cover
Contact Name
Intan Safiah
Contact Email
Editor.jimpgsd.eer@gmail.com
Phone
085260108474
Journal Mail Official
jimpgsd.eer@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee, Kopelma Darussalam, Kec. Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh 24415
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Elementary Education Research
ISSN : -     EISSN : 29876028     DOI : 10.24815
Core Subject : Education,
Elementary Education Research (EER) is a journal of research results and literature review in the field of learning. a scientific journal published by Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Syiah Kuala. Has been published in 2016. JIM-EER contains scientific articles resulting from research and critical studies in the fields of Education, learning media, educational technology, and educational evaluation. The languages used in this journal are Indonesian and English.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 460 Documents
PERILAKU BULLYING YANG TERJADI DI SD NEGERI UNGGUL LAMPEUNEURUT ACEH BESAR dewi, nadia; hasmiana., hasmiana; mahmud HR, Mahmud
Elementary Education Research Vol 1, No 2 (2016): NOVEMBER 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v1i2.1802

Abstract

Dalam konteks persoalan perilaku bullying, salah satu perilaku yang menggunakan kekerasan terhadap siswa. Penelitian ini berupaya mengungkapkan perilaku apa saja yang terjadi di SD Negeri Unggul Lampeuneurut Aceh Besar, secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk bullying yang terjadi SD Negeri Unggul Lampeuneurut Aceh Besar.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yaitu deskriptif. Data penelitian ini bersumber dari hasil observasi (pengamatan), selain itu didukung dengan teknik angket, sedangkan sumber data adalah siswa kelas IV dan V SD Negeri Unggul Lampeunerut Aceh Besar yang berjumlah 25 siswa yang diambil secara random. Pengumpulan data dilakukan dengan Teknik berupa observasi dan angket, dalam penelitian ini hasil diperoleh dari pengedaran angket yang berjumlah 40 pertanyaan yang akan dibagikan kepada siswa. 20 soal ditagorikan dalam bullying fisik dan 20 ditegorikan dalam bullying non-fisik.Berdasarkan hasil analisis data, temuan peneliti dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama, adanya perilaku bullying yang terjadi di kelas IV dan V. kedua, siswa yang mengalami bullying fisik 4% dari 25 siswa menjawab selalu mengalami kejadian bullying, 12% menjawab sering, 47% siswa menjawab kadang-kadang, dan 37% menjawab tidak pernah, serta pada bullying non-fisik menjawab 3% selalu, 12% sering, 36% kadang-kadang, dan 49% dari 25 siswa menjawab tidak pernah mengalami kejadian bullying non-fisik.Kesimpulan penelitian ini adalah lebih dari 50% pernah mengalami kejadian bullying fisik di sekolah, dan hanya 37% dari 25 siswa yang menjawab tidak pernah mengalami kejadian bullying fisik, serta yang mengalami kejadian bullying non-fisik pada mereka, dapat dilihat dari hasil penlelitian ini yang menunjukkan 49% dari 25 siswa tidak pernah mengalami tindakan bullying non-fisik di sekolah, serta lebih dari 50% dari mereka pernah mengalami tindakan bullying non-fisik.Kata Kunci : Perilaku bullying, bentuk-bentuk bullying
STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PADA SISWA KELAS RENDAH GUGUS INTI KECAMATAN PEUDADA KABUPATEN BIREUEN meliza., meliza; adnan., adnan; safiah, intan
Elementary Education Research Vol 1, No 2 (2016): NOVEMBER 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v1i2.1801

