cover
Contact Name
Erni Yusnita Lalusu
Contact Email
erni.lalusu33@gmail.com
Phone
+62811455689
Journal Mail Official
bambangdwicahya@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Jl. Dewi Sartika No.67 , Luwuk-Banggai, Sulawesi Tengah. 9471
Location
Kab. banggai,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Maleo
ISSN : -     EISSN : 29648254     DOI : https://doi.org/10.51888/maleo.v3i1.231
Jurnal Pengabdian Maleo adalah Jurnal Pengabdian ilmiah yang menyajikan hasil pengabdian masyarakat di bidang kesehatan yang meliputi intervensi kepada masyarakat atau lembaga yang berkaitan dengan kesehatan. Ruang lingkup kesehatan dalam penelitian ini adalah yang terdiri dari kegiatan promotif, preventif, rehabilitasi maupun advokasi untuk peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara luas. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dapat melalui berbagai pendekatan yang inovatif dengan pengejawantahan pendekatan akademik dan teknologi Kesehatan yang dapat diadopsi oleh masyarakat yang terlibat. kegiatan pengabdian tersebut diharapkan dapat terus berjalan untuk mencapai kemandirian dalam peningaktan Kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Articles 26 Documents
Penyuluhan Tentang Pentingnya Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) di Desa Dowiwi Kecamatan Simpang Raya, Sulawesi Tengah: Counseling on the Importance of Waste Water Disposal Channels (SPAL) in Dowiwi Village, Simpang Raya District, Central Sulawesi Sudarsa, Caca; Cahyani, Rathi Dwi; Kanan, Maria
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v2i1.216

Abstract

Pencemaran udara tanah berarti terjadi penyimpangan dari kondisi udara normal. Ketika limbah cair di buang ke tanah, partikel yang ada di tanah berfungsi sebagai filter untuk mencegah kandungan limbah yang berukuran besar dan meloloskan cairan tercemar meresap ke dalam tanah. Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) Proporsi rumah tangga yang memiliki akses terhadap sanitasi layak menurut daerah tempat tinggal pada tahun 2022 sebesar 83,8% untu k daerah perkotaan dan 76,99% di  daerah pedesaan. Dilihat dari data tersebut masih banyak rumah tangga yang belum menggunakan sistem sanitasi dengan baik dan benar. Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat setempat mengenai Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL). Maka, kami melakukan penyuluhan tentang Pentingnya Penggunaan Saluran Pembuangaan Air Limbah (SPAL) kepada mayarakat di Desa Dowiwi Kecamatan Simpang Raya. Penyuluhan ini di lakukan pada 50 responden di Desa Dowiwi pada tanggal 22 juli 2023. Berdasarkan hasil pengukuran pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat Dowiwi mengenai pentingnya. Penggunan saluran pembuangan air limbah  (SPAL) sudah baik sebanyak 56%, Kurang 40% dan cukup 4%. Maka dari itu di harapkan dengan adanya penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat di Desa Dowiwi Kecamatan Simpang Raya akan pentingnya penggunaan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) agar sanitasi lingkungan tetap terjaga dan berdampak baik bagi lingkungan kesehatan masyarakat di Desa Dowiwi Kecamatan Simpang Raya. Kegiatan penyuluhan tentang pentingnya Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) bertujuan Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan Pentingya Penggunaan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL), sasaran pada masyarakat umum, target 50 orang, sumber dana mahasiswa, waktu & tempat pelaksanaan 22 juli 2023 20.00-selesai, tempat: rumah warga Desa Dowiwi, rencana penilaian : pre-test, pencapaian 100%. Soil air pollution means there is a deviation from normal air conditions. When liquid waste is dumped into the ground, the particles in the soil function as a filter to prevent large waste contents from allowing contaminated liquid to seep into the ground. Based on BPS (Central Statistics Agency) data, the proportion of households that have access to adequate sanitation according to area of ​​residence in 2022 is 83.8% for urban areas and 76.99% in rural areas. Judging from this data, there are still many households that do not use the sanitation system properly and correctly. To improve the level of public health and find out what factors influence the knowledge, attitudes and actions of local communities regarding Waste Water Disposal Channels (SPAL). So, we conducted outreach about the importance of using waste water drainage channels (SPAL) to the community in Dowiwi Village, Simpang Raya District. This counseling was carried out on 50 respondents in Dowiwi Village on July 22 2023. Based on the results of measuring the knowledge, attitudes and actions of the Dowiwi community regarding the importance of. The use of waste water disposal channels (SPAL) is good at 56%, 40% is poor and 4% is sufficient. Therefore, it is hoped that this outreach can increase the knowledge of the community in Dowiwi Village, Simpang Raya District regarding the importance of using Waste Water Disposal Channels (SPAL) so that environmental sanitation is maintained and has a good impact on the public health environment in Dowiwi Village, Simpang Raya District. Outreach activities about the importance of Waste Water Disposal Channels (SPAL) aim to increase public knowledge about the importance of using Waste Water Disposal Channels (SPAL), target the general public, target 50 people, source of student funds, time & place of implementation 22 July 2023 20.00-end, places: house of residents of Dowiwi Village, assessment plan: pre-test, achievement 100%.
Edukasi Bahaya Hiperurisemia dalam Upaya Pencegahan Komplikasi Kepada Keluarga dan Penderita Hiperurisemia di Wilayah Kerja Puskesmas Mampang: Education of Hyperuricemia in an Effort to Prevent Complications to Families and Hyperuricemia Sufferers in the Working Area of the Mampang Health Center Maftuhin, Achmad Nabil Hafidh; Yaafi, Muhammaf Irfaan; Pasaribu, Junita Septiana; Erlita, Sisca; Kristanti, Melly; Redha, Pratiwi Soni
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v3i1.231

