cover
Contact Name
Purbo Suwandono
Contact Email
purbo@widyagama.ac.id
Phone
+6282132697144
Journal Mail Official
purbo@widyagama.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Mesin Widyagama University of Malang Jl. Taman Borobudur Indah No 3, Malang 65128, INDONESIA
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
PROTON : Jurnal Ilmu-Ilmu Teknik Mesin
Published by Universitas Widyagama
ISSN : 20862962     EISSN : 27212874     DOI : 10.31328/jp
Ruang lingkup jurnal ini mencakup, tetapi tidak terbatas pada, bidang-bidang berikut: 1. Konversi Energi 2. Rekayasa dan Konstruksi Mesin 3. Ilmu dan Rekayasa Material 4. Proses dan Teknologi Manufaktur 5. Teknik Industri dan Sistem Produksi
Articles 143 Documents
PENGARUH JENIS SUDU TERHADAP DAYA DAN EFISIENSI TURBIN AIR KINETIK POROS HORIZONTAL Muhammad Agus Sahbana; Syahrul Khoiril Anam
PROTON Vol. 10 No. 2 (2018)
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v10i2.962

Abstract

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akanenergi listrik serta menipisnya cadangan bahan bakarfosil, maka air merupakan potensi sumber energi yang besar karena pada air tersimpanenergi potensial (pada air jatuh) dan energi kinetik (pada air mengalir). Turbin kinetik merupakan salah satu turbin yang memanfaatkan potensi energi kinetik dari kecepatan aliran air arus bawah. Untuk membuat runner turbin dan proses pengujiannya diperlukan alat dan bahan meliputi alat bantu perbengkelan, pompa air, stopwatch, tachometer, timbangan tarik, akrilik, besi, bak penampung air, pipa, bearing, dan poros. Turbin yang di pergunakan dalam penelitian ini adalah turbin kinetik yang porosnya diletakan secarahorizontal dengan sudu berdiameter 20cm dengan 3 jenis sudu yaitu sudu datar, sudu radius terbuka, dan sudu radius tertutup. Pada setiap sudu diuji pada putaran 60 rpm dengan debit 0,036 m3/s, 0,054 m3/s, dan 0,072 m3/s. Hasil dari penelitian didapatkan daya tertinggi terjadi pada jenis sudu radius tertutup dengan daya sebesar 25,12 watt pada variasi debit 0,072 m3/s. Sedangkan daya terendah terjadi pada jenis sudu datar dengan daya sebesar 9,1 watt pada variasi debit 0,036 m3/s. Sedangkan efisiensi tertinggi terjadi pada jenis sudu radius tertutup sebesar 25,8 % pada variasi debit 0,036 m3/s. Sedangkan efisiensi terendah terjadi pada jenis sudu datar dengan daya sebesar 5,4 % pada variasi debit 0,072 m3/s.
PERANCANGAN MEKANIK MESIN GERGAJI DENGAN PENCEKAMAN DAN PENGGESERAN BENDA KERJA SECARA OTOMATIS Nurida Finahari; Irvan Dwi Ristanto; Gatot Soebiyakto
PROTON Vol. 10 No. 2 (2018)
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v10i1.963

Abstract

Artikel ini memaparkan rancang bangun mesin gergaji yang dikhususkan untuk pekerjaan pemotongan benda kerja sehingga rancangan ukuran akan disesuaikan dengan batasan ukuran produk. Pergerakan pencekaman dan penggeseran benda kerja dilakukan dengan pengontrolan otomatis. Tujuan pembuatan mesin gergaji dengan pengaturan motor penggerak gergaji, penggeseran batas pemotongan dan menjalankan pencekaman serta pemotongan benda secara otomatis ini adalah untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas pekerjaan. Dari sisi ekonomi diharapkan bahwa peningkatan kualitas dan kapasitas produksi dapat meningkatkan peluang untuk memenuhi kebutuhan industri bengkel pemesinan dan pemasaran dapat diperluas ke wilayah regional. Dari sisi teknis diharapkan akan didapat pengetahuan terkait pengembangan sistem pengendalian dalam pemesinan khususnya mesin gergaji sehingga nantinya pengguna dapat mengembangkan dan merawat mesin secara mandiri. Pembuatan mesin gergaji ini meliputi pembuatan rangka meja kerja, sistem mekanik penggerak mesin serta rangkaian pencekam dan penggeser benda kerja. Artikel ini hanya membahas aspek perhitungan gaya-gaya yang bekerja pada rangka dan daya motor. Hasil rancangan telah diwujudkan dalam bentuk prototipe dan berfungsi secara sempurna.
STUDI PROSES PIROLISIS BERBAHAN JERAMI PADI TERHADAP HASIL PRODUKSI CHAR DAN TAR SEBAGAI BAHAN BAKAR BAKAR ALTERNATIF Agus Nofiyanto; Gatot Soebiyakto; Purbo Suwandono
PROTON Vol. 11 No. 1 (2019)
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v11i1.1228

