cover
Contact Name
Hery Sahputra
Contact Email
herysahputra@uinsu.ac.id
Phone
081263505256
Journal Mail Official
jurnalijaz@gmail.com
Editorial Address
Jl. Williem Iskandar Pasar V Medan 20371, Sumatera Utara, Indonesia. Program Studi Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Al-I'jaz:Jurnal Kewahyuan Islam
ISSN : 23551275     EISSN : 2685628X     DOI : 10.30821
Core Subject : Religion,
Al‑Iʿjāz: Journal of Revelation Studies publishes scholarly work on revelation studies that engages with contemporary issues. Submissions may be conceptual articles, empirical research reports, or book reviews.
Articles 72 Documents
PEMIKIRAN TAFSIR SUFISTIK FALSAFI HAMZAH FANSURI TENTANG TARIKAT DAN SYARIAT akhyar, sayed
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v6i1.7437

Abstract

Abstrak Tafsir nuansa Sufi berkembang hasil kejayaan khilafah Islam, sekitar abad 3 sampai 8 Hijriah. Pada saat itu Tafsir bil Ma’tsur menduduki kemapanan dan bergeser ke Tafsir Bil Ra’yi. Sehingga melahirkan Tafsir bercorak Sufi yang dikenal hari ini. Ciri khas dalam dunia sufi adalah kepuasan batin menjadi ukuran kesuksesan. Hamzah Fansuri populer sebagai sastrawan, ahli falsafah, Mantiq, Tasawuf dan Fiqh. Menguasai bahasa Arab, Urdu, Parsi dan bahasa jawa. Beliau merupakan seorang Ulama masa Kerajaan Aceh Darussalam Sultan Alaidin Riayatsyah IV (1589 -1604 M/ 997-1011 H). Beliau belum dikenal sebagai Mufassir Sufistik Al Qur’an. Artikel ini bertujuan untuk menggali peninggalan karya-karya beliau, sehingga Penafsiran-penafsiran beliau dapat diteliti dengan penyajian yang holistik. Tujuan lain nya adalah menutupi kekosongan karya Hamzah Fansuri di bidang Tafsir sufi. Penelitian ini mengunakan Metode Filologi dan Metode Deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan studi pustaka yang meliputi Metode Heuristik (Penemuan Sumber), Verifikasi Sumber dan memberikan Intrepretasi terhadap sumber yang didapat. Hasil penelitian ini adalah ditemukan 15 ayat-ayat bertemakan Tauhid yang dijelaskan oleh hamzah fansuri dalam buah karya beliau Zinatul Muwahhidin semasa hidup.
GHIBAH VIRTUAL DALAM MEDIA SOSIAL MENURUT IMAM AL-QURTUBI DALAM TAFSIR AL-JAMI’LI AHKAM AL-QUR’AN Maha, Lasmini
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v9i1.23451

Abstract

ABSTRAKGhibah Virtual merupakan komunikasi di era millenial sekarang menceritakan melalui sosial media baik itu di instagram, facebook, watssap maupun line dll. yakni menceritakan tentang keburukan seseorang yang tidak berada ditempat yang sama, baik menyebutkan aib badannya, keturunannya, akhlaknya, perbuatannya, urusan agamanya dan urusan dunianya. Mengingat efek dari perbuatan ghibah ini dapat menimbulkan perpecahan, perkelahian bahkan bisa memicu untuk saling membunuh karena ghibah tersebut. Semua amal perbuatan kita selama hidup di dunia ini tentu tidak akan luput dari pengawasannya. Termasuk perbuatan ghibah ini, meskipun kita melakukan ghibah secara sembunyi-sembunyi namun tetap tidak akan luput dari pengawasan Allah SWT. Adapun tujuan dari penelitian untuk Untuk Mengetahui apa yang dimaksud dengan ghibah di media social menurut imam Al-Qurthubi dalam Tafsir Al-Jami’ Li Ahkam Al-Qur’an. Hasil dari penelitian ini sebagaimana pendapat Imam Al-Qurtubi seseorang yang melakukan ghibah laksana orang tersebut memakan bangkai. Sebagai manusia yang berakal sehat tentu akan menolak untuk memakan bangkai seseorang. Oleh karenanya, sebagai orang yang berakal sehat tentu akan memelihara diri dari perbuatan ghibah. Sebab perbuatan tersebut dapat membuat hati menjadi kotor, memunculkan pertikaian antara sesama serta dapat memutuskan hubungan kasih sayang antara manusia. Keterangan didalam Al-Qur’an mengenai larangan berbuat ghibah terdapat dalam Q.S Al-Hujurat ayat 12. Dimana dalam skripsi ini dapat menjadi pengetahuan luas dalam menggunakan media sosial terkait ghibah virtual itu termasuk perbuatan tercela.Kata Kunci : Ghibah Virtual,Social Media,Imam Al-Qurtubi
PSIKOTERAPI ISLAMI Syukri, S.
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v0iIV.5421

