cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Peternakan Integratif
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 323 Documents
ANALISIS MARJIN PEMASARAN DAGING SAPI DI PASAR-PASAR TRADISIONAL KOTA MEDAN Edi Suherman
Jurnal Peternakan Integratif Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.425 KB)

Abstract

ABSTRACT This study aimed to determine the systematic distribution of beef from the producer until to consumer. The experiment was conducted at feedlot, at slaughter house and  traditional market in Medan on April 2014 to May 2014. The research used survey method with 7 traditional markets and 35 respondents. Primary data were obtained from the beef sellers in the traditional marketin Medan, while the secondary data obtained from various relevant agencies, such as the central institution of statistics and the slaughter house Mabar and slaughter TaniAsli. The parameters studied were marketing margin of the beef. There are two types of marketing channels contained in the marketing process of beef from the producer until   to   consumer.The first channel  was  producer -   wholesaler - retailer - consumer   and   the  second  channel  was   producer - agent – wholesaler - consumer. Marketing margin  at the wholesalers were Rp. 3.311 million/head and at the retailers were Rp. 1.992 million/head. The conclusion is the shorter market chain have higher marketing margin on wholesaler. This suggests that the best marketing channel for beef seller was the second channel that is: producer  - agent– wholesaler  – consumer. Keywords :Marketing Margin, Beef, Traditional Markets in Medan
ANALISIS USAHA PEMANFAATAN TEPUNG IKAN PORA-PORA (Mystacoleucus padangensis) DALAM RANSUM TERHADAP ITIK PORSEA UMUR 0-12 MINGGU Julio purba
Jurnal Peternakan Integratif Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara pada bulan Desember 2014 - Februari 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis usaha penggunaan tepung ikan pora-pora sebagai pakan terhadap ternak itik porsea. Penelitian ini menggunakan metode survey untuk menentukan harga yang digunakan dalam penelitian. Perlakuan tepung ikan pora-pora terdiri dari level 0% (P0), 25% (P1), 50% (P2), 75% (P3), 100% (P4). Parameter yang diamati yaitu total biaya produksi, total hasil produksi, analisis laba/rugi, B/C ratio dan IOFC untuk periode 3 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada setiap perlakuan P0, P1, P2, P3 dan P4 memberikan hasil yang berbeda terhadap rataan total biaya produksi (Rp) : 127.267,05, 127. 483,24, 127.132,83, 126.626,84 dan 126.178,61. Rataan total hasil produksi (Rp) : 275.766,75, 284.701,81, 287.250,25, 277.357,94 dan 244.505,19. Rataan laba/rugi (Rp) : 148.499,71, 157.218,57, 160.117,42, 150.731,10 dan 118.326,58. Rataan B/C Ratio : 2,17, 2,23, 2,26, 2,19 dan 1,95. Rataan IOFC : 245705,21, 254424,07, 257322,92, 247936,60 dan 215532,08. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan tepung ikan pora-pora sebagai campuran bahan pakan dalam ransum itik porsea dapat memberikan keuntungan.   Kata kunci : Analisa usaha, tepung ikan pora-pora, itik porsea
PEMANFAATAN TEPUNG LIMBAH IKAN GABUS PASIR (Butis amboinensis) SEBAGAI SUBSTITUSI TEPUNG IKAN DALAM RANSUM TERHADAP PEFORMANS ITIK LOKAL UMUR 35 MINGGU INDRA TARIGAN
Jurnal Peternakan Integratif Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.188 KB)

