cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
cjpp@unesa.ac.id
Phone
+6282231445454
Journal Mail Official
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
CJPP
ISSN : 22526129     EISSN : 30634806     DOI : https://doi.org/10.26740/cjpp
Character Jurnal Penelitian Psikologi is a peer-reviewed journal that covers all topics in theoretical and applied psychology that is managed by Department of Psychology, Faculty of Psychology, Universitas Negeri Surabaya. This journal is published in January, May, and September by Universitas Negeri Surabaya.
Articles 1,052 Documents
PERBEDAAN TINGKAT KESEPIAN PADA SISWA KELAS X DAN XI DITINJAU DARI EFEKTIVITAS KOMUNIKASI ORANGTUA Sridewi Murni Agriyanti; Diana Rahmasari
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i5.41923

Abstract

Abstrak Kesepian pada remaja merupakan salah satu faktor dari munculnya berbagai perilaku negative yang ada pada remaja. Salah satunya penyebab munculnya kesepian ialah karena tidak terpenuhinya kebutuhan remaja untuk membangun relasi dengan orang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah terdapat perbedaan tingkat kesepian antara siswa kelas x dengan siswa kelas xi ditinjau dari efektivitas komunikasi orangtua. Jumlah sampel pada penelitian ini ialah 200 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini ialah random sampling. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur variabel kesepian yaitu Pandemic Loneliness Scale (Li & Wang, 2020) yang merupakan adaptasi dari English Longitudinal Study on Ageing (ELSA). Sedangkan alat ukur yang digunakan untuk mengukur variabel efektivitas komunikasi orangtua yaitu alat ukur yang disusun berdasarkan aspek efektivitas komunikasi menurut DeVito (2011). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kesepian siswa kelas X dengan siswa kelas XI, selain itu juga penelitian menunjukkan hubungan yang negatif antara efektivitas komunikasi orangtua dengan kesepian pada remaja. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kesepian pada siswa kelas X dan XI serta efektivitas komunikasi orang tua dapat berpengaruh secara signifikan pada kesepian yang dialami remaja. Kata Kunci: kesepian, remaja, efektivitas komunikasi orangtua. Abstract Loneliness in adolescents is one factor in the emergence of various negative behaviors that exist in adolescents. One of the causes of the emergence is due to the unfulfilled needs of adolescents to build relationships with others. The purpose of this study was to test whether there was a difference in the level of loneliness between class x students and class xi students in terms of the effectiveness of parental communication. The number of samples in this study found 200 students. The sampling technique used in this research is random sampling. The measuring instrument used to measure loneliness is the Pandemic Loneliness Scale (Li & Wang, 2020) which is an adaptation of the English Longitudinal Study on Aging (ELSA). Meanwhile, the measuring instrument used to measure the effectiveness of parental communication is a measuring instrument that is based on aspects of communication effectiveness according to DeVito (2011). The results showed that there was a significant difference between the level of loneliness of class X students and class XI students, besides that it also showed a negative relationship between the effectiveness of parental communication and loneliness in adolescents. So that it can be said that there are differences in the level of loneliness in grade X and XI students and the effectiveness of parental communication can have a significant effect on the loneliness experienced by adolescents. Keyword: loneliness, adolescents, effective communication between parents and child. Abstrak Kesepian pada remaja merupakan salah satu faktor dari munculnya berbagai perilaku negative yang ada pada remaja. Salah satunya penyebab munculnya kesepian ialah karena tidak terpenuhinya kebutuhan remaja untuk membangun relasi dengan orang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah terdapat perbedaan tingkat kesepian antara siswa kelas x dengan siswa kelas xi ditinjau dari efektivitas komunikasi orangtua. Jumlah sampel pada penelitian ini ialah 200 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini ialah random sampling. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur variabel kesepian yaitu Pandemic Loneliness Scale (Li & Wang, 2020) yang merupakan adaptasi dari English Longitudinal Study on Ageing (ELSA). Sedangkan alat ukur yang digunakan untuk mengukur variabel efektivitas komunikasi orangtua yaitu alat ukur yang disusun berdasarkan aspek efektivitas komunikasi menurut DeVito (2011). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kesepian siswa kelas X dengan siswa kelas XI, selain itu juga penelitian menunjukkan hubungan yang negatif antara efektivitas komunikasi orangtua dengan kesepian pada remaja. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kesepian pada siswa kelas X dan XI serta efektivitas komunikasi orang tua dapat berpengaruh secara signifikan pada kesepian yang dialami remaja. Kata Kunci: kesepian, remaja, efektivitas komunikasi orangtua. Abstract Loneliness in adolescents is one factor in the emergence of various negative behaviors that exist in adolescents. One of the causes of the emergence is due to the unfulfilled needs of adolescents to build relationships with others. The purpose of this study was to test whether there was a difference in the level of loneliness between class x students and class xi students in terms of the effectiveness of parental communication. The number of samples in this study found 200 students. The sampling technique used in this research is random sampling. The measuring instrument used to measure loneliness is the Pandemic Loneliness Scale (Li & Wang, 2020) which is an adaptation of the English Longitudinal Study on Aging (ELSA). Meanwhile, the measuring instrument used to measure the effectiveness of parental communication is a measuring instrument that is based on aspects of communication effectiveness according to DeVito (2011). The results showed that there was a significant difference between the level of loneliness of class X students and class XI students, besides that it also showed a negative relationship between the effectiveness of parental communication and loneliness in adolescents. So that it can be said that there are differences in the level of loneliness in grade X and XI students and the effectiveness of parental communication can have a significant effect on the loneliness experienced by adolescents. Keyword: loneliness, adolescents, effective communication between parents and child.
HUBUNGAN PSYCHOLOGICAL CAPITAL DENGAN MENTAL TOUGHNESS PADA ATLET BELADIRI Novarida Maulidya; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 6 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i6.41967

