cover
Contact Name
Misbahudin
Contact Email
jurnalwicara@unram.ac.id
Phone
082334867555
Journal Mail Official
jurnalwicara@unram.ac.id
Editorial Address
https://journal.unram.ac.id/index.php/wicara/about/editorialTeam
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Wicara Desa
Published by Universitas Mataram
ISSN : 29869110     EISSN : 29869110     DOI : https://doi.org/10.29303/wicara.v2i6
Jurnal wicara Desa adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel hasil kegiatan pengembangan masyarakat desa yang berbasis potensi dan permasalahan yang ada di desa. Topik dan scopre jurnal wicara desa : General. Seluruh bidang ilmu yang digunakan untuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat desa, dapat dipublikasikan melalui jurnal ilmiah ini.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 637 Documents
DIVERSIVIKASI PRODUK OLAHAN PISANG SEBAGAI STRATEGI PEMBERDAYAAN EKONOMI LOKAL: STUDI PENGABDIAN MASYARAKAT DI DESA PEMEPEK, LOMBOK TENGAH Petrunella, Ruth Stella; Hidayat, Muhamad Aldin; Yakin, Yusril Hakkul; Magfira, Risqa; Jannah, Gina Raudatul; Hikmah, Nurul; Wulandari, Nadiya; Nurhidayanti, Asri; Malik, Ilham; Seftiawati, Niza Ervia; Ilham, Muhammad Wayudi
Jurnal Wicara Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/p0vy7y43

Abstract

The Community Service Program (KKN PMD) of the University of Mataram in Pemepek Village, Pringgarata Subdistrict, Central Lombok, focuses on community empowerment through banana-based product innovation. Pemepek village has abundant agricultural potential, especially bananas, which are often underutilized. In collaboration with the Mekar Harum Women’s Farmer Group (KWT), the KKN team introduced training on making banana steamed cake and banana ice cream as potential flagship products. The results indicated strong enthusiasm from KWT members, particularly for banana ice cream production, whish is targeted for sale in schools and households. This program not only creates new business opportunities for village women but also helps increase household income with relatively low capital. These findings highlight that local food product innovation can serve effective strategy to enhance community economy while strengthening the village’s identity on local potential.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Selong Belanak Melalui Pemanfaatan Limbah Batok Kelapa Menjadi Briket Bernilai Ekonomis Teguh Dwi Julyanto
Jurnal Wicara Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/eb4q0936

Abstract

Desa Selong Belanak merupakan destinasi wisata bahari unggulan di Kabupaten Lombok Tengah yang menghadapi tantangan lingkungan berupa akumulasi limbah batok kelapa dari konsumsi wisatawan. Limbah ini sering menyumbat saluran drainase dan menjadi sarang vektor penyakit. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui konversi limbah batok kelapa menjadi briket arang yang bernilai ekonomis. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-edukatif yang meliputi tahap survei, sosialisasi, pelatihan teknis produksi, hingga pendampingan manajemen usaha. Proses produksi briket mencakup tahap karbonisasi, penghalusan, pencampuran dengan perekat tapioka, pencetakan, dan pengeringan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat dan perangkat desa merespons positif inovasi ini sebagai solusi tepat guna yang ramah lingkungan. Selain mereduksi volume sampah di area pantai, program ini diharapkan berhasil menciptakan peluang wirausaha baru bagi Karang Taruna dan Pokdarwis melalui produk energi terbarukan yang memiliki suhu pembakaran stabil dan minim asap. Dengan demikian, pemanfaatan limbah ini berkontribusi pada peningkatan estetika kawasan wisata sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat lokal.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI AQUAPONIK TERPADU SEBAGAI PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA DI DESA KAWO Firman Haikal Mulia; Amjadul Ulum; Nurul Wahidiyah; Salma Firdaus; Yunita Paramita; Ahmad Jaelani Putra Hadi; Hamdi Lalu; Elza Kamila Fajriati; Andika Putra Hamdani; Yeni Yulia Ningsih
Jurnal Wicara Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/mp70gm59

Abstract

Pemanfaatan lahan pekarangan di Desa Kawo Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah belum optimal karena rendahnya pengetahuan masyarakat dan masih dominannya metode budidaya konvensional. Kondisi tersebut berdampak pada belum maksimalnya peran pekarangan dalam mendukung ketahanan pangan dan pendapatan rumah tangga. Kegiatan pemberdayaan ini bertujuan menerapkan sistem aquaponik terpadu sebagai teknologi tepat guna yang mengintegrasikan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem sederhana dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan sosialisasi praktik pembuatan sistem aquaponik terpadu atau budikdamber serta pendampingan kepada masyarakat. Sistem yang diterapkan menggunakan ember sebagai wadah budidaya ikan lele dan penanaman sayuran dengan media tanam yang mudah diperoleh. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sistem aquaponik terpadu serta keberhasilan penerapannya pada skala rumah tangga. Penerapan sistem ini mampu mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan serta berpotensi memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui produksi ikan dan sayuran.
PEMETAAN POTENSI DESA BERBASIS DUSUN SEBAGAI ARAH PEMBANGUNAN YANG BERKELANJUTAN DI DESA TAMAN AYU GERUNG Lalu Arip Fathurrahman
Jurnal Wicara Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/r2szfb08

