cover
Contact Name
Endro Wibisono
Contact Email
endrowibisono@unesa.ac.id
Phone
085791231992
Journal Mail Official
mitrans@unesa.ac.id
Editorial Address
Program Studi D4 Transportasi Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Media Publikasi Terapan Transportasi
ISSN : -     EISSN : 30258774     DOI : https://doi.org/10.26740/mitrans.v2n3.p230-242
Core Subject : Engineering,
Jurnal Media Publikasi Terapan Transportasi (MITRANS) ditujukan untuk seluruh akademisi dan praktisi di bidang Transportasi, khususnya Manajemen Transportasi. Ruang lingkup Jurnal Manajemen Transportasi meliputi hasil penelitian lapangan, studi literatur, dan penelitian kebijakan publik yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan membangun inovasi terhadap perkembangan dunia di bidang Transportasi. Jurnal ini terbit 3 (tiga) kali setahun dan min. 12 artikel per terbitan. Penelitian dilihat melalui perspektif transportasi makro atau mikro dari berbagai aspek, seperti: operasional, produksi, sumber daya manusia, pemasaran, layanan konsumen, keuangan, dan manajemen strategis. Manajemen Transportasi Manajemen Logistik Manajemen Transportasi Pelabuhan Manajemen Kelautan Manajemen Transportasi Multimoda Manajemen Rantai Pasokan Keselamatan dan Lingkungan Logistik Keselamatan dan Lingkungan Transportasi
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (Agustus) (2024)" : 12 Documents clear
Analisis Pelayanan Bongkar Muat Petikemas yang Optimal pada Terminal Petikemas Surabaya Wiryawan, Three Shyahnda Raka
Jurnal Media Publikasi Terapan Transportasi Vol. 2 No. 2 (Agustus) (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mitrans.v2n2.p222-229

Abstract

Pelayanan bongkar muat petikemas merupakan salah satu aspek kunci dalam operasional terminal petikemas. Studi ini bertujuan untuk melakukan analisis mendalam terhadap kepuasan pelanggan terhadap layanan bongkar muat petikemas di Terminal Petikemas Surabaya dengan fokus pada pencapaian optimalitas. Metode penelitian melibatkan pengumpulan dan observasi data melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kinerja pelayanan bongkar muat, termasuk infrastruktur, manajemen operasional, dan faktor manusia. Dengan menggunakan pendekatan analitis, penelitian ini menghasilkan rekomendasi untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan, termasuk pengoptimalan proses operasional, peningkatan kapasitas infrastruktur, dan peningkatan keterlibatan staf. Temuan ini dapat menjadi landasan untuk pengembangan strategi manajemen yang lebih baik dalam meningkatkan kinerja terminal petikemas dan memenuhi tuntutan pasar yang semakin kompetitif.
Strategi untuk Menanggulangi Dampak Lalu Lintas Akibat Pembangunan Jalan Layang (Flyover) Aloha Juanda pada Jalan Raya Waru Arah Sidoarjo - Surabaya Pranoto, Lila Dearestriyani; Pattisinai, Amanda Ristriana
Jurnal Media Publikasi Terapan Transportasi Vol. 2 No. 2 (Agustus) (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mitrans.v2n2.p107-118

