cover
Contact Name
Intan Safiah
Contact Email
Editor.jimpgsd.eer@gmail.com
Phone
085260108474
Journal Mail Official
jimpgsd.eer@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee, Kopelma Darussalam, Kec. Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh 24415
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Elementary Education Research
ISSN : -     EISSN : 29876028     DOI : 10.24815
Core Subject : Education,
Elementary Education Research (EER) is a journal of research results and literature review in the field of learning. a scientific journal published by Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Syiah Kuala. Has been published in 2016. JIM-EER contains scientific articles resulting from research and critical studies in the fields of Education, learning media, educational technology, and educational evaluation. The languages used in this journal are Indonesian and English.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 460 Documents
PERSEPSI SISWA TERHADAP KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI SDN 51 BANDA ACEH Hidayati, Nurul
Elementary Education Research Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v1i1.461

Abstract

Kata kunci: Persepsi dan Kebersihan LingkunganAbstrak. Persepsi adalah proses yang menyangkut masuknya pesan atau informasi kedalam otak manusia.Seperti halnya kebersihan sekolah, jika persepasi siswa benar, maka siswa akan mampu bersikap yang benar terhadap kebersihan sekolahnya sehingga memiliki kesadaran, memberikan dukungan, berperilaku yang benar terhadap upaya kebersihan lingkungan hidup khususnya disekitar sekolahnya masing-masing. Penelitian yang berjudul Persepsi Siswa Terhadap Kebersihan Lingkungan Di SDN 51 Banda Aceh. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah persepsi siswa terhadap kebersihan lingkungan di SDN 51 Banda Aceh?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap kebersihan lingkungan di SDN 51 Banda Aceh.Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV yang terdiri dari 30 siswa, VA terdiri dari 22 siswa, sedangkan untuk kelas VI terdiri dari 30 siswa, tahun ajaran 2015/2016.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan membagikan angket kepada siswa kelas IV, V, dan VI yang menjadi subjek penelitian. Data yang diperoleh dari hasil angket selanjutnya di di buat dalam bentuk narasi.Berdasarkan hasil penelitian di SDN 51 Banda Aceh, maka dapat disimpulkan bahwa persepsi siswa terhadap kebersihan lingkungan menunjukkan hasil yang baik. Hal ini dilihat dari aspek fisik dengan jumlah responden yang menjawab ya sebanyak 49%, sedangkan yang menjawab tidak 51%. Untuk persepsi aspek mental yang di dapat dari hasil angket menunjukkan 64% responden menjawab ya, sedangkan 36% dari jumlah siswa yang menjawab tidak.
PERANAN KEPRAMUKAAN DALAM MEMBINA SIKAP NASIONALISME PADA GUGUS MELATI BANDA ACEH Nainggolan, Natalia
Elementary Education Research Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v1i1.447

Abstract

Penelitian ini berjudul Peranan Kepramukaan dalam Membina Sikap Nasionalisme pada Gugus Melati Banda Aceh. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah peranan kepramukaan dalam membina sikap nasionalisme pada siswa di Gugus Melati Banda Aceh. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui peranan kepramukaan dalam membina sikap nasionalisme pada siswa di Gugus Melati Banda Aceh. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian ini adalah seluruh SD yang terdapat di Gugus Melati Banda Aceh yang berjumlah empat sekolah dasar, yaitu SD Negeri 20 Banda Aceh, SD Negeri 27 Banda Aceh, SD Negeri 41 Banda Aceh, dan MIN Merduati Banda Aceh. Penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling, yaitu kepala sekolah dan guru penjasorkes di Gugus Melati Banda Aceh yang berjumlah 8 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan pengolahan data menggunakan teknik statistik sederhana dalam bentuk perhitungan persentase. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kepramukaan dapat membina sikap nasionalisme pada siswa di sekolah dasar sebanyak 91 frekuensi menjawab sangat setuju atau 56,9% dan yang menjawab setuju sebanyak 69 frekuensi atau 43,1%. Dapat disimpulkan adanya peran guru dalam meningkatkan rasa nasionalisme para siswa di sekolah melalui kegiatan pramuka yang dilaksanakan oleh sekolah.Penelitian ini berjudul Peranan Kepramukaan dalam Membina Sikap Nasionalisme pada Gugus Melati Banda Aceh. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah peranan kepramukaan dalam membina sikap nasionalisme pada siswa di Gugus Melati Banda Aceh. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui peranan kepramukaan dalam membina sikap nasionalisme pada siswa di Gugus Melati Banda Aceh. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian ini adalah seluruh SD yang terdapat di Gugus Melati Banda Aceh yang berjumlah empat sekolah dasar, yaitu SD Negeri 20 Banda Aceh, SD Negeri 27 Banda Aceh, SD Negeri 41 Banda Aceh, dan MIN Merduati Banda Aceh. Penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling, yaitu kepala sekolah dan guru penjasorkes di Gugus Melati Banda Aceh yang berjumlah 8 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan pengolahan data menggunakan teknik statistik sederhana dalam bentuk perhitungan persentase. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kepramukaan dapat membina sikap nasionalisme pada siswa di sekolah dasar sebanyak 91 frekuensi menjawab sangat setuju atau 56,9% dan yang menjawab setuju sebanyak 69 frekuensi atau 43,1%. Dapat disimpulkan adanya peran guru dalam meningkatkan rasa nasionalisme para siswa di sekolah melalui kegiatan pramuka yang dilaksanakan oleh sekolah.
PERSEPSI SISWA TERHADAP KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI SDN 51 BANDA ACEHPERSEPSI SISWA TERHADAP KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI SDN 51 BANDA ACEH Hidayati, Nurul
Elementary Education Research Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v1i1.438

