cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
m.asyari@litpam.com
Phone
+6281805273578
Journal Mail Official
sasambojurnal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
ISSN : -     EISSN : 2686519X     DOI : 10.36312/sasambo
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) is a scientific multidisciplinary journal published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM) that publish 4 issues per year in February, May, August, and November. This journal accepts and publishes scientific articles that are original and focused on community service. Manuscripts are written using an academic approach or scientific method by presenting data on the impact of community service activities that have been carried out. The theme written must have an impact or can be generalized to local, regional or national populations such as various potentials, obstacles, challenges, and problems that exist in society, as a form of contribution to empowerment and sustainable development in the social and humanities, science and technology fields.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 3: August 2022" : 19 Documents clear
Pemberdayaan dan Peningkatan Kualitas SDM Masyarakat dengan Menggunakan Metode Asset Bassed Community Development (ABCD) di Desa Pecalongan Kec. Sukosari Bondowoso Siti Indah Purwaning Yuwana
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 3: August 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i3.735

Abstract

Pecalongan adalah salah satu desa yang ada di Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso. Banyak potensi yang belum dimanfaatkan secara optimal, salah satunya kualitas sumber daya manusia, yang disebabkan rendahnya pengetahuan dan tingkat pendidikan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pemberdayaan dan peningkatan kualitas masyarakat di desa Pecalongan. Asset-Based Community Development (ABCD) merupakan salah satu pendekatan dalam pemberdayaan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Data pengabdian yang dikumpulkan berasal dari observasi, dokumentasi, dan wawancara secara langsung yang dilakukan pada masyarakat Pecalongan. Kegiatan pengabdian ini berlangsung di Bulan Agustus 2021. Hasil dari pengabdian masyarakat ini menjelaskan bahwa aset yang ada dalam pemberdayaan dan peningkatan kualitas SDM Desa Pecalongan yakni meliputi Aset manusia, Aset alam, Aset ekonomi, Aset sosial, dan Aset Tradisi-Budaya. Kelima Aset tersebut akan menjadi bermanfaat saat dikelola dengan baik oleh warga masyarakat. Pendampingan akan pengelolaan aset tersebut perlu dilakukan agar terjadi peningkatan aset individu dan kelembagaan yang mampu menjadi tambahan potensi yang kuat demi kemajuan Desa Pecalongan. Empowerment and Quality Improvement of Community Human Resources using the Asset Based Community Development (ABCD) Method in Pecalongan Village, Kec. Sukosan Bondowoso Pecalongan is one of the villages in Sukosari District, Bondowoso Regency. There are many potentials that have not been utilized optimally, one of which is the quality of human resources, which is caused by the low level of knowledge and education. This community service activity aims to explain how to empower and improve the quality of the community in Pecalongan village. Asset-Based Community Development (ABCD) is one approach in empowering and improving the quality of Human Resources (HR). The community service data collected came from observations, documentation, and direct interviews conducted with the Pecalongan community. This community service activity takes place in August 2021. The results of this community service explain that the assets in empowering and improving the quality of human resources in Pecalongan Village include human assets, natural assets, economic assets, social assets, and cultural-traditional assets. These five assets will be useful when managed properly by the community members. Accompaniment in asset management needs to be carried out so that there is an increase in individual and institutional assets that are able to become additional strong potentials for the development of Pecalongan Village
Peran Pendidikan Politik Dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Bagi Warga Kepulauan Madura Mohammad Hidayaturrahman; Ahmad Hasan Ubaid
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 3: August 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i3.745

