cover
Contact Name
Erni Yusnita Lalusu
Contact Email
erni.lalusu33@gmail.com
Phone
+62811455689
Journal Mail Official
bambangdwicahya@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Jl. Dewi Sartika No.67 , Luwuk-Banggai, Sulawesi Tengah. 9471
Location
Kab. banggai,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Maleo
ISSN : -     EISSN : 29648254     DOI : https://doi.org/10.51888/maleo.v3i1.231
Jurnal Pengabdian Maleo adalah Jurnal Pengabdian ilmiah yang menyajikan hasil pengabdian masyarakat di bidang kesehatan yang meliputi intervensi kepada masyarakat atau lembaga yang berkaitan dengan kesehatan. Ruang lingkup kesehatan dalam penelitian ini adalah yang terdiri dari kegiatan promotif, preventif, rehabilitasi maupun advokasi untuk peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara luas. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dapat melalui berbagai pendekatan yang inovatif dengan pengejawantahan pendekatan akademik dan teknologi Kesehatan yang dapat diadopsi oleh masyarakat yang terlibat. kegiatan pengabdian tersebut diharapkan dapat terus berjalan untuk mencapai kemandirian dalam peningaktan Kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Articles 26 Documents
Penyuluhan Kesehatan pada Masyarakat di Desa Apal, Kecamatan Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan: Health Counseling to the Community in Apal Village, Liang District, Banggai Islands Regency Aditya Abdurrahman Tuah; Alfarisa Camoh; Alini K. Masse; Dewi Ageng Winarsih; Dian Ratna Dila; Eksa Sufentri U.D. Latta; Fadlia H Kasiang; Hernita Fitriani; Hetiverawati M. Mataiya; Rahmad; Yuliani; Muhammad Syahrir
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah-masalah kesehatan masih menjadi perhatian dunia hingga saat ini. Termasuk di Desa Apal Kecamatan Liang yang masih terdampak beberapa masalah kesehatan yang antara lain masalah kebiasaan merokok, stunting dan ASI eksklusif, rendahnya sanitasi lingkungan, rendahnya kepemilikan JKN, serta kurangnya masyarakat yang melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Kegiatan yang dilakukan meliputi tiga tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Tujuan kegiatan adalah untuk belajar memahami struktur yang ada di masyarakat, belajar beradaptasi dengan sosial budaya mereka, menganalisis permasalahan kesehatan, dan membuat program intervensi terkait masalah yang ada. Manfaat kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan, sikap, serta tindakan masyarakat terkait masalah kesehatan yang mereka alami. Target dan sasaran kegiatan adalah masyarakat di Desa Apal, Kecamatan Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan. Pelaksanaan sosialisasi didahului dengan pengisian kuisioner pretest, setelah itu dilakukan penyuluhan kepada masyarakat menggunakan media slide PPT, lalu dilanjutkan dengan diskusi sesuai masing-masing topik. Dari pretest masing-masing topik sosialisasi diperoleh hasil yaitu dari kategori pengetahuan, sikap, dan tindakan mayoritas masyarakat Desa Apal sudah baik. Adapun yang masih kurang adalah tingkat pengetahuan masyarakat mengenai stunting dan ASI eksklusif, serta tingkat pengetahuan masyarakat terkait pentingnya JKN yang hampir 50% termasuk kategori cukup. Diharapkan dengan adanya sosialisasi yang telah dilaksanakan mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat Desa Apal terkait masalah kesehatan yang ditemukan. Health problems are still a concern of the world today. Including in Apal Village, Liang District, which is still affected by several health problems, including smoking, stunting and exclusive breastfeeding, low environmental sanitation, low JKN ownership, and the lack of people who carry out routine health checks. The activities carried out include three stages, namely the planning stage, the implementation stage, and the evaluation stage. The purpose of the activity is to learn to understand the existing structures in the community, learn to adapt to their socio-culture, analyze health problems, and make intervention programs related to existing problems. The benefit of the activity is to increase the knowledge, attitudes, and actions of the community regarding the health problems they are experiencing. The target of the activity is the community in Apal Village, Liang District, Banggai Islands Regency. The implementation of the socialization was preceded by filling out a pretest questionnaire, after that outreach was carried out to the public using PPT slide media, then continued with discussions according to each topic. From the pretest of each topic of socialization, the results obtained from the category of knowledge, attitudes, and actions of the majority of the people of Apal Village are good. What is still lacking is the level of public knowledge about stunting and exclusive breastfeeding, as well as the level of public knowledge regarding the importance of JKN, which is almost 50% in the sufficient category. It is hoped that the socialization that has been carried out can increase the knowledge, attitudes, and actions of the Apal Village community regarding the health problems found. 
