JIWA:Jurnal Psikologi Indonesia
Jiwa: Jurnal Psikologi Indonesia accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, industrial psychology, Social Psychology and clinical psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counseling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behavior Modification Counseling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention
Articles
30 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3 No 01 (2025): Maret"
:
30 Documents
clear
Komunikasi Interpersonal dan Regulasi Emosi sebagai Prediktor Persepsi Hubungan Romantis pada Masa Dewasa Awal
Setiawati, Yuni;
Pratikto, Herlan;
Efendy, Mamang
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12528
The perception of romantic relationships is when individuals find meaning in a relationship that leads to emotional and physical bonds with their partner and efforts to build a long-term relationship. This study aims to determine the relationship between interpersonal communication and emotion regulation with the perception of romantic relationships among married couples. The research method used a correlational quantitative research method with a total of 139 participants selected through snowball sampling. The research scale uses the romantic relationship perception scale taken from Schaefer & Olson (1981), the interpersonal communication scale from Rubin et al. (1988), and the emotion regulation scale from Gratz & Roemer (2004). The research results indicate that there is a positive relationship between interpersonal communication and emotion regulation with the perception of romantic relationships. This means that the higher the interpersonal communication and emotion regulation, the higher the perception of romantic relationships. Conversely, if there is a decrease in interpersonal communication and emotional regulation, the perception of romantic relationships will also decline.
Work Engagement pada Mahasiswa Bekerja: Bagaimana Peran Regulasi Emosi dan Persepsi Dukungan Organisasi?
Firdaus, Muhammad Robby;
Sofiah, Diah;
Prasetyo, Yanto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12603
Secara global, sekitar 85% karyawan merasa tidak terlibat dalam pekerjaan mereka. Di Asia Tenggara, hanya 19% karyawan yang merasa engaged, Di Indonesia, sekitar 76% karyawan melaporkan bahwa mereka tidak engaged dengan pekerjaan mereka, menjadikannya salah satu negara dengan tingkat disengagement tertinggi di Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta menganalisis hubungan antara regulasi emosi dan persepsi dukungan organisasi dengan work engagement, serta menjawab beberapa rumusan masalah. Penelitian ini menggunakan purposive sempling dengan 384 responden. Hasil penelitian ini hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi dan persepsi dukungan organisasi secara simultan memiliki hubungan yang signifikan dengan work engagement. Adapun Hasil pengujian hipotesis kedua menunjukkan bahwa regulasi emosi memiliki hubungan positif yang signifikan dengan work engagement. Sedangkan pada hipotesis ketiga Hasil pengujian hipotesis ketiga mengungkapkan bahwa persepsi dukungan organisasi memiliki hubungan yang signifikan dengan work engagement.
Motivasi Belajar dengan Kemandirian Belajar pada Siwa Sekolah Menengah Pertama
Manta, Dedy Ardito Putra;
Arifiana, Isrida Yul;
Efendy, Mamang
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12613
This research aims to determine the relationship between learning motivation and learning independence in junior high school students. This research is a type of quantitative research. The population in this study was 800 students at Smpn 33 Surabaya. The sample in the study amounted to 260 students with the sampling technique using the Accidental Sampling Technique. This research instrument uses a learning motivation scale with aspects proposed by Sardiman (2013) and a learning independence scale with aspects proposed by Song & Hill (2007). The data analysis method in this research uses Person Correlation Product Moment with the help of IBM SPSS for Windows. The results of the correlation analysis between learning motivation and learning independence produce significant values, meaning that there is a significant positive relationship between learning motivation and learning independence in junior high school students. where the higher the learning motivation, the higher the learning independence in junior high school students, and conversely the lower the learning motivation, the lower the learning independence in junior high school students. This means that the hypothesis proposed in this research is accepted. The implications of this research show that increasing learning motivation is the foundation for building learning independence in junior high school students.
Regulasi Diri Belajar dengan Kesejahteraan Psikologis pada Siswa Sekolah Menengah Pertama
Ramadanti, Astria;
Pratikto, Herlan;
Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12614
Kesejahteraan psikologis merupakan hal yang penting bagi siswa. Siswa yang memiliki kesejahteraan psikologis yang baik akan merasa sejahtera dan bahagia dalam hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara regulasi diri belajar dengan kesejahteraan psikologis pada siswa sekolah menengah pertama. Metode penelitian adalah kuantitatif korelasional dengan jumlah responden sebanyak 260 siswa yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Instrument pengumpulan data pada penelitian ini melalui observarsi partisipan. Terdapat 2 skala yaitu skala regulasi diri belajar dan skala kesejahteraan psikologis. Arah hubungan regulasi diri belajar dengan kesejahteraan psikologis adalah positif yang artinya semakin tinggi regulasi diri belajar pada siswa maka semakin tinggi juga kesejahteraan psikologis. Maka dapat menjawab hipotesis dalam penelitian ini yaitu hipotesis diterima, yaitu ada hubungan positif antara regulasi diri belajar dengan kesejahteraan psikologis pada siswa sekolah menengah pertama.
