cover
Contact Name
Fibrianis Puspita Anhar
Contact Email
nidhomiya@iainponorogo.ac.id
Phone
(0352) 3576565
Journal Mail Official
nidhomiya@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
IAIN Ponorogo Kampus II Jl. Puspita Jaya, Krajan, Pintu, Kec. Jenangan, Kab. Ponorogo, Jawa Timur 63492
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster
ISSN : 29648165     EISSN : 29648157     DOI : https://doi.org/10.21154/nidhomiya
Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster, published by the Department of Zakat and Waqf Management, Faculty of Islamic Economics and Business, IAIN Ponorogo. The journal covers the study of scientific works by students or collaborations between students and lecturers in zakat and waqf management, Islamic philanthropy, disaster management, and related topics. Nidhomiya is published twice a year in June and December. Manuscripts submitted are selected by the editorial board and evaluated by peer reviewers. The publication process is conducted through the peer-review process according to scientific publication standards.
Articles 36 Documents
Strategi Fundraising “Program KOIN” BAZNAS dalam Masa Pandemi COVID-19 di Kabupaten Ngawi Al Khudori, Mahfud; Humaidi, Muchtim
Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster Vol. 1 No. 2 (2022): Islamic Philanthropy and Disaster
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/nidhomiya.v1i2.1345

Abstract

The fundraising of “KOIN Program” of BAZNAS uses direct and indirect strategies to increase the generation this program, one of them is by rising awareness of government agencies and entrepreneurs. This study aims to determine the fundraising strategy also the supporting and the inhibiting factors of “KOIN Program” of BAZNAS in Ngawi Regency. This study uses descriptive qualitative method. Field research is the term for this type of research. Interviews, observations, and documentation were techniques used to obtain the data. The findings of this study were analyzed using a deductive approach, which begins with broad statements then leads to specific conclusions. The results of the study show that the fundraising strategies implemented by BAZNAS in Ngawi Regency during the COVID-19 pandemic are pick-up fundraising and fundraising at local government events. The inhibiting factors for the implementation of fundraising is the lack of public and official government officers’ awareness regarding BAZNAS’s “KOIN Program” and there is competition with other institutions. While the supporting factors of the program are BAZNAS received full support from government agencies and entrepreneurs in Ngawi Regency. Fundraising “Program KOIN” BAZNAS menggunakan strategi langsung dan tidak langsung untuk meningkatkan hasil fundraising program ini, salah satunya dengan menambahkan sosialisasi ke instansi pemerintah dan pengusaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi fundraising dan faktor pendukung serta penghambat “Program KOIN” BAZNAS di Kabupaten Ngawi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian lapangan adalah istilah untuk jenis penelitian ini. Teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi digunakan untuk memperoleh data penelitian. Hasil penelitian ini dianalisis dengan menggunakan pendekatan deduktif yang dimulai dengan pernyataan yang luas, kemudian mengarah kepada kesimpulan yang spesifik. Hasil kajian penelitian menunjukkan bahwa strategi fundraising “Program KOIN” yang dilaksanakan BAZNAS Kabupaten Ngawi pada masa pandemi COVID-19 adalah: fundraising jemput bola dan fundraising di acara-acara pemerintah daerah. Faktor penghambat dari pelaksanaan fundraising adalah kesadaran masyarakat dan ASN mengenai “Program KOIN” BAZNAS yang masih kurang dan persaingan dengan lembaga lain. Sedangkan, faktor pendukung program adalah BAZNAS mendapat dukungan penuh dari instansi pemerintah dan pengusaha-pengusaha di Kabupaten Ngawi.
Efektivitas Pendistribusian Zakat, Infaq, dan Shadaqah pada Masa Pandemi COVID-19 di BAZNAS Kabupaten Ngawi Kahfi, Rayyan Ashhabul; Futaqi, Faruq Ahmad
Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster Vol. 1 No. 2 (2022): Islamic Philanthropy and Disaster
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/nidhomiya.v1i2.1347