Sosialisasi Kesehatan pada Masyarakat di desa Basosol, Kecamatan Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan : Health Socialization to the Community in Basosol Village, Liang District, Banggai Islands Regency Ketut Ardiata; Stevan Samuel Paada; Freti Moidady; Andi Rindi Antika; Yuliana Yakelan; Mardiana; Nadia Ta’ati; Yulastri Dambing; Ni Made Ray Indriani; Geby Anjela Seling; Vicka Stasia Kao; Herawati; Sandy Novriyanto Sakati
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengalaman belajar lapangan (PBL ) 1 adalah bentuk salah satu pengajaran kepada mahasiswa, disamping pengalaman belajaar ceramah(PBC),  PBL pada FKM UNTIKA  LUWUK merupakan  proses belajar untuk mendapatkan kemampuan profesional kesehatan masyarakat. Kegiatan pendidikan keprofesian yang sebagian besar berbentuk pengalaman lapangan, Bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan profesi kesehatan masyarakat yang berorientasikan kesehatan bangsa dan meningkatkan kemampuan dasar keprofesian dalam pengembangan dan kebijakan kesehatan, penelitian ini menggunakan metode observasi dan analisis masalah kesehatan yang ada di desa basosol (menggunakan metode PAHO), Penelitian ini bersifat deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat desa Basosol dusun 1 dan dusun 2. Hasil kegiatan dari penelitian ini meliputi non fisisk yaitu  penyuluhan sampah, SPAL, merokok, jamban, stunting, sanitasi air, sanitasi lingkungan, JKN dan KB, melalui kegiatan PBL 1 ii diharapkaan masyarakat mampu dan tahu bagaimana baahaya mengenai kesehatan yang ada di lingkungan maupun kesehatan diri sendri. Field learning experience (PBL) 1 is a form of teaching to students, in addition to the lecture learning experience (PBC), PBL at FKM UNTIKA LUWUK is a learning process to gain public health professional skills,  Professional education activities which are mostly in the form of field experience, Aims to grow and develop the ability of the public health profession that is oriented towards the health of the nation and to improve the basic skills of the profession in health policy and development.  This study uses the method of observation and analysis of health problems in Tangkop Village (using the PAHO method), this research is descriptive. The population in this study was the entire community of Basosol village hamlet 1 and hamlet 2. The results of the activities of this study include non-physical, namely waste counseling, SPAL, smoking, latrines, stunting, water sanitation, environmental sanitation, JKN and family planning, Through PBL 1 ii activities, it is hoped that the community will be able and aware of the dangers of health in the environment and their own health.
