cover
Contact Name
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS
Contact Email
sosiolium@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sosiolium@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
First floor of C1 Building, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS
ISSN : -     EISSN : 26854929     DOI : https://doi.org/10.15294/sosiolium
Core Subject : Education,
This journal provides space for academic and critical thinking to explore social studies learning (Pendidikan IPS--Junior high school course). Subjects suitable for publication include but not limited to; - Social studies Education (Pendidikan IPS--Junior high school course) - Learning media issues in Social studies - Learning model issues in Social studies - Innovation in social studies learning.
Articles 27 Documents
PENINGKATAN KEAKTIFAN BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING PADA MATA PELAJARAN IPS MATERI MASA KEMERDEKAAN INDONESIA (1945-1950) KELAS IX SMP NEGERI 21 SEMARANG Julniyah, Lainnatu; Ariyanto, Ariyanto; Banowati, Eva
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v6i2.5484

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena kurangnya aktivitas dan keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keaktifan belajar peserta didik dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran yang digunakan peneliti adalah discovery learning dengan metode penilitian tindakan kelas sebanyak dua siklus. Setiap siklus dilaksanakan dalam dua kali pertemuan dengan empat tahap kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian yaitu kelas IX F SMPN 21 Semarang yang berjumlah 33 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, dokumentasi, dan tes. Hasil penilitian pra siklus menunjukkan bahwa hasil rata-rata keaktifan peserta didik pada presentase 49,29%, sedangkan pada fase siklus I presentase keaktifan peserta didik sebanyak 70,70%, dan meningkat lagi pada fase siklus II keaktifan peserta didik menjadi 76,56%. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa penggunaan discovery learning dapat meningkatkan keaktifan belajar peserta didik pada mata pelajaran IPS materi masa kemerdekaan Indonesia (1945-1950).    This research was motivated by the lack of activity and activeness of students in the learning process. The aim of this research is to increase students' active learning in the learning process. The learning model used by researchers is discovery learning with a two-cycle classroom action research method. Each cycle is carried out in two meetings with four activity stages, namely planning, implementation, observation and reflection. The research subjects were class IX F of SMPN 21 Semarang, totaling 33 students. The data collection techniques used are observation, documentation and tests. The results of the pre-cycle research showed that the average percentage of student activity was 49.29%, while in the first cycle phase the percentage of student activity was 70.70%, and increased again in the second cycle phase, student activity was 76.56%. . Therefore, it can be concluded that the use of discovery learning can increase students' active learning in social studies subjects during the period of Indonesian independence (1945-1950).
PENINGKATAN HASIL BELAJAR DENGAN MEDIA PEMBELAJARAN KAHOOT PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII B SMP NEGERI 15 SEMARANG Fahrul Iqwan
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 6 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v6i1.5522

Abstract

Teachers as managers of learning activities have a great responsibility because teachers have a great influence on the process and achievement or learning outcomes. The problems encountered by class VIII B students are related to less conducive classroom conditions, lack of interest in learning, and low student learning outcomes. This study aims to determine the improvement of student learning outcomes by using kahoot learning media on conflict and integration materials. The research method used is classroom action research which is carried out in two cycles. The subjects in this study were 34 students of grade VIII B SMP N 15 Semarang. Data collection tools use observation sheets and tests. The analysis technique is descriptive analysis using N-Gain. The results showed that social studies learning on conflict material and integration with kahoot media can improve student learning outcomes with pre-test and post-test scores that increase in each cycle
IMPLEMENTATION OF LOCAL WISDOM IN PRESERVING BATIK IN KARANGMALANG VILLAGE, GEBOG DISTRICT, KUDUS REGENCY Aulia, Dinia
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 6 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v6i1.5886

Abstract

The purpose of this study was to find out local wisdom related to the preservation of batik in Karangmalang Village. The importance of this research is to provide an understanding to the public that batik wisdom in Karangmalang Village is not only implemented in the clothes that are used daily by the people but in the preservation of batik. This is also carried out on small and medium enterprises in several hamlets scattered in Karangmalang Village. With this in mind, these small businesses have an important role for the preservation of local wisdom so that this culture does not become extinct, especially since batik is one of the valuable local wisdoms for the Indonesian state. This has been designated by UNESCO as a cultural heritage of Indonesia. Besides that, batik has very diverse motifs, this makes a lot of devotees and these motifs are interesting and will not be inferior to the progress of the times.
UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN MEDIA PUZZLE PADA PEMBELAJARAN IPS Atikasari, Mila; Sayidatun Nisa, Aisyah Nur; Watoni, Nurul
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 6 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v6i2.5903