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengaruh temperatur terhadap kualitas char dan tar dari pirolisis berbahan jerami padi. Jerami padi digunakan karena ketersediaannya yang melimpah di lingkungan masyarakat Indonesia, dimana mayoritas penduduknya adalah petani. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah jerami padi dengan massa setiap sekali uji sebanyak 200 gram dengan kadar air sebesar 2 % dengan waktu tunggu (residence time) selama 3 jam. Variasi  temperature dalam penelitian ini adalah 250, 350, 450 dan 550°C. Setiap proses pirolisis akan menghasilkan padatan (char), cairan (tar) dan gas (syn-gas). Namun, Produk pirolisis yang diteliti pada penelitian ini adalah char dan tarnya saja. Char dari hasil setiap pirolisis dibandingkan massanya dan untuk tar yang dihasilkan diteliti massa, volume, densitas serta viskositasnya untuk setiap variasi temperature. Selanjutnya, nilai rata-rata densitas dan viskositas tar pirolisis dibandingkan dengan nilai densitas serta viskositas bahan bakar fosil yang selama ini telah digunakan di lingkungan masyarakat. Dari penelitian tersebut disimpulkan bahwa semakin tinggi temperature massa char akan berkurang berbanding terbalik dengan massa dan volume tar yang semakin meningkat. Selain itu nilai densitas tar akan meningkat berlawanan dengan nilai viskositas tar yang justru semakin menurun saat temperature dinaikkan. Densitas tar hasil percobaan memiliki nilai rata-rata, mendekati nilai densitas solar. Sedangkan Viskositas rata-rata tar hasil percobaan adaah 1,0230 cP. Hasil tersebut mendekati nilai viskositas bahan bakar solar yaitu 0,930 cP.
ANALISA PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PENDINGIN UDARA DAN AIR GARAM PADA SAMBUNGAN LAP JOINT TERHADAP SIFAT MEKANIK MENGGUNAKAN LAS SMAW Muhammad Rizal Maghfiroh; Gatot Soebiyakto; Akhmad Farid
PROTON Vol. 11 No. 1 (2019)
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v11i1.1229

Abstract

Proses Pengelasan menggunakan sistem las (Shield metal arc welding) SMAW tidak lepas dari meningkatkan dari mutu industri untuk berkembang. Dan pengunaan las ini sangat umum digunakan di indudtrial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi media pendingin menggunakan pendinginan udara dan pendingin air garam dengan menggunakan las SMAW dengan variasi sambungan lap joint, dengan pengujian impact dan struktur mikro. Nilai impact rata-rata 90.74 Joule dengan variasi media pendingin air garam, sedangkan nilai rata rata menggunakan variasi media pendingin menggunakan udara yaitu 118.54 Joule. Jadi nilai tertinggi rata-rata adalah menggunakan variasai pendinginan udara dengan nilai 118.54 Joule. Hasil uji metalografi menggunakan pengujian struktur mikro pembesaran 400x dan hasil foto struktur mikro dibuat hitam putih kedalam lembaran kertas mili meter untuk melihat ferit dan perlit. nilai rata-rata ferit tertinggi pada variasi media pendingin udara yaitu sebesar 90.44%. Sedangkan nilai rata-rata ferit terendah menggunakan variasi media pendingin Air garam yaitu sebesar 75.79%.
ANALISA PENGARUH VARIASI MEDIA PENDINGIN AIR DAN OLI PADA SAMBUNGAN LAP JOINT TERHADAP SIFAT MEKANIK MENGGUNAKAN LAS SMAW (DC) Sultoni Sultoni; Nurida Finahari; M. Agus Sahbana
PROTON Vol. 11 No. 1 (2019)
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v11i1.1230