Kecerdasan Emosional dengan Kecenderungan Alexithymia pada Remaja
Riana, Nadya Okta;
Matulessy, Andik;
Pratitis, Nindia
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12626
Masa remaja seringkali diwarnai dengan perubahan biologis dan emosional yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis. Alexithymia, atau ketidakmampuan untuk mengidentifikasi dan mengomunikasikan emosi, merupakan salah satu kesulitan utama yang dihadapi dan dapat menghambat interaksi sosial dan kesejahteraan mental. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki hubungan antara kecenderungan Alexithymia remaja dan kecerdasan emosional. Pendekatan kuantitatif menggunakan metodologi korelasional deskriptif digunakan. 390 remaja berusia antara 13 dan 18 tahun yang dipilih secara acak menjadi sampel penelitian. Formulir Google dengan skala Likert digunakan untuk mengumpulkan data daring. Temuan penelitian menunjukkan korelasi positif yang kuat antara kecenderungan Alexithymia dan kecerdasan emosional. Remaja dengan kecerdasan emosional yang lebih tinggi tampaknya kurang rentan terhadap alexithymia. Penelitian ini memberikan wawasan bagi pengembangan intervensi psikologis untuk membantu remaja mengelola tantangan emosional mereka.
Resiliensi pada Gen Z: Bagaimana Peranan Optimisme?
Septiani Putri, Sri Indah;
Pratitis, Niken Titi;
Arifiana, Isrida Yul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12629
This research is motivated by the phenomenon of the inability of generation z to face stressful conditions, which makes individuals have low fighting power. Based on this background, the problem in this study is how optimism in generation z. Participants in this study are generation z determined using simple random sampling techniques. The data collection method in this study is a questionnaire in the form of a google form using the Likert scale. The statistical method uses product moment correlation. The results of this study show that optimism significantly positively affects resilience. This means that the optimism variable is significantly correlated with the resilience variable, so the research hypothesis that there is a significant correlation between the optimism variable and resilience is accepted. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena ketidakmampuan generasi z menghadapi kondisi yang menekan, dimana hal tersebut membuat individu memiliki daya juang yang rendah. Berdasarkan latar belakang tersebut, masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana optimisme pada generasi z. Partisipan dalam penelitian ini adalah generasi z yang ditentukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data pada penelitian ini kuesioner berupa google form dengan menggunakan skala Likert. Metode statistik menggunakan korelasi product moment. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa optimisme secara signifikan positif mempengaruhi resiliensi. Artinya, variabel optimisme berkorelasi secara signifikan dengan variabel resiliensi maka hipotesa penelitian yang menyebutkan bahwa ada korelasi yang signifikan antara variabel optimisme dengan resiliensi, diterima.
Regulasi Diri dan Fear of Missing Out (FOMO) pada Mahasiswa Pengguna TikTok
Cahyati, Ma'rifatullillah Destiana;
Suhadianto, Suhadianto;
Rista, Karolin
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12630
Abstract FOMO is the fear of losing social opportunities that is closely related to the use of the internet and social media, one of which is TikTok. Self-regulation is behavior or management of thoughts and behaviors based on oneself. This research aims to examine the relationship between self-regulation and fear of missing out (FoMO) in student users of TikTok. The sample from this research was 175 students who used TikTok aged 18-25 years in Surabaya. This research uses descriptive quantitative methods with correlational techniques. The instruments used consist of the FoMO scale with 16 items, and the self-regulation scale with 25 items which have been tested for validity and reliability. Data analysis was carried out using the Spearman rho correlation test to evaluate the influence of the independent variable (self-regulation) on the dependent variable (fear of missing out) or FoMO. The results of the analysis show that self-regulation has a significant negative relationship with fear of missing out (p < 0.05). In other words, the higher the fear of missing out, the lower the self-regulation, and conversely, the lower the fear of missing out, the higher the level of self-regulation. Keywords: Fear of Missing Out, Self-Regulation, TikTok Abstrak FOMO adalah ketakutan kehilangan kesempatan sosial yang erat kaitannya dengan penggunaan internet dan sosial media, salah satunya TikTok. Regulasi diri adalah perilaku atau pengelolaan pikiran dan perilaku yang didasari oleh diri sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara regulasi diri dengan fear of missing out (FoMO) pada mahasiswa pengguna TikTok. Sample dari