cover
Contact Name
Stevani Basuki Putri
Contact Email
jurnaljceh@gmail.com
Phone
082244164253
Journal Mail Official
jurnaljceh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Manila No 37 Sumberece Kota Kediri Jawa Timur Indonesia Kode Pos 64133
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal of Community Engagement in Health
ISSN : 26203758     EISSN : 26203766     DOI : https://doi.org/10.30994/jceh
Core Subject : Health,
Journal of Community Engagement in Health Is a scientific journal published by Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia. The journal include : 1. Community of medical; 2. Community of nursing; 3. Community of midwifery; 4. Community of public health; 5. Community of pharmacy; 6. Community of hospital management and services; 7. Community of radiography;
Articles 468 Documents
Optimalisasi Kemampuan Kader Kesehatan Dalam Melaksanakan Hipnosis Lima Jari Pada Masa Adaptasi Covid-19 Ira Kusumawaty; Yunike Yunike; Sri Hartati
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.100

Abstract

Covid-19 secara signifikan menyebabkan kecemasan dalam kehidupan sehari-hari. Hipnosis lima jari berdaya ungkit besar dalam mengelola cemas, sehingga kader kesehatan sebagai garda terdepan dan bagian dari masyarakat perlu dibekali kemampuannya dalam melaksanakan hipnosis lima jari. Faktanya, mayoritas kader kesehatan tidak mampu melakukan hipnosis lima jari. Kegiatan pelatihan hipnosis lima jari yang telah dilaksanakan selama lima hari ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengetahuan serta kemampuan kader kesehatan dalam melaksanakan hipnosis lima jari. Tiga puluh satu kader kesehatan yang berada di wilayah Puskesmas 1 Ulu, sangat termotivasi dan antusias mengikuti kegiatan pelatihan hipnosis lima jari. Rangkaian pelaksanaan kegiatan selama lima hari meliputi persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Metoda ceramah, diskusi, tanya jawab, demonstrasi dan pendampingan digunakan selama pelatihan. Media audiovisual, leaflet dan poster dimanfaatkan agar penyampaian materi pelatihan lebih menarik dan mudah dipahami. Setelah pelaksanaan pelatihan, terjadi peningkatan pengetahuan kader kesehatan yang ditunjukkan adanya kenaikan nilai post-test pada semua komponen dibandingkan nilai pre-test. Setelah dilaksanakan pendampingan, hasil evaluasi menunjukkan bahwa pada aspek psikomotor, para kader telah mampu memberikan penjelasan dengan baik kepada warga, dan memberikan peragaan dengan sangat baik. Dampak positif yang dapat diidentifikasi adalah bahwa warga mampu menjelaskan manfaat hipnosis lima jari serta memperagakan hipnosis lima jari. Keterlibatan kader kesehatan sangat penting guna percepatan kemampuan warga dalam mengatasi kecemasannya pada masa adaptasi Covid-19.
Peningkatan Pemahaman Masyarakat Produktif Desa Manusak Tentang Pandemi Covid-19 Ni Made Merlin; Antonius Rino Vanchapo; Juandri Seprianto Tusi; Alfiandri Hasan Bolan
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.101

Abstract

COVIC-19 merupakan penyakit pada sistem pernapasan yang dapat menyerang dan menginfeksi manusia dengan sangat cepat. Angka kejadian semakin meningkat dan terus meningkat seiring dengan angka kematian. Salah satu penyebab yaitu kurangnya tingkat pemahaman dari masyarakat terkait pandemi COVID-19. Salah satu upaya yaitu peningkatan pemahaman dengan ceramah. Manfaat dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah masyarakat lebih paham dan diharapkan kepatuhan masyarakat terkait pencegahan COVID-19 meningkat seiring dengan peningkatan pemahaman.
Pelatihan Stimulasi “Multiple Intelligences” Pada Ibu Balita di Desa Kali Kejambon Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang Rini Hayu Lestari; Mamik Ratnawati
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.102