Abstract

Pengelasan (Shield metal arc welding) SMAW merupakan bagian tak terpisahkan dari pertumbuhan peningkatan industri karena memegang peranan utama dalam rekayasa dan reparasi produksi logam. Hampir tidak mungkin pembangunan suatu pabrik tanpa melibatkan unsur pengelasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan tarik dan nilai kekerasan pada hasil pengelasan SMAW posisi Lap joint dengan variasi media pendingin air dan oli. Nilai kekuatan tarik tertinggi rata-rata sebesar 113.03 Kgf/mm2 dengan variasi media pendingin oli bekas 2 menit. Nilai kekerasan di daerah logam induk yaitu pada specimen yang menggunakan perlakuan pendinginan air dengan waktu 2 menit yaitu sebesar 45.5 HRB. Nilai kekerasan tertinggi dari uji kekerasan di daerah logam las yaitu pada specimen yang menggunakan perlakuan pendinginan oli bekas dengan waktu 2 menit yaitu sebesar 84.5 HRB. Nilai kekerasan tertinggi dari uji kekerasan di daerah logam HAZ yaitu pada specimen yang menggunakan perlakuan pendinginan air dengan waktu 2 dan udara menit yaitu sebesar 59 HRB.
REVIEW REKAYASA OLAHRAGA BALAP SEPEDA (CYCLING SPORT ENGINEERING) SEBAGAI REKOMENDASI PENINGKATAN PERFORMA ATLET LOKAL DAN NASIONAL Gatut Rubiono; Nurida Finahari; Toni Dwi Putra
PROTON Vol. 11 No. 1 (2019)
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v11i1.1231

Abstract

Atlet balap sepeda Indonesia masih mengalami ketertinggalan dalam lomba-lomba tahunan yang bertaraf internasional. Aspek rekayasa olahraga (sport engineering) dapat digunakan sebagai pendukung dalam upaya memperbaiki performa atlet. Rekayasa olahraga merupakan kombinasi ilmu olah raga dan ilmu rekayasa teknik. Artikel ini merupakan review hasil-hasil penelitian di olahraga balap sepeda dari aspek rekayasa olahraga untuk mendeskripsikan perkembangan dan tren penelitian. Review dilakukan dengan mengkaji literatur berbasis publikasi ilmiah di internet. Hasil kajian menunjukkan bahwa balap sepeda telah dikaji dari berbagai aspek yaitu komponen sepeda, teknik bersepeda, aspek pakaian, helm, aspek aerodinamika dan kombinasi aspek-aspek tersebut. Aspek aerodinamika merupakan topik yang banyak dikaji karena hambatan angin merupakan faktor utama dalam balap sepeda. Aerodinamika diteliti dengan metode simulasi menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD) dan eksperimen di terowongan angin dengan model skala atau skala penuh. Aspek kedua adalah aspek biomekanika khususnya yang berkaitan dengan posisi duduk dan kayuhan pedal.
RANCANG BANGUN SISTEM KERJA VALVE 4 SILINDER MENGGUNAKAN INDIKATOR LAMPU LED SEBAGAI MODUL PEMBELAJARAN Gamaliel Pranata; Gatot Soebiyakto; Akhmad Farid
PROTON Vol. 11 No. 1 (2019)
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v11i1.1232

Abstract

Jurusan D3 Otomotif Fakultas Teknik Universitas Widyagama Malang diarahkan untuk memahami pengetahuan baik secara teori maupun secara praktek yang praktis. Jika sarana dan prasarana proses belajar mengajar terpenuhi, maka dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja didunia industri. Fasilitas alat praktek Sistem Pengapian mobil pada laboratorium sudah ada namun belum seimbang antara jumlah mahasiswa dengan alat praktek sistem kerja valve pada mobil. Guna menghindari kesulitan mahasiswa Jurusan D3 Otomotif dalam melakukan praktek dimasa yang akan datang, maka peneliti membuat modul pembelajaran system kerja valve pada mobil. Sistem valve merupakan proses siklus yang terjadi didalam ruang bakar untuk proses langakh hisap, kompresi, usaha, buang sehingga terjadi kerja valve sesuai kebutuhan mesin, dimana nantinya peroses ledakan tersebut akan menghasilkan tenaga dan gerak. Tujuan sistem ini adalah untuk mengetahui rangkaian sistem kerja valve terutama pada kendaraan mobil 4 silinder. Pengujian atau pengambilan data pada sistem kerja valve menggunakan dial indikator sedangkan untuk mengukur tegan pada indikator lampu LED mengunakan volt meter.
PENGARUH BAHAN KUMPARAN TERHADAP KINERJA GENERATOR 1000 WATT Iqbal Bagus Muji N.
PROTON Vol. 11 No. 2 (2019)
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v11i2.1233

