cover
Contact Name
Muhamad Rudi Wijaya
Contact Email
rudiwijaya68@gmail.com
Phone
+6282175218558
Journal Mail Official
rudiwijaya68@gmail.com
Editorial Address
Dusun Rejo Agung Desa Rejo Agung Kecamatan Batanghari, Kab. Lampung Timur, Provinsi Lampung, 34181
Location
Kab. lampung timur,
Lampung
INDONESIA
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan)
Published by CV Najah Bestari
ISSN : 29649633     EISSN : 2964965X     DOI : -
Jurnal An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) khusus membahas masalah pendidikan Islam. Ruang lingkup jurnal meliputi penelitian, pemikiran pendidikan Islam, dan kerja lapangan tentang pendidikan Islam. Pendekatannya bersifat interdisipliner, melingkupi, dan menggabungkan perspektif dari filsafat pendidikan Islam, studi banding pendidikan Islam, kurikulum, proses belajar mengajar dalam pendidikan Islam, evaluasi, pendidikan Islam, dan pendidikan khusus yang relevan dengan isu-isu pendidikan Islam.
Articles 593 Documents
Analisis Implementasi Manajemen Waktu dalam Meningkatkan Efektivitas Mengajar dan Kedisiplinan Ustadz di Madin Nurul Alawiyah Muhammad Husni; Muhammad Haidir Ali
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen waktu merupakan salah satu aspek penting dalam pengelolaan lembaga pendidikan karena berperan dalam meningkatkan efektivitas proses pembelajaran serta membentuk kedisiplinan tenaga pendidik dan peserta didik. Namun, implementasi manajemen waktu pada Madrasah Diniyah masih menghadapi berbagai tantangan, seperti ketidaktepatan waktu kehadiran pendidik, kurang optimalnya pengelolaan jadwal pembelajaran, serta keterbatasan sarana yang berpotensi menghambat proses belajar mengajar. Di tengah kondisi tersebut, Madrasah Diniyah Nurul Alawiyah menunjukkan praktik manajemen waktu yang terstruktur melalui penyusunan jadwal pembelajaran, pembiasaan kegiatan keagamaan, pengawasan kedisiplinan guru dan santri, serta pengelolaan berbagai program madrasah secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen waktu dalam meningkatkan efektivitas mengajar dan kedisiplinan ustadz di Madrasah Diniyah Nurul Alawiyah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pengurus madrasah, ustadz, serta aktivitas pembelajaran. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen waktu dilakukan melalui penyusunan jadwal pembelajaran yang terstruktur, pembagian mata pelajaran sesuai tingkat kelas, pembiasaan kegiatan religius sebelum pembelajaran berupa salat Magrib berjamaah, wirid, salat ba'diyah, pembacaan doa, pembacaan Surah Al-Waqi'ah, dan setoran Al-Qur'an sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Selain itu, penguatan kedisiplinan diterapkan melalui kewajiban izin bagi ustadz yang berhalangan hadir, penjadwalan pakaian santri, pengelolaan administrasi infaq secara teratur, serta program menginap pada malam Ahad yang diisi dengan salat malam, tadarus Al-Qur'an satu juz, dan latihan tampil di depan umum untuk membangun keberanian santri. Meskipun terdapat kendala berupa penggunaan ruang belajar untuk kegiatan masyarakat karena fasilitas madrasah merupakan aset wakaf bersama, proses pembelajaran tetap berlangsung secara efektif melalui penyesuaian jadwal yang telah direncanakan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi manajemen waktu yang dilaksanakan secara sistematis melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran, memperkuat kedisiplinan ustaz dan santri, serta mendukung terciptanya budaya belajar yang tertib, religius, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan di Madrasah Diniyah
Efektivitas Modifikasi Media Peraga Qiroati terhadap Akselerasi Kemampuan Membaca Al-Qur'an dan Kefasihan Makhorijul Huruf ; studi kasus di TPQ Nurul Alawiyah Muhammad Haidir Ali; Sita Acetylena
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana modifikasi alat peraga Qiroati (berupa kartu dan lembar) yang dipasang pada tiang kayu penyangga (instructional media stand) mampu mempercepat kemampuan membaca Al-Qur'an dan kefasihan makhorijul huruf santri. Lewat pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, riset ini mengambil tempat di TPQ Nurul Alawiyah, Bululawang, Malang, sebuah lembaga inklusif yang memanfaatkan ruang dari aset wakaf produktif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung di kelas, wawancara mendalam bersama pengelola dan guru, serta catatan perkembangan dari 18 santri di berbagai tingkatan jilid. Hasil lapangan menunjukkan bahwa mengubah kebiasaan guru memegang lembar peraga secara manual (manual-holding) menjadi visualisasi statis pada tiang penyangga terbukti ampuh menjaga fokus anak (sustained attention) dan membuang gangguan visual di kelas klasikal. Ditambah lagi, pembagian waktu belajar yang pas—yaitu 15 menit sebelum setoran dan 10 menit setelah bacaan—sangat efektif mempercepat santri memahami kaidah tajwid secara pas dan ceto (jelas). Kendati demikian, tantangan kecil yang muncul adalah naik-turunnya kekompakan membaca pada kelompok jilid tertentu karena jumlah santri yang masih sedikit. Secara teoretis, artikel ini hadir untuk mengisi celah (gap) penelitian teknologi pembelajaran PAI terdahulu yang umumnya masih membahas hasil nilai kognitif atau manajemen guru secara luas, tanpa menyentuh pentingnya desain fisik alat peraga yang ramah anak di dalam kelas
