cover
Contact Name
Fibrianis Puspita Anhar
Contact Email
nidhomiya@iainponorogo.ac.id
Phone
(0352) 3576565
Journal Mail Official
nidhomiya@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
IAIN Ponorogo Kampus II Jl. Puspita Jaya, Krajan, Pintu, Kec. Jenangan, Kab. Ponorogo, Jawa Timur 63492
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster
ISSN : 29648165     EISSN : 29648157     DOI : https://doi.org/10.21154/nidhomiya
Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster, published by the Department of Zakat and Waqf Management, Faculty of Islamic Economics and Business, IAIN Ponorogo. The journal covers the study of scientific works by students or collaborations between students and lecturers in zakat and waqf management, Islamic philanthropy, disaster management, and related topics. Nidhomiya is published twice a year in June and December. Manuscripts submitted are selected by the editorial board and evaluated by peer reviewers. The publication process is conducted through the peer-review process according to scientific publication standards.
Articles 36 Documents
Manajemen Zakat Produktif dengan Sistem Dana Bergulir di LAZNAS Nurul Hayat Madiun Sari, Hesti Tri Indah; Amri, Muhtadin
Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster Vol. 2 No. 1 (2023): Islamic Philanthropy and Disaster
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/nidhomiya.v2i1.2062

Abstract

This study discusses the implementation of productive zakat that hopefully can improve the welfare of mustahik significantly so that the zakat funds do not stop at one mustahik only. This study aims to analyze the mechanism of productive zakat management with a circulated fund system at LAZNAS Nurul Hayat Madiun, the optimization of the circulated fund system for productive zakat at LAZNAS Nurul Hayat Madiun, and the supporting and inhibiting factors of productive zakat management with circulate fund system at LAZNAS Nurul Hayat Madiun. This research uses a qualitative research method with a descriptive approach. The type of study is field study research. There are three main points from the results of this study. First, productive zakat management with a circulated fund system to improve the welfare of mustahik has been going well. Classification of mustahik, funding, outreach and surveys, coordination, assistance, and supervision of mustahik are all going according to the plans. Second, the optimization of the circulated fund system is going well through the systematization of funds which is carried out in stages, and a program monitoring system which is executed once a month. Third, the supporting factor is the good synergy between parties, while the inhibiting factors are the less optimal role of authorized staff, the planning of fund allocations that need to be evaluated and reconsidered, the lack of direction from the institution's leaders regarding entrepreneurship and the recording of financial reports. Studi ini membahas mengenai implementasi zakat produktif yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan mustahik secara signifikan sehingga dana zakat produktif yang ada tidak hanya berhenti pada satu mustahik saja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis mekanisme pengelolaan zakat produktif dengan sistem dana bergulir di LAZNAS Nurul Hayat Madiun, optimalisasi sistem dana bergulir pada zakat produktif di LAZNAS Nurul Hayat Madiun, dan faktor pendukung serta penghambat pengelolaan zakat produktif dengan sistem dana bergulir di LAZNAS Nurul Hayat Madiun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan bersifat deskriptif dengan jenis penelitian studi lapangan. Terdapat tiga hal utama dari hasil penelitian ini. Pertama, manajemen zakat produktif dengan sistem dana bergulir untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik telah berjalan baik. Penggolongan mustahik, dana, sosialisas dan survey, koordinasi, pemberian bantuan, dan pengawasan mustahik seluruhnya berjalan sesuai dengan perencanaan. Kedua, optimalisasi sistem dana bergulir berjalan dengan baik melalui sistematisasi dana yang dilakukan secara bertahap dan sistem pengawasan program yang dilakukan sebulan sekali. Ketiga, faktor yang mendukung adalah adanya sinergi antarpihak yang baik, sedangkan faktor-faktor yang menghambat adalah peran staf berwenang yang kurang maksimal, perencaan alokasi dana yang perlu dievaluasi dan dipertimbangkan kembali, kurangnya arahan dari pihak lembaga mengenai kewirausahaan dan pencatatan laporan keuangan.
Dampak Pemberdayaan Ekonomi Melalui Proses Pemasaran Usaha "Bunda Bisa" di LAZ Yatim Mandiri Ponorogo Sari, Nia Dwi Kartika; Ulya, Husna Ni’matul
Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster Vol. 2 No. 2 (2023): Islamic Philanthropy and Disaster
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/nidhomiya.v2i2.2087