Sosialisasi Kesehatan tentang Bahaya Merokok pada Masyarakat di Desa Tangkop, Kecamatan Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan: Health Socialization on the Dangers of Smoking in the Community in Tangkop Village, Liang District, Banggai Islands Regency Muhammad Rafi Naufal Lalusu; Cindy Amelia; Dewi Astuti Sasia; Sulastri; Siti Rahma Lawaha; Rismawati H Sasia; Enti; Titin Karta Gede; Fitrianti Bunak
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebiasan merokok di Indonesia memiliki prevalensi yang sangat tinggi di berbagai kalangan, terutama pada kalangan laki-laki mulai dari anak-anak, remaja dan dewasa. Kebiasaan merokok dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terserang beberapa penyakit seperti penyakit jantung, kanker dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Sosialisasi Kesehatan tentang Bahaya Merokok pada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi bagi masyarakat dan mengurangi jumlah perokok yang ada di Desa Tangkop. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan analisis masalah kesehatan yang ada di Desa Tangkop (menggunakan metode PAHO), penelitian ini bersifat deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Desa Tangkop dusun 1 dan dusun 2. Hasil kegiatan dari penelitian ini menunjukan bahwa tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat tentang penyuluhan bahaya merokok Di Desa Tangkop Kecamatan Liang dari total 50 responden yang berpengetahuan baik sebesar 76%, cukup yaitu sebesar 16%, kurang yaitu sebesar 8%. Smoking habits in Indonesia have a very high prevalence in various circles, especially among men ranging from children, adolescents and adults. Smoking habits can increase a person's chances of developing several diseases such as heart disease, cancer and Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). This Health Socialization on the Dangers of Smoking in the Community aims to provide education for the community and reduce the number of smokers in Tangkop Village. This study uses the method of observation and analysis of health problems in Tangkop Village (using the PAHO method), this research is descriptive. The population in this study was the entire community of Tangkop Village, hamlet 1 and hamlet 2. The results of the activities of this study showed that the level of knowledge, attitudes and actions of the community about counseling on the dangers of smoking in Tangkop Village, Liang District, from a total of 50 respondents who had good knowledge of 76%, quite that is equal to 16%, less that is equal to 8%.
Sosialisasi Kesehatan pada Masyarakat di Desa Selekan, Kecamatan Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan: Health Socialization to the Community in Selekan Village, Liang District, Banggai Islands Regency Caca Sudarsa; Putri Ana Tasya; Rini Inriani; Husnul Fatima Olii; Eva Febriani Saleng; Shusmufidha; Melsa Megayanti; Ni Komang Julianti; Paramita Bana; Putri Sobbay; Frengky Dalani; Moh Fauzan
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) 1 pada Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) adalah proses belajar untuk mendapatkan kemampuan profesional kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang pengetahuan,sikap dan tindakan masyarakat terhadap masalah kesehatan yang ada di Desa Selekan. Penelitian ini bersifat deskriftif dengan pendekatan kuantitatif, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Rumah Warga yang ada di Desa Selekan Dusun I, Dusun II dan Dusun III. Sampel dalam penelitian ini dihitung menggunakan aplikasi SPSS dengan jumlah sampel 544. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner dan diolah secara komputerisasi dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekwensi. Hasil pretest program intervensi pemilahan sampah, penanganan akhir sampah, vektor pembawa penyakit (lalat), penyakit menular DBD, penyakit tidak menular gastritis, gula darah, pentingnya mengkonsumsi buah, stunting, kepemilikan kartu JKN, bahaya merokok menunjukkan bahwa pengetahuan Responden masih dalam kategori cukup, sedangkan sikap dan tindakan masyarakat sudah baik. Kesimpulan mahasiswa PBL 1 posko desa selekan melakukan 10 program intervensi. Saran petugas kesehatan perlu melakukan sosialisasi penyuluhan tentang pencegahan penyakit. Waste management is still a serious problem in Selekan Village, one of which is the lack of garbage disposal facilities. It's the same as the problem of infectious diseases DHF and non-communicable diseases Gastritis which both occupy the position of disease with the first highest sufferer in Selekan Village. People's habits of consuming fruit every day, checking blood sugar regularly, and public awareness about the dangers of smoking are still low. Smoking habits are very difficult to leave because cigarettes contain nicotine which is addictive for the body. Although the addictive content of cigarettes is not as heavy as addictive in narcotics, the addictive substance of cigarettes is very difficult to release. The problem of disease-carrying vectors (flies) which could be due to a lack of public awareness in processing waste. Ownership of a JKN card is also still a problem that needs to be resolved in Selekan Village. The implementation of JKN in Indonesia faces various challenges, in terms of service quality, providing quality health services, as well as the JKN program. This type of activity uses descriptive research methods, then data is collected using questionnaires and processed computerized and presented in the form of a frequency distribution table. The results of the pre-test of the waste sorting intervention program, final handling of waste, disease-carrying vectors (flies), infectious diseases of dengue fever, non-communicable disease gastritis, blood sugar, the importance of consuming fruit every day, stunting, JKN card ownership and the dangers of smoking indicate that respondents' knowledge is still low. in the sufficient category, while the attitudes and actions of the community are in the good category. Local health workers need to work together with the Selekan Village government to disseminate information on diseases and PHBS to all Selekan Village communities to increase community knowledge, attitudes and actions, especially in the field of individual and group health.