Abstract

Kata kunci: Persepsi dan Kebersihan LingkunganAbstrak. Persepsi adalah proses yang menyangkut masuknya pesan atau informasi kedalam otak manusia.Seperti halnya kebersihan sekolah, jika persepasi siswa benar, maka siswa akan mampu bersikap yang benar terhadap kebersihan sekolahnya sehingga memiliki kesadaran, memberikan dukungan, berperilaku yang benar terhadap upaya kebersihan lingkungan hidup khususnya disekitar sekolahnya masing-masing. Penelitian yang berjudul Persepsi Siswa Terhadap Kebersihan Lingkungan Di SDN 51 Banda Aceh. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah persepsi siswa terhadap kebersihan lingkungan di SDN 51 Banda Aceh?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap kebersihan lingkungan di SDN 51 Banda Aceh.Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV yang terdiri dari 30 siswa, VA terdiri dari 22 siswa, sedangkan untuk kelas VI terdiri dari 30 siswa, tahun ajaran 2015/2016.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan membagikan angket kepada siswa kelas IV, V, dan VI yang menjadi subjek penelitian. Data yang diperoleh dari hasil angket selanjutnya di di buat dalam bentuk narasi.Berdasarkan hasil penelitian di SDN 51 Banda Aceh, maka dapat disimpulkan bahwa persepsi siswa terhadap kebersihan lingkungan menunjukkan hasil yang baik. Hal ini dilihat dari aspek fisik dengan jumlah responden yang menjawab ya sebanyak 49%, sedangkan yang menjawab tidak 51%. Untuk persepsi aspek mental yang di dapat dari hasil angket menunjukkan 64% responden menjawab ya, sedangkan 36% dari jumlah siswa yang menjawab tidak.
PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI LAMPEUNEURUT Aini, Nurul; Ruslan, Ruslan.; Ely, Rosma
Elementary Education Research Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v1i1.431