Abstract

Poverty is one of the difficult problems facing humanity. This is seen as a person's inability to meet the needs of his life. To reduce the problem of poverty, the government has created a program in the form of economic empowerment. Economic empowerment is a form of effort made to improve, motivate, mobilize the potential possessed by the community to develop more through a form of small industry or UMKM activities. Ndusun Coffee is a type of UMKM produced by Yatim Mandiri Ponorogo through an economic empowerment program. In producing the village's coffee, the institution involves widowed mothers who have poor economic conditions to be empowered, so that later it will improve their economy. The success in UMKM that are run can provide opportunities for them to increase the income of orphaned mothers and be more productive so that they can meet their daily needs. Therefore, the marketing process is very important because they can improve their knowledge and abilities. In achieving the success of this marketing process can be done using the 4P marketing mix theory, namely: product, price, place, and promotion. The type of research used by researchers is field research using a qualitative descriptive approach with data collection techniques used by researchers are interviews, observations, and documentation. After the data is obtained, it is analyzed using the data reduction method. In this empowerment program, they (orphan mothers) get sufficient results because judging from the sales of this coffee shared with Mrs. Else and they get results according to their presence in producing it and the impact, that is, before the existence of this mother can program they only had one type of job and after participating in the mother can program they had two jobs and get additional income which would later be used for daily needs. Kemiskinan merupakan salah satu masalah yang sulit dihadapi umat manusia. Hal ini dipandang sebagai ketidakmampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk mengurangi masalah kemiskinan tersebut pemerintah telah membuat suatu program berupa pemberdayaan ekonomi. Pemberdayaan ekonomi merupakan suatu bentuk upaya yang dilakukan untuk meningkatkan, memotivasi, menggerakkan potensi yang dimiliki oleh masyarakat agar lebih berkembang dengan melalui suatu bentuk kegiatan industri kecil atau UMKM. Kopi Ndusun merupakan jenis UMKM yang diproduksi oleh Yatim Mandiri Ponorogo melalui program pemberdayaan ekonomi. Dalam memproduksi kopi ndusun tersebut, Lembaga melibatkan para ibu-ibu janda yang memiliki kondisi ekonomi yang kurang untuk diberdayakan, sehingga nantinya akan meningkatkan perekonomiannya. Keberhasilan dalam UMKM yang dijalankan ini dapat memberikan kesempatan bagi mereka untuk menambah pendapatan bunda yatim dan lebih produktif sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu proses pemasaran menjadi sangat penting dilakukan karena agar mereka dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya. Dalam mencapai keberhasilan proses pemasaran ini dapat dilakukan dengan menggunakan teori bauran pemasaran 4P yaitu: produk (product), harga (prace), tempat (place), dan promosi (promotion). Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Setelah data diperoleh, dianalisa dengan menggunakan metode reduksi data. Dalam program pemberdayaan ini mereka (bunda yatim) memperoleh hasil yang cukup karena dilihat dari hasil penjualan kopi ini dibagi dengan ibu Else dan mereka mendapatkan hasil sesuai kehadiran mereka dalam memproduksinya dan dampaknya yaitu sebelum adanya program bunda bisa ini mereka hanya memiliki satu jenis pekerjaan dan setelah mengikuti program bunda bisa mereka memiliki dua pekerjaan dan mendapatkan tambahan pendapatan yang nantinya akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Faktor-Faktor Penyebab Rendahnya Kesadaran Petani dalam Membayar Zakat Pertanian di Desa Pelangkidul, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi Rahmadita, Annisa; Hanifuddin, Iza
Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster Vol. 2 No. 2 (2023): Islamic Philanthropy and Disaster
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/nidhomiya.v2i2.2090

