cover
Contact Name
Muhammad Karim
Contact Email
jepmtuntad@gmail.com
Phone
+6282397598648
Journal Mail Official
jepmtuntad@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soekarno-Hatta, KM.9, Tondo, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 2338378X     EISSN : 3089803X     DOI : https://doi.org/10.22487/jepmt.v12i4
Core Subject : Education,
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako (JEPMT) is a mathematics education journal that has p-ISSN number 2338-378X and e-ISSN number 3089-803X. JEPMT contains writings raised from the results of research or critical studies in the field of mathematics education and / or its instructional. JEPMT Publishes four times a year, in 4 times a year (March, June, September, and December). JEPMT encompasses original research articles, reviewe articles, and short communication, including mathematics education, School Mathematics, and development of mathematics learning. For author who interested submitting the manuscript , kindly register yourself. The manuscript must be original research, written in Indonesian language or english Language, and not be simultaneously submitted for another journal or conference. Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako (JEPMT) is an open access journal and peer-reviewed that publishes either original article or reviews. Jurnal Elektronok Pendidikan Matematika Tadulako is provided for writers, teachers, students, professors, and researchers, who will publish their research reports or their literature review articles about mathematics education and its instructional. This journal publishes two times a year, in March and September. Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Mathematics Education School Mathematics Development of mathematics learning
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 1 (2020)" : 10 Documents clear
PROFIL PEMECAHAN MASALAH BANGUN RUANG SISI LENGKUNG SISWA SMP NEGERI 8 PALU DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN EKSTROVER (EXTROVERT) DAN INTROVER (INTROVERT) Fani Isdayanti; Sukayasa; Linawati
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemecahan masalah bangun ruang sisi lengkung siswa SMP Negeri 8 Palu ditinjau dari tipe kepribadian ekstrover dan introver. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif berdasarkan tahap-tahap pemecahan masalah dari Polya. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari satu siswa berkepribadian ekstrover, dan satu siswa berkepribadian introver. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1) pada tahap memahami masalah, subjek berkepribadian ekstrover dan subjek berkepribadian introver relatif sama yaitu menemukan informasi yang diketahui dan ditanyakan, hanya saja subjek introver sebelum menceritakan kembali masalah dengan menggunakan kalimatnya sendiri terlebih dulu membayangkan dan membuat ilustrasi dari kondisi dan bentuk bangun ruang sisi lengkung pada masalah yang diberikan. 2) pada tahap membuat rencana pemecahan masalah, subjek berkepribadian ekstrover dan berkepribadian introver menentukan keterkaitan informasi yang terdapat pada masalah, menggunakan semua informasi yang didapatkan untuk membuat rencana pemecahan masalah, dan menggunakan konsep geometri dalam membuat rencana pemecahan masalah. 3) tahap melaksanakan rencana pemecahan, subjek berkepribadian ekstrover dan berkepribadian introver melaksanakan rencana sesuai dengan yang dibuat sebelumnya, hanya saja subjek ekstrover kurang teliti dalam langkah pemecahan masalah sehingga mendapatkan penyelesaian yang tidak tepat. 4) tahap memeriksa kembali, subjek berkepribadian ekstrover tidak memeriksa kembali jawaban sehingga tidak mengetahui letak kesalahan pada saat mengerjakan masalah, sedangkan subjek berkepribadian introver memeriksa kembali jawaban dengan melihat setiap langkah-langkah pemecahan masalah dan menguji hasil yang diperoleh. Kata kunci: Profil, Pemecahan Masalah, Bangun Ruang Sisi Lengkung, Tipe Kepribadan, Ekstrover, Introver. Abstract: This study aims to describe the problem solving of the curved side space of SMP Negeri 8 Palu students in terms of extrovert and introvert personality types. This type of research is qualitative descriptive approach based on the stages of problem solving from Polya. The subject in this study consisted of one student with an extrovert personality, and one student with an introvert personality. The result of this study indicate that 1) at the stage of understanding the problem, the subject with extrovert personality is finding information that is known and asked, it’s just that the introvert subject before retelling the problem using its own setence first imagines and illustrates the conditions and shapes of the curved side spaces in the problem given. 2) at the stage of making a problem solving plan, the subject of extrovert personality and introvert personality determines the relevance of information contained in the problem, uses all the information obtained to plan problem solving, and uses geometric concepts in making problem plans. 