Abstract

Generator merupakan mesin pembangkit tenaga listrik yang dapat mengubah energi gerak (mekanik) menjadi energi listrik (elektrik). Pembangkitan diperoleh dengan menerima tenaga mekanis dan diubah menjadi tenaga listrik. Masalah yang sering terjadi pada mesin genset ialah hilangnya arus listrik yang di hasilkan oleh generator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Mengidentifikasi kinerja kumparan (Stator) Aluminium dan tembaga terhadap generator 1000 watt. Metode Penelitian menganalisis suatu sistem generator-set dengan menganalisis tegangan dan arus dari bahan kumparan alumunium dan kumparan tembaga sebagai bahan uji dan diharapkan dapat membantu masyarakat terutama di bidang wirausaha dalam penghematan sumber energi listrik. Hasil penelitian Genset dengan belitan alumumium menunjukkan dengan penambahan beban mempengaruhi kinerja pada motor bakar pada genset yang menyebabkan tegangan listrik menjadi naik turun karena pengaruh dari kumparan alumunium yang memiliki sifat daya hantar listrik rendah. Genset dengan belitan tembaga menunjukkan dengan penambahan beban mempengaruhi kinerja pada motor bakar pada genset yang menyebabkan tegangan listrik menjadi naik karena pengaruh dari kumparan tembaga yang memiliki daya hantar tinggi. Generator magnet sinkron magnet permanen satu fasa kumparan alumunium dan kumpuran tembaga dengan kecepatan 160 rpm dan 158 rpm menghasilkan tegangan sebesar 220 volt. Kemampuan menghantarkan listrik tidak berbeda jauh dengan tembaga jika dikompensasikan dengan ukuran kawat yang lebih besar. genset dengan belitan alumumium dan tembaga dengan pendekatan persamaan non linier menunjukan bahwa beban dengan skala rumah tangga sangat mempengaruhi kinerja pada genset yang menyebabkan daya listrik menjadi naik turun kemudian naik lagi dikarenakan pengaruh dari kumparan alumunium yang memiliki daya hantar listrik rendah dan tembaga yang memiliki daya hantar listrik tinggi.
PENJADWALAN OPERASI MESIN PRODUKSI DENGAN METODE CDS (CAMPBELL DUDEK SMITH) DI PT TJOKRO BERSAUDARA BALIKPAPANINDO Sadat NS Sidabutar; Muh. Amin; Anggraini Putri
PROTON Vol. 11 No. 2 (2019)
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v11i2.1234

Abstract

Penjadwalan sebagai aktivitas pembuatan jadwal, jadwal bengkel, jadwal perawatan dan sebagainya. Penjadwalan bisa dikatakan optimal apabila memiliki nilai total waktu proses (makespan) terkecil. PT. Tjokro Bersaudara Balikpapanindo saat ini masih sering terjadi kelambatan karena belum melakukan penjadwalan produksi secara optimal dan masih menerapkan metode penjadwalan FCFS (First Come First Served). Berdasarkan permasalahan diatas, metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Campbell Dudek Smith (CDS). Kesimpulan penelitian ini, menghasilkan dua iterasi yaitu, iterasi pertama adalah 1956 menit dan iterasi kedua 1960 menit, dan sebelum penjadwalan menghasilkan makespan sebesar 2008 menit.
PERANCANGAN ALAT PENGEROL PIPA 1 ¼ INCHI DENGAN PENGOPERASIAN MANUAL DAN SISTEM HIDROLIK Budha Maryanti; Fransye Joni Pasau; Heriyanto Heriyanto
PROTON Vol. 11 No. 2 (2019)
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v11i2.1235

Abstract

Proses pengerolan biasa dijumpai dalam pembuatan kanopi dan ornamen pagar berbahan dasar pipa dengan menggunakan alat pengerol pipa. Saat ini telah banyak dikembangkan pembuatan kanopi dan ornamen pagar yang menggunakan bahan dengan berbagai macam bentuk penampang. Sehingga perlu dilakukan perancangan untuk menghasilkan desain baru alat pengerol pipa yang multi fungsi untuk pengerolan bahan berpenampang kotak dan lingkaran. Perancangan ini menggunakan metode eksperimen dan simulasi software Autodesk Inventor 2018 untuk menentukan gaya minimum dalam proses pengerolan pipa carbon steel 1¼ inchi tebal 1,5 mm, menentukan tegangan dan menganalisa apakah desain alat pengerol pipa dalam perancangan ini telah memenuhi syarat. Perancangan ini menghasilkan desain berupa gambar detail dan spesimen alat pengerol pipa carbon steel 1 ¼  Inchi dengan pengoperasian manual dan  hidrolik. Dimensi alat adalah 600 mm x 420 mm x 700 mm dan jarak tumpuan 375 mm dengan radius pengerolan 250 mm x 360º(penampang lingkaran) dan 345º(penampang kotak). Hasil analisa menunjukkan gaya minimum yang dibutuhkan untuk proses pengerolan sebesar 2790,79 N, tegangan terbesar terjadi pada poros tekan sebesar 95,26 x 106 N/m2 dan desain dinyatakan aman dengan nilai tegangan maksimum lebih kecil dari tegangan ijin bahan.

Page 11 of 15 | Total Record : 143