cover
Contact Name
Stevani Basuki Putri
Contact Email
jurnaljceh@gmail.com
Phone
082244164253
Journal Mail Official
jurnaljceh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Manila No 37 Sumberece Kota Kediri Jawa Timur Indonesia Kode Pos 64133
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal of Community Engagement in Health
ISSN : 26203758     EISSN : 26203766     DOI : https://doi.org/10.30994/jceh
Core Subject : Health,
Journal of Community Engagement in Health Is a scientific journal published by Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia. The journal include : 1. Community of medical; 2. Community of nursing; 3. Community of midwifery; 4. Community of public health; 5. Community of pharmacy; 6. Community of hospital management and services; 7. Community of radiography;
Articles 468 Documents
Pemberian Motivasi Belajar di SMPN 2 Pare Kabupaten Kediri Mohammad Ikhwan Khosasih
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.65

Abstract

Proses belajar mengajar tidak bisa terlepas dari macam faktor yang dapat mempengaruhi dan menunjang keberlangsungannya. Salah satu penunjang utamanya adalah adanya motivasi belajar bagi peserta didik yang terstruktur dan terkonstruksi dengan baik. Metode dalam pengabmas ini menggunakan pre dan post motivasi. Pemberian motivasi berjalan dengan tertib dan lancar, hasil observasi post motivasi didapatkan sebagian besar yaitu 29 siswa aktif dalam mengikuti mata pelajaran selama 2 minggu (100%), satu siswa dengan angka ketidakhadirannya sebesar 58,3%. atau lima hari tidak masuk dalam dua minggu. Kegiatan berlangsung tepat sesuai jadwal yang telah kami buat, tahap evaluasi, siswa mengikuti jalannya pemberian motivasi dengan baik, siswa diberikan feedback tentang tanggungjawab sebagai pelajar, tugas-tugas sebagai pelajar dan rencana masa depan. Urgensi dari pada motivasi adalah sebagai pendorong, penggerak dan sebagai suatu pengaruh terhadap tujuan. Lembaga pendidikan, sebagai wadah tempat berkumpulnya agen-agen perubahan sosial dan segala perangkatnya, haruslah memiliki prinsip kebersamaan atau kerjasama yang baik antar lembaga dan anggota serta orang-orang yang berkepentingan didalamnya, Pembelajaran yang efektif bukan membuat siswa menjadi pusing akan tetapi bagaimana tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan mudah dan menyenangkan
Pelatihan Kader Lansia Dalam Upaya Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lansia Pada Keluarga Khusnul Nikmah; Mila Khomsatun
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.66

Abstract

Meningkatnya jumlah lansia seiring dengan penyakit yang diderita lansia. Menurunnya kondisi fisik, psikologis, dan sosial yang dialami lansia sehingga lansia harus tinggal bersama keluarga. Jika keluarga tidak bisa merawat lansia dengan baik maka lansia akan terabaikan sehingga keluarga perlu memberikan dukungan kepada lansia. Keluarga perlu diberikan pelatihan sehingga keluarga tahu, paham dan dapat memberikan pelayanan ketika mendampingi lansia. Agar materi yang disampaikan dapat berkelanjutan sebelum keluarga diberikan pelatihan terlebih dahulu diberikan pelatihan kepada kader sebagai pendamping tenaga kesehatan. Tujuan pengabdian masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman keluarga tentang pelayanan kesehatan lansia. Metode pelatihan yang diberikan melalui ceramah dan tanya jawab, diskusi, dan demonstrasi uji keterampilan fisik tentang cara perawatan dasar pada lansia di rumah. Alat bantu yang digunakan modul, LCD proyektor, dan buku catatan. Hasil pelatihan didapatkan antusias serta keterampilan kader dan keluarga tentang pelayanan kesehatan lansia. Keterampilan yang didapat yaitu keterampilan perawatan demam pada lansia, pengukuran aktifitas fisik lansia, pengukuran aktifitas sosial lansia, dan pengukuran keseimbangan tubuh lansia
Pelatihan Hipnoterapi Untuk Menurunkan Nyeri Dismenorea pada Siswi SMA PGRI I Kota Lubuklinggau Nadi Aprilyadi; Zuraidah Zuraidah; Indah Dewi Ridawati
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.67