Abstract

Kecerdasan bukanlah sesuatu yang tunggal, apalagi menetap.Kecerdasan seseorang berasal dari bagaimana kemampuannya memecahkan berbagai tantangan yang dihadapi sehari-hari. Menilai kecerdasan anak tidak bisa hanya berdasarkan skor standar semata, seperti tes IQ, hal itu amatlah terbatas. Namun, perlu mengukur dari definisi kecerdasan yang berbeda. Dr. Howard Gardner, Profesor bidang pendidikan di Harvard University, Amerika Serikat mengemukakan, definisi kecerdasan yang berbeda untuk mengukur potensi manusia secara lebih luas, baik pada anak maupun orang dewasa. Ia membagi 8 jenis kecerdasan, dan dikenal sebagai Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences). Dan kita semua punya 8 area kecerdasan itu dalam taraf berbeda. Menurut Dr. Halit Hulusi, Senior Educational Psychologist di Birmingham Educational Psychology Service, Inggris, dengan delapan area kecerdasan ini, berarti beragam cara dapat dilakukan orangtua untuk mengembangkan kecerdasan anak-anaknya. Namun, tentu saja tidak setiap anak bisa menjadi brilyan di semua bidang, tetapi Anda dapat membantunya mengoptimalkan semua potensi di setiap area kecerdasannya.
Sosialisasi Pencegahan Penularan Covid 19 Pada Ibu Hamil di Dusun Ketandan Madurejo Prambanan Erma Nur Fauziandari; Amri Wulandari; Rista Oktamia
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.104

Abstract

Pneumonia Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) penyakit peradangan paru disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2), penularan melalui kontak droplet saluran napas penderita, saat batuk, bersin/berbicara, komplikasi dapat berupa kerusakan organ dan kematian. Menyerang siapa saja termasuk ibu hamil, kelompok rentan karena perubahan fisiologis dan hormonal yang dialami ibu hamil (Aritonang et al., 2020a). Dari total jumlah penderita Covid 19, 7.1 % adalah ibu hamil, tingkat kematian 0.3%. Tujuan meningkatkan pengetahuan, dan kesadaran ibu hamil dalam upaya pencegahan penularan Covid 19, metode ceramah, dilakukan pretes dan posttes. Ibu hamil yang mengikuti kegiatan 13 peserta, usia reproduksi sehat 76,92 %, tingkat pendidikan menengah 84,61% dan paritas 53,9 % adalah primigravida. Nilai pretest dan post test pengetahuan ibu hamil tentang covid 19, uji paired T test sig 0.002 berarti 0.002 <0.05 terdapat perbedaan signifikan antara pengetahuan sebelum dilakukan dan pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan. Setelah dilakukan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang covid 19. Analisa paired T test antara pre dan post test sikap menunjukkan sig 0.054 >0.05 berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sikap ibu hamil sebelum dan sesudah penyuluhan. Meskipun secara statistic tidak bermakna akan tetapi terjadi peningkatan nilai mean pada hasil post tes, Nilai mean pre test 9.4 dan nilai mean post test 9.84, berarti bahwa terdapat peningkatan perubahan sikap sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan pada ibu hamil tentang pencegahan penularan covid 19.
Simulasi Protokol Pencegahan Covid-19 Pada Rumah Tangga di Dusun 4 Desa Manusak Antonius Rino Vanchapo; Ni Made Merlin; Emanuel Suban Bala Lewar; Alfiandri Hasan Bolan
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.105

Abstract

COVID-19 merupakan masalah global yang sedang dialami oleh seluruh dunia. Masalah ini meningkat setiap harinya. Peningkatan yang terjadi salah satunya dapat diakibatkan oleh pemahaman yang kurang dari masyarakat terkait protokol pencegahan COVID-19. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan yaitu pengabdian kepada masyarakat untuk melakukan simulasi protokol pencegahan COVID-19. Tujuannya yaitu masyarakat paham dan dapat meningkatkan sikap masyarakat terkait pencegahan COVID-19. Peserta sebanyak 124 yang dibagi dalam 4 hari kegiatan. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat paham terkait protokol pencegahan COVID-19 dan juga memiliki fasilitas tempat cuci tangan sederhana didepan rumah. Hambatan yaitu kendala Bahasa antara tim dan juga peserta dalam proses ceramah dan juga simulasi.
Pemberian Pelatihan Teknik Pertolongan Pertama Pada Kejadian Patah Tulang Kepada Anggota Palang Merah Remaja Siswa MAN 3 Kandangan Mohammad Ikhwan Khosasih
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.106