Abstract

Awareness is the most important element in fostering a desire in a person especially to pay zakat. When there is no awareness in a person to carry out zakat, it will be difficult to do so. Pelangkidul Village has an area of 410.3 ha of rice fields. With a population of 4,000 people who work as farmers. Looking at this, the potential for agricultural zakat in Pelangkidul Village is also quite large. However, the reality that occurs in rice farming communities related to the potential for zakat payments is still very low. Where this is one of them influenced by public awareness of the implementation of agricultural zakat payments is very less in accordance with existing theories. This study aims to analyze the awareness of rice farmers in Pelangkidul Village in paying agricultural zakat, analyze the factors that cause low awareness of rice farmers in paying agricultural zakat and analyze the impact of low awareness of rice farmers on agricultural zakat payments. The method used in this study is qualitative with the type of field research (field research) which uses data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. The results of this study are that the awareness of rice farmers in Pelangkidul Village is still low because most of the people who work as farmers are only a small proportion who are aware of the obligation to pay agricultural zakat, but with payment practices that are still not in accordance with the provisions in agricultural zakat. They only spend a little of the harvest as a form of gratitude. While others do not pay zakat on agricultural products. The factors that cause low awareness in paying agricultural zakat consist of a lack of public understanding, a lack of public curiosity, a lack of socialization regarding agricultural zakat, educational factors, religiosity factors and the absence of supporting platforms. The low awareness of farmers automatically has an impact on the payment of agricultural zakat, many rice farmers in Pelangkidul Village do not pay zakat for their agricultural products. Even if the rice farmer pays zakat for his agricultural products, the implementation is not in accordance with the provisions in agricultural zakat. Kesadaran merupakan unsur terpenting dalam menumbuhkan keinginan pada diri seseorang terkhusus untuk membayar zakat. Ketika belum ada kesadaran dalam diri seseorang untuk melaksanakan zakat, maka akan terasa berat untuk melakukannya. Desa Pelangkidul memiliki luas wilayah persawahan 410,3 ha. Dengan penduduk yang berprofesi sebagai petani sebanyak 4.000 jiwa. Melirik hal tersebut seharusnya menjadikan potensi zakat pertanian di Desa Pelangkidul juga cukup besar. Namun realita yang terjadi pada masyarakat petani padi terkait potensi pembayaran zakat masih sangat rendah. Dimana hal tersebut salah satunya dipengaruhi oleh kesadaran masyarakat terhadap pelaksanaan pembayaran zakat pertanian sangat kurang sesuai dengan teori yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesadaran petani padi di Desa Pelangkidul dalam membayar zakat pertanian, menganalisis faktor-faktor penyebab rendahnya kesadaran petani padi dalam membayar zakat pertanian serta menganalisis dampak rendahnya kesadaran petani padi pada pembayaran zakat pertanian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) yang menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah kesadaran petani padi di Desa Pelangkidul tergolong masih rendah karena sebagian besar masyarakat yang berprofesi sebagai petani hanya sebagian kecil yang sadar akan adanya kewajiban membayar zakat pertanian, tetapi dengan praktek pembayaran yang masih belum sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ada pada zakat pertanian. Mereka hanya mengeluarkan sedikit dari perolehan hasil panen sebagai bentuk rasa syukur. Sedangkan sebagian lainnya tidak membayar zakat hasil pertaniannya. Adapun faktor penyebab rendahnya kesadaran dalam membayar zakat pertanian terdiri dari kurangnya pemahaman masyarakat, kurangnya rasa ingin tahu masyarakat, kurangnya sosialisasi terkait zakat pertanian, faktor pendidikan, faktor religiusitas dan tidak adanya wadah pendukung. Rendahnya kesadaran petani secara otomatis berdampak pada pembayaran zakat pertanian, banyak petani padi di Desa Pelangkidul yang tidak membayarkan zakat hasil pertaniannya. Kalaupun petani padi tersebut membayarkan zakat hasil pertaniannya, pelaksanaannya belum sesuai dengan ketentuan yang ada pada zakat pertanian.
Pengaruh Religiusitas dan Literasi Keuangan Syariah terhadap Keputusan Pengusaha Mikro Melakukan Pembiayaan Al Qardh di Bankziska Ponorogo Rahayu, Dwi; Amri, Muhtadin
Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster Vol. 2 No. 2 (2023): Islamic Philanthropy and Disaster
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/nidhomiya.v2i2.2101

