cover
Contact Name
Alin Fithor
Contact Email
afithor@gmail.com
Phone
082324970400
Journal Mail Official
sintasan@upstegal.ac.id
Editorial Address
Jurusan Budidaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pancasakti Tegal Jalan. Halmahera Km. 1 Tegal Timur, Kota Tegal, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia, Kode Pos 52181
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
JOURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI BUDIDAYA PERAIRAN (SINTASAN)
ISSN : -     EISSN : 29867843     DOI : prefix 10.24905
The Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) is a scientific research journal that aims to increase interest in writing for academics, practitioners and the general public, especially in the field of aquaculture. In addition, this journal aims to promote theories, practices, innovations, engineering and management as well as socio-economic relevant to the field of aquaculture. The scope of this journal includes cultivation fisheries technology, aquaculture engineering, aquaculture management, geographic fisheries information systems, and fisheries management and business.
Articles 21 Documents
KAJIAN BAHAN KOLEKTOR YANG BERBEDA TERHADAP KELIMPAHAN DAN PERTUMBUHAN KERANG HIJAU (Perna viridis) DI PERAIRAN PESISIR Astuti, Dwi Anggun; Sutaman; Mulatsih, Sri
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v1i1.22

Abstract

Green mussel (Perna viridis) is one of the biological resources that have high economic value in Indonesia. This green mussel thrive in the gulf waters, the waters around mangroves area, and estuaries, with a muddy and sandy waters in the environment condition, with light and moving water, and salt levels are not too high. This is because of the green mussel is easy and relatively fast incultivation.Based on the results of the study, concluded that the physical parameters of water chemistry there is no difference between treatments real and viable for aquaculture activities for collectors of differentmaterials on the abundance and growth of green mussel (Pernaviridis). C treatment is the best treatment(net material) during the study and very significant effect on daily growth rate (gram) F count = 12,0222> F table 0.05 (18:56) = 2.03, growth of absolute weight biomass (Gram) F count = 3.0381> F table0.05 (18:56) = 2.03 daily growth (%) F count = 15.4305> F table 0, 05 (18:56) = 2, 03, the relativegrowth (g) F count = 3.7151> F table 0.05 (2: 6) = 2.03, and no significant effect on diameter (cm) Fcount = 0.0417> F table 0.05 (18:56) = 2.03, and density (cm) F count = 0.0180> F table 0.05 (18:56)= 2.03.
PENGARUH PAKAN MAGGOT TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN LELE ( Clarias SP ) Muluk, Ridlo Maulana Akhsanul; Umi Hartanti, Ninik; Farkha Dina, Karina
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 3 No 1 (2025): Volume 3 No.1 2025
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v3i1.58

Abstract

Pakan merupakan salah satu unsur penting dalam perkembangan kegiatan budidaya yang menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. Pakan pada kegiatan budidaya umumnya menggunakan pakan komer- sial yang menghabiskan sekitar 60-70% dari total biaya produksi yang dikeluarkan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pakan maggot terhadap pertumbuhan ikan lele (Clarias sp.). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya biaya pakan komersial dalam budidaya ikan lele, sehingga diperlukan alternatif pakan yang lebih ekonomis dan tetap mendukung pertumbuhan ikan. Maggot (Hermetia illucens) memiliki kandungan protein tinggi yang berpotensi sebagai pakan alternatif. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan pakan: (A) 100% pakan komersial, (B) 70% pakan komersial + 30% maggot, (C) 50% pakan komersial + 50% maggot, dan (D) 100% maggot. Parameter yang diukur meliputi pertumbuhan panjang dan bobot mutlak, laju pertumbuhan harian, rasio konversi pakan (FCR), efisiensi pakan, serta tingkat kelangsungan hidup ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan C (50% pakan komersial + 50% maggot) memberikan pertumbuhan panjang dan bobot tertinggi, dengan FCR optimal dan efisiensi pakan yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya. Semua perlakuan menunjukkan tingkat kelangsungan hidup ikan sebesar 100%. Kualitas air selama penelitian pada kisaran yang layak untuk kelangsungan hidup ikan lele.
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN BUATAN DAN PAKAN ALAMI JENIS (Azolla microphylla) DAN ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN BENIH IKAN KOAN (Ctenopharyodon idella) Wijayanti, Sinnariya Puspa; Nurjanah; Sutaman
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 3 No 1 (2025): Volume 3 No.1 2025
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v3i1.60