Abstract

This study aims to find out how the mechanism for distributing zakat infaq and shadaqah and the obstacles during the Covid-19 pandemic in Baznas Ngawi district. The type of research used by the researcher is field research using a qualitative approach. The data used are primary and secondary data by collecting observation data, interviews, and documentation. The results of this study are in the distribution of BAZNAS Ngawi Regency more towards consumptive Constraints faced by the Ngawi Regency BAZNAS institution, namely there are many overlapping points in the distribution of assistance to the community. The effectiveness of BAZNAS in Ngawi Regency is quite good or effective, although there are still shortcomings from BAZNAS because the time for giving Zakat, Infaq and Shadaqah funds does not go directly to the community but is only entrusted to the management who asks for help. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mekanisme pendistribusian zakat infaq dan shadaqah dan kendala di masa pandemi Covid-19 di Baznas kabupaten Ngawi. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan yaitu data primer dan sekuknder dengan cara mengumpulkan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah dalam pendistribusian BAZNAS Kabupaten Ngawi lebih kearah konsumtif Kendala yang di hadapi oleh lembaga BAZNAS Kabupaten Ngawi yaitu banyak terjadi tumpang titik dalam penyaluran bantuan ke masyarakat. Efektivitas BAZNAS Kabupaten Ngawi sudah cukup baik atau efektif walaupun masih ada kekurangan dari pihak BAZNAS karena waktu pemberian bantuan dana Zakat, Infaq dan Shadaqah tidak terjun secara langsung ke masyarakat melainkan hanya dititipkan kepada pengurus yang meminta bantuan.
Analisis Pengelolaan Infak melalui Keterbukaan Informasi pada Mushola Al Barokah Desa Sirnoboyo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan Aji, Rangga Ilham Pangestu; Damanuri, Aji
Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster Vol. 1 No. 2 (2022): Islamic Philanthropy and Disaster
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/nidhomiya.v1i2.1350

Abstract

Pengelolaan infak di Indonesia seiring perkembangan teknologi informasi ikut mengalami perubahan dalam pengelolaanya yang semula dilakukan secara tradisional mulai merambah menggunakan bantuan teknologi didalam pengelolaanya seperti yang telah dilakukan mushola Al Barokah dalam pengelolaannya infak dilakukan secara terbuka dengan memanfaatkan media teknologi dan informasi. Kendala yang dihadapi pengelola Infak dalam menumbuhkan minat dan motivasi di antaranya minat masyarakat untuk Infak masih rendah karena dipengaruhi oleh tingkat pendapatan yang masih rendah, program Infak yang kurang menarik, pemahaman masyarakat tentang zakat hanya sebatas zakat fitrah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengelolaan Infak Melalui Keterbukaan Informasi Pada Mushola Al Barokah Desa Sirnoboyo Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif permasalahan berkenaan dengan proses pengelolaan Infak menggunakan bantuan teknologi informasi dengan sumber data sebanyak tiga orang narasumber memlalui metode wawancara dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan Pengelolaan keuangan sudah berjalan dengan baik, hal ini ditunjukkan dengan adanya peran aktif jamaah secara langsung dalam kegiatan mushola, namun penggunaan media sosial dan webside baik itu untuk pelaporan keuangan maupun program-program mushola jarang di perbarui terkait pelaporannya karena kurangnya SDM yang mampu mengelolanya.
Pengaruh Perilaku Berencana terhadap Minat Berwakaf Uang dengan Media Fintech di Kabupaten Ponorogo Syarief, Umar; Nurhidayati, Maulida
Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster Vol. 1 No. 2 (2022): Islamic Philanthropy and Disaster
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/nidhomiya.v1i2.1351