Abstract

Al-Qardh is a Tabbaru contract which is generally carried out by Islamic financial institutions with the principle of virtue besides that it is carried out by Bankziska Ponorogo in helping to alleviate micro-entrepreneurs from the trap of loan sharks. In Ponorogo the level of religiosity is quite good with the number of Islamic boarding schools and faith-based schools, but in fact there are still many people in Ponorogo who are currently entangled in loans with very high interest rates (thithil banks), especially among MSMEs that are classified as micro. Based on these problems, this study aims to examine and analyze the influence of the theory of religiosity and Islamic financial literacy on the decision of micro-entrepreneurs to finance Al-Qardh at Bankziska Ponorogo. The method used in this study is a quantitative method with questionnaire media through questionnaires and google forms to collect data. The sample of this study was 100 respondents who were MSMEs micro-entrepreneurs Bankziska Ponorogo with purposive sampling techniques. Data analysis techniques with the help of Smart PLS software that uses validity, reliability, descriptive analysis, instruments and hypotheses.. The results of this study show that religiosity and Islamic financial literacy have a significant effect on Al-Qardh's financing decisions both partially and simultaneously. Thus, factors of religiosity and Islamic financial literacy can determine the decision of micro-entrepreneurs to finance Al-Qardh at Bankzsika Ponorogo. Al – Qardh merupakan akad Tabbaru’ yang pada umumnya dilakukan oleh lembaga keuangan syariah dengan prinsip kebajikan selain itu dilakukan oleh Bankziska Ponorogo dalam membantu mengentaskan pengusaha mikro dari jeratan rentenir. Di Ponorogo tingkat religiusitas terbilang cukup baik dengan ditandai banyaknya pesantren dan sekolah yang berbasis keagamaan, namun pada kenyataannya masyarakat di Ponorogo saat ini masih banyak sekali yang terjerat pinjaman dengan nilai bunga yang sangat tinggi (bank thithil), khususnya dikalangan UMKM yang tergolong mikro. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh teori religiusitas dan literasi keuangan syariah terhadap keputusan pengusaha mikro melakukan pembiayaan Al – Qardh di Bankziska Ponorogo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kuantitatif dengan media kuisioner melalui angket dan google form untuk mengumpulkan data. Sampel penelitian ini sebanyak 100 responden yang merupakan UMKM pengusaha mikro Bankziska Ponorogo dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data dengan bantuan software Smart PLS yang menggunakan uji validitas, reliabilitas, analisis deskriptif, intrumen dan hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa religiusitas dan literasi keuangan syariah berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembiayaan Al – Qardh baik secara parsial maupun simultan. Dengan demikian, faktor religiusitas dan literasi keuangan syariah dapat menentukan keputusan pengusaha mikro untuk pembiayaan Al–Qardh di Bankzsika Ponorogo.
Strategi dalam Pengelolaan Zakat untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat pada LAZNAS Yatim Mandiri Kabupaten Ponorogo Dewi, Eni Ervita; Rokamah, Ridho
Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster Vol. 2 No. 1 (2023): Islamic Philanthropy and Disaster
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/nidhomiya.v2i1.2114

Abstract

Management consists of mobilizing, organizing, and directing human efforts in utilizing materials and facilities to achieve goals. LAZNAS Yatim Mandiri is an institution that focuses on raising the social dignity of unfortunate communities. This study aims to analyze the zakat management strategy applied to empower the community's economy and the impact of the zakat management strategy on the community's economy. This research uses descriptive research with a qualitative approach. The data collection was through interviews, observation, and documentation. Analysis of the data consists of data collection, data reduction, data presentation, and data conclusion. The results show that the zakat management strategy by LAZNAS Yatim Mandiri for community empowerment includes planning, collection, implementation, empowering, monitoring, and evaluation. Any funds received afterward are distributed into planned programs (monthly, annual, or incidental). The community believes the effect of zakat management by LAZNAS Nurul Hayat is still uneven because they deem the institution unfair in choosing the people who receive zakat. Manajemen diartikan sebagai penggerakan, pengorganisasian, serta pengarahan usaha manusia dalam memanfaatkan material dan fasilitas untuk mencapai tujuan. LAZNAS Yatim Mandiri merupakan salah satu lembaga yang fokus mengangkat harkat sosial kemanusiaan yatim dhuafa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan zakat diterapkan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat dan dampak dari strategi pengelolaan zakat untuk ekonomi masyarakat. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengelolaan zakat yang dilakukan oleh LAZNAS Yatim Mandiri untuk pemberdayaan, yaitu meliputi perencanaan, penghimpunan, pelaksanaan, pemberdayaan, pengawasan, dan evaluasi. Setiap dana yang masuk ke lembaga, selanjutnya diklasifikasikan ke dalam program-program yang telah direncanakan pada periode bulanan, tahunan, atau insidental. Terkait dampak, masyarakat berpendapat bahwa dampaknya masih tidak merata karena dirasa lembaga kurang adil dalam memilih masyarakat yang menerima zakat.
Efektivitas Pendayagunaan Dana Zakat melalui “Program BISA” untuk Meningkatkan Kesejahteraan Bunda Yatim di Lembaga Amil Zakat Yatim Mandiri Ponorogo Valentina, Serli Rinda; Abadi, Said
Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster Vol. 2 No. 1 (2023): Islamic Philanthropy and Disaster
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/nidhomiya.v2i1.2133