Abstract

Rendahnya motivasi belajar peserta didik terhadap pembelajaran IPS mayoritas dipengaruhi oleh media yang dianggap membosankan sehingga peserta didik kurang tertarik untuk mengikuti pembelajaran IPS. Adapun tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui apakah media pembelajaran Puzzle dengan model pembelajaran berbasis Problem Based Learning dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran IPS. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 25 Semarang kelas VII G pada saat semester genap tahun ajaran 2023/2024. Adapun model Penelitian ini dilaksanakan dengan Tindakan kelas atau PTK. Tahapan tersebut dilakukan berulang selama II siklus dengan instrument penelitiannya yakni berupa Angket atau kuisioner untuk mengukur motivasi belajar peserta didik. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan menggunakan puzzle dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Hal tersebut dapat ditunjukkan berdasarkan data yang diperoleh yakni Pada saat siklus 1 masih terdapat peserta didik dengan Tingkat motivasi belajar pada kategori rendah yakni sebesar 14,7%, sedangkan pada siklus II tidak ada peserta didik dengan motivasi belajar dengan kategori rendah, dan pada kategori sangat tinggi pada siklus I sebesar 2,94% kemudian terjadi peningkatan pada siklus II yakni sebesar 55,88%. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penggunaan media puzzle dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik. The majority of students' low learning motivation towards social studies learning is influenced by media which is considered boring so that students are less interested in participating in social studies learning. The aim of this research is to find out whether puzzle learning media with a problem based learning model can increase students' learning motivation in social studies subjects. This research was conducted at SMP Negeri 25 Semarang class VII G during the even semester of the 2023/2024 academic year. This research model is carried out using class action or PTK. This stage was carried out repeatedly during the second cycle with the research instrument, namely a questionnaire or questionnaire to measure students' learning motivation. Based on research that has been carried out, using puzzles can increase students' learning motivation. This can be shown based on the data obtained, namely that during cycle 1 there were still students with a level of learning motivation in the low category, namely 14.7%, whereas in cycle II there were no students with learning motivation in the low category, and in the very high category. high in cycle I was 2.94% then there was an increase in cycle II, namely 55.88%. The conclusion in this research is that the use of puzzle media can increase students' learning motivation.
PROBLEMATIKA DALAM PEMBELAJARAN IPS PADA ERAMERDEKA BELAJAR DI SMPN 16 SEMARANG Yunita; Hermanto, Fredy
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v6i2.8044

Abstract

Perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi merupakan elemen penting dalam siklus pembelajaran yang menentukan kesuksesan dan evektifitas pengalaman belajar siswa. di SMPN 16 Semarang, ditemukan masalah dalam pembelajaran IPS, dimana ketiga elemen tersebut belum optimal. ini tercermin dari rendahnya minat belajar siswa dan kurangnya pemahaman guru tentang pembelajaran berdiferensiasi sesuai kurikulum merdeka, serta ketidak pahaman guru terhadap tujuan dan manfaat evaluasi. selain itu, sarana dan prasarana yang tidak memadai juga menjadi hambatan. penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan desain kualitatif deskriptif.  subjek penelitian adalah guru dan siswa, dengan metode pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajara IPS di SMP N 16 Semarang menghadapi sejumlah masalah, seperti perencanaan yang kurang optimal, pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi, dan evaluasi yang tidak maksimal, yang semuanya berdampak pada evektifitas pembelajaran, minat belajar siswa, dan pemahaman mereka terhadap materi IPS. Planning, implementation, and evaluation are important elements in the learning cycle that determine the success and effectiveness of student learning experiences. At SMP N 16 Semarang, problems were found in social studies learning, where these three elements were not optimal. This is reflected in students' low interest in learning and teachers' lack of understanding about differentiated learning according to the Independent Curriculum, as well as teachers' lack of understanding of the purpose and benefits of evaluation. Apart from that, inadequate facilities and infrastructure are also an obstacle. This research uses a case study approach with a descriptive qualitative design. The research subjects were teachers and students, with data collection methods in the form of interviews, observation and documentation. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that social studies learning at SMP N 16 Semarang faces a number of problems, such as less than optimal planning, limited implementation of differentiated learning, and suboptimal evaluation, all of which have an impact on learning effectiveness, students' interest in learning, and their understanding of social studies material.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS FLASH PADA MATA PELAJARAN IPS DALAM MATERI SEJARAH PRA AKSARA DI SMP N 1 KERTEK Hanif, Muhammad Kholifudin Hanif; Ginanjar, Asep
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 7 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v7i1.370