Abstract

Wakaf berperan untuk pembangunan ekonomi salah satunya sebagai pengentasan kemiskinan seperti masalah kemiskinan yang ada di Kabupaten Ponorogo. Wakaf uang dapat dianggap sebagai metode praktis dalam berwakaf karena mudah dan terjangkau untuk disumbangkan dibandingkan dengan bentuk wakaf lainnya. Wakaf uang memiliki potensi untuk memperbaiki permasalahan ekonomi dengan perkembanagnnya yang menyediakan layanan berwakaf dengan media fintech. Penghimpunan wakaf uang di Kabupaten Ponorogo masih belum maksimal karena masyarakat masih awam dengan berwakaf uang dengan media fintech. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Teori Perilaku Berencana (TPB) terhadap minat masyarakat untuk berwakaf uang dengan media fintech, Teori Perilaku Berencana (TPB) meliputi sikap, norma subjektif, serta kontrol perilaku.Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kuantitatif dengan media kuisioner melalui google form untuk mengumpulkan data. Sampel penelitian ini sebanyak 100 responden dengan teknik insidental sampling. Teknik analisis data dengan bantuan software SPSS 22 dengan tahapan uji validitas, uji reliabilitas, analisis deskriptif, uji asumsi klasik, dan uji regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sikap, norma subjektif dan kontrol perilaku optimalisasi signifikan terhadap minat berwakaf uang dengan media fintech baik secara parsial maupun secara simultan. Dengan demikian, faktor sikap, norma subjektif dan kontrol perilaku dapat menentukan minat seseorang untuk berwakaf dengan media fintech di Kabupaten Ponorogo.
Mispersepsi Masyarakat Desa Pelem, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo terhadap Konsep Amil Zakat Huda, Moh. Khoirul; Aminuddin, Luthfi Hadi
Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster Vol. 1 No. 2 (2022): Islamic Philanthropy and Disaster
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/nidhomiya.v1i2.1352

Abstract

It is suspected that the community in Pelem Village does not fully understand the concept of zakat's amil (mosque official who collects the zakat) or the duties, rights, and obligations of zakat's amil itself. In addition, there is also a lack of understanding of zakat's amil in mushollas or mosques about its status and distribution of zakat. The purpose of this study was to examine the misperceptions of the people of Pelem Village, Bungkal District, Ponorogo Regency regarding the concept of zakat's amil, to explore the factors behind the misperception of the community of Pelem Village, Bungkal District, Ponorogo Regency about the idea of zakat's amil, and to examine the impact that occurred from the misperception of the community of Pelem Village, Bungkal District, Ponorogo Regency regarding the duties, obligations, and rights of zakat's amil. This study uses qualitative methods with qualitative deductive research types with data collection techniques through interviews and documentation. The study shows that there are various community misperceptions that exist. Those misperceptions some people think that zakat's amil can be formed only by the takmir of the local musholla or local mosque without any certification from the local KUA (Religious Affairs Office); the community thinks that the duties of zakat's amil are only limited to collecting and distributing zakat to mustahik or people who are entitled, and the community thinks that zakat's amil in mushollas and mosques have the right to receive zakat on behalf of zakat's amil. The factors behind these misperceptions of the Pelem Village community towards the concept of zakat's amil are the lack of education level of the community in Pelem Village so that zakat's amil is considered not too important and trivial and minimal or lack of experience in managing zakat, both in collecting and distributing zakat fitrah. The impacts that arise from people's misperception of the concept of zakat's amil. Those impacts are parts of zakat managers or zakat administrators confused in determining who is entitled to receive zakat fitrah so that part of the rest is later used for the local musholla or mosque treasury, parts of the community think that zakat's amil does not need a legal standing (SK), but it is enough to be formed by the takmir of the musholla or mosque, and people who take part in administering and distributing zakat are considered only to want an allotment of zakat. Keywords: amil; misperception; zakat distribution Masyarakat di Desa Pelem diduga belum paham sepenuhnya tentang konsep amil zakat maupun tentang tugas, hak dan kewajiban amil zakat itu sendiri. Selain itu, juga ketidakpahaman amil zakat di musholla atau masjid tentang status mereka dan cara pendistribusian zakat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bentuk mispersepsi masyarakat Desa Pelem, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo terhadap konsep amil zakat, untuk mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya mispersepsi masyarakat Desa Pelem, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo tentang konsep amil zakat, dan untuk mengetahui dampak yang terjadi dari mispersepsi masyarakat Desa Pelem, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo terhadap tugas, kewajiban, dan hak amil zakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan jenis penelitian kualitatif deduktif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk mispersepsi masyarakat, yaitu (a)sebagian masyarakat beranggapan bahwa amil zakat cukup dibentuk oleh takmir musholla atau masjid setempat tanpa surat keterangan dari KUA setempat; (b)masyarakat beranggapan tugas amil hanya sebatas mengumpulkan dan membagikan zakat ke para mustahik atau orang-orang yang berhak; dan (c)masyarakat beranggapan bahwa amil zakat di musholla dan masjid berhak menerima zakat atas nama amil zakat. Faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya mispersepsi masyarakat Desa Pelem terhadap konsep amil, yaitu (a)tingkat pendidikan masyarakat di Desa Pelem yang kurang atau terlalu rendah sehingga pemahaman terhadap konsep amil dirasa tidak terlalu penting dan dianggap sepele; dan (b)minimnya atau kurangnya pengalaman mengelola zakat, baik penghimpunan maupun pendistribusian zakat fitrah. Dampak yang timbul dari mispersepsi masyarakat terhadap konsep amil, yaitu: (a)sebagian pengelola zakat ataupun pengurus zakat kebingungan dalam menetapkan siapa saja yang berhak menerima zakat fitrah sehingga sebagian atau sisanya digunakan untuk kas musholla atau masjid setempat; (b)sebagian masyarakat beranggapan bahwa amil tidak perlu Surat Keterangan (SK), melainkan cukup dibentuk oleh takmir musholla atau masjid saja; dan (c)orang-orang yang ikut mengurus dan membagikan zakat dianggap hanya menginginkan jatah zakat saja. Kata kunci: amil; distribusi zakat; mispersepsi
Manajemen Pendistribusian Dana Zakat pada LAZ Yatim Mandiri Ponorogo dalam “Program Kampoeng Sahabat” Bestari, Dindha Ayu; Futaqi, Faruq Ahmad
Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster Vol. 2 No. 1 (2023): Islamic Philanthropy and Disaster
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/nidhomiya.v2i1.1353

