cover
Contact Name
Stevani Basuki Putri
Contact Email
jurnaljceh@gmail.com
Phone
082244164253
Journal Mail Official
jurnaljceh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Manila No 37 Sumberece Kota Kediri Jawa Timur Indonesia Kode Pos 64133
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal of Community Engagement in Health
ISSN : 26203758     EISSN : 26203766     DOI : https://doi.org/10.30994/jceh
Core Subject : Health,
Journal of Community Engagement in Health Is a scientific journal published by Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia. The journal include : 1. Community of medical; 2. Community of nursing; 3. Community of midwifery; 4. Community of public health; 5. Community of pharmacy; 6. Community of hospital management and services; 7. Community of radiography;
Articles 468 Documents
Peningkatan Peran Civitas Perguruan Tinggi Dalam Upaya Tanggap Bencana Nasional Melalui Edukasi Dan Pencegahan Penyebaran Wabah Pada Masa Pandemi Covid 19 Di Kabupaten Kolaka Adius Kusnan; Sulastrianah Sulastrianah; Rhenislawaty Rhenislawaty
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.77

Abstract

COVID-19 merupakan coronavirus jenis baru yang ditemukan di Wuhan, Hubei, China pada tahun 2019, diberi nama Coronavirus disease-2019 yang disingkat menjadi COVID-19. COVID-19 sejak ditemukan menyebar secara luas hingga mengakibatkan pandemi global yang berlangsung sampai saat ini. Pandemi global yang terjadi pula di Indonesia membuat banyak pihak berupaya ikut berperan serta dalam mengatasi. Salah satu lembaga yang berperan penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran covid 19 ini adalah perguruan tinggi. Melalui kegiatan KKN tematik, tim pengabdi melakukan pengabdian kepada masyarakat di daerah Kolaka. Sebelum pelaksanaan KKN tematik diawali dengan melakukan survey pendahuluan di lapangan untuk mengidentifikasi permasalahan. Setelah itu kemudian ada beberapa permasalahan yang ditemukan yakni ketidakdisiplinan dalam penerapan protocol kesehatan seperti tidak menjaga jarak di tempat fasilitas umum, tidak tersedianya tempat mencuci tangan di tempat fasilitas umum, dan pemberdayaan UMKM yang terdampak covid 19. Hasil pengabdian menunjukkan masih banyaknya masyarakat yang kurang paham terhadap protocol kesehatan, oleh karena itu melalui pelaksanaan KKN tematik selama kurang lebih 1 bulan ini, banyak hal yang dilakukan mulai dari pemberian video edukasi, pemasangan spanduk, pembagian masker, handsanitizer dan lain sebagainya. Setelah dilaksanakan KKN tematik ini, tingkat kesadaran masyarakat tentang penggunaan APD menjadi lebih tinggi dan masyarakat sadar tentang pentingnya menjaga jarak, serta UMKM mendapatkan nilai ekonomis juga
Upaya pencegahan dan penanggulangan transmisi covid 19 melalui program KKN Tematik Mahasiswa Universitas Halu Oleo La Rangki; La Ode Alifariki; Fitriani Dalla
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.78

Abstract

COVID-19 merupakan coronavirus jenis baru yang ditemukan di Wuhan, Hubei, China pada tahun 2019, diberi nama Coronavirus disease-2019 yang disingkat menjadi COVID-19. COVID-19 sejak ditemukan menyebar secara luas hingga mengakibatkan pandemi global yang berlangsung sampai saat ini. Pandemi global yang terjadi pula di Indonesia membuat banyak pihak berupaya ikut berperan serta dalam mengatasi. Salah satu lembaga yang berperan penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran covid 19 ini adalah perguruan tinggi. Melalui kegiatan KKN tematik, tim pengabdi melakukan pengabdian kepada masyarakat di daerah Muna, Buton Utara dan Kolaka. Sebelum pelaksanaan KKN tematik diawali dengan melakukan survey pendahuluan di lapangan untuk mengidentifikasi permasalahan. Setelah itu kemudian ada beberapa permasalahan yang ditemukan yakni ketidakdisiplinan dalam penerapan protocol kesehatan seperti tidak menjaga jarak di tempat fasilitas umum, tidak tersedianya tempat mencuci tangan di tempat fasilitas umum, dan pemberdayaan UMKM yang terdampak covid 19. Hasil pengabdian menunjukkan masih banyaknya masyarakat yang kurang paham terhadap protocol kesehatan, oleh karena itu melalui pelaksanaan KKN tematik selama kurang lebih 1 bulan ini, banyak hal yang dilakukan mulai dari pemberian video edukasi, pemasangan spanduk, pembagian masker, handsanitizer dan lain sebagainya. Setelah dilaksanakan KKN tematik ini, tingkat kesadaran masyarakat tentang penggunaan APD menjadi lebih tinggi dan masyarakat sadar tentang pentingnya menjaga jarak, serta UMKM mendapatkan nilai ekonomis jug
Sosialisasai Literasi Digital dalam Pengodean Penyakit Berdasarkan ICD-10 Versi 2016 Yuli Mardi; Nila Mayasari; Vellin Gusnia Putri
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.80