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan psychological capital dengan mental toughness pada atlet beladiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif non eksperimen. Penelitian ini menggunakan sampel jenuh. Penelitian melibatkan 60 orang atlet meliputi 32 atlet laki-laki dan 28 atlet perempuan dengan rentang usia subjek 15-18 tahun. Berasal dari cabang olahraga beladiri yang terdiri dari cabang olahraga gulat, karate, judo, pencak silat, taekwondo. Data diperoleh dari skala psychological capital dan mental toughness. Teknik analisis data yang digunakan uji korelasi pearson correlation. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif antara psychological capital dengan mental toughness dengan nilai koefisien sebesar 0.716 dengan taraf signifikansi 0.000. Semakin tinggi psychological capital seorang atlet beladiri maka semakin tinggi pula mental toughness atlet tersebut. Hal ini karena psychological capital mampu membuat atlet memiliki optimisme, resiliensi, daya juang yang tinggi, keinginan untuk sukses, dapat mengatur emosi, lebih percaya diri, dan dapat berkembang ke arah yang positif untuk meningkatkan mental toughness. Atlet beladiri dapat mengekspresikan melalui tujuan yang jelas seperti mendapatkan juara saat bertanding serta memiliki upaya untuk meraihnya dan mampu bangkit apabila mengalami kegagalan. Kata Kunci : psychological capital, mental toughness, beladiri. Abstract This study aims to determine the relationship between psychological capital and mental toughness in martial athletes. The method used in this study is a non-experimental quantitative method. This study uses a saturated sample. The study involved 60 athletes including 32 male athletes and 28 female athletes with a subject age range of 15-18 years. Derived from the martial arts branch consisting of wrestling, karate, judo, pencak silat, taekwondo. Data obtained from the scale of psychological capital and mental toughness. The data analysis technique used was the Pearson correlation test. The results showed that there was a positive relationship between psychological capital and mental toughness with a coefficient value of 0.716 with a significance level of 0.000. The higher the psychological capital of a martial athlete, the higher the mental toughness of the athlete. This is because psychological capital is able to make athletes have optimism, resilience, high fighting power, desire to succeed, can regulate emotions, be more confident, and can develop in a positive direction to increase mental toughness. Martial athletes can express through clear goals such as getting a champion when competing and having the effort to achieve it and being able to get up if they fail. Keywords:psychological capital, mental toughness, martial art
HUBUNGAN ANTARA LEADER MEMBER EXCHANGE (LMX) DENGAN PERILAKU KERJA INOVATIF PADA PEGAWAI Lilik Iswatun Khasanah; Umi Anugerah Izzati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i4.41969

