of peers in shaping the personality of students at MTs Negeri 2 Purworejo. This research uses qualitative methods with a phenomenological approach. The results of this study are 1) Students play a role as providing support to students, 2) Students have the role of teaching various social skills, 3) Students act as informers to students, 4) Students act as a model of behavior for students, 5) Teachers have made efforts to support the role of peers by using peer tutor strategies in social studies learning. Therefore, education is needed to support and encourage the role to be more directed and can be used as a venue for healthy social interaction, especially in the school environment, one of which is the use of peer tutor strategies in social studies learning.  
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN WORDWALL TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN IPS KELAS VIII DI SMP NEGERI 2 BUMIAYU KABUPATEN BREBE Faridah, Elsa Durotul; Anwar, Khoirul
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v6i2.1027

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan penerapan penggunaan media pembelajaran Wordwall, dan menganalisis seberapa besar pengaruh dan efektif penggunaan media pembelajaran wordwall dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VIII di SMPN 2 Bumiayu Kabupaten Brebes. Jenis penelitian yang dipergunakan yaitu kuantitatif, bermetode ekseperimen semu (Quasi experiment). Populasi penelitian ini seluruh peserta didik kelas VIII, dengan Sampel Kelas VIII A (kelas eksperimen) dan Kelas VIII D (kelas kontrol). Teknik pengumpulan data berupa tes, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis Deskriptif Persentase, Uji Independent Sample T-Test dan Uji N-Gain Score. Berdasarkan hasil penelitian, pelaksanaan pembelajaran IPS terdiri tiga komponen yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap penilaian pembelajaran. Diperoleh nilai Pre-Test dan Post-Test di kelas eksperimen sebesar 48 dan 83, sedangkan di kelas kontrol sebesar 40 dan 49. Analisis uji t menunjukkan perbedaan rata-rata hasil belajar di kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Analisis n-gain menunjukkan bahwa rata-rata nilai n-gain di kelas ekseprimen mendapat nilai 67,98% berkriteria “cukup”. Rata-rata n-gain di kelas kontrol tanpa menggunakan media mendapat nilai 14,99 % berkriteria “tidak efektif”. The purpose of this study is to describe the application of the use of Wordwall learning media, and analyze how much influence and effective the use of wordwall learning media in improving the learning outcomes of VIII grade students at SMPN 2 Bumiayu Brebes Regency. The type of research used is quantitative, with a quasi-experiment method (Quasi experiment). The population of this study was all VIII grade students, with samples of Class VIII A (experimental class) and Class VIII D (control class). Data collection techniques in the form of tests, observations, and documentation. Data analysis techniques used are Descriptive Percentage analysis, Independent Sample T-Test and N-Gain Score Test. Based on the results of the study, the implementation of social studies learning consists of three components, namely the planning stage, the implementation stage, and the learning assessment stage. The Pre-Test and Post-Test scores in the experimental class were 48 and 83, while in the control class were 40 and 49. The t-test analysis showed a difference in the average learning outcomes in the experimental class and control class with a significance value of 0.000 <0.05. The n-gain analysis showed that the average n-gain value in the experimental class scored 67.98% with the criteria "sufficient". The average n-gain in the control class without using media got a value of 14.99% with the criteria "not effective".
PENGARUH PjBL DALAM PEMBELAJARAN IPS TERHADAP PERILAKU PROSOSIAL SISWA KELAS VII SMPN 1 TUNTANG Hana Nabila; Purnomo, Arif
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v6i2.1328

Abstract

Perilaku prososial merupakan tindakan sukarela berupa pemberian manfaat sehingga orang penerima merasa lebih sejahtera. Masa remaja merupakan tahap perkembangan yang penting untuk memberikan bekal bersosialisasi di masyarakat termasuk dalam berperilaku prososial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran PjBL dalam pembelajaran IPS terhadap perilaku prososial siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tuntang. Jenis penelitian yaitu kuasi eksperimen dengan desain non equivalent control group. Populasi penelitian yaitu siswa kelas VII SMPN 1 Tuntang tahun pelajaran 2022/2023. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket dan dokumentasi. Analisis penelitian dilakukan dalam dua hal yaitu analisis intrumen dan analisis data penelitian menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji linieritas, uji linier regresi sederhana dan uji hipotesis. Hasil uji hipotesis diperoleh 0.000 < 0.05, dengan pengaruh sebesar 48,3%. Hasil penelitian menunjukan penerapan model pembelajaran project based learning (PjBL) berpengaruh terhadap perilaku prososial siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tuntang. Prosocial behavior is a voluntary action by providing benefits in the form of help so that the person being helped feels more prosperous. This research aims to determine the effect of using the project based learning (PjBL) learning model in social studies learning on the prosocial behavior of class VII students at SMP Negeri 1 Tuntang. This research is a quasi-experimental type research with a non-equivalent control group design. The population of this study was all class VII students of SMP Negeri 1 Tuntang for the 2022/2023 academic year, sampling was carried out using a cluster random sampling technique. Data collection techniques are carried out by filling out questionnaires and documentation. Research analysis was carried out in two ways, namely instrument and research data analysis using normality tests, homogeneity tests, linearity tests, simple linear regression tests and hypothesis tests. The hypothesis test results obtained were 0.000 < 0.05, with an influence of 48.3%. The results of the research show that the application of the project based learning (PjBL) learning model has an effect on the prosocial behavior of class VII students at SMP Negeri 1 Tuntang.
HAMBATAN GURU IPS DALAM IMPLEMENTASI STANDAR PROSES KURIKULUM MERDEKA DI SMP NEGERI 22 SEMARANG Fitriani, Tarisa; Mulianingsih, Ferani
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v6i2.1557