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi seiring dengan berkembangnya peralatan digital dan meningkatnya kualitas serta kecepatan akses internet. Istilah literasi digital yang muncul sebagai bentuk dari perkembangan tersebut dapat diartikan sebagai sebuah kemampuan dalam mengakses, memahami, menggunakan dan memanfaatkan teknologi digital untuk tujuan tertentu. Dalam dunia medis, literasi digital dapat dimanfaatkan untuk melakukan pengodean penyakit. Pengodean yang saat ini banyak dilakukan secara manual menggunakan buku ICD-10 memiliki keterbatasan, karena selain membutuhkan waktu yang relatif lama dalam pencarian kode atau diagnosis, biaya pengadaan dan penyimpanan buku tersebut juga kurang efisien. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan secara online ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada mahasiswa, dosen dan petugas rekam medis agar memanfaatkan literasi digital dalam pengodean penyakit. Berdasarkan kuisioner yang dibagikan sebelumnya, sebanyak 54,4% dari 103 peserta yang melakukan registrasi tidak pernah memanfaatkan literasi digital dalam pengodean penyakit. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat melakukan pengodean menggunakan media digital yang dapat di akses dari sistus WHO ataupun media digital lainnya
Upaya Peningkatan Perkembangan Mental Anak Melalui Terapi Kelompok Terapeutik Pada Siswa SDN 3 Sukowinangun Magetan Dian Anisia Widyaningrum; Priyoto Priyoto; Aliefa Desta Anjarini
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.81

Abstract

Pelayanan kesehatan jiwa dilakukan untuk mempertahankan kesehatan individu sepanjang hayat sejak masa konsepsi sampai lansia. Dalam tahapan perkembangan tersebut terdapat periode penting yaitu masa usia sekolah. Anak usia sekolah dikenal dengan fase berkarya vs rasa rendah diri. Hambatan atau kegagalan dalam mencapai kemampuan tugas perkembangan di atas dapat menyebabkan anak merasa rendah diri sehingga pada masa dewasa, anak dapat mengalami hambatan dalam bersosialisasi. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan anak untuk mencapai perkembangan industri yang optimal dan stimulasi perkembangan anak usia sekolah. Metode pelaksanaan pengadian masyarakat ini terdiri dari tiga tahap yaitu tahap persiapan, pelaksaanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan diberikan terapi kelompok terapeutik yang terdiri dari enam sesi. Hasil pengabdian masyarakat membuktikan bahwa terapi kelompok terapeutik anak usia sekolah berpengaruh terhadap kemampuan pengetahuan dan perkembangan industri anak usia sekolah. Terapi kelompok terapeutik direkomendasikan untuk dilakukan sebagai bentuk kerjasama Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kebudayaan pada tatanan pelayanan kesehatan jiwa di masyarakat
Sosialisasi Pelaksanaan Sistem Penomoran Berkas Rekam Medis di Klinik Assalam Padang Nila Mayasari
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.82

Abstract

Setiap Instansi kesehatan wajib menyelenggarakan rekam medis karena rekam medis merupakan jantung sebuah institusi pelayanan kesehatan yang harus dirawat dan dilindungi. Pengelolaan rekam medis yang benar termasuk sistem penomoran berkas rekam medis di klinik merupakan salah satu kriteria dalam penilaian akreditasi klinik. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petugas rekam medis dalam hal penyimpanan rekam medis serta menunjang akreditasi dari klinik Assalam. PKM ini dilakukan pada bulan Januari 2019 di Klinik Assalam Padang. PKM ini dilakukan dengan cara melakukan sosialisasi ke petugs rekam medis. Hasil dari PKM ini akan dipublikasikan di jurnal nasional terkareditasi.kesimpulan dari Kegiatan sosialisasi dapat diselenggarakan dengan baik dan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun meskipun belum semua peserta sosialisasi menguasai dengan baik materi yang disampaikan. Kegiatan ini mendapat sambutan sangat baik terbukti dengan keaktifan peserta mengikuti pendampingan dengan tidak meninggalkan tempat sebelum waktu sosialisasi berakhir
Sosialisasi Penyakit Skizofrenia Dalam Rangka Mengurangi Stigma Negatif Warga di Desa Tambakmas Kebonsari - Madiun Asrina Pitayanti; Aris Hartono
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.83