Abstract

ABSTRACT INDRA DAT PERDANA TARIGAN, 2015: “ Utilization of Gabus Pasir (Butis amboinensis)waste meal In Ration Against Peformance of Laying Duck 35th Week of Age”, guided by R. EDHY MIRWANDHONO and TRI HESTI WAHYUNI. This research was conducted at Desa Lama Kecamatam Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang from Mart to June 2015. This study aimed to determine the effect of Gabus Pasir waste meal in the ration on duck-day, egg weight and FCR. The design used in this research is completely randomized design (CRD) with three treatments and 6 replications, each replication consisted  of 4 laying ducks. Treatmen consists of P0 (feed without Gabus Pasir waste meal); P1 (feed with Gabus Pasir waste meal as much as 5%); P2 (feed with Gabus Pasir waste meal as much as 10%). The results showed the average of duck-day percentage such as 55,87; 58,52 dan 61,17, respectivly. Egg weight (g) such as 63,73; 64,09 and 64,22, respectivly. FCR such as 5,98; 5,66 and 5,34, respectivly. The results showed that the treatment was not significant effect on duck-day, egg weight and feed conversion. The conclusion of this research that Gabus Pasir waste meal can be used in ration to the level of 10%. Keywords: Gabus Pasir waste meal, Peformance of Laying duck
Pemanfaatan Sluri Gas Bio Campuran Kotoran Kambing dan Ampas Tebu Terhadap Pertumbuhan Pastura Campuran Heru Prabowo Efendi
Jurnal Peternakan Integratif Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.382 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sluri gas bio campuran kotoran kambing dan ampas tebu terhadap pertumbuhan (percepatan tumbuh, jumlah anakan dan volume akar) dari pastura campuran. Penelitian dilaksanakan di Lahan Fakultas Pertanian, Program Studi Peternakan Universitas Sumatera Utara pada September sampai Desember 2014. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design). Perlakuan terdiri dari 2 faktor yaitu Main Plot : Jenis rumput dan legum (RL), yaitu RL1 = Brachiaria decumbens + Styloshantes guianensis dan RL2 = Digitaria milanjiana + Clitoria ternatea. Sub Plot : Dosis pupuk sluri gas bio (P), yaitu P0 = 0 ml/m2, P1 = 200 ml/m2, P2 = 400 ml/m2 dan P3 = 600 ml/m2. Parameter yang diteliti adalah percepatan tumbuh, jumlah anakan dan volume akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis sluri gas bio kotoran kambing dan ampas tebu berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati baik pada RL1 maupun RL2. Hasil yang paling tinggi diperoleh dengan pemakaian dosis sluri gas bio campuran kotoran kambing dan ampas tebu 600 ml/m2. Kesimpulannya dengan pemberian dosis sluri 600ml/m2 mampu meningkatkan pertumbuhan pastura campuran. Kata kunci : Pastura campuran, kotoran kambing dan ampas tebu, sluri gas bio, pertumbuhan pastura.
PEMANFAATAN PELEPAH KELAPA SAWIT TEROLAH SECARA AMONIASI DAN FERMENTASI TERHADAP PERFORMANS SAPI ACEH JOBEL SIHOMBING
Jurnal Peternakan Integratif Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelititan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan pelepah kelapa sawit terolah secara amoniasi dan fermentasi. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara selama 4 bulan, dimulai bulan Maret 2015-Juni 2015. Penelitian ini menggunakan 4 ekor sapi aceh jantan dengan menggunakan rancangan  bujur sangkar latin (RBSL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 4 periode. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah P0 sebagai kontrol (terolah fisik), P1= fisik + amoniasi, P2= fisik + fermentasi, P3= amoniasi + fermentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan pelepah kelapa sawit terolah amoniasi dan fermentasi memberikan pengaruh   tidak nyata terhadap konsumsi pakan (P0:4120.64±705.88; P1:4098.33±653.55; P2:3886.39±459.89; P3:4064.73±600.46), memberikan pengaruh sangat nyata terhadap pertambahan bobot badan (P0:375.00±68.39; P1:428.57±58.32; P2:571.43±58.32; P3:500.00±58.32), dan membei pengaruh yang nyata terhadap konversi pakan (P0:11.44±3.55; P1:9.72±2.04; P2:6.83±0.84; P3:8.15±1.00). Kesimpulan hasil penelitian ini adalah pemberian pelepah terolah fermentasi lebih berpengaruh dibandingkan dengan pelepah terolah amoniasi. Kata kunci: pelepah sawit, sapi aceh, performans, pengolahan fisik, amoniasi, fermentasi
FERMENTASI HASIL SAMPING INDUSTRI DAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DENGAN PROBIOTIK LOKAL TERHADAP PERFORMANS DOMBA Srimastuti Simanjuntak
Jurnal Peternakan Integratif Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.507 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan fermentasi hasil samping industi kelapa sawit dengan probiotik lokal terhadap performans domba. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, dimulai bulan Juni 2014 - September 2014. Penelitian ini menggunakan 15 ekor domba dengan bobot awal 15.13±0.64 kg dan rancangan  yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 3 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri atas ransum P0=(tanpa fermentasi), P1= (fermentasi dengan isolat hasil limbah sawit), P2= (fermentasi dengan isolat asal cairan rumen kerbau). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan hasil samping industri kelapa sawit fermentasi dengan probiotik lokal memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap konsumsi pakan g/ekor/hari (702.95±59.576; 866.37±52.062; 698.46±119.52), memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertambahan bobot badan g/ekor/hari (78.50±20.91; 112.71±14.12; 78.23±29.96) dan memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap konversi pakan. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah fermentasi hasil samping indutri dan perkebunan kelapa sawit menggunakan isolat bakteri asal limbah sawit berpengaruh positif terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan pada domba hair sheep.
ESTIMASI JARAK GENETIK DAN FAKTOR PEUBAH PEMBEDA BEBERAPA BANGSA KAMBING DI SUMATERA UTARA MELALUI ANALISIS MORFOMETRIK Heridianto Sibagariang
Jurnal Peternakan Integratif Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.557 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keragaman morfometrik dan estimasi jarak genetik beberapa bangsa kambing (Boer, Boerka, Kacang, Muara dan Kambing samosir). Penelitian ini dilakukan di Loka (30 ekor kambing Boer, 30 ekor kambing Boerka dan 39 ekor kambing Kacang), di Samosir (30 ekor kambing Samosir) dan di Muara (30 ekor Kambing Muara). Pengambilan data dilakukan dengan cara mengukur tinggi pundak, tinggi pinggul, panjang badan, lingkar dada, dalam dada, panjang tanduk, panjang ekor, panjang kepala, lebar kepala, lebar telinga dan panjang telinga. Data yang diperoleh diolah dengan analisis diskriminan sederhana dengan menggunakan Program dari SAS (Statistical Analysis System) dan Dendogram menggunakan program dari MEGA (Molekuler Evolusioner Genetic Analysis). Hasil analisis dari nilai campuran fenotifik menunjukkan bahwa Boer, Muara, dan Samosir adalah (100%) kambing murni. Jarak genetik antara Boerka dan Kacang (4,74) dan jarak genetik antara kambing Samosir dan kambing Boer (19,10). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu jarak genetik menunjukkan bahwa bangsa kambing boerka dan kacang memiliki jarak genetik yang dekat, sebaliknya bangsa kambing Samosir dengan bangsa kambing Boer memiliki jarak genetik yang jauh dan faktor peubah pembeda morfologi tubuh dari kelima bangsa kambing adalah tinggi pinggul, lebar telinga, panjang telinga dan dalam dada.   Kata kunci : kambing, jarak genetik, morfometrik
¬KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK RANSUM YANG MENGANDUNG KULIT BUAH KAKAO DAN KULIT BUAH PISANG DIFERMENTASI BERBAGAI BIOAKTIVATOR PADA KAMBING KACANG JANTAN ANtonius Hutabarat
Jurnal Peternakan Integratif Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.324 KB)

