cover
Contact Name
Fibrianis Puspita Anhar
Contact Email
nidhomiya@iainponorogo.ac.id
Phone
(0352) 3576565
Journal Mail Official
nidhomiya@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
IAIN Ponorogo Kampus II Jl. Puspita Jaya, Krajan, Pintu, Kec. Jenangan, Kab. Ponorogo, Jawa Timur 63492
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster
ISSN : 29648165     EISSN : 29648157     DOI : https://doi.org/10.21154/nidhomiya
Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster, published by the Department of Zakat and Waqf Management, Faculty of Islamic Economics and Business, IAIN Ponorogo. The journal covers the study of scientific works by students or collaborations between students and lecturers in zakat and waqf management, Islamic philanthropy, disaster management, and related topics. Nidhomiya is published twice a year in June and December. Manuscripts submitted are selected by the editorial board and evaluated by peer reviewers. The publication process is conducted through the peer-review process according to scientific publication standards.
Articles 36 Documents
Produktivitas Pengelolaan Zakat dalam Meningkatkan Perekonomian Mustahik di LAZISNU Kabupaten Sumenep Budianto, Budianto; Damanuri, Aji
Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster Vol. 1 No. 1 (2022): Islamic Philanthropy and Disaster
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/nidhomiya.v1i1.708

Abstract

This research is motivated by the management of productive zakat which is experiencing obstacles, this is due to fraud from mustahik who do not use the zakat aid funds properly. The purpose of this study was to analyze the productivity of zakat management in improving the mustahik economy in LAZISNU, Sumenep Regency. The type of research used by the researcher is field research. This research approach uses descriptive qualitative, with data collection techniques through interviews and data analysis techniques using deductive methods that analyze general data to draw specific conclusions. The results of this study indicate that in the management of productive zakat funds, there are obstacles in determining mustahik that are not appropriate. In addition, the lack of guidance provided by amil to mustahik so that not a few of the mustahik misuse the productive zakat funds. The impact of zakat productivity on mustahik is positive and negative, this is due to the consistency of mustahik in developing productive zakat funds according to or not with the initial agreement. In this case, the researcher suggests that in the future there should be additional aspects of organizing, planning and controlling. Then the determination of mustahik must be carried out according to the right target and indeed mustahik are in need. Penelitian ini dilatar belakangi oleh pengelolaan zakat produktif yang pengalami hambatan hal itu disebabkan karna adanya kecurangan dari mustahik yang tidak menggunakan dana bantuan zakat tersebut sebagaimana mestinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis produktifitas pengelolaan zakat dalam meningkatkan perekonomian mustahik di LAZISNU Kabupaten Sumenep. Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian lapangan (field research). Pendekataan penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan teknik analisis data menggunakan metode deduktif yang menganalisis data bersifat umum untuk ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pengelolaan dana zakat produktif belum maksimal terdapat kendala pada penentuan mustahik yang tidak tepat. Selain itu kurangnya pembinaan yang dilakukan amil kepada mustahik sehingga tidak sedikit dari mustahik yang menyalagunakan dana zakat produktif tersebut. Dampak produktifitas zakat kepada mustahik berupa positif dan negatif hal itu disebabkan konsistensi dari mustahik dalam mengembangkan dana zakat produktif sesuai atau tidak dengan kesepakatan awal. Dalam hal ini peneliti menyarankan kedepannya harus ada penambahan pada aspek organizing, planning dan controlling. Kemudian pada penentuan mustahik harus dilakukan sesuai dengan target yang tepat dan memang benar- benar mustahik yang membutuhkan.
Efektivitas Pemberdayaan Zakat Produktif di Laboratorium Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf IAIN Ponorogo Taufik, Afif Izam; Wahyuni, Ajeng
Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster Vol. 1 No. 1 (2022): Islamic Philanthropy and Disaster
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/nidhomiya.v1i1.710