Abstract

SMP N 1 Kertek memiliki permasalahan dimana siswa berupa kurang memahami materi IPS dengan cara penyampaian konvensional. Pengembangan multimedia interaktif sebagai media pembelajaran untuk membantu mengatasi permasalahan sesuai dengan kebutuhan dan potensi di sekolah. Metode penelitian menggunakan Research and Development (R&D). Prosedur pengembangan yang digunakan adalah dari Borg & Gall yang dimodifikasi oleh Tim Puslitjaknov. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIA sebanyak 30 siswa dengan teknik pengumpulan data observasi, dokumentasi, wawancara, dan angket. Penelitian menghasilkan produk media pembelajaran multimedia interaktif berbasis flash yang dikemas dalam bentuk CD Drive yang telah diuji kelayakannya oleh ahli materi dengan skor akumulasi 91,7% yang termasuk kategori “sangat layak” dan penilaian ahli media mendapatkan kategori “sangat layak” dengan skor 90,6%.. Dari penilaian pada uji coba kecil mendapatkan kategori “sangat baik” dengan nilai 87,9%. Sehingga, pengembangan media pembelajaran multimedia Interaktif berbasis flash pada materi sejarah di SMP N 1 Kertek layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran. SMP N 1 Kertek has a problem where students do not understand social studies material in a conventional way. Development of interactive multimedia as a learning media to help overcome the problem in accordance with the needs and potential at school. The research method uses Research and Development (R&D). The development procedure used is from Borg & Gall modified by the Puslitjaknov Team. The test subjects in this study were VIIA class students as many as 30 students with data collection techniques of observation, documentation, interviews, and questionnaires. The research resulted in a flash-based interactive multimedia learning media product packaged in the form of a CD Drive which has been tested for feasibility by material experts with an accumulated score of 91.7% which is included in the "very feasible" category and the assessment of media experts getting the "very feasible" category with a score of 90.6%. From the assessment in the small trial, it was categorized as "very good" with a score of 87.9%. Thus, the development of flash-based Interactive multimedia learning media on historical material at SMP N 1 Kertek is suitable for use as a learning medium.
EKSISTENSI KESENIAN TARI JARAN KEPANG PADA MASYARAKAT DUSUN GEBUDAN DESA GENTINGGUNUNG KECAMATAN SUKOREJO KABUPATEN KENDAL Musaptiyah, Khumaeroh; Putri , Noviani Achmad
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 7 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v7i1.2200