Abstract

Di Indonesia prevalensi dismenore pada usia remaja sebesar 64,25% yang terdiri dari 54,89% dismenore primer dan 9,36% dismenore sekunder (Santoso, 2008). Secara farmakologi, penatalaksanaan adalah dengan pemberian obat-obat analgetik seperti golongan obat Nonsteroidal Antiinflammatory Drugs (NSAID) dapat meredakan nyeri. Salah satu pengobatan non farmakologi adalah dengan hipnoterapi merupakan aplikasi hipnosis dalam menyembuhkan masalah mental dan fisik (psikosomatis) seperti halnya nyeri, kecemasan, dan lain-lain. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melatih dan memberi penanganan non farmakologi kepada siswi SMA PGRI 1 Kota Lubuklinggau untuk menurunkan nyeri dismenorea Penanganan dismenorea ini diharapkan dapat diterapkan dan dilanjutkan. Pelatihan ini rencananya akan diikuti oleh siswi SMA PGRI I Kota Lubuklinggau berjumlah 38 orang. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah terselenggaranya pelatihan hipnoterapi untuk menurunkan nyeri dismenorea.
Upaya Peningkatan Status Kesehatan Pada Ibu Hamil Melalui ANC Terpadu (Program Penyuluhan Rawat Jalan) Di Puskesmas Mojosari Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto Dyah Siwi Hety; Ika Yuni Susanti
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.68

Abstract

Faktor yang berkontribusi terhadap kematian ibu, secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi penyebab langsung dan penyebab tidak langsung. Penyebab langsung kematian ibu adalah factor yang berhubungan dengan komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas seperti perdarahan, preeklamsi-eklampsi, infeksi, persalinan macet dan abortus. Penyebab tidak langsung kematian ibu adalah faktor-faktor yang memperberat keadaan ibu hamil seperti Empat Terlalu yaitumterlalu muda, terlalu tua, terlalu sering melahirkan dan terlalu dekat jarak kelahiran). Menurut laporan Puskesmas Mojosari pada tahun 2018 untuk target K1 sebesar 99%, tetapi pencapaiannya baru 92,70%. Sedangkan target K4 sebesar 89% untuk pencapaiannya masih 81,76%. Hal ini belum memenuhi target yang telah di tentukan. Tujuan pengabdian masyrakat adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil agar memahami pentingnya ANC terpadu untuk memenuhi hak setiap ibu hamil memperoleh pelayanan antenatal yang berkualitas, sehingga mampu menjalani kehamilan dengan sehat, bersalin dengan selamat, dan melahirkan bayi yang sehat. di Puskesmas Mojosari Kabupaten Mojokerto. Pertemuan penyuluhan rawat jalan dilakukan 4-5 kali pertemuan pada ibu hamil yaitu pemberian materi tentang ANC Terpadu. Setelah pemberian materi di lanjutkan evaluasi. Evaluasi dilakukan sebanyak kurang lebih 2-3 kali untuk melihat kesesuaian dengan hasil kesepakatan fasilitator dengan peserta. Pada setiap pertemuan, materi yang akan disampaikan adalah tentang pengertian dan standart pelayanan ANC Terpadu. Pada setiap akhir pertemuan dilakukan tanya jawab tentang materi yang telah diberikan. Kegiatan ini merupakan pemberian materi bagi ibu hamil, setelah sampai di rumah diharapkan dapat dipelajari, dipahami tentang pentingnya ANC Terpadu. Waktu pertemuan disesuaikan dengan jadwal ANC terpadu di Puskesmas Mojosari, yaitu setiap hari selasa dan rabu.Keberhasilan dari program ini di harapkan Ibu hamil dan ibu meneteki secara bersama-sama terus dan selalu berdiskusi, tukar pendapat, tukar pengalaman akan pemenuhan pelayanan kesehatan khususnya tentang manfaat daun katuk dan ASI eksklusif dibimbing oleh fasilitator.
Pelatihan Perumusan Analisis SWOT bagi Dosen dan Pemangku Kepentingan di Bidang Rekam Medis Ressa Oashttamadea
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.69

