cover
Contact Name
Stevani Basuki Putri
Contact Email
jurnaljceh@gmail.com
Phone
082244164253
Journal Mail Official
jurnaljceh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Manila No 37 Sumberece Kota Kediri Jawa Timur Indonesia Kode Pos 64133
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal of Community Engagement in Health
ISSN : 26203758     EISSN : 26203766     DOI : https://doi.org/10.30994/jceh
Core Subject : Health,
Journal of Community Engagement in Health Is a scientific journal published by Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia. The journal include : 1. Community of medical; 2. Community of nursing; 3. Community of midwifery; 4. Community of public health; 5. Community of pharmacy; 6. Community of hospital management and services; 7. Community of radiography;
Articles 468 Documents
Upaya Pemberdayaan Masyarakat Dalam Menciptakan Generasi Milenial Sadar Gizi Yang Bebas Stunting Melalui Kegiatan 1000 HPK Nurul Hidayah; Marwan Marwan
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i1.41

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam waktu lama, sehingga mengganggu pertumbuhan, perkembangan, kesehatan dan produktivitas anak. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk menangani stunting dengan gerakan ‘1000 Hari Pertama Kehidupan’. Tujuan: pengabdian masyarakat ini adalah mengidentifikasi upaya pemberdayaan masyarakat dalam menciptakan generasi milenial sadar gizi yang bebas stunting melalui kegiatan 1000 HPK. Populasi target pada pengabdian masyarakat ini adalah warga Dusun Cung Belut yang memiliki anak balita sebanyak 40 orang, balita 40 orang, dan kader Posyandu sebanyak 10. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pengukuran status gizi balita berdasarkan PB/U, penyuluhan dan pemberian makanan tambahan. Hasil dari pelaksanaan ini adalah dari pemeriksaan status gizi balita diketahui jumlah balita termasuk kategori normal sebesar 20 anak (50%), kategori 80% ideal 4 anak (10%), dan kategori pendek sebesar 16 anak (40%). Dari kegiatan penyuluhan tentang pencegahan stunting diperoleh hasil tingkat pengetahuan audiens meningkat sebesar 78%. Kesimpulan: kegiatan pemberdayaan masyarakat menggunakan metode penyuluhan efektif untuk mencegah stunting dan menciptakan generasi milenial sadar gizi.
Peningkatan Kualitas Kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) Dalam Rangka Menumbuhkan Motivasi dan Kesertaan dalam Keluarga Berencana MKJP Menuju Bonus Demografi di Kecamatan Badas Kabupaten Kediri Ratna Feti Wulandari; Luluk Susiloningtyas; Nurin Fauziyah
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i1.42

Abstract

Masih rendahnya penggunaan MKJP (metode kontrasepsi jangka panjang), yang mana dari keseluruhan data didapatkan 17,8% dari jumlah peserta KB modern yang menggunakan KB MKJP, dan dari pengguna KB non MKJP didapatkan sebesar 82,19%. Salah satu faktor yang berperan penting dalam keberhasilan ber KB MKJP adalah salah satunya dari peran serta kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD), dimana peran dari PPKBD ini sebagai penyedia fasilitas khusunya tentang fasilitas KB di masyarakat dengan melakukan sosialisai tentang alat kontrasepsi kepada masyarakat. PPKBD terdiri dari seseorang atau beberapa orang kader yang bekerja secara sukarela serta berperan aktif dalam melaksanakan juga mengelola program KB Nasional ditingkat dusun. Tujuan pengabdian masyarakat ini meningkatkan pengetahuan tentang Metode kontrasepsi jangka panjang dan dapat memotivasi masyarakat untuk ikut serta dalam penggunaan metode kontrasepsi jangka panjangdi wilayah kecamatan Badas Kabupaten Kediri. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan ini terdiri dari 1) Pre test 2) Penyampaian materi dan kelompok diskusi serta kuis 3) Post test. Hasil dari Pengabdian ini setelah diberikan edukasi kader PPKBD berpengetahuan Baik sebanyak (90%) serta motivasi kategori baik (83,33%). Peningkatan pengetahuan dan motivasi pada kader PPKBD ini dikarenakan beberapa faktor yaitu adanya dukungan dari tenaga kesehatan dengan memberikan edukasi, dukungan dari tokoh masyarakat dan juga tokoh agama. Diharapkan kerjasama tetap berjalan antara tenaga kesehatan, kader, tokoh masyarakat dan tokoh agama demi terlaksananya program kampung Keluarga Berencana serta tercapainya target kesertaan KB MKJP
Pendidikan Kesehatan Tentang Makanan Jajanan di MI Rohmatul Ummah, Klampisan, Kandangan, Kediri Zauhani Kusnul; Achmad Ridwan
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i1.43