Abstract

Pengabdian ini dilakukan untuk memberi solusi alternatif dari persoalan yang dihadapi oleh warga Kepulauan Madura, yaitu minimnya kesadaran terhadap hak-hak politik dan pembangunan. Pengabdian ini dilakukan dengan metode dialog, yaitu pengabdi melakukan kegiatan bersama sasaran, yang dilakukan secara berkala selama tahun 2022, baik secara daring maupun secara luring. Daring dilakukan, untuk mengefektifkan jarak lokasi sasaran yang berada di wilayah kepulauan, sementara pengabdi tinggal di daratan. Namun untuk memantapkan kegiatan, pertemuan secara luring juga tetap dilakukan. Sasaran merasa sangat terbantu dengan kegiatan yang dilakukan, terutama dengan kehadiran pengabdi ke lokasi tempat sasaran berada. Pengabdi menemukan, selama ini warga kepulauan tidak memiliki akses untuk berpartisiasi dalam mengawal kebijakan politik yang dibuat oleh pejabat publik. Setelah dijelaskan bahwah era teknologi informasi memudahkan bagi warga untuk terlibat di dalam mengawal kebijakan, baik melalui call center, akun resmi yang dimiliki oleh Lembaga pemerintah, dan pejabat publik. Termasuk berkirim surat secara resmi ke lembaga dan pejabat publik. Diperlukan Pendidikan politik yang lebih intensif oleh pemerintah, partai politik, dan kelompok civil society kepada warga Kepulaun Madura.  The Role of Political Education in Increasing Political Participation for the Residents of the Madura Islands This devotion is carried out to provide alternative solutions to the problems faced by the residents of the Madura Islands, that is the lack of awareness of political rights and development. This devotion is carried out using the dialogue method, in which the servant carries out activities with the target, which is carried out periodically during 2022, both online and offline. Online is carried out, to make the distance of the target location effective in the archipelago, while the servant lives on the mainland. However, to strengthen activities, offline meetings are still being held. The target feels very helpful with the activities carried out, especially with the presence of a servant at the location where the target is located. I have found that all this time the islanders do not have access to participate in overseeing the political policies made by public officials. After being explained, the era of information technology makes it easier for citizens to be involved in overseeing policies, either through the call centers, official accounts owned by government agencies, and public officials. This includes sending official letters to public institutions and officials. More intensive political education is needed by the government, political parties, and civil society groups for the residents of Madura Island.  
Diseminasi Teknologi Pembuatan Fat Oil Magot Bsf Pertahanan Tanaman Sebagai Adaptasi Pandemi Covid 19 Masyarakat Desa Belener Kabupaten Cianjur Yayan Sanjaya; Suhara Suhara; Muthiara Yasser
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 3: August 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i3.748

Abstract

Kegiatan diseminasi ini  bertujuan agar petani ikan Santani Nurul Huda Al-Majani mampu membuat fat oil sebagai sumplemen pakan ikan. Metode  Sosial Teknologi Masyarakat (STM) dilakukan dengan pengarahan, pembinaan, dan pemberian keterampilanan (training) dalam memperbanyak black soldier fly dan mengolahnya menjadi fat oil. Hasil diseminasi ini  adalah menurut para petani ikan materi pelatihan sangat sesuai dengan kebutuhan mereka untuk mengurangi ongkos produksi dengan mengunakan suplemen “Fat Oil” magot BSF (60%) dan materi ini bermanfaat karena dapat memecahkan masalah ekonomi dan lingkungan yang dihadapi. Petani ikan juga menerapkan agar  diterapkan di lapangan karena mudah didapat dan murah. Dissemination of Technology for Making Fat Oil Maggot Bsf Plant Defense as an Adaptation to the Covid 19 Pandemic Community of Belener Village, Cianjur Regency This dissemination activity aims to make Santani Nurul Huda Al-Majani fish farmers able to make fat oil as a fish feed supplement. The Social Technology Community (STM) method is carried out by directing, coaching, and providing skills (training) in multiplying black soldier fly and processing it into fat oil. The result of this dissemination is that according to the fish farmers, the training material is very suitable for their needs to reduce production costs by using the BSF "Fat Oil" supplement (60%) and this material is useful because it can solve the economic and environmental problems they face. Fish farmers also apply to be applied in the field because it is easy to obtain and cheap.  
Pendampingan Implementasi Akuntansi Akrual dan Manajemen Pada Koperasi Binaan PT Tripa Maju Bersama Rilla Gantino; Desy Prastyani
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 3: August 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i3.758