Abstract

The "Kampoeng Sahabat Program" is an innovative program launched by LAZ Yatim Mandiri Ponorogo. Management is a component that is prominent in the management of zakat. The absence of good management will impact the organization in terms of achieving its goals. Therefore, the authors are interested in examining the management of the distribution of zakat funds in the "Kampoeng Sahabat Program" conducted by LAZ Yatim Mandiri Ponorogo. The purpose of the distribution of this program is very beneficial for the community because it can facilitate the fulfillment of economic and health needs. This study uses qualitative methods and descriptive qualitative research types. The data collection techniques are through interviews, observation, and documentation. The results of the study show that the management of the distribution of zakat funds at LAZ Yatim Mandiri Ponorogo in the "Kampoeng Sahabat Program" is quite effective according to the distribution mechanism. LAZ Yatim Mandiri Ponorogo on the "Kampoeng Sahabat Program" has applied the theory of management functions, namely planning, which in the distribution has been carried out directly without going through intermediaries; organizing in which the institution enters into an MoU with FIK Muhammadiyah Ponorogo; actuating in which the distribution is effective because it can provide according to the needs of the community; controlling in which the institution conducts briefings in the division of tasks so that implementation can run well. The supporting factors in implementing the "Kampoeng Sahabat Program" are donations from donors, supporters from the village, sponsorship, and competent HR (Human Resources). Meanwhile, the inhibiting factors in implementing the "Kampoeng Sahabat Program" are the support from the village decided one-sided due to the COVID-19 pandemic, the limited amount of the committee due to the presence of COVID-19, and the difficulty area to reach. “Program Kampoeng Sahabat” merupakan inovasi program dari LAZ Yatim Mandiri Ponorogo. Manajemen merupakan komponen penting dalam pengelolaan zakat. Tidak adanya manajemen yang baik akan berdampak pada tidak tercapainya tujuan-tujuan yang telah diterapkan oleh organisasi. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk meneniliti manajemen pendistribusian dana zakat pada “Program Kampoeng Sahabat” yang dilakukan oleh LAZ Yatim Mandiri Ponorogo. Tujuan penyaluran pada program ini sangatlah bermanfaat bagi masyarakat karena dapat memudahkan pemenuhan kebutuhan ekonomi maupun kesehatan. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pendistribusian dana zakat LAZ Yatim Mandiri Ponorogo pada “Program Kampoeng Sahabat” cukup efektif sesuai dengan mekanisme pendistribusian. LAZ Yatim Mandiri Ponorogo pada “Program Kampoeng Sahabat” telah menerapkan teori fungsi manajemen, yaitu perencanaan (planning) yang mana dalam pendistribusian sudah dilakukan langsung tanpa melalui perantara; pengorganisasian (organizing) yang mana pihak lembaga melakukan MoU dengan FIK Muhammadiyah Ponorogo; pengarahan (actuating) yang mana pendistribusian termasuk efektif karena mampu memberikan sesuai kebutuhan masyarakat; pengawasan (controling) yang mana pihak lembaga melakukan briefing dalam pembagian tugas sehingga pelaksanaan dapat berjalan dengan baik. Adapun faktor pendukung dalam pelaksanaan “Program Kampoeng Sahabat”, yaitu donasi dari para donatur, pendukung dari pihak desa, sponsorship, dan juga SDM (Sumber Daya Manusia) yang kompeten. Sementara itu, faktor penghambat dalam pelaksanaan “Program Kampoeng Sahabat”, yaitu dukungan-dukungan dari pihak desa yang memutuskan secara sepihak akibat pandemi COVID-19, panitia terbatas karena adanya COVID-19, dan juga medan yang sulit.
Kesadaran Hukum Masyarakat terhadap Legalisasi Tanah Wakaf sebagai Upaya Mencegah Sengketa Wakaf: Studi di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo Legawaningtyas, Suto; Janah, Unun Roudlotul
Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster Vol. 2 No. 1 (2023): Islamic Philanthropy and Disaster
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/nidhomiya.v2i1.1354