Abstract

Abstrak Perilaku kerja inovatif penting untuk dimiliki pegawai dalam suatu instansi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara leader member exchange dengan perilaku kerja inovatif pada pegawai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian korelasional. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa skala leader member exchange dan skala perilaku kerja inovatif yang disusun menggunakan skala likert. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel berupa sampling jenuh, dengan 63 pegawai sebagai partisipan pada penelitian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini korelasi product moment pearson. Hasil dari analisis pada penelitian ini menunjukkan taraf signifikansi 0,000 (p<0,05) dengan koefisien korelasi 0,550 (r=0,550). Hal tersebut dapat diartikan bahwa terdapat hubungan antara leader member exchange dengan perilaku kerja inovatif pada pegawai. Hubungan antara kedua variabel tersebut menunjukkan hubungan yang memiliki arah sama. Hubungan yang searah memiliki arti bahwa apabila variabel leader member exchange mengalami peningkatan, maka akan diikuti dengan peningkatan variabel perilaku kerja inovatif. Begitu pula sebaliknya apabila variabel leader member exchange mengalami penurunan, maka variabel perilaku kerja inovatif juga akan menurun. Kata Kunci: Leader member exchange, Perilaku kerja inovatif, Pegawai Abstract Innovative work behavior is important for employees in an institute. The purpose of this research is to determine the relationship between leader member exchange and innovative work behavior in employees. This research uses quantitative research methods with correlational research design. The data collection techniques in this study consists of the scale of leader member exchange scale and the scale of innovative work behavior which were arranged using a Likert scale. This research used a sampling technique of saturated sampling, with 63 employees as participants in the research. The data analysis technique used in this research is Pearson product moment correlation. The results of the analysis in this research showed a significance level of 0.000 (p <0.05) with a correlation coefficient 0.550 (r=0,550). This means that there is a relationship between leader member exchange and innovative work behavior in employees. The relationship between the two variables shows a relationship that has the same direction. Unidirectional relationship means that if the leader member exchange variable has increased, it will be followed by an increase in the innovative work behavior variable. On the other hand, if the leader member exchange variable has decreased, then the innovative work behavior variable will also decrease. Keywords: Leader member exchange, Innovative work behavior, Employees
HUBUNGAN ANTARA MENTAL TOUGHNESS DENGAN KECEMASAN OLAHRAGA PADA ATLET BELADIRI Ilham Andrian Noviansyah; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 9 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i9.42043