Abstract

Dalam Alquran maupun Hadis serta kitab-kitab klasik yang merupakan warisan khazanah Islam klasik cukup banyak informasi tentang prinsip-prinsip dasar, pemikiran-pemikiran maupun penjabaran tentang teori maupun prakatik di bidang psikologi Islam serta berbagai macam teknik terapi yang dapat dipergunakan baik dalam usaha penyembuhan penyakit-penyakit psikologis, usaha preventif maupun usaha yang bersifat konstruktif. dalam kajian tasawuf, banyak kegiatan bimbingan, amalan dan kegiatan-kegiatan ritual keagamaan yang dilakukan oleh para mursyid sufi dan murid-muridnya ternyata selain hal tersebut merupakan usaha dalam mendekatkan diri kepada Allah Swt juga merupakan metode-metode yang dapat digunakan untuk upaya kesucian jiwa dan pengobatan terhadap orang-orang yang mengalami kelainan jiwa, atau usaha pertahanan dan penguatan mental agar tidak mudah terserang oleh gangguan-gangguan kejiwaan.
PENGARUH NILAI-NILAI MORAL TERHADAP PERSEPSI PENYIMPANGAN SEKSUAL: STUDI KASUS KISAH NABI LUTH DAN KAUM SODOM DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Nur Hidayah, Septia; Malikul Sani, Putri
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v8i1.23441

Abstract

AbstrakPenelitian ini mengkaji pengaruh nilai-nilai agama terhadap penyimpangan seksual melalui analisis kisah Nabi Luth dan kaumnya. Kajian ini mengeksplorasi nilai-nilai serta pesan-pesan yang disampaikan dalam perspektif Al-Qur'an, khususnya terkait kaum Sodom. Kisah Nabi Luth sering menjadi rujukan dalam pembahasan mengenai homoseksualitas baik dalam agama Kristen maupun Islam. Dari berbagai kisah nabi yang terdapat dalam teks keagamaan, kisah Nabi Luth tetap menjadi salah satu yang dikenal luas hingga saat ini. Perjalanan dakwahnya yang penuh keyakinan, ketulusan, dan ketabahan dalam menghadapi kaumnya yang durhaka memberikan pelajaran berharga bagi pembaca serta menjadi teladan yang patut diikuti.Penelitian ini menggunakan metode Library Research atau studi pustaka, yakni penelitian yang bersumber dari literatur yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisah Nabi Luth dan kaumnya dalam Al-Qur'an diulang berkali-kali oleh Allah dengan redaksi yang berbeda dan alur cerita yang bervariasi. Pengulangan ini memiliki tujuan khusus dalam berbagai konteks dan saling melengkapi satu sama lain. Selaras dengan teori Saussure, kisah ini menyimpan banyak simbol dan tanda yang dikirimkan Allah sebagai pengingat, tidak hanya untuk kaum tersebut tetapi juga untuk kita semua. Kata Kunci: Kaum Sodom; Nabi Luth, Homoseksualitas, Konteks
EKSISTENSI METODE TAFSIR TAHLILI DALAM PENAFSIRAN ALQUR’AN Akhyar, Sayed
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v7i1.9775

