cover
Contact Name
Erni Yusnita Lalusu
Contact Email
erni.lalusu33@gmail.com
Phone
+62811455689
Journal Mail Official
bambangdwicahya@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Jl. Dewi Sartika No.67 , Luwuk-Banggai, Sulawesi Tengah. 9471
Location
Kab. banggai,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Maleo
ISSN : -     EISSN : 29648254     DOI : https://doi.org/10.51888/maleo.v3i1.231
Jurnal Pengabdian Maleo adalah Jurnal Pengabdian ilmiah yang menyajikan hasil pengabdian masyarakat di bidang kesehatan yang meliputi intervensi kepada masyarakat atau lembaga yang berkaitan dengan kesehatan. Ruang lingkup kesehatan dalam penelitian ini adalah yang terdiri dari kegiatan promotif, preventif, rehabilitasi maupun advokasi untuk peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara luas. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dapat melalui berbagai pendekatan yang inovatif dengan pengejawantahan pendekatan akademik dan teknologi Kesehatan yang dapat diadopsi oleh masyarakat yang terlibat. kegiatan pengabdian tersebut diharapkan dapat terus berjalan untuk mencapai kemandirian dalam peningaktan Kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Articles 39 Documents
Program Sosialisasi tentang Pengelolaan Sampah berbasis Komunitas di Desa Lambangan Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai: Socialization Program on Community-Based Waste Management in Lambangan Village, Pagimana District, Banggai Regency Anne, Suci; Dwicahya, Bambang
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v4i1.346

Abstract

            Pengelolaan sampah yang efektif merupakan salah satu indikator penting dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dan bersih, terutama di wilayah pedesaan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas di Desa Lambangan, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai. Metode pengabdian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, yang melibatkan tokoh masyarakat, aparat desa, serta anggota komunitas pengelola sampah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 66% dan terbentuknya kelompok swadaya ‘Bank Sampah Lambangan Bersih’. Kegiatan ini memberikan dampak nyata berupa peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemilahan sampah rumah tangga. Meskipun terdapat keterbatasan dalam sarana prasarana dan dukungan teknis, semangat gotong royong dan kesadaran lingkungan masyarakat cukup tinggi. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pengelolaan sampah berbasis komunitas di Desa Lambangan berpotensi menjadi model pemberdayaan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, namun masih memerlukan pendampingan berkelanjutan dan dukungan kebijakan dari pemerintah daerah. Effective waste management is a crucial indicator for creating a healthy and clean environment, particularly in rural areas. This community service project aims to examine the community-based waste management system in Lambangan Village, Pagimana District, Banggai Regency. The community service used a descriptive qualitative method with a case study approach. Data were obtained through in-depth interviews, field observations, and documentation, involving community leaders, village officials, and members of the waste management community. The results of the project indicate a 66% increase in community knowledge and the formation of the "Clean Lambangan Waste Bank" self-help group. This project has had a tangible impact in the form of increased community participation in household waste sorting. Despite limitations in infrastructure and technical support, the community's spirit of mutual cooperation and environmental awareness is quite high. This project concluded that community-based waste management in Lambangan Village has the potential to become a model for community empowerment in creating a clean and healthy environment, but still requires ongoing mentoring and policy support from the local government.
Program Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat tentang Sistem Pembuangan Air Limbah (SPAL) Sehat di Desa Lambangan : Community Education and Empowerment Program on Healthy Wastewater Disposal Systems in Lambangan Village Priwibowo, Aditya; Dwicahya, Bambang
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v4i1.347

Abstract

Sistem Pembuangan Air Limbah (SPAL) merupakan komponen penting dalam menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah penyebaran penyakit berbasis air. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya sistem pembuangan air limbah (SPAL) yang sehat di Desa Lambangan, Kecamatan Pagimana. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, diskusi interaktif, serta evaluasi pre-test dan post-test kepada 50 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat dari 22% menjadi 76% dan sikap positif meningkat menjadi 100%. Kegiatan ini juga menghasilkan komitmen pemerintah desa untuk menyusun Peraturan Desa tentang SPAL. Program ini berkontribusi terhadap upaya peningkatan sanitasi lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat di tingkat komunitas. The Wastewater Disposal System (SPAL) is a crucial component in maintaining environmental health and preventing the spread of water-borne diseases. This community service activity aims to increase public knowledge and awareness of the importance of a healthy wastewater disposal system (SPAL) in Lambangan Village, Pagimana District. Implementation methods included outreach, interactive discussions, and pre- and post-test evaluations with 50 participants. Results showed an increase in community knowledge from 22% to 76%, and positive attitudes to 100%. This activity also resulted in the village government's commitment to developing a Village Regulation on SPAL. This program contributes to efforts to improve environmental sanitation and promote clean and healthy living behaviors at the community level.
Edukasi Masyarakat Menuju Lingkungan Bebas Rokok di Desa Lambangan Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai: Public Education Towards a Smoke-Free Environment in Lambangan Village, Pagimana District, Banggai Regency Samadi, Salsabilah; Dwicahya, Bambang
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v4i1.348