Abstract

Hiperurisemia merupakan penyakit umum yang sering dijumpai pada pasien dari segala usia dan jenis kelamin. Hiperurisemia merupakan peningkatan kadar asam urat dalam darah yang melebihi batas atas normal (6,8 mg/dL). Pemberian edukasi kepada pasien dan keluarga pasien merupakan salah satu solusi untuk pencegahan komplikasi dan penurunan kadar asam urat pasien. Metode kegiatan ini merupakan pendekatan langsung kepada masyarakat dengan cara pemberian intervensi dengan edukasi dan pengukuran asam urat sebelum dan 1 bulan sesudah edukasi. Pengolahan data menggunakan uji Wilcoxon dengan signifikansi p-value < 0.05. Hasil dari kegiatan ini didapatkan peningkatan pengetahuan dibuktikan dg p-value 0.020 dan penurunan kadar asam urat pasien dari 8.5 menjadi 5.3. Maka dari itu, diperlukan edukasi secara langsung kepada keluarga maupun pasien terhadap bahaya komplikasi, pencegahan dan penurunan kadar asam urat. Hyperuricemia is a common disease that is often found in patients of all ages and genders. Hyperuricemia is an increase in uric acid levels in the blood that exceeds the upper limit of normal (6.8 mg / dL). Providing education to patients and patients' families is one solution to prevent complications and reduce patients' uric acid levels. This method of activity is a direct approach to the community by providing intervention with education and measurement of uric acid before and 1 month after education. Data processing using Wilcoxon test with p-value significance < 0.05. The results of this activity obtained an increase in knowledge evidenced by a p-value of 0.020 and a decrease in the patient's uric acid levels from 8.5 to 5.3. Therefore, direct education is needed to families and patients about the dangers of complications, prevention and reduction of uric acid levels.
SPARKLING: Sekolah Perempuan Produktif Kreatif Lintas Inspirasi Nan Gemilang Sebagai Upaya Pengembangan UMKM melalui Produk Olahan Lele yang Bernilai Gizi Tinggi Guna Menunjang Perekonomian Masyarakat Kelurahan Sindang Sari: SPARKLING: Creative Productive Women's School with Brilliant Cross-Inspiration as an Effort to Develop MSMEs through Processed Catfish Products with High Nutritional Value to Support the Economy of the Sindang Sari Village Community Lestari, Ida Ayu Indira Dwika; Adelita, Rafanda; Rahmadani, Aulia Tia; Denis, Rafael Fernando; Dzakira, Tsabita Radhiya; Hawanda, Hawanda; Sariyati, Mely
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v3i1.264