Abstract

Makanan jajanan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, terutama bagi anak-anak. Anak-anak pada umumnya sangat makanan jajanan bahkan kadang menggeser porsi makanan utama.. Namun kenyataanya hingga saat ini makanan jajanan yang dijual di masyarakat termasuk di lingkungan sekolah sangat jauh dari standar makanan jajanan sehat, sehingga berbagai dampak negatif jangka pendek maupun panjang akibat makanan jajanan sering timbul. Pendidikan kesehatan secara terus menerus dengan metode pendekatan yang tepat sangat penting untuk membangun kesadaran sejak dini pada anak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus membangun kesadaran tentang pentingnya memilih makanan jajanan yang sehat. Kegiatan dilakukan dengan menggabungkan metode ceramah, simulasi dan permainan tentang makanan jajanan pada siswa-siswi MI Rohmatul Ummah kelas 4 dan 5 sebanyak 60 anak. Peserta mendapat pre-test dan pst-test sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan. Kegiatan berjalan dengan lancar dan semua peserta tampak gembira dan menikmati rangkaian kegiatan yang berlangsung. Berdasar penilaian terhadap hasil post-test didapatkan ada peningkatan signifikan dibandingkan pre-test. Pendidikan kesehatan dengan metode simulasi dan permainan sesuai diterapkan untuk anak usia sekolah dasar. Terdapat peningkatan bermakna tingkat pengetahuan anak setelah mendapat pendidikan kesehatan tentang makanan jajanan dengan metode simulasi dan penyuluhan
Pemberdayaan Kader Posyandu Di Kelurahan Paciran Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan Kholifatul Ummah; Puthu Ayu Dhana Reswari
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i1.44

Abstract

Permasalahan pada ibu menyusui seperti produksi ASI tidak lancar dapat diatasi dengan partisipsi petugas kesehatan dan perpanjangan tangan dari petugas kesehatan yaitu mitra kader posyandu.berdasarkan hasil studi pendahuluan, kader posyandu di wilayah kerja puskesmas Paciran belum pernah mendapatkan mendapatkan pelatihan oksitocin Massage dalam peningkatan skill mengatasi permasalahan produksi ASI. Berdasarkan hasil didapatkan pelaksanaan pelatihan pijat bayi didapatkan 100% pengetahuan kader posyandu Flamboyan kurang mengetahui tentang pijat oksitocin tetapi setelah dilakukan pelatihan kepada 10 kader dimana terbagi menjadi 5 kader yang pelaksanaannya kurang lebih 2 bulan dan setelah itu dilaksanakan post tes didapatkan peningkatan penegtahuan dan keterampilan pada kader posyandu sebesar 95%. Pelatihan pijat oksitocin pada kader posyandu Flamboyan desa Paciran Kecamatan Paciran kabupaten Lamongan merupakan suatu bentuk pemberdayaan masyarakat dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan ibu, bayi dan balita. Pembentukan kelompok ini secara konkrit dapat memberikan dukungan dan motivasi ibu untuk terus menjaga kesehatan bayi dan balitanya
Pemenuhan Kebutuhan Personal Hygiene Lanjut Usia di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Jombang di Pare Nugrahaeni Firdausi; Maulana Rahmat Hidayatullah
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i1.45