Abstract

This article discusses the effectiveness of utilizing zakat funds at LAZ Yatim Mandiri Ponorogo through the Bunda Mandiri Sejahtera (BISA) Program to improve the welfare of widows. This study uses a qualitative descriptive method. The data collection techniques used are interviews, observation, and documentation. The interview was with the Head of LAZ Yatim Mandiri, the Program Staff, and the widows. Data analysis techniques are carried out by processing the obtained data, presenting it, organizing it, then drawing conclusions based on the facts in the field. The results contain three main points of the results. First, the provision of zakat funds aimed at productive businesses is notably helpful in increasing the productivity of mustahik compared to the provision of zakat funds for consumption purposes only. The zakat funds managed to build sustainable businesses. If productivity continues to increase, it will increase the economic income of the mustahik. Thus, hopefully, they can become zakat givers in the future. Second, the effectiveness of utilization of zakat funds through the BISA Program for the indicators of program socialization, program objectives achievement, and program monitoring have been running effectively. Only for targeting accuracy indicators, it still has not been effective. The business profits generated by the widows have increased compared to before participating in the BISA Program. Third, the obstacles in implementing the BISA Program are the presence and commitment of the members, the curriculum that is not fully delivered, and the availability of external facilitators. Based on the results concluded that the BISA Program of LAZ Yatim Mandiri Ponorogo has been running effectively, but there are still obstacles to its implementation. In general, LAZ Yatim Mandiri Ponorogo has succeeded in utilizing zakat funds to improve the welfare of widows through the BISA Program. Artikel ini membahas tentang efektivitas pendayagunaan dana zakat pada Program Bunda Mandiri Sejahtera (BISA) oleh LAZ Yatim Mandiri Ponorogo dalam meningkatkan kesejahteraan bunda yatim (janda). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada Pimpinan LAZ Yatim Mandiri, Staff Program, dan bunda yatim. Teknik analisis data dilakukan dengan mengolah data yang diperoleh, disajikan dan diorganisir, lalu menarik kesimpulan atas fakta-fakta di lapangan. Hasil penelitian meliputi tiga poin utama. Pertama, pemberian dana zakat yang ditujukan untuk usaha produktif merupakan hal yang sangat membantu dalam meningkatkan produktivitas mustahik dibandingkan dengan pemberian dana zakat untuk keperluan konsumsi. Dana zakat produktif yang diberikan kemudian dikelola untuk berproduksi secara berkelanjutan. Apabila produktivitasnya terus meningkat, maka akan meningkatkan pendapatan ekonomi mustahik sehingga harapannya kelak dapat berubah menjadi pemberi zakat. Kedua, efektivitas pendayagunaan dana zakat melalui “Program BISA” pada indikator sosialisasi program, pencapaian tujuan program, dan pemantauan program sudah efektif, tetapi untuk indikator ketepatan sasaran belum efektif. Jumlah keuntungan usaha yang dimiliki oleh bunda yatim mengalami peningkatan dari sebelum mengikuti “Program BISA”. Ketiga, kendala dalam pelaksanaan “Program BISA”, di antaranya kehadiran dan komitmen para anggota, kurikulum pembinaan yang tidak tersampaikan secara keseluruhan, dan kesibukan fasilitator eksternal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan “Program BISA” LAZ Yatim Mandiri Ponorogo telah berjalan dengan efektif, tetapi masih ditemukan kendala dalam pelaksanaannya. Secara umum, LAZ Yatim Mandiri Ponorogo berhasil mendayagunakan dana zakat untuk meningkatkan kesejahteraan bunda yatim melalui “Program BISA”.
Pendistribusian Dana Zakat untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Program "UMKM Bangkit" pada LAZ Yatim Mandiri Ponorogo Ramadhani, Nurul; Futaqi, Faruq Ahmad
Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster Vol. 2 No. 2 (2023): Islamic Philanthropy and Disaster
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/nidhomiya.v2i2.2145