Abstract

Kebiasaan merokok di lingkungan masyarakat pedesaan masih menjadi tantangan dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat dan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai bahaya merokok serta mendorong terbentuknya kawasan bebas rokok di Desa Lambangan, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test terhadap 50 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat dari 36% menjadi 88% pada kategori “baik”, serta munculnya inisiatif warga untuk menetapkan balai desa dan posyandu sebagai area bebas rokok. Program ini efektif meningkatkan kesadaran masyarakat dan diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan desa tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Smoking in rural communities remains a challenge in maintaining public health and creating a clean and healthy environment. This community service program aims to increase public knowledge and awareness of the dangers of smoking and encourage the establishment of smoke-free areas in Lambangan Village, Pagimana District, Banggai Regency. The implementation method included interactive outreach, group discussions, and evaluation through pre- and post-tests with 50 participants. Results showed an increase in community knowledge from 36% to 88% in the "good" category, as well as the emergence of community initiatives to designate village halls and integrated health posts (Posyandu) as smoke-free areas. This program effectively raised public awareness and is expected to form the basis for developing village policies on Smoke-Free Areas (KTR).
Program Penyuluhan Masyarakat dalam Pencegahan Demam Berdarah Dengue di Desa Lambangan Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai : Community Education Program in Dengue Hemorrhagic Fever Prevention in Lambangan Village, Pagimana District, Banggai Regency yulfarisna, Iin; Dwicahya, Bambang
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v4i1.350

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting, terutama di daerah tropis seperti Indonesia. Desa Lambangan termasuk wilayah yang memiliki faktor risiko tinggi, seperti banyaknya genangan air, rendahnya penggunaan kelambu, dan kebiasaan menyimpan pakaian tergantung. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Desa Lambangan dalam pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Metode yang digunakan adalah penyuluhan edukatif partisipatif disertai evaluasi pre-test dan post-test terhadap 50 peserta. Materi yang diberikan mencakup pengenalan DBD, cara penularan, serta penerapan gerakan 3M Plus. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat dari 46% menjadi 78% (kategori baik), dan sikap positif terhadap perilaku pencegahan mencapai 100%. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan DBD dan diharapkan berlanjut melalui pembentukan Peraturan Desa tentang pengendalian vektor. Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a significant public health problem, particularly in tropical regions like Indonesia. Lambangan Village is an area with high-risk factors, such as frequent standing water, low mosquito net use, and the habit of hanging clothes. This community service activity aims to increase the knowledge and awareness of the Lambangan Village community regarding dengue fever (DHF) prevention. The method used was participatory educational outreach, accompanied by pre- and post-test evaluations for 50 participants. The material provided covered an introduction to dengue fever, its transmission methods, and the implementation of the 3M Plus movement. The activity results showed an increase in community knowledge from 46% to 78% (good category), and positive attitudes towards preventive behavior reached 100%. This activity was effective in increasing community understanding of dengue fever prevention and is expected to continue through the establishment of a Village Regulation on vector control. 
Program Penyuluhan Gizi Seimbang bagi Wanita Usia Subur di Desa Lambangan, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai: Balanced Nutrition Education Program for Women of Childbearing Age in Lambangan Village, Pagimana District, Banggai Regency Bilbina, Arzeti; Dwicahya, Bambang
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v4i1.351

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran Wanita Usia Subur (WUS) tentang gizi seimbang dan pencegahan Kekurangan Energi Kronik (KEK). Kegiatan dilaksanakan di Desa Lambangan, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, dengan metode penyuluhan partisipatif dan evaluasi melalui pre-test dan post-test terhadap 50 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan gizi dari 72% menjadi 100% dan sikap positif mencapai 100%. Kegiatan ini efektif meningkatkan kesadaran gizi dan mendorong perubahan perilaku konsumsi pangan bergizi seimbang di kalangan WUS. This community service activity aims to increase knowledge and awareness of women of childbearing age (WUS) regarding balanced nutrition and the prevention of Chronic Energy Deficiency (CED). The activity was carried out in Lambangan Village, Pagimana District, Banggai Regency, using a participatory counseling method and evaluation through pre-tests and post-tests on 50 participants. The results of the activity showed an increase in nutritional knowledge from 72% to 100% and a positive attitude reaching 100%. This activity effectively increased nutritional awareness and encouraged changes in behavior towards balanced nutritious food consumption among WUS.
Program Penyuluhan Posyandu Asyik dan Bermanfaat di Desa Lambangan Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai: Community-Based Education Program on Fun and Beneficial Posyandu Activities in Lambangan Village, Pagimana District, Banggai Regency Lisda; Dwicahya, Bambang
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v4i1.352