Abstract

Kurangnya sosialisasi dan dukungan dari pemerintah dan departement kesehatan tentang pentingnya mengetahui penyakit skizofrenia. Tantangan terbesar untuk penanganan masalah skizofrenia terletak pada keluarga dan masyarakat, penderita skizofrenia bukanlah orang - orang yang berbahaya bagi lingkungannya. Dengan dukungan yang tepat, mereka akan sanggup bekerja dengan sama baiknya seperti halnya orang normal lainya. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan mengunakan metode ceramah, diskusi dan Tanya jawab. Pengabdian masyarakat dilakukan pada perangkat desa, perwakilan warga yang ditunjuk dan kader jiwa yang tinggal didesa Tambakmas. Jumlah total audien adalah 30 orang. Pendidikan dan pelatihan yang diberikan menggunakan media LCD dan leaflet. Evaluasi pelatihan dengan menggunakan kuesioner yang diberikan di awal dan akhir kegiatan. Hasil kegiatan penyuluhan menunjukkan pengetahuan warga mengenai penyakit skizofrenia meningkat dari sebelum dilakukan penyuluhan. Tujuan dari pengabdian masyarakat yaitu mensosialisasikan kepada warga desa Tambakmas . Hasilnya adalah warga yang hadir dalam penyuluhan dibalai desa semakin meningkat pengetahuan dan sikapnya tentang pengertian, tanda gejala, dan penatalaksanaan penyakit skizofrenia, sehingga membuka pemahaman baru dan sikap lebih peduli untuk orang penderita skizofrenia, Di sisi lain rehabilitasi dan terapi khusus serta dukungan penuh dari keluarga dan warga lingkungan merupakan faktor penyembuhan yang paling efektif.
Pembinaan Kader Lansia Dalam Upaya Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lansia Mega Arianti Putri; Sri Suhartiningsih
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.84

Abstract

Penambahan jumlah penduduk Lanjut usia berkaitan dengan peningkatan usia harapan hidup masyarakat Indonesia yang memiliki dampak pada berbagai aspek kehidupan, baik sosial, ekonomi, dan terutama kesehatan, karena dengan semakin bertambahnya usia, akan terjadi penurunan fungsi organ tubuh baik karena faktor alamiah maupun karena penyakit. Mengingat kondisi dan permasalahan Lanjut usia tersebut, maka penanganan masalah Lanjut usia harus menjadi prioritas, karena permasalahannya terus berpacu dengan pertambahan jumlahnya. Posyandu Lansia merupakan salah satu pelayanan kesehatan pada usia lanjut yang bertujuan untuk memeilhara dan memantau kesehatan lansia. Untuk menciptakan posyandu lansia yang berkualitas tentunya dibutuhkan kader posyandu yang berkualitas sebagai pendamping tenaga kesehatan. Tujuan pada pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kader tentang pelayanan kesehatan lansia. Metode pelatihan yang diberikan melalui ceramah dan tanya jawab,diskusi, dan demonstrasi keterampilan dalam pemeriksaan tekanan darah pada lansia. Alat bantu yang digunakan modul, LCD proyektor, dan buku catatan. Hasil pembinaan didapatkan peningkatan pengetahuan tentang peran kader dan keterampilan kader tentang pelayanan kesehatan lansia. Keterampilan yang didapat yaitu keterampilan pengukuran tekanan darah
Sosialisasi Pelaksanaan Sistem Penyimpanan Berkas Rekam Medis Di Puskesmas Ambacang Kuranji Kota Padang Nurhasanah Nasution
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.86

Abstract

Setiap Puskesmas wajib menyelenggarakan rekam medis karena rekam medis merupakan jantung sebuah institusi pelayanan kesehatan yang harus dirawat dan dilindungi. Pengelolaan rekam medis yang benar termasuk sistem penyimpanan berkas rekam medis di puskesmas merupakan salah satu kriteria dalam penilaian akreditasi. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petugas rekam medis dalam hal penyimpanan rekam medis. PKM ini telah dilakukan pada tanggal 23 April tahun 2019 di Puskesmas Kuranji Kota Padang. PKM dilakukan dengan cara melakukan sosialisasi ke petugas rekam medis tentang pengelolaan rekam medis khusunya di bagian penyimpanan dan penomoran. Dari Kegiatan PKM didapat hasil bahwa penyimpanan berkas rekam medis di Puskesmas belum ideal. Penyimpanan berkas masih menggunakan map plastik dengan sistem penomoran keluarga yang belum sesuai dengan standar Huffman
Sosialisasi Kegiatan Retensi dan Pemusnahan Rekam Medis Pasien di Puskesmas Lapai Padang Tahun 2020 Dewi Oktavia
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.87