Abstract

Telah melakukan penelitian tentang Strategi guru dalam meningkatkan kemampuan membaca pada siswa kelas rendah gugus inti Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen dan mengangkat 2 (dua) masalah, yaitu Strategi-strategi apa saja yang dilakukan oleh guru dalam meningkatkan kemampuan membaca dan apakah kendala yang dihadapi guru dalam meningkatkan kemampuan membaca pada siswa kelas rendah gugus inti Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen?. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam meningkatkan kemampuan membaca pada siswa kelas rendah, dan untuk mengetahui aktifitas siswa dalam proses pembelajaran dengan penggunaan strategi dalam membaca.Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya yaitu deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru yang mengajar dikelas 1 (satu) berjumlah 4 (empat) orang guru yang ada di gugus inti Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen tahun ajaran 2015/2016. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan guru dan seluruh data diolah dengan tahapan analisis data kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan menarik kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa yang menjadi strategi guru dalam meningkatkan kemampuan membaca dikelas rendah gugus inti kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen, antara lain dengan menggunakan strategi kartu huruf yang berwarna, strategi gambar, strategi nyanyian, strategi benda nyata, sedangkan yang menjadi kendala dalam meningkatkan kemapuan membaca dikelas rendah yaitu kebisingan,kurangnya fasilitas, dan kurangnya minat belajar siswa.Kata Kunci: Strategi, meningkatkan, kemampuan membaca
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE TERHADAP HASIL BELAJAR PADA SUBTEMA INDONESIAKU, BANGSA YANG BERBUDAYA KELAS V BANDA ACEH. fatimah., fatimah; soewarno., soewarno; fitriani, suci
Elementary Education Research Vol 1, No 2 (2016): NOVEMBER 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v1i2.1800

Abstract

Penelitian ini berjudul Pengaruh Model Pembelajaran Picture And Picture Terhadap Hasil Belajar Pada Subtema Indonesiaku, Bangsa Yang Berbudaya Kelas V Banda Aceh. Rumusan Masalah dalam Penelitian ini adalah Apakah dengan menggunakan pengeruh Model Pembelajaran Picture And Picture Terhadap Hasil Belajar Pada Subtema Indonesiaku, Bangsa Yang Berbudaya Kelas V Banda Aceh?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Picture And Picture Terhadap Hasil Belajar Pada Subtema Indonesiaku, Bangsa Yang Berbudaya Kelas V Banda Aceh.Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, sedangkan jenis penelitian bersifat eksperimen semu. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas Va yang berjumlah 22 siswa dan kelas Vb yang berjumlah 23 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan test yang berbentuk uraian berjumah 10 soal. Data dianalisis dengan menggunakan statistik uji-t, pada taraf signifikan =0,05.Dari analisis data, diperoleh thitung ttabel =2,004 1,68. Berdasarkan kriteria pengujian hipotesis, tolak H dan H diterima. Sehingga kesimpulan dalam penelitian ini adalah hasil belajar yang diajarkan dengan model pembelajaran picture and picture lebih baik daripada tampa menggunakan model pembelajaran picture and picture.Kata kunci: Model Picture and Picture, subtema Indonesiaku Bangsa yang Berbudaya, ketuntasan belajar.
PEMBERIAN REWARD DAN PUNISHMENT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI SISWA KELAS V DI SDN 15 LHOKSEUMAWE yana, dewi; hajidin, Hajidin.; safiah, intan
Elementary Education Research Vol 1, No 2 (2016): NOVEMBER 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v1i2.1799

Abstract

Pemberian Reward dan Punishment dalam pembelajaran merupakan salah satu usaha yang dilakukan oleh guru dengan maksud untuk menjadikan siswa lebih giat lagi dalam melakukan sesuatu guna memperbaiki atau mempertahankan prestasi yang telah dicapainya. Penelitian yang berjudul pemberian Reward dan Punishment sebagai upaya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V di SDN 15 Lhokseumawe ini mengangkat masalah apakah prestasi belajar siswa melalui pemberian Reward dan Punishment pada siswa kelas V SDN 15 Lhokseumawe mengalami peningkatan? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa pada tema Lingkungan Sahabat Kita pada siswa kelas V SDN 15 Lhokseumawe. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN 15 Lhokseumawe yang berjumlah 59 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V B SDN 15 Lhokseumawe tahun ajaran 2015/2016 sebanyak 31 siswa. penelitian ini digolongkan sebagai penelitian ekperimen dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan melalui tes untuk mengukur kemampuan siswa dari materi yang telah dipelajari, tes dilakukakn dengan postes. Nilai yang didapat dari tes inilah diambil sebagai data kemudian data diolah dengan menggunakan rumus uji-t pada taraf signifikan = 0,05 dan dk =30. Dari hasil tersebut diperoleh yaitu 4,6 1,70. Dengan demikian ditolak dan diterima. Maka hipotesesis yang berbunyi Pemberian reward dan punishment dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan prestasi belajar siswa di kelas VB sekolah dasar negeri 15 Lhokseumawe, dapat diterima.
KEMAMPUAN GURU DALAM MENGELOLA KELAS UNTUK SISWA YANG BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SDN 16 BANDA ACEH adhiyati, adhiyati.; Suid, suid.; tursinawati, tursinawati.
Elementary Education Research Vol 1, No 2 (2016): NOVEMBER 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v1i2.1797