Abstract

The main objective of this research is to analyze the effectiveness of productive zakat empowerment in goats' cattle for improving community welfare. The research type is field research using an inductive qualitative approach. The research was conducted in the laboratory of zakat, infaq, alms, and waqf of IAIN Ponorogo with data collection techniques using interviews, observations, and documentation. The results of this study show that (1) in the empowerment program, productive zakat funds use conventional productive forms; (2) the effectiveness of productive zakat empowerment in goats' cattle can already be said to be effective as it is in accordance with the indicators put forward by Budiani (2009); (3) there are obstacles in implementing the productive zakat empowerment in goats' cattle, including technical constraints, financial constraints, and market constraints. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas pemberdayaan zakat produktif ternak kambing dalam menyejahterakan masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan, yaitu penelitian lapangan (field reseach) dengan pendekatan kualitatif induktif. Penelitian dilakukan di Laboratorium Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf IAIN Ponorogo dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagai berikut: (1) dalam program pemberdayaan, dana zakat produktif menggunakan bentuk produktif konvensional; (2) efektivitas pemberdayaan zakat produktif ternak kambing sudah dapat dikatakan efektif karena sesuai dengan indikator-indikator yang dikemukakan oleh Budiani (2009); (3) terdapat kendala dalam pelaksanaan pemberdayaan zakat produktif ternak kambing, di antaranya yaitu, kendala teknis, kendala finansial, dan kendala pasar.
Pemahaman Masyarakat tentang Kewajiban Membayar Zakat Pertanian (Studi Kasus Masyarakat Desa Penujah Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal) Asmarani, Devie Aulia; Suryaningsih, Ruliq
Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster Vol. 1 No. 1 (2022): Islamic Philanthropy and Disaster
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/nidhomiya.v1i1.712

Abstract

Penujah Village is one of the villages located in Kedungbanteng District, Tegal Regancy, where the average population is a farmer. The condition of the people of penujah Village is also quite religious, the potential for their harverstis also large. However, due to their lack of knowledge about agricultural zakat which also results in a lack of public awareness in paying agricultural zakat. The main purpose of this study to determine and analyze the factors that influence people’s understanding of the obligation to pay agricultural zakat and to find out how the impact of agricultural zakat on mustahik in Penujah village, Kedungbanteng District Regency Of Tegal. The type of research used is field research with a qualitative approach. The data collection technique is through observation, interviews and documentation. After the data is collected, then the validity of the data is tested by triangulation of sources and then analyzed using the inducative method. Based on the research that has been done, it can be concluded that 1) the factors that influence people’s understanding of agricultural zakat include knowledge factor, pevious experience factors, economic factors, social factors and information factors. Of the five factors, the most influencing is the knowledge factors. The public only know what zakat is but does not know in detail how it is paid. 2) the impact of agricultural zakat on the welfare of mustahik can already be felt by mustahik but only to meet comsumptive needs. It is hoped that later cash donations from agricultural zakat can become productive zakat so that they can be used as bussiness capital by mustahik. Desa Penujah merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal yang rata-rata penduduknya berprofesi sebagai petani. Keadaan masyarakat Desa Penujah juga cukup agamis, potensi hasil panen mereka juga besar. Namun, akibat kurangnya pengetahuan mereka tentang zakat pertanian yang berakibat pula pada kurangnya kesadaran masyarakat dalam membayar zakat pertanian. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis faktor yang mempengaruhi pemahaman masyarakat tentang kewajiban membayar zakat pertanian dan untuk mengetahui bagaimana dampak zakat pertanian terhadap mustahik di Desa Penujah Kec. Kedungbanteng Kab.Tegal. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan datanya adalah melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah data dikumpulkan, kemudian dilakukan pengujian keabsahan data dengan triangulasi sumber dan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode induktif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa 1) faktor yang mempengaruhi pemahaman masyarakat tentang zakat pertanian meliputi faktor pengetahuan, faktor pengalaman terdahulu, faktor ekonomi, faktor sosial dan faktor informasi. Dari kelima faktor tersebut yang paling mempengaruhi adalah faktor pengetahuan. Masyarakat hanya sebatas tahu apa itu zakat tetapi tidak mengetahui secara detail bagaimana pembayarannya 2) Dampak zakat pertanian terhadap kesejahteraan mustahik sudah bisa dirasakan mustahik tetapi hanya sebatas memenuhi kebutuhan konsumtif. Diiharapkan nantinya pemberian tunai dari zakat pertanian bisa menjadi zakat produktif agar bisa dijadikan sebagai modal usaha oleh para mustahik.
Efektivitas Digital Fundraising melalui Platform “indonesiadermawan.id” pada Aksi Cepat Tanggap Ponorogo Sholikhah, Nurul Alfiatus; Janah, Unun Roudlotul
Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster Vol. 1 No. 1 (2022): Islamic Philanthropy and Disaster
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/nidhomiya.v1i1.714