Abstract

Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) adalah perangkat yang membantu manajer sebuah organisasi untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang terlibat dalam perusahaan. Fasilitas pelayanan kesehatan merupakan salah satu institusi yang berkembang pesat, dan pelayanan rekam medis merupakan salah satu pelayanan penunjang yang menjadi dasar penilaian mutu pelayanan medik rumah sakit. Institusi kesehatan seperti rumah sakit beserta lembaga pendidikan di bidang rekam medis harus bisa menetapkan metode SWOT sebagai landasan dasar perumusan strategi pemasaran untuk meningkatkan nilai daya saing. Metode pengabdian kepada masyarakat ini adalah pendidikan masyarakat dalam bentuk webinar melalui aplikasi Zoom. Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 13 Juni 2020 dengan peserta berjumlah 27 orang, yang dilakukan dalam bentuk presentasi, tanya jawab, latihan soal dan diskusi. Topik yang dibahas mencakup: dasar analisis SWOT, tahap identifikasi SWOT, pembobotan dan skor, perumusan grafik dan grand matrix strategy terkait pengembangan rekam medis. Sebelum pelatihan dilakukan, peserta hanya mampu melakukan analisis SWOT hingga tahap identifikasi, dan setelah diberikan pelatihan peserta mampu melakukan analisis hingga tahap perumusan grand matrix strategy. Kesimpulan pelatihan ini adalah pelatihan bermanfaat bagi dosen dan pemangku kepentingan di bidang rekam medis dan manajemen informasi kesehatan dalam merumuskan analisis SWOT.
Gerakan Kader Posyandu Sadar Stunting di Desa Ringinpitu Kecamatan Plemahan Eva Nur Azizah; Ratih Kusuma Wardhani
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.70

Abstract

Pengabdian masyarakat menggerakkan kader Posyandu sadar tentang bagaimana mengatasi adanya stunting di Desa Ringinpitu. Desa Ringinpitu merupakan bagian wilayah Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri dan termasuk Type Desa Swakarya. Jumlah penduduk yang tinggal di Desa Ringinpitu sejumlah 2199 Orang. Kegiatan posyandu balita dalam bentuk kelas balita yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali di minggu kedua.. Kader aktif yang dimiliki oleh Desa Ringinpitu berjumlah 20 orang. Permasalahan mitra di Desa Ringinpitu menjadi locus stunting, dimana terdapat 14 balita yang mengalami stunting. Solusi untuk permasalahan mitra antara lain : bimbingan kader balita sehat untuk mendapatkan informasi tentang stunting, bagaimana cara mencegah, dan cara mensosialisasikan ke masyarakat luas
Peningkatan Pengetahuan Tentang Pendewasaan Usia Perkawinan dan Hak-Hak Reproduksi Bagi Remaja di Desa Ringinpitu Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri Vide Bahtera Dinastiti; Susanti Tria Jaya
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.71

Abstract

Pernikahan remaja merupakan salah satu masalah yang marak terjadi saat ini, dimana hal tersebut memiliki berbagai dampak. Dampak bagi remaja yang menikah muda kemudian hamil adalah mereka lebih beresiko mengalami anemia dan perdarahan, dimana hal tersebut akan berpengaruh pada meningkatnya jumlah angka kematian ibu dan bayi serta kesempatan untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi akan hilang. Oleh karena itu pendidikan kesehatan tentang program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) dan hak reproduksi bagi remaja sangat dibutuhkan bagi kader kesehatan remaja agar dapat menginformasikan kepada remaja yang lain tentang PUP. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi dan meningkatkan pengetahuan kader kesehatan remaja dan para remaja untuk membantu dalam memahami kondisi fisik dan psikis mereka yang berhubungan dengan pernikahan usia dini. Metode yang digunakan yaitu dengan menggunakan LCD dan materi tentang PUP dan hak-hak reproduksi remaja. Harapan dari adanya pengabdian masyarakat ini yaitu seluruh kader kesehatan remaja memiliki pengetahuan yang baik yakni minimal sebesar 90% pada akhir kegiatan. Peningkatan pengetahuan ini karena kader kesehatan remaja akan didampingi secara intensif oleh mahasiswa kebidanan dalam memberikan pengetahuan sehingga kader kesehatan remaja akan lebih fokus pada saat edukasi dan dapat menemukan solusi untuk mencegah pernikahan usia dini. Diharapkan program ini terus berlanjut dan dapat memfasilitasi mahasiswa dan masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan
Sosialisasi Kasus-Kasus Terkait Manual Coding dan Modern Coding Pada Dispute Claim Yastori Yastori
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.72