Abstract

Koperasi adalah sebuah organisasi ekonomi yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Sebagai sebuah badan usaha, maka koperasi perlu di kelola dengan prinsip-prinsip pengelolaan yang sesuai dengan konsep manajemen. Pelaksanaan konsep manajemen secara baik akan menambah peluang untuk koperasi menjadi lebih berkembang.  Koperasi juga memiliki kewajiban untuk membuat laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada semua anggota koperasi. Selama ini banyak koperasi belum menerapkan akuntansi akrual. Oleh karena itu perlu di berikan pengetahuan dan pemahaman melalui latihan nyata dalam menerapkan akuntansi akrual, demikian pula pemahaman terhadap SAK ETAP. Pelakasanaan pemaparan materi melalui media zoom, tatap muka di salah satu koperasi yang dipilih. Hasil dari kegiatan ini adalah terselenggaranya pencatatan secara akrual dan mampu menghasilkan laporan keuangan dengan akuntansi yang berbasis akrual dan sesuai dengan SAK ETAP Assistance in the Implementation of Accrual Accounting and Management at PT Tripa Maju Bersama Fostered Cooperatives  A cooperative is an economic organization owned and operated by people for the common good. Cooperatives are based on activities based on the principle of the people's economic movement based on the principle of kinship. As a business entity, cooperatives need to be managed with management principles that are in accordance with the concept of management. Good implementation of the management concept will increase the opportunity for cooperatives to become more developed.  The cooperative also has the obligation to make financial statements as a form of accountability to all members of the cooperative. So far, many cooperatives have not implemented accrual accounting. Therefore, it is necessary to provide knowledge and understanding through real exercises in applying accrual accounting, as well as an understanding of SAK ETAP. The implementation of the presentation of a ran material through zoom media, and mentoring activities are also carried out with face-to-face media at one of the selected cooperatives. The result of this activity is the implementation of accrual recording and being able to produce financial statements with accrual-based accounting and in accordance with SAK ETAP
Pelatihan Pengolahan Sampah Rumah Tangga Anorganik Menjadi Produk Bernilai Ekonomi Ali Imran; Laras Firdaus; Ida Royani; Herdiana Fitriani; Ikmalianti Ikmalianti
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 3: August 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i3.762

Abstract

Tujuan pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada siswa untuk mengolah sampah rumah tangga an organik menjadi produk bernilai ekonomi. Mitra dalam pelatihan siswa kelas XI IPA SMA AL-Hamzar Tembeng Putik kecamatan wanasaba Kabupaten Lombok Timur. Metode pelaksanaan pelatihan mencakup tiga tahapan yaitu tahap sosialisasi dan penyuluhan, tahap pelaksanaan pengolahan sampah, tahap refleksi dengan langkah-langkah kegiatan pelatihan mulai dari pembuatan bagian dasar bunga dengan tutupan toples dan sampah kantong pelastik, botol dan glas plastik dengan teknik pemanasan, pembuatan batang utama, cabang dan ranting, pembuatan daun dan pemasangan daun. Produk yang di hasilkan bunga hias dari sampah rumah tangga an-organik yang di pasarkan secara online. Rekomendasi dari pelatihan ini akan terus di kembangkan oleh siswa dan guru dalam meminimalisir sampah pada lingkungan sekolah dan lingkungan sekitar. Training on Processing Household Waste An Organic Into Products of Economic Value The purpose of this training is to provide knowledge to students to process household waste into products of economic value. Partners in training class XI science students at SMA AL-Hamzar Tembeng Putik, Wanasaba sub-district, East Lombok Regency. The method of implementing the training includes three stages, namely the socialization and counseling stage, the implementation stage of waste processing, and the reflection stage with the steps of training activities starting from making the base of flowers with jars and plastic bags, bottles, and plastic cups with heating techniques, making the main stem, branches and twigs, leaf making and leaf installation. Products made from ornamental flowers from inorganic household waste are marketed online. Recommendations from this training will continue to be developed by students and teachers in minimizing waste in the school environment and the surrounding environment.
Pelayanan Kepada Wanita Usia Subur Melalui Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (Iva Test) Sebagai Upaya Deteksi Dini Kanker Serviks Rochmawati Rochmawati; Sri Hayuningsih; Estu Lovita Pembayun; Veronica Fary
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 3: August 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i3.765