Abstract

Juanda termasuk bandara tersibuk kedua di Indonesia. Bandara ini diperkirakan mampu menampung 6 juta hingga 8 juta penumpang per tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak lalu lintas yang disebabkan dari pembangunan jalan layang Aloha Juanda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode MKJI 1997, yaitu dengan melakukan analisis perhitungan pada kinerja ruas jalan pada ruas jalan Aloha Juanda dari Sidoarjo menuju Surabaya. Hasil penelitian disampaikan bahwa pembagian volume terbesar dari data survey dengan kapasitas terbesar didapatkan hasil ratio perbandingan untuk menentukan tingkat kinerja ruas jalan Aloha – Juanda dan dari hasil tabel hubungan antara tingkat pelayanan, karakteristik arus lalu lintas, dan ratio volume terhadap kapasitas (MKJI, 1997) tingkat pelayanan berada pada huruf D dan E, dimana D adalah arus mendekati tidak stabil, kecepatan masi bisa dikendalikan, V/C masih dapat ditolerir. Sedangkan E volume lalu lintas mendekati/berada pada kapasitas arus tidak stabil, terkadang terhenti. Namun kepadatan arus lalu lintas mengalami penurunan dengan tingkat pelayanan A dan B setelah selesai konstruksi.
Perhitungan Tebal Perkerasan Jalan Menggunakan Analisa Komponen Bina Marga (Studi Kasus : Ruas Jalan Arjosari – Purwantoro Kabupaten Pacitan STA 0+000 – STA 1+500 , KM. SBY. 267+000 – 272+000) Nurmawati, Yesi; Wibisono, R. Endro
Jurnal Media Publikasi Terapan Transportasi Vol. 2 No. 2 (Agustus) (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mitrans.v2n2.p171-182

Abstract

Jalan merupakan bagian jalan dan prasarana transportasi darat, serta seluruh bangunan-bangunan yang ada dijalan sebagai pelengkap kegiatan lalu lintas. Perkerasan jalan merupakan lapisan atas dari struktur jalan yang berfungsi sebagai permukaan yang dilalui oleh kendaraan. Tujuan dari perkerasan jalan adalah untuk mendukung beban lalu lintas, memberikan kenyamanan berkendara, dan melindungi lapisan bawah jalan serta struktur bawahnya dari kerusakan akibat pemakaian dan cuaca. Lapisan tebal perkerasan berfungsi untuk menerima dan menyebarkan beban lalu-lintas tanpa menimbulkan kerusakan yang berarti pada jalan itu sendiri. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan untuk tebal perkerasan jalan dengan menggunakan metode Analisa Komponen Bina Marga. Ruas jalan yang diteliti adalah jalan Arjosari – Purwantoro STA 0+000 – STA 1+500 , KM. SBY. 267+000 – 272+000. Untuk umur rencana direncanakan 10 tahun, dari hasil perhitungan maka tebal perkerasan jalan ini menggunakan Laston dengan tebal minimum 7,5 cm untuk Lapis permukaan (D1), Batu Pecah dengan tebal minimum 20 cm untuk Lapis pondasi atas (D2), dan Sirtu Kelas B dengan tebal 35 cm untuk Lapis pondasi bawah (D3).
Analisis Kapasitas Lahan Parkir dan Simulasi Pergerakan Kendaraan Parkir di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Irjayanti, Ade Irma; Wibisono, R. Endro
Jurnal Media Publikasi Terapan Transportasi Vol. 2 No. 2 (Agustus) (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mitrans.v2n2.p119-127

Abstract

Satu di antara terminal penumpang di Indonesia yang berstandar internasional adalah Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Fasilitas pendukung yang ada pada terminal ini harus diperhatikan untuk menunjuang kegiatan di terminal penumpang. Area parkir yakni satu di antara fasilitas yang harus mendapatkan perhatian lebih. Satuan ruang parkir (SRP) di terminal penumpang ini sebesar 155 SRP untuk mobil penumpang golongan I dan 160 SRP untuk kendaraan roda 2. Oleh karena itu analisis mengenai kapasitas lahan parkir di terminal penumpang ini perlu untuk dilakukan. Metode penelitian dilakukan dengan survei kebutuhan parkir. Hasil dari penelitian diperoleh volume puncak kendaraan parkir untuk kendaraan mobil penumpang terjadi di hari Sabtu dengan jumlah 3110 kendaraan, dan sebesar 2558 untuk kendaraan roda 2. Turn over untuk 2 jenis kendaraan sebesar 14,24 dan 13,13. Mobil penumpang membutuhkan lahan parkir sebesar 314 SRP, sedangkan kendaraan roda dua membutuhkan 775 SRP. Dengan demikian dibutuhkan penambahan area parkir pada wilayah terminal penumpang dan pengaturan sirkulasi kendaraan parkir di terminal penumpang agar dapat memenuhi kebutuhan parkir yang ada.
Studi Komparasi Karakteristik dan Nilai Daktilitas Aspal Modifikasi Pg 70 dengan Aspal Pertamina Penetrasi 60/70 Pratama, Naufal Gilang; Haratama, Kusuma Refa
Jurnal Media Publikasi Terapan Transportasi Vol. 2 No. 2 (Agustus) (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mitrans.v2n2.p183-189