Abstract

Artikel ilmiah ini membahas mengenai peran SPARKLING, sekolah perempuan yang digagas oleh Tim Pelaksana PPK ORMAWA PIK-R Pesut Mahakam Universitas Mulawarman untuk mendorong keterampilan dalam pengolahan bahan pangan unggulan perempuan dalam rangka peningkatkan status Kesehatan serta peningkatan ekonomu masyarakat Kelurahan Sindang Sari. Kelurahan Sindang Sari, berada kecamatan Sambutan, Samarinda dengan populasi penduduk dengan populasi penduduk sekitar 2889 jiwa. Tujuan kegiatan pengabdian ini ialah untuk meningkatkan status Kesehatan serta kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan terkait Kesehatan dan entepreneur kepada perempuan di desa tersebut. Penelitian ini menyoroti konteks sosial- ekonomikelurahan Sindang Sari, yang sering kali dihadapkan pada tantangan Pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Adapun metode pelaksanaan program ini diawali dari observasi, identifikasi masalah, pengembangan program, sosialisasi, pembentukan staf, perekrutan kelompok sasaran, implementasi, perluasan kemitraan, hingga monitoring dan evaluasi. Dalam praktiknya, para peserta SPARKLING dibekali dengan pengetahuan dalam mengelola potensi bahan pangan local unggulan menjadi produk bergizi dan bernilai tinggi dalam mendirikan usaha kecil dan mengejar peluang bisnis di tingkat lokal melalui subprogram seperti pelatihan memasak, pemasaran, dan workshop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program SPARKLING telah berhasil mendorong pertumbuhan sektor UMKM. Perempuan-perempuan yang telah lulus dari program ini telah memainkan peran penting dalam memajukan ekonomi desa melalui berbagai inisiatif bisnis. Selain itu, program ini juga telah mengubah pandangan sosial terhadap perempuan dalam masyarakat dan meningkatkan kontribusi ekonomi sektor informal.  This scientific article discusses the role of SPARKLING, a women's school initiated by the PPK ORMAWA PIK-R Pesut Mahakam Mulawarman University Implementation Team to encourage skills in processing superior food ingredients for women in order to improve the health status and economic development of the Sindang Sari Village community. Sindang Sari Village is located in Sambutan District, Samarinda with a population of around 2889 people. The purpose of this community service activity is to improve the health status and economic welfare of the community through education and training related to health and entrepreneurship for women in the village. This study highlights the socio-economic context of Sindang Sari Village, which is often faced with the challenges of sustainable economic development. The method of implementing this program begins with observation, problem identification, program development, socialization, staff formation, recruitment of target groups, implementation, expansion of partnerships, to monitoring and evaluation. In practice, SPARKLING participants are equipped with knowledge in managing the potential of superior local food ingredients into nutritious and high-value products in establishing small businesses and pursuing business opportunities at the local level through sub-programs such as cooking training, marketing, and workshops. The results of the study show that the SPARKLING program has succeeded in encouraging the growth of the MSME sector. Women who have graduated from this program have played an important role in advancing the village economy through various business initiatives. In addition, this program has also changed the social view of women in society and increased the contribution of the informal sector economy.
Penyuluhan tentang Pentingnya Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) di Desa Doda Bunta Kecamatan Simpang Raya, Sulawesi Tengah : Counseling on the Importance of Waste Water Disposal Channels (SPAL) in Doda Bunta Village, Simpang Raya District, Central Sulawesi Sakati, Sandy Novriyanto; Herawati; Muhammad Syahrir
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v2i2.289