Abstract

Palang merah remaja (PMR) adalah organisasi yang berlandaskan kemanusiaan, kebersamaan, perduli terhadap sesama dan tanggung jawab. Ini menjadikan PMR menjadi salah satu wadah untuk dapat menumbuhkan rasa kemanusiaan dan rasa sosial yang tinggi terhadap sesama. Metode dalam pengabmas ini menggunakan metode ceramah, tanya jawab dengan menggunakan slide, demonstrasi dan praktek dimana setelah diberikan materi pada sesi I tentang teknik pertolongan pertama pada kejadian patah tulang siswa anggota PMR pada sesi II langsung mempraktekkan teknik tersebut dengan bimbingan. Pelaksanaan kegiatan ini, kami membutuhkan waktu kurang lebih dua jam (13.00 - 15.00 WIB). Kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib dan dibuat santai menyenangkan sehingga siswa anggota PMR yang mengikuti pelatihan teknik pertolongan pertama pada patah tulang dapat mengikuti pelatihan dengan baik dan hasilnya siswa mengerti dan mampu melakukan demonstrasi (mempraktekkan) cara penanganan pertolongan pertama pada patah tulang (jenis patah tulang, tanda - tanda patah tulang, pemasangan bidai). Proses belajar mengajar tidak bisa terlepas dari macam faktor yang dapat mempengaruhi dan menunjang keberlangsungannya. Salah satu penunjangnya adalah adanya ketrampilan bidang ilmu lain selain rutinitas belajar dikelas terutama bagi anggota palang merah remaja MAN 3 Kandangan
Upaya Peningkatan Status Gizi Dengan Penyelenggaraan Pelatihan Keluarga Sadar Gizi Magdalena Agu Yosali; Salsalina Yuniarti; Tisna Yanti
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.107

Abstract

Keberhasilan program gizi, yang ditentukan oleh sektor kesehatan atau yang disebut dengan intervensi spesifik sebesar 30% sedangkan oleh sektor luar kesehatan yang disebut dengan intervensi sensitif sebesar 70%. Menurut data WHO anak di bawah lima tahun di negara berkembang mengalami kurang gizi pada tahun 2013 sebesar 17% atau 98 juta. Prevalensi tertinggi sebesar 30% berada di wilayah Asia Selatan, 16% berada di Asia Tenggara dan Afrika Tengah, menurut data WHO di Indonesia balita yang memiliki berat badan kurang (underweight) pada tahun 2013 sebanyak 19.9%. Jika dibandingkan dengan tahun 2007 angka prevalensi nasional sebesar 18,4 % dan untuk tahun 2010 sebesar 17,9 %, Pada tahun 2013 prevalensi kekurangan gizi pada balita terlihat meningkat. Perubahan prevalensi gizi buruk dari 5,4% pada tahun 2007, 4,9% pada tahun 2010, dan 5,7% pada tahun 2013. Pada tahun 2015 sasaran yang harus dicapai MDG’s yaitu 15,5% oleh karena itu angka prevalensi gizi buruk-kurang dalam periode 2013 sampai 2015 harus diturunkan sebesar 4.1 %. 3 Kegiatan penyuluhan tentang upaya peningkatan status gizi dengan keluarga sadar gizi ini berlangsung baik. Ada pun tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran keluarga tentang kebutuhan gizi pada balita maka seluruh keluarga bisa meningkatkan derajat kesehatan melalui status gizi balita
Upaya Pencegahan DBD Melalui Peningkatan Kualitas Pengetahuan Masyarakat Tentang Cara Penyebaran dan Pemberantasan Penyakit DBD Nining Fitrianingsih; Siti Mulyani; Ratih Suryaman
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.108