3) at the stage of implementing the solution plan, the subject of extrovert personality and introvert personalty carried out the plan in accordance with what was made before, except that the extrovert subject was not thorough in the problem solving steps so that the solution was not right. 4) at the stage of checking again, the subject with extrovert personality did not re-examine the answers so he did not know the location of the error while working on the problem, while the introvert personality re-examined the answers by looking at each step of solving problems and testing the result obtained. Keywords: Profile of Problem Solving, Curved Side, Personality Type, Extrovert, Introvert.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA TEOREMA PHYTAGORAS Grace Silvana Duruka; Maxinus Jaeng; Baharuddin Paloloang
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita teorema Phytagoras di kelas VIII E SMP Negeri 2 Palu. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) observasi, dan 4) Refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil observasi aktivitas guru siklus I dan siklus II memperoleh kriteria taraf keberhasilan sangat baik. Hasil observasi aktivitas siswa siklus I yaitu memperoleh kriteria taraf keberhasilan baik, dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu memperoleh kriteria taraf keberhasilan sangat baik. Dari hasil penelitian yang diperoleh maka dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita teorema Phytagoras di kelas VIII E SMP Negeri 2 Palu dengan mengikuti fase-fase sebagai berikut: (1) menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa, guru menyampaikan tujuan pembelajaran, memberikan apersepsi dan motivasi; (2) menyajikan informasi, guru menginformasikan model pembelajaran serta menjelaskan kegunaan tongkat dan intrumen musik; (3) mengorganisir siswa ke dalam tim-tim belajar, guru membagi siswa dalam 6 kelompok yang beranggotakan 5-6 siswa; (4) membantu kerja tim dan belajar, guru membagikan LKPD kepada setiap kelompok dan meminta siswa untuk saling bekerjasama; (5) mengevaluasi, guru menjalankan tongkat secara estafet dengan bantuan intrumen musik dan memberikan pertanyaan kepada siswa yang memegang tongkat saat musik dihentikan serta guru bersama siswa membuat kesimpulan dan (6) memberikan pengakuan dan penghargaan, guru memberikan penghargaan individu dan kelompok terbaik. Kata kunci: Model pembelajaran koopertif tipe talking stick, hasil belajar dan teorema Phytagoras Abstract: The purpose of this study was to obtain a description of the application of the talking stick cooperative learning model in an effort to improve student learning outcomes in solving the Pythagorean theorem story problem in class VIII E of SMP Negeri 2 Palu. This research is a class action research that refers to the research design of Kemmis and Mc. Taggart, namely 1) planning, 2) action, 3) observation, and 4) Reflection. This research was conducted in two cycles. The results showed that the observations of the activities of the first and second cycles of the teacher obtained very good success criteria. The results of observations of the activities of students in cycle I are getting good success criteria, and having an increase in cycle II that is getting very good success criteria. From the research results obtained, it can be concluded that the application of the talking stick cooperative learning model can improve student learning outcomes in solving the Pythagorean theorem story problem in class VIII E SMP Negeri 2 Palu by following the phases as follows: (1) conveying the objectives and preparing students , the teacher conveys the learning objectives, provides apperception and motivation; (2) presenting information, the teacher informs the learning model and explains the use of sticks and musical instruments; (3) organizing students into learning teams, the teacher divides students into 6 groups of 5-6 students; (4) helping team work and learning, the teacher distributes the worksheet to each group and asks students to cooperate with each other; (5) evaluates, the teacher runs the baton in a relay with the help of musical instruments and gives questions to students who hold the stick when the music is stopped and the teacher with students draw conclusions and (6) gives recognition and appreciation, the teacher gives the best individual and group awards. Keywords: cooperative learning model talking stick type, learning outcomes and theorem Phytagoras
PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC DALAM MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI TRIGONOMETRI DI KELAS X IPA 1 SMA NEGERI 5 PALU Hardianti; Bakri Mallo; Muh Rizal