Abstract

Pencemaran udara tanah berarti terjadi penyimpangan dari kondisi udara normal. Ketika limbah cair di buang ke tanah, partikel yang ada di tanah berfungsi sebagai filter untuk mencegah kandungan limbah yang berukuran besar dan meloloskan cairan tercemar meresap ke dalam tanah. Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) Proporsi rumah tangga yang memiliki akses terhadap sanitasi layak menurut daerah tempat tinggal pada tahun 2022 sebesar 83,8% untuk daerah perkotaan dan 76,99% di daerah pedesaan. Dilihat dari data tersebut masih banyak rumah tangga yang belum menggunakan sistem sanitasi dengan baik dan benar. Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat setempat mengenai Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL). Maka, kami melakukan penyuluhan tentang Pentingnya Penggunaan Saluran Pembuangaan Air Limbah (SPAL) kepada mayarakat di Desa Doda Bunta Kecamatan Simpang Raya. Penyuluhan ini di lakukan pada 50 responden di Desa Doda Bunta pada tanggal 09 Januari 2024. Berdasarkan hasil pengukuran pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat Doda Bunta mengenai pentingnya penggunan saluran pembuangan air limbah (SPAL) sebelum dilakukan penyuluhan terdapat pengetahuan baik sebesar 72%, cukup 26,0% dan kurang 2,0%. Sedangkan pada sikap dan tindakan masyarakat belum 100% baik. Maka dari itu di harapkan dengan adanya penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat di Desa Doda Bunta Kecamatan Simpang Raya akan pentingnya penggunaan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) agar sanitasi lingkungan tetap terjaga dan berdampak baik bagi lingkungan kesehatan masyarakat di Desa Doda Kecamatan Simpang Raya. Kegiatan penyuluhan tentang pentingnya Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) bertujuan Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan Pentingya Penggunaan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL), sasaran pada masyarakat umum, target 50 orang, sumber dana mahasiswa, waktu & tempat pelaksanaan 09 Januari 2024 20.00-selesai, tempat: rumah warga Desa Doda Kecamatan Simpang Raya, rencana penilaian : pre-test, pencapaian 100%. Soil air pollution means there is a deviation from normal air conditions. When liquid waste is dumped into the ground, the particles in the soil function as a filter to prevent large waste contents from allowing contaminated liquid to seep into the ground. Based on BPS (Central Statistics Agency) data, the proportion of households that have access to adequate sanitation according to area of ​​residence in 2022 is 83.8% for urban areas and 76.99% in rural areas. Judging from this data, there are still many households that do not use the sanitation system properly and correctly. To improve the level of public health and find out what factors influence the knowledge, attitudes and actions of local communities regarding Waste Water Disposal Channels (SPAL). So, we conducted outreach about the importance of using waste water drainage channels (SPAL) to the community in Doda Bunta Village, Simpang Raya District. This counseling was carried out on 50 respondents in Doda Bunta Village on Januari 09 2024. Based on the results of measuring the knowledge, attitudes and actions of the Doda Bunta community regarding the importance of. The use of waste water disposal channels (SPAL) is good at 72%, 26% is poor and 2% is sufficient. Meanwhile, people’s attitudes and actions are not yet 100% good. Therefore, it is hoped that this outreach can increase the knowledge of the community in Doda Bunta Village, Simpang Raya District regarding the importance of using Waste Water Disposal Channels (SPAL) so that environmental sanitation is maintained and has a good impact on the public health environment in Doda Bunta Village, Simpang Raya District. Outreach activities about the importance of Waste Water Disposal Channels (SPAL) aim to increase public knowledge about the importance of using Waste Water Disposal Channels (SPAL), target the general public, target 50 people, source of student funds, time & place of implementation 09 Januari 2024 20.00-end, places: house of residents of Doda Bunta Village, assessment plan: pre-test, achievement 100%.
Pengetahuan Masyarakat tentang Bahaya Merokok Meningkat Melalui Kegiatan penyuluhan di Desa Doda Bunta Kecamatan Simpang Raya Kabupaten Banggai : Community Knowledge about the Dangers of Smoking Increases Through Extension Activities in Doda Bunta Village, Simpang Raya District, Banggai Regency Lalusu, Erni Yusnita; Balebu, Dwi Wahyu; Thirayo, Yunita Sari; Sattu, Marselina
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v2i2.291

Abstract

Prevalensi kejadian merokok di Indonesia masih tinggi dan terus meningkat dari tahun ke tahun. Kebiasaan merokok tidak hanya dimiliki oleh kelompok usia dewasa namun juga remaja dan anak-anak. Merokok berisiko terhadap kesehatan khususnya pada kelompok penyakit pembuluh darah seperti Hipertensi, jantung, diabetes mellitu hingga stroke. Penyebab tingginya kejadian merokok dipedesaan terutama dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan tentang dampak negatif rokok. Kegiatan penyuluhan ini dilakukan di Desa Doda Bunta Kecamatan Simpang Raya yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya merokok bagi kesehatan. Kegiatan ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain pre-post test non-control group design. Sampel penelitian ini berjumlah 50 orang yang ditentukan secara accidental sampling. Yaitu masyarakat yang datang saat dilakukan penyuluhan. Tes pengetahuan awal (pre-test) dilakukan sebelum diberikan penyuluhan. Sedangkan post-test diberikan setalah penyuluhan. Kuesioner yang diberikan berisi pertanyaan pengetahuan masyarakat tentang bahaya merokok. Analisis data bersifat deskriptif. Hasil kegiatan penyuluhan ini menunjukan pengetahuan masyarakat dengan kategori baik meningkat dari 2% menjadi 66%. Pengetahuan cukup dan kurang masing-masing menurun dari 58% menjadi 28% dan 40% menjadi 6%. Demikian pula sikap positif tetap 94%, sikap negative 6%. Begitu pula pada tindakan masyarakat dengan kategori baik meningkat dari 82% menjadi 92%. sebaliknya tindakan kurang baik menurun dari 18% menjadi 8.0%. Kesimpulan: pengetahuan., sikap dan tindakan masyarakat menjadi lebih baik setelah dilakukan penyuluhan. Saran bagi pemerintah setempat agar lebih sering melakukan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. The prevalence of smoking in Indonesia is still high and continues to increase from year to year. The smoking habit is not only owned by the adult age group but also teenagers and children. Smoking poses a risk to health, especially in the group of blood vessel diseases such as hypertension, heart disease, diabetes mellitus and even stroke. The cause of the high incidence of smoking in rural areas is mainly influenced by a lack of knowledge about the negative impacts of smoking. This outreach activity was carried out in Doda Bunta Village, Simpang Raya District, with the aim of increasing public understanding about the dangers of smoking for health. This activity uses a quasi-experimental method with a pre-post test non-control group design. The sample for this research consisted of 50 people who were determined by accidental sampling. Namely people who come when counseling is carried out. An initial knowledge test (pre-test) is carried out before counseling is given. Meanwhile, the post-test was given after the counseling. The questionnaire given contained questions about public knowledge about the dangers of smoking. Data analysis is descriptive. The results of this outreach activity show that public knowledge in the good category increased from 2% to 66%. Sufficient and insufficient knowledge decreased from 58% to 28% and 40% to 6% respectively. Likewise, positive attitudes 94% , negative attitudes same 4% . Likewise, community actions in the good category increased from 82% to 92%. on the other hand, unfavorable actions decreased from 18% to 8%. Conclusion: knowledge, attitudes and actions of the community become better after counseling is carried out. Suggestions for local governments to provide health education to the community more often.
Penyuluhan tentang Hipertensi bagi Kesehatan di Desa Doda Bunta Kecamatan Simpang Raya, Sulawesi Tengah: Counseling on Hypertension for Health in Doda Bunta Village, Simpang Raya District, Central Sulawesi Ramli; Sattu, Marselina; caca sudarsa
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v2i2.293