Abstract

Penggunaan aspal dalam konstruksi jalan bertujuan untuk memberikan lapisan yang tahan terhadap beban kendaraan dan kondisi lingkungan. Aspal memiliki beragam jenis yang dibedakan berdasarkan faktor-faktor seperti viskositas, komposisi, sifat reologi, dan sumbernya. Pada penelitian ini menggunakan jenis aspal Modifikasi PG 70 dan aspal Pertamina Penetrasi 60/70. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan karakteristik dan nilai daktilitas dari kedua aspal tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah SNI 2432-2011. Nilai pengujian daktilitas dari aspal PG 70 dan aspal Pertamina Penetrasi 60/70 memiliki persamaan nilai yaitu lebih dari 140 cm. Hal tersebut menunjukkan nilai daktilitas kedua aspal telah memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 (Revisi 2). Tetapi terdapat perbedaan secara tampilan ketika diuji, dimana aspal Pertamina Pen 60/70 memiliki serat aspal lebih tipis dibanding aspal PG 70. Berdasarkan hasil uji laboratorium dan analisis komparatif, aspal modifikasi PG 70 direkomendasikan untuk digunakan pada jalan jalan dengan beban lalu lintas tinggi dan di daerah dengan perubahan suhu yang signifikan. Aspal Pertamina penetrasi 60/70 masih dapat digunakan secara efektif pada jalan-jalan dengan beban lalu lintas yang lebih rendah dan kondisi iklim yang stabil.
Identifikasi Kerusakan Jalan dengan Metode Bina Marga (Studi Kasus Ruas Jalan Ponco – Jatirogo KM 138+410 – 139+910) Indrayana, Anggarda Bagus Setya; Haratama, Kusuma Refa
Jurnal Media Publikasi Terapan Transportasi Vol. 2 No. 2 (Agustus) (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mitrans.v2n2.p200-209

Abstract

Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan pelengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas. Ruas jalan Ponco-Jatirogo merupakan jalan tipe kolektor primer yang merupakan akses bagi para pengguna jalan dari Kabupaten Bojonegoro menuju ke Kabupaten Tuban, selain itu ruas jalan Ponco-Jatirogo merupakan jalan alternatif pada jalur lintas pantai utara (Pantura). Pengamatan dilaksanakan pada ruas jalan Ponco-Jatirogo KM 138+410-139+910 (650 m), pengamatan ini difokuskan pada identifikasi kerusakan jalan, serta dilakukan secara pendekatan kuantitatif dengan proses perhitungan menggunakan metode Bina Marga. Berdasarkan observasi lapangan pada ruas Ponco-Jatirogo terdapat jenis kerusakan pelepasan butir, tambalan, retak memanjang, lubang, dan retak acak. Nilai LHR rata-rata yang didapat adalah 27461,6 smp/hari sehingga kelas lalu lintasnya 7 dan nilai kondisi jalan yang didapat sebesar 3,23. Hasil analisis menggunakan metode Bina Marga mendapatkan hasil nilai Urutan Prioritas sebesar 6,77 yang termasuk ke program pemeliharaan berkala. Penanganan pada program pemeliharaan berkala, antara lain: Penambalan, sealing, surface dressing, lapis ulang.
Peluang Penggunaan Sistem Single Lane Free Flow (SLFF) Untuk Mereduksi Tundaan Pada Gerbang Tol Exit Kejapanan Utama Nurdiana, Rista Septi; Haratama, Kusuma Refa
Jurnal Media Publikasi Terapan Transportasi Vol. 2 No. 2 (Agustus) (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mitrans.v2n2.p190-199