Abstract

Dalam konteks persoalan siswa yang berkebutuhan khusus, yang dapat dilakukan oleh guru adalah kemampuan guru dalam mengelola kelasuntuk siswa yang bekebutuhan khusus.Penelitian ini berupaya mengungkapkan Kemampuan guru dalam mengelola kelas untuk siswa yang bekebutuhan khusus di SDN 16 Banda Aceh.Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahuikemampuan guru dalam mengelola kelas untuk siswa yang berkebutuhan khusus di SDN 16 Banda Aceh Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi danwawancara.Teknik observasi (pengamatan) yang diterapkan adalah teknik berpartisipasi (non-participant observation).Selain itu didukung dengan teknik wawancara, teknik wawancara adalah dengan mewawancarai 7 orang guru kelas.Selanjutnya seluruh datadiolah dengan tahapan anlisis data kualitatif yaitu mereduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data, temuan peneliti ini dapat dikemukakan sebagai berikut: Pertama, hampir semua guru mengelola kelas dengan sangat baik tetapi ada sebagian guru yang kurang baik dalam mengelola kelas, hal ini dapat dilihat pada membantu anak memfokuskan perhatian pada saat proses pembelajaran berlangsung. Kedua, Kendala guru dalam proses pembelajaran, anak yang berkebutuhan khusus berbeda pemahamannya dengan siswa reguler. Sehingga ABK sulit dalam menerima pembelajaran, karena ada sebagian pembelajaran tidak sesuai dengan kemampuannya. Simpulan penelitian ini adalah Semua guru (7 orang guru) mampu mengelola kelas dengan sangat baik, dapat dilihat dari aspek membuat RPP, menguasai dalam mengelola kelas dalam menangani anak berkebutuhan khusus, memiliki kemampuan dalam melaksanakan proses pengajaran, memiliki kemampuan untuk mengukur hasil belajar anak didik dengan teknik yang tepat, menunjukkan perasaan positif, serta membuat pengalaman anak menjadi bermakna.Ada sebagian guru (6-5) mengelola kelas dengan kurang baik, dapat dilihat dari aspek beradaptasi dengan anak, berbicara dengan anak, memberikan pujian dan penghargaan. Kurangnya guru dalam melaksanakan aspek tersebut sehingga dalam proses pembelajaran menjadi kurang efektif dan menyebabkan beberapa kendala dalam mengelola kelas. Kendala guru dalam proses pembelajaran, anak yang berkebutuhan khusus berbeda pemahamannya dengan siswa reguler. Sehingga ABK sulit dalam menerima pembelajaran, karena ada sebagian pembelajaran tidak sesuai dengan kemampuannya.
KEMAMPUAN GURU DALAM MENGELOLA KELAS UNTUK SISWA YANG BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SDN 16 BANDA ACEHKEMAMPUAN GURU DALAM MENGELOLA KELAS UNTUK SISWA YANG BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SDN 16 BANDA ACEH Kalsum, umi; Bukhari, Bukhari.; Idham, Muhammad
Elementary Education Research Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v1i1.535