Abstract

Ikan Koan (Ctenopharyngodon idella) adalah ikan herbivora yang dapat mengonsumsi tumbuhan air seperti Azolla microphylla dan gceng gondok (Eichhornia crassipes) sebagai pakan alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan buatan dan pakan alami terhadap laju pertumbuhan benih ikan Koan. Penelitian dilakukan di Loka Perbenihan dan Budidaya Ikan Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu (K) pakan komersial, (A) Azolla microphylla, (B) Eceng Gondok, dan (C) campuran Azolla microphylla dan Eceng Gondok, masing-masing dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi laju pertumbuhan harian, pertumbuhan bobot individu mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, tingkat kelangsungan hidup (SR), serta rasio konversi pakan (FCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan K menghasilkan pertumbuhan terbaik dengan laju pertumbuhan harian 0,159 gram/hari, diikuti perlakuan C (0,144 gram/hari). Pertumbuhan bobot mutlak terbaik ditemukan pada perlakuan K (4,8 gram), diikuti C (4,33 gram). Tingkat kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada perlakuan K (100%). FCR terbaik ditemukan pada perlakuan B (2,5). Secara keseluruhan, kombinasi Azolla microphylla dan eceng gondok dapat menjadi alternatif pakan yang mendukung pertumbuhan ikan Koan dengan efisiensi yang baik.
PENGARUH JENIS PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN IKAN KAKAP PUTIH YANG DIPELIHARA PADA KERAMBA JARING TANCAP DI DESA RANDUSANGA WETAN Fatriyoko, Swi Juli Angga; Suyono; Sutaman
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 3 No 1 (2025): Volume 3 No.1 2025
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v3i1.61

Abstract

Budidaya ikan kakap putih telah menjadi suatu usaha yang bersifat komersial (dalam budidaya) untuk dikembangkan, karena pertumbuhannya yang relatif cepat, mudah dipelihara dan mempunyai toleransi yang tinggi terhadap perubahan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui pengaruh jenis pakan yang berbeda dan mengetahui jenis pakan manakah yang paling optimal terhadap pertumbuhan ikan kakap putih (Lates calcarifer) di Desa Randusanga Wetan. Metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan menggunakan data kuantitatif dengan model eksperimen untuk mengetahui akibat dari sebuah perlakuan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian jenis pakan A (ikan rucah), B (keong sawah), C (pakan buatan) dan K (pellet komersil) memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan ikan kakap putih (Lates calcarifer). Uji tukey menunjukkan bahwa rata-rata laju pertumbuhan tertinggi pada benih ikan kakap putih terdapat pada perlakuan A (pakan ikan rucah) dibandingkan dengan perlakuan B (pakan keong sawah), C (pakan buatan), dan K (pakan pellet komersil). Kualitas air berada dalam kisaran yang layak untuk kehidupan benih kakap putih (Lates carcarifer). Hasil uji anova, menunjukkan nilai Sig. 0,012 < 0,05, sehingga data hasil perlakuan A, B, C dan K terdapat perbedaan yang nyata ( p< 0,05).
PENGARUH PERBEDAAN DOSIS PAKAN ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN CACING SUTRA (Tubifex sp) Mina Persila Rumfabe; Sutaman; Umi Hartanti, Ninik
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 3 No 1 (2025): Volume 3 No.1 2025
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v3i1.62