Abstract

Waqf disputes are significant issues that need to be addressed in society as they do not only involve the religious dimension but also legal and social ones. Most dispute cases stem from the absence of the legality of a waqf asset. That would put a waqf asset in a low setting from a legality standpoint. It will be too risky when sued by its heirs or irresponsible people. The waqf land legality is also closely related to the level of public legal awareness. A higher level of legal acknowledgment will lead to better concern about legalizing waqf land. The purpose of this study was to analyze the legal perception of the Sukorejo District's community concerning the importance of the waqf land legality to avoid waqf disputes, including factors that influence the public legal perception of the waqf land legality and the implications of public legal awareness of waqf land legality for the occurrence of waqf disputes. This study uses a qualitative approach. The data sources are primary and secondary. The population of the study is all community members in Sukorejo District. The sample is ten respondents consisting of nadzir, witnesses, heirs of wakif, modin, and KUA (religious affairs office) counselors. Data processing and analysis techniques used the Glaser and Strauss techniques with fixed comparison methods. The research results concluded that the people of Sukorejo District have low legal awareness concerning waqf land legality. There are only 2 out of 10 respondents that understand waqf land legality. The factors affecting the community of Sukorejo District include the lack of socialization of waqf, time limitation, the complexity of the bureaucracy to manage a waqf land legality, costs limitation, and strong bond in trusting each other. Sengketa wakaf menjadi permasalahan yang penting untuk diatasi di masyarakat karena permasalahan ini tidak hanya menyangkut dimensi keagamaan, tetapi juga hukum dan sosial. Kebanyakan kasus sengketa bermula dari ketiadaan legalitas hukum suatu aset wakaf yang akhirnya melemahkan aset wakaf tersebut dihadapan hukum ketika digugat oleh ahli waris ataupun oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Legalitas tanah wakaf juga berkaitan erat dengan tingkat kesadaran hukum masyarakat, semakin tinggi kesadaran hukum yang dimiliki, maka semakin peka mereka akan pentingnya legalisasi tanah wakaf. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesadaran hukum masyarakat Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo terhadap pentingnya legalitas tanah wakaf untuk menghindari sengketa wakaf, termasuk faktor yang mempengaruhi kesadaran hukum masyarakat terhadap legalitas tanah wakaf dan implikasi kesadaran hukum masyarakat atas legalitas tanah wakaf terhadap terjadinya sengketa wakaf. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data berupa primer dan sekunder dengan populasi seluruh masyarakat Kecamatan Sukorejo dengan sampel sebanyak 10 responden yang terdiri dari nadzir, saksi, ahli waris wakif, modin, dan penyuluh agama KUA. Teknik pengolahan dan analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik Glaser dan Strauss dengan metode perbandingan tetap. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masyarakat Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo memiliki kesadaran hukum yang rendah terkait legalitas tanah wakaf dimana hanya 2 dari total 10 responden yang memahami terkait legalitas tanah wakaf. Faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat Kecamatan Sukorejo, antara lain: kurangnya sosialisasi perwakafan, keterbatasan waktu, rumitnya mengurus legalitas tanah wakaf, keterbatasan biaya, dan masih kuatnya prinsip saling percaya.
Strategi Penghimpunan dan Penyaluran Dana Zakat, Infaq, dan Sedekah NU-Care LAZISNU Kabupaten Ponorogo di Masa Pandemi COVID-19 Jaya, Ali Sukma; Janah, Unun Roudlotul
Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster Vol. 2 No. 2 (2023): Islamic Philanthropy and Disaster
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/nidhomiya.v2i2.1823