Abstract

Dalam konteks persoalan nilai-nilai moral, yang dapat dilakukan oleh guru adalah penanaman nilai-nilai moral. Penelitian ini berupaya mengungkapkan penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitiannya yaitu deskriptif. Penggumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan teknik observasi. Teknik wawancara adalah dengan cara mewawancarai 10 orang guru kelas. Agar data hasil wawancara dapat terpecaya, peneliti menggunakan alat bantu perekaman berupa alat tulis dan media elektronik seperti HP. Selain itu di dukung dengan teknik observasi (pengamatan) yang diterapkan adalah teknik pengamatan tidak berpartisipasi (non-participant observation). Dalam melakukan observasi (pengamatan), peneliti bertindak sebagai pengamat penuh tanpa terlibat dalam penanaman nilai-nilai moral pada siswa. Selanjutnya seluruh data diolah dengan tahapan analisis data kualitatif yaitu reduksi data, model data (data display), penarikan/verifikasi kesimpulan dan persentase. Berdasarkan hasil analisis data, temuan peneliti ini dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama, guru menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa dengan cara menyisipkan 10 nilai moral yaitu nilai religius, nilai sosialitas, nilai gender, nilai keadilan, nilai demokrasi, nilai kejujuran, nilai kemandirian, nilai daya juang, nilai tanggungjawab, dan nilai penghargaan terhadap lingkungan ke semua mata pelajaran yang diajarkan. Kedua, siswa kebanyakan tidak berbohong kepada guru karena menanamkan nilai kejujuran. Ketiga, hubungan siswa dengan teman-temannya pun baik, keempat, untuk memperdalam ilmu agama siswa selain agama disekolah juga belajar di tempat pengajian dan TPA.Simpulkan penelitian ini adalah penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut adalah sebahagian besar sudah baik karena guru sudah menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa walaupun ada beberapa guru yang belum sepenuhnya mengetahui nilai-nilai yang harus ditanamkan. Kemudian menanamkan nilai-nilai moral kesemua mata pelajaran, memberi nasehat setiap hari, guru menjadi panutan siswa, melalui lingkungan sekolah dan kerjasama dengan orang tua. Disamping itu siswa di SD Negeri Lampeuneurut mempunyai tingkah laku yang baik karena sudah mengetahui beberapa nilai-nilai moral dan memudahkan guru untuk melanjutkannya. Kata Kunci: Penanaman, nilai-nilai moral
PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR PADA SUBTEMA HEWAN DAN TUMBUHAN DI LINGKUNGAN RUMAHKU KELAS IV SD NEGERI 3 JEUMPA KABUPATEN BIREUEN PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR PADA SUBTEMA HEWAN DAN TUMBUHAN DI LINGKUNGAN RUMAHKU KELAS IV SD NEGERI 3 JEUMPA KABUPATEN BIREUEN Istiliana, Istiliana.
Elementary Education Research Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v1i1.414

Abstract

Kata Kunci : pemanfaatan, lingkungan, sumber belajar, subtema hewan dan tumbuhan di lingkungan rumahkuDalam mengajarkan subtema Hewan dan Tumbuhan di Lingkungan Rumahku, guru dapat mengupayakan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. Penelitian ini berupaya mengungkapkan bagaimanakah pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar pada subtema hewan dan tumbuhan di lingkungan rumahku di kelas IV SD Negeri 3 Jeumpa Kabupaten Bireuen? Secara khusus penelitian in bertujuan penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar pada subtema hewan dan tumbuhan di lingkungan rumahku kelas IV SD Negeri 3 Jeumpa Kabupaten Bireuen.Subjek dalam penelitian ini adalah 2 guru SD Negeri 3 Jeumpa yang mengajar di kelas IV. Teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi berupa RPP yang telah dirancang oleh guru. Teknik analisis data dalam penelitian ini : (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) serta menarik kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil analisis data, temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru kelas IV SDN 3 Jeumpa Kabupaten Bireuen sudah memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar dengan cara membawa sumber lingkungan ke dalam kelas atau membawa siswa ke lingkungan.Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar, siswa merasa senang dan lebih aktif dalam menggali pengetahuannya serta pembelajaran juga tidak terasa membosankan. Jenis lingkungan yang dimanfaatkan sebagai sumber belajar adalah lingkungan di sekitar sekolah, seperti tumbuhan dan hewan yang terdapat di halaman, batu-batuan, daun kering, serta pemandangan alam sekitar sekolah. Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar pada subtema hewan dan tumbuhan di lingkungan rumahku di kelas IV SDN 3 Jeumpa Kabupaten Bireuen belum maksimal. Karena hanya sebagian guru yang memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. Bahkan ada guru kelas IV yang belum pernah memanfaatkan lingkungan sama sekali di dalam pembelajaran. Dikarenakan kurangnya pemahaman dan pengetahuan tentang banyaknya jenis lingkungan yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber.Kata Kunci : pemanfaatan, lingkungan, sumber belajar, subtema hewan dan tumbuhan di lingkungan rumahkuDalam mengajarkan subtema Hewan dan Tumbuhan di Lingkungan Rumahku, guru dapat mengupayakan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. Penelitian ini berupaya mengungkapkan bagaimanakah pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar pada subtema hewan dan tumbuhan di lingkungan rumahku di kelas IV SD Negeri 3 Jeumpa Kabupaten Bireuen? Secara khusus penelitian in bertujuan penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar pada subtema hewan dan tumbuhan di lingkungan rumahku kelas IV SD Negeri 3 Jeumpa Kabupaten Bireuen.Subjek dalam penelitian ini adalah 2 guru SD Negeri 3 Jeumpa yang mengajar di kelas IV. Teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi berupa RPP yang telah dirancang oleh guru. Teknik analisis data dalam penelitian ini : (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) serta menarik kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil analisis data, temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru kelas IV SDN 3 Jeumpa Kabupaten Bireuen sudah memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar dengan cara membawa sumber lingkungan ke dalam kelas atau membawa siswa ke lingkungan.Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar, siswa merasa senang dan lebih aktif dalam menggali pengetahuannya serta pembelajaran juga tidak terasa membosankan. Jenis lingkungan yang dimanfaatkan sebagai sumber belajar adalah lingkungan di sekitar sekolah, seperti tumbuhan dan hewan yang terdapat di halaman, batu-batuan, daun kering, serta pemandangan alam sekitar sekolah. Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar pada subtema hewan dan tumbuhan di lingkungan rumahku di kelas IV SDN 3 Jeumpa Kabupaten Bireuen belum maksimal. Karena hanya sebagian guru yang memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. Bahkan ada guru kelas IV yang belum pernah memanfaatkan lingkungan sama sekali di dalam pembelajaran. Dikarenakan kurangnya pemahaman dan pengetahuan tentang banyaknya jenis lingkungan yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber.
PELAKSANAAN REMEDIAL PADA SISWA YANG MENGALAMI KESULITAN MEMBACA TEKNIS DI KELAS RENDAH SD NEGERI LAMREUNG KABUPATEN ACEH BESAR Sari, Isna Purnama; Bukhari, Bukhari.; Adnan, Adnan.
Elementary Education Research Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v1i1.400