Abstract

Abstrak Mental toughness mempunyai peranan penting dalam pencapaian prestasi atlet bela diri. Fungsi mental toughness yaitu untuk pertahanan diri atlet bela diri ketika menghadapi situasi yang sulit. Mental toughness memberikan motivasi dan perasaan positif, sehingga atlet bela diri mampu mengontrol dan menurunkan kecemasannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara mental thougness dengan kecemasan olahraga pada atlet beladiri. Penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh. Sampel yang digunakan yaitu terdiri dari 60 atlet pelajar beladiri terdiri dari cabang olahraga pencak silat, judo, karate, gulat dan anggar. Jumlah atlet pelajar beladiri terdiri dari 26 atlet pelajar perempuan dan 34 atlet pelajar laki-laki, dengan rentang usia 15-18 tahun.. Pengumpulan data menggunakan adaptasi skala mental toughness yang disusun berdasarkan Gucciardi et al. Sedangkan kecemasan olahraga menggunakan adaptasi skala Sport Anxiety Scale yang disusun berdasarkan Smith et al. Teknik analisis data menggunakan teknik korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara variabel mental toughness dengan kecemasan olahraga dengan nilai koefisien sebesar 0,105 dan taraf signifikansi 0,423 Atlet pelajar yang memiliki mental toughness pada situasi tertentu akan mengalami kecemasan olahraga. Kata Kunci: Mental toughness, Kecemasan Olahraga, Atlet Beladiri Abstract Mental toughness has an important role in the achievement of martial arts athletes. The function of mental toughness is for self-defense of self-defense athletes when facing difficult situations. Mental toughness provides motivation and positive feelings, so that martial arts athletes are able to control and reduce their anxiety. The purpose of this study was to determine the relationship between mental thougness and sports anxiety in martial athletes. The research uses correlational quantitative methods. The sampling technique used a saturated sample. The sample used consisted of 60 student martial arts athletes consisting of pencak silat, judo, karate, wrestling and fencing sports. The number of student martial arts athletes consists of 26 female student athletes and 34 male student athletes, with an age range of 15-18 years. The data was collected using an adaptation of the mental toughness scale compiled based on Gucciardi et al. Meanwhile, sports anxiety uses an adaptation of the Sport Anxiety Scale which is based on Smith et al. The data analysis technique uses the product moment correlation technique. The results showed that there was no relationship between the mental toughness variable and sports anxiety with a coefficient value of 0.105 and a significance level of 0.423. Student athletes who have mental toughness in certain situations will experience sports anxiety. Keywords: Mental toughness, Sports Anxiety, Martial Athletes
PENERIMAAN IBU YANG MEMILIKI ANAK DOWN SYNDROME Agung Ruli Vebrianto; . Satiningsih
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i7.42057

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan pada orang tua yang memiliki anak down syndrome. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian berjumlah 5 orang berdasarkan teknik purposive sampling. Proses pengambilan data menggunakan teknik wawancara semi terstruktur. Data yang telah diperoleh diolah menggunakan teknik analisis data Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan orang tua yang memiliki anak dengan down syndrome terutama bagi ibu dapat digambarkan melalui proses pengalaman penerimaan, penerimaan sosial, proses kelanjutan setelah menerima dan penolakan. Proses pengalaman penerimaan ditunjukkan melalui perasaan terkejut, kecewa, sedih, shock dan tidak percaya orang tua atas kondisi yang menimpa buah hatinya. Perasaan sedih ditunjukkan oleh orang tua terlebih seorang ibu dengan anak down syndrome yang selalu khawatir akan masa depan sang anak. Penerimaan sosial orang tua mendapat pengaruh terbesar dari lingkungan sosial seperti keluarga dan tetangga sehingga mampu memberikan kekuatan dan energi positif untuk merawat buah hatinya. Penerimaan orang tua terhadap anak dengan down syndrome juga dimunculkan dalam bentuk penolakan berupa mengabaikan anak pada saat-saat tertentu. Kata Kunci : Penerimaan, Orang Tua, Anak down syndrome Abstract This study aims to determine the acceptance of parents who have children with down syndrome. This study uses a qualitative method with a phenomenological approach. The research subjects were 5 people based on purposive sampling technique. The data collection process used a semi-structured interview technique. The data that has been obtained is processed using data analysis techniques Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). The results showed that the acceptance of parents who have children with Down syndrome especially for mothers can be described through the process of acceptance, social acceptance, continuation after acceptance and rejection. The process of acceptance is shown through feelings of surprise, disappointment, sadness, shock and distrust of parents over the conditions that befell their children. Feelings of sadness are shown by parents, especially a mother with a child with Down syndrome who is always worried about her child's future. Social acceptance of parents gets the greatest influence from the social environment such as family and neighbors so that they are able to provide strength and positive energy to take care of their children. Parental acceptance of children with Down syndrome is also raised in the form of rejection in the form ofignoring the child at certain times Key Word : Acceptance, panrental, Down syndrome children
FORGIVENESS PADA ISTRI KORBAN PERSELINGKUHAN YANG MEMPERTAHANKAN PERNIKAHAN . Anisa; Diana Rahmasari
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i7.42318