Abstract

Dalam konteks persoalan persepsi guru, yang dapat dilakukan oleh guru adalah menerapkan penilaian autentik.Penelitian ini berupaya mengungkapkan persepsi guru terhadap kemampuan membaca siswa yang berkunjung dan tidak berkunjung ke perpustakaan di SD Negeri Lampeuneurut. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan(1) persepsi guru terhadap kemampuan membaca siswa yang berkunjung ke perpustakaan di SD Negeri Lampeuneurut (2) persepsi guru terhadap kemampuan membaca siswa yang tidak berkunjung ke perpustakaan di SD Negeri Lampeuneurut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.Teknik observasi (pengamatan) yang diteapakan adalah teknik berpartisipasi (non-participant observation).Dalam melakukan observasi (pengamatan), peneliti bertindak sebagai pengamat penuh tanpa terlibat dalam menerapkan penilaian autentik.Selain itu didukung dengan teknik wawancara, teknik wawancara adalah dengan mewawancarai 6 orang guru kelas. Agar data hasil wawancara dapat terpercaya, peneliti menggunakan alat bantu perekam berupa alat tulis dan media elektronik seperti HP. Peneliti juga mengambil dokumen tentang data siswa yang berkunjung dan tidak berkunjung ke perpustakaan dan hasil kemampuan membaca siswa. Selanjutnya seluruh datadiolah dengan tahapan anlisis data kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data, temuan peneliti ini dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama, persepsi guru tentang siswa yang berkunjung ke perpustakaan lebih aktif dan cepat tanggap dalam tanya jawab, siswa yang sering berkunjung ke perpustakaan kemampuan membacanya sudah lancar. Kedua, Siswa yang jarang berkunjung ke perpustakaan terlihat dalam proses pembelajaran kurang aktif dalam menangkap pembelajaran yang di berikan oleh guru nya, ada sebagian siswa membacanya belum lancar. Simpulan penelitian ini adalah persepsi guru tentang kemampuan membaca siswa yang berkunjung ke perpustakaan dan siswa yang jarang berkunjung ke perpustakaan berbeda.Dapat di lihat pada setiap kelas hasil kemampuan membaca ada yang tergolong sangat baik, baik, cukup dan kurang.Persepsi guru terhadap kemampuan membaca siswa yang berkunjung ke perpustakaan siswanya lebih aktif dan cepat tanggap dalam tanya jawab, membacanya sudah lancar. Siswa yang jarang berkunjung ke perpustakaan terlihat dalam proses pembelajaran kurang aktif dalam menangkap pembelajaran yang di berikan oleh guru nya.Kata Kunci: Kemampuan Membaca, Perpustakaan, Persepsi Guru
KENDALA GURU DALAM MENERAPKAN PENILAIAN AUTENTIK DI SD KABUPATEN PIDIEKENDALA GURU DALAM MENERAPKAN PENILAIAN AUTENTIK DI SD KABUPATEN PIDIE Alawiyah, tuti
Elementary Education Research Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v1i1.534

