Articles
1,052 Documents
Resiliensi Pada Dewasa Awal Pasca Putus Cinta
Kalsum, Siti
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i03.54526
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kondisi terpuruk, gambaran resiliensi, dan faktor yang mempengarui resiliensi pada dewasa awal pasca putus cinta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan data di dalam penelitian ini adalah wawancara semi-terstruktur, kepada subjek dan significant other. Analisis data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) yang prosesnya melalui pengambilan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian adalah subjek 1 (SYS), subjek 2 (TAD) dan subjek 3 (VRP) dapat bangkit dari kondisi terpuruk yang ia alami setelah putus cinta karena ketiga subjek memiliki kemampuan dalam memenuhi ketujuh aspek dari resiliensi sehingga pada akhirnya mereka dapat resilien, serta dipengaruhi oleh faktor internal yaitu dirinya sendiri dan faktor eskternal yaitu dukungan dari teman-teman subjek.
Self-Control in Patients with Drug Addiction
Jannah, Firdausil
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i03.54534
The results showed that the subject used drugs from adolescence to the beginning of college and continued to use drugs so that he became addicted. The thing that underlies the subject's behavioral control not to return to being a drug addict is the desire not to disappoint parents. In cognitive control, subjects know the negative effects of drugs through various sources and realize the impact they feel. Subjects tried to assess the events they experienced from a positive perspective. In decision control, the subject chose to distract themselves from thoughts of wanting to use drugs and by thinking about their future. While in relapse, the three subjects experienced relapse after leaving the rehabilitation center with different factors, such as social support, family, and the wrong time and place.
Hubungan Hubungan Halo Effect dengan Kecemasan Sosial: Hubungan Halo Effect dengan Kecemasan Sosial
'Atikah, Nada;
Savira, Siti Ina
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i03.54544
Kecemasan sosial yang terjadi pada individu dapat disebabkan oleh ketidakpastian pada situasi sosial. Ketidakpastian tersebut yaitu ketidakpastian dalam berkomunikasi. Individu cenderung menyederhanakan pemikiran yang dapat dilakukan dengan cara melakukan halo effect. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan halo effect dengan kecemasan sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Subjek penelitian ini berjumlah 273 mahasiswa psikologi Universitas Negeri Surabaya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala halo effect yang disusun mengacu pada beberapa tokoh ahli dan skala kecemasan sosisal yang disusun mengacu pada teori La Greca & Lopez (1998) dengan menggunakan jenis skala likert. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi person product momentdengan bantuan software SPSS 29.0 for windows. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0.130 (r=0.130), dan nilai signifikansi sebesar 0.032 (<0.05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara halo effect dengan kecemasan sosial. Hubungan antar variabel juga menunjukkan arah yang positif yang berarti bahwa semakin tinggi halo effect maka semakin tinggi juga kecemasan sosial yang dialami oleh individu. Sebaliknya, semakin rendah halo effect maka semakin rendah juga kecemasan sosial yang dialami individu.
Studi Life History Pengasuhan Orang Tua Yang Memiliki Anak Down Syndrome Berprestasi
Safira, Mega Mardyani;
Satiningsih, Satiningsih
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i03.54549
Anak dengan down syndrome memiliki kelainan dalam perkembangannya sehingga membutuhkan bantuan dari lingkungannya agar mampu berkembang dengan baik. Penerimaan dan pengasuhan orang tua dapat memberi pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana riwayat hidup orang tua dalam mengasuh anak down syndrome serta usaha yang dilakukan agar bisa membantu anaknya menjadi anak yang berprestasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan life history atau riwayat hidup. Pendekatan life history bertujuan untuk memperoleh wawasan tentang kondisi individu secara lebih luas. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara tak terstruktur. Subjek dari penelitian ini merupakan pasangan suami istri yang memiliki anak berprestasi dengan kondisi down syndrome. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bagaimana proses penerimaan kedua subjek terhadap kondisi anaknya, usaha yang dilakukan dalam membantu perkembangan anaknya, serta bagaimana proses kedua subjek dalam membantu sang anak mencapai prestasi. Berkaitan dengan proses penerimaan, subjek mampu menerima kondisi anaknya lebih cepat berkat dukungan dari lingkungan sekitar. Setelah mampu menerima kondisi, subjek membantu anaknya dalam mencapai perkembangan dengan mengajari dan melatih anaknya serta memberikan reward atas pencapaiannya. Subjek merasakan hambatan dalam pengasuhan karena adanya perasaan bersalah atas kondisi anaknya.
HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN PERILAKU ASERTIF PADA SISWA KELAS VII DI SEKOLAH X
Prasiwi, Fitri Wahyu
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i03.54555
Remaja adalah masa transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Anak muda yang masih belajar di sekolah menengah secara kognitif mulai berkembang dengan kemampuan berpikirnya yang abstrak dan memiliki emosi yang tidak stabil karena upaya mencari identitas diri. Pada masa pencarian identitas diri seperti ini remaja akan dihadapkan pada sebuah pilihan untuk mengikuti teman-temannya meskipun tidak diinginkan atau dijauhu oleh teman sebayanya. Oleh karena itu pentingnya berkomunikasi secara tegas atas keinginannya dan menggungkapkan perasaannya dalam berperilaku asertif. Siswa yang mampu berperilaku asertif cenderung mempunyai harga diri yang positif pada dirinya serta bisa meningkatkan keteguhan kalau dirinya itu sungguh bernilai. Salah satu sebab yang pengaruhi sikap asertif merupakan harga diri. Tujuan dari riset ini yakni guna mencari kaitan antara harga diri dengan sikap asertif pada siswa kels VII de sekolah x. Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif dengan sample berjumlah 143 siswa dari kelas VII. Teknik analis data menggunakan product momen. Hasil peneliitan ini ada ikatan positif antara harga diri dengan sikap asertif pada anak didik kelas VII di sekolah x dengn angka signifikansi sebesar 0.000 serta angka koefisien sebesar 0.737. Kata Kunci: Harga Diri, Perilaku Asertif, Remaja
Self Efficacy Pada Section Leader UKM Paduan Suara
Salsabilla, Nena Monica
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i03.54573
Section leader merupakan pemimpin dari setiap section suara. Section leader memiliki tugas yang lebih ekstra dibanding singer biasa sehingga diperlukan self efficacy lebih tinggi.. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dimensi dan sumber-sumber efikasi yang mempengaruhi terbentuknya self efficacy pada section leader Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data didapatkan dari proses wawancara semi-terstruktur serta dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Partisipan penelitian adalah dua orang section leader dengan minimal masa jabatan selama satu tahun. Mengacu pada dimensi self efficacy yang dikembangkan oleh Bandura, kedua partisipan mampu mempertahankan self efficacy dengan didukung oleh sumber-sumber efikasi antara lain (1) pengalaman pribadi dalam meraih keberhasilan; (2) pengalaman keberhasilan orang lain sebagai panutan; (3) emosi yang muncul sebagai respon terhadap situasi yang dihadapi, (4) dan persuasi verbal dari orang sekitar. Sumber-sumber self efficacy yang didapatkan section leader mampu membuat partisipan semangat dan yakin mengemban tugasnya.dengan baik.
Self Efficacy Pada Section Leader UKM Paduan Suara
Nena Monica Salsabilla;
Hermien Laksmiwati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i2.54591
Section leader merupakan pemimpin dari setiap section suara. Section leader memiliki tugas yang lebih ekstra dibanding singer biasa sehingga diperlukan self efficacy lebih tinggi.. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dimensi dan sumber-sumber efikasi yang mempengaruhi terbentuknya self efficacy pada section leader Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data didapatkan dari proses wawancara semi-terstruktur serta dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Partisipan penelitian adalah dua orang section leader dengan minimal masa jabatan selama satu tahun. Mengacu pada dimensi self efficacy yang dikembangkan oleh Bandura, kedua partisipan mampu mempertahankan self efficacy dengan didukung oleh sumber-sumber efikasi antara lain (1) pengalaman pribadi dalam meraih keberhasilan; (2) pengalaman keberhasilan orang lain sebagai panutan; (3) emosi yang muncul sebagai respon terhadap situasi yang dihadapi, (4) dan persuasi verbal dari orang sekitar. Sumber-sumber self efficacy yang didapatkan section leader mampu membuat partisipan semangat dan yakin mengemban tugasnya.dengan baik.
GAMBARAN HEALTH BELIEF MODEL PENGGUNA PENGOBATAN ALTERNATIF SPIRITUAL DUKUN
Berlianti Laili Nurjannah;
Hermien Laksmiwati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i2.54654
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dam memahami gambaran health belief model pada pengguna pengobatan alternatif spiritual dukun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek pada penelitian ini merupakan individu yang pernah menggunakan pengobatan alternatif spiritual dukun. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan wawancara mendalam (in deept interview) untuk memeperoleh informasi yang terperinci namun masih tetap mudah dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menemukan adanya empat aspek health belief model yang muncul pada subjek, yakni : pertama, subjek memiliki persepsi keparahan pada masalah kesehatan yang dialami. Kedua, pertimbangan adanya manfaat dan kerugian yang mungkin ada pada pengobatan yang dipilih. Ketiga, adanya dukungan eksternal dengan informasi dan pengalaman positif pengobatan alternatif spiritual dukun yang diberikan kerabat terdekat subjek. Ke-empat, kemampuan efikasi dalam melakukan pengobatan atau mengatasi masalah kesehatan sangatlah kuat, sehingga mempermudah mereka mencapai kesembuhan. Kata kunci : health belief model, Pengobatan Alternatif, Dukun.
Hubungan antara Kesepian dengan Pengungkapan Diri pada Remaja Pengguna Instagram di Kota Surabaya
Brenda Kartika Nuraini;
Yohana Wuri Satwika
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i1.54659
Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara kesepian dengan pengungkapan diri pada remaja pengguna instagram di kota Surabaya. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan teknik korelasi pearson product moment melalui program SPSS 25.0 for windows untuk mengetahui hubungan antar variabel. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 80 remaja pengguna instagram di kota Surabaya. Instrumen dalam penelitian yaitu skala kesepian dan skala pengungkapan diri yang disusun oleh peneliti berdasarkan aspek-aspek dari tiap variabel. Hasil koefisien korelasi sebesar 0,734 (r = 0,734) menunjukkan tingkat korelasi yang kuat dan positif. Berdasarkan hasil tersebut, maka hipotesis diterima dan disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kesepian dengan pengungkapan diri pada remaja pengguna instagram di kota Surabaya.