Abstract

The distribution of zakat is a form of channeling zakat funds to those who are entitled to receive it. This distribution of zakat has specific goals and objectives. The target is the party who is allowed to receive zakat. And for the purpose of increasing the welfare of society in the economic field so as to reduce the number of members of the less fortunate community. In the end, the distribution of zakat was able to increase the muzakki group. This study aims to find out the pattern of distribution of zakat funds at LAZ Yatim Mandiri Ponorogo, what factors are behind the utilization of zakat funds in the UMKM Awake program at LAZ Yatim Mandiri Ponorogo, what is the impact of the utilization of zakat funds on LAZ Yatim Mandiri Ponorogo? This study uses a qualitative approach descriptive research. The method of collecting data is not in the form of numbers but in the form of interview notes, descriptions in obtaining more accurate data. So from that here researchers use research with interviews, observation, documentation. Data analysis used data collection, data reduction, data presentation and data validity. The research results obtained in research on the distribution and distribution of zakat funds that have been implemented for empowerment are that there is planning, collection, implementation, empowerment, supervision, evaluation at LAZNAS Yatim Mandiri in accordance with the theory used. Then when the funds come in they are classified into programs that have been planned from monthly, annual and incidental. Then for the impact itself there is such a thing as independent worship, then there is independence in the economic field by creating products that provide added value. Pendistribusian zakat merupakan bentuk penyaluran dana zakat kepada mereka yang berhak menerimanya. Distribusi ini zakat memiliki sasaran dan tujuan tertentu. Sasarannya adalah pihak yang diperkenankan untuk menerima zakat. Dan untuk tujuannya yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam bidang ekonomi sehingga mengurangi jumlah anggota masyarakat yang kurang mampu. Pada akhirnya distribusi zakat ini mampu meningkatan kelompok muzakki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana poladistribusi dana zakat pada LAZ Yatim Mandiri Ponorogo, faktorapa yang melatarbelakangi pendayagunaan dana zakat pada program UMKM Bangkit di LAZ Yatim Mandiri Ponorogo, bagaimana dampak pendayagunaan dana zakat pada LAZ Yatim Mandiri Ponorogo Penelitian ini menggunakan menggunakan penelitian Deskriptif pendekatan kualitatif. Metode dalam pengumpulan data bukan berupa angka tetapi berupa catatan wawancara, gambaran-gambaran dalam memperoleh data yang lebih akurat. Maka dari itu disini peneliti menggunakan penelitian dengan wawancara, observasi, dokumentasi. Analisi data yang digunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan keabsahan data. Hasil penelitian yang didapatkan pada penelitian tentang pendistribusidan dana zakat yang sudah diterapkan untuk pemberdayaan adalah adanya perencanaan, penghimpunan, pelaksanaan, pemberdayaan, pengawasan, evaluasi pada LAZNAS Yatim Mandiri sudah sesuai dengan teori yang digunakan. Lalu pada saat dana masuk diklasifikasikan pada program-program yang telah direncanakan dari bulanan, tahunan dan insidental. Kemudian untuk dampaknya sendiri ada yang namanya mandiri ibadah, lalu ada mandiri pada bidang ekonomi dengan mewujudkan produk-produk yang memberikan nilai tambah.
Pengelolaan Aset Wakaf di Pondok Pesantren Al-Barokah Mangunsuman, Siman, Ponorogo Ikhsan , M. Mulazimul; Janah, Unun Roudlotul
Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster Vol. 2 No. 2 (2023): Islamic Philanthropy and Disaster
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/nidhomiya.v2i2.2154