Abstract

As a philanthropic institution, ACT Ponorogo uses “indonesiadermawan.id” platform for fundraising activities. However, many people are still unfamiliar with the “indonesiadermawan.id” platform. The main purpose of this research is to find out more about the background of using the platform and the effectiveness of the mechanism for implementing digital fundraising through the platform, as well as the supporting and inhibiting factors. This study uses a descriptive qualitative approach with a case study method. Data was collected through interviews, observations, and documentation studies. Based on the results of the study, it was concluded that the reasons behind the use of the “indonesiadermawan.id” platform as a fundraising method by ACT Ponorogo were private ownership of the platform and low operating costs. The mechanism for implementing the platform based on performance has not been effective, because the acquisition of donations is still far from the target. Fundraising through ‘indonesiadermawan.id’ has supporting factors including a privately owned platform, low operating costs, easy access, detailed information on the platform, and allowing transfer via e-wallet and Alfamart outlets. In addition, there are also inhibiting factors, namely less known by the public and access to the internet network that has not been evenly distributed. Sebagai salah satu lembaga filantropi, ACT Ponorogo menggunakan platform “indonesiadermawan.id” untuk kegiatan penggalangan dana. Namun, banyak masyarakat yang masih awam mengenai platform “indonesiadermawan.id”. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih jauh latar belakang penggunaan platform dan efektivitas mekanisme penerapan digital fundraising melalui platform tersebut serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa faktor yang melatarbelakangi penggunaan platform “indonesiadermawan.id” sebagai salah satu metode fundraising oleh ACT Ponorogo, yaitu kepemilikan platform secara pribadi dan biaya operasional yang murah. Mekanisme penerapan platform jika dilihat berdasarkan kinerja belum efektif, sebab perolehan donasi masih jauh dari sasaran. Penggalangan dana melalui “indonesiadermawan.id” memiliki faktor pendukung di antaranya: platform milik pribadi, biaya operasional yang murah, kemudahan akses, informasi rinci dalam platform, dan menerima transfer melalui e-wallet dan gerai Alfamart. Selain itu ada pula faktor penghambat, yaitu kurang dikenal oleh masyarakat dan akses jaringan internet yang belum merata.
Bauran Promosi terhadap Minat Masyarakat dalam Membayar Zakat pada LAZISMU Kabupaten Ngawi Safiera, Farin Reza; Damanuri, Aji
Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster Vol. 1 No. 1 (2022): Islamic Philanthropy and Disaster
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/nidhomiya.v1i1.717