Abstract

Abstrak Alquran adalah kitab Allah yang tidak diragukan isinya dari pemalsuan atau perubahan yang mungkin dilakukan oleh orang-orang jahil yang tidak bertanggung-jawab, karena Allah sendirilah yang senantiasa menjaga kemurnian dan kesuciannya. Sementara Tafsir sangat diperlukan karena setiap orang mengemukakan pikiran dengan cara menyampaikan   serangkaian   kalimat   yang   kadang-kadang   tidak   dapat dimengerti maksud dan tujuannya dengan jelas tanpa  disusul dengan kalimat-kalimat yang bersifat menjelaskan. Penafsiran al-Qur'an berperan untuk membantu manusia menangkap rahasia-rahasia  Allah  s.w.t  dan   alam   semesta,  baik  yang  tampak maupun yang tersembunyi.Al-Qur’an bagaikan lautan yang keajaiban-keajaibannya tidak pernah habis dan kecintaan kepadanya tidak pernah lapuk dari zaman, adalah sesuatu yang dapat dipahami jika terdapat ragam metode untuk menafsirkannya. Kitab-kitab tafsir yang ada sekarang merupakan indikasi kuat yang memperlihatkan perhatian para ulama untuk menjelaskan ungkapan-ungkapan Al-Qur’an dan menerjemah misi-misinya. Studi atas hasil karya penafsiran para ulama sekarang ini, secara umum, menunjukkan bahwa mereka menggunakan metode-metode penafsiran yang diantaranya adalah metode tahlili, ijmali, muqaran, dan metode maudhu’i. Sementara metode tafsir tahlili merupakan metode yang paling mampu menjelaskan isi Al-Quran secara terperinci, mengingat pentingnya metode ini untuk diketahui dan dipelajari oleh siapa saja yang hendak menafsirkan Al-Qur’an.Kata Kunci : Al-Qur’an. Tafsir, Tafsir Tahlili.
LAFADZ-LAFADZ DOA DALAM Al- QURAN Utari, Eka Budi
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v10i1.23529

Abstract

AbstractAllah SWT created humans as the best of his creations, however, behind perfection, humans still have shortcomings, therefore humans need support as a place to complain, plead and be anchored from the hustle and bustle of life in this world. In the Al-Quran itself we find many lafadz-lafadz which means prayer or there are also many prayers offered by the Prophets, apostles of Allah and also pious people, from the research results it was found that there are not any of these lafadz-lafadz prayers In the Koran, it is material but immaterial, meaning that none of these prayers ask for worldly possessions but rather requests and requests to achieve happiness in this world and the hereafter.                                                              Keywords: Lafadz  Doa, Doa Dalam Al-Quran
MAKNA AMAR DAN NAHY DALAM ALQURAN ritonga, tohir
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v6i1.7439

Abstract

Dalam memahami isi kandungan Alquran sangat diperlukan pengetahuan tentang kaedah-kaedah dalam ilmu Tafsir (Qawaid At-Tafsir), sehingga tidak keliru ketika ingin menafsirkan, mengeluarkan hukum dan lain-lain dari ayat-ayat Alquran. Bagi seorang mufassir sangat dianjurkan untuk mendalami kaedah-kaedah ini, sehingga penafsiran terhadap Alquran tidak keliru.Di dalam buku-buku yang membicarakan tentang ilmu-ilmu Alquran (Ulum Al-quran), akan dijumpai beberapa kaedah yang berkaitang dengan hal tersebut.Kalimat perintah (amar) dan larangan (nahy) sering ditemukan di dalam Alquran, kalimat perintah memiliki berbagai macam makna demikian juga hanya dengan kalimat larangan. Boleh saja, kalimat perintah dengan maksud hukumnya wajib, sunnah, mubah dan lain sebainya. Demikian juga halnya dengan kalimat larangan, terkadang maknanya berupa hal yang diharamkan, namun terkadang berpaling kepada makna yang lain. Perubahan makna-makna ini sangat mempengaruhi hukum fiqih yang ditetapkan oleh para ulama fiqih.    Melihat hal ini sangat penting, maka dalam makalah yang sederhana ini akan dibahas makna amar dan nahy. Pembahasan yang akan dikaji meliputi: pengertian amar dan nahy, makna-makna beserta contoh-contohnya, beberapa kaedah yang berkaitan dengan amar dan nahy.  
Membangun Komunikasi Keluarga Islam dalam Q.S Luqman 13-19 Dara Aulia, Shila
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v9i2.23456