Abstract

Kesesuaian kompetensi alumni dengan kebutuhan stakeholder merupakan hal yang krusial dalam perkembangan dan kemajuan ilmu pendidikan. Seperti perbedaan antara manual coding dengan modern coding menjadi salah satu permasalahan yang sering muncul bagi perekam medis dilapangan kerja. Ketepatan pengodean dapat berpengaruh terhadap pembayaran seperti kepada pihak pemberi asuransi. Tujuan sosialisasi yaitu memberikan gambaran contoh-contoh kasus terkait manual coding dan modern coding pada dispute claim dirumah sakit kepada perekam medis, dokter dan mahasiswa. Metode pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk sosialisasi pada seminar online dengan menggunakan aplikasi Zoom pada Sabtu, 08 Agustus 2020 dengan 299 orang peserta. Sosialisasi dilakukan dalam bentuk penyampaian materi, diskusi dalam bentuk tanya jawab dan memberikan latihan contoh soal kepada peserta. Pada sosialisasi disampaikan contoh-contoh kasus manual coding dan modern coding pada dispute claim yang diambil dari beberapa rumah sakit di kota Padang, kemudian dijelaskan apa yang menyebabkan pengodean pada diagnosis dan tindakan tersebut mengalami dispute claim. Pada penyajian penjelasan dibatasi dari sudut pandang akademik yaitu berdasarkan ICD-10 dan ICD 9 CM oleh WHO. Setelah dilakukan sosialisasi, peserta seminar yang terdiri dari perekam medis, dokter, mahasiswa dan tenaga kerja dibidang pengodean lebih memahami penyebab dispute claim dari contoh kasus yang diberikan. Peningkatan pemahaman terkait ketepatan pengodean diagnosis dan tindakan dapat meminimalisir terjadinya dispute claim.
Pendidikan Kesehatan Penguatan P4K Pada Kader Posyandu Ibu Hamil Nurin Fauziyah; Ratna Feti Wulandari; Luluk Susiloningtyas
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.73

Abstract

Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) merupakan salah satu upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir melalui peningkatan akses dan mutu pelayanan antenatal, pertolongan persalinan, pencegahan komplikasi dan keluarga berencana oleh bidan. Pelayanan bidan sangat berperan dalam keberhasilan suatu program pemerintah dalam rangka meningkatkan pembangunan kesehatan. Kerjasama bidan dengan pihak-pihak terkait pelaksanaan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K). Pihak-pihak yang dimaksud disini salah satunya yaitu kader posyandu. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang pentingnya P4K. Metode yang diberikan menggunakan media LCD, buku KIA dan Leaft let. Hasil akhir dari pengabdian ini didapatkan pada kader posyandu memiliki pengetahuan baik tentang P4K (100%). Peningkatan pengetahuan ini bertujuan agar kader posyandu mendapatkan informasi tentang pentingnya Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K), sehingga masyarakat mendapatkan penanganan/ pendampingan yang baik dalam kehamilannya. Diharapkan program ini terus berlanjut sehingga turut serta mensukseskan program pemerintah dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB)
Upaya Penanggulangan Stunting Melalui Pelayanan Kesehatan Di Desa O’OF.Kecamatan Kuatnana, Kabupaten TTS Awaliyah Muslimah Suwetty; Camelia Bakker; Venida Lak'apu; Aden Tanaem; Virgi Banamtuan; Agustina Nara
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.76

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang diantaranya perkembangan fisik anak yang irreversible, penurunan kemampuan kognitif dan motorik serta penurunan performa kerja. Nusa Tenggara Timur merupakan provinsi dengan prevalensi tertinggi masalah Gizi, TTS adalah salah satu Kabupaten yang berada di Provinsi NTT yang memiliki angka stunting yang cukup tinggi. Upaya penanggulangan yang dilakukan dibagi dalam dua tahap yakni tahap screaning kasus pada bayi/ balita di wilayah tersebut, dengan menggunakan format BB/TB, TB/U, BBTB/U, IMT dilanjutkan dengan kegiatan penyuluhan, dan pengobatan gratis bagi masyarakat setempat, kegiatan telah mendapatkan izin dari dinas kesehatan dan pemerintah desa setempat. Hasil menggambarkan kondisi status gizi yang kurang, anak pendek dan kurus sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah setempat. Selanjutnya diperlukan penelitian serupa untuk mengidentifikasi factor yang mempengaruhi kejadian stunting di wilayah tersebut.