Abstract

Kanker serviks ditandai dengan tumbuhnya sel-sel tidak normal pada leher rahim. Diperkirakan 90 persen kanker leher rahim disebabkan human papillomavirus (HPV). Di Indonesia, tiap tahun diperkirakan terdapat 100 penderita baru per 100.000 penduduk. Ini berarti dari jumlah 237 juta penduduk, ada sekitar 237.000 penderita kanker baru setiap tahunnya. Sejalan dengan itu, data empiris juga menunjukkan bahwa kematian akibat kanker dari tahun ke tahun terus meningkat. Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2018 kematian akibat kanker sampai dengan tahun 2018 sebesar 18,1 juta kasus dan 9,6 juta kematian di tahun 2018. Kematian akibat kanker diperkirakan akan terus meningkat hingga lebih dari 13,1 juta pada tahun 2030. Saat ini cakupan skrining kanker serviks di Indonesia melalui pap smear dan IVA masih sangat rendah (sekitar 5 %), padahal cakupan skrining yang efektif dalam menurunkan angka kesakitan dan angka kematian karena kanker serviks adalah 85 %. Oleh karena itu Prodi Kebidanan Universitas Gunadarma yang terdiri dari sepuluh orang dosen dan dua orang mahasiswa merasa perlu melakukan skrining kanker serviks melalui IVA test sehingga jika ditemukan kasus atau hasil pemeriksaan positif dapat terdeteksi dini dan dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian.  Pemeriksaan IVA test pada wanita usia subur dilakukan tanpa adanya biaya sebagai wujud pelaksanaan pengabdian masyarakat (Abdimas) dari tim dosen Program Studi Kebidanan Universitas Gunadarma,  bekerjasama dengan praktek mandiri Bidan Dian Dwi Anggraeni, SST, Desa Pabuaran, Kec. Bojonggeede, Kab. Bogor Kegiatan pemeriksaan IVA test dilaksanakan pada tanggal 20 Juni 2022 dengan peserta sebanyak 16 orang yang berdomisili di wilayah sekitar tempat praktek mandiri Bidan Dian Dwi Anggraeni, SST, Desa Pabuaran, Kec. Bojonggeede, Kab. Bogor. Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan pada wanita usia subur hasilnya yaitu negatif. Services To Reproductive Women Through Acetic Acid Visual Inspection Examination (Iva Test) As An Effort For Early Detection Of Cervical Cancer Cervical cancer is characterized by the growth of abnormal cells in the cervix. It is estimated that 90 percent of cervical cancers are caused by the human papillomavirus (HPV). In Indonesia, it is estimated that every year there are 100 new patients per 100,000 population. This means that from a total of 237 million people, there are about 237,000 new cancer patients every year. In line with that, empirical data also shows that cancer deaths from year to year continue to increase. Based on the results of Riskesdas in 2018, cancer deaths until 2018 were 18.1 million cases and 9.6 million deaths in 2018. Cancer deaths are expected to continue to increase to more than 13.1 million in 2030. Currently, the coverage of cervical cancer screening in Indonesia through Pap smears and IVA is still very low (around 5%), even though the effective screening coverage in reducing morbidity and mortality due to cervical cancer is 85%. Therefore, the Midwifery Study Program at Gunadarma University which consists of ten lecturers and two students feels the need to screen for cervical cancer through the IVA test so that if a case or positive test result is found, it can be detected early and can reduce morbidity and mortality. The IVA test examination for WUS was carried out free of charge as a form of community service implementation (Abdimas) by a team of lecturers from the Gunadarma University Midwifery Study Program, in collaboration with BPKM of Midwife Dian Dwi Anggraeni, SST, Pabuaran Village, Kec. Bojonggeede, Kab. Bogor The IVA test was carried out on June 20, 2022, with 16 participants living in the area around the BPM of Midwife Dian Dwi Anggraeni, SST, Pabuaran Village, Kec. Bojonggeede, Kab. Bogor. Based on the examination carried out by WUS the results were negative
PROKESMAS: Program Pelatihan Keuangan Sederhana Menuju UMKM Naik Kelas Suhita Whini Setyahuni; Linda Ayu Oktoriza; Nanda Adhi Purusa
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 3: August 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i3.769

