cover
Contact Name
Muhamad Rudi Wijaya
Contact Email
rudiwijaya68@gmail.com
Phone
+6282175218558
Journal Mail Official
rudiwijaya68@gmail.com
Editorial Address
Dusun Rejo Agung Desa Rejo Agung Kecamatan Batanghari, Kab. Lampung Timur, Provinsi Lampung, 34181
Location
Kab. lampung timur,
Lampung
INDONESIA
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan)
Published by CV Najah Bestari
ISSN : 29649633     EISSN : 2964965X     DOI : -
Jurnal An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) khusus membahas masalah pendidikan Islam. Ruang lingkup jurnal meliputi penelitian, pemikiran pendidikan Islam, dan kerja lapangan tentang pendidikan Islam. Pendekatannya bersifat interdisipliner, melingkupi, dan menggabungkan perspektif dari filsafat pendidikan Islam, studi banding pendidikan Islam, kurikulum, proses belajar mengajar dalam pendidikan Islam, evaluasi, pendidikan Islam, dan pendidikan khusus yang relevan dengan isu-isu pendidikan Islam.
Articles 593 Documents
STRATEGI PEMBELAJARAN TEMATIK Nur'indah Nur'indah; Selviana Selviana; A. Muljono Domopolii; M. Shabir Umar
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi pembelajaran tematik merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai mata pelajaran ke dalam satu tema sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang utuh, bermakna, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengertian strategi pembelajaran tematik, karakteristik dan prinsip-prinsipnya, model pengintegrasian tema, langkah-langkah pelaksanaannya dalam proses pembelajaran, serta kelebihan dan kekurangannya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian terhadap berbagai literatur ilmiah yang relevan mengenai strategi pembelajaran tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran tematik mampu meningkatkan pemahaman peserta didik melalui pembelajaran yang terintegrasi, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta membentuk karakter seperti tanggung jawab, kemandirian, dan kerja sama. Penerapan strategi ini dilakukan secara sistematis melalui tahapan perencanaan pembelajaran, pemetaan kompetensi dasar, penentuan tema, penyusunan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang meliputi pendahuluan, kegiatan inti (eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi), penutup, serta penilaian yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Selain itu, pembelajaran tematik didukung oleh penggunaan berbagai media pembelajaran, baik media cetak maupun media digital interaktif yang mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik. Meskipun demikian, implementasi strategi pembelajaran tematik masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan kompetensi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang terintegrasi, minimnya sarana dan prasarana, rendahnya literasi digital, keterbatasan media pembelajaran, serta tantangan dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Oleh karena itu, strategi pembelajaran tematik menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, holistik, kontekstual, dan bermakna sehingga mampu meningkatkan kualitas proses maupun hasil pembelajaran, khususnya pada jenjang pendidikan dasar serta dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam maupun mata pelajaran lainnya
STRATEGI PEMBELAJARAN MANDIRI Syarifah Ria Wardani; Fitriani Saputri S; A. Muljono Domopolii; M. Shabir Umar
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi pembelajaran mandiri merupakan salah satu strategi pembelajaran yang menekankan kemandirian peserta didik dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses belajarnya dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar sesuai kebutuhan dan kemampuannya. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengertian strategi pembelajaran mandiri, karakteristik utamanya, metode dan langkah-langkah penerapannya, serta keunggulan dan kelemahannya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian terhadap berbagai literatur ilmiah yang relevan mengenai strategi pembelajaran mandiri. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran mandiri mampu meningkatkan kemandirian belajar, motivasi, tanggung jawab, kemampuan berpikir kritis, keterampilan memecahkan masalah, serta kepercayaan diri peserta didik dalam mengelola proses belajarnya. Penerapan strategi ini dilakukan melalui tahapan yang sistematis, meliputi penetapan tujuan pembelajaran, penyusunan rencana belajar, pelaksanaan dan pemantauan kemajuan belajar, penyusunan hasil akhir, serta penilaian autentik terhadap capaian pembelajaran. Strategi pembelajaran mandiri juga didukung oleh berbagai metode, seperti Self-Directed Learning (SDL), Discovery Learning, Project Based Learning (PjBL), Problem Based Learning (PBL), Collaborative Learning, dan Cooperative Learning, yang berorientasi pada pembelajaran berpusat pada peserta didik (student centered learning). Meskipun demikian, penerapan strategi pembelajaran mandiri masih menghadapi beberapa kendala, seperti rendahnya disiplin dan motivasi sebagian peserta didik, kurangnya interaksi apabila tidak dipadukan dengan pembelajaran kolaboratif, kebutuhan akan kesiapan guru sebagai fasilitator, serta perlunya sarana dan sumber belajar yang memadai
DALALAH DALAM PERSPEKTIF IMAM MAZHAB Wahyu Akbar; Rifki Arrasid; Fitri Arianti; Besse Ruhaya
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalalah dalam perspektif imam mazhab merupakan konsep fundamental dalam ushul fikih yang membahas hubungan antara lafaz dan makna sebagai dasar dalam proses istinbath hukum Islam. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengertian dalalah dalam perspektif imam mazhab, macam-macam dalalah yang digunakan dalam memahami nash syariat, serta perannya dalam melahirkan perbedaan istinbath hukum di kalangan mazhab. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui telaah terhadap berbagai literatur ilmiah, buku, dan jurnal yang relevan mengenai konsep dalalah dalam ushul fikih. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalalah memiliki kedudukan yang sangat penting sebagai jembatan antara teks syariat dengan penetapan hukum, sehingga pemahaman terhadap nash tidak hanya bertumpu pada makna literal, tetapi juga mempertimbangkan makna tersurat (mantuq), makna tersirat (mafhum), serta bentuk-bentuk penunjukan lain seperti 'ibarah al-nash, isyarah al-nash, dalalah al-nash, dan iqtida' al-nash. Perbedaan penekanan terhadap metode dalalah di antara imam mazhab, khususnya mazhab Hanafi dan Syafi'i, menjadi salah satu faktor utama yang melahirkan keragaman hasil istinbath hukum, meskipun sumber hukum yang digunakan tetap sama. Contoh nyata terlihat pada perbedaan penafsiran lafaz quru' dalam hukum iddah dan konsep wali mujbir yang menghasilkan konsekuensi hukum yang berbeda. Dengan demikian, perbedaan pendapat di kalangan mazhab merupakan bentuk perbedaan metodologis dalam memahami dalalah, bukan perbedaan terhadap sumber syariat. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif terhadap konsep dalalah sangat penting untuk membangun sikap ilmiah, objektif, dan toleran dalam menyikapi keragaman pendapat dalam fiqih Islam
Internalisasi Nilai-Nilai Aqidah Akhlak dalam Pembentukan Regulasi Emosi Peserta Didik Kelas V MI Darul Hikmah Ruqoyyah Nafisah; Nurun Nafisah Indah Qomari; Jazilurrahman3
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji internalisasi nilai-nilai Aqidah Akhlak dan perannya dalam membentuk regulasi emosi pada peserta didik kelas V di MI Darul Hikmah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis study kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam semi-terstruktur kepada satu orang guru dan tiga pesrta didik terpilih, serta dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai berlangsung melalui tiga tahap, yaitu transformasi nilai, transaksi nilai, dan transaksi nilai, dan transinternaslisasi, yang difasilitasi oleh gabungan ceramah , diskusi, dan pembiasaan. Peserta didik menunjukkan pemahaman konseptual yang baik mengenai nilai-nilai seperti sabar, ikhlas, dan tawakkal. Lebih penting lagi, mereka melaporkan penerapan praktik spiritual seperti membaca istighfar dan kaliamat tarji’ sebagai stategi regulasi emosi yang spontan dalam situasi nyata, seperti konflik dengan teman atau kekecewaan akademik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai nilai Aqidah Akhlak yang terinternalisasi secara efektif berfungsi sebagai strategi cognitive reappraisal dan response modulation, yang membentuk sistem regulasi emosi berbasis nilai-nilai islami yang komprehensif. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan multidisipliner yang mengintegrasikan Pendidikan islam dan psikologi untuk membina ridak hanya ketakwaan ritual, tetapi juga Kesehatan emosional peserta didik usia dasar.