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Permasalahan utama pada penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada materi trigonometri. Selain itu siswa kurang fokus dan siswa kurang dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran sehingga berdampak pada hasil belajar siswa yang rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut peneliti menerapkan pendekatan scientific dalam model pembelajaran kooperatif tipe TAI. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan pendekatan Scientific dalam model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi trigonometri di kelas X IPA 1 SMA Negeri 5 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggert yaitu: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi, dan 4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IPA 1 SMA Negeri 5 Palu yang berjumlah 32 orang siswa. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui lembar observasi, wawancara, catatan lapangan, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi trigonometri di kelas X IPA 1 SMA Negeri 5 Palu yaitu dengan mengikuti fase-fase: 1) pembelajaran secara individu, 2) pengorganisasikan kedalam kelompok, 3) diskusi kelompok mengenai hasil belajar, 4) pemberian kuis, 5) pemberian penghargaan, dan 6) penyimpulan materi. Kata kunci: kooperatif tipe TAI, Scientific, hasil belajar, trigonometri. Abstract: The main problem in this study is student learning outcomes on trigonometry material is low. In addition students are less focused and students are less actively involved in the learning process so that the impact on student learning outcomes is low. To overcome these problems the researchers applied thetype of cooperative learning model TAI. The purpose of this study is to obtain a description of the application Scientific approach with the type of cooperative learning model TAI (Team Assisted Individualization)that can improve student learning outcomes in trigonometry material in class X IPA 1 of SMA Negeri 5 Palu. This type of research is classroom action research. The study design refers to the research design by Kemmis and Mc. Taggert namely: 1) planning, 2) implementation of actions, 3) observation, and 4) reflection. This research was conducted in two cycles. The subjects of the study were students of class X IPA 1 of SMA Negeri 5 Palu, totaling 32 students. Data in this study were collected through observation sheets, interviews, field notes, and tests. The results showed that the application of thetype of cooperative learning model TAI that could improve student learning outcomes on trigonometry material in class X IPA 1 of SMA Negeri 5 Palu namely by following phases: 1) individual learning, 2) organizing into groups, 3) discussion groups regarding learning outcomes, 4) giving quizzes, 5) giving awards, and 6) concluding material. Keywords: cooperativetype TAI, Scientific, learning outcomes, trigonometry
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA SPLDV DI KELAS VIII A MTs NEGERI 4 PALU Ika Wahyuni; Ibnu Hadjar; Evie Awuy
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think talk write untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV di kelas VIII A MTs Negeri 4 Palu. Penelitan ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Subjek penelitian ini sebanyak 3 orang siswa.Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Penerapan model pembelajaran koopearatif tipe TTW dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV di Kelas VIII A MTs Negeri 4 Palu melalui tahap-tahap sebagai berikut: (1) think, (2) talk, (3) write. Hasil penelitian: (1) persentase ketuntasan belajar klasikal tes akhir tindakan pada siklus I mencapai 61,2% dan pada siklus II mencapai 74,19%, (2) hasil observasi aktivitas guru pada siklus I memperoleh skor total 51 atau berada pada kategori baik, dan siklus II memperoleh skor total 59 atau berada pada kategori sangat baik. (3) hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I memperoleh skor total 47 atau berada pada kategori baik. dan siklus II memperoleh skor total 54 atau berada pada kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran koopearatif tipe TTW dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV di Kelas VIII A MTs Negeri 4 Palu. Kata Kunci: Model pembelajaran, kooperatif, think talk write, hasil belajar, soal cerita, SPLDV
PROFIL PEMECAHAN MASALAH SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL (SPLDV) SISWA KELAS VIII SMP BERDSARKAN LANGKAH-LANGKAH POLYA Moh. Rian Firdaus; Muh. Hasbi; Sutji Rochaminah
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemecahan masalah siswa kelas VIII dalam menyelesaikan masalah sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) berdasarkan langkah-langkah Polya. Subjek pada penelitian ini terdiri dari 3 siswa yaitu, siswa yang berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang didasarkan pada langkah pemecahan masalah yang dikemukakan oleh Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek yang mempunyai kemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah dalam memecahkan masalah matematika SPLDV adalah sebagai berikut: (1) dalam memahami masalah, siswa berkemampuan matematika tinggi dan sedang memahami masalah yang diberikan dengan melakukan pembacaan masalah berulang. Berbeda halnya dengan subjek berkemampuan matematika rendah, walaupun subjek dapat mengidentifikasi informasi-informasi yang tersedia, namun subjek berkemampuan rendah tidak dapat memahami setiap informasi-informasi yang ada pada masalah tersebut walaupun telah