Abstract

Prokesmas merupakan suatu bentuk program pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan keuangan bagi UMKM supaya dapat naik kelas. Pelatihan ini mencakup akuntansi dasar dan penyusunan laporan keuangan yang diterapkan pada kelompok UMKM laundry. Program kegiatan ini menggunakan metode seminar dan praktek secara langsung untuk nenyusun laporan keuangan yang sederhana. Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 35 mitra pengusaha UMKM laundry dari Kabupaten Pekalongan, Pemalang, dan Batang Jawa Tengah. Tujuan diadakannya kegiatan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan mitra UMKM dalam menyusun laporan keuangan sederhana. Pengukuran pemahaman peserta menggunakan instrumen kuesioner pre-test dan post-test. Program pelatihan ini dilaksanakan dalam bentuk pemaparan materi untuk memberikan pemahaman terkait akuntansi dasar dan praktek langsung untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam menyusun laporan keuangan sederhana. Berdasarkan hasil pre-test peserta mendapatkan nilai rata-rata 6,79 sedangkan pada hasil post-test menunjukkan nilai rata-rata 9,53. Maka, implementasi program pelatihan ini mampu meningkatkan pemahaman terhadap akuntansi dasar dan penyusunan laporan keuangan sederhana supaya mewujudkan UMKM naik kelas. PROKESMAS : The Basic Financial Reporting Training as Upgrading UMKM Program Prokesmas is a training program that aims to increase understanding of financial management to increase the level of MSMEs. This program consists of basic accounting and financial reports that are applied to the laundry UMKM group. The training program uses the seminar method and the practice of preparing simple financial reports. This training program is attended by 35 participants, who are laundry MSMEs business practitioners in Pekalongan, Pemalang, and Batang Regencies in Central Java, Indonesia. Prokesmas intends to upgrade the capability of UMKM in basic financial reporting, which becomes an important aspect of the business. Measuring the success of the program using pre-test and post-test questionnaire instruments. The implementation of this training program consists of materials to improve basic accounting and hands-on practice to improve the skills of participants in preparing simple financial reports. Based on the results of the pre-test, participants got an average score of 6.79 while the post-test results showed an average score of 9.53. Thus, the implementation of this training program can improve basic accounting and the preparation of simple financial reports for UMKM to increase the level of UMKM.
Pemberdayaan Masyarakat Terhadap Olahan Mbote Talas Kreatif Berbasis UKM di Dusun Mangunrejo Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang Asy'ari Asy'ari; Ratno Abidin
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 3: August 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i3.771