Abstract

Cacing sutera (Tubifex sp) merupakan pakan alami alternatif yang dapat dikembangkan. Cacing sutra dibutuhkan untuk pertumbuhan ikan karena mengandung nutrisi yang tinggi. pertumbuhan cacing sutra (Tubifex Sp) memerlukan nutrisi dan media hidup yang cocok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan limbah sawi, ampas tahu dan dedak padi sebagai media budidaya terhadap pertumbuhan dan populasi cacing sutra (Tubifex sp). Bahan dan alat yang digunakan diantaranya: cacing sutra, EM4, limbah sawi. dedak padi, dan ampas tahu. Alat : box plastik, alat ukur kualitas air pH, suhu,DO, dan alat tulis. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 1 kontrol, tiap perlakuan memiliki 3 ulangan yang setiap ulangan terdiri dari 10 gram cacing sutra. Sebagai perlakuan pemberian pakan organik cacing sutra. dengan dosis A (limbah sawi 50%, ampas tahu 15% dedak padi 35% ), B (limbah sawi 50%, ampas tahu 25% dedak padi 25%), C (limbah sawi 50%, ampas tahu 35% dedak padi 15%) dan D (kontrol 0,gr). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berbeda nyata terhadap pertumbuhan dan populasi. Perlakuan C merupakan perlakuan terbaik dengan pertumbuhan bobot 16,45 gr dan populasi cacing sutra sebesar 3,757 gr, disusul perlakuan B dengan pertumbuhan bobot sebesar 13,13 gr dan populasi 3,126 ind/gr, kemudian perlakuan A dengan pertumbuhan sebesar 9,66 gr dan populasi 3,010 gr, dan perlakuan terendah D dengan pertumbuhan sebesar 7,24 gr dan populasi 2,965 ind/gr. Kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran yang layak untuk kehidupan cacing sutra (Tubifex sp).
KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (PB) DAN CADMIUM (CD) PADA IKAN LAYANG (Decapterus Russelli) DI PERAIRAN LOSARI KOTA MAKASSAR Ricky Indriawan Saputra; Nurjanah; Sutaman
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 3 No 1 (2025): Volume 3 No.1 2025
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v3i1.63

Abstract

Kota Makassar adalah kota yang mempunyai beberapa pantai salah satunya adalah Pantai Losari. Letak Pantai Losari berada di Kecamatan Ujung Pandang di sebelah barat kota Makassar. Padatnya pemukiman dan aktivitas indsutri ataupun pergudangan membawa ciptakan di limbah sehingga pantai mengalami terjadinya pencemaran. Tujuan dari studi ini guna menganalisis kandungan logam berat Timbal (Pb) dan Cadmium (Cd) yang terkandung pada ikan layang di Pantai Losari kota Makassar. Pengambilan data dilakukan dengan purphosif sampling pada dua Lokasi dan uji laboratorium kandungan logam berat dilakukan dengan metode SSA. Studi ini merupakan penelitian deskriptif. Data penelitian di analisa menggunakan Standar Baku Mutu SNI 2009. Hasil studi mengindikasikan bahwasanya kadar Pb pada tubuh ikan layang di Lokasi 1 dan Lokasi 2 sebesar 0.385 mg/kg, sementara kadar Cd pada tubuhnya sebesar 0,026 mg/l. Kadar dari Pb dan Cd di kedua lokasi tersebut masih di bawah nilai ambang batas Standar Nasional Indonesia yaitu 2.0 mg/kg, maka aman untuk dikonsumsi.
PEMBERIAN PAKAN ALAMI KEONG MAS (Pomacea Canaliculata) DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN GURAME (Osphronemus Goramy) Dami Walia; Nurjanah; Umi Hartanti, Ninik
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 2 No 2 (2024): Volume 2 No.2 2024
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v2i2.64