melakukan pembacaan masalah secara berulang-ulang, (2) dalam merencanakan pemecahan masalah, subjek yang berkemampuan matematika tinggi dan sedang memiliki rencana penyelesaian yaitu menggunakan metode gabungan antara subtitusi dan eliminasi. Berbeda halnya dengan subjek berkemampuan matematika rendah yang sama sekali tidak memiliki satupun rencana penyelesaian, (3) dalam melaksanakan rencana pemecahan masalah, subjek berkemampuan matematika tinggi dan sedang dapat menerapkan strategi penyelesaian masalah sesuai dengan apa yang direncanakan terlebih dahulu dan menggunakan pengetahuannya tentang suku-suku sejenis, operasi hitung aljabar dan operasi bilangan bulat. Berbeda halnya dengan subjek berkemampuan matematika rendah tidak dapat menyelesaikan masalah dikarenakan tidak dapat merencanakan pemecahan masalah, (4) dalam memeriksa kembali, subjek berkemampuan tinggi melakukan pemeriksaan kembali hasil pekerjaannya sesudah penyelesaian akhir dengan cara mensubtitusi nilai dan yang diperoleh kedalam persamaan (1) dan (2), jika nilai ruas kiri dan ruas kanan sama maka jawaban yang diperoleh benar. Subjek berkemampuan matematika sedang dan rendah tidak melakukan pemeriksaan kembali terhadap pekerjaannya. Kata kunci: Profil Pemecahan Masalah SPLDV,Langkah Pemecahan Masalah Polya Abstract: This study aims to describe the problem solving of eight grade students in solving the problems of the system of two linear equations (SPLDV) based on Polya steps. Subjects in this study consisted of three students namely, students with high math skills, medium and low. The results showed that subjects who have high, medium and low mathematical abilities in solving the mathematical problems of the system of two linear equations are as follows: (1) in understanding the problem of high and medium mathematics students are understanding the problem given by doing repetitive problem reading. Unlike the case with a low-math subject, although the subject can identify the information available, the low-ability subject can’t understand any information that exists on the problem despite repeated reading of the problem. (2) in planning the problem solving of subjects with high and moderate math have a plan of completion that is using the combination method between substitution and elimination. Unlike the case with a low math subject that has absolutely no settlement plan. 3) in implementing the problem solving plan the subject of high and moderate mathematics can apply problem-solving strategies in accordance with what is planned in advance and use his knowledge of similar tribes, algebraic counting operations and integer operations, unlike the subject of mathematical ability Low can ‘t solve the problem because it can ‘t plan the problem solving. (4) in re-examining the subject of high-ability to re-examine the results of his work after the final solution by substituting the values of x and y obtained into equations (1) and (2), if the value of the left and right segments are the same then the answers obtained are correct. Subjects with moderate and low mathematics do not re-examine their work. Keywords: Profile problem solving system of two linear equations, Polya Problem Solving Step
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERBANDINGAN TRIGONOMETRI DALAM SEGITIGA SIKU-SIKU DI KELAS X MIA 1 MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 PALU Nurul Agmita L; Dasa Ismaimuza; Mustamin Idris
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perbandingan trigonometri dalam segitiga siku-siku di kelas X MIA 1 Madrasah Aliyah Negeri 1 Palu. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini diperoleh dari aktivitas guru dan siswa melalui lembar observasi, hasil wawancara, catatan lapangan serta hasil tes pada siklus I dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perbandingan trigonometri dalam segitiga siku-siku dengan fase-fase, yaitu: (1) pendahuluan, guru berusaha menarik perhatian siswa agar fokus pada pembelajaran (2) fase berakhir-terbuka, guru menyajikan contoh dan meminta siswa membandingkan contoh-contoh untuk mendorong perhatian dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran serta mengarahkan siswa untuk melakukan pengamatan dan penemuan (3) fase konvergen, guru memberikan bimbingan seperlunya menggunakan teknik scaffolding melalui pertanyaan-pertanyaan arahan sehingga siswa mencapai pemahaman tentang konsep atau generalisasi tentang perbandingan trigonometri dalam segitiga siku-siku (4) penutup dan penerapan, guru memberikan soal latihan yang dikerjakan secara individu oleh peserta didik. Kata Kunci: Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing, Hasil Belajar, Perbandingan Trigonometri Segitiga Siku-Siku. Abstract: The purpose of this research was to describe the application of guided discovery learning model that can improving students’ learning outcomes on matery trygonometric comparison in right triangles of class X MIA 1 Islamic Senior High School 1 Palu . This research is the Classroom Action Research (CAR). Research design refers to Kemmis and Mc. Taggart research design, which