Abstract

Berdasarkan data World Health Organization (WHO), di seluruh dunia, sekitar 972 juta orang atau 26,4% penghuni bumi mengidap hipertensi. Di Indonesia sendiri, prevalensi hipertensi mencapai 31,7% dan sekitar 60% penderita hipertensi berakhir pada stroke. Faktor-faktor yang menyebabkan hipertensi diantaranya faktor genetik dan faktor lingkungan seperti obesitas, stres, konsumsi garam berlebih, merokok, dan alkohol. Gangguan fisiologis yang terjadi pada pengaturan aliran darah sehingga menyebabkan hipertensi diantaranya gangguan pada kardiak output dan resistensi perifer, gangguan pada sistem renin-angiotensin, dan gangguan pada sistem saraf otonom. Oleh karena prevalensi hipertensi yang masih cukup tinggi di Indonesia, maka pemerintah mencanangkan program deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) yakni posbindu guna mengendalikan faktor risiko yang ada untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat perlu diketahui mengenai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat setempat mengenai hipertensi. Penyuluhan ini di lakukan pada 50 responden di Desa Doda Bunta pada tanggal 12 Januari 2024. Berdasarkan hasil pengukuran pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat Doda Bunta mengenai Hipertensi ternyata masih tingginya prevalensi yang tidak melakukan pemeriksaan tekanan darah sebanyak 53,4%. Kegiatan penyuluhan tentang Hipertensi bagi kesehatan, tujuannya Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit Hipertensi, sasaran masyarakat umum, target 50 orang, sumber dana mahasiswa, waktu & tempat pelaksanaan 12 Januari 2024, tempat : Desa Doda Bunta, rencana penilaian : pre-test dan post-test Based on data from the World Health Organization (WHO), around the world, around 972 million people or 26.4% of the world's population suffer from hypertension. In Indonesia alone, the prevalence of hypertension reaches 31.7% and around 60% of hypertension sufferers end up having a stroke. Factors that cause hypertension include genetic factors and environmental factors such as obesity, stress, excessive salt consumption, smoking and alcohol. Physiological disorders that occur in the regulation of blood flow, causing hypertension, include disorders of cardiac output and peripheral resistance, disorders of the renin-angiotensin system, and disorders of the autonomic nervous system. Because the prevalence of hypertension is still quite high in Indonesia, the government has launched an early detection program for non-communicable diseases (PTM), namely posbindu, to control existing risk factors to improve the level of public health. It is necessary to know what factors influence knowledge, attitudes, and local community actions regarding hypertension. This counseling was carried out on 50 respondents in Doda Bunta Village on January 2024. Based on the results of measuring the knowledge, attitudes and actions of the Lokait community regarding hypertension, it turns out that the prevalence of those who do not have blood pressure checks is still high at 53,4%. Outreach activities about Hypertension for health, the aim is to increase public knowledge about Hypertension, target general public, target 50 people, source of student funds, time & place of implementation 12 Januar 2024, place: Doda Bunta Village, assessment plan: pre-test and post test
Analisis Faktor-Faktor Kejadian Anemia Remaja di SMP Al-Basyariah: Analysis of Factors of Anemia Incidence in Junior High Schools Al-Basyariah Nur Putri Erdianti; Kusmintarti, Arini; Astuti, Dwi Puji; Ekowaty, Retno; Ariyani, Lutfiyah; Putri, Firly Deliana; Maulida, Maghfira Astri
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v3i1.297