Abstract

Ikan gurame (Osphronemus goramy) merupakan salah satu jenis ikan air tawar asli Indonesia yang sudah lama dibudidayakan dan dikonsumsi masyarakat. Kualitas benih ikan gurame yang baik, salah satunya sangat ditentukan oleh pakan alami yang dikonsumsi. Pakan alami yang dikonsumsi tersebut harus memiliki kandungan nutrisi cukup dan sesuai dengan bukaan mulut larva ikan. Pakan alami sebagai pakan awal sangat mendukung kualitas yang baik dari larva ikan. Salah satu contoh pakan alami untuk benih ikan gurame (Osphronemus goramy) adalah Keong mas (Pomacea canaliculata). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan dosis pemberian pakan alami keong mas yang berpengaruh pada laju pertumbuhan dan kelulusan hidup ikan Gurame (Osphronemus goramy). Bahan dan alat yang digunakan diantaranya: benih ikan gurame ukuran 5-7 cm, EM4, pellet dan keong mas. Alat : akuarium, alat ukur kualitas air pH, suhu,DO, dan alat tulis. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 1 kontrol, tiap perlakuan memiliki 3 ulangan yang setiap ulangan terdiri dari 10 ekor benih ikan gurame. Sebagai perlakuan pemberian pakan alami keong mas. dengan dosis A (15 Ind/gr), B (30 Ind/gr), C (45 Ind/gr) dan D (Kontrol 0,gr). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada setiap perlakuan berbeda sangan nyata terhadap pertumbuhan bobot biomassa mutlak individu dan laju pertumbuhan harian dan berpengaru nyata terhadap pertumbuhan panjang ikan gurame. Perlakuan C merupakan perlakuan terbaik dengan pertumbuhan sebesar 9,37 gr, dan laju pertumbuhan harian sebesar 0,334 gr. Tingkat kelangsungan hidup benih ikan gurame pada perlakuan A,B,C dan D (Kontrol) r 100 %. Kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran yang layak untuk kehidupan ikan gurame.
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG TOMAT (Solanum lycopersicum) DAN TEPUNG LABU KUNING (Cucurbita moschata D.) PADA PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KECERAHAN WARNA IKAN KOI (Cyprinus carpio) Firman Syarif Ibrohim; Suyono; Sri Mulatsih
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 2 No 2 (2024): Volume 2 No.2 2024
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v2i2.65

Abstract

Estetika warna yang dimiliki oleh ikan koi (Cyprinus carpio) menjadi daya tarik utama bagi para penghobi ikan koi. Harga jual ikan koi cenderung tinggi karena keindahan warna yang melekat padanya. Upaya untuk meningkatkan kejelasan warna pada ikan ini dapat dilakukan melalui pemberian karotenoid sebagai suplemen pakan. Salah satu jenis karotenoid yang dianggap paling efektif adalah tepung tomat dan labu kuning, dikarenakan kandungan ßkaroten sebagai sumber yang mampu merangsang pertumbuhan dan meningkatkan kejelasan warna ikan koi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak pemberian tepung tomat dan tepung labu terhadap pertumbuhan dan kejelasan warna pada ikan koi (Cyprinus carpio). Rancangan penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga kelompok perlakuan (dosis tepung tomat 20%, dosis tepung labu 20%, dosis tepung tomat dan labu 40%) yang diulang sebanyak tiga kali. Ikan koi yang digunakan memiliki ukuran awal 8 cm dan berat 11 gr, ditempatkan dalam akuarium berukuran 50 x 25 x 25 cm dengan kepadatan 10 ekor per akuarium. Parameter yang diamati mencakup skor warna ikan koi menggunakan kertas Toca Colour Finder (TCF), laju pertumbuhan harian, laju pertumbuhan mutlak, tingkat kelangsungan hidup, rasio konversi pakan, efisiensi pakan, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dari pemberian tepung tomat dan labu terhadap kejelasan warna ikan koi. Perlakuan terbaik tercapai melalui pemberian tepung tomat dan labu dengan dosis 40%, yang menghasilkan peningkatan satu skor kejelasan warna lebih cepat pada minggu ketiga penelitian. Meskipun demikian, pemberian tepung tomat 20%, tepung labu kuning 20% dan tepung tomat dan labu kuning 40% tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan bobot dan panjang ikan koi (Cyprinus carpio). Parameter kualitas air selama penelitian berada dalam rentang toleransi yang dapat diterima.
PENGARUH PEMBERIAN SERBUK TEMBAKAU (Nicotiana tobacum) DENGAN DOSIS BERBEDA TERHADAP MORTALITAS IKAN NILA (Oreochromis niloticus) SKALA LABORATORIUM Idham Ali Rosadi; Suyono; Nurjanah
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 2 No 2 (2024): Volume 2 No.2 2024
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v2i2.66