are (1) planning, (2) implementation of action, (3) observation and (4) reflection. This research was conducted in two cycles. The data collected in this research was obtained from activities of teacher and students’ through observation sheets, interview’s result, field notes and the results of test on the first cycle and the second cycle. The results showed that the application of guided discovery learning model can improving students’ learning outcomes on matery trygonometric comparison in right triangles with phases, which are: (1) introduction, the teacher tries to attract students 'attention to focus on learning (2) open-ended phase, the teacher presents an example and asks students to compare examples to encourage students' attention and involvement in the learning process and direct students to make observations and discoveries ( 3) convergent phase, the teacher provides guidance as needed using scaffolding techniques through directional questions so that students reach an understanding of concepts or generalizations about trigonometric comparisons in right triangles (4) closure and application, the teacher gives practice questions which is done individually by students. Keywords: Guided Discovery Learning Model, Learning Outcomes, Trygonometric Comparison in Right Triangles.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA PADA MATERI MELUKIS SUDUT KELAS VII SMP SWADAYA PALU Rahmi; Gandung Sugita; Anggraini
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran langsung yang dapat meningkatkan keterampilan siswa melukis sudut di kelas VII SMP Swadaya Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan MC. Taggart, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, obervasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Swadaya Palu yang berjumlah 26 siswa yang terdaftar pada tahun ajaran 2017/2018. Jumlah subjek penelitian ini adalah 26 siswa dan terpilih 3 siswa sebagai informan. Kriteria keberhasilan tindakan pada penelitian ini yaitu: (1) data hasil aktivitas guru , data hasil aktivitas siswa, dan data keterampilan siswa dalam pelaksanaan fase-fase model pembelajaran langsung pada lembar observasi minimal berkategori baik, (2) keterampilan siswa pada materi melukis sudut meningkat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran langsung dapat meningkatkan keterampilan siswa melukis sudut dengan mengikuti fase-fase model pembelajaran langsung sebagai berikut: 1) menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa, 2) mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan, 3) membimbing pelatihan, 4) mengecek pemahaman dan memberi umpan balik, dan 5) memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan. Peningkatan tersebut ditunjukkan melalui aktivitas guru pada siklus I tergolong kategori baik dengan total skor 34, dan aktivitas guru pada siklus II tergolong kategori sangat baik dengan total skor 39. Aktivitas siswa pada siklus I tergolong kategori baik dengan total skor 35, dan aktivitas siswa pada siklus II tergolong kategori sangat baik dengan total skor 39. Keterampilan siswa melukis sudut pada siklus I yaitu siswa yang terampil melukis sudut sebanyak 8 siswa, cukup terampil 14 siswa, dan tidak terampil 4 siswa, sedangkan pada siklus II yaitu siswa yang terampil melukis sudut sebanyak 13 siswa, cukup terampil 11 siswa, dan tidak terampil 2 siswa. Kata Kunci: Pembelajaran Langsung, keterampilan melukis, melukis sudut Abstrak: The purpose of this research is to describe the application of direct learning models that can improve the students’ skill in painting angles in class VII of SMP Swadaya Palu. This type of research is classroom action research which refers to the research design of Kemmis and MC. Taggart, which is planning, action, observation and reflection. The subjects of this research were all students of class VII of SMP Swadaya Palu, with the total numbers were 26 students enrolled in the 2017/2018 school year. The number of subjects in this research were 26 students and 3 students were selected as informants. The success criteria of the action in this research were: (1) data on teacher activity results, students’ activity data, and students’ skill data. The minimal category of the implementation of the phases of the direct learning model on the observation is good, (2) Students’ learning result in painting angles increase. The results of this study indicate that the application of the direct learning model can improve students' skills in painting angles by following the phases of the direct learning model as follows: 1) conveying the objectives and preparing students, 2) demonstrating knowledge or skills, 3) guiding training, 4) checking understanding and giving feedback, and 5) provide opportunities for advanced training and implementation. The increase was shown through teacher activities in the first cycle classified as good with a total score of 34, and teacher activities in the second cycle classified as very good category with a total score of 39. Student activities in the first cycle were classified as good with a total score of 35, and student activities in the cycle II is classified as a very good category with a total score of 39. The skills of students to paint angles in cycle I are students who are skilled in painting corn as many as 8 students, quite skilled 14 students, and unskilled 4 students, while in cycle II are students who are skilled in painting angles as many as 13 students, quite skilled 11 students, and not skilled 2 students. Keywords: Direct learning, painting skills, painting angles