Abstract

Posyandu merupakan layanan kesehatan berbasis masyarakat yang memiliki peran penting dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak. Namun, partisipasi masyarakat, khususnya ibu-ibu, dalam kegiatan posyandu seringkali masih rendah akibat kurangnya pemahaman dan minat terhadap manfaat kegiatan tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan posyandu melalui pendekatan edukatif yang interaktif dan menyenangkan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif berbasis partisipasi masyarakat dengan melibatkan kader posyandu, ibu balita, dan tenaga kesehatan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test terhadap 50 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari 37% menjadi 98% (kategori baik) dan sikap positif dari 96% menjadi 100%. Kegiatan ini efektif meningkatkan pemahaman, minat, dan keterlibatan masyarakat dalam pelayanan posyandu.   Posyandu (Integrated Health Post) is a community-based health service that plays a crucial role in improving maternal and child health. However, community participation, particularly among mothers, in Posyandu activities is often low due to a lack of understanding and interest in the benefits of these activities. This community service activity aims to increase community knowledge and participation in Posyandu activities through an interactive and enjoyable educational approach. The method used is interactive, community-based outreach involving Posyandu cadres, mothers of toddlers, and health workers. Evaluation was conducted using pre- and post-tests on 50 participants. The results showed an increase in participants' knowledge from 37% to 98% (good category) and positive attitudes from 96% to 100%. This activity effectively increased community understanding, interest, and involvement in Posyandu services.
Sosialisasi tentang Tempat Sampah Terpilah di Desa Lambangan Tahun 2025: Socialization about Separated Waste Bins in Lambangan Village Matiro, Siti; Dwicahya, Bambang
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v4i2.353

Abstract

Pengelolaan sampah yang efektif menjadi tantangan utama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah sistem sampah terpilah, yaitu pemisahan sampah berdasarkan jenisnya, seperti organik, anorganik, dan B3 (bahan berbahaya dan beracun). Pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemahaman dan penerapan sistem sampah terpilah di masyarakat, serta dampaknya terhadap volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Jenis pengabdian menggunakan eksperimen semu dengan desain One Group Pretest-Posttest. Pengumpulan data melalui observasi dan wawancara di beberapa wilayah permukiman. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat mengenai sampah terpilah masih rendah, dan implementasi di lapangan belum optimal karena kurangnya fasilitas pendukung dan sosialisasi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi lingkungan serta penyediaan sarana pemilahan sampah di tingkat rumah tangga dan komunitas. Dengan penerapan sistem sampah terpilah yang baik, diharapkan dapat mengurangi beban TPA, meningkatkan daur ulang, serta menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Effective waste management is a major challenge in maintaining environmental cleanliness and public health. One solution that can be implemented is a segregated waste system, namely separating waste based on its type, such as organic, inorganic, and B3 (hazardous and toxic materials). This community service aims to evaluate the understanding and implementation of the segregated waste system in the community, as well as its impact on the volume of waste disposed of at the final disposal site (TPA). This type of service uses a quasi-experimental design with a One Group Pretest-Posttest. Data collection through observation and interviews in several residential areas. The results of the community service activities indicate that the level of public knowledge regarding segregated waste is still low, and implementation in the field is not optimal due to the lack of supporting facilities and socialization. Therefore, it is necessary to improve environmental education and provide waste sorting facilities at the household and community levels. With the implementation of a good segregated waste system, it is hoped that it can reduce the burden on the landfill, increase recycling, and create a clean and healthy environment. 
Edukasi Bahaya dan Etika Merokok dalam Upaya Perlindungan Kesehatan Masyarakat di Desa Sakay Tahun 2025: Education on the Dangers and Ethics of Smoking in an Effort to Protect Public Health in Sakay Village in 2025 Almagqfira, Alysa; Dwicahya, Bambang
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v4i2.443