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi standar proses kurikulum merdeka pada pembelajaran IPS dilaksanakan, selain itu juga untuk mengetahui hambatan apa yang dialami oleh guru IPS dalam implementasi standar proses kurikulum merdeka beserta solusinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Objek penelitian meliputi guru mata pelajaran IPS kelas VII di SMP Negeri 22 Semarang. Metode pengumpulan data berupa metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa pengumpulan data, penyajian data, reduksi data lalu penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya implementasi standar proses kurikulum merdeka di SMP Negeri 22 Semarang sudah berjalan sesuai dengan kebijakan yang ada, hanya saja dalam prosesnya muncul berbagai hambatan seperti, belum beradaptasinya guru dalam pelaksanaan standar proses kurikulum merdeka, kurangnya pemahaman dan kesiapan guru, kurangnya sumber daya, serta evaluasi dan penilaian.  The aim of this research is to find out how the implementation of the independent curriculum process standards in social studies learning is carried out, apart from that, it is also to find out what obstacles are experienced by social studies teachers in implementing the independent curriculum process standards and their solutions. This study used descriptive qualitative method. The research objects included class VII social studies teachers at SMP Negeri 22 Semarang. Data collection methods include observation, interviews and documentation methods. Data analysis techniques include data collection, data presentation, data reduction and then drawing conclusions. The results of the research show that the implementation of the independent curriculum process standards at SMP Negeri 22 Semarang has been running in accordance with existing policies, however, in the process various obstacles have arisen such as teachers not yet adapting to implementing the independent curriculum process standards, lack of understanding and readiness of teachers, lack of resources. , as well as evaluation and assessment.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BELAJAR SISWA KELAS VIII DI SMP AL ISLAM KLATEN PADA MATA PELAJARAN IPS Widiawati, Riesti; Ginanjar, Asep
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v6i2.1807

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui minat belajar siswa kelas VIII di SMP Al Islam Klaten pada mata pelajaran IPS. 2) mendeskripsikan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi minat belajar siswa kelas VIII di SMP Al Islam pada mata pelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 14 orang siswa dan guru mata pelajaran IPS. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan minat belajar siswa kelas VIII di SMP Al Islam Klaten pada mata pelajaran IPS masih tergolong rendah. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa kelas VIII di SMP Al Islam Klaten adalah faktor internal, 1) kurangnya motivasi yang dimiliki siswa kelas VIII dalam belajar, 2) Sikap siswa yang kurang peduli terhadap guru dan mata pelajaran yang diajarkan oleh guru, 3) kesehatan jasmani berupa kelelahan dan sakit membuat siswa kurang berminat terhadap mata pelajaran IPS. Sedangkan faktor eksternal yakni meliputi 1) lingkungan sekolah, strategi mengajar guru, relasi guru dengan siswa, dan fasilitas sekolah, 2) faktor teman sebaya berupa aktivitas yang dilakukan siswa selama kegiatan belajar berlangsung, 3) faktor perhatian dari orang tua yang meliputi relasi orang tua dengan anak, suasana rumah, dan kondisi ekonomi keluarga. This research aims to 1) determine the learning interest of class VIII students at SMP Al Islam Klaten in social studies subjects. 2) describe what factors influence the learning interest of class VIII students at SMP Al Islam in social studies subjects. This research uses a qualitative approach with descriptive research type. The subjects in this research were all 14 class VIII students and social studies teachers. The data collection techniques used in this research are interviews, observation and documentation. The results of the research show that class VIII students' interest in learning at SMP Al Islam Klaten in social studies subjects is still relatively low. The factors that influence class VIII students' interest in learning at SMP Al Islam Klaten are internal factors, 1) the lack of motivation that class VIII students have in studying, 2) the attitude of students who care less about teachers and the subjects taught by teachers, 3 ) physical health in the form of fatigue and illness makes students less interested in social studies subjects. Meanwhile, external factors include 1) the school environment, teacher teaching strategies, teacher and student relations, and school facilities, 2) peer factors in the form of activities carried out by students during learning activities, 3) attention factors from parents which include parent relations. with children, home atmosphere, and family economic conditions.
PENANAMAN NILAI-NILAI MULTIKULTURAL MELALUI PEMBELAJARAN IPS PADA KELAS VII DI SMP NEGERI 15 SEMARANG Nur Aji Ningrum; Achmad Putri, Noviani
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v6i2.4064