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Universitas Mataram bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membantu masyarakat menyadari potensi lingkungan sekitar. Desa Taman Ayu memiliki beragam potensi di delapan dusun yang belum terpetakan secara menyeluruh oleh pihak desa maupun pihak luar. Pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan potensi desa berbasis dusun sebagai instrumen strategis untuk arah pembangunan yang berkelanjutan. Metode kegiatan yang digunakan meliputi observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan para Kepala Dusun serta pemangku kepentingan desa. Kegiatan dilaksanakan mulai 23 Desember 2025 hingga 5 Februari 2026. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Desa Taman Ayu didominasi oleh sektor agraris, peternakan, perikanan, dan industri kreatif. Sektor peternakan terpadu berbasis circular economy melalui pengolahan biogas dan pupuk organik diidentifikasi sebagai potensi unggulan utama karena keberadaannya di hampir seluruh dusun serta nilai tambahnya terhadap kemandirian energi desa. Output dari kegiatan ini adalah peta potensi desa yang dirancang menggunakan aplikasi ArcGIS dan dipasang secara fisik di depan kantor desa. Selain itu, tim KKN juga menyediakan basis data potensi digital yang diintegrasikan ke dalam Sistem Informasi Desa (SID) untuk memudahkan akses informasi dan promosi desa. Kesimpulannya, pemetaan ini menjadi landasan data akurat bagi pemerintah daerah dalam pengelolaan aset dan perencanaan pembangunan desa yang lebih tepat sasaran.
PENGUATAN AGROWISATA DAN AKSESIBILITAS WISATA MELALUI PEMETAAN POTENSI DESA SEMBALUN LAWANG, KECAMATAN SEMBALUN, LOMBOK TIMUR I Made Teja Pradnyana
Jurnal Wicara Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/6erew878

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan kegiatan intrakulikuler yang memadukan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan metode pemberian pengalaman belajar dan bekerja kepada mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat. Desa Sembalun Lawang memiliki potensi wisata yang beragam, khususnya agrowisata dan wisata alam, namun belum didukung oleh sistem informasi wisata yang terstruktur. Kegiatan KKN Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) ini bertujuan untuk memetakan potensi wisata Desa Sembalun Lawang secara spasial guna mendukung pengembangan desa wisata dan peningkatan aksesibilitas informasi wisata. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui survei lapangan, inventarisasi potensi wisata, pengambilan koordinat lokasi, pengolahan data menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG), serta validasi bersama masyarakat dan pemerintah desa. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat 11 objek wisata yang terdiri atas wisata alam, agrowisata, dan wisata budaya/buatan dengan sebaran spasial yang bervariasi. Luaran kegiatan berupa peta sebaran wisata dalam bentuk cetak dan digital yang berfungsi sebagai media informasi, promosi, dan navigasi wisata. Pemetaan ini diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan pengembangan pariwisata desa yang terarah, berkelanjutan, dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Sembalun Lawang.
PEMANFAATAN SAMPAH DAUN BERBASIS ZERO WASTE SEBAGAI MEDIA EDUKATIF KREATIF DI SDN 2 PARE MAS Muhammad Japarzan; Chandrika Eka Larsati
Jurnal Wicara Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/c7safb47

Abstract

Permasalahan limbah organik, khususnya dedaunan kering, masih menjadi isu lingkungan yang krusial di institusi pendidikan. Di SDN 2 Pare Mas, sampah daun yang melimpah umumnya hanya ditangani melalui pembakaran, yang berpotensi mencemari udara dan menghilangkan nilai guna limbah tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan pengelolaan sampah berbasis Zero Waste melalui inovasi pembuatan kertas daur ulang sebagai media edukasi lingkungan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahapan sosialisasi konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan pelatihan partisipatif (hands-on training) pembuatan kertas seni yang melibatkan siswa kelas VI. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan paradigma siswa yang signifikan, di mana sampah daun kini dipandang sebagai sumber daya bernilai ekonomi dan estetika. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi dan mampu mempraktikkan tahapan pembuatan kertas mulai dari pengolahan bubur kertas hingga pencetakan secara mandiri. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan ekologis siswa serta menanamkan karakter peduli lingkungan sejak dini sebagai upaya mendukung pendidikan pembangunan berkelanjutan.
INOVASI PEMBUATAN PUPUK KOMPOS DARI LIMBAH KOTORAN SAPI SEBAGAI UPAYA PENGELOLAAN LIMBAH PETERNAKAN DI KELURAHAN IJOBALIT Muhammad Ra'if Dzakir
Jurnal Wicara Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/z6phdq09

Abstract

Limbah kotoran sapi merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang banyak dijumpai di wilayah pedesaan dengan aktivitas peternakan yang cukup tinggi, termasuk di Kelurahan Ijobalit. Limbah ini berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Di sisi lain, kotoran sapi memiliki kandungan bahan organik dan unsur hara yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan inovasi pembuatan pupuk kompos dari limbah kotoran sapi sebagai upaya pengelolaan limbah peternakan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di Kelurahan Ijobalit. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat peternak setempat, melalui tahapan persiapan bahan dan proses pengomposan menggunakan aktivator EM4. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa limbah kotoran sapi dapat diolah menjadi pupuk kompos dengan karakteristik fisik yang baik, yaitu berwarna coklat kehitaman, bertekstur remah, dan tidak berbau menyengat. Meskipun belum dilakukan pengujian secara kuantitatif terhadap kualitas tanah, hasil observasi lapangan dan kajian literatur menunjukkan bahwa kompos kotoran sapi berpotensi berperan sebagai pembenah tanah dan mendukung perbaikan kondisi tanah yang cenderung kering. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif solusi dalam pengelolaan limbah peternakan serta mendukung pertanian ramah lingkungan di tingkat lokal.