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL LIMIT FUNGSI Resky Noviana Sumedi; Nurhayadi; Sudarman Bennu
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal limit fungsi, (2) untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal limit fungsi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah 3 siswa yang diambil dari 29 siswa kelas XI IPA 4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa yaitu kesalahan fakta, kesalahan konsep, kesalahan prinsip, dan kesalahan prosedural berdasarkan pada klasifikasi kesalahan dasar objek matematika. Kesalahan fakta yang dilakukan siswa yaitu siswa keliru dalam menuliskan simbol limit fungsi. Kesalahan konsep yang dilakukan siswa yaitu (1) siswa salah dalam menggunakan rumus untuk menyelesaikan soal, (2) siswa tidak memahami aturan dari limit fungsi. (3) siswa tidak mampu menyelesaikan soal. Kesalahan prinsip yang dilakukan siswa yaitu (1) keliru dalam menjabarkan suatu fungsi, (3) keliru dalam menentukan bentuk akar sekawan dari suatu fungsi, (3) tidak memahami materi prasyarat dari limit fungsi. Kesalahan prosedural yang dilakukan siswa yaitu: (1) berupa kesalahan memahami dan mencermati perintah soal, (2) kesalahan dalam melakukan operasi, (3) keliru dalam penulisan dan (4) kesalahan prosedur tidak lengkap. Faktor-faktor yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan-kesalahan dalam menyelesaikan soal limit fungsi yaitu siswa tidak mengetahui simbol dari limit kiri dan limit kanan yang benar, siswa kurang memahami konsep dari limit fungsi, pengetahuan prasyarat dari limit fungsi yang dimiliki siswa masih belum cukup atau kurang, siswa kurang teliti dalam menyelesaikan soal limit fungsi dan keterampilan yang dimiliki oleh siswa sangat kurang. Kata kunci: Analisis Kesalahan, Menentukan Nilai Limit Fungsi. Abstract: The objectives of this research are (1) to find out types of error which were done by students in solving limit function problems. (2) to find out factors which caused students made mistake in solving limit function problems. The types of this research is qualitative research. The subjects of this research are 3 students which were taken from 29 students of class XI IPA 4. The result of this research shows that the types of error which were done by the students are factual error, conceptual error, principle error, and procedural error, according to basic error classification of mathematics object. Factual errors which was done by the students is students made mistake in writing limit function symbols. Conceptual errors which were done by the students are (1) students made mistake in using formula to solve the problems, (2) students did not understand well the rule of limit function, (3) students could not solve the problems. Principle errors which were done by the students are (1) students made mistake in operating algebraic forms, (2) made mistake in elaborating a function, (3) made mistake in determining flock root form of a function, (4) did not understand the prerequisite material of limit function. Furthermore, procedural errors which were done by the students are: (1) error in understanding and paying attention to the problems instructions, error in doing the operation (3) error in writing and (4) incomplete procedural error. Factors which caused students made mistake in solving limit function problems are students did not understand well the concept of limit function, students did not solve the problems carefully, students’ skill which was still less, students’ prerequisite knowledge which was still not sufficient, and the students had lack of initiative to recall all lesson that they had learned at school. Keywords: Error Analysis, Determining Limit Function Value.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MURDER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME LIMAS DI KELAS VIII H SMP NEGERI 15 PALU Serli; I Nyoman Murdiana; Tegoeh S Karniman