Abstract

Tujuan dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemberdayaan masyarakat terhadap olahan mbote talas kreatif berbasis UKM di Dusun Mangunrejo Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang. Metode pelaksanaan  pengabdian diantaranya yaitu membuatkan media promosi pemasaran produk mitra di media online. Membuatkan desian spanduk. Membantu menyiapkan prasarat administrasi. Membantu mendaftarkan kelembagaan usaha sebagai legalitas produk agar mitra usaha menjadi kuat dan terpercaya. Membantu meberikan coaching keteramilan pengelolaan manajemen keuangan. membantu membelikan buku administrasi. Memberikan alat penggiling Mbote dan mesin press packing. Menyiapkan berkas administrasi dan mengawal mitra untuk mendaftarkan merek dagang ke HKI; serta mendesain produk kemasan uasaha Mbote talas yang bervariasi, dengan merk “Mr. Mboteo”. Dari hasil pendampingan ini dapat memperbanyak produksi keripik Mbote dengan kemasan yang menarik yang diproduksi melalui alat produksi yang lebih higenis dari sebelumnya. Pengabdian ini dibantu oleh mahasiswa yang ikut serta mendampingi pengupasan, penggorengan dan pengemasi Mbote talas sehingga lebih terkesan menarik dan ternilai estetis. Produk yang kemasan besar di jual dengan harga Rp. 10.000  sedangkan yang kemasan kecil dijual seharga Rp. 5000 dengan rasa original khas mbote. Secara uji organoleptik kebanyakan orang lebih suka rasa originel daripada rasa yang lain seperti rasa balado dan rasa sapi panggang yang disajikan. Community Empowerment of Processed Mbote Taro Creative Based on SMEs in Mangunrejo Hamlet, Wonosalam District, Jombang Regency  The purpose of this community service program is to empower the community to process more taro creatively based on SMEs in Mangunrejo Hamlet, Wonosalam District, and Jombang Regency. The method of implementing the service includes making promotional media for partner product marketing in online media. Make a banner design. Assist in preparing administrative requirements. Help register business institutions as product legality so that business partners become strong and reliable. Help provide coaching skills in financial management. help buy administrative books. Provide Mbote grinding tools and press packing machines. Prepare administrative files and escort partners to register trademarks with IPR; as well as design various Mbote taro business packaging products, with the brand “Mr. Mboteo". From the results of this assistance, it is possible to increase the production of Mbote chips with attractive packaging which is produced through production equipment that is more hygienic than before. This service is assisted by students who participate in peeling, frying, and packing Mbote taro so that it looks more attractive and has aesthetic value. Products with large packaging are sold at a price of Rp. 10,000 while the small ones are sold for Rp. 5000 with the original taste of Mbote. In the organoleptic test, most people prefer the original taste to other flavors such as the taste of Balado and the taste of roast beef served
Pengembangan Usaha Produksi Olahan Sagu Di Desa Pemakuan Kecamatan Sungai Tabuk Linda Rahmawati; Zuliyan Agus Nur Muchlis Majid; Dewi Amelia Widiyastuti; Baimy Alexander
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 3: August 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i3.777