Abstract

HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DENGAN ACADEMIC STRESS SAAT PANDEMI Sandya Ni’matus Sholichah; Siti Ina Savira
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i7.42321

Abstract

Abstrak Pada saat ini seluruh dunia sedang mengalami kondisi dimana pandemic virus covid-19, penyebaran virus ini begitu cepat sehingga perlu adanya kebijakan baru untuk berkativitas dari rumah. Proses pembelajaran juga dilakukan dirumah demi menghindari aktivitas yang menimbulkan kerumunan. Perubahan aktivitas belajar yang cepat disaat kondisi yang tidak stabil, bisa menjadi salah satu faktor menimbulkan stress bagi siswa. Bicara mengenai kondisi setiap siswa bisa jadi tidak sama, hal ini bergantung pada keyakinan dalam dirinya untuk menghadapi permasalahan yang ada atau bisa disebut self efficacy. Untuk itu tujuan dari penelitian ini ingin mengetahui hubungan antara self efficacy dan academic stress pada siswa saat masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dimana subjek yang digunakan berjumlah 150 siswa kelas 10. Pada proses pengumpulan datanya menggunakan teknik cluster sampling, dengan skala yang digunakan yaitu skala self efficacy dan academic stress. Pada proses analisis datanya mengunakan metode product moment pearson untuk mencari hubungan antara kedua variabel. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara self efficacy dengan academic stresss, dengan nilai signifikasi 0,000 (p<0.05) dan nilai koefisien korelasinya 0,531 (r=0,531). Dimana saat academic stress meningkat maka self efficacy juga meningkat, begitu juga sebaliknya saat academic stress menurun maka self efficacy juga ikut menurun. Kata Kunci : self efficacy, academic stress, pandemi Abstract Currently the whole world is experiencing a condition where the COVID-19 virus pandemic is spreading so fast that a new policy is needed to be active from home. The learning process is also carried out at home to avoid activities that cause crowds. Rapid changes in learning activities when conditions are unstable can be one of the factors causing stress for students. Talking about the condition of each student may not be the same, this depends on his confidence to face the existing problems or can be called self-efficacy. Therefore, the purpose of this study was to determine the relationship between self-efficacy and academic stress in college students during the COVID-19 pandemic. This study uses a quantitative method where the subject used is 150 grade 10 students. In the process of collecting data using cluster sampling technique, the scale used is the self-efficacy scale and the academic stress scale. In the process of data analysis using Pearson's product moment method to find the relationship between the two variables. The results of data analysis showed that there was a relationship between self-efficacy and academic stress, with a significance value of 0.000 (p<0.05) and a correlation coefficient of 0.531 (r=0.531). Where when academic stress increases, self-efficacy also increases, and vice versa when academic stress decreases, self-efficacy also decreases. Keywords: self efficacy, academic stress, pandemic
HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PADA MAHASISWI PSIKOLOGI PENGGUNA E-COMMERCE SHOPEE Dewi Arum; Riza Noviana Khoirunnisa
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 9 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i9.42541