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi faktual pendidikan multikultural, strategi penanaman nilai-nilai multikultural pada pembelajaran IPS, faktor pendukung dan penghambat dalam proses penanaman nilai-nilai multikultural pada pembelajaran IPS di SMP Negeri 15 Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diverivikasi menggunakan teknik triangulsi metode dan sumber dengan analisis data model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penanaman nilai-nilai multikultural diintegrasikan dalam pembelajaran IPS pada materi yang mengandung muatan nilai-nilai multikultural. (2) Strategi penanaman nilai-nilai multikultural dilakukan dengan dua tataran yaitu, melalui proses dan pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas dengan materi IPS yang mengandung wawasan keragaman, dan wawasan sosial berdasarkan tema multikultural. Pembelajaran luar kelas melalui program Agen Perubahan dan Kegiatan P5. Pedoman nilai-nilai multikultural di analisis menggunakan teori belajar sosial oleh Albert Bandura. (3) Faktor penghambat yaitu kurangnya dukungan, media pembelajaran yang belum memadai, sumber daya guru yang belum memadai, serta program-program yang perlu untuk ditingkatkan. The purpose of this study was to determine the factual condition of multicultural education, the strategy of cultivating multicultural values in social studies learning as well as, supporting and inhibiting factors in the process of cultivating multicultural values in social studies learning at SMP Negeri 15 Semarang. This research uses qualitative methods, data collection is done through observation, interviews, and documentation. Data validity was verified using triangulation techniques of methods and sources with data analysis of interactive analysis models. The results showed that (1) the cultivation of multicultural values is integrated in social studies learning on materials that contain multicultural values. (2) The strategy of cultivating multicultural values is done with two levels, namely, through the process and implementation of learning in the classroom with social studies materials containing diversity insights, and social insights based on multicultural themes. Learning outside the classroom through the Agent of Change program and P5 activities. The multicultural values guidelines are analyzed using Albert Bandura's social learning theory. (3) Inhibiting factors are lack of support, inadequate learning media, inadequate teacher resources, and programs that need to be improved.
PENINGKATAN KEAKTIFAN BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING PADA MATA PELAJARAN IPS MATERI MASA KEMERDEKAAN INDONESIA (1945-1950) KELAS IX SMP NEGERI 21 SEMARANG Julniyah, Lainnatu; Ariyanto, Ariyanto; Banowati, Eva
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v6i2.5484

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena kurangnya aktivitas dan keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keaktifan belajar peserta didik dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran yang digunakan peneliti adalah discovery learning dengan metode penilitian tindakan kelas sebanyak dua siklus. Setiap siklus dilaksanakan dalam dua kali pertemuan dengan empat tahap kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian yaitu kelas IX F SMPN 21 Semarang yang berjumlah 33 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, dokumentasi, dan tes. Hasil penilitian pra siklus menunjukkan bahwa hasil rata-rata keaktifan peserta didik pada presentase 49,29%, sedangkan pada fase siklus I presentase keaktifan peserta didik sebanyak 70,70%, dan meningkat lagi pada fase siklus II keaktifan peserta didik menjadi 76,56%. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa penggunaan discovery learning dapat meningkatkan keaktifan belajar peserta didik pada mata pelajaran IPS materi masa kemerdekaan Indonesia (1945-1950).    This research was motivated by the lack of activity and activeness of students in the learning process. The aim of this research is to increase students' active learning in the learning process. The learning model used by researchers is discovery learning with a two-cycle classroom action research method. Each cycle is carried out in two meetings with four activity stages, namely planning, implementation, observation and reflection. The research subjects were class IX F of SMPN 21 Semarang, totaling 33 students. The data collection techniques used are observation, documentation and tests. The results of the pre-cycle research showed that the average percentage of student activity was 49.29%, while in the first cycle phase the percentage of student activity was 70.70%, and increased again in the second cycle phase, student activity was 76.56%. . Therefore, it can be concluded that the use of discovery learning can increase students' active learning in social studies subjects during the period of Indonesian independence (1945-1950).
PROBLEMATIKA DALAM PEMBELAJARAN IPS PADA ERAMERDEKA BELAJAR DI SMPN 16 SEMARANG Yunita; Hermanto, Fredy
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v6i2.8044