Abstract

Dalam kontek interaksi belajar- mengajar di kelas, salah satu ragam bahasa adalah membaca. Penelitian ini berupaya mengungkapkan pelaksanaan remedial pada siswa yang mengalami kesulitan membaca teknis di kelas rendah SD Negeri Lamreung Kabupaten Aceh Besar. Secara khusu penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan remedial pada siswa yang mengalami kesulitan membaca teknis di kelas rendah SD Negeri Lamreung Kabupaten Aceh Besar.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitiannya yaitu deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah 6 orang guru kelas. Data diperoleh melalui wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh melalui wawancara dilakukan dengan menggunakan instrumen yang berisi sepuluh pertanyaan sebagaimana terlampir.data diolah dengan tahapan analisis data kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan dan verifikasi data. Dalam melakukan pengamatan, peneliti tidak bertindak sebagai pengamat penuh tanpa terlibat interaksi belajar mengajar. Agar data hasil pengamatan dapat terpercaya, peneliti menggunakan alat bantu perekam berupa alat tulis dan media elektronik tape recorder.Berdasarkan hasil analisis data, temuan penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama guru menganalisi masalah tiap- tiap siswa kemudian guru membimbing siswa secara individual dan stelah itu guru melaksnakan remedial dan melakukan evaluasi.Simpulan penelitian ini adalah pelaksanan remedial pada siswa yang mengalami kesulitan membaca teknis di kelas rendah, guru telah melaksanakan remedial sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan. Guru juga sudah mengidentifikasi kesulitan belajar siswa dan mencari alternatif bantuan. Guru sudah mengidentifikasi faktor kesulitan belajar siswa. Namun faktor lingkungan dan kurangnya perhatian orang tua membuat siswa masih kurang dalam membaca. Guru yang menetapkan dan melaksanakan remedial. Semua siswa mendapatkan perlakuan yang sama.Kata Kunci: pelaksanaan, remedial, kesulitan membaca
KOMPETENSI GURU DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN DI SDN 2 BANDA ACEH Febrina, Febi; Hajidin, Hajidin.; Mahmud, Mahmud.
Elementary Education Research Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v1i1.384