INTERNALISASI NILAI KARAKTER RELIGIUS MELALUI KEARIFAN LOKAL CERITA DALAM BATIK BULUSAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR Alvera Septi Maulida Fatma; Nadia Nurul Aini; Fadhila Liridho; Adelia Asfi Khalisa; Ahmad Khoiri
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguatan pendidikan karakter merupakan prioritas fundamental dalam sistem pendidikan Indonesia, khususnya pada jenjang sekolah dasar dalam bingkai Kurikulum Merdeka. Namun, implementasinya di lapangan sering kali masih terjebak pada penguatan aspek kognitif semata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai karakter religius dalam filosofi cerita Batik Bulusan khas Kabupaten Kudus, menganalisis proses internalisasi nilai tersebut pada siswa, serta mendeskripsikan implementasi pembelajarannya di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui teknik analisis isi (content analysis) dan sintesis naratif terhadap literatur ilmiah bereputasi terbitan tahun 2020–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita Batik Bulusan mengandung empat nilai karakter religius utama, yaitu pengabdian kepada guru, tanggung jawab, keikhlasan, serta keyakinan dan keimanan kepada Allah SWT. Internalisasi nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan secara berkesinambungan melalui model konseptual enam tahapan pembelajaran, meliputi transformasi nilai, transaksi nilai, transinternalisasi, habituasi, keteladanan, serta refleksi dan penguatan. Penelitian ini memberikan implikasi teoretis terhadap kajian etnopedagogi dan kontribusi praktis bagi pemanfaatan kura-kura/bulus sebagai kearifan lokal lintas mata pelajaran guna membangun karakter religius sekaligus melestarikan identitas budaya sejak usia sekolah dasar
Peran, Fungsi, Dan Tanggung Jawab Guru Sebagai Pendidik Profesional Nurhijriati Syam; Syamsuddim Syamsuddim
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru merupakan komponen utama dalam penyelenggaraan pendidikan yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta dinamika kebutuhan pendidikan abad ke-21 menuntut guru untuk tidak hanya menguasai kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian, tetapi juga mampu menjalankan berbagai peran, fungsi, dan tanggung jawab secara profesional. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis hasil penelitian mengenai peran, fungsi, dan tanggung jawab guru sebagai pendidik profesional melalui pendekatan literature review. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur dengan mengumpulkan berbagai artikel ilmiah nasional dan internasional yang diperoleh dari Google Scholar, ERIC, DOAJ, dan Scopus pada rentang publikasi 2018–2026. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui proses identifikasi, seleksi, pengelompokan tema, sintesis, dan interpretasi terhadap hasil penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru profesional memiliki peran sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, fasilitator, motivator, inovator, evaluator, dan agen perubahan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Selain itu, guru menjalankan fungsi instruksional, edukatif, manajerial, pembimbingan, dan pengembangan profesi yang saling mendukung dalam menciptakan pembelajaran yang efektif. Tanggung jawab guru tidak hanya ditujukan kepada peserta didik, tetapi juga kepada profesi, lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat. Profesionalisme guru pada era digital menuntut kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, inovasi pembelajaran, serta pengembangan kompetensi secara berkelanjutan. Oleh karena itu, peningkatan kualitas guru melalui pendidikan, pelatihan, dan pengembangan profesional berkelanjutan menjadi faktor penting dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing
Dasar, Tujuan, dan Fungsi dalam Konteks Modernisasi Pendidikan Randi Evendi Saputa; Pazli Pazli; Sumiarti Sumiarti