Penyuluhan tentang Etika Merokok dan Bahaya Rokok bagi Kesehatan di Desa Simpang 1 Kecamatan Simpang Raya, Sulawesi Tengah: Counseling About Smoking Ethics and the Dangers of Smoking for Health in Simpang 1 village Bambang Dwicahya; Cice Morintoh; Ramli Ramli; Maria Kanan; Fitrianty Sutadi Lanyumba; Marselina Sattu; Dwi Wahyu Balebu; Sandy Novriyanto Sakati
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

WHO mengurutkan Indonesia dengan 65 juta perokok. Tahun 2013 berdasarkan riset Kesehatan dasar, jumlah perokok di Indonesia mencapai 36,3%.  1,4% perokok di Indonesia berusia 10-14 tahun, 9,9% ditemukan pada pengangguran dan 32,3% pada kelompok ekonomi rendah. Peningkatan derajat kesehatan masyarakat perlu diketahui mengenai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat setempat mengenai Etika merokok. Penyuluhan ini di lakukan pada 50 responden di Desa Simpang 1 pada tanggal 22 juli 2023. Berdasarkan hasil pengukuran pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat Simpang 1 mengenai Etika merokok ternyata masih kurang nya pengetahuan, minimnya sikap, dan kurangnya  partisipasi tindakan masyarakat.Terkait masalah masih banyak masyarakat desa Simpang 1 yang merokok yaitu sebesar 69,9% dan masih ada masyarakat desa Simpang 1 yang merokok dalam rumah yaitu sebesar 41,8% Kegiatan penyuluhan tentang Etika merokok dan bahaya rokok bagi kesehatan, tujuan Untuk menyadarkan masyarakat terkait bahaya rokok bagi Kesehatan, dan dapat menerapkan etika merokok,sasaran masyarakat umum, target 50 orang, sumber dana mahasiswa, waktu & tempat pelaksanaan 22 juli 2023 20.30-selesai,tempat : gereja efrata  Simpang 1, rencana penilaian : pre-test, pencapaian 100%. WHO ranks Indonesia with 65 million smokers. In 2013, based on basic health research, the number of smokers in Indonesia reached 36.3%. 1.4% of smokers in Indonesia are aged 10-14 years, 9.9% are found in the unemployed and 32.3% in the low economic group. To increase the level of public health, it is necessary to know what factors influence the knowledge, attitudes and actions of local communities regarding smoking ethics. This counseling was carried out on 50 respondents in Simpang 1 Village on July 22 2023. Based on the results of measuring the knowledge, attitudes and actions of the Simpang 1 community regarding smoking ethics, it turns out that there is still a lack of knowledge, a lack of attitudes and a lack of participation in community action. There are still many problems related to this. The people in Simpang 1 village who smoke are 69.9% and there are still people in Simpang 1 village who smoke at home, which is 41.8%. Outreach activities about smoking ethics and the dangers of cigarettes for health, the aim is to make people aware of the dangers of smoking for health, and can apply smoking ethics, target general public, target 50 people, source of student funds, time & place of implementation 22 July 2023 20.30-finish, place: Efrata Church Simpang 1, assessment plan: pre-test, 100% achievement.