Abstract

ABSTRAK Dalam konteks persoalan penilaian autentik, yang dapat dilakukan oleh guru adalah menerapkan penilaian autentik. Penelitian ini berupaya mengungkapkan kendala guru dalam menerapkan penilaian autentik di SD Kabupaten Pidie. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) penerapan penilaian autentik di SD kabupaten Pidie, (2) kendala guru dalam menerapkan penilaian autentik di SD kabupaten Pidie, dan (3) upaya apa untuk mengatasi kendala guru dalam menerapkan penilaian autentik di SD kabupaten Pidie. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik observasi (pengamatan) yang diteapakan adalah teknik berpartisipasi (non-participant observation). Dalam melakukan observasi (pengamatan), peneliti bertindak sebagai pengamat penuh tanpa terlibat dalam menerapkan penilaian autentik. Selain itu didukung dengan teknik wawancara, teknik wawancara adalah dengan mewawancarai 15 orang guru kelas. Agar data hasil wawancara dapat terpercaya, peneliti menggunakan alat bantu perekam berupa alat tulis dan media elektronik seperti HP. Peneliti juga mengambil dokumen dari guu berupa RPP, rekap penilaian siswa serta rekapitulasi hasil rapor. Selanjutnya seluruh datadiolah dengan tahapan anlisis data kualitatif yaitu reduksi data, model data (data display), penarikan/verifikasi kesimpulan dan triangulasi, yakni teknik pemeriksaan keabsahan satuan data dengan memanfaatkan parameter satuan data yang lain. Wawancara dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 2016. Berdasarkan hasil analisis data, temuan peneliti ini dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama, kendala yang dialami oleh guru-guru di SD Kabupaten Pidie adalah banyaknya aspek yang harus dinilai dalam penilaian Kurikulum 2013. Kedua, penilaian dilakukan bersamaan dengan proses pembelajaran, sehingga membuat proses belajar mengajar menjadi kurang efektif. Ketiga, guru merasa terbebani karena harus menjumlahkan setiap nilai yang diperoleh siswa secara keseluruhan lalu mendeskripsikan nilai yang didapat tersebut per mata pelajaran. Simpulan penelitian ini adalah Penilaian Auntentik dilakukan secara terus menerus selama kegiatan pembelajaran berlangsung dan meliputi seluruh aspek domain penilain. Penilaian ini cenderung berfokus pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual bagi peserta didik yang memungkinkan mereka secara nyata menunjukkan kompetensi atau keterampilan yang dimilikinya. Untuk mengatasi kendala tersebut diharapkan ruang lingkup pada penilaian dapat diperkecil. Dan guru-guru berharap Pemerintah memberikan pelatihan yang lebih dalam lagi kepada guru-guru yang belum memahami Kurikulum 2013.Kata Kunci: Kendala, Penilaian Autentik ABSTRAK Dalam konteks persoalan penilaian autentik, yang dapat dilakukan oleh guru adalah menerapkan penilaian autentik. Penelitian ini berupaya mengungkapkan kendala guru dalam menerapkan penilaian autentik di SD Kabupaten Pidie. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) penerapan penilaian autentik di SD kabupaten Pidie, (2) kendala guru dalam menerapkan penilaian autentik di SD kabupaten Pidie, dan (3) upaya apa untuk mengatasi kendala guru dalam menerapkan penilaian autentik di SD kabupaten Pidie. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik observasi (pengamatan) yang diteapakan adalah teknik berpartisipasi (non-participant observation). Dalam melakukan observasi (pengamatan), peneliti bertindak sebagai pengamat penuh tanpa terlibat dalam menerapkan penilaian autentik. Selain itu didukung dengan teknik wawancara, teknik wawancara adalah dengan mewawancarai 15 orang guru kelas. Agar data hasil wawancara dapat terpercaya, peneliti menggunakan alat bantu perekam berupa alat tulis dan media elektronik seperti HP. Peneliti juga mengambil dokumen dari guu berupa RPP, rekap penilaian siswa serta rekapitulasi hasil rapor. Selanjutnya seluruh datadiolah dengan tahapan anlisis data kualitatif yaitu reduksi data, model data (data display), penarikan/verifikasi kesimpulan dan triangulasi, yakni teknik pemeriksaan keabsahan satuan data dengan memanfaatkan parameter satuan data yang lain. Wawancara dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 2016. Berdasarkan hasil analisis data, temuan peneliti ini dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama, kendala yang dialami oleh guru-guru di SD Kabupaten Pidie adalah banyaknya aspek yang harus dinilai dalam penilaian Kurikulum 2013. Kedua, penilaian dilakukan bersamaan dengan proses pembelajaran, sehingga membuat proses belajar mengajar menjadi kurang efektif. Ketiga, guru merasa terbebani karena harus menjumlahkan setiap nilai yang diperoleh siswa secara keseluruhan lalu mendeskripsikan nilai yang didapat tersebut per mata pelajaran. Simpulan penelitian ini adalah Penilaian Auntentik dilakukan secara terus menerus selama kegiatan pembelajaran berlangsung dan meliputi seluruh aspek domain penilain. Penilaian ini cenderung berfokus pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual bagi peserta didik yang memungkinkan mereka secara nyata menunjukkan kompetensi atau keterampilan yang dimilikinya. Untuk mengatasi kendala tersebut diharapkan ruang lingkup pada penilaian dapat diperkecil. Dan guru-guru berharap Pemerintah memberikan pelatihan yang lebih dalam lagi kepada guru-guru yang belum memahami Kurikulum 2013.Kata Kunci: Kendala, Penilaian Autentik
KENDALA GURU DALAM MENERAPKAN PENDEKATAN SAINTIFIKPADA KURIKULUM 2013 DI SDN TEUPIN PUKAT MEUREUDU PIDIE JAYAKENDALA GURU DALAM MENERAPKAN PENDEKATAN SAINTIFIKPADA KURIKULUM 2013 DI SDN TEUPIN PUKAT MEUREUDU PIDIE JAYA Muliatina, Muliatina.
Elementary Education Research Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v1i1.481