Abstract

Peningkatan derajat kesehatan dan kesejahteraan penduduk pada saat ini akan berpengaruh pada peningkatan Usaha Harapan Hidup (UHH) di Indonesia yang semakin meningkat setiap tahunnya. Perubahan fisik, sosial, psikologis, dan moral spiritual yang terjadi pada lanjut usia dapat mengakibatkan timbulnya gangguan pemenuhan kebutuhan personal hygiene, sehingga dapat meningkatkan ketergantungan yang memerlukan bantuan orang lain. Lanjut usia di lingkungan panti werdha merupakan populasi yang rentan akan rendahnya perilaku personal hygiene. Kebutuhan personal hygiene merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan. Karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan, kenyamanan, keamanan, dan kesejahteraan lanjut usia. Tujuan dilakukan program ini adalah untuk bertujuan untuk membantu lanjut usia dalam pemenuhan kebutuhan personal hygiene. Metode yang digunakan dalam program ini adalah edukasi secara personal, motivasi, dan pemenuhan personal hygiene lanjut usia sesuai dengan tingkat ketergantungannya. Hasil dari program ini adalah edukasi, motivasi, dan pemenuhan personal hygiene lanjut usia erat hubungannya dalam pemenuhan kebutuhan dasar lanjut usia dan meningkatkan kesehatan bio, psiko, dan sosio-spiritual lanjut usia
Pelatihan Konselor Teman Sebaya Dalam Upaya Peningkatan Gizi Dan Reproduksi Pada Remaja Dhian Luluh Rohmawati; Nurul Hidayah; Marwan Marwan
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.46

Abstract

Masa remaja merupakan masa yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat yang menyebabkan terjadinya perubahan fisik dan psikologis yang cepat. Perubahan ini akan menyebabkan permasalahan dan perubahan perilaku. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membentuk konselor teman sebaya yang nantinya diharapkan dapat membantu memecahkan masalah remaja khususnya tentang gizi dan kesehatan reproduksi pada Remaja di Dusun Cung Belut Desa Semen Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi. Pengabdian masyarakat ini terdiri dari 2 kegiatan utama, yaitu penyuluhan dan pelatihan konselor teman sebaya. Hasilnya adalah adanya peningkatan kemampuan dan pemahaman remaja dalam permasalahan remaja serta terbentuknya 20 konselor teman sebaya. Dengan dibentuknya konselor teman sebaya ini diharapkan menjadi solusi permasalahan yang terjadi pada remaja, khususnya pada bidang kesehatan
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Gerakan Serentak PHBS Pada Tatanan Rumah Tangga Nurul Hidayah; Marwan Marwan; Dhian Luluh Rahmawati
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.47

Abstract

Perilaku hidup bersih sehat (PHBS) dalam tatanan rumah tangga merupakan kegiatan yang dilakukan oleh setiap anggota keluarga untuk berpartisipasi aktif dalam mencegah penyakit, dan meningkatkan kesehatan keluarganya yang dilakukan atas dasar kesadaran sendiri. Salah satu indikator PHBS pada tatanan rumah tangga adalah penggunakan jamban sehat pada keluarga. Pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemberdayaan masyarakat melalui gerakan serentak PHBS pada tatanan rumah tangga di Dusun Cung Belut, Desa Semen Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi. Metode yang digunakan adalah penyuluhan jamban sehat, stimulasi jamban sehat sederhana, dan pembentukan kader STBM, dengan populasi target adalah warga Dusun Cung Belut sebanyak 142 somah. Setelah diberikan penyuluhan jamban sehat pengetahuan masyarakat tentang jamban sehat meningkat sebesar 75%, warga yang bersedia membuat jamban sehat dengan konsep stimulan sebanyak 6 somah, terbentuk kader cilik STBM yang beranggotakan 15 anak. Kesimpulan: Gerakan serentak PHBS pada tatanan rumah tangga efektif untuk mengatasi masalah PHBS di Dusun Cung Belut Desa Semen Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi.
Pembinaan Ibu Tentang Stimulasi Perkembangan Balita Islami Di Lingkungan Dasan Kolo Kota Mataram Irni Setyawati; Agus Supinganto; Kusniyati Utami
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.50