Abstract

Kata kunci : Kompetensi guru, perencanaan pembelajaran berbasis kurikulum 2013Dalam proses pembelajaran merencanakan dan menyusun pembelajaran adalah tugas wajib guru agar pembelajaran yang diharapkan sesuai dengan pembelajaran yang akan terjadi. Penelitian ini berupaya menggambarkan kemampuan guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran di SDN 2 Banda Aceh. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi guru dalam perencanaan pembelajaran di SDN 2 Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dalam jenis penelitian deskriptif. Data penelitian ini bersumber dari narasumber yang telah diwawancarai, sedangkan sumber data adalah guru-guru kelas yang berada di SDN 2 Banda Aceh. Proses pengumpulan data dilakukan dengan teknik daftar cek (Check List), wawancara dan dokumentasi. Teknik wawancara yang dilakukan adalah wawancara semiterstruktur (Semistructure Interview). Dalam melakukan dokumentasi, peneliti mengkaji 10 silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun oleh guru kelas di SDN 2 Banda Aceh. Agar data hasil wawancara dapat terpercaya, peneliti menggunakan alat bantu perekam berupa alat tulis dan media elektronik tape recorder.Berdasarkan analisis data, temuan penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama, ketika akan menyusun perencanaan pembelajaran guru akan: (1) menjadikan silabus sebagai pedoman dalam merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), (2) guru harus memiliki 4 kompetensi guru khususnya kompetensi pedagogik yaitu yang salah satu kemampuan dalam mengembangkan dan menyusun perencanaan pembelajaran, dan (3) menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai dengan kurikulum yang berlaku.Simpulan penelitian ini adalah kompetensi guru di SDN 2 Banda Aceh dalam perencanaan pembelajaran, sudah terlihat dari cara guru merencanakan dan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sesuai dengan kurikulum 2013 dan dengan memperlihatkan kompetensi sebagai seorang guru yang khususnya memiliki kompetensi pedagogik dalam merencanakan pembelajaran disekolah.
HUBUNGAN KEDISIPLINAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V DI SD NEGERI 10 BANDA ACEH Wahyuni, Desi; Wati, Mona; Ely, Rosma
Elementary Education Research Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v1i1.371

Abstract

Penelitian yang berjudul Hubungan Kedisiplinan terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V di SD Negeri 10 Banda Aceh ini mengangkat masalah bagaimana hubungan kedisiplinan terhadap hasil belajar siswa kelas V di SD Negeri 10 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kedisiplinan terhadap hasil belajar siswa kelas V di SD Negeri 10 Banda Aceh. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V di SD Negeri 10 Banda Aceh yang berjumlah 6 orang. Subjek dipilih dengan tingkat kedisiplinan yang berbeda yaitu 2 siswa yang tingkat kedisiplinannya tinggi, 2 siswa yang tingkat kedisiplinannya sedang, dan 2 siswa yang tingkat kedisiplinannya rendah. Subjek dipilih menggunakan purposive sampling dan berdasarkan observasi serta konsultasi dengan wali kelas V.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui data reduction, data display, dan verification serta menggunakan rumus persentase dan rumus rata-rata.Hasil analisis data menunjukkan bahwa kedisiplinan memiliki hubungan terhadap hasil belajar siswa. Dari 6 siswa, 4 siswa yang tingkat kedisiplinan dan hasil belajarnya sesuai sedangkan 2 siswa lagi tingkat kedisiplinan dan hasil belajarnya kurang sesuai. Ini berarti tingkat kesesuaian antara kedisiplinan dengan hasil belajar siswa berada pada kategori sedang (66,7%).Simpulan penelitian ini adalah bahwa kedisiplinan mempengaruhi hasil belajar tetapi tidak sepenuhnya hasil belajar dipengaruhi oleh kedisiplinan. Hal ini dikarenakan hasil belajar tidak hanya dipengaruhi oleh kedisiplinan saja tetapi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor yang lain seperti keluarga, sekolah, masyarakat, minat, kecerdasan, bakat, motivasi, dan sebagainya.Kata Kunci : Kedisiplinan, hasil belajar siswa
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS) DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU DI SD NEGERI 10 BANDA ACEH Asmaini, Asmaini.; Sulaiman, Sulaiman.; Miana, Has
Elementary Education Research Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v1i1.360

