cover
Contact Name
Muhamad Rudi Wijaya
Contact Email
rudiwijaya68@gmail.com
Phone
+6282175218558
Journal Mail Official
rudiwijaya68@gmail.com
Editorial Address
Dusun Rejo Agung Desa Rejo Agung Kecamatan Batanghari, Kab. Lampung Timur, Provinsi Lampung, 34181
Location
Kab. lampung timur,
Lampung
INDONESIA
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan)
Published by CV Najah Bestari
ISSN : 29649633     EISSN : 2964965X     DOI : -
Jurnal An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) khusus membahas masalah pendidikan Islam. Ruang lingkup jurnal meliputi penelitian, pemikiran pendidikan Islam, dan kerja lapangan tentang pendidikan Islam. Pendekatannya bersifat interdisipliner, melingkupi, dan menggabungkan perspektif dari filsafat pendidikan Islam, studi banding pendidikan Islam, kurikulum, proses belajar mengajar dalam pendidikan Islam, evaluasi, pendidikan Islam, dan pendidikan khusus yang relevan dengan isu-isu pendidikan Islam.
Articles 593 Documents
IMPLEMENTASI METODE PROBLEM SOLVING DALAM PEMBELAJARAN QUR’AN HADITS DI SMA-TQ MUADZ BIN JABAL KENDARI ST. Resida Yuniar; Samsu Alang; Nurlathifah Thulfitrah B
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 5: September 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode Problem Solving dalam Pembelajaran Qur’an Hadits di SMA-TQ Muadz bin Jabal Kendari, beserta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap aktivitas belajar 41 siswa kelas X, wawancara semi terstruktur dengan guru mata pelajaran dan siswa, serta dokumentasi, kemudian analisis data meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi metode problem solving dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, yang secara umum telah berjalan sesuai dengan prinsip teoritis metode tersebut. Faktor pendukung implementasi metode problem solving meliputi komunikasi yang baik antara siswa dan guru, sarana yang memadai, serta profesionalisme guru, sementara berdasarkan data observasi dan wawancara mengidentifikasi faktor penghambat yang ditemukan adalah keraguan serta rendahnya kepercayaan diri siswa dalam berpendapat dan keterbatasan waktu pembelajaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan metode problem solving tidak hanya ditentukan oleh tepatnya langkah pelaksanaan, tetapi juga oleh kesiapan psikologis siswa, sehingga guru perlu mengintegrasikan strategi penguatan kepercayaan diri dalam penerapannya.
PENERAPAN METODE CERAMAH PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MTsN 4 BUTON TENGAH Widyawati Widyawati; Ajin Ajin; Nurlathifah Thulfitrah B
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 5: September 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode ceramah pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MTsN 4 Buton Tengah, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor pendukung dan faktor penghambat penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam dan peserta didik yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode ceramah telah dilaksanakan dengan baik melalui empat tahapan, yaitu persiapan, penyampaian materi, interaksi, dan evaluasi. Guru menyampaikan materi secara sistematis, memanfaatkan media pembelajaran, memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya, serta melakukan evaluasi melalui tanya jawab dan pemberian tugas. Keberhasilan penerapan metode ceramah didukung oleh kompetensi guru, ketersediaan media pembelajaran, lingkungan madrasah yang kondusif, dan karakteristik materi Pendidikan Agama Islam. Adapun faktor penghambat meliputi menurunnya konsentrasi peserta didik, kurangnya interaksi dua arah, perbedaan kemampuan belajar, serta munculnya rasa bosan akibat penggunaan metode ceramah secara monoton. Oleh karena itu, metode ceramah perlu dipadukan dengan strategi pembelajaran yang lebih interaktif agar proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam menjadi lebih efektif.
IMPLEMENTASI METODE DRILL DAN REFLEKSI PADA PEMBELAJARAN MATERI NABI MUHAMMAD SAW DI SD NEGERI 2 BAUBAU Hikma Hikma; Samsul Samsul; Nurlathifah Thulfitrah B
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 5: September 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan metode drill dan refleksi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi Nabi Muhammad SAW di SD Negeri 2 Baubau, mengidentifikasi berbagai hambatan selama pelaksanaannya, serta menjelaskan kontribusinya terhadap peningkatan pemahaman peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru Pendidikan Agama Islam dan peserta didik kelas III yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Peneliti mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian menganalisisnya dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Peneliti menjamin keabsahan data melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode drill dan refleksi berlangsung melalui enam tahapan, yaitu persiapan, penyampaian materi, pelaksanaan drill, penguatan hasil latihan, kegiatan refleksi, serta evaluasi dan tindak lanjut. Metode drill membantu peserta didik memperkuat penguasaan materi melalui latihan yang dilakukan secara berulang dan sistematis, sedangkan kegiatan refleksi mendorong peserta didik memahami nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW serta menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian juga menemukan hambatan berupa keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan peserta didik, dan rendahnya keaktifan dalam refleksi. Secara keseluruhan, kedua metode tersebut berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman, daya ingat, partisipasi aktif, serta pembentukan karakter peserta didik