Abstract

Masa remaja adalah masa pertumbuhan dan perkembangan yang di tandai dengan terjadinya perubahan yang sangat cepat baik secara fisik, psikis, dan kognitif. Remaja putri merupakan salah satu kelompok yang rentan menderita anemia. Tujuan Mengetahui data frekuensi anemia pada remaja putri di SMP Al-Basyariah, Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojong Gede, Bogor. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah remaja putri kelas 7 SMP Al-Basyariah Desa Rawa Panjang berusia 12-14 tahun sebanyak 117 orang. Variabel independen yaitu usia, status gizi, pola makan, dan pola menstruasi, sedangkan variabel dependen yaitu status anemia. Data yang dikumpulkan yaitu hasil pemeriksaan tes HB dan pengisian kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 117 responden (87,3 %). Uji statistik pada penelitian ini menggunakan uji chi-square dengan a< 0.05 didapatkan p = 0.055, 0.114, dan 0.102, yang semuanya berada di atas tingkat signifikansi 0.05 jadi dapat disimpulkan usia remaja secara umum tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat anemia. Kesimpulan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara usia, IMT, olahraga, diet, dan pola menstruasi. Konsumsi teh memiliki pengaruh signifikan terhadap kejadian anemia ringan pada remaja di SMP Al-Basyariah Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojong Gede, Bogor 2024.   Adolescence is a period of growth and development which is marked by very rapid changes both physically, psychologically and cognitively. Adolescent girls are one group that is vulnerable to suffering from anemia. Purpose: To find out data on the frequency of anemia in adolescent girls at Al-Basyariah Middle School, Rawapanjang Village, Bojong Gede sub-district, Bogor Regency. The sample size was 117 teenage girls at Al-Basyariah Middle School, Rawa Panjang Village. The independent variables are adolescent age, nutritional status, eating patterns, and menstrual patterns. The dependent variable is anemia status The data collected includes the results of the Hb test and the completion of the questionnaire. Data analysis using the chi-square test. Results the research results obtained were 117 respondents (87.3%). The statistical test in this study used the chi-square test with a < 0.05, obtained p = 0.055, 0.114, and 0.102, all of which were above the 0.05 significance level, so it can be concluded that adolescent age in general does not have a significant relationship with the level of anemia. Conclusion: that there is no significant relationship between age, BMI, exercise, diet, and menstrual patterns. Tea consumption has a significant influence on the incidence of mild anemia in adolescents at Al-Basyariah Middle School, Rawa Panjang Village, Bojong Gede District, Bogor 2024.
Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Desa Bondat melalui Penyuluhan Kesehatan: Increasing Knowledge and Attitudes of the Bondat Village Community through Health Counseling Herawati, Herawati; Dg Mabate, Rani; Anisa Dewi; Dullah, Anggun; Kupande, Fatmi Ranti; Angkadai, Frandino Angkadai; Labisan, Hasyati A; Yaiya, Jaria M.B; Nurul Hikma; Soamole, Sifa Fitriani
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v3i2.307