Abstract

This research is motivated by the lack of public interest in paying zakat. Therefore, LAZISMU Ngawi Regency uses a mix promotion strategy to attract public interest by promoting the five existing programs at LAZISMU Ngawi Regency, namely: education, health, social da'wah, humanity, and economy. The purpose of this study was to analyze the effect of promotion on public interest in paying zakat at LAZISMU Ngawi Regency. The type of research used is field research. This research approach uses descriptive qualitative. The research was conducted at LAZISMU Ngawi Regency with data collection techniques using interviews, observation, and documentation. The results of this study indicate that: 1) the strategy used by LAZISMU Ngawi Regency has carried out 4 promotional mix mixes, namely: advertising, personal selling, publicity, and sales promotion; 2) promotions carried out by LAZISMU in Ngawi Regency can increase fundraising activities. LAZISMU Ngawi Regency uses two fundraising strategies, namely regular and incidental; 3) LAZISMU Ngawi Regency in carrying out promotions on zakat is quite good. Obtained from existing data, LAZISMU Ngawi Regency from 2019 to 2020 has increased by up to 100%. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya minat masyarakat dalam membayar zakat. Oleh karena itu, LAZISMU Kabupaten Ngawi menggunakan strategi promosi campuran untuk menarik minat masyarakat dengan cara mempromosikan lima program yang ada di LAZISMU Kabupaten Ngawi, yaitu: pendidikan, kesehatan, sosial dakwah, kemanusiaan, dan ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh promosi terhadap minat masyarakat dalam membayar zakat pada LAZISMU Kabupaten Ngawi. Jenis penelitian yang digunakan, yaitu penelitian lapangan (field research). Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di LAZISMU Kabupaten Ngawi dengan teknik pengumpulan data menggunakan kegiatan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) strategi yang digunakan LAZISMU Kabupaten Ngawi telah melakukan 4 bauran promosi, yaitu: periklanan, penjualan perseorangan, publisitas, dan promosi penjualan; 2) promosi yang dilakukan LAZISMU Kabupaten Ngawi dapat meningkatkan kegiatan penggalangan dana. LAZISMU Kabupaten Ngawi menggunakan dua strategi penggalangan dana, yaitu secara reguler dan insidental; 3) LAZISMU Kabupaten Ngawi dalam melaksanakan promosi tentang zakat sudah cukup baik. Diperoleh dari data yang ada, LAZISMU Kabupaten Ngawi dari tahun 2019 ke tahun 2020 mengalami kenaikan hingga 100%.
Optimalisasi Potensi Wakaf Tunai sebagai Penggerak Bisnis Melalui Pengembangan Fintech Wakaf di Era Digitalisasi Nazah, Risma Khoirun
Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster Vol. 1 No. 1 (2022): Islamic Philanthropy and Disaster
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/nidhomiya.v1i1.722

Abstract

Nowadays technological development is progressing very rapidly. Almost every line of life has been digitalized, this can be seen by the emergence of many technology-based applications that facilitate human activities. The rise of this trend also impacts waqf, especially cash waqf. If in the past waqf was only based on land for the construction of mosques, burial ground, or educational institutions but now waqf can also be in the form of cash. One of the digitalization systems that is being developed in the field of waqf is the waqf financial technology system. The existence of this system can facilitate prospective waqf in having a waqf and can increase the interest of the community which incidentally does not intend to endowments to be interested in parenting. In addition, funds from cash waqf can drive the economy by bringing up a start-up business for those mauquf alaih. Dewasa ini, perkembangan teknologi mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hampir di setiap lini kehidupan telah terdigitalisasi, hal tersebut dapat terlihat dengan banyaknya bermunculan aplikasi berbasis teknologi yang mempermudah aktivitas manusia. Maraknya trend tersebut juga berimbas pada wakaf, tak terkecuali wakaf tunai. Apabila dahulu wakaf hanya berbasis tanah untuk pembangunan masjid, tanah pemakaman, atau lembaga pendidikan, namun sekarang wakaf juga dapat berbentuk tunai. Salah satu sistem digitalisasi yang tengah dikembangkan pada bidang perwakafan adalah sistem Financial Technology (FinTech) wakaf. Dengan adanya sistem tersebut dapat mempermudah calon wakif dalam berwakaf serta dapat meningkatkan minat masyarakat yang semula tidak berniat untuk wakaf menjadi tertarik untuk berwakaf. Selain itu, dana hasil wakaf tunai dapat menggerakkan perekonomian dengan memunculkan suatu bisnis start-up bagi mauquf alaih.
Persepsi Aparatur Sipil Negara IAIN Ponorogo terhadap Mekanisme Pemotongan Gaji untuk Zakat Penghasilan Azam, Shelna Azima; Rokamah, Ridho
Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster Vol. 1 No. 1 (2022): Islamic Philanthropy and Disaster
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/nidhomiya.v1i1.737

