Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisa Struktur dan Mineralogi Batuan dari Sungai Aranio Kabupaten Banjar Sudarningsih, Sudarningsih; Wianto, Totok; Widiyastuti, Dewi Amelia
Jurnal Fisika FLUX Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2012
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v9i1.3132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi mineral dan struktur secara mikro dari permukaan batuan yang terdapat di Sungai Aranio, Kabupaten Banjar. Penelitian dilakukan dengan melakukan uji mineralogi dengan alat x-ray difractometer(XRD) dan foto dengan alat scanning electron microscope(SEM) terhadap empat sampel batuan yang telah diambil dari Sungai Aranio. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil bahwa pada sampel 1A komposisi mineralnya adalah magnesiohornblende 27 %, albite, calcian 30 %, kuarsa 17 %, Phillipsite-K 14 % dan muscovit (mika) 12 %. Pada sampel 1B mineralnya adalah magnesiohornblende 14 %, albite, calcian 29 %, kuarsa 21 %, Phillipsite-K 15 %, muscovit (mika) 12 % dan chlorite-serpentine 13 %. Sampel 2A memiliki komposisi mineral yaitu magnesiohornblende 20 %, albite, calcian 13 %, kuarsa 28 %, muscovit (mika) 8 % dan chlorite-serpentine 31 %, sedangkan pada sampel 2B terdapat mineral yaitu magnesiohornblende 28 %, kuarsa 42 %, chlorite-serpentine 21 %, muscovit (mika) 4 % dan amfibol 5 %. Hasil pada foto SEM memperlihatkan struktur batuan telah menjadi struktur yang mengalami laminasi dengan dua sampel kenampakan kristal mineralnya masih terlihat dan dua sampel sudah berubah dan banyak terdapat clay atau tanah dan strukturnya adalah struktur foliasi. Dapat disimpulkan bahwa batuan yang berasal dari Sungai Aranio, Kabupaten Banjar telah mengalami pemalihan yang berasal dari batuan beku yang keras.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MEMBUAT BIOCHAR DAN KOMPOS DARI BIOMASSA TANAMAN PADI Abdillah, Muhammad Helmy; Majid, Zuliyan Agus Nur Muchlis; Iswahyudi, Herry; Lukmana, Mila; Rahmawati, Linda; Widiyastuti, Dewi Amelia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.837 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.4812

Abstract

Abstrak: Biomassa tanaman Padi manjadi masalah dalam sanitasi lahan rawa pasca panen, meskipun biomassa ini dapat digunakan untuk pembanah tanah dengan pemanfaatannya belum optimal. Kearifan lokal masyarakat suku Banjar yang sudah mulai ditinggalkan diduga menjadi penyebab masalah tersebut. Kearifan lokal ini mendorong penggunaan biomassa Padi secara optimal untuk membenahi tanah sub-optimal pada tanah-tanah di lahan rawa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pembuatan biomassa Padi menjadi pembenah tanah dengan konsep kearifan lokal tajak-puntal-balik-hambur yang dikemas dalam teknologi sederhana berbentuk biochar dan kompos berbahan biomassa Padi. Metode yang digunakan pada kegiatan ini berupa pelatihan pada 36 orang masyarakat kecamatan Alalak yang pada akhir pelatihan dievaluasi pengetahuannya menggunakan formulir berisi pilihan ganda dengan pertanyaan sederhana terkait minat, kebermanfaatan dan materi pelatihan ini. Hasil menunjukkan bahwa 89% terbentuknya pemahaman baru tentang fungsi, cara pembuatan dan manfaat biochar dan kompos sehingga konsep kearifan lokal masyarakat Banjar tetap dilakukan dalam model yang baru. Pembuatan biochar dan kompos dapat mengurangi masalah sanitasi lahan pada lahan budidaya Padi dan menurunkan masalah tanah di lahan sub-optimal.Abstract: Paddy's biomass is a problem in post-harvest swampland sanitation. Even though this biomass can be used for various types of soil amendment, its utilization is not yet optimal. The local wisdom of the Banjarase that has begun to be abandoned is suspected to be the cause of the problem. This local wisdom encourages the optimal use of Paddy biomass to repair on swampy soils. This activity aims to increase knowledge on the manufacture to be soil amendment with the local wisdom concept as name tajak-puntal-balik-hambur which is packaged in a simple technology in the form of biochar and compost made from rice biomass. The method used in this activity was in the form of training for the community of Alalak sub-district as many as 36 people whose knowledge was evaluated using a form containing multiple choices with simple questions related to interest, usefulness, and training of this materials. The results of the activity show that 89% new understandings emerge on the function, manufacture and benefits of biochar and compost from rice biomass so that the concept of local wisdom Banjarase is still carried out in a new model. Making biochar and compost can reduce land sanitation problems in Paddy cultivation land and reduce soil problems in sub-optimal land
Peningkatan Kualitas Kimia Tanah Sulfat Masam dengan Aplikasi Kombinasi Bahan Organik Lokal dan Limbah Agroindustri Muhammad Helmy Abdillah; Dewi Amelia Widiyastuti
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 27 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.27.1.120