Penyuluhan tentang Pergaulan Bebas dan Bahaya Narkoba di Desa Simpang 1 Kecamatan Simpang Raya: Counseling about Promiscuity and the Dangers of Drugs in Simpang 1 Village, Simpang Raya District Muhammad Syahrir; Bambang Dwicahya; firdaus wen wen paeh
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini isu mengenai narkoba dan pergaulan bebas pada kalangan remaja suda berada pada taraf menghawatirkan. Hamper semua daerah di Indonesia tidak luput darin permasakahan narkoba dan pergaulan bebas yang mengara pada seks bebas. Oleh karena itu kampanye dan penyuluhan mengenai dampak pergaulan bebas masi sanggat relevan di lakukan untuk melindunggi anak anak kita dari dampak pergaulan bebbas yang menghawatirkan. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu di lakukan penyuluhan mengenai seks dan dampak pergaulan seks bebas iuntuk memberi informasi dan pengetahuan pada para remaja yang masi berstatus pelajar pada sekolah menengga atas, karna sesuai dengan kriteria masa remaja. Dengan cara demikian di harapkan remaja tidak akan melakukan seks bebas dan mempunyai wawasan mengenai bahaya seks bebas bagi dirinya sehingga mereka akan terselamatkan menggigat masa depan remaja yang masi jau, sangat di sayangkan apabila remaja remaja suda larut dalam pergaulan bebas. Hasil pengabdian pada masyarakat mengenai dampak seks bebas efektif dalam memberikan pemahaman kognitif pada remaja.. Penyuluhan ini di lakukan pada 50 responden di Desa Simpang 1 pada tanggal 22 juli 2023.  Currently, the issue of drugs and promiscuity among teenagers is at an alarming level. Almost all regions in Indonesia are not free from drug problems and promiscuity which leads to free sex. Therefore, campaigns and education regarding the impact of promiscuity are still very relevant to protect our children from the worrying impacts of promiscuity. Based on these problems, it is necessary to provide education regarding sex and the impact of promiscuity to provide information and knowledge to teenagers who are still students in high school, because it meets the criteria for adolescence. In this way, it is hoped that teenagers will not engage in promiscuous sex and will have insight into the dangers of free sex for themselves so that they will be saved from their still distant teenage future. It would be a shame if teenagers were already involved in promiscuity. The results of community service regarding the impact of free sex are effective in providing cognitive understanding to teenagers. This counseling was carried out on 50 respondents in Simpang 1 Village on July 22 2023. 
Penyuluhan tentang Germas bagi Kesehatan di Desa Simpang 1 Kecamatan Simpang Raya, Sulawesi Tengah: Counseling about Germas for Health in the Village of Simpang 1, Simpang Raya Sub-District, Central Sulawesi Jeri Margito; Bambang Dwicahya; Muhammad Syahrir
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merupakan upaya untuk mengatasi masalah kesehatan yang terjadi saat ini dengan memasyarakatkan budaya hidup bersih dan sehat. Populasi dalam kegiatan pengabdian ini adalah seluruh masyarakat dusun 2 dengan total populasi diketahui sejumlah 297 orang. Penyuluhan ini dilakukan pada 50 responden di desa simpang 1 pada tanggal 21 juli 2023. Pengetahuan, sikap dan Tindakan masyarakat simpang 1 mengenai germas ternyata masih kurang. Kegiatan penyuluhan tentang Etika merokok dan bahaya rokok bagi kesehatan, tujuan Untuk menyadarkan masyarakat terkait bahaya rokok bagi Kesehatan, dan dapat menerapkan etika merokok,sasaran masyarakat umum, target 50 orang, sumber dana mahasiswa, waktu & tempat pelaksanaan 22 juli 2023 20.30-selesai. Tempat pelaksanaan berada di Balai Desa  Simpang 1, pencapaian 100%. The Healthy Living Community Movement (GERMAS) program launched by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia is an effort to overcome current health problems by promoting a culture of clean and healthy living. The population in this service activity is the entire community of Hamlet 2 with a total known population of 297 people. This counseling was carried out on 50 respondents in Simpang 1 village on July 21 2023. The knowledge, attitudes and actions of the Simpang 1 community regarding germas were apparently still lacking. Outreach activities regarding smoking ethics and the dangers of cigarettes for health, aim to make the public aware of the dangers of smoking for health, and be able to apply smoking ethics, target general public, target 50 people, source of student funds, time & place of implementation 22 July 2023 20.30-end. The implementation location is at Simpang 1 Village Hall, 100% achievement.