Abstract

Kebiasaan merokok masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko penyakit tidak menular serta menurunkan kualitas lingkungan. Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai bahaya dan etika merokok turut memengaruhi perilaku merokok yang tidak bertanggung jawab. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang bahaya dan etika merokok di Desa Sakay, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan. Metode yang digunakan adalah kegiatan penyuluhan kesehatan dengan pendekatan ceramah dan diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test kepada 62 responden. Hasil pre-test menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden pada kategori baik sebesar 45,2%, cukup 50%, dan kurang 4,8%. Setelah dilakukan penyuluhan, hasil post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan, yaitu 100% responden berada pada kategori baik. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya dan etika merokok. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam membentuk perilaku merokok yang lebih bertanggung jawab serta mendukung terciptanya lingkungan desa yang lebih sehat. Smoking remains a public health problem that contributes to an increased risk of non-communicable diseases and reduces environmental quality. The lack of public understanding of the dangers and ethics of smoking also influences irresponsible smoking behavior. This activity aims to increase public knowledge and awareness of the dangers and ethics of smoking in Sakay Village, Totikum District, Banggai Kepulauan Regency. The method used was a health education activity with a lecture and interactive discussion approach, as well as evaluation through pre-tests and post-tests of 62 respondents. The pre-test results showed that the respondents' knowledge level was 45.2% in the good category, 50% in the fair category, and 4.8% in the poor category. After the education, the post-test results showed a significant increase, with 100% of respondents in the good category. These results indicate that the education activity was effective in increasing public knowledge about the dangers and ethics of smoking. It is hoped that this activity can be a first step in shaping more responsible smoking behavior and supporting the creation of a healthier village environment.
Edukasi Rumah Bebas Jentik sebagai Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue di Desa Sakay Tahun 2025: Education on Larvae-Free Homes as a Dengue Fever Prevention Effort in Sakay Village in 2025 Tapa, Nurlia S.; Dwicahya, Bambang
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v4i2.444

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih sering terjadi di wilayah tropis, termasuk di Desa Sakay, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam mewujudkan rumah bebas jentik melalui gerakan 3M Plus sebagai upaya pencegahan DBD. Metode yang digunakan adalah penyuluhan edukatif partisipatif disertai evaluasi pre-test dan post-test terhadap 62 peserta. Materi yang diberikan meliputi pengenalan DBD, cara penularan, dampak penyakit, serta penerapan 3M Plus dalam kehidupan sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat setelah penyuluhan. Sebelum kegiatan, tingkat pengetahuan kategori baik sebesar 43,5%, cukup 38,7%, dan kurang 17,7%. Setelah penyuluhan, kategori baik meningkat menjadi 88,7%, cukup menurun menjadi 11,3%, dan kategori kurang menjadi 0%. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan DBD melalui penerapan 3M Plus dan diharapkan dapat berkelanjutan guna mendukung pengendalian DBD berbasis masyarakat di tingkat desa. Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a public health issue that still frequently occurs in tropical regions, including Sakay Village, Totikum District, Banggai Islands Regency. This community service activity aims to increase public knowledge and awareness in creating mosquito-free homes thru the 3M Plus movement as a dengue prevention effort. The method used is participatory educational outreach accompanied by pre-test and post-test evaluations for 62 participants. The material provided includes an introduction to dengue fever (DBD), modes of transmission, the impact of the disease, and the application of the 3M Plus method in daily life. The results of the activity show an increase in public knowledge after the counseling. Before the activity, the level of knowledge in the good category was 43.5%, sufficient 38.7%, and poor 17.7%. After the counseling, the good category increased to 88.7%, the sufficient category decreased to 11,3%, and the poor category became 0%. This activity is effective in increasing the community's knowledge about DBD prevention thru the application of 3M Plus and is expected to be sustainable to support community-based DBD control at the village level.
Edukasi Pencegahan Stunting melalui Peningkatan Pengetahuan Gizi Masyarakat di Desa Sakay Tahun 2025: Education on Stunting Prevention through Improving Community Nutrition Knowledge in Sakay Village in 2025 Lansugi, Sri Yulianti M.; Dwicahya, Bambang
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v4i2.445

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan Untuk memberikan edukasi Kepada masyarakat tentang penyebab stunting, serta Untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan dan sikap masyarakat dalam upaya pencegahan stunting dampaknya terhadap tumbuh kembang anak. Kegiatan dilaksanakan di Desa Sakay, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan, dengan metode penyuluhan partisipatif dan evaluasi melalui pre-test dan post-test terhadap 62 responde. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan Stunting dari 79,84 % menjadi 94,03 % dan sikap positif mencapai 100%. Kegiatan ini efektif meningkatkan kesadaran dan mendorong perubahan perilaku untuk mencegah terjadinya Stunting di kalangan ibu hamil, ibu balita, dan remaja. This community service activity aims to provide education to the community about the causes of stunting, as well as to evaluate the increase in community knowledge and attitudes in efforts to prevent stunting and its impact on child growth and development. The activity was carried out in Sakay Village, Totikum District, Banggai Islands Regency, with a participatory counseling method and evaluation through pre-test and post-test on 62 respondents. The results of the activity showed an increase in knowledge of stunting from 79.84% to 94.03% and a positive attitude reaching 100%. This activity is effective in increasing awareness and encouraging behavioral changes to prevent stunting among pregnant women, mothers of toddlers, and adolescents

Page 3 of 4 | Total Record : 39