Abstract

The purpose of this research was to assess effect of compost treatment from various local organic materials combined with agro-industrial waste to improved chemical quality of acid sulfate mineral soils, to compare of root dry weight and grain weight milled dryness of Inpara-3. This research was conducted at screen house of Polytechnic Hasnur, Barito Kuala District, South Kalimantan from November 2020 to June 2021. This study used Compeletely Randomized Design (CRD) with Tukey's Honestly Significant Difference (HSD) test a=5%. There were 7 treatments used as, K0 = control. JKD = paddy straw compost 4 t ha-1 and solid decanter 2 t ha-1; JKR = paddy straw compost 4 t ha-1 and solid crumb rubber 2 t ha-1; SKD = empty fruit bunch compost 4 t ha-1 and solid decanter 2 t ha-1; SKR = empty fruit bunch compost 4 t ha-1 and solid crumb rubber 2 t ha-1; PKD = compost of purun tikus (Eleocharis dulcis) 4 t ha-1 and solid decanter 2 t ha-1; PKR = compost of purun tikus 4 t ha-1 and LPKR 2 t ha-1. The treatment was 5 replication so that 35 experimental plant units. The results showed compost paddy straw combinated solid decanter reducing concentration of soluble Fe and Al and can increasing availability of P and K. Treatment of compost empty fruit bunch combinated solid decanter can be increasing pH and total N-mineral. Compost paddy straw combinated solid crumb rubber gave increasing weight on root dry and grain milled dryness. Keywords: acid sulfate soil; agroindustrial wasted; compost
Analisa Struktur dan Mineralogi Batuan dari Sungai Aranio Kabupaten Banjar Sudarningsih Sudarningsih; Totok Wianto; Dewi Amelia Widiyastuti
Jurnal Fisika FLUX Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2012
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.097 KB) | DOI: 10.20527/flux.v9i1.3132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi mineral dan struktur secara mikro dari permukaan batuan yang terdapat di Sungai Aranio, Kabupaten Banjar. Penelitian dilakukan dengan melakukan uji mineralogi dengan alat x-ray difractometer(XRD) dan foto dengan alat scanning electron microscope(SEM) terhadap empat sampel batuan yang telah diambil dari Sungai Aranio. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil bahwa pada sampel 1A komposisi mineralnya adalah magnesiohornblende 27 %, albite, calcian 30 %, kuarsa 17 %, Phillipsite-K 14 % dan muscovit (mika) 12 %. Pada sampel 1B mineralnya adalah magnesiohornblende 14 %, albite, calcian 29 %, kuarsa 21 %, Phillipsite-K 15 %, muscovit (mika) 12 % dan chlorite-serpentine 13 %. Sampel 2A memiliki komposisi mineral yaitu magnesiohornblende 20 %, albite, calcian 13 %, kuarsa 28 %, muscovit (mika) 8 % dan chlorite-serpentine 31 %, sedangkan pada sampel 2B terdapat mineral yaitu magnesiohornblende 28 %, kuarsa 42 %, chlorite-serpentine 21 %, muscovit (mika) 4 % dan amfibol 5 %. Hasil pada foto SEM memperlihatkan struktur batuan telah menjadi struktur yang mengalami laminasi dengan dua sampel kenampakan kristal mineralnya masih terlihat dan dua sampel sudah berubah dan banyak terdapat clay atau tanah dan strukturnya adalah struktur foliasi. Dapat disimpulkan bahwa batuan yang berasal dari Sungai Aranio, Kabupaten Banjar telah mengalami pemalihan yang berasal dari batuan beku yang keras.
Potensi Bungkil Inti Sawit Sebagai Campuran Media Tanam Pada Tanaman Tomat (Lycopersicum Escalantum Mill) Dewi Amelia Widiyastuti; Nisa Salsabila
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v8i1.126