Abstract

Single Lane Free Flow (SLFF) merupakan sistem pembayaran tol tanpa bersentuhan secara fisik (nir sentuh) pada tiap lajur atau per gardu. SLFF menggunakan alat ANPR untuk mendeteksi chip atau stiker RFID yang ditempelkan pada pelat nomor atau pada lampu kendaraan, sedangkan untuk mengidentifikasi golongan kendaraan menggunakan alat DSRC. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana cara kerja SLFF serta bagaimana dampaknya jika SLFF diimplementasikan pada Gerbang Tol Exit Kejapanan Utama. Pada penelitian ini menggunakan metode analisis perhitungan waktu tundaan menggunakan data primer yang didapatkan dari hasil survey pada hari Minggu, 23 Juni 2024 pukul 15.00 – 17.00 WIB. Intrepretasi data primer tersebut diolah menggunakan Ms. Excel yang mencakup volume lalu lintas serta waktu yang dibutuhkan saat melakukan transaksi tapping e-tol, perhitungan tersebut dilakukan untuk menemukan hasil komparasi antara waktu tundaan e-Toll dengan SLFF. Hasil analisis perhitungan waktu tundaan terbesar didapatkan pada pukul 16.00 – 17.00 untuk tapping e-tol adalah 158,04 detik/smp, sedangkan untuk SLFF adalah 0,672 detik/smp. Dari hasil pengolahan tersebut bisa dilihat bahwa SLFF jauh lebih cepat waktu tundaannya dibandingkan sistem transaksi menggunakan e-tol. Dengan dilakukannya perbandingan analisis perhitungan waktu tundaan, maka peluang penerapan SLFF diharapkan bisa terealisasi pada masa yang akan datang.
Analisis Tarif Angkutan Umum Berdasarkan BOK, ATP, dan WTP Dilengkapi Simulasi Penetapan Tarif Berbasis Website (Studi Kasus: Angkutan Lingkungan Kota Blitar) Widyanigrum, Kartika Ayu; Wibisono, R. Endro
Jurnal Media Publikasi Terapan Transportasi Vol. 2 No. 2 (Agustus) (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mitrans.v2n2.p128-137

Abstract

Keberadaan angling di Kota Blitar kalah saing dengan transportasi lain perihal penawaran tarif yang relatif mahal dan adanya keraguan karena kurangnya transparansi tarif maupun informasi angkutan. Dirumuskan beberapa permasalah dari fenomena yang ada yaitu bagaimana besaran tarif eksisting angkutan jika dibandingkan nilai BOK, ATP dan WTP serta bagaimana perancangan suatu website tarif angkutan dengan titik 0 stasiun Kota Blitar. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tarif angkutan dibandingkan dengan nilai biaya operasional, ATP, dan WTP, serta merencanakan website yang dapat memberikan informasi terkait angkutan kepada calon pengguna jasa. Metode kuantitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian diperoleh nilai biaya operasional kendaraan sebesar Rp6.400,00. Nilai ATP sebesar Rp5.900 serta besaran WTP Rp2.700,00. Dari besaran nilai ATP dan WTP disimpulkan kemampuan masyarakat Kota Blitar dalam membayar jasa angkutan relatif tinggi dibandingkan kemauan membayar sehingga tarif angling dapat dinaikkan sampai batas ideal tetapi diperlukan peningkatan pelayanannya. Perancangan website diawali dengan pengadaan infrastruktur teknis berupa domain dan server, serta instalasi dan konfigurasi platform WordPress. Tampilan website berisikan profil angkutan, list tarif angkutan, pemesanan angkutan, artikel bacaan, serta bagian kritik dan saran.
Evaluasi Kebutuhan Parkir (Studi Kasus: Kendaraan Roda Empat, di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Tuban) Bianfaal, Ar Radiqo Bianfaal; Susanti, Anita
Jurnal Media Publikasi Terapan Transportasi Vol. 2 No. 2 (Agustus) (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mitrans.v2n2.p138-147