Abstract

Kesenian tari Jaran Kepang merupakan salah satu bagian dari kebudayaan Indonesia yang perlu dilestarikan keberadaanya dikehidupan masyarakat. Tujuan dalam penelitian ini yaitu: (1) Menganalisis sejarah lahirnya kesenian tari Jaran Kepang kelompok paguyuban Turonggo Wargo Budoyo Dusun Gebudan. (2) Menganalisis makna simbolik kesenian tari Jaran Kepang kelompok paguyuban Turonggo Wargo Budoyo Dusun Gebudan. (3) Menganalisis eksistensi kesenian tari Jaran Kepang kelompok paguyuban Turonggo Wargo Budoyo Dusun Gebudan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (1) Sejarah lahirnya kesenian tari Jaran Kepang di Dusun Gebudan bangkit didasari oleh kepedulian dan antusiasme beberapa tokoh masyarakat terhadap kesenian dan kebudayaan tradisional khususnya kesenian tari Jaran kepang, (2) Makna simbolik yang terdapat pada kesenian tari Jaran Kepang adalah sikap bijak dan tanggungjawab seorang pemimpin, kepatuhan masyarakat terhadap peraturan yang ada, memupuk sikap persatuan dan nasionalisme, ketekunan belajar dan memiliki jiwa semangat yang besar untuk menjalani kehidupan, (3) Tantangan yang dihadapi berupa cuaca dan iklim serta keadaan ekonomi masyarakat. Faktor pendorongnya adalah adanya kreativitas para seniman, fasilitas yang lengkap dan memadai, adanya dukungan dari pemerintah, partisipasi dan antusiasme yang tinggi masyarakat serta media sosial sebagai sarana melestarikan kesenian tari Jaran Kepang. The Jaran Kepang dance art is a part of Indonesian culture that needs to be preserved in people's lives. The objectives of this research are: (1) Analyzing the history of the birth of the Jaran Kepang dance art of the Turonggo Wargo Budoyo community group, Gebudan Hamlet. (2) Analyzing the symbolic meaning of the Jaran Kepang dance art of the Turonggo Wargo Budoyo community group, Gebudan Hamlet. (3) Analyzing the existence of the Jaran Kepang dance art of the Turonggo Wargo Budoyo community group, Gebudan Hamlet. This research is descriptive qualitative research. Data collection techniques are carried out through observation, interviews and documentation. The results of the research reveal that: (1) the history of the birth of the Jaran Kepang dance art in Gebudan Hamlet was based on the concern and enthusiasm of several community leaders for traditional arts and culture, especially the Jaran Kepang dance art, (2) the symbolic meaning contained in the Jaran Kepang dance art is a wise attitude. and the responsibilities of a leader, community compliance with existing regulations, fostering an attitude of unity and nationalism, perseverance in learning and having a great enthusiasm for living life, (3) challenges faced in the form of weather and climate as well as the economic situation of the community. The driving factors are the creativity of the artists, complete and adequate facilities, support from the government, high participation and enthusiasm of the community and social media as a means of preserving the art of Jaran Kepang dance.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PENDEKATAN PROBLEM-BASED LEARNING PADA PESERTA DIDIK KELAS VII B SMP NEGERI 16 SEMARANG Hadi, Fery yuliono hadi gunawan; Aisyah Nur Sayidatun Nisa
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 7 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v7i1.5813

Abstract

Salah satu permasalahan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada siswa kelas VII.B SMP Negeri 16 Semarang adalah lemahnya kemampuan siswa dalam menerapkan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan nyata terutama dalam memahami permintaan dan penawaran. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan penelitian tindakan kelas (PTK) menggunakan model Problem Based Learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII B SMP Negeri 16 Semarang Tahun Pelajaran 2023/2024 menggunakan model pendekatan Problem Based Learning. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas 7B sebanyak 34 Siswa-siswi yang terdiri laki-laki 15 Siswa dan perempuan 19 Siswi. Sumber data penelitian diperoleh dari data kualitatif berupa data hasil observasi aktivitas guru dan siswa serta data kuantitatif berupa data tes hasil belajar siswa. Hasil penelitian siklus I diperoleh siswa yang tuntas secara individu sebanyak 34 siswa-siswi dengan rata-rata perolehan nilai 78,00. Sedangkan hasil penelitian siklus II mengalami peningkatan rata-rata nilai menjadi 90,00 atau meningkat sebesar 15%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, pembelajaran menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII.B SMP Negeri 16 Semarang Tahun Pelajaran 2023/2024.   One of the problems in learning Social Sciences (IPS) for class VII.B students of SMP Negeri 16 Semarang is the weak ability of students to apply knowledge to solve problems in real life, especially in understanding demand and supply. To overcome this problem, classroom action research (PTK) was conducted using the Problem Based Learning model. The purpose of this study was to improve the learning outcomes of class VII B students of SMP Negeri 16 Semarang in the 2023/2024 Academic Year. The subjects of the study were 34 class 7B students. The source of research data was obtained from qualitative data in the form of data from observations of teacher and student activities and quantitative data in the form of student learning outcome test data. The results of the cycle I study obtained that 34 students completed individually with an average score of 78.00. While the results of the cycle II study experienced an increase in the average score to 90.00 or an increase of 15%. Based on the results of these studies, learning using the Problem Based Learning learning model can improve the learning outcomes of class VII.B students of SMP Negeri 16 Semarang in the 2023/2024 Academic Year.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VIII SMP HASANUDDIN 2 KOTA SEMARANG Amanda Febriana Adhani; Yadi Suryadi
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 7 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v7i1.10807