Abstract

Kepemilikin Jaminan Kesehatan Nasional masih menjadi masalah di Desa ini. Selain itu, kasus stunting, penanganan air limbah yang belum optimal, kebiasaan merokok yang tidak mematuhi etika. Selain itu, perilaku hidup bersih dan sehat  di tingkat rumah tangga masih minim, dengan rendahnya partisipasi dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Masyarakat juga belum rutin melakukan pemeriksaan kesehatan seperti tekanan darah dan gula darah untuk deteksi dini penyakit, termasuk hipertensi dan diabetes melitus. Kurangnya pengetahuan tentang pentingnya konsumsi makanan bergizi serta pemantauan status gizi anak turut memperburuk situasi. Untuk itu, maka kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan penyuluhan kesehatan yang mencakup berbagai aspek untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan mendorong sikap positif mereka terhadap perilaku hidup sehat untuk meningkatkan status kesehatan mereka. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat yang sebelumnya berada pada kategori cukup, mengalami peningkatan menjadi baik setelah di lakukan penyuluhan, dan sikap mereka 100 % tergolong kategori baik. Uji statistik menunjukkan nilai p-value 0.001 (<0.005), menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah dilakukan kegiatan penyuluhan. Oleh karena itu, penyuluhan dan edukasi kesehatan yang efektif sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat, khususnya dalam hal kesehatan individu maupun kelompok. Petugas kesehatan setempat perlu bekerja sama dengan pemerintah Desa Bondat untuk melakukan penyuluhan mengenai pencegahan penyakit, serta berbagai isu kesehatan lainnya guna memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat. This study is an observational analytical study using a case-control design. This approach is used to determine the relationship between osteoporosis risk factors (especially Agent factors in John Gordon's Epidemiological Triad theory) with the incidence of osteoporosis in postmenopausal women aged 49–51 years.of consuming nutritious food and monitoring children's nutritional status also worsens the situation. Therefore, this community service activity aims to provide health education covering various aspects to increase public knowledge and encourage positive attitudes towards healthy living behaviors to improve their health status. The results of the community service activity show that the community's knowledge, which was previously categorized as adequate, improved to good after the education was conducted, and their attitudes were 100% categorized as good. Statistical tests showed a P-value of 0.001 (<0.005), indicating a significant relationship between the education activity and the improvement in public knowledge. Therefore, effective health education and outreach are urgently needed to improve public knowledge and attitudes, particularly concerning individual and group health. Local health workers need to collaborate with the Bondat Village government to provide education on disease prevention and other health issues to improve the community's health quality.
Peningkatan Pengetahuan dan Perilaku tentang Tb Paru pada Keluarga Binaan di Kota Depok: Motion Graphic: Increasing Knowledge and Behavior about Pulmonary Tuberculosis in Assisted Families in Depok City: Motion Graphic Parameswari, Aryadhira; Kristanti, Melly; Fitriya, Ismah Nurul Sittah; Shaifuddin, Zakky; Nur, Hendi Fulvian Fauzan; Amalia, Firda; Citrawati, Mila
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v3i2.309

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit kronik yang bersifat menular akibat infeksi oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Tuberculosis umumnya menginfeksi jaringan parenkim paru-paru (TB paru) dan juga dapat menginfeksi organ lain (TB ekstra paru). Kegiatan ini bertujuan untuk melihat peningkatan pengetahuan dan perilaku serta kepatuhan pengobatan TB menggunakan Motion Graphic. Pengabdian ini menggunakan kuesioner dengan peserta terdapat 3 keluarga dengan jumlah total 13 peserta. Hasil pengukuran dilakukan pengolahan data menggunakan uji Wilocxon. Hasil kegiatan ini terdapat peningkatan rata-rata pengetahuan, perilaku dan kepatuhan pengobatan, tetapi secara statistic belum signifikan. Hasil ini diharapkan lebih difokuskan lagi dengan cara pendekatan lebih mendalam dalam melakukan penyuluhan walaupun menggunakan motion graphic hasil ini sudah dapat meningkatkan rata-rata pengetahuan dan perilaku pasien maupun keluarga pasien.  Tuberculosis (TB) is a chronic disease that is contagious due to infection by the bacterium Mycobacterium tuberculosis. Tuberculosis generally infects the parenchymal tissue of the lungs (pulmonary TB) and can also infect other organs (extrapulmonary TB). This activity aims to see the improvement of knowledge and behavior as well as TB treatment compliance using Motion Graphic. This service uses a questionnaire with participants there are 3 families with a total of 13 participants. The measurement results were processed using the Wilocxon test. The results of this activity showed an increase in the average knowledge, behavior, and adherence to treatment, but statistically it was not significant. This result is expected to be more focused by a more in-depth approach in conducting counseling, although using motion graphics, this result can increase the average knowledge and behavior of patients and their families.
Sosialisasi Kesehatan pada Masyarakat di Kelurahan Pagimana Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai: Health Socialization to the Community in Pagimana Village, Pagimana District, Banggai Regency Sudarsa, Caca; Ramli, Ramli; Suhanda, Fitra; Palalo, Asrianti A.; Labodu, Nurafni; Abdullah, Rachcely D.; Aulia, Tita; Rahman, Farina; Rahman, Saskia A.; Putri, Sindi Aulia; Muthalib, Anisa D.; Sindaling, Greiss M; Maida, Midayani N.; Nang, Sukmawati
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v3i2.319