Abstract

ASN's perception of the mechanism of salary deductions at IAIN Ponorogo affects the payment of income zakat paid by each ASN. Although different needs regarding both personal and institutional programs, salary deductions are also in accordance with state orders and in accordance with the law stipulated in Subsection 58 paragraph (1) of PP 36/2021 which states that it is possible to deduct workers' wages, provided that the total amount of wage deductions is a maximum of 50% of every payment of wages received by workers (subsection 65 PP 36/2021). This is in accordance with the State Constitution and has been through the agreement of both parties between the party to be cut and the salary cut. The purpose of this study was to identify how the perception of ASN IAIN Ponorogo regarding salary deductions for income zakat which started from the L-Ziswaf program of IAIN Ponorogo. This research method uses a descriptive qualitative approach, primary and secondary data sources with a total of 8 ASN informants and 2 L-Ziswaf treasurers and the central treasurer of IAIN Ponorogo. Data analysis based on interviews, documentation, and salary slips of one ASN IAIN Ponorogo. The result of the study is obtaining various ASN perceptions regarding the salary deduction system for income zakat at IAIN Ponorogo. Through the perception of ASN, it can be concluded that the perception affects participation in the payment of income zakat in IAIN Ponorogo with the salary deduction method. However, not all of them participate in salary deductions for income zakat, but there are those who follow for infaq, alms, cooperatives, and mini bank. Persepsi ASN mengenai mekanisme potong gaji IAIN Ponorogo mempengaruhi pembayaran zakat penghasilan yang ditunaikan oleh ASN masing-masing. Walaupun berbeda-beda kebutuhan baik perihal pribadi maupun program institusi, pemotongan gaji juga sesuai dengan perintah negara dan sesuai dengan undang-undang yang ditetapkan pada Pasal 58 ayat (1) PP 36/2021 yang menyebut dimungkinkan dilakukannya pemotongan upah pekerja dengan ketentuan jumlah keseluruhan pemotongan upah paling banyak adalah 50% dari setiap pembayaran upah yang diterima pekerja (Pasal 65 PP 36/2021). Hal ini sudah sesuai dengan Undang-Undang Dasar negara dan sudah melalui persetujuan kedua belah pihak antara pihak yang akan dipotong dan yang memotong gaji. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana persepsi ASN IAIN Ponorogo mengenai pemotongan gaji untuk zakat penghasilan yang bermula dari program L-Ziswaf IAIN Ponorogo. Metode penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif, sumber data primer dan sekunder dengan jumlah informan sebanyak 8 orang ASN dan 2 bendahara L- Ziswaf dan bendahara pusat IAIN Ponorogo. Analisis data berdasarkan wawancara, dokumentasi, dan slip gaji salah satu ASN IAIN Ponorogo. Hasil penelitian, yaitu diperoleh berbagai persepsi ASN mengenai sistem potong gaji untuk zakat penghasilan di IAIN Ponorogo. Melalui persepsi ASN dapat disimpulkan bahwa persepsi mempengaruhi keikutsertaan dalam pembayaran zakat penghasilan di lingkungan IAIN Ponorogo dengan metode potong gaji. Tetapi, tidak semua mengikuti potong gaji untuk zakat penghasilan, melainkan ada yang mengikuti untuk infaq, sedekah, koperasi, dan mini bank.
Peran Rentenir terhadap Pembiayaan pada Para Pelaku Usaha Mikro di Masa Pandemi COVID-19 Tahun 2020-2021 (Studi Kasus di Pasar Pon Jombang) Soenjoto, Wening Purbatin Palupi; Juwita, Dwi Runjani
Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster Vol. 1 No. 1 (2022): Islamic Philanthropy and Disaster
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/nidhomiya.v1i1.931