Abstract

Semua fasilitas pelayanan kesehatan wajib menyelenggarakan rekam medis, termasuk puskesmas. Retensi merupakan kegiatan penyusutan dokumen rekam medis. Hal ini dilakukan agar dapat mengatasi masalah bertumpuknya dokumen rekam medis yang tidak mempunyai nilai guna lagi. Dokumen rekam medis yang tidak perlu seharusnya dimusnahkan agar ruangan tempat penyimpanan rekam medis menjadi luas. Berdasarkan studi pendahuluan didapatkan informasi bahwa Puskesmas Lapai belum pernah melakukan retensi dan pemusnahan rekam medis. Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini untuk menambah pengetahuan petugas rekam medis akan pentingnya kegiatan retensi dan pemusnahan rekam medis. PKM ini dilaksaknakan pada tanggal 4 bulan Maret 2020 di Puskesmas Lapai. Peserta dari kegiatan PKM ini adalah semua petugas rekam medis di Puskesmas Lapai yang 3 (tiga) orang. Metode pengabdian dilakukan berupa pemberian sosialisasi dengan teknik yang sedemikian rupa sehingga menarik, atraktif, dan interaktif, melalui metode ceramah yang dikemas dalam sebuah acara yang menarik. Hasil dari kegiatan PKM ini adalah adanya peningkatan pengetahuan mitra tentang retensi dan pemusnahan rekam medis dari nilai rata-rata 27 menjadi 82 point. Permasalahan mengenai retensi dan pemusnahan rekam medis dapat dilakukan juga dengan cara menganalisis input yang perlu disiapkan dalam pelaksanaan kegiatan retensi dan pemusnahan rekam medis seperti menetapkan panitia pelaksana kegiatan retensi dan pemusnahan rekam medis, keuangan, material, peralatan juga perlu disediakan
Pelatihan Penanganan Kegawatdaruratan Pada Korban Balita Tenggelam di Desa Darungan Suryono Suryono; Christianto Nugroho
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.89

Abstract

Resiko tenggelam paling banyak terjadi pada balita, namun tidak tertolong jiwanya karena tidak mendapatkan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dari seorang penolong. Oleh karena itu, masyarakat perlu diajarkan pelatihan Bantuan Hidup Dasar. Bantuan hidup dasar ialah tindakan untuk mempertahankan jalan nafas dan membantu pernafasan dan sirkulasi tanpa menggunakan alat selain alat bantu nafas sederhana. Faktor terpenting yang menentukan hasil dari kejadian tenggelam adalah durasi dan tingkat keparahan hipoksia yang ditimbulkan. Penanganan yang dilakukan pada near drowning di tempat kejadian meliputi menyelamatkan korban dari air, pemberian nafas bantuan, kompresi dada, membersihkan muntahan yang memungkinkan terjadinya sumbatan jalan nafas, mencegah terjadinya kehilangan panas tubuh dan transportasi korban ke fasilitas gawat darurat terdekat untuk evaluasi dan pemantauan. Kegiatan pelatihan akan diberikan kepada para kelompok Paguyuban Petani Lele “Mini Tani Lestari” Desa Darungan Kecamatan Pare dalam bentuk pelatihan “Pertolongan Pertama Kegawatdaruratan Pada Balita Tenggelam”. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan mayoritas adalah pasangan usia subur yang memiliki anak balita dengan mata pencaharian sebagai petani lele yang mana setiap belakang/halaman rumah dibangun kolam lele yang tidak dilengkapi dengan pembatas keamanan bagi anak-anak. Kondisi seperti ini beresiko terjadi kecelakaan tenggelam pada anak-anak jika orang tua terlena dari menjaganya. Situasi ini dapat menjadi salah satu pemicu terjadinya keadaan kegawatdaruratan yang berhubungan dengan kasus balita tenggelam. Kegiatan ini memberi bekal dan melatih para petani lele agar memiliki keterampilan yang baik dalam memberikan pertolongan pertama dalam keadaan gawat darurat balita tenggelam. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan akan meningkatkan angka keselamatan korban gawat darurat karena mendapat pertolongan pertama yang tepat sebelum sampai di tempat layanan kesehatan dan mendapat penanganan lanjutan