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan kulit buah kakao dan kulit buah pisang perlu dimaksimalkan dengan melakukan fermentasi. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara selama 4 bulan, dimulai bulan Agustus 2014-Desember 2014. Penelitian ini menggunakan 20 ekor kambing kacang jantan dengan bobot awal 10,47±0,28 kg dan rancangan  yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah P0 sebagai kontrol (tanpa fermentasi), P1= fermentasi MOL, P2= fermentasi isolat bakteri rumen kerbau, P3= fermentasi starbio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan kecernaan bahan kering 70,74 %.                                       P0: 70,59% ; P1: 70,11%; P2: 69,95%; dan P3: 72,31%. Rataan kecernaan bahan organik 79,61% dengan P0: 79,62% ; P1: 79,28% ; P2: 78,88% dan P3: 80,65%. Kecernaan bahan kering dan bahan organik (BK dan BO) menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata (P>0,05). Kesimpulan hasil penelitian ini adalah pemanfaatan kulit buah kakao dan kulit buah pisang dengan fermentasi tidak dapat meningkatkan kecernaan bahan kering dan bahan organik kambing kacang jantan. Kata kunci: Kambing kacang, kulit buah kakao, kulit buah pisang, bioaktivator                          dan kecernaan.
PEMANFAATAN KULIT BUAH KAKAO DAN KULIT BUAH PISANG YANG DIFERMENTASI BERBAGAI BIOAKTIVATOR TERHADAP PERFORMANS KAMBING KACANG JANTAN LEPAS SAPIH Oswald Agassy
Jurnal Peternakan Integratif Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.895 KB)