Abstract

Penanganan sampah masih menjadi permasalahan serius di Kelurahan Pagimana, salah satunya adalah masih banyak aktivitas masyarakat yang buang sampah sembarangan. Permasalahan stunting yang masih belum terkontrol dengan baik di Wilayah Kelurahan Pagimana. Penanganan air limbah yang masih belum maksimal karena kurangnya kesadaran masyarakat terkait penggunaan SPAL (Saluran Pembuangan Air Limbah). Selain itu, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). Kebiasaan masyarakat yang masih belum memilah sampah dan mengolah sampah dengan baik. Adapun permasalahan penyakit menular yang masih tinggi. Selain itu, masih kurangnya masyarakat Kelurahan Pagimana yang mengetahui tentang Program KB. Kebiasaan merokok juga masih belum bisa ditinggalkan karena ada kandungan zat nikotin yang bersifat adiktif bagi tubuh. Permasalahan kurangnya masyarakat yang datang ke pelayanan kesehatan untuk memeriksakan tekanan darah dan gula darahnya guna mencegah penyakit seperti Hipertensi dan Diabetes Melitus. Selanjutnya, permasalahan tentang PTM (Penyakit Tidak Menular) di mana penyakit ini termasuk penyebab kematian terbanyak di dunia termasuk Indonesia. Adapun penyakit berbasis lingkungan yang terjadi akibat masalah sanitasi air bersih dan penanganan sampah serta limbah yang tidak memenuhi syarat kebersihan. Permasalahan selanjutnya tentang gizi yang masih belum terpenuhi akibat beberapa faktor, salah satunya kurangnya pengetahuan tentang gizi seimbang. Jenis kegiatan ini menggunakan metode penelitian deskriptif, lalu data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan diolah secara komputerisasi serta disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil pre-test dan post-test program intervensi Stunting, SPAL (Saluran Pembuangan Air Limbah), JKN (Jaminan Kesehatan Nasional), Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik, Pencegahan Penyakit Menular, Program KB, Bahaya Merokok, Pentingnya Pemeriksaan Tekanan Darah dan Gula Darah, Pencegahan Penyakit Tidak Menular, Penyakit Berbasis Lingkungan, dan Gizi Seimbang menunjukkan bahwa pengetahuan responden masih dalam kategori cukup, sedangkan sikap masyarakat sudah dalam kategori baik. Petugas kesehatan setempat perlu bekerja sama dengan pemerintah Kelurahan Pagimana untuk melakukan sosialisasi penyuluhan tentang penyakit dan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) kepada seluruh masyarakat Kelurahan Pagimana untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat terutama dalam bidang kesehatan individu maupun kelompok.  Waste management is still a serious problem in Pagimana Village, one of which is that there are still many community activities that litter. The problem of stunting that is still not well controlled in the Pagimana Village Area. Wastewater management is still not optimal due to the lack of public awareness regarding the use of SPAL (Wastewater Drainage Channels). In addition, many people still do not know about the JKN (National Health Insurance) program. The habit of people who still do not sort and process waste properly. There is also the problem of infectious diseases that are still high. In addition, there are still few people in Pagimana Village who know about the Family Planning Program. The habit of smoking also cannot be abandoned because it contains nicotine which is addictive to the body. The problem of the lack of people coming to health services to check their blood pressure and blood sugar to prevent diseases such as Hypertension and Diabetes Mellitus. Furthermore, the problem of PTM (Non-Communicable Diseases) where this disease is one of the leading causes of death in the world including Indonesia. There are environmental-based diseases that occur due to problems with clean water sanitation and handling of waste and waste that does not meet cleanliness requirements. The next problem is about nutrition that has not been met due to several factors, one of which is the lack of knowledge about balanced nutrition. This type of activity uses a descriptive research method, then the data is collected using a questionnaire and processed computerized and presented in the form of a frequency distribution table. The results of the pre-test and post-test of the Stunting intervention program, SPAL (Wastewater Drainage Channel), JKN (National Health Insurance), Sorting of Organic and Inorganic Waste, Prevention of Infectious Diseases, Family Planning Program, Dangers of Smoking, Importance of Blood Pressure and Blood Sugar Checks, Prevention of Non-Communicable Diseases, Environmentally Based Diseases, and Balanced Nutrition show that the respondents' knowledge is still in the sufficient category, while the community's attitude is already in the good category. Local health workers need to work together with the Pagimana Village government to conduct socialization and counseling about diseases and PHBS (Clean and Healthy Living Behavior) to the entire Pagimana Village community to improve community knowledge and attitudes, especially in the field of individual and group health.

Page 2 of 3 | Total Record : 26