Abstract

Ikan nila merupakan hama pada tambak udang yang perlu diberantas karena merupakan pesaing dalam hal makanan, ruang gerak, dan oksigen sehingga dapat mengganggu kehidupan udang budidaya. Daun tembakau (Nicotiana tabacum) mengandung nikotin yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati. Nikotin merupakan senyawa kimia organik yang bersifat toksik dan dapat digunakan untuk membunuh hama serta merupakan neurotoksin yang bereaksi sangat cepat. Alkaloid nikotin, nikotin sulfat dan konstituen nikotin lainnya dapat digunakan sebagai racun kontak, fumigan dan racun perut. Penggunaan serbuk tembakau sebagai racun hama tambak masih belum banyak digunakan dibandingkan dengan ekstrak biji teh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian serbuk tembakau terhadap mortalitas ikan nila sebagai hama di tambak. Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah serbuk tembakau kualitas rendah dan ikan nila berukuran 7 - 9 cm. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap dengan perlakuan A (0 ppm atau kontrol), B (10 ppm), C (20 ppm) dan D (30 ppm) dengan tiga kali ulangan. Sepuluh ekor ikan nila dipelihara dalam ember berisi 20 liter air payau (salinitas 20 ppt).
POLA PERSEBARAN JENIS KEPITING BAKAU ( SCYLLA SERRATA ) DI KAWASAN HUTAN MANGROVE PANDANSARI DESA KALIWLINGI BREBES. Fajar Firmanulloh; Nurjanah; Umi Hartanti, Ninik
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 2 No 2 (2024): Volume 2 No.2 2024
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v2i2.67

Abstract

Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu spesies kunci dalam ekosistem mangrove sehingga kepiting bakau merupakan komoditas yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Kebutuhan konsumen akan kepiting bakau (Scylla serrata) sebagian besar masih dipenuhi dari hasil penangkapan di alam yang sifatnya fluktuatif. Guna menunjang usaha budidaya kepiting yang efektif, efisien dan menguntungkan secara ekonomis perlu dilakukan pengkajian terhadap sifat-sifat biologis kepiting bakau. Tujuan dari Penelitian ini untuk mengetahui Pola Persebaran Jenis Kepiting Bakau (Scylla serrata) di kawasan Hutan Mangrove Dukuh Pandansari, Desa kaliwlingi, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes. Penelitian ini dilakukan dengan cara pengamatan untuk mengetahui bagaimana pola persebaran kepiting bakau (Scylla serrata) di bubu/perangkap. Alat yang digunakan seperti bubu/perangkap, umpan, alat untuk cek kualitas air, penggaris dan timbangan. Penelitian ini terdapat 3 lokasi, stasiun 1 berlokasi di Tambak Hutan Mangrove, stasiun 2 berlokasi berlokasi di Kawasan Hutan Mangrove dekat Sungai Pemali, stasiun 3 berlokasi di Dermaga Pulau Hutan Mangrove. Berdasarkan Penelitian diperoleh jumlah Kepiting Bakau (Scylla serrata) dari 3 stasiun 10 ekor, pola persebaran jenis kepiting bakau (Scylla serrata) yang terbanyak diperoleh di stasiun 2 yang berlokasi di kawasan Hutan Mangrove dekat Sungai Pemali yaitu 4 ekor. Berdasarkan rationya, jumlah kepiting bakau Jantan yang diperoleh 6 ekor dan Betina 4 ekor dengan persebaran ratio jenis kepiting bakau Jantan dan Betina terbanyak berturut-turut yaitu stasiun 2 diperoleh 2 Jantan dan 2 Betina, sedangkan di stasiun 1 dan 3 diperoleh 2 Jantan dan 1 Betina.

Page 2 of 3 | Total Record : 21