Abstract

Dalam pelaksaan kurikulum 2013, proses pembelajarannya menggunakan pendekatan saintifik. Penelitian ini mengangkat masalah tentang kendala apa sajakah yang dihadapi guru dalam menerapkan pendekatan saintifik di SDN Teupin Pukat Meureudu Pidie Jaya. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala apa saja yang dihadapi guru dalam menerapkan pendekatan saintifik di SDN Teupin Pukat Meureudu Pidie Jaya.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian yaitu deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah guru kelas yang ada mengajarkan pendekatan saintifik yang berjumlah 4 orang. Data diperoleh dari hasil pemberian angket, observasi dan wawancara. Data yang diperoleh melalui pemberian angket diolah dengan menggunakan rumus persentase untuk melihat persentase jawaban responden. Selanjutnya seluruh data diolah dengan tahapan analisis data kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data.Hasilnya menunjukkan bahwa kendala yang dihadapi oleh guru adalah pada bagian menanya dengan persentase 50% jarang melakukan serta 50% sering melakukan dan pada kegiatan mengasosiasi/menyimpulkan dengan persentase 50% tidak pernah melakukan, 25% jarang melakukan, serta 25% sering melakukan. Hal ini disebabkan karena kurangnya motivasi guru terhadap peserta didik dan penggunaan waktu yang kurang efektif. Oleh karena itu disarankan kepada guru agar lebih banyak lagi memberikan perhatian kepada peserta didik dengan cara selalu memberi pujian kepada peserta didik apabila ada yang mau bertanya atau memberi saran. Apabila ada pertanyaan dari peserta didik selalu dihargai atau memberi respon dengan baik.Dalam pelaksaan kurikulum 2013, proses pembelajarannya menggunakan pendekatan saintifik. Penelitian ini mengangkat masalah tentang kendala apa sajakah yang dihadapi guru dalam menerapkan pendekatan saintifik di SDN Teupin Pukat Meureudu Pidie Jaya. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala apa saja yang dihadapi guru dalam menerapkan pendekatan saintifik di SDN Teupin Pukat Meureudu Pidie Jaya.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian yaitu deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah guru kelas yang ada mengajarkan pendekatan saintifik yang berjumlah 4 orang. Data diperoleh dari hasil pemberian angket, observasi dan wawancara. Data yang diperoleh melalui pemberian angket diolah dengan menggunakan rumus persentase untuk melihat persentase jawaban responden. Selanjutnya seluruh data diolah dengan tahapan analisis data kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data.Hasilnya menunjukkan bahwa kendala yang dihadapi oleh guru adalah pada bagian menanya dengan persentase 50% jarang melakukan serta 50% sering melakukan dan pada kegiatan mengasosiasi/menyimpulkan dengan persentase 50% tidak pernah melakukan, 25% jarang melakukan, serta 25% sering melakukan. Hal ini disebabkan karena kurangnya motivasi guru terhadap peserta didik dan penggunaan waktu yang kurang efektif. Oleh karena itu disarankan kepada guru agar lebih banyak lagi memberikan perhatian kepada peserta didik dengan cara selalu memberi pujian kepada peserta didik apabila ada yang mau bertanya atau memberi saran. Apabila ada pertanyaan dari peserta didik selalu dihargai atau memberi respon dengan baik.
KENDALA GURU DALAM MENGGUNAKAN MODEL GROUP INVESTIGASI PADA SUBTEMA 2 INDONESIAKU BANGSA YANG BERBUDAYA DI KELAS V SD NEGERI 51 BANDA ACEHKENDALA GURU DALAM MENGGUNAKAN MODEL GROUP INVESTIGASI PADA SUBTEMA 2 INDONESIAKU BANGSA YANG BERBUDAYA DI KELAS V SD NEGERI 51 BANDA ACEH Teniro, Ledi Iwan; Fauziah, Tati; Mahmud, Mahmud.
Elementary Education Research Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v1i1.475