Abstract

Permasalahan Pembelajaran IPS di SMP Hasanuddin 2 Kota Semarang kelas VIII yaitu hasil belajar rendah.  Faktor penyebabnya yaitu model pembelajaran yang digunakan pada pembelajaran IPS kurang bervariasi dan bersifat teacher center, siswa kurang aktif dan cepat bosan. Perlu inovasi baru melalui model pembelajaran yang tidak cepat membuat siswa bosan dan dapat meningkatkan hasil belajar, salah satunya menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis Pre-Experimental One Grup Pretest-Posttest Design. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling yang terdiri dari kelas VIII B dengan jumlah 18 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) diterapkan pada kelas VIII B dengan tahap contructivism, inquiry, questioning, learning community, modeling, reflection, dan authentic asessment. Model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPS kelas VIII SMP Hasanuddin 2 Kota Semarang. The problem of social studies learning at Hasanuddin 2 Junior High School, Semarang City, class VIII is low learning outcomes.  The contributing factor is that the learning model used in social studies learning is less varied and teacher centered, students are less active and quickly bored. Need new innovations through learning models that do not quickly make students bored and can improve learning outcomes, one of which uses Contextual Teaching and Learning (CTL) learning model. This study uses quantitative research methods with the type of Pre-Experimental One Group Pretest-Posttest Design. The sample was taken with purposive sampling technique consisting of class VIII B with a total of 18 students. The results showed that the Contextual Teaching and Learning (CTL) learning model was applied to class VIII B with the stages of contructivism, inquiry, questioning, learning community, modeling, reflection, and authentic assessment. Contextual Teaching and Learning (CTL) learning model is effective in improving the learning outcomes of social studies class VIII SMP Hasanuddin 2 Semarang City.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN MAKE A MATCH BERBANTUAN MEDIA FLIPCHART DILENGKAPI QUICK RESPONSE (QR) CODE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS VIII SMP NEGERI 41 SEMARANG Febri, Febriarti Setiya Putri; Khoirul Anwar
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 7 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v7i1.11965

Abstract

Pembelajaran yang dilaksanakan guru harus mampu memberikan bekal kepada siswa dalam berfikir kritis, analisis dan kreatif sehingga diperlukan dalam pembelajaran IPS yang inovatif, menarik dan menyenangkan bagi siswa agar mata pelajaran IPS tidak dianggap pembelajaran yang membosankan dan monoton sehingga memberikan dampak terhadap minat dan hasil belajar mata pelajaran IPS kurang maksimal. Hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang terjadi setelah siswa mengikuti proses pembelajaran sesuai dengan tujuan pendidikan. Berdasarkan hasil observasi bahwa pembelajaran IPS di SMP Negeri 41 Semarang masih menggunakan metode ceramah. Penerapan metode diskusi telah dilakukan akan tetapi penerapannya masih kurang optimal sebab masih banyak siswa kurang berpartisipasi dan tidak aktif dalam berkelompok. Metode pembelajaran yang digunakan guru harus variatif dan tepat sasaran dengan didukung media pembelajaran siswa akan lebih memahami materi yang disampaikan. Hasil penelitian dan analisis data menunjukkan terdapat pengaruh metode pembelajaran Make A Match terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VIII SMP Negeri 41 Semarang.The learning carried out by teachers must be able to provide provisions for students to think critically, analytically and creatively so that it is needed in social studies learning that is innovative, insteresting and fun for students so that social studies subjects are not considered boring and monotonous learning so that they have an impact on interest and learning outcomes in the subject. Social studies lessons are not optimal. Learning outcomes are changes in behavior that occur after students follow the learning process in accordance with  educational goals. Based on observations, social studies learning at SMP Negeri 41 Semarang still uses the lecture method. The application of the discussion method has been carried out, but its application is still not optimal because there are still many students who do not participate enough and are not active in groups. The learning methods used by teachers must be varied and targeted. Supported by media learning media, students will better understand the material presented. The results of research and data analysis show that there is an influence of the Make A Match learning method on students learning outcomes in class VIII social studies at SMP Negeri 41 Semarang

Page 2 of 3 | Total Record : 27