Penyuluhan tentang Pencegahan Stunting di Desa Simpang 1 Kecamatan Simpang Raya, Sulawesi Tengah: Counseling on Stunting Prevention in Simpang 1 Village, Simpang Raya District, Central Sulawesi Bambang Dwicahya; Yulia Salaan
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018, didapatkan angka kejadian balita stunting (pendek dan sangat pendek) di Indonesia mencapai 30,8 persen. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh Kementerian kesehatan berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik Tahun 2019 menunjukan bahwa angka balita stunting turun sampai 27,67 persen.  Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat perlu diketahui menganai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat setempat mengenai bagaimana caranya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat untuk mengurangi kasus penderita stunting. Penyuluhan ini di lakukan pada 50 responden di Desa Simpang 1 pada tanggal 21 juli 2023. Berdasarkan hasil pengukuran pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat Simpang 1 mengenai stunting ternyata masih kurang nya pengetahuan, minimnya sikap, dan kurangnya  partisipasi tindakan masyarakat.Terkait masalah masih ada status gizi kurang pada anak di desa simpang 1 sebesar 1,8%, masih ada masyarakat desa Simpang 1 yang memberikan MPASI <6 bulan yaitu sebesar 25,0%, masih ada masyarakat  desa Simpang 1 yang tidak mengetahui tentang yaitu sebesar 3,3%.Kegiatan penyuluhan tentang stunting, tujuan untuk mengurangi pada balita, sasaran masyarakat umum, target 50 orang, sumber dana mahasiswa, waktu & tempat pelaksanaan 21 juli 2023 18.30-selesai tempat : balai desa Simpang 1, rencana penilaian : pre-test, pencapaian 100%.  This counseling was carried out to 50 respondents in Simpang 1 Village on July 21 2023. Based on the results of measuring the knowledge, attitudes and actions of the Simpang 1 community regarding stunting it turned out that there was still a lack of knowledge, lack of attitude, and lack of participation in community action. Regarding the problem, there is still a status malnutrition in children in Simpang 1 village was 1.8%, there were still people from Simpang 1 village who gave complementary foods <6 months, which was 25.0%, there were still people from Simpang 1 village who did not know about this, namely 3.3%. Counseling activities about stunting, aim to reduce toddlers, target the general public, target 50 people, student funding sources, time & place of implementation July 21, 2023 18.30-finished place: Simpang 1 village hall, assessment plan: pre- test, achievement 100%.
Penyuluhan tentang Cara Pengolahan Sampah di Desa Simpang 1 Kecamatan Simpang Raya, Sulawesi Tengah: Counseling on How to Process Waste in Simpang 1 Village, Simpang Raya District, Central Sulawesi Amalia Nurul Magfirah; Bambang Dwicahya; Erni Yusnita Lalusu
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data dari Making Oceans Plastic Free (2017) menyatakan rata rata ada 182,7 Milliar kantong plastic digunakan di Indonesia setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, bobot total sampah kantong plastic di Indonesia mencapai 1.278.900 ton per tahunnya. Permasalahan sampah terus terjadi karena minimnya penegakan hukum dan anggaran pengelolaan, serta tidak adanya panduan kemitraan. Masih banyak Masyarakat desa simpang 1 yang tidak memilah sampah yaitu sebesar 96,7%, masih banyak Masyarakat desa simpang 1 yang belum memiliki tempat sampah yaitu sebesar 50,5%, masih banyak Masyarakat desa simpang 1 yang membuang sampah ke Sungai sebesar 2,2%, dan masih banyak Masyarakat desa simpang 1 yang belum menutup tempat sampah yaitu sebesar 75%. Kegiatan penyuluhan tentang Pengolahan Smpah bertujuan untuk menyadarkan Masyarakat betapa pentingnya mengolah sampah serta memilah sampah baik Organik, Non-Organik, maupun Sampah B3. Untuk sasaran berlaku pada masyarakat umum, dan target berjumlah sebanyak 50 orang, sumber dana dari mahasiswa, waktu & tempat pelaksanaan pada hari Senin, 24 Juli 2023 dan bertempatkan di Balai Desa Simpang 1. Namun, karena Sebagian target tidak mencapai 50 orang pada saat penyuluhan di Balai Desa Simpang 1, Maka akan dilaksanakan nya lagi di tempat lain yaitu bertempatkan di Gereja Efrata Simpang 1, dan untuk Sebagian target, Saya melakukan nya secara Door to Door.  Data from Making Oceans Plastic Free (2017) states that an average of 182.7 billion plastic bags are used in Indonesia every year. Of this amount, the total weight of plastic bag waste in Indonesia reaches 1,278,900 tons per year. Waste problems continue to occur due to the lack of law enforcement and management budgets, as well as the absence of partnership guidelines. There are still many people in Simpang 1 village who do not sort their waste, namely 96.7%, there are still many people in Simpang 1 village who do not have trash bins, namely 50.5%, there are still many people in Simpang 1 village who throw rubbish into the river, which is 2.2 %, and there are still many people in Simpang 1 village who have not closed the trash cans, namely 75%. The outreach activity on Waste Processing aims to make the public aware of the importance of processing waste and sorting waste into organic, non-organic and hazardous waste. For the target, it applies to the general public, and the target is 50 people, the source of funds is from students, the time & place for the implementation is Monday, July 24 2023 and takes place at the Simpang 1 Village Hall. However, because some of the targets did not reach 50 people during the counseling at the Simpang 1 Village Hall, then it will be carried out again in another place, namely at the Efrata Simpang 1 Church, and for some targets, I will do it door to door.