Abstract

Insidens demam dengue terjadi baik di daerah tropik maupun subtropik wilayah urban, menyerang lebih dari 100 juta penduduk tiap tahun, dan sekitar 30.000 kematian terjadi terutama untuk anak – anak. Data dari seluruh dunia menunjukkan Asia menempati urutan pertama dalam jumlah penderita DBD setiap tahunnya. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia tahun 2016 jumlah penderita DBD di Indonesia sebanyak 201.885 kasus dengan jumlah kematian 1.585 orang (Incidence Rate 77,96 per 100.000 penduduk dan Case Fatality Rate 0.79%). Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue di Indonesia terdapat 4 propinsi yang sangat tinggi yaitu, Jawa Timur (340 kasus), Jawa Barat (270 kasus), Jawa Tengah (213 kasus) dan Kalimantan Timur (103 kasus). Berdasarkan Profil Kesehatan Kabupaten Bogor 2017, penderita Demam Berdarah Dangue di Kabupaten Bogor ditemukan sebanyak 1.229 orang, dengan jumlah kematian sebanyak 11 kasus. Upaya pencegahan Demam Berdarah Dangue melalui peningkatan kualitas pengetahuan masyarakat tentang cara penyebaran dan pemberantasan penyakit Demam Berdarah bisa menjadi jalan alternatif. Tujuan kegiatan ini untuk melakukan penyuluhan kesehatan upaya pencegahan Demam Berdarah melalui peningkatan kualitas pengetahuan masyarakat tentang cara penyebaran dan pemberantasan penyakit Demam Berdarah Dangue. Metode yang digunakan adalah ceramah dengan media leaflet, responden yang digunakan sebanyak 30 orang. Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 16 Januari 2020. Kegiatan berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan rencana. Seluruh peserta yang hadir menunjukkan adanya peningkatan pemahaman tentang penyebaran dan pemberantasan penyakit Demam Berdarah, di mana masyarakat mampu menjelaskan kembali tentang materi yang telah disampaikan. Kesimpulan: pemberian penyuluhan efektif memberikan peningkatan kualitas pengetahuan tentang cara penyebaran dan pemberantasan penyakit Demam Berdarah Dangue.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Penyalahgunaan NAPZA dan Minuman Keras Oplosan bagi Siswa SMPN 192 dan SMPN 259 Jakarta Timur Angki Purwanti; Diah Lestari; Rizana Fajrunni&#039;mah
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.109

Abstract

Minuman keras (miras) dan NAPZA merupakan dua hal yang memiliki kesamaan daya perusak terhadap sendi-sendi kehidupan. Korban Miras dan NAPZA telah merambah ke berbagai lapisan masyarakat termasuk remaja. SMPN 192 dan SMPN 259 merupakan SMP yang berada di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Seperti umumnya wilayah di Jakarta timur lainnya tidak luput dari permasalahan miras dan NAPZA. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui kegiatan pemberian penyuluhan kesehatan tentang NAPZA dan minuman keras oplosan. Tujuan kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan siswa dalam pencegahan penggunaan NAPZA dan miras oplosan. Dari hasil kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan siswa SMPN 192 yaitu menjadi baik sebesar 12,5%, cukup sebesar 66,67%, dan kurang sebanyak 20,83%. Sedangkan di SMPN 259 terdapat peningkatan pengetahuan menjadi baik sebanyak 63,6% dan cukup 36,4%.
Pendidikan Kesehatan tentang Demensia pada Lansia di Banjar Tengah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana I Ketut Andika Priastana; Dwi Prima Hanis Kusumaningtiyas; Ni Luh Ketut Dewi Aryasari
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.110

Abstract

Demensia merupakan penyakit umum yang terjadi pada lansia yang mengakibatkan terjadinya penurunan fungsi kognitif lansia. Salah satu upaya yang dapat mengurangi dampak negatif dari demensia adalah dengan meningkatkan pengetahuan lansia tentang upaya-upaya ang dapat dilakukan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia terhadap penyakit demensia di Banjar Tengah, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan kesehatan, dengan peserta adalah lansia sebanyak 86 orang. Setelah diberikan kegiatan pendidikan kesehatan, pengetahuan lansia tentang perawatan demensia meningkat sebesar 75%. Kegiatan Pendidikan kesehatan tentang demensia efektif untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang perawatan demensia