Abstract

Micro business actors in Indonesia are the largest business actors compared to small, medium, and large business actors. The distribution and diversity of products sold by micro business actors is more evenly distributed to remote villages. These micro business actors meet the needs of the middle-to-middle class people. down with sales transactions that rely more on direct transactions and the use of cash in trade. But what happens in the reality of trading is precisely these micro actors who are still very minimally touched by financing by banks. The application of banking policies and the administration system in the banking financing process makes it difficult for players micro-enterprises. Thus, micro-enterprises prefer to finance loan sharks, although in terms of loan interest rates are higher than banks. Ease of disbursing financing faster without the need for collateral as a financing requirement is the reason most recognized by micro-business actors who do financing to moneylenders. This study uses a qualitative research method causal (explanatory) case studies to determine the role of moneylenders in financing micro-enterprises and explain descriptively why micro-entrepreneurs prefer to finance loan sharks rather than banks. This study focuses on Micro-business actors, the majority of whom are financing loan sharks and the development of moneylenders, are changing, more "humanist" in financing in terms of the performance pattern of the application of financing which seems scary as was done before, although the application of high interest costs is still carried out and approved by debtors. This study took open interview data on 50 traders in Pon Jombang Market who are micro business actors. Para pelaku usaha mikro di Indonesia merupakan para pelaku usaha terbanyak dibandingkan pelaku usaha,kecil,menengah dan besar.Penyebaran dan keragaman produk yang dijual oleh para pelaku usaha mikro lebih merata hingga pelosok desa.Para pelaku usaha mikro ini lebih banyak memenuhi kebutuhan mastayarat menengah ke bawah dengan transaksi penjualan yang lebih mengandalkan transaksi langsung dan penggunaan uang tunai dalam perdagangan.Namun yang terjadi di realita perdagangan justru para pelaku mikro inilah yang masih sangat minim tersentuh pembiayaan oleh perbankan.Penerapan kebijakan perbakan dan sistem admistrasi dalam proses pembiayaan perbankan yang menyulitkan para pelaku usaha mikro.Sehingga para pelaku usaha mikro lebih memilih melakukan pembiayaan pada rentenir walaupun dai segi bunga pinjaman lebih tinggi dari perbankan.Kemudahan pencairan pembiayaan yang lebih cepat tanpa perlu agunan sebagai syarat pembiayaa, menjadi alasan yang paling diakui oleh para pelaku usaha mikro yang melakukan pembiayan pada rentenir.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus kausal(ekplanatori) untuk mengetahui peran rentenir terhadap pembiayaan pada para pelaku usaha mikro dan menjelaskan secara deskriptif mengapa para pelaku usaha mikro lebih memilih melakukan pembiayaan pada rentenir dibandingkan pada perbankan.Penelitian ini berfokus pada pelaku usaha mikro yang mayoritas lebih melakukan pembiayaan pada rentenir dan juga perkembangan rentenir ,yang berubah,lebih “humanis”dalam pembiayaan secara pola kinerja penerapan pembiayaan yang terkesan menyeramkan seperti yang dilakukan sebelumnya walaupun penerapan biaya bunga yang tinggi masih dilakukan dan disetujui oleh para debitur.Penelitian ini mengambil data wawancara terbuka pada 50 pedagang di Pasar Pon Jombang yang merupakan pelaku usaha mikro.
Strategi Daya Saing Peningkatan Minat pada Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf Masykuroh, Ely; Sudrajat, Anton
Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster Vol. 1 No. 1 (2022): Islamic Philanthropy and Disaster
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/nidhomiya.v1i1.942