Abstract

Di Kabupaten Tuban terdapat sebuah gedung administrasi yang disebut Mal Pelayanan Publik Kabupaten Tuban. Tempat parkir Mal Pelayanan Publik Kabupaten Tuban hanyalah salah satu dari sekian banyak lokasi yang harus dipersiapkan untuk melayani pengunjung. Setiap pengunjung yang akan datang ke tempat tersebut memakai kendaraan roda empat dan roda dua. Permasalahan muncul ketika sebuah mobil atau kendaraan roda empat memarkir mobil tersebut. Pada sebuah lahan tempat parkir yang ada di Mal Pelayanan Publik terjadi kurangnya ruang untuk memarkir kendaraan roda empat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi kapasitas dan efektivitas sistem parkir yang ada di gedung tersebut. Penelitian ini mengkaji fitur parkir mobil dalam kaitannya dengan peraturan parkir dengan metode deskriptif kuantitatif. Berdasarkan analisis dari studi ini didapat hasil volume 468 mobil yang diparkir selama survei; akumulasi 177 mobil; durasi parkir; kapasitas parkir: 34,45 mobil per jam; indeks parkir mobil: 40,2%; dan tingkat pergantian parkir mobil: 0,96 mobil per tempat parkir. Dari studi yang dilakukan terhadap perhitungan tersebut, ditemukan 86 SRP, namun hanya 55 SRP yang dapat diakses oleh mobil. Oleh karena itu, diperlukan 31 SRP untuk tempat parkir. Kesimpulannya, terdapat 31 Satuan Ruang Parkir di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Tuban untuk mengakomodasi kebutuhan tempat parkir, khususnya untuk kendaraan roda empat.
Evaluasi Kinerja Tiga Simpang di Jalan Dr. Ir. H. Soekarno Kota Surabaya dengan Menggunakan Software Vissim Luqman, Muhammad Fiqih Nur; Wibisono, R. Endro
Jurnal Media Publikasi Terapan Transportasi Vol. 2 No. 2 (Agustus) (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mitrans.v2n2.p148-159

Abstract

Jalan arteri pada Jalan Dr. Ir. H. Soekarno di Surabaya mengalami kemacetan dari Simpang Raya Kertajaya Indah hingga Simpang Mulyorejo. Tujuan penelitian untuk menganalisis tingkat pelayanan persimpangan dalam kondisi eksisting, setelah penyesuaian fase, dan hasil simulasi Vissim. Metode penelitian menggunakan MKJI 1997. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pelayanan koordinasi simpang di Jalan Dr. Ir. H. Soekarno meningkat dari F menjadi E pada Simpang Raya Kertajaya Indah. Rasio derajat kejenuhan berkurang dari 1,54 menjadi 0,99 untuk lengan selatan, dari 1,05 menjadi 0,95 untuk lengan utara, dan dari 1,4 menjadi 0,99 untuk lengan barat. Simpang Dharmahusada Permai, tingkat pelayanan meningkat dari F menjadi E dengan rasio derajat kejenuhan berkurang dari 1,26 menjadi 0,91 untuk lengan selatan, dari 1,25 menjadi 0,90 untuk lengan utara, dan dari 1,47 menjadi 0,94 untuk lengan barat. Simpang Mulyorejo menunjukkan peningkatan dari F menjadi E, dengan rasio derajat kejenuhan berkurang dari 1,46 menjadi 0,95 untuk lengan selatan, dari 1,43 menjadi 0,98 untuk lengan utara, dan dari 1,69 menjadi 0,95 untuk lengan barat. Hasil simulasi Vissim menunjukkan peningkatan pelayanan pada ketiga persimpangan. Sebelum penyesuaian fase, semua persimpangan dikategorikan dalam tingkat pelayanan F, tetapi setelah penyesuaian, meningkat menjadi kategori E. Kesimpulan penelitian menunjukkan evaluasi tingkat pelayanan setelah penyesuaian fase pada kinerja tiga persimpangan di Jalan Dr. Ir. H. Soekarno menghasilkan perubahan positif dari kategori F menjadi E.

Page 1 of 2 | Total Record : 12