Abstract

Perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi merupakan elemen penting dalam siklus pembelajaran yang menentukan kesuksesan dan evektifitas pengalaman belajar siswa. di SMPN 16 Semarang, ditemukan masalah dalam pembelajaran IPS, dimana ketiga elemen tersebut belum optimal. ini tercermin dari rendahnya minat belajar siswa dan kurangnya pemahaman guru tentang pembelajaran berdiferensiasi sesuai kurikulum merdeka, serta ketidak pahaman guru terhadap tujuan dan manfaat evaluasi. selain itu, sarana dan prasarana yang tidak memadai juga menjadi hambatan. penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan desain kualitatif deskriptif.  subjek penelitian adalah guru dan siswa, dengan metode pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajara IPS di SMP N 16 Semarang menghadapi sejumlah masalah, seperti perencanaan yang kurang optimal, pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi, dan evaluasi yang tidak maksimal, yang semuanya berdampak pada evektifitas pembelajaran, minat belajar siswa, dan pemahaman mereka terhadap materi IPS. Planning, implementation, and evaluation are important elements in the learning cycle that determine the success and effectiveness of student learning experiences. At SMP N 16 Semarang, problems were found in social studies learning, where these three elements were not optimal. This is reflected in students' low interest in learning and teachers' lack of understanding about differentiated learning according to the Independent Curriculum, as well as teachers' lack of understanding of the purpose and benefits of evaluation. Apart from that, inadequate facilities and infrastructure are also an obstacle. This research uses a case study approach with a descriptive qualitative design. The research subjects were teachers and students, with data collection methods in the form of interviews, observation and documentation. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that social studies learning at SMP N 16 Semarang faces a number of problems, such as less than optimal planning, limited implementation of differentiated learning, and suboptimal evaluation, all of which have an impact on learning effectiveness, students' interest in learning, and their understanding of social studies material.
GURU DIGITAL: KONSERVASI SOCIOCULTURAL MELALUI PENGEMBANGAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL DI LINGKUNGAN SEKOLAH YAYASAN MA’ARIF NU MANGKANG KOTA SEMARANG Sayidatun Nisa, Aisyah Nur; Achmad Putri, Noviani; Ginanjar, Asep; Christian Putra, Galih Mahardika; Wiranto, Aan Probo; Aula, Nabilatul; Ailul Firdaus, Divangga; Rizal; Maulidiyyah , Siti Miftakhul
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v6i2.26620

Abstract

Peran guru sangat krusial pada era digital sekarang ini. Segala informasi akan dengan mudah masuk dan diakses oleh peserta didik, baik itu informasi yang positif maupun yang negatif. Hal ini menuntut guru untuk mempunyai keterampilan mendesain pembelajaran yang memadukan teknologi digital dengan kearifan lokal sehingga proses pembelajaran dapat memberikan bekal kepada peserta didik bagaimana hidup di era digital dengan tidak tertinggal dari kemajuan IPTEK sekaligus tidak meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal. Maka perlu adanya upaya dari pihak sekolah dan tim pengabdi untuk mendesain proses pembelajaran yang dapat memfasilitasi peserta didik sebagai digital native generations yang kehidupannya sangat erat dengan dunia digital dan penanaman nilai-nilai kearifan lokal sebagai bekal filter mandiri peserta didik dari terpaan kebudayaan luar yang masuk melalui internet. Metode yang digunakan pada  ini adalah Community Development Practice dengan prosedur terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan follow-up. Kegiatan terlaksana dengan baik, peserta berkolaborasi dengan tim mampu membuat dan mengembangkan media pembelajaran berbasis digital serta mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dan sosiocultural kedalam materi dan media pembelajaran berbasis digital. The role of teachers is very crucial in the digital era today. All information will be easily entered and accessed by students, both positive and negative information. This requires teachers to have the skills to design learning that combines digital technology with local wisdom so that the learning process can provide students with provisions on how to live in the digital era without being left behind by the progress of science and technology while not leaving behind the values ​​of local wisdom. There needs to be an effort from the school and the service team to design a learning process that can facilitate students as digital native generations whose lives are very close to the digital world and the instillation of local wisdom values ​​as provisions for independent filters for students from exposure to external culture that enters through the internet. The method used in this service is Community Development Practice with procedures consisting of planning, implementation, evaluation and follow-up. The activity was carried out well, participants collaborated with the team to be able to create and develop digital-based learning media and integrate local wisdom and sociocultural values ​​into digital-based learning materials and media.

Page 1 of 1 | Total Record : 10