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan aspek penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam di tengah dinamika modernisasi pendidikan. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, globalisasi, serta perubahan kebutuhan masyarakat menuntut kurikulum PAI untuk mampu beradaptasi tanpa menghilangkan nilai-nilai dasar ajaran Islam. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dasar, tujuan, dan fungsi pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam dalam konteks modernisasi pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui telaah berbagai buku, artikel jurnal ilmiah, dokumen kebijakan pendidikan, serta literatur lain yang relevan dengan tema penelitian. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui tahapan reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam didasarkan pada landasan filosofis, religius, yuridis, psikologis, sosiologis, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuan pengembangan kurikulum PAI tidak hanya membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia, tetapi juga mengembangkan kompetensi abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan literasi digital. Selain itu, kurikulum PAI memiliki fungsi strategis sebagai pedoman pembelajaran, instrumen pembentukan karakter, penguatan moderasi beragama, pelestarian nilai-nilai Islam, serta pengembangan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan global. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum PAI perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui inovasi, evaluasi, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan agar mampu mewujudkan sistem pendidikan Islam yang berkualitas, relevan, dan berdaya saing di era modern
Wasathiyah Ahlussunnah wal Jamaah dalam Diskursus Teologi Islam: Analisis Komparatif terhadap Syi'ah, Khawarij, Mu'tazilah, dan Wahhabiyah Fathur Rohman; Saifuddin Saifuddin
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajemukan aliran teologi (firqah) yang mewarnai sejarah pemikiran Islam pada dasarnya bersumber dari dua faktor yang saling berkelindan, yaitu perbedaan cara membaca teks keagamaan dan gejolak politik yang mengiringi masa sepeninggal Nabi Muhammad SAW. Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) tampil di tengah kemajemukan itu dengan klaim sebagai representasi jalan tengah, atau yang lazim disebut wasathiyah, dalam merumuskan akidah. Tulisan ini disusun untuk mengurai secara komparatif kedudukan wasathiyah Aswaja tersebut dengan menghadapkannya pada empat kutub pemikiran teologis yang masing-masing menampilkan kecenderungan ekstrem pada dimensinya sendiri, yakni Syi'ah, Khawarij, Mu'tazilah, dan Wahhabiyah. Kajian ini ditempuh melalui metode kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research), dengan analisis isi yang bersifat komparatif atas kitab-kitab kalam klasik sebagai sumber primer serta literatur akademik mutakhir sebagai penunjang. Temuan kajian memperlihatkan bahwa wasathiyah Aswaja tidak berhenti sebagai klaim normatif belaka, melainkan tampil sebagai posisi relasional yang terbangun dari lima titik perbandingan, yaitu hubungan akal dengan wahyu, status pelaku dosa besar, konsep kepemimpinan, sumber otoritas akidah, dan cara memandang perbedaan. Pada kelima titik tersebut, Aswaja secara konsisten berdiri di titik keseimbangan, di antara rasionalisme berlebih Mu'tazilah, kecenderungan literal-eksklusif Khawarij dan Wahhabiyah, serta corak partikularisme sektarian pada Syi'ah. Simpulan ini menegaskan bahwa moderasi teologis yang melekat pada Aswaja memiliki fondasi epistemologis yang argumentatif, sekaligus relevan dijadikan kerangka literasi keagamaan guna meredam kecenderungan ekstrem dan memperkuat moderasi beragama di Indonesia.
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SD NEGERI 4 BUTON Lina Hardianti; Sahaludin Sahaludin2; Nurlathifah Thulfitrah B
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 5: September 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode demonstrasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SD 4 Negeri Buton. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru Pendidikan Agama Islam dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara untuk memperoleh informasi mengenai proses penerapan metode demonstrasi, aktivitas peserta didik, serta kendala yang dihadapi selama pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode demonstrasi dilaksanakan melalui tujuh tahapan, yaitu perencanaan, kegiatan pendahuluan, pemberian penjelasan awal, demonstrasi oleh guru, praktik peserta didik, evaluasi dan umpan balik, serta penutup. Penerapan metode demonstrasi membantu peserta didik memahami materi yang bersifat praktik, seperti wudu dan salat, melalui kegiatan mengamati dan mempraktikkan secara langsung materi yang diajarkan. Metode ini juga meningkatkan keaktifan, motivasi belajar, keterampilan praktik ibadah, serta minat peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala yang dihadapi guru, yaitu keterbatasan waktu pembelajaran, keterbatasan sarana dan prasarana, serta perbedaan kemampuan peserta didik. Secara keseluruhan, metode demonstrasi memberikan kontribusi positif terhadap proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang lebih bermakna, interaktif, dan berpusat pada peserta didik sehingga dapat meningkatkan pemahaman serta keterampilan praktik keagamaan peserta didik di SD Negeri 4 Buton.