Abstract

The COVID-19 pandemic has negatively impacted human life, including the economic sector. To help the community recover, NU-Care from LAZISNU Ponorogo Regency made various innovations in collecting and distributing ZIS during the COVID-19 pandemic in different ways compared to before the pandemic. This research contains a qualitative approach that produces descriptive data in written or oral from informants or observable behavior. The research results show two main points. First, in collecting ZIS, NU-Care from LAZISNU Ponorogo Regency is using E-Wallet payments (OVO, Gopay, Shopee pay, etc.) and gathering the charity boxes that distributed in many areas in Ponorogo Regency. Second, the distribution of ZIS at LAZISNU Ponorogo Regency during the COVID-19 pandemic was intentionally for the consumptive purpose by giving rice to people in need and cash funds to fulfill their daily consumption and education needs or Islamic da'wah. Meanwhile, as for productive purposes, ZIS is distributed as a program "livestock house" in collaboration with UPZ. Pandemi COVID-19 memberikan dampak negatif terhadap kehidupan manusia, salah satunya pada sektor ekonomi. Dalam rangka membantu masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19, NU-Care LAZISNU Kabupaten Ponorogo membuat berbagai inovasi penghimpunan dan penyaluran ZIS pada masa pandemi COVID-19 yang berbeda dengan sebelum adanya pandemi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yaitu suatu pendekatan penelitian yang mengahasilkan data deskriptif berupa data-data tertulis atau lisan dari informan atau perilaku yang dapat diamati. Hasil penelitian menunjukkan beberapa hal. Pertama, dalam melakukan penghimpunan dana zakat, infaq, dan sedekah (ZIS), NU-Care LAZISNU Kabupaten Ponorogo memiliki beberapa cara, yaitu dengan menggunakan pembayaran E-Wallet (OVO, Gopay, Shopeepay, dan lain-lain) dan metode jemput bola, yaitu dengan mengambil kotak amal yang telah disebar ke seluruh wilayah Kabupaten Ponorogo. Kedua, sifat penyaluran dana zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) NU-Care LAZISNU Kabupaten Ponorogo di masa pandemi COVID-19 diberikan untuk kepentingan konsumtif berupa pemberian beras kepada orang-orang yang berhak menerima dan dana tunai untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan pendidikan atau dakwah Islam. Sementara itu, untuk tujuan produktif, bantuan disalurkan dalam bentuk program produktif “rumah ternak” yang bekerja sama dengan UPZ.
Optimalisasi Pendistribusian Zakat dalam Meningkatkan Kesejahteraan Mustahik di BAZNAS Kabupaten Madiun Rochmawati, Ika; Humaidi, Muchtim
Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster Vol. 2 No. 1 (2023): Islamic Philanthropy and Disaster
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/nidhomiya.v2i1.2017