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan kulit buah kakao dan kulit buah pisang sebagai pakan ternak dapat dimaksimalkan melalui proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan kulit buah kakao dan kulit buah pisang yang difermentasi terhadap performans kambing kacang jantan lepas sapih. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara selama 3 bulan, dimulai bulan September 2014-November 2014. Penelitian ini menggunakan 20 ekor kambing kacang jantan lepas sapih dengan bobot awal 10,47±0,28 kg dan rancangan  yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri atas ransum komplit yang mengandung 20 % kulit buah kakao + 30 % kulit buah pisang tanpa fermentasi (P0), Ransum komplit yang difermentasi MOL (P1), Ransum komplit mengandung yang difermentasi isolat bakteri rumen kerbau (P2), Ransum komplit yang di fermentasi starbio (P3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rataan dari masing-masing perlakuan yaitu, P0, P1, P2, dan P3 berturut-turut untuk rataan konsumsi pakan adalah 2844,63; 241,61; 2420,72; dan 2641,93 g/ekor/minggu, rataan pertambahan bobot badan adalah 333,67; 311,67; 289,17; dan 389,17 g/ekor/minggu dan rataan konversi pakan adalah 7,53; 9,67; 6,06; dan 6,68. Kambing kacang yang diberi perlakuan menunjukkan perbedaan yang tidak nyata terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan (P>0,05). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah bahwa penggunaan berbagai bioaktivator dalam fermentasi kulit buah kakao dan kulit buah pisang dapat digunakan sebagai pakan kambing kacang jantan lepas sapih.   Kata kunci: Kambing kacang, kulit buah kakao, kulit buah pisang, bioaktivator dan performans.  
PENGGUNAAN PROBIOTIK LOKAL TERHADAP KECERNAAN SERAT KASAR DAN PROTEIN KASAR TONGKOL JAGUNG INVITRO Wulandari usu
Jurnal Peternakan Integratif Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.346 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan probiotik lokal dalam meningkatkan kecernaan serat kasar dan kecernaan protein kasar tongkol jagung in vitro. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari R0=Tongkol jagung tanpa perlakuan (kontrol); R1=Tongkol jagung dengan penambahan Aspergillus niger dan Saccharomyces cerevisiae; R2=R1 + isolat bakteri rumen kerbau; R3=R1 + isolat bakteri rumen domba adaptif. Hasil penelitian menunjukkan rataan kecernaan serat kasar (%) pada perlakuan R0, R1, R2, R3 berturut-turut = 60.29; 68.56; 76.76; dan R3 76.38, sedangkan kecernaan protein kasar (%) 56.12; 62.60; 71.66; dan 73.26. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa fermentasi dengan probiotik local nyata (P <0.05) meningkatkan kecernaan serat kasar dan kecernaan protein kasar in vitro. Penggunaan probiotik lokal (R1, R2, R3) menunjukkan hasil yang lebih tinggi dibanding R0, sedangkan R2 dan R3 menunjukkan hasil terbaik dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan penggunaan probiotik lokal seperti Aspergillus niger dan Saccharomicess cerevisiae ditambah isolat bakteri rumen kebau/domba menunjukan kecernaan yang paling tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Kata kunci : Tongkol jagung, Probiotik lokal, Rumen, Kecernaan, In vitro

Page 9 of 33 | Total Record : 323