Abstract

The phenomenon of scarcity of enthusiasts in zakat and waqf management study programs in almost all PTKIN in Indonesia compared to other majors/study programs, - it becomes a necessity for policy makers, especially majors/study programs to try to improve competitiveness by formulating appropriate strategies. The approach in strategy formulation uses multi-criteria analysis (MCA) and is analyzed with the Analytical Hierarchy Process (AHP) based on Porter's theory of competitiveness strategy which includes cost advantage, differentiation, and focus, by taking the research locus at IAIN Ponorogo is a necessity for study program policy makers to strive to increase competitiveness by formulating appropriate strategies. The performance approach in strategy formulation uses multi-criteria analysis (MCA) and analyzed by Analytical Hierarchy Process (AHP). The results of this study offer alternative strategies to improve the competitiveness of zakat and waqf management study programs, namely cost advantages, differentiation, and focus where each strategy has advantages and disadvantages. However, the right alternative form of strategy is differentiation. Adanya fenomena kelangkaan peminat jurusan/program studi manajemen zakat dan wakaf di hampir seluruh PTKIN di Indonesia dibandingkan dengan jurusan/program studi yang lain, - menjadi suatu keniscayaan bagi pemangku kebijakan, khususnya jurusan/program studi untuk berupaya meningkatkan daya saing dengan cara merumuskan strategi-strategi yang tepat. Pendekatan dalam penyusunan strategi menggunakan analisis multi kriteria (MCA) dan dianalisis dengan Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan berpijak dari teori strategi daya saing Porter yang meliputi keunggulan biaya, diferensiasi, dan focus dengan mengambil lokus penelitian di IAIN Ponorogo. Hasil penelitian ini menawarkan alternatif strategi untuk meningkatkan daya saing program studi manajemen zakat dan wakaf melalui keunggulan biaya, diferensiasi, dan fokus dimana masing-masing strategi memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun, bentuk alternatif strategi yang tepat pada saat ini adalah diferensiasi.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Intensi Masyarakat Membayar Infak dan Sedekah melalui E-Wallet Atmaja, Anton; Amri, Muhtadin
Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster Vol. 1 No. 2 (2022): Islamic Philanthropy and Disaster
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/nidhomiya.v1i2.1343

Abstract

Few people know that infaq and alms payments can be made through e-wallets. So, this study aims to examine and analyze the factors influencing people's intentions to pay infaq and alms through e-wallets. This research is expected to be a reference for the community regarding infaq and alms payments through e-wallets. It can assist infaq and alms managers in finding good strategies for increasing infaq and alms collection through e-wallets. This study uses quantitative methods, data collection techniques using questionnaires via Google form, and snowball sampling techniques. This study also uses SEM-PLS data analysis techniques with the help of Smart PLS 3.3.3 Software. The results of this study are that there is a positive and significant influence from personal, psychological, cultural, and social factors on people's intentions to pay infaq and alms through e-wallets. Thus, it can be concluded that personal, psychological, cultural, and social factors can determine people's intentions to pay infaq and alms through e-wallets. Saat ini masyarakat belum banyak yang mengetahui bahwa pembayaran infak dan sedekah bisa melalui e-wallet. Maka penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi intensi masyarakat dalam pembayaran infak dan sedekah melalui e-wallet. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan untuk masyarakat terkait pembayaran infak dan sedekah melalui e-wallet, dan dapat membantu pengelola infak dan sedekah untuk menemukan strategi yang baik dalam meningkatkan penghimpunan infak dan sedekah melalui e-wallet. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui google form, serta teknik pengambilan sampel menggunakan snowball sampling. Penelitian ini juga menggunakan teknik analisis data SEM-PLS dengan bantuan software Smart PLS 3.3.3. Hasil dari penelitian ini ialah terdapat pengaruh positif dan signifikan dari faktor pribadi, psikologi, kebudayaan, dan sosial terhadap intensi masyarakat dalam pembayaran infak dan sedekah melalui e-wallet. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa faktor pribadi, psikologi, kebudayaan, dan sosial dapat menentukan intensi masyarakat untuk membayar infak dan sedekah melalui e-wallet.

Page 1 of 4 | Total Record : 36