Agile Educational Leadership: Outlining a Basic Governance Model to Address Student Grade Inflation M. Ilham Faizin Akbar; Siti Aimah
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 5: September 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inflasi nilai siswa menjadi tantangan penting dalam menjaga integritas penilaian dan mutu pendidikan di sekolah menengah, termasuk di SMAN 1 Genteng. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan kebijakan pendidikan agile dalam mengatasi nilai inflasi serta merumuskan model tata kelola dasar yang memperkuat akuntabilitas dan transparansi penilaian siswa. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen yang melibatkan pimpinan sekolah, guru, serta dokumen akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan agile mendorong pengambilan keputusan yang adaptif, pengawasan kolaboratif, dan evaluasi berbasis bukti sehingga mampu mengurangi praktik pemberian nilai yang subjektif dan meningkatkan kredibilitas penilaian. Model tata kelola yang dihasilkan mengintegrasikan kebijakan kelincahan, partisipasi pemangku kepentingan, dan mekanisme pengendalian mutual berkelanjutan untuk meminimalkan nilai inflasi secara sistematis. Penelitian menyimpulkan bahwa kepemimpinan pendidikan tangkas merupakan strategi tata kelola yang efektif dalam membangun sistem penilaian yang adil dan akuntabel. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa prinsip tata kelola agile dapat diadopsi sekolah untuk memperkuat penjaminan mutu pendidikan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap hasil evaluasi akademik.
IMPLEMENTASI METODE TANYA JAWAB BERBASIS HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) PADA PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DI MADRASAH ALIYAH NURUL HIDAYAH ALMINCIS KOLAKA Wa Ode Juli; Siti Mariah; Nurlathifah Thulfitrah B
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 5: September 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi metode tanya jawab berdasarkan Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah Aliyah (MA) Nurul Hidayah Almincis Kolaka. Pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur kepada guru SKI dan siswa kelas XI, observasi partisipatif dalam proses pembelajaran, serta dokumentasi berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan hasil evaluasi siswa. Analisis data menerapkan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode tanya jawab berbasis HOTS diwujudkan melalui tiga tahapan utama: stimulasi kritis berbasis masalah sejarah, penelitian pertanyaan analitis-evaluatif (mengapa dan bagaimana), serta penguatan konsep melalui refleksi nilai moral sejarah (ibrah). Tantangan utama yang dihadapi meliputi keragaman kemampuan dasar keagamaan siswa dan kecenderungan pola pikir pasif dalam menanggapi pertanyaan analitis. Meskipun demikian, metode ini terbukti efektif meningkatkan keaktifan kritis siswa serta mengubah persepsi mata pelajaran SKI dari sekadar hafalan menjadi analisis kontekstual yang bernilai sosial-budaya. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pemulihan kompetensi pedagogik guru dalam merancang stimulus pembelajaran berbasis HOTS di lingkungan madrasah.
PENERAPAN METODE ROLE PLAY DALAM PEMBELAJARAN FIQIH DI MIN 1 KOLAKA Muthmainnah Erwita Ramadani Tahir; Risna Risna; Annisa Asmaul Hasanah; Nurlathifah Thulfitrah B
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 5: September 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Fiqih materi adab makan minum di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kolaka kelas 3A masih didominasi ceramah sehingga 28 siswa usia 8-9 tahun sulit mempraktikkan adab baca bismillah dan makan tangan kanan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan role play, mengidentifikasi inovasi guru, dan menganalisis kendala yang dihadapi. Metode kualitatif studi kasus tunggal dengan peneliti sebagai guru kelas 3A. Pengumpulan data melalui observasi partisipatif saat mengajar, wawancara mendalam 2 siswa purposive sampling, dan dokumentasi selama 1 minggu. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman & Saldana dengan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Penerapan role play melalui skenario "Warung Berkah" 3 peran membuat 26 siswa membaca bismillah dan 24 siswa makan tangan kanan. Wawancara siswa R dan F mengonfirmasi adab lebih mudah diingat. 2) Inovasi "Nama Peran Lucu + Guru Ikut Main" berhasil mengurangi rasa malu 3 siswa awal menangis menjadi berani tampil. 3) Kendala yang muncul adalah kebiasaan minum tangan kiri karena rumah, rebutan peran, dan malu bersuara. Kendala diatasi melalui pengawas adab, kartu giliran, dan bimbingan langsung guru. Temuan mendukung penelitian dari Moleong dan Vygotsky, berbeda dengan Aminah (2022) dan Sari & Huda (2023) karena posisi peneliti sebagai guru memungkinkan intervensi langsung