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah (1) Pendampingan stimulasi perkembangan balita melalui buku KIA (2) Pembinaan tata ruang Islami (3) Pembinaan sikap dan tingkah laku Islami. Mitra kerjasama kegiatan ini adalah kelompok ibu yang mempunyai Balita di Lingkungan Dasan Kolo Kecamatan Pagutan Kota Mataram. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat terdiri dari tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pada Tahap persiapan, tim pengabdian melakukan pra kunjungan ke tempat Mitra. Tahap Pelaksanaan terdiri dari kegiatan pre test dan penyuluhan dan pelatihan kepada kelompok ibu Balita tentang perkembangan tumbuh kembang Balita dan pembinaan tata ruang Islami. Tahap Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan menilai tingkat keberhasilan penyuluhan dan pembinaan yang telah dilakukan. Hasil pengabdian membuktikan bahwa ibu balita sudah mampu memahami tumbuh kembang balita melalui buku KIA dan mampu memodifikasi ruangan secara Islami.
Upaya Peningkatan Pemahaman Pemeriksaan Payudara Sendiri Siswa-Siswi SMAS Alvarez Paga Kabupaten Sikka Ni Made Merlin; Antonius Rino Vanchapo
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.51

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang sering dialami oleh perempuan. Peningkatan angka kejadian dan angka kematian kanker payudara setiap tahunnya semakin meningkat sehingga perlunya pencegahan berupa Pemeriksaan Payudara Sendiri. Pada payudara contohnya tumbuh benjolan yang abnormal, bentuk payudara yang tidak simetris, warna payudara yang memerah dan juga adanya tanda-tanda inflmasi yang terjadi pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dapat dilakukakan minimal setiap satu bulan sekali dan tidak memerlukan biaya
Penguatan Kapasitas Konselor Sebaya di Sekolah Ira Kusumawaty; Yunike Yunike; Yeni Elviani; Lela Harmiyati
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.52

Abstract

Konseling sebaya telah menjadi bagian penting dan integral dari sekolah karena dinamika pendidikan dan rumitnya permasalahan dikalangan siswa. Kebutuhan akan konselor sebaya tidak dapat diabaikan karena kenyataannya permasalahan remaja seringkali disampaikan kepada teman sebayanya. Namun kapasitas sebaya sebagai konselor dan agen sosialisasi utama di sekolah hingga saat ini masih belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan terhadap siswa yang mewakili 4 sekolah menengah yang berada di wilayah binaan Puskesmas 1 Ulu Palembang, berjumlah 30 siswa. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan konselor sebaya melalui melalui peningkatan pengetahuan konsep, sikap serta ketrampilannya. Rangkaian kegiatan ceramah disertai diskusi dan demonstrasi telah dilaksanakan dengan menggunakan media video, slide serta leaflet. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan dalam hal pengetahuan konselor sebaya tentang konsep konseling sebaya, sikap konselor serta ketrampilan melaksanakan konseling sebaya. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini dapat lebih meningkatkan kapasitas konselor sebaya sehingga pelaksanaan konseling sebaya dapat meningkatkan ketahanan remaja dalam menghadapi permasalahan dan perilaku yang berisiko dapat dicegah. Diperlukan adanya pelatihan progresif lanjutan untuk memastikan agar konseling sebaya dapat membantu mencari solusi atas peliknya permasalahan dan meningkatkan ketahanan siswa di sekolah.