Abstract

Waqf is something that has been known for a long time in Indonesia, usually the practice of waqf is often carried out in terms of education of places of worship. But currently waqf has progress in terms of management, one of which is in the Al-Barokah Mangunsuman Siman Ponorogo Islamic Boarding School, where waqf management is advancing in its management towards the education sector. Waqf land began to be used for evening and night ngaji facilities. But unfortunately, there is a lack of skills from waqf managers, so the fulfillment of educational facilities as a whole still requires a more competent stage. This study aims to: (1) Know and analyze the pattern of waqf asset management at Al-Barokah Mangunsuman Siman Ponorogo Islamic Boarding School, (2) Know and analyze the impact of waqf asset management on the implementation of activities at Al-Barokah Mangunsuman Siman Ponorogo Islamic Boarding School. This research is a qualitative research that is a case study. Data collection is carried out using interview, observation and documentation methods. The data analysis used is Miles and Huberman's qualitative analysis which consists of three components of analysis, in the form of: data reduction, data presentation and conclusions. The results showed that: (1) Waqf in Pondok Al-Barokah is classified as productive waqf, firstly the pattern of waqf management must be integrated, meaning that waqf funds are allocated for empowerment programs with all kinds of costs included in it. The second azaz of nadzir welfare, meaning that the work of being a nadzir is not only a side job, but a job that is truly pursued because of Allah. Third, the principle of transparency and responsibility, means that the waqf nadzir must report the management process in writing. (2) The impact of waqf management can be seen from: first through deposits intended to serve development projects, second helping the establishment of cottage infrastructure, third providing opportunities to get jobs and reduce unemployment. Wakaf merupakan suatu hal yang sudah di kenal lama di Indonesia, biasanya praktik wakaf sering dilakukan dalam hal pendidian tempat-tempat ibadah. Namun saat ini wakaf memiliki kemajuan dalam hal pengelolaan, salah satunya yang ada di Pondok Pesantren Al-Barokah Mangunsuman Siman Ponorogo, yang mana pengelolaan wakaf maju dalam pengelolaannya menuju sektor pendidikan. Tanah wakaf mulai dimanfaatkan untuk sarana ngaji sore dan malam. Namun sayangnya, kurang adanya keterampilan dari pengelola wakaf, sehingga untuk pemenuhan fasilitas pendidikan secara menyeluruh masih memerlukan tahap yang lebih kompeten lagi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui dan menganalisis pola pengelolaan aset wakaf di Pondok Pesantren Al-Barokah Mangunsuman Siman Ponorogo, (2) Mengetahui dan menganalisis dampak pengelolaan aset wakaf terhadap penyelenggaraan kegiatan di Pondok Pesantren Al-Barokah Mangunsuman Siman Ponorogo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat studi kasus. Pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif milik Miles and Huberman yang terdiri atas tiga komponen analisis, berupa: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Wakaf pada Pondok Al-Barokah tergolong wakaf produktif, pertama pola manajemen wakaf harus terintegrasi, artinya dana wakaf dialokasikan untuk program-program pemberdayaan dengan segala macam biaya yang tercakup di dalamnya. kedua azaz kesejahteraan nadzir, artinya pekerjaan menjadi nadzir bukan hanya menjadi pekerjaan sampingan, tetapi menjadi pekerjaan yang benar-benar ditekuni karena Allah. ketiga azaz transparansi dan tanggung jawab, artinya nadzir wakaf harus melaporkan proses pengelolaan secara tertulis. (2) Dampak pengelolaan wakaf dapat dilihat dari: pertama melalui simpanan yang ditujukan untuk melayani proyek-proyek pembangunan, kedua membantu pendirian infrastruktur pondok, ketiga memberikan kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan dan mengurani pengangguran
Pemahaman Petani Padi tentang Zakat Pertanian di Desa Dlanggu, Kabupaten Lamongan Sholikhah, Faridhatun; Futaqi, Faruq Ahmad
Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster Vol. 3 No. 1 (2024): Islamic Philanthropy and Disaster
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/nidhomiya.v3i1.2944