Abstract

Palm kernel meal or often referred to as (BIS) is one of the byproducts of processed palm oil in the manufacture of palm oil. The content of palm kernel cake (BIS) has fiber similar to the content in grass. Among other things containing less than 10% water, 14-17% protein, 9.5-10.5% fat and crude fiber 12-18%. Nutrition factions are cellulose, fat, protein, arabinoxilan, glucoronoxilan, and minerals. This material can be obtained by chemical processes or by mechanical means. So far, palm kernel cake (BIS) is widely used as animal feed because of the high protein contained therein, so it is very rarely used as a planting medium. This study aims to find the right composition in a mixture of palm kernel cake (BIS) which is good as a medium for planting a mixture of palm kernel cake (BIS) with mineral soil. In this study, the tomato nucleus (BIS) mixed tomato planting media had 4 treatments namely A0: without giving palm kernel cake (BIS), A1: 40 g palm kernel cake (BIS), A2: 50 g palm kernel cake (BIS), A3: 60 g palm kernel cake (BIS). The parameters measured were plant height growth and leaf blade growth based on the results of the study obtained, palm kernel cake has the potential to be one of the ingredients in making planting media. Keywords: Palm kernel cake (BIS), land application, tomato.
PENYULUHAN TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN OBAT DI PEKARANGAN SEBAGAI UPAYA KETAHANAN KELUARGA TERHADAP COVID-19 DI KECAMATAN ALALAK Muhammad Helmy Abdillah; Herry Iswahyudi; Mila Lukmana; Linda Rahmawati; Dewi Amelia Widiyastuti; Zuliyan Agus Nur Muchlis Majid
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 7, No 1 (2021): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.75 KB) | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v7i1.5402

Abstract

Pencegahan dan pengobatan gejala Covid-19 terus diupayakan oleh semua pihak melalui berbagai tindakan, salah satunya mengkonsumsi hasil tanaman yang dikatagorikan sebagai tanaman obat. Hal ini dipercaya dapat meningkatkan imunitas maupun menyembuhkan gejala yang dirasa menyerupai gejala Covid-19 seperti demam, batuk, bersin, diare serta kelelahan letih dan lunglai. Tingginya minat terhadap hasil dan produk turunan dari tanaman tersebut membuat sebagian produk cukup sulit untuk ditemukan, oleh karena itu perlunya melakukan budidaya secara mandiri untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk yang dijual dipasaran. Kecamatan Alalak juga menjadi wilayah transit yang ingin melakukan perjalanan ke Marabahan, Banjabaru, Banjarmasin dan wilayah Kalimantan Tengah, sehingga mudahnya masyarakat setempat berinteraksi langsung dengan orang dari luar daerah. Oleh karena itu, dengan kondisi yang demikian perlu dilakukan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada pemanfaatan pekarangan sebagai tempat bertani sederhana, terlebih meninjau letak Kecamatan Alalak yang menjadi bagian wilayah strategis khusus Provinsi dan mewabahnya pandemi Covid-19 pada wilayah transmisi, guna membangun dan memperkuat ketahanan kesehatan keluarga. Tujuan kegiatan ini untuk menyebarluaskan pengetahuan tentang teknik budidaya tanaman obat dan menilai kebermanfaatannya melalui metode analisis kualiatif - kuantitatif dengan pengisian angket pra dan pasca kegiatan. Hasil dari kegiatan ini adalah terdapat respon positif terhadap tingkat pengetahuan dan kebermanfaatan pasca kegiatan.
INVENTARISASI GULMA PADA TANAMAN KARET (Hevea brasiliensis) DI BALAI PENGAWASAN DAN SERTIFIKASI BENIH PERKEBUNAN Dewi Amelia Widiyastuti
Agrisains: Jurnal Budidaya Tanaman Perkebunan Politeknik Hasnur Vol 6 No 01 (2020): Agrisains: Jurnal Budidaya Tanaman Perkebunan
Publisher : Program Studi Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Hasnur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46365/agrs.v6i01.372