INOVASI PENGEMBANGAN KURIKULUM MELALUI BERBAGAI MODEL DAN PENDEKATAN PENDIDIKAN Cintya Pebriana; Tia Aulia Redisti; Yulia Erlim; Sumiarti Sumiarti
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Innovation in curriculum creation is a calculated attempt to raise educational standards in response to the needs of a time that is changing quickly. In order to keep education relevant, interesting, and able to prepare students for difficulties in the future, educational institutions must constantly modify their curricula due to the rapid advancements in science, technology, globalization, and societal demands. In order to construct learning processes that are efficient, student-centered, and in line with modern educational objectives, this article explores a number of curriculum development models and instructional strategies. By looking at ideas, concepts, and prior research findings pertaining to curriculum building, the study uses a literature review method. The results show that a variety of development models and techniques, such as competency-based, humanistic, technical, and social reconstruction approaches, can successfully execute curricular innovation. These methods foster critical thinking, creativity, teamwork, and problem-solving skills while encouraging the integration of knowledge, skills, values, and character. As a result, ongoing curriculum development is crucial to guaranteeing the quality of education, producing graduates who are capable and adaptable, and preparing students for the opportunities and difficulties of today's global society. Abstrak Salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah inovasi dalam pengembangan kurikulum agar mampu menjawab tuntutan perkembangan teknologi, ilmu pengetahuan, dan dinamika masyarakat. Kurikulum yang inovatif bertujuan untuk menciptakan pembelajaran yang relevan, efisien, dapat disesuaikan, dan berpusat pada siswa. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menyelidiki berbagai model dan metodologi yang dapat digunakan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dalam proses pengembangan kurikulum. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan, yaitu mempelajari berbagai buku, artikel ilmiah, jurnal, dan dokumen yang terkait dengan teori dan praktik pengembangan kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pengembangan kurikulum seperti model administratif, akar rumput (akar rumput) dan sistem dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan kondisi lembaga pendidikan. Selain itu, pendekatan seperti pendekatan berbasis kompetensi, pendekatan humanistik, pendekatan teknologi, dan pendekatan rekonstruksi sosial sangat penting untuk membuat kurikulum yang dapat disesuaikan dengan perkembangan teknologi, sosial, dan budaya. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum harus dilakukan secara berkelanjutan dengan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, kreatif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan dunia modern.
TELAAH PEMIKIRAN PENDIDKAN MENURUT JEROME BURNER Irma Fernanda; Asti Lutfiyani; Nadia Nurul Aini; Muhtar Sofwan Hidayat
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara komprehensif pemikiran pendidikan Jerome Bruner, seorang tokoh sentral dalam paradigma konstruktivisme kognitif. Fokus utama kajian diarahkan pada analisis mekanisme kognitif dalam proses belajar serta strategi instruksional yang dikenal sebagai tiga pilar utama Bruner. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) melalui teknik analisis isi terhadap karya-karya primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bruner memandang belajar sebagai proses aktif di mana pembelajar mengonstruksi ide baru berdasarkan pengetahuan awal melalui tiga tahap simultan: perolehan informasi, transformasi, dan evaluasi. Implementasi strategi instruksional yang efektif harus selaras dengan tahap representasi kognitif (enaktif, ikonik, dan simbolik) serta didukung oleh struktur kurikulum spiral yang memungkinkan pendalaman materi secara berkelanjutan. Selain itu, peran pendidik sebagai penyedia scaffolding dan stimulasi terhadap motivasi intrinsik menjadi faktor krusial dalam mencapai otonomi intelektual siswa. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pemikiran Bruner memberikan kerangka kerja yang aplikatif bagi pengembangan kurikulum modern yang berpusat pada siswa.
Rekonstruksi Etnosains Gerak Tari dan Bunyi Gamelan pada Tari Lengger Wonosobo sebagai Sumber Belajar IPA Kontekstual bagi Siswa Madrasah Ibtidaiyah Dita Ayuningtyas; Yeni Suryaningsih; Hesti Sangadah; Finna Sofiana; Ahmad Khoiri
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Madrasah Ibtidaiyah masih menghadapi tantangan dalam menghubungkan konsep-konsep ilmiah dengan pengalaman nyata peserta didik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan budaya lokal melalui pendekatan etnosains. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi pengetahuan etnosains pada gerak Tari Lengger Wonosobo dan bunyi gamelan sebagai sumber belajar IPA kontekstual bagi siswa Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi yang dilaksanakan di Sanggar Sido Maju, Kalibeber, Kabupaten Wonosobo. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, dokumentasi, dan studi pustaka dengan narasumber Ketua Sanggar Sido Maju, pemain gamelan, dan guru IPA Madrasah Ibtidaiyah. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahap kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerak Tari Lengger mengandung konsep IPA berupa gerak, gaya, energi, koordinasi tubuh, dan keseimbangan, sedangkan bunyi gamelan merepresentasikan konsep getaran, gelombang bunyi, frekuensi, resonansi, dan perubahan energi. Rekonstruksi etnosains tersebut relevan dengan materi IPA fase B dan C Kurikulum Merdeka serta berpotensi menjadi sumber belajar yang kontekstual, meningkatkan motivasi belajar, memperkuat literasi sains, sekaligus menumbuhkan apresiasi peserta didik terhadap budaya lokal. Dengan demikian, Tari Lengger Wonosobo dan gamelan dapat dimanfaatkan sebagai alternatif sumber belajar IPA berbasis etnosains yang mendukung pembelajaran bermakna di Madrasah Ibtidaiyah.