Abstract

Zakat is a potential resource for Muslim development. There are many zakat management institutions. However, many of them are still not optimal in their distribution. One of them is BAZNAS of Madiun Regency. This research focused on three things. They are the optimization of zakat distribution, the supporting and the inhibiting factors of zakat distribution, and the impact of zakat distribution to improve community welfare in BAZNAS of Madiun Regency. The type of research used is field research. This study uses a qualitative approach. The research was performed at BAZNAS of Madiun Regency. The data was collected using interviews, observations, and interview techniques. Based on the results, the implementation of zakat distribution is still not best shown by the uneven distribution of zakat. There are still people from the ashnaf groups who have not received zakat. But BAZNAS of Madiun Regency only gave zakat to 20 mustahik to each village. The supporting factor in improving mustahik welfare at BAZNAS of Madiun Regency is its programs that are attractive to the community. In addition, BAZNAS of Madiun Regency and the local government established a good relationship. It demonstrates the professionalism of Madiun Regency BASNAS human resources. The inhibiting factors are the lack of supervision, guidance, and evaluation from BAZNAS of Madiun Regency regarding zakat distribution. Coordination between BAZNAS of Madiun Regency and the local government experienced human errors. And there is road damage to access some of mustahik’s houses. The impact of zakat distribution on the mustahik welfare at BAZNAS of Madiun Regency is still less effective as not all mustahik are already able to develop their businesses. Zakat merupakan salah satu sumber potensi pembangunan umat muslim. Banyak lembaga pengelola zakat, tetapi tidak sedikit yang belum optimal dalam pendistribusiannya. Salah satunya adalah BAZNAS Kabupaten Madiun. Penelitian ini difokuskan pada tiga hal, yaitu, optimalisasi pendistribusian zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, faktor-faktor pendukung dan penghambat pendistribusian zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan dampak pendistribusian zakat di BAZNAS Kabupaten Madiun. Jenis penelitian yang digunakan, yaitu penelitian lapangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di BAZNAS Kabupaten Madiun dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan pendistribusian zakat masih belum optimal. Hal ini ditunjukkan dengan pendistribusian zakat yang masih belum merata. Masih terdapat masyarakat yang termasuk ke dalam golongan 8 ashnaf yang belum mendapatkan zakat. Pada praktiknya, BAZNAS Kabupaten Madiun hanya memberikan zakat kepada 20 mustahik untuk tiap desa. Faktor-faktor pendukung dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik di BAZNAS Kabupaten Madiun, yaitu program-program BAZNAS Kabupaten Madiun yang menarik bagi masyarakat. Selain itu, terjalinnya hubungan yang baik antara BAZNAS Kabupaten Madiun dengan pemerintah desa menggambarkan profesionalitas SDM BASNAS Kabupaten Madiun. Sementara itu, faktor-faktor penghambatnya adalah kurangnya pengawasan, pembinaan, dan evaluasi dari BAZNAS Kabupaten Madiun dalam hal pendistribusian zakat; koordinasi antara BAZNAS Kabupaten Madiun dengan pemerintah yang mengalami human error; dan kerusakan akses jalan menuju ke beberapa rumah mustahik. Dampak pendistribusian zakat terhadap kesejahteraan mustahik di BAZNAS Kabupaten Madiun dinilai kurang efektif sebab tidak semua mustahik telah mampu mengembangkan usahanya.
Pemahaman Muzaki terhadap Pelaksanaan Zakat Pertanian Padi di Desa Doho, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun Nikmah, Destri Zulfatul; Janah, Unun Roudhotul
Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster Vol. 2 No. 2 (2023): Islamic Philanthropy and Disaster
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/nidhomiya.v2i2.2051

Abstract

Agricultural zakat is an obligation that must be carried out by every Muslim who has fulfilled the conditions. The implementation of agricultural zakat must be accompanied by an understanding in accordance with Islamic law. But the current practice in the field, even though many of the people are muzaki, they don't understand this yet. So that this has an impact on the implementation of rice farming zakat. The novelty in this study is that the data used in this study are the latest data. This type of research is field research through a descriptive qualitative approach. Collecting data in this study using the method of observation, interviews, and documentation. The results showed that the majority of rice farmers' understanding of agricultural zakat in Doho Village, Dolopo District, Madiun Regency was still not in accordance with Islamic provisions. Factors that influence this are because they get information or discuss agricultural zakat only when they are still in school. The impact of this is that so far they have not carried out agricultural zakat in accordance with Islamic teachings. Zakat pertanian merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap muslim yang telah memenuhi syaratnya. Pelaksanaan zakat pertanian haruslah disertai pemahaman yang sesuai dengan syariat Islam. Namun praktek di lapangan saat ini meskipun banyak dari masyarakat sudah termasuk muzaki, namun mereka belum memahami hal tersebut. Sehingga hal tersebut berdampak pada pelaksanaan zakat pertanian padi. Kebaruan dalam penelitian ini adalah data-data yang digunakan dalam penelitian ini adalag data terbaru. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas pemahaman petani padi tentang zakat pertanian di Desa Doho Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun masih belum sesuai dengan ketentuan dalam Islam. Faktor yang mempengaruhi hal tersebut disebabkan karena mereka mendapatkan informasi atau membahas zakat pertanian hanya saat masih sekolah dulu. Dampak yang ditimbulkan dari hal tersebut adalah selama ini mereka belum melaksanakan zakat pertanian sesuai dengan ajaran Islam.

Page 2 of 4 | Total Record : 36