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe MURDER untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan dan volume limas di kelas VIII H SMP Negeri 15 Palu. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII H yang berjumlah 24 siswa, terbagi atas 15 siswa laki-laki dan 9 siswa perempua serta di pilih 3 siswa sebagai informan. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Pada siklus I banyaknya siswa yang tuntas yakni 15 siswa dengan persentase ketuntasan 68.18% dan pada siklus II banyak siswa yang tuntas yakni 18 siswa dengan persentase ketuntasan 81.81%. Hasil observasi aktivitas guru pada siklus I berada pada kategori baik dan mengalami peningkatan pada siklus II berada pada kategori sangat baik. Hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I berada pada kategori baik dan mengalami peningkatan pada siklus II berada pada kategori sangat baik. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe MURDER yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII H SMP Negeri 15 Palu pada materi luas permukaan dan volume limas, dengan enam komponen yaitu: 1) Mood, 2) Understand, 3) Recall, 4) Digest, 5) Expand, 6) Review. Kata Kunci: Kooperatif Tipe MURDER; Hasil Belajar; Luas Permukaan dan Volume Limas Abstract: This study aims to obtain a description of the application of the MURDER type cooperative learning model to improve student learning outcomes in surface area and pyramid volume material in class VIII H of SMP Negeri 15 Palu. The subjects of this study were students of class VIII H, amounting to 24 students, divided into 15 male students and 9 female students and 3 students were selected as informants. This research is Classroom Action Research (CAR) which refers to the research design of Kemmis and Mc. Taggart namely (1) planning, (2) implementation of actions, (3) observation, and (4) reflection. This research was conducted in two cycles. In the first cycle the number of students who completed were 15 students with a percentage of completeness of 68.18% and in the second cycle many students were completed ie 18 students with a percentage of completeness 81.81%. The results of the observation of teacher activities in the first cycle were in the good category and experienced an increase in the second cycle in the very good category. The results of the observation of student activities in the first cycle were in the good category and experienced an increase in the second cycle in the very good category. The application of the MURDER type cooperative learning model that can improve the learning outcomes of class VIII H students of SMP Negeri 15 Palu in surface area and pyramid volume material, with six components, namely: 1) Mood, 2) Understand, 3) Recall, 4) Digest, 5) Expand, 6) Review. Keywords: Cooperative Type MURDER; Learning outcomes; surface area and pyramid volume
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN DI KELAS VII A SMP NEGERI 3 DAMPELAS Yuli Asri; Pathuddin; I Nyoman Murdiana
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif dapat meningkatan prestasi belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita penjumlahan pecahan di kelas VII A SMP Negeri 3 Dampelas. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, setiap siklusnya melalui 4 tahap yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil observasi terhadap aktifitas guru siklus I memperoleh taraf keberhasilan baik dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu memperoleh kriteria taraf keberhasilan sangat baik. Sedangkan hasil observasi aktifitas siswa pada siklus I memperoleh kriteria taraf keberhasilan cukup, dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu memperoleh taraf keberhasilan baik. Hasil yang diperoleh pada siklus I siswa yang tuntas sebanyak 14 siswa dengan persentase ketuntasan klasikal adalah 43,75% dan pada siklus II banyak siswa yang tuntas yaitu 25 siswa dengan persentase ketuntasan klasikal yaitu 78,12%. Hal ini menunjukkan bahwa penelitian ini berhasil meningkatkan prestasi belajar siswa , dengan mengikuti fase-fase sebagai berikut: 1) orientasi, 2) organisasi, 3) pengenalan konsep, 4) publikasi, serta 5) penguatan dan refleksi. Kata kunci: Model pembelajaran kooperatif, Prestasi belajar, Soal cerita penjumlahan dan pengurangan pecahan. Abstract: This research aims to obtain the implementation of cooperative learning model to improve students learning achievement in solving story questions of addition and reduction of fractions in class VII A SMP Negeri 3 Dampelas. This research is classroom action research (CAR) that refers to the research design of Kemmis and Mc. Taggart, each cycle goes through 4 stages namely (1) planning, (2) implementing actions, (3) observation and (4) reflection. Based on the results of the research showed that the results of observation on the teacher activities in cycle I gained a good level and improvement in cycle II that is getting better success criteria. While the results of observations of student activities in the first cycle obtained enough success criteria, and experienced an increase in the second cycle that is getting a good level of success. The results obtained in the cycle I of students who passed the test were 14 students with the percentage of classical completeness was 43.75% and in the cycle II there were 25 students who passed the test with percentage of classical completeness of 78.12%. Thus, it means that this research succeeded in improving students learning achievement, by following the phases follows: 1) orientation, 2) organization, 3) introduction of concepts, 4) publication, and 5) reinforcement and reflection. Keywords:Cooperative learning model, Learning achievement, story questions of addition and reduction of fractions.

Page 1 of 1 | Total Record : 10