Abstract

Salah satu mata pencaharian warga desa Pekauman Kecamatan Sungai Tabuk adalah sebagai petani sagu sekaligus memproduksi tepung sagu dan pengolah tepung sagu menjadi produk sagu setengah jadi. Petani sagu banyak dipilih sebagai alternatif jika warga belum memiliki pekerjaan, hal ini disebabkan melimpahnya tanaman sagu di desa Pemakuan. Namun karena kemasan yang sangat sederhana dan tidak tahan lama, maka konsumen pun kurang tertarik untuk membeli olahan sagu setengah jadi tersebut. Tujuan dari pengabdian pengembangan usaha ini adalah untuk menjadikan produk sagu dapat bertahan lama dan struktur amilum tidak rusak maka sagu dikeringkan pada suhu < 600C dan kemas menggunakan plastik vakum, dengan alat pengering berupa box yang terbuat dari aluminium dilengkapi dengan elemen pemanas di bagian bawah dan samping, pengatur suhu serta kipas exhaust di bagian atas. Box pengering berukuran panjang 100m, lebar 80cm dan tinggi 80cm dengan rak berjumlah 5 tingkat. Sosialisasi pada pengembangan usaha produksi olahan sagu ini dihadiri oleh 23 orang peserta yeitu, petani dan pengolah sagu, ibu rumah tangga dan mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN). Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah survey lokasi, survey terhadap warga pembuat sagu, pembuatan/rancang bangun alat, uji coba alat, sosialisasi dan pemasaran. Hasil pada pembuatan rancang bangun alat pengering dan kemasan secara keseluruhan adalah pada tahap uji coba alat, pemanas tidak mencapai suhu maksimal yaitu 400C dan kipas mengalami kerusakan. Untuk itu dilakukan penggantian kipas. Pada uji coba suhu menggunakan 300C, bau, warna, bentuk dan rasa sagu tidak berubah dan masih bisa langsung direbus untuk dilakukan pengolahan lebih lanjut. Sagu Processed Production Business Development  In Pemakuan Village, Sungai Tabuk District  One of the livelihoods of being a resident of Pekauman Village, Sungai Tabuk Subdistrict, is as a sago farmer as well as producing sago flour and processing sago flour for semi-finished sago products. Many sago farmers are chosen as an alternative if residents do not have jobs, this is due to the abundance of sago plants in Pemakuan village. However, because the packaging is very simple and not durable, consumers are less interested in buying the semi-finished sago processed product. The purpose of this service is to make sago products durable and the starch structure is not damaged, so it is dried at a temperature of < 600C and packaged using vacuum plastic, with a dryer in the form of a box made of aluminum equipped with heating elements at the bottom and sides, temperature control and an exhaust fan at the top. Drying Box measuring 100m long, 80cm wide, and 80cm high with shelves opened 5 levels. The socialization on the business development of processed sago production was attended by 23 participants, namely, sago farmers and processors, housewives, and real work college students (KKN). The method of implementation carried out is a site survey, a survey of the residents of sago makers, the manufacture/design of tools, testing of tools, socialization, and marketing. The results in the overall design of the drying and packaging equipment are at the testing stage of the tool, the heater does not reach the maximum temperature of 400C and the fan is damaged. For this reason, a fan was replaced. In the temperature test using 300C, the smell, color, shape, and taste of sago did not change and could still be directly developed for further processing
Pengenalan Dan Pendampingan Budidaya Black Soldier Larva Di PT Kharisma Inti Usaha Zuliyan Agus Nur Muchlis Majid; Novianti Adi Rohmanna; Baimy Alexander; Danang Yugo Pratomo
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 3: August 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i3.778

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mengintroduksi budidaya BSFL (Black soldier fly larva) di PT. Kharisma Inti Usaha (PT. KIU). Kegiatan dilaksanakan melalui 3 tahapan. Tahap pertama adalah survey lokasi dan potensi. Tahap ke dua adalah proses pencarian data baik data sekunder maupun primer terkait budidaya BSFL dan potensi serta keberlanjutan program. Tahap ketiga adalah implementasi teknologi budidaya BSFL dan pendampingan program. Adapun hasil dari kegiatan ini terdapat potensi sumber daya untuk dilakukan pengembangan program budidaya BSFL di area site PT KIU. Hasil dari proses pembudidayaan BSFL secara tidak langsung dapat mendukung PT KIU dalam penerapan sirkular ekonomi. Melalui pemanfaatan limbah rumah tangga pekerja di PT KIU yang di integrasikan dengan pemanfaatan limbah kelapa sawit solid decanter mampu menghasilkan biomassa BSFL yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat pekerja di PT KIU untuk pakan ternak ikan lele. Diharapkan kegiatan ini berkelanjutan khususnya dapat berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pekerja di PT KIU. Introduction And Assistance Of Black Soldier Larva Cultivation At Pt Kharisma Inti Usaha This activity aimed to introduce the rearing of BSFL (Black soldier fly larva) at PT. KIU. The activity was carried out in 3 stages. The first stage was a site and potential survey. The second stage was searching for secondary and primary data related to BSFL cultivation and the potential and sustainability of the program. The third stage was the implementation rearing of BSFL technology and program assistance. There were potential resources for developing a rearing of the BSFL program in the PT KIU site area. The rearing of BSFL could indirectly support PT KIU in implementing the circular economy. Using workers' household waste at PT KIU, integrated with solid decanter palm oil waste, could produce BSFL biomass for catfish animal feed at PT KIU. It was expected that this sustainable activity could significantly improve the working community's welfare at PT KIU

Page 1 of 2 | Total Record : 19