penelitian ini adalah mahasiswa pengguna TikTok di yang berusia 18-25 tahun di Surabaya yaitu 175 orang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik korelasional. Instrumen yang digunakan terdiri dari skala FoMO dengan 16 item, dan skala regulasi diri 25 item yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman rho untuk mengevaluasi pengaruh variabel bebas (regulasi diri) terhadap variabel terikat (fear of missing out) atau FoMO. Hasil analisis menunjukkan bahwa regulasi diri memiliki hubungan negatif yang signifikan terhadap fear of missing out (p < 0,05). Dengan kata lain, semakin tinggi fear of missing out maka semakin rendah regulasi diri, dan sebaliknya semakin rendah fear of missing out maka semakin tinggi tingkat regulasi diri. Kata kunci: Fear of Missing Out, Regulasi Diri, TikTok
Kepribadian Conscientiousness dan Cyberslacking pada Mahasiswa
Aisyah, Syafira Putri;
Matulessy, Andik;
Pratitis, Nindia
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12642
Cyberslacking merupakan perilaku mahasiswa yang memanfaatkan internet untuk aktivitas non-akademik selama perkuliahan sedang berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepribadian conscientiousness dengan cyberslacking pada mahasiswa di Surabaya. Metode penelitian menggunakan kuantitatif korelasional dengan jumlah responden sebanyak 377 mahasiswa aktif di Surabaya yang diambil dengan teknik simple random sampling. Skala penelitian menggunakan skala kepribadian conscientiousness diambil dari aspek Costa dan McCrae (1992) dan skala cyberslacking dari aspek Akbulut. dkk (2016). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang sangat signifikan antara kepribadian conscientiousness dengan cyberslacking pada mahasiswa. Diharapkan mahasiswa dapat menghindari cyberslacking agar dapat meningkatkan produktivitas belajar, fokus pada tujuan akademik, dan mengoptimalkan waktu untuk kegiatan bermanfaat. Kata kunci: Kepribadian Conscientiousness, Cyberslacking, Mahasiswa.
Self Esteem pada Pengguna Filter Instagram di Kalangan Mahasiswa Perempuan ditinjau dari Prespektif Body Image
Setiawan, Robertus Putra;
Sofiah, Diah;
Muslikah, Etik Darul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12643
Penggunaan filter Instagram seringkali menjadi salah satu cara pelajar untuk mempercantik penampilannya di media sosial. Namun penggunaan filter ini dapat menimbulkan ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh aslinya; Apalagi jika tingkat kecantikan yang mereka gambarkan sulit dicapai di dunia nyata. Mengandalkan filter ini dapat memengaruhi citra tubuh dan harga diri pengguna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan body image dengan harga diri pada mahasiswa psikologi. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dan metode kuantitatif untuk menganalisis hubungan dua variabel. Skala pengukuran “ Body image” dan skala pengukuran “Self-Esteem” diuji validitas dan reliabilitasnya. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji korelasi product moment Pearson. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara body image dengan harga diri. Hubungan ini membuat individu menjadi lebih positif terhadap tubuhnya. Hal ini menunjukkan harga diri yang tinggi. Sebaliknya, orang yang memiliki citra tubuh negatif memiliki harga diri yang rendah. Filter Instagram memungkinkan individu dapat meningkatkan persepsi citra tubuh dan meningkatkan harga diri. Namun penelitian ini menemukan bahwa orang dengan citra tubuh rendah menggunakan filter untuk memenuhi ekspektasi sosial dan penerimaan diri di media sosial. Penelitian ini juga menemukan bahwa terdapat beberapa individu yang mengunakan filter adalah individu dengan body image positif dan juga self esteem yang tinggi, sehingga individu tersebut mengunakan filter bertujuan untuk memperkuat citra diri dan juga harga dirinya
Memaafkan untuk Bahagia: Kunci Kesejahteraan Remaja Pasca Putus Cinta
Navulani, Intan;
Pratikto, Herlan;
Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12653
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara forgiveness dengan subjective well-being pada remaja yang mengalami putus cinta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini berjumlah 200 remaja yang mengalami putus cinta di Sidoarjo, berusia 16-19 tahun. Cara pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling. Pwngambilan data penelitian ini menggunakan skala forgiveness dan subjective well-being. Instrumen pada penelitian ini menggunakan skala likert, metode untuk analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment dengan menggunakan bantuan SPSS 27 For Windows. Berdasarkan analisis data diperoleh koefisien r = 0,743 dengan nilai signifikansi p = 0,001 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara Forgiveness dengan Subjective Well-Being. Adanya korelasi positif yang artinya semakin tinggi forgiveness maka semakin tinggi pula subjective well-being tersebut. Kata kunci: Memaafkan, Kesejahteraan Subjektif, Putus Cinta, Remaja.