Abstract

The purpose of this research is to know the botanical and morphology of any weeds that attack the rubber plant and weed control doneAt Balai Pengawasan And Sertifikasi Benih Perkebunan. The method used is descriptive method with data collection techniques through observation, interview and documentation. Based on the observation it can be seen that the weeds that attack the rubber plant in the Plantation Monitoring and Certification Seed in morphology are weeds, including the broad-leaved plant species and the puzzles such as jukut pahit (Axonopus compressus), Ara Sungsang (Asystasia ganggetica L), Senduduk (Melastoma malabratichum), Babadotan (Ageratum conyzoides), Imperata cylindrica, Putri Malu (Mimosa pudica), Meniran (Phyllanthus niruri), Jukut Pendul (Kyllinga brevifolia). By way of control is done spraying using Gramoxone contact herbicide with a dose of ± 28 ml per 1 tank hands sprayer solo contents of 14 liters of  water for to the field of weeds attacked rubber plantation. At the  Plantation Regulatory Monitoring and Certification Center for 0.5 hectares of land required 252 ml herbicide. Anddoneint spraying when the weather is sunny.
Teknik Budidaya Iler (Coleus atropurpureus. L. Benth) sebagai Herba untuk Penanganan Gejala (Demam dan Batuk) Penyintas Covid-19 Muhammad Helmy Abdillah; Mila Lukmana; Herry Iswahyudi; Linda Rahmawati; Zuliyan Agus Nur Muchlis Majid; Dewi Amelia Widiyastuti; Supian Supian; Niana Zakiah; Akhmad Ramadhani; Isna Fazriah
Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasper.v3i2.2585

Abstract

Iler or jewer kotok is known as an ornamental plant because it has an attractive color and shape, but the research reported that the Iler extracts have secondary metabolite compounds that are beneficial for health recovery, especially relieving wounds, fever, and coughs. In addition, Iler extract can also be an organic insecticide for horticultural crops. The reported of Iler should be cultivated in the yard or agricultural land as an insert between the main crops. The purpose of this activity is to disseminate the benefits, propagation techniques, and processing of Iler into herbs to the symptoms of COVID-19 with the agricultural extension. The results of the benefit extension activities, propagation techniques, and processing of Iler parts for herbs were an understanding and increased knowledge about the benefits of leaf, cultivation techniques, and the stages of young stems for herbs.
Increase Student Learning Activities by Using A Problem-Based Learning Model in Legum Technology Lecture Materials Almira Ulimaz; Jesi Yardani; Dewi Amelia Widiyastuti
Edunesia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : research, training and philanthropy institution Natural Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.287 KB) | DOI: 10.51276/edu.v4i1.329

Abstract

Student learning activities can be measured by how active students are while studying. A student-centered learning model is needed, especially for courses with no practicum, such as legum technology material, to make the classroom atmosphere more varied. Therefore, this study aims to increase student learning activities using a problem-based learning model in legum technology lecture materials. This research is a class action study conducted in 2 cycles, each consisting of 2 meetings. The research subject comprised 20 students majoring in Agricultural Industrial Technology, Agro-industrial Study Program. The data collection techniques include preserving student learning activities using a problem-based learning model. The results showed that the students learning activity increased with an average per cycle in cycle I of 2.14 and was included in the "sufficient" category with the description of group C, and on average in cycle II increased with the achievement of 2.85 and has been included in the "good" category. This research shows that the problem-based learning model has been proven to improve student learning activities in the classroom. In addition, this research also demonstrates that classroom action research can be carried out in elementary, middle, and high schools and at the college level.
Pemberdayaan Ekonomi Skala Rumah Tangga Melalui Pembuatan Jamu Bubuk Rempah Temulawak, Jahe, Kunyit, dan Sereh Dewi Amelia Widiyastuti; Aulia Ajizah; Luthfiana Nurtamara; Nurul Huda; Muh Afdal
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i2.10298

Abstract

Rempah-rempah merupakan tanaman yang banyak ditemukan di Negara Indonesia dan memiliki kandungan serta manfaat yang bermacam-macam. Rempah-rempah selama ini banyak dimanfaatkan sebagai bumbu dapur dan beberapa diolah sebagai minuman untuk menambah daya tahan dan stamina.Tanaman rempah-rempah seperti temulawak, jahe, kunyit, dan sereh banyak ditemukan di daerah Barito Kuala. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Terantang, Kecamatan Mandastana Kabupaten Barito Kuala yang diikuti oleh ibu-ibu warga desa tersebut sebanyak 55 orang. Hasil pendampingan dan sosialisasi menunjukkan antusiame warga dalam mengolah dan memanfaatkan tanaman rempah-rempah menjadi jamu bubuk. Melalui kegiatan ini diharapkan pemanfaatan dan pemberdayaan masyarakat dan ekonomi kreatif dapat mendorong peningkatan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.