Abstract

Adapun latar belakang masalah dari penelitian ini adalah masih banyak guru yang kurang profesional dibidangnya, seperti adanya guru yang terlambat masuk mengajar, tidak mempunyai perangkat pembelajaran yang lengkap, kurangnya koordinasi antar kepala sekolah dan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profesionalisme guru melalui implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di SD Negeri 10 Banda Aceh.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah guru SD Negeri 10 Banda Aceh berjumlah 10 orang dipilih dengan menggunakan teknik purpossive sampling. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi dan wawancara.Data hasil penelitian diolah dengan mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulanHasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepala sekolah melakukan diskusi untuk pengambilan kebijakan yang akan diterapkan oleh sekolah, kepala sekolah melakukan evaluasi dengan memeriksa perangkat pembelajaran, kehadiran guru, prestasi belajar siswa dan keaktifan pada UKG yang dilakukan di gugus. Kelulusan siswa setiap tahunnya mencapai 100% lulus. Ini membuktikan prestasi sekolah yang diperoleh melalui keberhasilan siswa, guru-guru memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya pada peroses belajar mengajar, guru menggunakan berbagai media pembelajaran. Siswa memiliki peningkatan pada hasil belajar dan dengan demikian terlihat peningkatan profesionalisme guru melalui implementasi manajemen berbasis sekolah.Kata Kunci: Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), Profesionalisme Guru
KENDALA-KENDALA YANG DIHADAPI GURU DALAMMEMANFAATKAN MEDIA BERBASIS KOMPUTER DI SD NEGERI 10 BANDA ACEHKENDALA-KENDALA YANG DIHADAPI GURU DALAMMEMANFAATKAN MEDIA BERBASIS KOMPUTER DI SD NEGERI 10 BANDA ACEH Humaira, Faiza; Warno, Soe; Miana, Has
Elementary Education Research Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v1i1.338

Abstract

Komputer dan laptop merupakan salah satu kebutuhan yang sangat penting bagi dunia pendidikan, seluruh guru diwajibkan untuk bisa menguasai komputer dan laptop yang berguna untuk penyelesaian perangkat pembelajaran,administrasi guru, media. Adapun tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kendala-kendala yang dialami guru dalam memanfaatkan media berbasis komputer di SD Negeri 10 Banda Aceh.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitiannya yaitu deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah seluruh guru SD Negeri 10 Banda Aceh berjumlah 15 orang.Data diperoleh dari hasil pemberian angket dan wawancara. Data yang diperoleh melalui pemberian angket diolah dengan menggunakan rumus persentase untuk melihat persentase jawaban responden. Selanjutnya seluruh data diolah dengan tahapan analisis data kualitatif yaitu reduksi data, display data, dan verifikasi data.Hasilnya menunjukkan bahwa kendala yang dialami guru dalam memanfaatkan media berbasis Komputer di SD Negeri 10 Banda Aceh adalah usia yang lanjut, biaya media yang mahal yaitu komputer dan infokus, keterbatasan fasilitas yang dimiliki sekolah, jumlah siswa yang terlalu besar pada kelas, tidak pernah diberikan pelatihan penggunaan komputer disekolah, tidak mampu dalam penggunaan komputer, tidak seluruh guru memiliki latar belakang mampu dalam penggunaan komputer dan disarankan kepada pihak sekolah untuk menyediakan komputer atau laptop dan infokus serta memberikan pelatihan penggunaan komputer disekolah sehingga seluruh guru mampu menggunakan dan menerapkan pada penggunaan media berbasis Komputer.Kata Kunci :Kendala guru, Media berbasis komputerKomputer dan laptop merupakan salah satu kebutuhan yang sangat penting bagi dunia pendidikan, seluruh guru diwajibkan untuk bisa menguasai komputer dan laptop yang berguna untuk penyelesaian perangkat pembelajaran,administrasi guru, media. Adapun tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kendala-kendala yang dialami guru dalam memanfaatkan media berbasis komputer di SD Negeri 10 Banda Aceh.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitiannya yaitu deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah seluruh guru SD Negeri 10 Banda Aceh berjumlah 15 orang.Data diperoleh dari hasil pemberian angket dan wawancara. Data yang diperoleh melalui pemberian angket diolah dengan menggunakan rumus persentase untuk melihat persentase jawaban responden. Selanjutnya seluruh data diolah dengan tahapan analisis data kualitatif yaitu reduksi data, display data, dan verifikasi data.Hasilnya menunjukkan bahwa kendala yang dialami guru dalam memanfaatkan media berbasis Komputer di SD Negeri 10 Banda Aceh adalah usia yang lanjut, biaya media yang mahal yaitu komputer dan infokus, keterbatasan fasilitas yang dimiliki sekolah, jumlah siswa yang terlalu besar pada kelas, tidak pernah diberikan pelatihan penggunaan komputer disekolah, tidak mampu dalam penggunaan komputer, tidak seluruh guru memiliki latar belakang mampu dalam penggunaan komputer dan disarankan kepada pihak sekolah untuk menyediakan komputer atau laptop dan infokus serta memberikan pelatihan penggunaan komputer disekolah sehingga seluruh guru mampu menggunakan dan menerapkan pada penggunaan media berbasis Komputer.Kata Kunci :Kendala guru, Media berbasis komputer