PEMIKIRAN TOKOH PENDIDIKAN IMAM AL-GHAZALI Hesti Sangadah; Jihan Choiriyah; Dita Ayuningtyas
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran pendidikan Imam Al-Ghazali serta relevansinya dalam konteks pendidikan modern. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kecenderungan sistem pendidikan modern yang lebih menitikberatkan pada aspek kognitif dan pencapaian akademik, sehingga mengabaikan pembinaan moral dan spiritual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), melalui analisis berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep pendidikan menurut Al-Ghazali bersifat holistik, mencakup aspek intelektual, moral, dan spiritual secara seimbang. Pendidikan diarahkan untuk membentuk akhlak mulia serta mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub ilallah). Tujuan pendidikan meliputi pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dengan orientasi kebahagiaan dunia dan akhirat. Metode pendidikan yang ditawarkan menekankan keteladanan, pembiasaan, bimbingan, serta pendekatan yang berpusat pada peserta didik. Selain itu, peran guru sebagai pembimbing moral dan spiritual sangat penting dalam proses pendidikan. Pemikiran Al-Ghazali dinilai relevan dengan pendidikan modern, khususnya dalam penguatan pendidikan karakter dan integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman. Dengan demikian, konsep pendidikan Al-Ghazali dapat dijadikan sebagai landasan dalam mengembangkan sistem pendidikan yang lebih seimbang dan berorientasi pada pembentukan manusia yang berilmu dan berakhlak mulia.
KONSEPTUALISASI MEDIA PEMBELAJARAN KOMIK FIQIH MATERI PUASA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI BULAN RAMADHAN Nurhafifah Nurhafifah; Nurmawati Nurmawati
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran Fiqih, khususnya materi puasa di bulan Ramadhan, sering kali menghadapi tantangan berupa menurunnya fokus dan motivasi belajar siswa akibat kondisi fisik yang sedang berpuasa. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang inovatif, menarik untuk gairah belajar siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan media pembelajaran berupa komik Fiqih untuk meningkatkan motivasi belajar siswa selama bulan Ramadhan dan mendesain media pembelajaran komik Fiqih yang sesuai dengan standar kurikulum. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan analisis kurikulum Fiqih. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan guna merumuskan konsep komik yang ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseptualisasi komik Fiqih materi puasa dibangun melalui tiga aspek utama, yaitu aspek visual dengan karakter yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa, aspek naratif yang mengintegrasikan dalil dan rukun puasa ke dalam alur cerita yang ringan, dan aspek kontekstual penayangan di bulan Ramadhan untuk memberikan pengalaman belajar yang langsung terasa manfaatnya. Secara konseptual, media komik ini dinilai mampu menggeser beban kognitif yang menjenuhkan menjadi stimulus visual yang rekreatif. Konseptualisasi komik pembelajaran ini menawarkan alternatif solusi yang adaptif dan potensial dalam meningkatkan motivasi intrinsik maupun ekstrinsik siswa dalam mendalami materi Fiqih puasa di tengah suasana bulan Ramadhan
KONSEPTUALISASI MEDIA PEMBELAJARAN INFOGRAFIS DIGITAL PADA MATERI ZAKAT DALAM PEMBELAJARAN FIQIH Sapura Sapura; Nurmawati Nurmawati
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi pendidikan pada era digital menuntut adanya inovasi media pembelajaran yang mampu meningkatkan efektivitas proses belajar, termasuk dalam pembelajaran Fiqih. Salah satu materi yang memerlukan media visual yang komunikatif adalah zakat, karena mencakup konsep-konsep yang bersifat konseptual, prosedural, dan aplikatif, seperti nisab, haul, jenis-jenis zakat, perhitungan zakat, serta golongan penerima zakat (mustahiq). Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konseptualisasi media pembelajaran infografis digital pada materi zakat dalam pembelajaran Fiqih. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal nasional dan internasional, serta dokumen resmi yang relevan dengan media pembelajaran digital, infografis, pembelajaran Fiqih, dan materi zakat. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui tahapan reduksi data, pengelompokan konsep, sintesis teori, serta penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa infografis digital merupakan media pembelajaran yang mampu mengintegrasikan unsur visual dan verbal sehingga mempermudah peserta didik memahami konsep-konsep zakat yang kompleks. Secara konseptual, media ini memiliki karakteristik informatif, komunikatif, visual, kontekstual, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan. Penggunaan infografis digital juga relevan dengan teori Cognitive Theory of Multimedia Learning dan Dual Coding Theory yang menekankan pentingnya penyajian informasi melalui kombinasi teks dan gambar untuk meningkatkan pemahaman dan retensi belajar. Selain itu, media infografis digital berkontribusi dalam meningkatkan motivasi belajar, kemampuan berpikir kritis, literasi digital, serta mendukung implementasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Dengan demikian, konseptualisasi media pembelajaran infografis digital pada materi zakat dapat menjadi landasan teoretis bagi pengembangan media pembelajaran Fiqih yang inovatif, efektif, dan sesuai dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21.