Abstract

Dalam konteks ini Kendala guru dalam menggunakan model group investigasi pada subtema 2 Indonesiaku bangsa yag berbudaya di kelas V SD Negeri 51 Banda Aceh. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah (1) Apakah guru mengalami kendala dalam menggunakan model Group Investigation pada subtema 2 Indonesiaku bangsa yang berbudaya di kelas V SD Negeri 51 Kota Banda Aceh. (2) Bagaimana tanggapan guru terhadap penggunaan model Group Investigation pada subtema 2 Indonesiaku bangsa yang berbudaya di kelas V SD Negeri 51 Kota Banda Aceh.Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui apakah guru mengalami kesulitan dalam menggunakan model Group Investigation pada subtema 2 Indonesiaku bangsa yang berbudaya di kelas V SD Negeri 51 Banda Aceh. (2) Untuk mengetahui bagaimana tanggapan guru terhadap penggunaan model Group Investigation pada subtema 2 Indonesiaku bangsa yang berbudaya di kelas V SD Negeri 51 Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas Va dan Vb SD Negeri 51 Banda Aceh yang berjumlah 44 orang siswa diantaranya kelas Va berjumlah 23 orang siswa yang terdiri dari 15 siswa perempuan dan 8 siswa laki-laki, kelas Vb berjumalah 21 orang siswa yang terdiri dari 10 siswa perempuan dan 11 siswa laki-laki. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif deskriptif non statistik, dimana komponen reduksi data, dan sajian data dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data setelah data terkumpul maka tiga komponen analisis. berinteraksi. Hasil penelitian yang didapat pada penelitian ini adalah kendala-kendala yang dialami oleh siswa dalam proses pembelajaran Indonesiaku bangsa yang berbudaya dengan menggunakan model kooperatif tipe Group Investigation oleh guru kelas V SD Negeri 51 Kota Banda Aceh.Dalam konteks ini Kendala guru dalam menggunakan model group investigasi pada subtema 2 Indonesiaku bangsa yag berbudaya di kelas V SD Negeri 51 Banda Aceh. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah (1) Apakah guru mengalami kendala dalam menggunakan model Group Investigation pada subtema 2 Indonesiaku bangsa yang berbudaya di kelas V SD Negeri 51 Kota Banda Aceh. (2) Bagaimana tanggapan guru terhadap penggunaan model Group Investigation pada subtema 2 Indonesiaku bangsa yang berbudaya di kelas V SD Negeri 51 Kota Banda Aceh.Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui apakah guru mengalami kesulitan dalam menggunakan model Group Investigation pada subtema 2 Indonesiaku bangsa yang berbudaya di kelas V SD Negeri 51 Banda Aceh. (2) Untuk mengetahui bagaimana tanggapan guru terhadap penggunaan model Group Investigation pada subtema 2 Indonesiaku bangsa yang berbudaya di kelas V SD Negeri 51 Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas Va dan Vb SD Negeri 51 Banda Aceh yang berjumlah 44 orang siswa diantaranya kelas Va berjumlah 23 orang siswa yang terdiri dari 15 siswa perempuan dan 8 siswa laki-laki, kelas Vb berjumalah 21 orang siswa yang terdiri dari 10 siswa perempuan dan 11 siswa laki-laki. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif deskriptif non statistik, dimana komponen reduksi data, dan sajian data dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data setelah data terkumpul maka tiga komponen analisis. berinteraksi. Hasil penelitian yang didapat pada penelitian ini adalah kendala-kendala yang dialami oleh siswa dalam proses pembelajaran Indonesiaku bangsa yang berbudaya dengan menggunakan model kooperatif tipe Group Investigation oleh guru kelas V SD Negeri 51 Kota Banda Aceh.
KENDALA GURU DALAM MERUMUSKAN INSTRUMEN PENILAIAN PADA PEMBELAJARAN IPS SESUAI DENGAN RANAH AFEKTIF DI GUGUS I SD NEGERI UTEUN PULO SEUNAGAN TIMUR NAGAN RAYA KENDALA GURU DALAM MERUMUSKAN INSTRUMEN PENILAIAN PADA PEMBELAJARAN IPS SESUAI DENGAN RANAH AFEKTIF DI GUGUS I SD NEGERI UTEUN PULO SEUNAGAN TIMUR NAGAN RAYA Hudiyatman, Hudiyatman.; Sulaiman, Sulaiman.; Masyitah, Nur
Elementary Education Research Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v1i1.473