Penyuluhan tentang Pentingnya Makanan Pendamping ASI (MPASI) Kesehatan di Desa Dowiwi Kecamatan Simpang Raya, Sulawesi Tengah: Counseling on the Importance of Complementary Foods for Breast Milk (MPASI) for Health in Dowiwi Village, Simpang Raya District, Central Sulawesi sudarsa, Caca; Idham , Moh
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v2i1.215

Abstract

Menurut Data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2021, sebanyak 52,5% atau hanya setengah dari 2,3 juta bayi berusia kurang dari 6 bulan yang mendapat ASI eksklusif di Indonesia, atau menurun 12% dari angka di tahun 2019. Angka Inisiasi Menyusui Dini (IMD) juga turun dari 58,2% pada tahun 2019 menjadi 48,6% pada tahun 2021. Dan Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS) pada tahun 2022 terdapat 72,04% bayi yang tidak medapatkan Asi eksklusif. Dilihat dari data-data tersebut masih banyak terdapat bayi yang telah mendapatkan MPASI sebelum 6 bulan. Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat setempat mengenai MPASI. Penyuluhan ini di lakukan pada 50 responden di Desa Dowiwi pada tanggal 23 juli 2023. Berdasarkan hasil pengukuran pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat Dowiwi mengenai pentingnya MPASI ternyata sudah baik namun masih terdapat yang melakukan MP-ASI. Kegiatan penyuluhan tentang pentingnya MPASI bertujuan Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya MPASI pada balita yang sudah berusia 6 bulan, sasaran pada masyarakat umum, ibu hamil/menyususi, dan pasangan usia subur , target 50 orang, sumber dana mahasiswa, waktu & tempat pelaksanaan 23 juli 2023 09.00-selesai, tempat: rumah warga Desa Dowiwi, rencana penilaian : pre-test, pencapaian 100%. According to 2021 Basic Health Research Data (RISKESDAS), as many as 52.5% or only half of the 2.3 million babies aged less than 6 months are exclusively breastfed in Indonesia, or a decrease of 12% from the figure in 2019. Early Breastfeeding Initiation Rate (IMD) also fell from 58.2% in 2019 to 48.6% in 2021. And based on data from the Indonesian Central Statistics Agency (BPS), in 2022 there were 72.04% of babies who did not receive exclusive breast milk. Looking at the data above, there are still many babies who have received MPASI before 6 months. To improve the level of public health and find out what factors influence the knowledge, attitudes and actions of local communities regarding MPASI. This counseling was carried out on 50 respondents in Dowiwi Village on July 23 2023. Based on the results of measuring Dowiwi's knowledge, attitudes and actions regarding the importance of MPASI, it turned out to be good, but there were still those who did MPASI. The outreach activity about the importance of MPASI aims to increase public knowledge of the importance of MPASI for toddlers who are 6 months old, targeting the general public, pregnant/breastfeeding mothers, and couples of childbearing age, target 50 people, source of student funds, time & place of implementation July 23 2023 09.00-finish, place: house of a resident of Dowiwi Village, assessment plan: pre-test, 100% achievement.

Page 1 of 3 | Total Record : 26