Abstract

Dlanggu Village is one of the settlements in the Deket District, Lamongan Regency. Farmers make up most of the people living in Dlanggu Village, and they do well financially from their farming endeavors. However, the community's knowledge of the obligation to pay the fort of their agricultural produce is relatively low due to a lack of understanding of agricultural zakat. The purpose of this study is to ascertain and evaluate the farmers' perceptions of agriculture zakat and its effects in Dlanggu Village. This study employs a qualitative technique in field research. Three methods are utilized to acquire data: documentation, interviews, and observations. When a farmer can differentiate between zakat and alms, elaborate on the definition of agricultural zakat, and specify the appropriate quantity of zakat to be expected, it is a sign that they have a fair understanding of the agricultural zakat. This lack of knowledge leads to a low amount of agricultural zakat payment among the farmers in Dlanggu Village. However, some farmers donate a portion of their farm's output and deem it as alms. Desa Dlanggu merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan. Mayoritas penduduk Desa Dlanggu berprofesi sebagai petani dan mendapatkan hasil yang besar dari kegiatan pertaniannya. Masyarakat Desa Dlanggu cukup agamis. Namun, karena kurangnya pemahaman masyarakat mengenai zakat pertanian, kesadaran masyarakat Desa Dlanggu untuk membayar zakat hasil pertanian mereka menjadi kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pemahaman petani padi Desa Dlanggu tentang zakat pertanian beserta dampaknya. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah data dikumpulkan, kemudian dilakukan pengujian keabsahan data dengan trianggulasi data untuk selanjutnya dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani Desa Dlanggu belum memiliki pemahaman yang baik terkait pembayaran zakat pertanian dibandingkan dengan pemahaman tentang puasa maupun sholat. Indikator memiliki pemahaman yang baik adalah apabila petani dapat membedakan antara zakat dengan sedekah, mampun menjelaskan secara detil pengertian zakat pertanian, dan mampu menjelaskan besaran zakat yang harus dikeluarkan. Dampak dari kurangnya pemahaman tersebut adalah masyarakat petani tidak membayarkan yang seharusnya menjadi zakat pertanian mereka. Meskipun demikian, terdapat beberapa petani yang memberikan sebagian hasil dari pertanian mereka dan menganggapnya sebagai sedekah.
Manajemen Pendistribusian Zakat Produktif pada Program Pemberdayaan UMKM di LAZISMU Wonogiri Sari, Mega Puspita; Hanifuddin, Iza
Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster Vol. 3 No. 1 (2024): Islamic Philanthropy and Disaster
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/nidhomiya.v3i1.2945

Abstract

The main purpose of this study is to analyze the distribution management of productive zakat at SMEs' empowerment program in LAZISMU Wonogiri, the factors behind the distribution management of productive zakat, and its impact on mustahik welfare. The type of research is field research with a descriptive qualitative approach. The research was conducted at LAZISMU Wonogiri with data collection techniques using interviews and documentation. The results of this study show the following: (1) distribution management of productive zakat at SMEs' empowerment program carried out by LAZISMU Wonogiri including planning, organizing, actuating, and controlling; (2) in the management carried out, there are supporting factors and also inhibiting factors both from internal and external; (3) the results of the distribution can already be felt by mustahik in the form of changing the status of mustahik to muktafi and also munfiq but the hope of being able to change the status of mustahik to muzaki is still not achieved. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis manajemen pendistribusian zakat produktif pada program pemberdayaan UMKM di LAZISMU Wonogiri, faktor yang melatarbelakangi manajemen pendistribusian zakat produktif tersebut serta dampaknya terhadap kesejahteraan mustahik. Jenis penelitian yang digunakan, yaitu penelitian lapangan (field reseach) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di LAZISMU Wonogiri dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagai berikut: (1) manajemen pendistribusian zakat produktif pada program pemberdayaan UMKM yang dilakukan oleh LAZISMU Wonogiri meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan; (2) pada manajemen yang dilakukan terdapat faktor pendukung dan juga faktor penghambat baik yang berasal dari internal maupun eksternal; (3) hasil dari pendistribusian sudah dapat dirasakan oleh mustahik berupa perubahan status mustahik menjadi muktafi dan juga munfiq, tetapi harapan untuk dapat merubah status mustahik menjadi muzaki masih belum dapat tercapai.

Page 3 of 4 | Total Record : 36