Abstract

Dalam konteks ini, Kendala Guru Dalam Merumuskan Instrumen Penilaian Pada Pembelajaran IPS Sesuai Dengan Ranah Afektif di Gugus I SD Negeri Uteun Pulo Seunagan Timur Nagan Raya. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah Apa kendala yang dihadapi guru dalam merumuskan instrumen penilaian pembelajaran IPS sesuai dengan ranah afektif di Gugus I SD Negeri Uteun Pulo Seunagan Timur Nagan Raya?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala guru dalam merumuskan instrumen penilaian pembelajaran IPS sesuai dengan ranah afektif di Gugus I SD Negeri Uteun Pulo Seunagan Timur Nagan Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh guru yang mengajar pembelajaran IPS di Gugus I SD Negeri Uteun Pulo Seunagan Timur Nagan Raya yang berjumlah 18 guru. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif deskriptif non statistik, dimana komponen reduksi data, dan sajian data dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data setelah data terkumpul maka tiga komponen analisis (reduksi data, sajian data, penarikan kesimpulan) berinteraksi. Hasil penelitian yang didapat pada penelitian ini adalah kendala-kendala yang dialami oleh guru dalam merumuskan penilaian afektif menentukan spesifikasi penilaian, menulis penilaian ranah afektif, menentukan skala penilaian ranah afektif, menentukan sistem penskoran, mentelaahpenilaian ranah afektif.Dalam konteks ini, Kendala Guru Dalam Merumuskan Instrumen Penilaian Pada Pembelajaran IPS Sesuai Dengan Ranah Afektif di Gugus I SD Negeri Uteun Pulo Seunagan Timur Nagan Raya. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah Apa kendala yang dihadapi guru dalam merumuskan instrumen penilaian pembelajaran IPS sesuai dengan ranah afektif di Gugus I SD Negeri Uteun Pulo Seunagan Timur Nagan Raya?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala guru dalam merumuskan instrumen penilaian pembelajaran IPS sesuai dengan ranah afektif di Gugus I SD Negeri Uteun Pulo Seunagan Timur Nagan Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh guru yang mengajar pembelajaran IPS di Gugus I SD Negeri Uteun Pulo Seunagan Timur Nagan Raya yang berjumlah 18 guru. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif deskriptif non statistik, dimana komponen reduksi data, dan sajian data dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data setelah data terkumpul maka tiga komponen analisis (reduksi data, sajian data, penarikan kesimpulan) berinteraksi. Hasil penelitian yang didapat pada penelitian ini adalah kendala-kendala yang dialami oleh guru dalam merumuskan penilaian afektif menentukan spesifikasi penilaian, menulis penilaian ranah afektif, menentukan skala penilaian ranah afektif, menentukan sistem penskoran, mentelaahpenilaian ranah afektif.