Abstract

Abstrak Masa pandemic seperti saat ini menjadikan aktivitas jual beli secara online semakin meningkat yang dapat membantu dalam pemenuhan kebutuhan pada individu. Pembelian secara online juga dapat menjadikan munculnya suatu perilaku konsumtif. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dan perilaku konsumtif pada mahasiswi psikologi pengguna E-commerce Shopee. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi jurusan Psikologi UNESA dengan jumlah sampel 131 mahasiswi. Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling, dengan menentukan beberapa karakteristik tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik parametrik korelasi Product Moment Pearson. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kontrol diri dengan perilaku konsumtif pada mahasiswi psikologi pengguna e-commerce Shopee, hal ini diketahui berdasarkan nilai signifikansi sebesar 0,00 (p<0,01). Selain itu, diketahui pula nilai koefisien korelasi sebesar -0.633 dengan artian bahwa hubungan antara kedua variabel termasuk kuat dan negatif. Semakin rendah kontrol diri maka semakin tinggi perilaku konsumtif yang dimunculkan. Kata Kunci: Kontrol Diri, Perilaku Konsumtif, E-commerce Shopee. Abstract The current pandemic period makes online buying and selling activities increasing, which can help individual needs. Online purchases can also lead to the emergence of a consumptive behavior. The purpose of this study was to determine the relationship between self-control and consumptive behavior in psychology students of Shopee E-commerce users. The population used in this study were all female students majoring in Psychology UNESA, with a total sample of 131 female students. The sampling technique in this study used purposive sampling, by determining certain characteristics that were in accordance with the research objectives. The data analysis technique in this study uses a parametric statistical analysis of Pearson's Product Moment Correlation. The results obtained indicate that there is a significant relationship between self-control and consumptive behavior in psychology students of Shopee e-commerce users, this is known based on a significance value of 0.00 (p <0.01). In addition, it is also known that the correlation coefficient value is -0.633, which means that the relationship between the two variables is strong and negative. The lower the self-control, the higher the consumptive behavior that appears. Keywords: Self Control, Consumptive Behavior, E-commerce Shopee
PENGARUH PELATIHAN VISUALISASI TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI ATLET BULU TANGKIS Prisma Adi Satriya; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 2 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v4i2.42577

Abstract

Abstrak Kepercayaan diri merupakan aspek psikologis yang dapat menunjang penampilan atlet saat bertanding. Pelatihan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kepercayaan diri adalah pelatihan Visualisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pelatihan visualisasi terhadap kepercayaan diri atlet bulu tangkis. Penelitian ini menggunkan desain eksperimen dengan one group pretest and posttest design. Penelitian ini menggunakan pelatihan visualisasi selama 17 hari dengan subjek penelitian adalah 6 orang atlet bulu tangkis Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Jawa Timur. Instrumen yang digunakan adalah adaptasi State Sport Confidence Inventory. SSCI. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon yang hasilnya menunjukkan ada pengaruh pelatihan visualisasi terhadap kepercayaan diri atlet bulu tangkis (nilai signifikansi sebesar 0,026 (p < 0,05)). Pelatihan visualisasi dapat merubah emosi negatif menjadi emosi positif sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri atlet. Kata Kunci: Pelatiahn Visualisasi, Kepercayaan Diri, Atlet Bulu Tangkis Abstract Self-confidence is a psychological aspect that supports the athletes performance during the competition. Hence to increase the self-confidence, there is one training that is visualization training. This study aims to determine whether there was an effect on the visualization training confidence of badminton athletes or not. This research uses experimental design study by applying one group pretest and post-test design. This study uses visualization training for 17 days and the research subjects are 6 Badminton athletes of Student Training and Education Center in East Java. The instrument is the adaptation of State Sport Confidence Inventory. SSCI. Moreover, the data analysis uses the Wilcoxon test where the result shows that there is an influence of visualization training in the self-confidence rate of the badminton athletes (the significance value is 0.026 (p <0.05)). Visualization training, it can transform negative emotions into positive emotions so that the self-confidence of the athletes can be increased. Keywords: Visualization Training, Self-Confidence, Badminton Athletes
PENGARUH PELATIHAN TEKNIK RELAKSASI PERNAFASAN DALAM TERHADAP COMPETITIVE STATE ANXIETY PADA ATLET UKM BULU TANGKIS UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Fitria Ardini; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 2 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v4i2.42578

Abstract

Page 47 of 106 | Total Record : 1052


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 3 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 8 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 7 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 9 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 6 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 2 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 1 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 04 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 03 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 3 (2020) Vol. 7 No. 2 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 5 (2019) Vol. 6 No. 4 (2019) Vol. 6 No. 3 (2019) Vol. 6 No. 2 (2019) Vol. 6 No. 1 (2019) Vol. 5 No. 3 (2018) Vol. 5 No. 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 1 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 3 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 2 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 1 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 01 (2016): Character Vol. 3 No. 3 (2015): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 3 No. 2 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 3 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 3 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 2 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi More Issue