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep komunikasi Islami dalam keluarga berdasarkan QS. Luqman ayat 13-19 melalui pendekatan tematik. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research), di mana data primer diperoleh dari kitab tafsir Ath-Thabari dan data sekunder dari berbagai literatur pendukung. Ayat-ayat yang dikaji dianalisis untuk mengidentifikasi tema utama terkait komunikasi Islami yang relevan dengan keharmonisan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir Ath-Thabari menekankan pentingnya prinsip komunikasi Islami yang meliputi pemberian nasihat yang bijaksana, kesabaran dalam mendidik, kelembutan dalam menyampaikan pesan, serta menghindari komunikasi yang bersifat merendahkan atau menyudutkan. Prinsip-prinsip ini menjadi landasan utama dalam membangun hubungan harmonis dalam keluarga, terutama dalam interaksi antara orang tua dan anak. Kajian ini menegaskan bahwa komunikasi Islami yang baik tidak hanya menjadi penguat ikatan keluarga, tetapi juga sebagai upaya mewujudkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.Kata Kunci: Komunikasi, Keluarga Islam, Tafsir Ath-Thabari.   
KONSEP QIṢĀṢ DALAM ALQURAN Halimah, Nur
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v5i2.5788

Abstract

Abstrack: This thesis title is " QIṢĀṢ CONCEPT IN ALQURAN "  The government has made various methods and efforts to overcome the crime that is a social problem for the Indonesian people. In addition, the Koran also explains the punishment for perpetrators of crime. To deal with and provide solutions about crime, namely the penalty Qiṣāṣ. This study aims to find out how the meaning of qiṣāṣ in the Koran, how the Tafsir Ulama interpret the law of qiṣāṣ and the views of the scholars towards the punishment, what is the relationship between qiṣāṣ in the Koran and the criminal law. This type of research is library research (library research) so that the data sources come from written data relating to the topics discussed. The sources of this research can be classified into two types. The first is called the primary data source and the second is called the secondary data source. In accordance with the objectives of this study, the source of the data is the Koran. From the main data the verses on qiṣāṣ punishment will be collected. Then the data will be sought from the traditions of the Prophet relating to the topic of discussion as an explanation of the verses of the Koran for the perfection of the study in this study. The conclusion is that in Islam also recognizes that there is a punishment called forgiveness in some criminal acts. Islamic law also does not consider something strange when it recognizes the remission system for a crime. But instead it brings a principle that is recognized by modern law today so that Islamic law is superior to conventional law because the system of forgiveness in qiṣāṣ law is more pro-humanitarian. . Guard society from evil and detain anyone who will spill the blood of others. Realizing justice and helping people who are wronged, by providing convenience for the victim's guardian to retaliate to the perpetrators as was done to the victim. Being a means of repentance and cleansing of sins that have been violated, because qiṣāṣ become kafarah or eraser for the culprit. Conventional law also recognizes the system even though it is not properly implemented in the same criminal act. 
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM YANG TERKANDUNG DALAM KISAH NABI YUSUF A.S MENELADANI KESABARAN, KETABAHAN DAN PENERAPANNYA SEHARI-HARI Yasmin Humaira, Ajeng; Khairida Pasaribu, Assyifa
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v8i2.23446

Abstract

AbstrakStudi ini mengedepankan analisis nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam narasi Nabi Yusuf AS, sebagai suatu alternatif dan inovasi yang dapat diadopsi oleh para pendidik dalam metodologi pengajaran mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan yang tersirat dalam kisah Nabi Yusuf AS, serta untuk mengeksplorasi relevansi nilai-nilai tersebut dalam konteks pendidikan Islam. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kepustakaan, yaitu suatu kajian yang memanfaatkan literaturSebagai referensi data dari penelitian-penelitian sebelumnya. Para peneliti melakukan kajian dan analisis mendalam terhadap beragam karya yang berkaitan dengan penilaian nilai-nilai pendidikan Islam dalam narasi Nabi Yusuf AS. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis melalui metode analisis isi, yaitu sebuah teknik yang sistematis untuk mengevaluasi dan mengolah konten pesan. Analisis yang telah dilakukan menampilkan bahwa nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam kisah Nabi Yusuf AS meliputi beberapa aspek krusial, antara lain: Akidah (iman dan taqwa), Akhlak (budi pekerti), serta Ibadah (praktik sehari-hari). Nilai-nilai ini secara otomatis dapat berfungsi sebagai landasan bagi para pendidik dalam proses pembelajaran, yang dapat diintegrasikan melalui sinergi antara kurikulum dan materi ajar. Please provide the text you would like me to rephrase in a more sophisticated manner.Kata Kunci: Nilai Pendidikan Islam; Nabi Yusuf; Metode kisah Nabi Yusuf A.s; Analisis Kritis Kisah Nabi Yusuf dalam al-Qur’an.